Tag: vinyl

  • 7 Jenis Pagar yang Bisa Bikin Rumah Makin Terlihat Kece!



    Jakarta

    Pagar rumah tidak hanya berfungsi sebagai keamanan rumah, tetapi juga untuk estetika tampilan eksterior rumah. Oleh karena itu banyak faktor yang harus dipertimbangkan saat memilih jenis pagar untuk di halaman rumah kamu.

    Saat memilih jenis pagar untuk halaman rumah, perlu mempertimbangkan desain, privasi, keamanan, dan biaya untuk strukturnya. Ada kelebihan dan kekurangan yang harus diperhatikan.

    Melansir The Spruce, Selasa (4/11/2024), berikut beberapa jenis pagar yang bisa menjadi rekomendasi untuk halaman rumah kamu.


    Pagar Kayu

    Sebagian besar pagar kayu berkualitas berfungsi ganda sebagai pagar pengaman. Pagar Kayu bisa berupa pagar Kayu sederhana atau dirancang khusus dengan hiasan ornamen.

    Sempurnakan tampilan pagar kayu standar dengan menggunakan kayu berkualitas tinggi, seperti kayu jati. Pilih desain panel horizontal atau diagonal. Namun, bisa memerlukan perawatan yang lebih tinggi.

    Pagar Vinyl

    Dua material yang banyak digunakan untuk pagar adalah kayu dan vinyl. Jika dibandingkan dengan pagar kayu klasik, material vinyl biasanya lebih mahal.

    Pagar vinyl tidak rentan terhadap kerusakan dan dapat dihiasi untuk mempercantik tampilannya. Namun, harus dibersihkan untuk mencegah noda akibat alga, jamur, dan lumut.

    Pagar Komposit

    Pagar komposit terbuat dari berbagai bahan daur ulang, termasuk kombinasi serat kayu dan plastik. Bahan tersebut mungkin lebih mirip kayu daripada plastik.

    Bahan komposit dapat menahan cuaca buruk, serangga, dan korosi. Bahan ini juga memiliki umur yang panjang, namun bahan memudar dan kualitasnya tidak menentu.

    Pagar Rantai

    Pagar rantai logam galvanis adalah salah satu jenis pagar yang tepat untuk fungsi keamanan karena bebas perawatan, murah, dan tahan lama.

    Pagar lantai memiliki biaya yang murah dibandingkan dengan bahan pagar lain yang dapat digunakan untuk tujuan yang sama. Kekurangannya kurang menarik saat dilihat orang.

    Pagar Besi Tempa

    Pagar besi tempat terlihat elegan dan menarik, terutama untuk lanskap formal. Selain itu, pagar ini mudah dirawat, kokoh, dan memberikan keamanan.

    Pagar ini sering kali ditutup dengan finial yang berhias, tetapi ruang di antara pagar vertikal terlalu lebar dan mungkin tidak dapat menahan binatang liat untuk masuk.

    Pagar Panel Logam

    Pertimbangkan pagar horizontal yang terbuat dari panel logam dan digantung di antara kolon bata. Pagar ini menjadi pilihan yang bagus untuk tampilan yang ramping, tetapi harganya termasuk mahal.

    Pagar Batu Bata

    Jenis pagar ini terbuat dari batu bata. Pagar dapat dirancang sebagai dinding padat atau pagar hibrida dengan bahan campuran seperti logam dan kayu.

    Pagar batu bata dianggap sebagai tambahan yang indah dan mewah untuk sebuah properti, namun biayanya yang mahal dan lebih baik dipasang di properti yang besar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingin Bangun Pagar Rumah? Ini 10 Hal yang Penting Diperhatikan


    Jakarta

    Pagar termasuk elemen penting pada sebuah rumah. Selain menawarkan keamanan dan meningkatkan privasi penghuni rumah, pagar mampu mempercantik tampilan hunian.

    Namun sebelum membangun pagar, ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan terlebih dahulu. Hal ini supaya pagar yang dipasang kokoh tahan lama dan proyek pembangunan pagar tidak mengganggu tetangga. Lantas, apa saja yang mesti diperhatikan?

    Tips Sebelum Membangun Pagar Rumah

    Dilansir Better Homes & Gardens dan MasterClass, berikut sederet hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang pagar rumah:


    1. Tentukan Tujuan Pasang Pagar

    Sebelumnya, pastikan tahu tujuan membangun pagar lebih dulu. Jika ingin memasangnya supaya rumah aman dan privasi terjaga, maka pagar dapat dibuat tinggi dan kokoh agar tidak mudah dibobol.

    2. Ketahui Batas Properti

    Detikers harus tahu batas properti yang dimiliki di bagian depan, belakang, kanan, dan kiri. Hal ini untuk memastikan pagar dibangun dalam lingkup tanah sendiri, bukan di area milik orang lain.

    3. Ukur Area Pagar

    Setelah tahu batas ujung propertinya, tetapkan ukuran dan di mana pagar akan dipasang. Gunakan alat meteran untuk mengukur area yang ingin dibangun pagar, dan catat agar tidak lupa.

    Pada saat ini, kamu bisa mulai mempertimbangkan model pagar yang cocok sesuai keinginan. Tentukan pula bentuk dan panjang pagar.

    4. Tandai Jalur Perpipaan

    Jika menggunakan layanan PDAM, detikers mesti tahu jalur perpipaan yang dilewati. Kalau perlu, tandai sepanjang jalurnya agar tidak terdampak pembangunan pagar. Berlaku pula untuk saluran air, sanitasi, dan perpipaan lainnya.

    5. Pilih Material Pagar

    Material pagar yang digunakan berdampak pada tampilan, daya tahan, dan perawatannya. Umumnya pagar terbuat dari kayu, tapi bisa juga dari bahan alternatif seperti aluminium, baja, vinyl, maupun bambu.

    6. Pertimbangkan Menggunakan Jasa Tukang

    Pagar rumah dapat dibuat sendiri jika detikers bisa melakukannya. Namun jika proyek pagar yang dibangun berskala besar, pemakaian jasa tukang boleh dipertimbangkan. Bisa tukang harian ataupun kontraktor, sesuaikan dengan budget.

    7. Pikirkan jika Ingin Menambah Dekorasi

    Banyak pemilik rumah tidak hanya memasang pagar tetapi juga menambahkan dekorasi seperti tanaman atau pohon di sekitarnya. Bila ingin sekaligus menghiasi sekeliling pagar, kamu bisa mulai memikirkan tanaman yang cocok dan letak ditanamnya.

    Pertimbangkan pula pintu pagar untuk jalur keluar masuk. Bisa dibuat satu atau dua jalur sesuai yang dibutuhkan. Jika ada dekorasi lain yang ingin ditambahkan pada pagar, bisa mulai dipikirkan juga.

    8. Pertimbangkan Iklim

    Membangun pagar rumah juga perlu mempertimbangkan iklim di wilayah tempat tinggalmu. Seperti pagar bermaterial kayu, bambu, dan logam paling tahan lama di iklim dingin, sementara vinyl lebih cocok untuk hunian di daerah hangat dan lembap.

    Pemasangan pagar juga mesti diperhatikan untuk mencegah terangkatnya tiang. Sebagai contoh di wilayah yang mengalami dingin beku, tiang perlu ditancapkan pada lubang cukup dalam supaya tidak terangkat ketika air di bawah tanah membeku.

    9. Rencanakan Anggaran

    Setelah mengetahui material, model, hingga proses pemasangan pagar yang diinginkan, detikers dapat menghitung perkiraan budget yang dikeluarkan. Apabila biaya melebihi anggaran yang disiapkan, kamu bisa mempertimbangkan ulang material yang dipilih. Penting untuk merencanakan budget dengan benar agar tidak boncos.

    10. Beritahukan Pembangunan kepada Tetangga

    Sebelum memulai proyek, detikers dapat memberitahukan rencana pemasangan pagar kepada tetangga. Hal ini untuk meminimalisir kebisingan yang ditimbulkan pembangunan tidak terlalu mengganggu kenyamanan tetangga.

    Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, detikers bisa punya pagar yang pembangunannya tidak mengganggu tetangga. Seluruh fasilitas dan sarana umum masih bisa digunakan tanpa gangguan berarti.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Membersihkan Pagar Vinyl agar Selalu Terlihat Baru



    Jakarta

    Perawatan penting sangat penting untuk memastikan kualitas dan tampilan pagar vinyl bisa bertahan. Pembersihan yang tepat merupakan kunci dari perawatan dan mencegah adanya jamur serta lumut.

    Lakukan pembersihan setidaknya setahun sekali untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menumpuk serta mencegah pertumbuhan jamur serta noda. Namun membersihkan pagar vinyl tidak bisa asal. Ada beberapa cara mudah untuk membersihkan pagar vinyl.

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, berikut cara mudah membersihkan pagar vinyl agar tetap terlihat bagus.


    Membersihkan Pagar Vinyl dengan Selang Air

    Salah satu metode pembersihan pagar vinyl yang paling mudah dan cepat adalah dengan menggunakan selang taman. Pertama, bilas pagar vinyl dengan selang untuk menghilangkan debu dan kotoran lainnya.

    Hubungkan nosel semprot selang taman jika membutuhkan daya ekstra. Bersihkan pagar dengan kain lap atau kain untuk menghilangkan kotoran yang membandel.

    Membersihkan dengan Sabun atau Cuka

    Larutan air sabun hangat dapat membantu menghilangkan kotoran yang mungkin menempel di pagar vinyl kamu. Menggunakan larutan cuka dengan air hangat juga dapat menghilangkan noda rumput, jamur, dan lumut.

    Celupkan spons, kain, atau lap ke dalam salah satu larutan dan bersihkan pagar untuk menghilangkan kotoran dan noda. Kemudian, gosok pagar dengan gerakan memutar mulai dari bagian atas setiap bagian pagar.

    Lanjutkan hingga ke bagian bawah. Bilas sisa larutan pembersih dan kotoran yang lepas dengan selang serta ulangi proses tersebut hingga seluruh pagar bersih.

    Membersihkan Pagar Vinyl dengan Pelarut Pembersih

    Bila sabun dan cuka tidak cukup kuat untuk membersihkannya, tersedia berbagai pelarut pembersih pagar vinyl yang dapat membersihkan kotoran, jamur, lumut, dan kerak.

    Oleskan produk pembersih pagar vinyl ke struktur dengan kain lap atau sikat gosok berbulu untuk membersihkan setiap bagian atas. Bilas pagar dengan selang taman untuk membuang sisa larutan pembersih dan kotoran yang lepas. Ulangi seluruh pagar.

    Membersihkan dengan Pemutih

    Larutan pemutih dan air dapat digunakan pada pagar vinyl putih, tetapi tidak pada warna lain karena bahan kimia tersebut akan menyebabkan perubahan warna permanen. Kenakan perlengkapan keselamatan yang sesuai, termasuk sarung tangan saat menangani pemutih.

    Campurkan satu bagian pemutih dengan lima bagian air dalam ember besar dan gunakan sikat gosok berbulu, kain, lap, atau spons untuk menggosok setiap bagian pagar. Mulai dari atas dan lanjutkan hingga ke bawah.

    Bilas pagar dengan selang untuk membuang sisa pemutih dan kotoran yang lepas, ulangi proses ini sepenuhnya hingga seluruh pagar bersih.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Cairan Pembersih, Kamu Bisa Pel Lantai Pakai Bahan Dapur Ini


    Jakarta

    Lantai adalah salah satu bagian rumah yang harus sering dibersihkan karena cepat kotor. Selain menyapu, kamu perlu mengepel lantai untuk menghilangkan kotoran dan kuman di lantai dengan pembersih.

    Namun, kamu nggak harus pakai cairan pembersih khusus, lho. Ada bahan-bahan di dapur yang bisa menjadi alternatif pembersih lantai.

    Lalu, bahan dapur apa saja yang dapat digunakan buat pel lantai? Yuk, simak daftarnya berikut ini seperti yang dikutip dari Real Simple dan Cleanipedia.


    5 Bahan Dapur untuk Mengepel Lantai

    1. Baking Soda

    Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KuePerbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin Kue Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

    Baking soda bisa jadi andalan untuk membersihkan noda membandel dan noda minyak pada lantai rumah. Caranya, taburkan beberapa sendok baking soda ke noda pada lantai, lalu teteskan sedikit air untuk menimbulkan reaksi pada baking soda.

    Setelah itu, gosok dengan pel hingga noda hilang dan lantai keramik tak kusam lagi. Kamu juga bisa menambahkan minyak kayu putih pada campuran baking soda dan air untuk membantu membunuh kuman dan bakteri.

    2. Minyak Serai

    Minyak serai merupakan bahan dapur lainnya yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan lantai. Selain membantu membunuh kuman, serai juga punya aroma segar yang dijamin mencegah bau tak sedap dari rumah Anda. Sebagai nilai tambah, serai juga punya manfaat mengusir serangga, lho.

    3. Cuka Putih

    White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner.White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner. Foto: Thinkstock

    Cuka putih bukan hanya untuk memasak, tetapi juga merupakan pahlawan pemusnah bakteri untuk lantai keras, seperti ubin dan laminat. Dengan tingkat keasaman pH dua hingga tiga, cuka putih bisa menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan lantai. Penggunaan cuka putih cocok untuk lantai tile, vinyl, linoleum, dan laminat. Kamu cukup mencampurkan ½ cangkir cuka per 3 liter air. Kelebihannya, kamu tidak perlu membilas lantai setelah dipel.

    4. Boraks

    Jika kamu menghadapi noda dan kotoran yang sulit, boraks adalah solusi pembersih yang kuat. Mirip dengan baking soda, Boraks memiliki sifat sedikit abrasif dan mampu menghilangkan noda serta bau tak sedap. Penggunaan boraks cocok untuk lantai ubin, beton, batu yang tersegel, vinyl, dan linoleum. Campurkan ⅛ cangkir boraks per 3 liter air. Setelah dipel, pastikan lantai dibilas dengan air biasa untuk menghindari residu.

    5. Minyak Lavender

    Sejak lama, lavender dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan. Minyak lavender mengandung khasiat sebagai antibiotik, antiseptik, antivirus, dan antibakteri. Karena itulah, minyak lavender juga bisa digunakan untuk membersihkan lantai. Kamu cukup mencampurkan air dan cuka, lalu menambahkan sedikit minyak lavender untuk membersihkan lantai.

    Campur saja lima sampai enam tetes minyak lavender dengan 1 ember air hangat dan secangkir cuka putih. Lantai rumah pun akan jadi bersih dan harum.

    Hal yang Perlu Diingat

    Meskipun bahan-bahan tersebut aman digunakan secara terpisah, penting untuk memperhatikan keamanan saat mencampurkannya dengan cairan pembersih lantai.

    Beberapa kombinasi tertentu bisa menghasilkan senyawa beracun sehingga pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan dan hindari mencampur bahan-bahan yang tidak cocok.

    Itulah beberapa bahan dapur yang bisa digunakan untuk bersihkan lantai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Wallpaper Dinding Mengelupas? Begini Cara Siasatinya!



    Jakarta

    Memasang wallpaper pada dinding menjadi solusi mudah untuk mengubah interior rumah tanpa perlu repot-repot mengecat. Selain itu, wallpaper memiliki banyak motif dan warna beragam. Oleh karenanya, wallpaper menjadi solusi untuk membuat rumah menjadi lebih indah dan estetik.

    Namun, memakai wallpaper pada dinding juga memiliki sederet masalah, salah satunya adalah wallpaper mengelupas. Hal ini merupakan masalah umum pada wallpaper. Penyebabnya bisa karena pemasangan yang sudah lama atau dinding tersebut memiliki kelembapan tinggi.

    Wallpaper mengelupas ditandai pada ujung atau sisi wallpaper yang lepas dari dinding. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin sisi lain akan mengelupas dan menyebabkan sobekan di area tersebut. Tentu hal ini dapat mengganggu keindahan wallpaper.


    Melansir dari This Old House, Jumat (14/3), wallpaper yang mengelupas dapat diperbaiki dengan memilih perekat atau lem yang sesuai dengan jenis wallpaper. Untuk wallpaper vinyl gunakan lem khusus bahan vinyl. Sementara untuk wallpaper yang standar bisa gunakan lem kertas. Sementara untuk wallpaper jenis tertentu bisa konsultasi kepada produsen terlebih dahulu.

    Memasang lem pada wallpaper diperlukan kehati-hatian untuk memastikan bagian yang terkelupas bisa menempel kembali secara efektif. Masih melansir dari This Old House, Jumat (14/3), berikut merupakan langkah-langkah memasang lem pada wallpaper

    Bersihkan Area

    Bersihkan debu, serpihan, atau kotoran apapun yang terletak di bagian belakang wallpaper mengelupas.

    Oleskan Lem

    Pakai kuas kecil untuk mengoleskan lem pada wallpaper. Aplikasikan secara tipis dan rata.

    Tekan dan Ratakan

    Tekan bagian yang terkelupas dengan hati-hati kembali ke tempatnya. Gunakan rol wallpaper untuk memastikan wallpaper nempel dengan sempurna.

    Bersihkan Sisa Lem

    Bersihkan dan seka bagian lem yang tersisa dengan menggunakan spons basah.

    Biarkan Mengering

    Biarkan area tersebut tidak tidak terganggu sampai benar-benar kering.

    Namun, perlu diperhatikan juga jika wallpaper sudah mengelupas meliputi area yang besar dan sulit untuk diperbaiki, kemungkinan kamu harus melepas seluruh bagian wallpaper dan menempelkannya kembali atau menggantinya dengan wallpaper baru.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Panas atau Dingin? Ini Suhu Terbaik untuk Mengepel Lantai



    Jakarta

    Suhu air ternyata cukup berpengaruh terhadap hasil saat mengepel lantai. Suhu air menjadi faktor tambahan selain penggunaan sabun dan pewangi.

    Penentuan suhu air dalam mengepel juga bisa berpengaruh untuk membersihkan lantai dari debu, bakteri dan kuman yang tak kasat mata. Oleh karena itu, suhu pada air berpengaruh pada kebersihan saat mengepel lantai. Ada dua jenis suhu air, yakni dingin dan panas.

    Lantas, mana yang lebih baik untuk mengepel lantai?


    Air Panas vs Air Dingin, Mana yang Lebih Baik?

    Mengutip dari Home Viable, penggunaan air panas ternyata lebih efektif membunuh kuman di lantai. Selain itu, air panas juga lebih mudah menghilangkan noda, lemak, dan kotoran yang menempel di lantai dibandingkan mengepel dengan air dingin.

    Bahan pembersih lantai juga dapat bekerja lebih efektif jika dicampurkan dengan air panas.

    Namun, tidak semua jenis lantai bisa terkena air panas karena sifatnya yang tidak begitu kuat untuk menahan suhu tinggi. Beberapa jenis lantai yang tidak bisa dibersihkan dengan air panas adalah lantai kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi.

    Jenis-jenis lantai seperti ini lebih baik menggunakan air dingin saat mengepel.

    Cara mengepelnya pun tidak sembarangan. Jenis lantai dari kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi cukup rentan terhadap air dan suhu yang lembap. Oleh karena itu, kamu perlu mengeringkan kain pel terlebih dulu agar saat mengepel tidak begitu basah.

    Untuk jenis lantai yang mahal seperti marmer, penggunaan air panas sama sekali tidak masalah karena bahannya kuat menerima suhu tinggi.

    Jika lantai rumah kamu memakai ubin, keramik dan porselen lebih disarankan memakai air dingin ketika hendak mengepel. Sebab, mengepel dengan air panas justru dapat merusak permukaan keramik.

    Tips lain saat mengepel lantai adalah hindari menuangkan cairan pembersih terlalu banyak saat mengepel lantai vinyl. Cairan kimia yang terlalu banyak justru bisa merusak permukaannya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bingung Pilih Lantai Keramik atau Vinyl? Ini Perbandingan Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilihan material lantai sering kali menjadi dilema saat membangun atau merenovasi rumah. Tidak hanya soal estetika, lantai juga menentukan kenyamanan hingga daya tahan hunian dalam jangka panjang.

    Dua material yang kerap dibandingkan adalah keramik dan vinyl. Keduanya sama-sama populer, namun punya karakter berbeda yang bisa mempengaruhi suasana rumah secara keseluruhan.

    Masih bingung pilih yang mana? Yuk simak!


    Tampilan Mirip, Karakter Berbeda

    Keramik sudah lama menjadi standar lantai di banyak rumah Indonesia. Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi sehingga kuat dan tahan lama. Sementara itu, lantai vinyl kini semakin diminati karena tampilannya yang modern dan harganya yang cenderung murah.

    Melansir halaman The Spruce, Senin (03/11/2025), keramik masih dianggap unggul dari segi tampilan dan nilai estetika jangka panjang, terutama jika menggunakan keramik yang berkualitas tinggi. Sementara vinyl dinilai dapat menjadi alternatif bagi penghuni yang menginginkan tampilan hangat dengan kesan natural seperti kayu.

    Ketahanan dan Kenyamanan

    Salah satu keunggulan utama keramik adalah daya tahannya. Mengutip The Spruce, keramik dapat bertahan lebih dari 40 tahun jika dirawat dengan baik. Material ini juga tahan air dan panas sehingga aman digunakan di area lembab seperti dapur atau kamar mandi. Kekurangannya, permukaan keramik cenderung keras dan dingin saat diinjak, sehingga terasa kurang nyaman untuk mereka yang sering beraktivitas tanpa alas kaki.

    Sebaliknya, vinyl terkenal lebih ramah kaki. Mengutip situs Ranney Blair, permukaan vinyl terasa lebih hangat dan empuk, serta lebih senyap ketika diinjak. Hal ini menjadikannya pilihan menarik untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Namun, vinyl memiliki umur pakai lebih pendek dibanding keramik dan bisa mengalami kerusakan jika terendam air terlalu lama, kecuali pada varian waterproof.

    Pemasangan dan Perawatan

    Dari sisi pemasangan, keramik membutuhkan proses yang lebih kompleks dan biasanya melibatkan tukang profesional. Nat di antara keramik juga perlu perhatian ekstra karena rentan kotor seiring waktu.

    Sebaliknya, vinyl dikenal sebagai material yang mudah dipasang, bahkan bisa dilakukan sendiri untuk beberapa jenisnya. Melansir halaman Mannington, teknologi pemasangan click system membuat vinyl lebih praktis dan menghemat waktu renovasi. Vinyl juga cenderung lebih mudah dibersihkan karena tidak memiliki nat seperti keramik.

    Mana yang Harus Dipilih?

    Pada akhirnya, pilihan antara keramik dan vinyl kembali pada kebutuhan hunian masing-masing. Keramik cocok bagi yang mencari material tahan lama dengan tampilan elegan. Di sisi lain, vinyl lebih ideal bagi penghuni yang mengutamakan kenyamanan, dan instalasi yang praktis.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com