Tag: vinyl

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Pelapis Lantai SPC dan Vinyl: Pengertian hingga Keunggulannya



    Jakarta

    Sebagai salah satu elemen penting dalam desain interior yang mempengaruhi tampilan dan kenyamanan suatu ruangan. Lantai merupakan pondasi penting.

    Seiring berkembangnya teknologi yang kian maju dalam aspek material. Kini bermunculan jenis-jenis lantai yakni SPC (Stone Polymer Composite) dan Vinyl.

    Namun kedua jenis lantai ini memiliki beberapa keunggulan, perbedaan serta keunikannya masing-masing. Sehingga layak untuk diperhatikan.


    Vinyl adalah adalah lantai yang dikenal paling terjangkau dan mudah dijumpai, Vinyl sendiri sangat cocok untuk lingkungan yang high traffic seperti kantor, rumah sakit, mall dan lainnya, karena memiliki ketahanan akan air dan gesekan yang baik serta pemasangan yang cepat.

    Sedangkan SPC adalah lantai yang memiliki durabilitas 2X lebih baik dari Vinyl, mewah dengan harga jauh dibawah kayu asli namun berkualitas lebih baik.

    Selain itu, Lantai SPC juga dapat diaplikasikan untuk semua jenis tempat baik komersial maupun residensial.

    Dengan memilih lantai yang mewah dan nyaman, akan memberikan sentuhan signifikan pada tampilan dan kenyamanan pada interior rumah ataupun bangunan.

    Lapisan lantai SPC dan Vinyl Purva Luxury Flooring misalnya, menawarkan berbagai opsi lantai dengan kemewahan, durabilitas dan kenyamanan terbaik di kelasnya dengan harga yang lebih terjangkau.

    Purva menyediakan beberapa alternatif produk lantai Vinyl yaitu Victoria Homogenous dan Sport Flooring Duraflex

    Sedangkan untuk SPC Flooring terdapat Purva Arkwood Series, satu-satunya lantai SPC yang dilengkapi UV DIamond Coating dan Teknologi 3D Realism Plank dengan Garansi Seumur Hidup di Indonesia.

    “Purva memang masih brand baru, tapi brand ini adalah penyempurnaan dari seluruh brand SPC dan Vinyl di pasaran. Bisa dibilang produk kami adalah gabungan seluruh keunggulan SPC dan Vinyl yang ada namun di harga yang terjangkau,” ungkap CEO PURVA Indonesia, Ricky Cahyadi.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl


    Jakarta

    Lantai linoleum dan lantai vinyl seringkali disebut sama. Pasalnya, kedua jenis lantai ini memang memiliki bentuk yang terlihat sama. Tidak hanya itu, kedua lantai ini juga memiliki variasi warna yang sangat bervariatif. Oleh karena itu, tidak heran bila masyarakat awam masih sering menyamakan kedua jenis lantai ini.

    Namun nyatanya, kedua lantai ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan loh. Bila kamu masih belum tahu apa beda dari lantai linoleum dan lantai vinyl, kamu bisa baca penjelasannya di bawah ini.

    Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl

    1. Sejarah

    Linoleum

    Lantai linoleum adalah lantai elastis yang pertama ada di dunia. Lantai ini pertama kali dipatenkan pada 160 tahun yang lalu.


    Awalnya, ide lantai linoleum pertama kali ditemukan ketika minyak linseed (minyak rami) digunakan sebagai thinner cat pada saat itu. Thinner cat minyak rami ini menghasilkan sebuah lapisan film yang padat, kuat, dan fleksibel yang mengapung di atas cat.

    Tidak lama kemudian, keluarlah hasil eksperimen untuk membentuk lembaran linoleum yang memiliki daya tahan tinggi dan adaptif. Lembaran ini terbuat dari campuran minyak biji rami dengan serbuk gabus, debu/tepung kayu, dan resin pinus yang kemudian di press menjadi lembaran.

    pada tahun 1800 hingga tahun 1950, linoleum sangat digemari dan sering digunakan sebagai lantai di rumah, terutama di area dapur.

    Vinyl

    Vinyl pertama kali ditemukan pada tahun 1920. Berbeda dengan linoleum, lantai vinyl terbuat dari bahan sintetis seperti Polyvinyl Chloride (PVC).

    Pada tahun 1960, lantai Vinyl mulai populer karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan lantai linoleum. Namun, lantai vinyl juga memiliki kekurangan, yaitu bahannya yang sangat berbahaya.

    Pada saat itu, lantai vinyl dibuat menggunakan bahan kimia beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya itu, disamping penggunaan PVC, dalam proses pembuatan vinyl juga memerlukan phthalate plasticizers dan carcinogens.

    Ditambah lagi, dalam proses pembuatan lantai vinyl memerlukan banyak energi dan minyak bumi. Maka dari itu, lantai vinyl sangat tidak ramah lingkungan.

    2. Ketahanan Air dan Api

    Linoleum

    Linoleum memiliki daya tahan air yang baik. Namun, lantai linoleum kurang baik untuk menahan cairan, sehingga lantai linoleum memerlukan lapisan finishing tambahan untuk mencegah air meresap ke dalam lantai.

    Lantai linoleum juga memiliki daya tahan api atau panas yang tinggi. Lantai linoleum cenderung lebih memiliki ketahanan panas atau api yang lebih tinggi dari lantai vinyl, tidak hanya itu, lantai linoleum juga tidak akan mengeluarkan gas beracun ketika terbakar.

    Vinyl

    Lantai vinyl memiliki daya tahan air yang lebih tinggi dari lantai linoleum, karena pada lantai vinyl yang baru sudah menggunakan lapisan fiberglass sehingga air tidak bisa menyerap ke dalam.

    Sayangnya, lantai vinyl memiliki daya tahan api yang lebih rendah dibandingkan lantai linoleum. Tidak hanya itu, lantai vinyl juga akan menimbulkan gas beracun ketika terbakar.

    3. Perawatan

    Linoleum

    Lantai linoleum cenderung lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan lantai vinyl. Namun, lantai linoleum memerlukan perawatan rutin untuk menjaganya tetap tahan dari air.

    Vinyl

    Lantai vinyl memiliki daya tahan lebih rendah dibandingkan dengan linoleum. Tetapi, lantai vinyl modern sudah dilapisi oleh lembaran protektif, sehingga kamu tidak perlu repot memolesnya lagi.

    4. Umur

    Linoleum

    Linoleum memiliki umur yang jauh lebih panjang. Bila kamu merawatnya dengan baik, lantai linoleum bisa bertahan hingga 40 tahun lebih.

    Vinyl

    Lantai vinyl biasanya hanya bertahan sampai 10 hingga 20 tahun saja.

    Itu dia sedikit ringkasan mengenai perbedaan dari lantai linoleum dan lantai vinyl. Semoga kamu tidak salah lagi ya ketika membedakan antara kedua lantai ini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Bikin Berisik Tetangga, Ini Tips Buat Ruangan Kedap Suara di Rumah


    Jakarta

    Memiliki rumah yang berdempetan dengan tetangga terkadang membuat penghuni kurang nyaman. Sebab, bisa saja suara yang keluar dari rumah dianggap terlalu berisik sehingga mengganggu tetangga.

    Kegiatan sehari-hari di rumah bisa saja menimbulkan suara berisik, seperti saat menonton film, memainkan alat musik, dan lainnya. Maka dari itu, sebaiknya ruangan yang ada di rumah dibuat kedap suara agar tidak mengganggu tetangga.

    Untuk membuat ruangan kedap suara, ada beberapa hal mudah yang bisa dilakukan. Sebagai contoh, menaruh rak buku di dinding, memasang karpet, dan lainnya.


    Dilansir dari The Spruce, Rabu (24/7/2024), berikut ini tips membuat ruangan kedap suara.

    Membuat Dinding dan Ruangan Kedap Suara

    Kamu bisa menaruh rak buku ataupun kabinet pada dinding untuk meminimalisir transmisi suara. Material dan barang-barang yang diletakkan di rak maupun kabinet mampu menahan getaran dan mengurangi transmisi suara.

    Kamu juga bisa menambahkan sofa serta bantal-bantal untuk menyerap dan meredam suara.

    Material yang Bisa Meredam Suara

    Ada beberapa material yang memang digunakan untuk meredam suara pada sebuah ruangan, yaitu:

    – Mass-loaded vinyl (MLV)

    MLV adalah vinil tipis berukuran 1/16 inci dan sangat padat yang ditempel dengan partikel logam. Penggunaan MLV bisa menjadi solusi untuk meredam suara dengan harga murah dan material tipis.

    – Panel Akustik

    Panel akustik tersedia dalam bentuk papan atau kain yang digantung di dinding untuk meredam suara. Ada 2 jenis panel akustik, yaitu untuk menghentikan kebisingan agar tidak memantulkan dari permukaan keras di bagian dalam dan ada yang menghalangi masuknya suara melalui pintu atau jendela.

    – Acoustic Foam

    Acoustic foam menyerap suara dalam ruangan dengan membatasi getaran yang menimbulkan suara. Panel ini terbuat dari poliuretan yang lembut dan berpori.

    – Drywall Konvensional dan Soundproofing

    Drywall konvensional merupakan bahan bangunan yang berat dan padat sehingga bisa menambah masa pada dinding ruangan untuk mencegah suara dapat melewatinya. Sementara itu, Soundproofing Drywall mirip seperti Drywall konvensional, namun harganya lebih mahal. Sebab, satu lapisan Soundproofing Drywall sudah cukup untuk membuat ruangan kedap suara, sementara drywall konvensional membutuhkan 2 lembar untuk dapat meredam suara.

    Membuat Lantai Kedap Suara

    Kamu bisa menggunakan karpet untuk membantu meredam suara pada suatu ruangan. Bisa juga menambahkan bantalan di bawah karpet yang tebal untuk meningkatkan potensi meredam suara.

    Membuat Jendela Kedap Suara

    Kamu bisa menggunakan tirai akustik atau tirai kedap suara yang diletakkan di trim jendela untuk menghalangi suara. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan weatherstripping pada jendela maupun pada pintu. Weatherstripping ini biasanya digunakan untuk menghalangi angin, air hujan, dan lainnya masuk ke dalam rumah.

    Itulah beberapa cara untuk membuat ruangan kedap suara di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Buat Ruang Kedap Suara dan Pilihan Materialnya Biar Nggak Ganggu Tetangga


    Jakarta

    Rumah seharusnya menjadi tempat bagi penghuninya mendapatkan ketenangan, beristirahat, dan bersenang-senang. Namun, apabila hidup bertetangga, jangan sampai cara kamu bersenang-senang mengganggu tetangga, begitu pun sebaliknya.

    Apabila kamu senang karaoke, menyetel lagu yang cukup keras, atau mengadakan pesta di rumah, jangan sampai suara tersebut terdengar ke luar hingga mengganggu tetangga. Bagaimana bisa?

    Tentu memungkinkan. Saat ini sudah ada banyak cara untuk meredam suara agar tidak terdengar hingga ke luar ruangan. Sama seperti konsep ruang bioskop, di rumah pun bisa dibuat ruangan kedap suara.


    Dengan cara ini, kamu dan tetangga akan sama-sama nyaman karena kamu dapat bersenang-senang, tetangga kamu juga tidak akan terganggu kegiatan dan istirahatnya. Lantas, bagaimana cara membuat ruangan kedap suara?

    Mengutip dari The Spruce, Sabtu (31/8/2024), berikut ini tips membuat ruangan kedap suara.

    Membuat Dinding dan Ruangan Kedap Suara

    Ketika ingin mendekorasi ruangan agar kedap suara, kamu memerlukan material yang menghalau suara tersebut keluar. Benda berbahan keras, tidak menjamin suara tidak keluar ruangan. Mulai dari dinding, kamu bisa meletakkan rak buku ataupun kabinet pada dinding untuk meminimalisir transmisi suara. Material dan barang-barang yang diletakkan di rak maupun kabinet mampu menahan getaran dan mengurangi transmisi suara.

    Selain itu, tambahkan perabotan berbahan lembut seperti sofa serta bantal-bantal untuk menyerap dan meredam suara.

    Material yang Bisa Meredam Suara

    Ada beberapa jenis material yang dapat digunakan untuk meredam suara pada sebuah ruangan, berikut di antaranya:

    1. Mass-loaded vinyl (MLV)

    MLV adalah vinil tipis berukuran 1/16 inci dan sangat padat yang ditempel dengan partikel logam. Penggunaan MLV bisa menjadi solusi untuk meredam suara dengan harga murah dan material tipis.

    2. Panel Akustik

    Material satu ini adalah sebuah papan atau kain yang digantung di dinding untuk meredam suara. Panel akustik memiliki 2 jenis, yaitu untuk menghentikan kebisingan agar tidak memantulkan dari permukaan keras di bagian dalam dan ada yang menghalangi masuknya suara melalui pintu atau jendela.

    3. Acoustic Foam

    Jika tadi seperti kayu atau kain, acoustic foam terbuat dari poliuretan yang lembut dan berpori. Fungsinya dapat menyerap suara dalam ruangan dengan membatasi getaran yang menimbulkan suara.

    4. Drywall Konvensional dan Soundproofing

    Jika kamu menginginkan material yang lebih bagus kinerjanya untuk menghalau suara, kamu bisa memilih drywall konvensional Soundproofing Drywall.

    Drywall konvensional merupakan bahan bangunan yang berat dan padat sehingga bisa menambah masa pada dinding ruangan untuk mencegah suara dapat melewatinya. Sementara itu, Soundproofing Drywall tidak jauh berbeda dengan drywall konvensional hanya saja harganya lebih mahal.

    Sebab, satu lapisan Soundproofing Drywall sudah cukup untuk membuat ruangan kedap suara, sementara drywall konvensional membutuhkan 2 lembar untuk dapat meredam suara.

    Membuat Lantai Kedap Suara

    Tidak cukup pada dinding, kamu juga bisa melapisi lantai dengan karpet agar suara hanya terdengar di dalam ruangan. Bisa juga menambahkan bantalan di bawah karpet yang tebal untuk meningkatkan potensi meredam suara.

    Membuat Jendela Kedap Suara

    Apabila di ruangan tersebut terdapat jendela, kamu perlu menambahkan menggunakan tirai akustik atau tirai kedap suara yang diletakkan di trim jendela untuk menghalangi suara. Pilihan lainnya adalah dengan memakai weatherstripping pada jendela maupun pada pintu. Weatherstripping ini biasanya digunakan untuk menghalangi angin, air hujan, dan lainnya masuk ke dalam rumah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Perbedaan Vinyl dan SPC Beserta Segala Keunggulannya



    Jakarta

    Dalam memilih pelapis lantai, banyak orang dihadapkan pada pilihan antara vinyl lantai dan SPC flooring. Keduanya memiliki karakteristik unik yang membuatnya populer di kalangan konsumen.

    Vinyl lantai dikenal dengan tekstur lembut dan elastis yang memberikan kenyamanan maksimal saat dipijak. Tidak hanya itu, vinyl lantai juga tersedia dalam berbagai desain yang meniru tampilan material alami seperti kayu atau batu.

    Di sisi lain, SPC flooring semakin diminati karena daya tahan dan kekuatannya yang unggul. SPC sendiri merupakan inovasi terbaru dalam dunia pelapis lantai yang menggabungkan kekuatan batu dengan fleksibilitas plastik. Material ini terkenal tahan lama dan cocok untuk berbagai kondisi cuaca serta lingkungan.


    Lantas, apa sebenarnya perbedaan antara vinyl dan SPC, dan apa saja keunggulan masing-masing?

    Lebih Dekat dengan Vinyl Lantai

    Vinyl adalah material pelapis lantai yang terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) yang telah melalui proses pemanasan dan penggulungan untuk menciptakan lapisan-lapisan tipis. Material ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan tekstur dan pola yang diinginkan, menjadikannya pilihan populer bagi mereka yang mencari pelapis lantai dengan berbagai motif.

    Vinyl terkenal karena sifatnya yang elastis dan mudah dipasang, bahkan oleh mereka yang tidak berpengalaman dalam instalasi lantai.

    Selain kemudahan pemasangan, vinyl juga memiliki keunggulan dalam hal perawatan. Lantai vinyl sangat mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk ruangan yang sering terkena noda atau tumpahan cairan, seperti dapur atau ruang makan.

    Kelebihan Vinyl sebagai Pelapis Lantai

    Setelah memahami perbedaan antara vinyl dan SPC, mari kita bahas kelebihan yang ditawarkan oleh vinyl. Berikut adalah lima kelebihan utama vinyl yang perlu diketahui.

    1. Pilihan Desain yang Beragam

    Vinyl tersedia dalam berbagai motif dan warna, meniru tampilan material alami seperti kayu, batu, atau marmer. Keberagaman desain ini memungkinkan Anda untuk memilih tampilan yang sesuai dengan gaya interior Anda tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

    Selain itu, vinyl juga menawarkan fleksibilitas dalam pencocokan warna dan pola, sehingga Anda bisa lebih kreatif dalam mendesain ruangan. Vinyl juga dapat dipotong sesuai dengan kebutuhan, menjadikannya sangat praktis untuk digunakan di area dengan bentuk yang tidak biasa.

    2. Instalasi yang Mudah

    Salah satu keunggulan utama vinyl adalah kemudahan instalasinya. Vinyl lantai dapat dipasang dengan mudah tanpa memerlukan keahlian khusus, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang ingin menghemat biaya pemasangan.

    Vinyl juga sering hadir dengan sistem klik atau perekat yang mempermudah proses instalasi. Ini membuat vinyl menjadi solusi cepat bagi mereka yang membutuhkan renovasi instan tanpa ribet.

    3. Perawatan yang Praktis

    Vinyl sangat mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Anda hanya perlu menyapu dan mengepel secara rutin untuk menjaga kebersihannya.

    Keunggulan ini membuat vinyl menjadi pilihan yang ideal untuk rumah tangga dengan anak-anak atau hewan peliharaan.

    Selain itu, vinyl juga tahan terhadap noda, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika terjadi tumpahan cairan atau makanan. Cukup lap dengan kain basah, dan lantai akan kembali bersih seperti semula.

    4. Kenyamanan Saat Dipijak

    Vinyl memiliki tekstur yang lembut dan elastis, memberikan kenyamanan maksimal saat dipijak. Hal ini sangat penting untuk ruangan seperti kamar tidur atau ruang keluarga, di mana kenyamanan menjadi prioritas.

    Berkat sifatnya yang elastis, vinyl juga mampu meredam suara, menjadikannya pilihan yang baik untuk area yang sering digunakan oleh banyak orang. Vinyl juga aman untuk anak-anak karena tidak licin dan tidak mudah membuat terpeleset.

    5. Harga yang Terjangkau

    Vinyl adalah pilihan ekonomis yang tetap menawarkan kualitas dan tampilan yang menarik. Dibandingkan dengan pelapis lantai lainnya, vinyl biasanya lebih murah namun tetap memberikan nilai estetika yang tinggi.

    Melalui harga yang lebih terjangkau, Anda dapat memperbarui tampilan ruangan tanpa harus menguras kantong. Vinyl adalah solusi cerdas bagi mereka yang ingin mempercantik rumah dengan anggaran terbatas.

    Lebih Dekat dengan SPC Flooring

    SPC atau Stone Plastic Composite adalah material pelapis lantai yang terbuat dari campuran batu kapur dan PVC. Kombinasi ini menghasilkan material yang sangat kuat dan tahan lama, menjadikannya pilihan yang ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi seperti ruang tamu atau kantor.

    SPC dikenal dengan stabilitas dimensi yang tinggi, yang berarti tidak mudah berubah bentuk meski terpapar suhu atau kelembaban yang ekstrem.

    Selain itu, SPC juga memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap air. Berbeda dengan vinyl, SPC tidak menyerap air sehingga lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Hal ini membuatnya cocok untuk digunakan di area basah seperti kamar mandi atau dapur.

    Kelebihan SPC Flooring

    Tidak kalah dengan vinyl, SPC juga memiliki kelebihan yang membuatnya layak untuk dipertimbangkan. Berikut adalah lima kelebihan utama SPC yang penting diketahui.

    1. Ketahanan yang Luar Biasa

    SPC terkenal dengan daya tahannya yang tinggi terhadap berbagai kondisi. Material ini tahan terhadap goresan, benturan, dan tekanan, menjadikannya pilihan ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi.

    SPC juga tidak mudah aus, sehingga dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan pelapis lantai lainnya. Ini menjadikannya investasi jangka panjang yang ekonomis, terutama bagi mereka yang tidak ingin sering mengganti lantai.

    2. Tahan Terhadap Air dan Kelembaban

    SPC memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap air, menjadikannya cocok untuk digunakan di area basah seperti kamar mandi dan dapur. Material ini tidak menyerap air, sehingga lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Keunggulan ini juga membuat SPC tidak mudah berjamur atau rusak akibat kelembaban, menjadikannya pilihan yang lebih aman dan higienis untuk lingkungan rumah tangga.

    3. Stabilitas Dimensi yang Tinggi

    SPC memiliki stabilitas dimensi yang luar biasa, yang berarti material ini tidak mudah memuai atau menyusut meskipun terpapar suhu ekstrim. Hal ini membuat SPC cocok untuk digunakan di berbagai kondisi cuaca. Selain itu, stabilitas dimensi ini juga membuat SPC lebih tahan terhadap deformasi, sehingga tetap terlihat rapi dan rata meskipun telah digunakan dalam jangka waktu lama.

    4. Ramah Lingkungan

    SPC adalah pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan vinyl karena terbuat dari bahan-bahan yang lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Material ini juga dapat didaur ulang, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

    5. Kualitas Suara yang Lebih Baik

    SPC mampu meredam suara dengan lebih efektif dibandingkan vinyl. Hal ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk digunakan di apartemen atau bangunan bertingkat, di mana kontrol kebisingan menjadi faktor penting.

    Selain itu, lantai SPC juga nyaman untuk dipijak, memberikan sensasi yang solid namun tetap lembut. Kombinasi ini membuat SPC menjadi pilihan yang sempurna bagi mereka yang menginginkan kenyamanan dan ketenangan di rumah.

    Perbedaan Vinyl dan SPC

    Sebelum memilih antara vinyl dan SPC, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara keduanya. Berikut ini lima perbedaan utama yang perlu diketahui.

    1. Komposisi Material

    Vinyl terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) yang elastis sementara SPC terdiri dari campuran batu kapur dan PVC. Perbedaan ini membuat SPC lebih keras dan tahan lama dibandingkan vinyl. SPC juga memiliki stabilitas dimensi yang lebih baik yang berarti tidak mudah berubah bentuk meskipun terpapar suhu atau kelembaban ekstrim.

    Dari segi tekstur, vinyl cenderung lebih lembut dan nyaman saat dipijak, sementara SPC terasa lebih kaku dan padat. Bagi Anda yang menginginkan kenyamanan ekstra di bawah kaki, vinyl mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika Anda mencari pelapis lantai yang tahan lama dan kuat, SPC adalah pilihan yang tepat.

    2. Ketahanan Terhadap Air

    SPC lebih unggul dalam hal ketahanan terhadap air dibandingkan vinyl. SPC tidak menyerap air, menjadikannya lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Hal ini membuat SPC ideal untuk digunakan di area dengan kelembaban tinggi seperti kamar mandi atau dapur.

    Sementara itu, vinyl cenderung lebih rentan terhadap kerusakan jika terkena air dalam jangka waktu lama. Meski begitu, vinyl yang berkualitas tinggi biasanya dilengkapi dengan lapisan pelindung yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap air.

    3. Ketahanan Terhadap Goresan

    SPC memiliki ketahanan terhadap goresan yang lebih baik dibandingkan vinyl. Material yang lebih keras membuatnya tidak mudah tergores oleh benda tajam atau berat.

    Hal ini sangat penting bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan atau sering memindahkan perabotan.

    Vinyl, meskipun elastis, lebih rentan terhadap goresan. Oleh karena itu, perawatan ekstra diperlukan untuk menjaga keindahannya.

    Meski demikian, vinyl juga tersedia dalam varian yang lebih tahan gores, namun dengan harga yang lebih tinggi.

    4. Proses Instalasi

    Vinyl dikenal lebih mudah dipasang karena materialnya yang fleksibel dan ringan. Banyak produk vinyl yang dilengkapi dengan sistem klik atau perekat, sehingga instalasi dapat dilakukan tanpa bantuan profesional.

    SPC, meskipun juga tersedia dalam sistem klik, cenderung lebih berat dan kaku sehingga memerlukan usaha lebih dalam proses instalasi. Namun, kelebihan ini sebanding dengan hasil yang didapatkan, yaitu lantai yang lebih stabil dan tahan lama.

    5. Harga

    Vinyl biasanya lebih terjangkau dibandingkan SPC. Harga yang lebih murah membuat vinyl menjadi pilihan yang ekonomis bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas.

    Namun, perlu diingat bahwa harga vinyl dapat bervariasi tergantung pada kualitas dan motif yang dipilih.

    SPC, dengan semua keunggulannya, biasanya dibanderol dengan harga yang lebih tinggi. Namun, investasi ini sepadan dengan ketahanan dan umur panjang yang ditawarkan oleh SPC, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

    Beli Produk Pelapis Lantai di Decorindo Perkasa

    Jika Anda sedang mencari produk pelapis lantai seperti vinyl dan SPC ya berkualitas, Decorindo Perkasa adalah tempat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Decorindo Perkasa menawarkan berbagai jenis lantai vinyl dan SPC dengan harga yang kompetitif.

    Tidak hanya itu, Anda juga bisa menemukan berbagai motif dan warna yang sesuai dengan gaya interior Anda. Melalui reputasi yang telah terbukti, Decorindo Perkasa selalu menyediakan produk dengan standar kualitas tinggi dan layanan pelanggan yang memuaskan.

    Dalam memilih pelapis lantai, baik vinyl maupun SPC memiliki keunggulan masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Jika Anda menginginkan lantai yang nyaman dan mudah perawatannya, vinyl bisa menjadi pilihan tepat.

    Namun, jika daya tahan dan ketahanan terhadap air menjadi prioritas, SPC adalah solusi terbaik. Apapun pilihan Anda, pastikan untuk membeli produk pelapis lantai berkualitas dari Decorindo Perkasa untuk hasil terbaik di rumah Anda.

    (Content Promotion/VINYL)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Dapur Ini Bisa Gantikan Cairan Pembersih buat Pel Lantai


    Jakarta

    Salah satu ciri rumah bersih adalah lantai yang bebas dari berbagai kotoran. Selain menyapu, kamu harus mengepel lantai agar semakin bersih bahkan harum.

    Untuk mengepel lantai, kamu akan membutuhkan campuran air dengan cairan pembersih. Namun, ternyata ada beberapa bahan di dapur yang bisa dijadikan alternatif campuran dalam air pel, lho!

    Bahan-bahan ini bisa membuat lantai bersih dan harum secara alami. Dengan begitu, kamu tidak perlu membeli cairan pembersih khusus lantai.


    Berikut ini daftar bahan pembersih lantai yang bisa kamu temukan di dapur seperti yang dikutip dari Real Simple dan Cleanipedia, Senin (9/9/2024).

    5 Bahan Dapur untuk Mengepel Lantai

    1. Baking Soda

    Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KuePerbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin Kue Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

    Baking soda bisa jadi andalan untuk membersihkan noda membandel dan noda minyak pada lantai rumah. Caranya, taburkan beberapa sendok baking soda ke noda pada lantai, lalu teteskan sedikit air untuk menimbulkan reaksi pada baking soda.

    Setelah itu, gosok dengan pel hingga noda hilang dan lantai keramik tak kusam lagi. Kamu juga bisa menambahkan minyak kayu putih pada campuran baking soda dan air untuk membantu membunuh kuman dan bakteri.

    2. Minyak Serai

    Minyak serai merupakan bahan dapur lainnya yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan lantai. Selain membantu membunuh kuman, serai juga punya aroma segar yang dijamin mencegah bau tak sedap dari rumah Anda. Sebagai nilai tambah, serai juga punya manfaat mengusir serangga, lho.

    3. Cuka Putih

    White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner.White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner. Foto: Thinkstock

    Cuka putih bukan hanya untuk memasak, tetapi juga merupakan pahlawan pemusnah bakteri untuk lantai keras, seperti ubin dan laminat. Dengan tingkat keasaman pH dua hingga tiga, cuka putih bisa menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan lantai. Penggunaan cuka putih cocok untuk lantai tile, vinyl, linoleum, dan laminat. Kamu cukup mencampurkan ½ cangkir cuka per 3 liter air. Kelebihannya, kamu tidak perlu membilas lantai setelah dipel.

    4. Boraks

    Jika kamu menghadapi noda dan kotoran yang sulit, boraks adalah solusi pembersih yang kuat. Mirip dengan baking soda, Boraks memiliki sifat sedikit abrasif dan mampu menghilangkan noda serta bau tak sedap. Penggunaan boraks cocok untuk lantai ubin, beton, batu yang tersegel, vinyl, dan linoleum. Campurkan ⅛ cangkir boraks per 3 liter air. Setelah dipel, pastikan lantai dibilas dengan air biasa untuk menghindari residu.

    5. Minyak Lavender

    Sejak lama, lavender dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan. Minyak lavender mengandung khasiat sebagai antibiotik, antiseptik, antivirus, dan antibakteri. Karena itulah, minyak lavender juga bisa digunakan untuk membersihkan lantai. Kamu cukup mencampurkan air dan cuka, lalu menambahkan sedikit minyak lavender untuk membersihkan lantai.

    Campur saja lima sampai enam tetes minyak lavender dengan 1 ember air hangat dan secangkir cuka putih. Lantai rumah pun akan jadi bersih dan harum.

    Hal yang Perlu Diingat

    Meskipun bahan-bahan tersebut aman digunakan secara terpisah, penting untuk memperhatikan keamanan saat mencampurkannya dengan cairan pembersih lantai.

    Beberapa kombinasi tertentu bisa menghasilkan senyawa beracun sehingga pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan dan hindari mencampur bahan-bahan yang tidak cocok.

    Itulah beberapa bahan dapur yang bisa digunakan untuk bersihkan lantai. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pilih, Ini Material yang Cocok untuk Lantai Dapur


    Jakarta

    Ketika kamu ingin memilih desain pada dapur, salah satu elemen yang sering terabaikan adalah lantai. Kamu juga harus memperhatikan ukuran lantai dan luas ruangan dapur. Lantai dapur tidak hanya harus estetik tetapi juga harus tahan lama dan praktis mengingat intensitas aktivitas yang tinggi dan risiko tumpahan.

    Keramik dan Porselen: Pilihan Klasik untuk Dapur

    Keramik dan porselen adalah pilihan lantai dapur yang sangat populer karena daya tahannya dan kemudahan perawatannya. Keduanya tahan air dan sangat mudah dibersihkan, membuatnya ideal untuk area dengan potensi tumpahan tinggi. Kelebihan dari keramik dan porselen adalah, tahan lama, mudah dibersihkan, dan tersedia dalam berbagai desain dan warna. Tentu ada juga kekurangan nya,seperti, bisa terasa dingin dan keras di bawah kaki, serta licin untuk kamu.

    Vinyl dengan Fleksibilitas dan Kenyamanannya

    Lantai vinyl adalah pilihan yang semakin populer untuk dapur karena menawarkan kombinasi antara daya tahan dan kenyamanan. Vinyl tahan air dan tersedia dalam berbagai desain yang dapat meniru bahan lain seperti kayu atau batu. Disamping kelebihannya yang tahan air dan nyaman dibawah kaki serta mudah bila dibersihkan, vinyl juga ada kekurangannya, salah satunya dapat memudar seiring waktu dan mungkin tidak sekuat beberapa bahan lain.


    Laminate (Laminasi) dengan Harga yang Ekonomis dan Beragam

    Lantai laminate adalah pilihan yang ekonomis dan mudah dipasang. Dengan berbagai desain yang kamu bisa pilih, ada yang menyerupai kayu atau batu, laminate menawarkan tampilan estetis dengan harga yang lebih terjangkau.

    Lantai laminate adalah pilihan yang ekonomis dan mudah dipasang. Beberapa bahan laminasi biasanya terbuat dari lapisan material seperti, lapisan pelindung (wear layer), lapisan dekoratif, lapisan inti (core layer), dan lapisan penyeimbang (backing layer).

    Laminasi menawarkan tampilan yang mirip dengan kayu asli dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan lantai dari bahan alami seperti kayu keras, marmer, atau ubin keramik. Meskipun tidak tahan air, laminasi mudah dibersihkan dan cukup tahan lama.

    Batu Alam yang Penuh Kekuatan dan Kemewahan

    Batu alam seperti granit dan marmer memberikan tampilan mewah dan tahan lama. Batu alam sangat tahan terhadap kelembapan dan kerusakan, menjadikannya pilihan yang solid untuk dapur.

    Namun disamping tampilannya yang elegan dan mewah, kamu juga harus memperhatikan kekurangannya seperti, biayanya tinggi, memerlukan perawatan khusus, dan bisa licin jika basah. Adapun kelebihan dari batu alam yaitu, tahan terhadap kelembapan, sangat tahan lama, dan memiliki tampilan yang mewah.

    Melansir dari architecturaldigest.com. Pada, Senin (2/8/2024). Lantai harus nyaman untuk dipijak, mudah dibersihkan, tahan noda, dan cocok untuk area dengan lalu lintas tinggi.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pilihan Dinding yang Tepat untuk Kamar Mandi di Rumah


    Jakarta

    Dinding kamar mandi sering kali basah dan lembap, tidak seperti dinding di bagian rumah yang lebih kering. Memilih dinding yang tepat untuk kamar mandi yang tahan lembap perlu dilakukan.

    Ada baiknya mengetahui jenis cat atau wallpaper mana yang terbaik untuk lingkungan dengan kelembapan tinggi. Namun, masih memiliki desain yang menarik untuk kamar mandi kamu.

    Melansir The Spruce, Kamis (26/09/2024), beberapa pilihan jenis permukaan dinding kamar mandi yang bisa kamu jadikan rekomendasi.


    Wallpaper Vinyl

    Bathtub in the modern interiorIlustrasi wallpaper di kamar mandi Foto: Getty Images/asbe

    Jenis ini dianggap fungsional, kedap air, dan merupakan salah satu pilihan terbaik untuk dinding kamar mandi. Pelapis dinding berbahan kertas akan rusak di lingkungan yang lembap. Wallpaper vinyl modern telah berevolusi untuk menawarkan gaya, pola, dan warna.

    Namun, wallpaper ini memiliki kekurangan. Wallpaper ini kurang lengket dibandingkan wallpaper permanen dan tidak akan menempel pada permukaan yang tidak mengkilap, datar, atau kasar.

    Cat Kamar Mandi

    Clean green bathroom interior with appliances and decorative pot tree. Design and real estate concept. 3D RenderingIlustrasi kamar mandi dengan cat warna hijau Foto: Getty Images/iStockphoto/peshkov

    Cat kamar mandi diformulasikan khusus untuk ruangan dengan tingkat kelembapan tinggi. Cat premium ini mengandung aditif pembunuh jamur dan tersedia dalam berbagai warna untuk kamar mandi.

    Ubin Keramik

    tren desain kamar mandi 2024/MARTY BALDWIN via Homes and GardensIlustrasi kamar mandi dengan ubin keramik Foto: MARTY BALDWIN via Homes and Gardens

    Ubin keramik merupakan pilihan klasik untuk dinding kamar mandi. Jika dipasang dan dirawat dengan benar, kelembapan tidak akan menjadi masalah. Kamu dapat memilih nat warna untuk menambah gaya pada ubin.

    Seringkali kamar mandi memiliki dinding yang sebagian di ubin dan tingginya sekitar 36 inci dari lantai.

    Papan Beadboard

    Serene bathroomBeadboard di kamar mandi Foto: Getty Images/jsnover

    Papan beadboard biasanya memberikan perlindungan sebagian untuk separuh bagian bawah dinding kamar mandi. Cat semi kilap atau mengkilap untuk melindungi papan dari kerusakan akibat kelembapan.

    Untuk pemasangan yang lebih mudah, pertimbangkan panel beadboard yang panjangnya delapan kaki dan tingginya empat kaki. Jika dipasang memanjang, papan yang lebih panjang akan cepat menempel dengan lem konstruksi dan paku akhir.

    Ubin

    Inspirasi kamar mandi mediteraniaIlustrasi kamar mandi dengan dinding ubin atau tileboard Foto: O Deco Studio via Back Splash

    Ubin atau tileboard tampak seperti ubin keramik. Jenis ini hadir dalam panel berformat besar yang memungkinkan kamu memasang penutup dinding seluas 32 kaki persegi yang tampak seperti ubin hanya dalam beberapa menit.

    Ubin yang baik terlihat mirip dengan ubin keramik asli dan permukaannya dilapisi, sehingga dapat menahan kelembapan.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Jenis dan Material Talang Air yang Cocok buat Rumah Kamu


    Jakarta

    Talang air berperan penting untuk mengalirkan air hujan menjauhkan dari atap, loteng, dan fondasi rumah. Talang air juga melindungi dinding, sehingga mencegah kerusakan akibat air, seperti banjir, korosi, jamur, dan lumut.

    Memilih jenis talang air untuk desain rumah menjadi pertimbangan penting. Talang air hujan tersedia dalam berbagai jenis dan material. Untuk memilih sistem talang air yang tepat untuk rumah kamu, penting untuk memahami berbagai jenis talang air.

    Dilansir Better Homes & Gardens, Rabu (23/10/2024), berikut berbagai material dan jenis talang air perlu kamu ketahui.


    Material Talang Air

    1. Vinyl

    Talang Air Plastik/PVC Foto: Getty Images/sergei scherbak

    Talang air vinyl terbuat dari Plastik Polivinil Klorida (PVC) dan dapat bertahan hingga 10 sampai 20 tahun. Talang air ini tahan lama dan mudah dipasang. Untuk rumah yang berada di daerah dengan curah hujan ekstrem dan cuaca basah, material ini menjadi pilihan praktis.

    2. Aluminium

    Talang air aluminium bersifat ringan dan tahan karat, sehingga dapat bertahan lama. Namun, material ini memiliki risiko retak yang lebih tinggi dibandingkan talang logam lainnya.

    Rata-rata talang aluminium memiliki masa pakai hingga 20 sampai 30 tahun. Talang aluminium tanpa sambungan adalah pilihan yang optimal, tetapi ketebalannya bervariasi tergantung pada iklim di daerah kamu.

    3. Tembaga

    Talang Air Tembaga Foto: Getty Images/iStockphoto/alacatr

    Tembaga adalah material yang sangat tahan lama untuk talang air karena tidak akan bengkok atau berkarat bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem.

    Talang air tembaga memiliki kilau indah yang tahan lama, tetapi harganya bisa sangat mahal. Hal itu karena talang air dengan material ini dapat bertahan hingga 60 tahun, bahkan terkadang bertahan lebih lama dari atap itu sendiri.

    4. Seng

    1431261691 Foto: Getty Images/OceanProd

    Material ini juga menjadi bahan talang air yang bisa bertahan lebih lama. Talang air ini mudah dirawat dan tahan karat. Seng memiliki patina yang dapat menutup sendiri, sehingga mencegah goresan atau retakan.

    Rata-rata talang air material seng memiliki masa pakai yang cukup lama hingga 80 tahun. Harga talang ini juga lumayan terjangkau.

    Jenis-jenis Talang Air

    1. Talang Setengah Lingkaran

    Ilustrasi model talang air untuk kanopi Getty Images/via The Spruce Foto: Getty Images/via The Spruce

    Talang ini berbentuk setengah lingkaran dengan bibir melengkung yang tampak bagus. Talang setengah lingkaran lebih mahal karena pilihan bahan yang digunakan untuk membuatnya.

    Talang ini memiliki permukaan bagian dalam yang halus, sehingga mudah dibersihkan dari serpihan dan daun. Talang setengah lingkaran biasanya mudah dirawat dan tersedia dalam berbagai ukuran dan lebar.

    2. Talang Air Berbentuk Kotak

    Ilustrasi model talang air untuk kanopi Getty Images/via The Spruce Foto: Getty Images/via The Spruce

    Talang air berbentuk kotak paling umum digunakan untuk bangunan komersil karena ukurannya yang besar. Talang air ini paling cocok digunakan di daerah dengan curah hujan yang tinggi dan untuk atap yang besar.

    3. Talang Air Model K

    Ilustrasi model talang air untuk kanopi Getty Images/via The Spruce Foto: Getty Images/via The Spruce

    Talang air model K terlihat seperti kubus cengkung dengan bagian atas terbuka. Talang air ini memiliki bagian belakang yang datar dan bentuk bersudut. Talang jenis ini memberi tampilan fasad yang modern.

    Talang air ini tidak memerlukan bracket dan aksesoris untuk pemasangan yang mudah, tetapi talang air model K dianggap memerlukan lebih banyak perawatan dibanding jenis lainnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com