Tag: ventilasi

  • Kamar Tidur Terasa Pengap? Begini Cara Atasinya Biar Lebih Segar


    Jakarta

    Terkadang kamar tidur bisa terasa pengap, terutama saat cuaca panas. Susana kamar seperti ini bisa mengganggu istirahat penghuni rumah.

    Bukan hanya itu, hawa pengap di dalam kamar bisa menimbulkan masalah lainnya, seperti pertumbuhan jamur dan lumut. Nah, kalau kamu merasa kamar tidur pengap, segera atasi ya.

    Lalu, bagaimana cara menghilangkan hawa pengap di dalam kamar? Berikut penjelasannya seperti yang dilansir dari Focus on Energy, Jumat (4/10/2024).


    Tips Atasi Kamar Tidur yang Pengap

    1. Cek Ventilasi Udara

    Udara pengap biasanya terjadi di ruangan yang kurang ventilasi. Oleh karena itu, kamu harus sering mengecek ventilasi udara. Buka jendela dan pintu. Beberapa area rumah mungkin juga membutuhkan ventilasi spot.

    2. Pakai Dehumidifier

    Jika masalah udara pengap ini disebabkan oleh masalah kelembapan, maka menggunakan dehumidifier adalah solusinya. Dehumidifier bisa membantu mengatasi masalah ini dengan mengeluarkan kelembaban itu langsung dari udara di ruangan mana pun yang membuat kamu kesulitan.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Jika ruangan kamu tidak memiliki ventilasi yang cukup, kamu harus menggunakan kipas angin. Dengan menggunakan kipas langit-langit, atau kipas angin di dalam ruangan yang pengap, kamu bisa menjaga udara tetap bergerak dan menghindari udara pengap.

    4. Tutup Kebocoran Udara

    Jika kamu menambahkan insulasi, pertimbangkan juga untuk menutup kebocoran udara. Hal ini membantu mencegah udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

    Kebocoran kecil pun bisa membuat debu, polusi, dan kelembapan masuk ke dalam rumah kamu. Menutup kebocoran udara membuat insulasi dan sistem pendingin di rumah kamu bisa bekerja lebih baik, sambil menjaga udara segar di dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Agar Ruangan di Dalam Rumah Tidak Lembap


    Jakarta

    Beberapa ruangan di dalam rumah rentan mengalami lembap. Perlu diketahui, kelembapan udara yang tinggi pada ruangan bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, seperti alergi hingga kesulitan bernapas.

    Selain itu, ruangan yang terlalu lembap juga bisa menyebabkan kerusakan pada tembok, mulai dari cat yang terkelupas hingga muncul jamur. Terkadang, jamur yang tumbuh di tembok juga beracun, lho.

    Oleh sebab itu, jika terdapat ruangan di dalam rumah yang kelembapannya tinggi maka perlu diatasi secepatnya. Lantas, bagaimana cara agar ruangan tidak lembap? Simak tipsnya dalam artikel ini.


    Cara Agar Ruangan Tidak Lembap

    Ruangan di dalam rumah yang terlalu lembap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuninya. Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara agar ruangan tidak lembap.

    Mengutip laman Courtina, berikut beberapa cara agar ruangan di dalam rumah tidak terlalu lembap:

    1. Menambah Ventilasi

    Cara yang pertama adalah dengan menambah ventilasi. Hal ini menyebabkan udara dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga mencegah ruangan terlalu lembap.

    Kamu bisa menghitung jumlah ventilasi yang sesuai dengan mempertimbangkan luas ruangan. Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak memasang ventilasi karena juga tidak baik untuk kondisi ruangan.

    2. Membuka Jendela dan Pintu Rumah

    Agar ruangan tidak terlalu lembap, detikers juga perlu membuka jendela atau pintu rumah secara rutin di pagi hari. Langkah ini dilakukan agar matahari dapat masuk ke dalam rumah, sehingga udara yang masuk akan bergantian.

    Perlu diketahui, udara yang tidak mengalir bisa menyebabkan kondensasi, sehingga memicu kelembapan tinggi di dalam ruangan. Hal tersebut juga bisa menimbulkan jamur dan lumut di tembok.

    3. Meletakkan Silica Gel

    Silica gel merupakan alat penyerap lembap berbentuk butiran-butiran kecil. Agar ruangan di dalam rumah tidak lembap, kamu bisa meletakkan beberapa silica gel di tiap sudut-sudut ruangan yang dirasa paling lembap.

    Harga silica gel yang relatif murah bisa menjadi solusi alternatif bagi detikers yang ingin menghilangkan kelembapan.

    4. Pakai Cat Dinding Anti Lembap

    Langkah berikutnya adalah dengan menggunakan cat dinding anti lembap. Cat ini banyak dijual di toko-toko bangunan maupun toko online.

    Selain mempercantik rumah dengan warna cat yang bagus, penggunaan cat dinding anti lembap juga membantu menjaga tingkat kelembapan, terutama pada bagian dinding.

    5. Meletakkan Tanaman yang Menyerap Lembap

    Untuk menghilangkan kelembapan tinggi di dalam ruangan, kamu bisa meletakkan tanaman yang berfungsi menyerap lembap. Beberapa tanaman yang ampuh untuk mengurangi kelembapan di antaranya tanaman ivy, chamomile, dan sepatu filum.

    Akar, daun, hingga pori-pori dari ketiga tanaman tersebut dapat menyerap polutan serta mengendalikan tingkat kelembapan di dalam ruangan.

    6. Menggunakan Dehumidifier

    Ada sebuah alat yang bisa mengurangi kelembapan pada ruangan, yaitu dehumidifier. Alat elektronik ini bisa menghilangkan kelembapan dengan cara menyerap kandungan air di udara, sehingga menjadikan ruangan lebih sehat dan terhindar dari gangguan kesehatan.

    7. Memasang Hygrometer

    Cara selanjutnya adalah dengan memasang hygrometer di ruangan yang lembap. Alat ini dapat mengetahui tingkat kelembapan pada suatu ruangan, sehingga lebih mudah untuk mengontrol dan menjaga agar tingkat kelembapan berada di batas normal, yakni sekitar 40-60%.

    Dengan memasang hygrometer, detikers juga lebih hemat biaya karena bisa mengontrol penggunaan dehumidifier, AC, atau alat pemanas sesuai kebutuhan.

    8. Menyalakan Kipas Angin di Area Lembap

    Jika kamu tidak memiliki dehumidifier di rumah, solusi alternatifnya adalah dengan memanfaatkan kipas angin. Alat ini bisa digunakan untuk mempercepat proses pembuangan udara, terutama di ruangan lembap seperti kamar mandi atau dapur.

    Caranya cukup mudah, yakni dengan mengarahkan kipas angin ke arah luar rumah untuk membuang udara lembap yang terperangkap di dalam ruangan.

    Itu tadi delapan cara agar ruangan tidak lembap. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 5 Masalah yang Akan Terjadi Bila Rumah Dibiarkan Lembap


    Jakarta

    Kelembapan yang tinggi bukan hanya membuat rumah tidak nyaman, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan serius pada rumah. Mencegah kelembapan sangat penting untuk dilakukan.

    Banyak yang akan terjadi apabila rumah dibiarkan terus-menerus lembap. Tidak hanya kerusakan pada rumah, tetapi juga akan mengganggu kesehatan pada penghuni rumah.

    Dengan memeriksa ventilasi tetap baik, akan mencegah adanya kelembapan.


    Melansir The Spruce, Minggu (3/11/2024), berikut beberapa masalah yang akan terjadi apabila rumah tetap dibiarkan lembap terlalu lama.

    Munculnya Jamur

    Jika rumah lembap, jamur akan tumbuh dengan cepat. Jamur dapat tumbuh dan menembus dinding, tetapi juga dapat tumbuh di permukaan lembut, seperti bantal atau karpet di area dengan ventilasi yang buruk.

    Jamu juga dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti asma atau alergi. Hal ini penting untuk segera diatasi sebelum menimbulkan masalah yang lebih serius lagi.

    Wallpaper dan Cat Mengelupas

    Jika kelembapan tidak terkontrol, maka akan tercipta tempat berkembang biaknya embun di mana saja yang mengalami kondensasi berlebihan. Hal ini tentunya akan menyebabkan kertas dinding dan cat kamu mulai menggelembung dan terkelupas.

    Dengan hanya menutupi nya tidak akan menyelesaikan masalah, lapisan cat baru atau lapisan wallpaper baru tidak akan menyelesaikan masalah dalam hal kelembapan.

    Keadaan Furniture dan Dekorasi Memburuk

    Hal lain yang tidak mengenakan saat rumah memiliki tingkat kelembapan yang tinggi adalah furniture akan cepat lapuk, terutama yang terbuat dari bahan kayu. Apabila terjadi, akan menyebabkan kerusakan.

    Kerusakan Struktural

    Kelembapan yang tinggi akan benar-benar merusak struktural dalam rumah, seperti dinding, drywall, dan bahkan beton. Anehnya, kelembapan juga bisa merusak komponen logam, seperti balok penyangga.

    Kelembapan membuat balok-balok struktur rumah membengkak dan menyusut. Hal ini menyebabkan dinding retak dan menyebabkan lebih banyak kelembapan meresap ke dalam rumah kamu.

    Lantai Kayu Kendur

    Lantai kayu yang kendur adalah tanda bahwa rumah kamu terlalu lembap Lantai dapat kendur dan retak, yang membuat rumah kamu tidak aman bagi penghuninya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Kamar Mandi Tanpa Ventilasi? Ini Tipsnya Biar Nggak Pengap



    Jakarta

    Saat mendesain kamar mandi, faktor terpenting yang perlu dipertimbangkan adalah pencahayaan dan ventilasi. Namun, tidak semua kamar mandi memiliki jendela sehingga tidak ada udara yang masuk ke kamar mandi.

    Kamar mandi tanpa jendela memiliki banyak tantangan yang harus diperhatikan oleh pemilik rumah. Dengan aliran udara yang sedikit, bau kamar mandi menjadi tidak sedap sehingga menghasilkan suasana yang tidak menyenangkan.

    Melansir homify, berikut beberapa tips menjaga kamar mandi tanpa jendela tetap segar dan tidak pengap.


    Pisahkan Ruang Basah dan Kering

    Memisahkan area kamar mandi basah dan kering dapat menjaga tempat tersebut tetap bersih dan bebas jamur. Seperti memisahkan bak mandi dan pancuran dengan area untuk toilet dan wastafel.

    Tingkatkan Pencahayaan

    Kamar mandi tanpa jendela pastinya tidak akan mendapatkan cahaya alami yang masuk. Manfaatkan kurangnya jendela dengan memperhatikan pencahayaan menggunakan cahaya buatan yang lembut namun cerah.

    Jika memungkinkan, gunakan beberapa sumber cahaya. Selain itu, dinding kaca antara kamar mandi dan ruang lain dapat digunakan untuk menambah pantulan cahaya agar lebih terang.

    Perbesar Ruangan dengan Cermin

    Cermin memang tidak terlalu membantu dalam mengatasi bau kamar mandi, namun sangat berguna untuk membuat ruangan terasa lebih luas dari ukuran sebenarnya.

    Jika kamar mandi tidak memiliki jendela terbuka, tambahkan cermin untuk memantulkan cahaya ke seluruh ruangan sekaligus meningkatkan kesan ruangan agar lebih terlihat estetik.

    Tambahkan Tanaman

    Tanaman tidak hanya tampak cantik di suatu ruangan, tetapi juga dapat menyerap kelembapan, sehingga mengurangi kelembapan secara menyeluruh di dalam ruangan. Tanaman seperti pakis, anggrek dan aloe.

    Hal ini membuat ruangan akan terasa lebih nyaman dan tampak indah. Pastikan untuk meletakkan tanaman pot tidak terlalu jauh dari kipas ventilasi toilet agar aroma alami yang segar dapat menyebar dan bersirkulasi sebaik mungkin.

    Pilih Skema Warna yang Terang

    Skema warna cerah memantulkan cahaya dan membantu memberikan kesan terbuka. Jika kamu tidak memiliki jendela pada kamar mandi, skema warna yang cerah akan membuat ruangan tampak luas dan mencegah timbulnya jamur, kotoran, dan lumut.

    Pasang Kipas Ventilasi

    Salah satu masalah terbesar pada kamar mandi tanpa jendela adalah ruangan tersebut mudah terisi kelembapan saat digunakan. Untuk mengatasi hal ini, kipas ventilasi toilet adalah solusi terbaik dan dapat mengubah tingkat kelembapan di dalam ruangan menurun.

    Pastikan kipas ventilasi menyala setiap kali ruangan digunakan. Hal ini akan mencegah terbentuknya jamur dan lumut, sekaligus mengurangi kemungkinan timbulnya bau.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 5 Kesalahan Umum saat Bersihkan Barang dari Debu



    Jakarta

    Membersihkan barang-barang di rumah dari debu merupakan tugas penting. Hal ini bermanfaat juga untuk membantu meminimalkan jumlah kuman, tungau, dan alergi yang beterbangan di seluruh rumah.

    Namun, jika kamu merasa sudah membersihkan secara teratur tetapi masih saja menghadapi banyak debu, kemungkinan kamu melakukan beberapa kesalahan umum dalam membersihkan debu.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa kesalahan umum saat membersihkan debu di rumah.


    Membersihkan Debu di Akhir

    Jika kamu menunda membersihkan debu hingga akhir rutinitas pembersihan, hal ini merupakan kesalahan.

    Pastikan kamu membersihkan debu dari langit-langit, dinding, meja dapur, dan terakhir furniture serta lantai. Ini akan membantu kamu menghindari pembersihan area yang berbeda di rumah dalam dua kali pekerjaan.

    Membersihkan Debu Terlalu Cepat

    Bila membersihkan debu terlalu cepat, kemungkinan besar kamu hanya menyebarkan debu ke seluruh rumah. Dalam pekerjaan ini, kesabaran sangat penting untuk pembersih yang efektif.

    “Yang benar-benar berhasil adalah meluangkan waktu. Kamu mungkin menggeser dengan cepat, tetapi kamu tidak akan mendapatkan debu yang mengendap dalam,” kata Jade Piper, manajer operasi di Batter Cleans.

    Lupa Membersihkan Ventilasi

    Jika merasa debu adalah masalah yang tidak kunjung usai di rumah kamu, mungkin secara tidak sengaja memperburuknya. Pembersih udara mengalirkan udara bersih dan sejuk ke seluruh rumah, tetapi hanya jika dibersihkan secara berkala.

    Pastikan untuk membersihkan ventilasi pada pembersih udara secara teratur untuk meminimalkan debu di rumah kamu.

    Menggunakan Alat yang Salah

    Kesalahan umum lain adalah menggunakan kemoceng atau kain lap kering untuk membersihkan permukaan di seluruh rumah. Saat membersihkan debu dengan alat ini tidak dapat membersihkan debu dengan baik.

    Jika sungguh-sungguh ingin menghilangkan debu di rumah, kain yang sedikit lembap sangat penting agar kamu dapat membersihkan kotoran dan serpihan.

    Membersihkan dengan Kurangnya Pencahayaan

    Membersihkan debu bukanlah metode pembersih yang paling rumit. Membersihkan debu dalam cahaya yang redup menjadi kesalahan yang sering dilakukan. Karena ingin cepat membersihkan debu, kamu lupa menyalakan lampu.

    Hal ini bisa melewatkan sebagian besar debu dalam proses membersihkannya, sehingga membuat debu tidak dibersihkan secara maksimal.

    “Tanpa pencahayaan yang tepat, kamu hanya bisa menebak dimana debu mungkin tersembunyi. Pencahayaan yang baik membuat semua perbedaan,” kata Piper.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini 4 Tips Mengurangi Kelembapan Udara di Dapur


    Jakarta

    Rumah yang kurang sirkulasi udara bisa menimbulkan kelembapan. Salah satu ruangan yang lembap adalah dapur.

    Dilansir dari Livingetc, dapur berkontribusi hingga 25 persen terhadap kelembapan rumah. Udara yang lembap mempengaruhi kondisi dapur, misalnya timbulnya masalah pada interior dapur.

    Tentu kamu tidak ingin perabotan kamu rusak gara-gara lembap, ‘kan? Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelembapan di dapur.


    Lalu, bagaimana cara mengurangi kelembapan di dapur? Yuk, simak tipsnya berikut ini.

    Cara Mengurangi Kelembapan di Dapur

    Inilah tips mengurangi tingkat kelembapan udara di dapur.

    1. Buka Jendela Dapur

    Pastikan ada ventilasi yang baik untuk mengurangi tingkat kelembapan di dapur. Jika cuaca sedang cerah, buka jendela agar udara segar masuk. Hal ini menciptakan sirkulasi udara, sehingga dapat menurunkan tingkat kelembapan berlebih di dapur.

    2. Masak dengan Panci Tertutup

    Langkah sederhana seperti menutup panci ketika memasak bisa mencegah kelembapan pada dapur. Menahan uap air saat memasak akan mengurangi pelepasan kelembapan sekaligus mempercepat waktu memasak. Demikian juga ketika makanan sudah matang, menutup makanan akan menjaganya tetap hangat dan dapur bebas lembap.

    3. Mengeringkan Piring

    Siapa sangka, sekadar mengubah kebiasaan mencuci piring bisa membantu mengurangi kelembapan di dapur. Disarankan untuk tidak menjemur piring di dapur, karena hal ini akan menambah kelembapan di udara.

    Kamu bisa menggunakan rak pengering di dekat jendela atau di bawah kipas langit-langit. Cara ini mempercepat proses penguapan air, sehingga piring cepat kering.

    4. Pajang Tanaman Hias

    Selain langkah pencegahan, kamu bisa mengurangi tingkat kelembapan dengan memajang tanaman hias di dapur. Kamu dapat menggunakan tanaman penyerap air seperti bunga lili atau pakis Boston sebagai dekorasi dapur.

    Tanaman tersebut bisa mengurangi tingkat kelembapan secara alami dengan menyerap uap air melalui daunnya. Namun, pastikan untuk tidak menyiram terlalu banyak air pada tanaman, karena kelembapan tanah yang berlebihan dapat memberikan efek sebaliknya.

    Lalu, sebaiknya tidak meletakkan terlalu banyak tanaman. Hal ini justru akan menambah kelembapan udara, sehingga perlu dibatasi jumlahnya.

    Itulah beberapa cara mengurangi kelembapan udara di dapur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Sepele, Ini Arti di Balik Bau Tak Sedap di Kamar Mandi


    Jakarta

    Kamar mandi adalah tempat yang rawan muncul bau tak sedap. Sebab, kamar mandi merupakan tempat yang lembap dan biasa digunakan buat membersihkan tubuh dari kotoran.

    Jangan biarkan kamar mandi mengeluarkan bau yang tidak mengenakan. Selain membuat penghuni tidak nyaman, bau tersebut bisa jadi pertanda ada masalah di dalam kamar mandi, lho.

    Lantas, apa saja arti di balik bau tak sedap di kamar mandi? Yuk, simak penjelasan soal kamar mandi bau berikut ini.


    Penyebab Kamar Mandi Berbau Tak Sedap

    Inilah beberapa penyebab kamar mandi bisa berbau tidak sedap, dikutip dari Mr. Rooter.

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Bau tak sedap di kamar mandi bisa jadi pertanda saluran pembuangan yang tersumbat. Kotoran dan rambut yang terperangkap dalam saluran bisa menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang pada akhirnya akan menyebabkan bau yang tidak sedap.

    2. Saluran Pembuangan Tercemar

    Bau tak sedap di kamar mandi dapat bersumber dari saluran pembuangan di sekitar area kamar mandi yang tercemar. Gas limbah bisa terdorong kembali ke dalam rumah.

    Hal ini akan menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Ini biasanya terjadi setelah hujan deras. Untuk mencegahnya, penting untuk memasang katup backflow (backflow valve) pada saluran pembuangan agar kotoran tidak masuk kembali ke dalam kamar mandi.

    3. P-Trap Kering atau Rusak

    P-Trap adalah bagian penting dari sistem saluran air yang mencegah gas limbah masuk ke rumah, khususnya kamar mandi. P-trap merupakan belokan berbentuk U pada pipa saluran pembuangan kamar mandi dan pipa lainnya di rumah.

    Kalau P-Trap kering atau rusak, gas limbah bisa bocor ke dalam kamar mandi. Untungnya, kamu bisa mengatasinya dengan menjalankan air keran selama beberapa menit atau memanggil tukang ledeng jika perlu.

    4. Kebocoran Gas pada Saluran Pembuangan Toilet yang Rusak

    Segel lilin di sekitar toilet yang rusak bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Penting untuk segera memperbaikinya untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

    5. Septic Tank Penuh

    Septic tank yang penuh juga bisa menyebabkan bau yang tidak sedap di kamar mandi. Jika rumahmu menggunakan septic tank, pastikan untuk memeriksanya secara berkala dan teratur.

    6. Pertumbuhan Bakteri

    Bau tak sedap merupakan ciri-ciri pertumbuhan bakteri. Lingkungan yang lembap dan gelap di dalam saluran pembuangan adalah tempat yang sempurna bagi pertumbuhan bakteri.

    Kondisi ini bisa menimbulkan bau yang tidak sedap di dalam kamar mandi. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan larutan pemutih untuk membersihkan toilet secara teratur.

    Cara Mengatasi Bau Tak Sedap di Kamar Mandi

    Jika kamar mandi bau, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menanganinya. Berikut ini beberapa tips mengatasi kamar mandi bau, dikutip dari The Spruce.

    1. Gunakan Pengharum Udara

    Untuk menetralisir aroma tak sedap, tempatkan pengharum udara di dekat kamar mandi. Namun, pastikan untuk tidak mengandalkan pengharum udara secara berlebihan.

    2. Jaga Ventilasi yang Baik

    Pastikan kamar mandi punya sirkulasi udara yang baik dengan menjaga kipas ventilasi berfungsi dan pintu serta jendela terbuka ketika kamar mandi tidak digunakan. Ini membantu udara segar beredar dengan baik di dalam ruangan.

    3. Selalu Jaga Kebersihan Handuk

    Handuk yang kotor atau basah bisa menjadi penyebab bau tak sedap di kamar mandi. Sebaiknya gantung handuk dengan baik setelah digunakan dan mencucinya secara teratur.

    4. Bersihkan Secara Teratur

    Jaga kebersihan kamar mandi dengan membersihkannya secara teratur. Ini termasuk membersihkan bak mandi, toilet, wastafel, dan lantai secara berkala.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi kamar mandi yang bau. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Biang Kerok Jamur Tumbuh di Kamar Mandi


    Jakarta

    Salah satu musuh di kamar mandi adalah jamur. Ya, kamar mandi yang identik dengan kelembapan tentu menjadi tempat yang rawan ditumbuhi jamur.

    Meski terkesan sepele, jamu nggak boleh dibiarkan, lho. Sebab, jamur bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti alergi, iritasi, hingga infeksi pernapasan.

    Belum lagi, permukaan yang ditumbuhi jamur bisa rusak. Misalnya jamur tumbuh di laci kayu bisa membuat bahannya jadi lapuk.


    Nah, kira-kira apa yang menyebabkan jamur tumbuh di kamar mandi ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Jamur Tumbuh di Kamar Mandi

    Dilansir dari Real Simple, jamur tumbuh di tempat yang ada kelembapan dan bahan organik. Kelembapan yang bertahan selama 24-48 jam dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba di kamar mandi.

    Inilah beberapa situasi spesifik yang dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya jamur di kamar mandi.

    1. Kurang Ventilasi

    Penyebab paling umum dari masalah jamur adalah kurangnya ventilasi. Kalau kamu tidak punya kipas ventilasi, uap air akan terjebak di udara, dinding, dan ubin, sehingga menciptakan lingkungan yang sempurna bagi jamur untuk tumbuh.

    2. Kebocoran

    Kebocoran air juga meningkatkan pertumbuhan jamur. Bukan hanya keran yang menetes, tetapi juga pipa bocor di bawah meja rias atau di dalam dinding yang perlahan-lahan dapat meneteskan air tanpa disadari.

    3. Kurang Bersih

    Jika kamar mandi tidak dibersihkan secara teratur, akan tercipta lingkungan yang cocok buat jamur berkembang biak. Penumpukan bahan organik bertindak sebagai sumber makanan, yang memungkinkan pertumbuhan mikroba setelah masalah kelembapan.

    Jamur bisa tumbuh kalau tidak membersihkan permukaan kamar mandi untuk menghilangkan partikel. Contohnya tidak mencuci keset kamar mandi, tirai kamar mandi, dan bahan kain lainnya yang dapat dicuci dengan mesin. Kemudian, penggunaan sabun atau produk yang meninggalkan residu juga membuat kamar mandi tetap kotor.

    4. Masalah Ubin

    Ubin yang tidak sejajar dan nat yang retak atau tidak tertutup rapat dapat menciptakan celah untuk air tergenang. Lalu, bahan organik dapat terperangkap, sehingga memicu pertumbuhan jamur.

    5. Membiarkan Basah

    Membiarkan handuk, bak mandi, atau ubin tetap basah, meningkatkan potensi jamur buat tumbuh. Sebaiknya bersihkan ubin dengan alat pembersih kaca, memisahkan tirai dan pelapis kamar mandi setelah digunakan, dan menggantung handuk serta keset kamar mandi agar kering.

    Itulah beberapa penyebab jamur tumbuh di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Fungsi Penting Exhaust Fan di Kamar Mandi, Beda dari Kipas Angin Biasa


    Jakarta

    Kelembapan merupakan musuh bagi bangunan terutama di area kamar mandi. Kondisi kamar mandi yang lembap dapat menyebabkan dinding dan plafon berjamur, lantai licin, hingga muncul bau tak sedap.

    Penyebab kamar mandi lembap adalah ruangan tersebut tidak pernah benar-benar kering karena tidak ada ventilasi yang dapat membantu angin dan panas keluar masuk. Tidak adanya ventilasi di kamar mandi disebabkan lokasi kamar mandi yang berhimpitan dengan ruangan lain atau memang karena tidak terpikirkan sebelumnya.

    Padahal solusi untuk mengatasi kelembapan bukan hanya dengan menggunakan ventilasi, melainkan bisa dengan perangkat elektronik seperti exhaust fan.


    Pentingnya Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi

    Dilansir dari Bob Vila, berikut beberapa manfaat pemakaian exhaust fan di kamar mandi.

    1. Pengganti Lubang Ventilasi

    Seperti namanya, exhaust fan merupakan kipas angin yang bisa menyala otomatis setiap menggunakan kamar mandi atau saat menyalakan lampu. Cara kerja exhaust fan adalah menyerap udara di dalam kamar mandi dan mengalirkan udara segar sehingga terjadi pertukaran udara. Exhaust van bisa menjadi solusi bagi ruangan yang tidak memiliki ventilasi yang memadai.

    2. Mencegah Kerusakan Struktur Bangunan

    Seperti yang disebut sebelumnya dengan memasang exhaust fan, kelembapan bisa dikurangi di kamar mandi. Kelembapan berlebih menyebabkan berbagai macam kerusakan-cat retak, wallpaper mengelupas, dan lemari melengkung. Dengan begitu, exhaust fan bisa mencegah kerusakan struktural dan permukaan kamar mandi.

    3. Mencegah Munculnya Jamur

    Penasaran nggak sih kenapa kamar mandi sering berbau apek padahal tidak ada sumber kotoran dan jarang dipakai? Penyebab utamanya adalah di dalam sana, sedang terjadi berkembangnya jamur. Kelembapan menyebabkan jamur mudah tumbuh. Tanda-tanda munculnya jamur adalah adanya noda-noda berwarna pada permukaan di kamar mandi. Bau apek tersebut berasal dari noda tersebut

    Exhaust fan dapat menyerap kelembapan berlebih secara efektif, melindungi kamar mandi dari kerusakan akibat air sekaligus membantu menghilangkan kabut dan bau pada cermin.

    Cara Memilih Exhaust Fan yang Cocok di Rumah

    1. Tentukan Jenis Exhaust Fan

    Exhaust fan memiliki beberapa macam dan bentuk. Jenis yang paling banyak di pasaran adalah kipas di langit-langit dan kipas angin in-line. Perbedaannya, exhaust fan di langit-langit itu berada tepat di plafon, sementara exhaust fan di in-line berada tidak jauh dari kamar mandi.

    2. Cari yang Hemat Energi

    Meskipun sangat membantu, sebaiknya cari exhaust fan yang tidak membebani tagihan listrik. Bagaimana pun exhaust fan adalah perangkat listrik yang akan digunakan setiap hari.

    3. Cek Fitur

    Saat ini cara untuk membedakan produk satu dengan lainnya adalah dengan melihat fitur tambahan pada produk tersebut. Sebagai contoh ada exhaust fan yang bisa menyala saat lampu dinyalakan, saat ada pergerakan di dalam ruangan, atau ketika kamar mandi terasa lembap.

    4. Kebisingan

    Sama seperti kipas angin pada umumnya, exhaust fan bisa menimbulkan suara. Beberapa produk memiliki suara yang mengganggu seperti mesin jet yang baru dihidupkan. Jadi sebelum benar-benar membeli sebaiknya cek dahulu kondisi exhaust fan ketika digunakan.

    5. Kapasitas Angin

    Cara memilih exhaust fan yang memiliki kapasitas angin yang pas untuk kamar mandi adalah dengan membandingkan dengan luas kamar mandi. Jadi sebelum membeli exhaust fan sebaiknya sudah mengetahui luas kamar mandi dan ketinggian dari lantai hingga plafon.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Tikus Masuk dari Lubang Ventilasi



    Jakarta

    Tikus kerap ditemukan di rumah. Hewan yang satu ini bisa masuk ke dalam rumah dengan berbagai cara, salah satunya ventilasi.

    Keberadaan tikus di rumah tentunya membuat penghuni di dalamnya tidak nyaman. Sebab, hewan pengerat ini merupakan vektor atau hewan pembawa penyakit, belum lagi suka mencuri makanan, serta merusak barang-barang.

    Ventilasi merupakan salah satu jalur yang kerap dilalui tikus untuk masuk ke dalam rumah. Walau demikian, penghuni rumah bisa lho mencegah tikus masuk lewat ventilasi.


    Dalam catatan detikcom, dilansir dari Merlin Environmental, penghuni rumah bisa menutup ventilasi dengan memasang lembaran kawat kasa halus sebagai penutup.

    Selain lewat ventilasi, tikus juga bisa masuk rumah melalui celah atau lubang kecil di dekat ventilasi, rangka pintu, serta jendela. Nah, bagian tersebut juga bisa ditutup dengan mengisi celah dengan mortar.

    Penghuni rumah juga sebaiknya menutup pintu dan jendela apabila tidak ada orang di dekat area tersebut, terlebih pada malam hari. Sebab, keadaan malam yang gelap bisa membuat tikus bergerak lebih leluasa karena tidak terlihat.

    Untuk memastikan tikus tidak masuk ke dalam rumah, ada beberapa cara untuk mencegahnya. Berikut ini informasinya.

    Pasang Perangkap dan Racun Tikus

    Gunakan perangkap dan racun tikus untuk mengusir tikus di tempatnya berada. Namun, pastikan anak-anak dan hewan peliharaan tidak dapat menjangkau perangkap ini.

    Selain itu, bisa juga dengan menggunakan perangkap tikus. Melalui perangkap ini, penghuni rumah bisa menangkap tikus tanpa melukainya dan bisa segera memindahkannya ke lokasi lain.

    Pangkas Pohon dan Semak-semak di Dekat Rumah

    Pastikan untuk rajin memangkas batang pohon dan semak-semak yang dekat dan menempel ke rumah. Langkah ini membuat tikus tidak punya akses mendekat ke loteng maupun atap rumah.

    Selain itu, pastikan juga tempat sampah di sekitar rumah jauh dari dinding sehingga tidak menjadi tempat bagi tikus untuk melompat.

    Singkirkan Sumber Makanan

    Singkirkan semua akses ke makanan yang dapat menarik perhatian tikus. Simpan semua makanan dalam wadah kedap udara atau simpan makanan di kulkas agar tidak tercium baunya. Hindari membiarkan makanan seperti roti di dapur yang mudah dijangkau.

    Hubungi Pengendali Hama

    Langkah terakhir yang bisa dilakukan yaitu menghubungi pengendali hama. Pengendali hama mampu menemukan semua titik masuk tikus dan membantu memblokir aksesnya.

    Itulah cara mencegah tikus masuk rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com