Tag: virus

  • Kamar Mandi Lembap Sarangnya Bakteri, Begini Cara Agar Tetap Kering



    Jakarta

    Kamar mandi yang ukurannya cukup luas biasanya terdiri dari area basah dan kering. Namun, kebanyakan rumah di Indonesia tidak memiliki ruang yang luas untuk kamar mandi sehingga umumnya hanya memiliki kamar mandi basah.

    Selain itu, umumnya letak kamar mandi berada di tengah atau di dalam rumah tanpa memiliki ventilasi yang memadai. Jika ada ventilasi, letaknya di atas pintu kamar mandi dan ukurannya tidak begitu besar.

    Kondisi tersebut membuat kamar mandi lembap dan sulit untuk kering. Kamar mandi yang selalu basah, baik lantai dan dindingnya mudah sekali berjamur dan berlumut. Risikonya adalah kamar mandi terlihat kotor, lantainya licin, dan bisa muncul bau tak sedap.


    Oleh karena itu, kamar mandi yang bisa mengering setelah digunakan sangat dianjurkan. Kamar mandi yang kering berarti tidak ada genangan di lantai. Pengeringan ini bisa terjadi dengan sendirinya terutama jika kamar mandi tidak digunakan selama 30 menit hingga berjam-jam. Namun, apabila kamar mandi digunakan sejam sekali, memang tidak akan selalu kering.

    Direktur HomeWork Wahyu Achadi mengatakan setiap kamar mandi harus diupayakan menjadi ruang yang kering. Hal ini untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

    “Dengan kondisi kering bakteri dan virus tidak mudah berbiak,” katanya kepada detikcom, Kamis (19/10/2023).

    Tips membuat kamar mandi dapat cepat kering bisa dengan beberapa cara. Pertama pastikan kamar mandi memiliki ventilasi agar sirkulasi udara di dalam bagus. Bentuk ventilasi ini adalah jendela yang tidak tembus pandang, tetapi udara bisa masuk dan keluar atau memasang exhaust fan.

    Cara kedua adalah membagi kamar mandi menjadi area basah dan kering. Area basah merupakan tempat shower atau bak mandi. Sementara area kering tempat kloset dan wastafel.

    Ketiga, Wahyu menyarankan tidak perlu memasang bak mandi. Ganti dengan pancuran air (shower) sementara kloset harus dilengkapi pembilas semprot (jet washer) sehingga tidak perlu gayung atau bak penampungan air di dekatnya.

    “Jet washer membuat proses berbilas menjadi lebih terarah dan cipratan air tidak keluar dari lubang kloset,” sambung dia.

    Selain itu, material yang digunakan untuk perangkat sanitasi juga dipilih yang mudah dibersihkan. Jangan lupa area shower dibuat lebih rendah dibandingkan area kering untuk memudahkan air mengalir dan lantai kamar mandi bisa kering dengan lebih cepat.

    “Supaya air tidak menyiprat ke mana-mana bisa digunakan shower screen atau tirai yang tersedia dalam berbagai bahan seperti plastic, akrilik, hingga kaca. Shower screen ini menjadi pemisah antara area basah dan kering, jangan lupa shower screen juga perlu dibersihkan berkala supaya tidak berjamur,” jelas dia.

    Apabila ingin membuat area basah dan kering di kamar mandi, tidak butuh kamar mandi yang terlalu luas, ukuran 1×3 meter sudah cukup. Area kering ini bisa berukuran 1,5×1,5 m, terdiri dari kloset dan wastafel dilengkapi cermin serta rak-rak dan lemari kecil di sisi lain yang dekat dengan pintu. Sisanya untuk area basah dengan shower.

    Terakhir, letakkan head shower di sudut dalam posisi diagonal termasuk tempat sabun dan sampo untuk mendapatkan area mandi (basah) yang lebih lapang dan lebih efisien.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Alami yang Ampuh Basmi Lalat di Rumah, Tanpa Semprotan Kimia!


    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu hewan yang banyak dibenci karena bisa membawa penyakit bagi manusia. Sebab, lalat bisa mengangkut virus dan bakteri yang ditularkan melalui makanan yang dihinggapinya.

    Pada umumnya, lalat dapat dibasmi menggunakan semprotan anti serangga yang dijual bebas di pasaran. Namun, kandungan zat kimia dari cairan tersebut bisa berbahaya jika terhirup manusia dalam jumlah banyak.

    Jika enggan memakai semprotan anti serangga, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk membasmi lalat, yakni dengan bahan-bahan alami. Bahkan, bahan tersebut diklaim lebih ampuh membunuh serangga tersebut.


    Cara Ampuh Basmi Lalat dengan Bahan Alami

    Ada sejumlah bahan alami yang disebut ampuh untuk membasmi lalat di rumah. Dilansir situs Martha Stewart, berikut cara-caranya:

    1. Cuka Apel

    Bahan yang pertama adalah menggunakan cuka apel. Kandungan asam dan rasa sedikit manis pada cuka apel dapat menarik perhatian lalat untuk mendekat.

    Kamu bisa membuat perangkap dengan menggunakan cuka apel. Caranya dengan menuang sedikit cuka apel ke dalam mangkuk kecil dan tutup dengan plastik pembungkus, lalu buat beberapa lubang di atasnya.

    Letakkan wadah berisi cuka apel di area yang sering dilalui lalat. Biarkan selama beberapa jam agar lalat masuk ke dalam perangkap sederhana itu.

    2. Cuka dan Sabun Piring

    Kombinasi cuka dan sabun cuci piring ternyata dinilai ampuh untuk membasmi lalat di rumah. Caranya dengan mencampur sedikit cuka apel dan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam gelas panjang.

    Setelah itu, tutup gelas tersebut dengan bungkus plastik secara rapat dan diikat dengan karet agar kuat. Lalu beri lubang kecil-kecil di atas bungkus plastik.

    Lalat akan tertarik dengan bau cuka yang tersebar ke seluruh ruangan. Setelah masuk ke dalam perangkap, lalat perlahan akan mati karena tercebur ke dalam larutan penuh sabun cuci piring.

    3. Tanaman Herbal

    Menanam tanaman herbal seperti daun mint dapat membasmi lalat agar tidak datang lagi ke rumah. Sebab, tanaman ini mengeluarkan aroma tajam yang tidak disukai serangga terbang itu.

    Letakkan tanaman herbal tersebut di dekat pintu, jendela, atau teras rumah. Bisa juga di area yang sering ditemui ada lalat, seperti dapur dan meja makan.

    Penyebab Lalat Muncul di Rumah

    Lalat termasuk serangga yang tertarik pada lingkungan dengan sumber makanan yang mudah didapat, terutama bahan organik yang membusuk. Selain memiliki indra penciuman tajam, lalat bisa masuk ke rumah lewat pintu atau jendela yang terbuka karena tertarik oleh aroma makanan di dalam ruangan.

    “Selain itu, lalat dapat terbawa masuk ke dalam ruangan melalui buah-buahan, sayuran, atau barang-barang lain yang dibawa dari luar,” kata Kepala Entomologi di Aptive, Trent Frazer.

    Frazer menyebut lalat juga dapat berkembang biak di saluran pembuangan air, talang air, atau pipa yang bocor. Di dalam ruangan, lalat juga bisa bersembunyi di tempat gelap dan terpencil.

    “Pada siang hari lalat dapat bersembunyi di tempat gelap dan terpencil, sedangkan saat malam hari mereka aktif mencari makanan,” ujarnya.

    Selain itu, lalat juga tertarik datang ke rumah karena menemukan beberapa hal yang disukainya, seperti ada bangkai hewan, sampah busuk, kotoran hewan, piring yang belum dicuci, atau makanan busuk di dapur.

    Demikian tiga cara ampuh basmi lalat di rumah dengan bahan alami. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jorok Banget! Ini yang Terjadi Kalau Flush Kloset Tanpa Ditutup


    Jakarta

    Setelah buang air di kloset duduk, pengguna pastinya harus menyiram atau flush agar bersih lagi. Pengguna toilet punya pilihan untuk menutup kloset atau membiarkan tutupnya terbuka saat mau flush.

    Dilansir dari Good Housekeeping, Jumat (14/11/2025), ternyata menyiram kloset dalam keadaan terbuka bisa menyebarkan ribuan tetesan aerosol kecil yang mengandung virus dan bakteri. Kekuatan dari flush bisa bikin tetesan itu menjangkau hingga 1,8 meter lho.

    Bayangkan, betapa kotornya kamar mandi kalau kebiasaan menyiram kloset seperti itu. Meski tak kasat mata, air kotor yang menyebar dapat merugikan penghuni rumah.


    Oleh karena itu, sebaiknya tutup kloset duduk sebelum disiram ya. Jika tidak, berikut ini akibatnya.

    Risiko Siram Kloset Duduk Tanpa Ditutup

    Inilah beberapa alasan penghuni rumah sebaiknya menutup kloset saat akan disiram.

    1. Bakteri Berbahaya Bisa Menyebar

    Sebuah penelitian menunjukkan satu kali siraman bisa meluncurkan tetesan air kloset sampai 1,5 meter ke udara. Tetesan itu bisa bertahan cukup lama di udara dan terhirup oleh penghuni rumah.

    Padahal, tetesan air kloset mengandung bakteri dan virus, seperti E. coli atau staphylococcus. Alhasil, penghuni rumah berisiko sakit.

    2. Benda dan Permukaan Kamar Mandi Terkontaminasi

    Menyiram kloset yang tidak tertutup membuat benda dan permukaan sekitar berisiko terkontaminasi kotoran. Apalagi penghuni rumah biasanya menyimpan sikat gigi dan skincare di kamar mandi. Yakin mau sikat gigi bekas cipratan air kloset?

    3. Hewan Peliharaan dan Anak Kecil Bisa Celaka

    Selain alasan kebersihan, kloset sebaiknya ditutup untuk mencegah kejadian tak terduga. Anak kecil dan hewan peliharaan yang aktif dan penasaran bisa terjatuh ke dalam kloset atau memasukkan tangan atau anggota tubuh lain.

    4. Kamar Mandi Semakin Bau

    Meski tidak rapat, kloset yang tertutup membantu cegah bau tak sedap menyebar di kamar mandi. Sebaiknya amankan bau itu biar tetap di sumbernya saja dengan cara menutup kloset.

    Tetesan air yang keluar saat siram kloset ternyata ikut membentuk lapisan lengket di bagian luar kloset dan permukaan kamar mandi lainnya. Penghuni hanya menambah beban pekerjaan untuk bersih-bersih kalau tidak tutup kloset.

    Itulah alasan pengguna kloset duduk harus menutup tutupnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Bersarang, Ini Cara Cegah Kelelawar Masuk Rumah


    Jakarta

    Kelelawar merupakan hewan yang sering kali muncul di luar rumah saat malam hari. Keberadaannya sering kali mengganggu penghuni rumah.

    Selain membuat penghuni tidak nyaman, kelelawar juga bisa membawa penyakit seperti virus nipah, SARS, dan lainnya. Tak heran, banyak penghuni yang berusaha untuk mengusirnya agar tidak bersarang di rumah.

    Ada beberapa hal yang memicu kelelawar datang ke rumah. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Penyebab Kelelawar Masuk Rumah

    Sumber Makanan dan Air

    Biasanya kelelawar mencari lokasi bernaung yang dekat dengan sumber makanan yaitu serangga dan buah-buahan. Jadi kalau di rumah ada pohon buah, harus hati-hati ya karena bisa saja jadi pemicu kelelawar datang ke rumah.

    Selain itu, kelelawar juga butuh air untuk bertahan hidup. Biasanya kelelawar suka minum air di kolam, air mancur, kolam renang, dan sumber air lainnya.

    Sumber Panas

    Selain sumber makanan dan air, kelelawar juga mencari tempat yang hangat. Cara mereka menemukan tempat yang hangat dengan melihat petunjuk rasa hangat yang keluar dari celah rumah. Apabila fasad atau atap rumah terdapat celah, mereka bisa memanfaatkan spot tersebut.

    Cara Cegah Kelelawar Masuk Rumah

    Tutup Akses Masuk Kelelawar

    Cara paling efektif untuk mencegah kelalawar masuk rumah adalah dengan menutup akses masuknya. Contohnya seperti menutup celah di atap, fasad, atau jendela.

    Jauhkan Sumber Makanan Kelelawar

    Salah satu sumber makanan kelelawar adalah buah-buahan. Kalau di rumah ada pohon buah dan sedang berbuah, sebaiknya bungkus buah agar tidak dimakan kelelawar. Cara itu juga bisa mencegah serangga berdatangan. Selain itu, jaga kebersihan bagian depan rumah atau di dekat celah-celah rumah agar serangga tidak muncul karena hewan itu salah satu makanan kelelawar juga.

    Pasang Lampu Terang di Kebun

    Sebagai hewan yang hidup di malam hari, kelelawar sensitif terhadap cahaya. Memasang lampu yang terang di kebun atau area yang berpotensi jadi spot favorit mereka dapat membuat kelelawar enggan mendekat.

    Panggil Jasa Profesional

    Langkah ini dilakukan apabila kelelawar sudah tidak bisa diusir dan mulai mengotori rumah. Dengan jasa profesional, penghuni rumah bisa terhindar dari penularan penyakit dan masalah akan lebih cepat selesai.

    Itulah cara mencegah kelelawar masuk rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Bahaya Keracunan Makanan, Penyebab dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Tingginya kasus keracunan makanan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Kasus keracunan makanan sepanjang tahun 2025 ramai diberitakan korbannya telah mencapai jumlah ribuan orang. Angka ini menunjukkan bahwa isu keamanan pangan (food safety) masih perlu mendapat perhatian serius, terutama karena sebagian besar kasus disebabkan oleh makanan yang tidak diolah atau disimpan dengan benar.

    Keracunan makanan dapat terjadi kepada siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Gejalanya pun sering mirip dengan penyakit pencernaan lain, seperti mual, muntah, diare, dan kram perut. Perlu diperhatikan bahwa banyak bahan makanan sehari-hari ternyata termasuk kategori rawan keracunan jika tidak ditangani dengan hati-hati.

    Jenis Makanan yang Rawan Menyebabkan Keracunan

    Beberapa makanan sehari-hari yang rawan menyebabkan keracunan jika tidak ditangani dengan hati-hati di antaranya sebagai berikut:


    Seafood (ikan, kerang, udang, kepiting)

    Produk laut merupakan sumber protein hewani yang bergizi tinggi, namun juga sangat mudah rusak. Ikan tertentu seperti tuna, tongkol, dan cakalang dapat menghasilkan histamin bila dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, sehingga menyebabkan keracunan scombroid.

    Belum lama ini terdapat kasus keracunan dikarenakan konsumsi ikan cakalang. Ikan cakalang adalah keluarga Scombridae, yang mengandung histidin (asam amino) yang tinggi. Jika tidak langsung disimpan dengan benar akan terjadi pengubahan histidin menjadi bersifat racun. Menurut penelitian terbaru pada tahun 2022 dalam Jurnal Analisis Kesehatan Sains, ikan cakalang yang terpapar suhu ruang menunjukkan peningkatan kadar histamin.

    Telur dan daging ayam

    Telur mentah atau setengah matang bisa terkontaminasi bakteri Salmonella. Begitu pula dengan daging ayam yang kurang matang berisiko membawa Campylobacter. Kedua bakteri ini sering menjadi penyebab utama kasus diare dan keracunan pangan.

    Daging sapi dan produk olahan daging

    Produk daging giling, sosis, atau daging mentah bisa tercemar Escherichia coli (E. coli) strain berbahaya. Jika masuk ke tubuh, bakteri ini bisa menimbulkan diare berdarah hingga komplikasi serius seperti gagal ginjal (hemolytic uremic syndrome).

    Susu dan produk susu mentah

    Mengonsumsi susu segar yang belum dipasteurisasi meningkatkan risiko infeksi Listeria monocytogenes, Salmonella, dan E. coli. Infeksi Listeria terutama berbahaya bagi ibu hamil, bayi, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.

    Sayur dan buah mentah

    Meskipun menyehatkan, sayur dan buah bisa terkontaminasi pestisida, kotoran, atau bakteri dari tanah dan air irigasi. Konsumsi tanpa dicuci bersih dapat menimbulkan masalah pencernaan. Wabah E. coli pada sayuran mentah pernah dilaporkan di berbagai negara, termasuk Jerman pada tahun 2011.

    Nasi dan makanan bertepung lain

    Nasi yang disimpan terlalu lama di suhu ruang bisa menjadi tempat berkembang biak Bacillus cereus. Spora bakteri ini tahan panas, sehingga meskipun nasi dipanaskan ulang, toksin yang sudah terbentuk bisa tetap menimbulkan mual dan muntah.

    Jadi sebenarnya hampir semua bahan makanan berpotensi menyebabkan keracunan kalau cara penanganan, pengolahan, dan penyimpanannya salah. Bedanya, beberapa bahan memang lebih rentan dikarenakan kondisi alaminya (misalnya lebih cepat busuk, mengandung racun alami, atau mudah terkontaminasi).

    Mengapa Makanan Bisa Menjadi Berbahaya?

    Keracunan makanan umumnya disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur) atau racun yang diproduksi dalam makanan. Faktor penyebab utamanya antara lain:

    Suhu penyimpanan tidak tepat

    Jurnal Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety menunjukkan bahwa bakteri berkembang sangat cepat di suhu ruang (5-60 derajat celcius), yang dikenal sebagai “danger zone”. Pada suhu ini, mikroba bisa menggandakan diri dalam hitungan menit.

    Hal itu juga disinggung ahli gizi masyarakat dr Tan Shot Yen dalam rapat audiensi dengan Komisi IX DPR RI, Senin (22/9/2025). Saat membahas beberapa kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini, dr Tan menyinggung penyimpanan makanan tanpa pemanas.

    “Suhu ruangan 5-60 derajat Celsius adalah suhu kritis. Jadi tidak heran makanan bisa basi, ditumbuhi jamur, maupun bakteri jika dibiarkan terlalu lama,” terangnya.

    Kontaminasi silang

    Dikutip dari Jurnal Teknologi tahun 2015, peralatan masak yang dipakai bergantian untuk bahan mentah dan matang berisiko memindahkan patogen.

    Higiene tidak terjaga

    Tangan yang tidak dicuci sebelum mengolah makanan dan tempat atau lokasi mengolah makanan yang kurang bersih bisa membawa kuman masuk ke bahan makanan.

    Proses memasak tidak sempurna

    Daging atau telur setengah matang tidak cukup panas untuk membunuh bakteri berbahaya.

    Solusi Sederhana Mencegah Keracunan Makanan

    Beberapa makanan favorit sehari-hari ternyata bisa jadi sumber masalah kesehatan kalau nggak diolah dengan benar. Contohnya telur. Telur yang dikonsumsi setengah matang bisa membawa bakteri Salmonella yang bikin mual hingga diare. Supaya aman, telur sebaiknya dimasak sampai matang sempurna. Jika telur tidak langsung dimakan, boleh disimpan terlebih dahulu di kulkas. Perlu diperhatikan juga telur retak atau kotor sebaiknya langsung disingkirkan.

    Hal yang sama juga berlaku pada daging dan ayam mentah. Bahan makanan ini rentan terkontaminasi bakteri seperti E. coli dan Campylobacter. Tips amannya, pastikan daging dimasak hingga suhu dalamnya di atas 75 derajat celcius. Hindari memakai talenan dan pisau yang sama untuk daging mentah dan makanan siap saji agar terhindar dari kontaminasi silang. Letakkan di dalam freezer dengan suhu -18 derajat celcius saat ingin disimpan lama. Menurut Jurnal Meat Science, penyimpanan beku pada suhu yang stabil dapat menekan tumbuhnya bakteri.

    Seafood seperti ikan, udang, dan kerang bisa membawa bakteri Vibrio atau bahkan menghasilkan racun alami kalau sudah tidak segar. Jadi, pilih yang masih berbau segar dan teksturnya kenyal, lalu masak hingga matang. Konsumsi kerang mentah sebaiknya dihindari.

    Susu, pilihlah yang sudah dipasteurisasi. Kalau beli susu segar, rebus dulu hingga mendidih sebelum diminum, agar bakteri berbahaya mati.

    Pada sayuran mentah, penyimpanan juga perlu diperhatikan. Meski terlihat segar, bisa saja terdapat bakteri atau sisa pestisida. Paling aman, cuci di bawah air mengalir, lalu rendam sebentar dengan larutan garam atau baking soda. Simpan di kulkas supaya tetap segar. Sementara itu, nasi sisa jangan dibiarkan lebih dari dua jam di suhu ruang. Jika ingin dimakan lagi, simpan dulu di dalam kulkas atau biarkan panas di dalam rice cooker. Dalam studi ilmiah terbaru tahun 2024, Journal of Microbiology, Biotechnology and Food Sciences, penyimpanan nasi pada suhu ruang dapat meningkatkan perkembangan Bacillus Cereus dan penyimpanan dingin sekitar 4°C dapat menghambat pertumbuhannya. Hal ini penting untuk mencegah pertumbuhan Bacillus cereus yang dapat menyebabkan perut mulas.

    Kasus keracunan makanan yang masih tinggi menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran masyarakat soal keamanan pangan. Menjadi konsumen cerdas bukan hanya soal memilih bahan makanan segar, tapi juga memperhatikan cara menyimpan dan mengolahnya. Ingat, makanan yang tampak biasa aman bisa jadi berbahaya kalau tidak ditangani dengan benar. Dengan langkah sederhana tadi, makanan yang rawan keracunan tetap bisa aman dikonsumsi. Kuncinya ada di cara memilih, mengolah, dan menyimpan makanan agar tidak menjadi sarang bakteri penyebab penyakit.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Kini Jadi Syarat Wajib Dapur MBG, Apa Itu Sertifikat HACCP?


    Jakarta

    Kasus keracunan makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) belakangan bikin heboh. Hingga September 2025, tercatat 6.517 penerima manfaat MBG mengalami keracunan di berbagai daerah. Banyak di antaranya mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap makanan yang semestinya aman dan bergizi. Program yang niatnya baik justru meninggalkan tanda tanya: sebenarnya, seberapa aman makanan yang dikonsumsi anak-anak di sekolah?

    Nah, dari situ kemudian muncul istilah HACCP. Pemerintah mulai mewajibkan SPPG memiliki sertifikasi HACCP, selain syarat lain yaitu Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Tujuannya jelas, supaya kasus serupa tidak terulang lagi.

    Tapi sebenarnya, apa sih HACCP itu, kenapa penting, dan bagaimana sistem ini dapat mencegah keracunan makanan dan menjaga keamanan makanan program MBG?


    Apa Itu HACCP?

    HACCP adalah singkatan dari Hazard Analysis and Critical Control Points. Sistem ini pertama kali diperkenalkan pada 1960-an oleh NASA dan perusahaan makanan Pillsbury untuk memastikan makanan astronot benar-benar aman dikonsumsi di luar angkasa. Sejak saat itu, HACCP berkembang menjadi standar internasional yang diakui banyak negara.

    Secara sederhana, HACCP adalah cara mengidentifikasi potensi bahaya dalam makanan lalu menetapkan titik kritis yang wajib dikendalikan. Tujuannya supaya bahaya itu tidak sampai masuk ke tubuh konsumen.

    Ada tiga bahaya yang akan diawasi:

    • Biologis: bakteri, virus, jamur, atau parasit.
    • Kimia: residu pestisida, logam berat, atau bahan tambahan yang berlebihan.
    • Fisik: benda asing seperti serpihan plastik, kaca, atau logam kecil.

    Berbeda dengan pemeriksaan produk yang telah jadi, HACCP menekankan pencegahan sejak awal. Jadi kalau berpotensi adanya masalah, dapat dihentikan sebelum makanan terlanjur sampai ke konsumen.

    5 Langkah Awal HACCP

    Terdapat lima langkah awal yang harus dipersiapkan agar HACCP bisa berjalan efektif sebelum masuk tujuh prinsip dasar HACCP. Langkah ini seperti fondasi sebelum sistem benar-benar diterapkan.

    1. Membentuk Tim HACCP

    Dibutuhkan tim dengan latar belakang berbeda, misalnya ahli produksi, kualitas, sanitasi, hingga teknisi. Tim inilah yang akan merancang dan mengawasi penerapan HACCP.

    2. Deskripsi Produk

    Produk makanan harus dijelaskan secara detail yaitu bahan baku yang digunakan, cara pengolahan, kondisi penyimpanan, hingga masa simpan. Deskripsi ini memudahkan untuk identifikasi risiko.

    3. Menentukan Tujuan Penggunaan Produk

    Produk ditujukan untuk siapa? Anak-anak, orang dewasa, atau kelompok khusus seperti penderita penyakit tertentu. Informasi ini penting karena tiap kelompok punya risiko berbeda.

    4. Menyusun Diagram Alir Proses

    Alur proses makanan digambarkan mulai dari bahan mentah, pencucian, pemotongan, pemasakan, penyimpanan, hingga distribusi. Diagram alir membantu melihat titik rawan bahaya.

    5. Verifikasi Diagram Alir di Lapangan

    Setelah digambar, alur proses harus dicek langsung di lapangan untuk memastikan sesuai dengan praktik nyata. Kalau ada perbedaan, diagram perlu direvisi sebelum dipakai.

    Dengan lima langkah awal ini, sistem HACCP memiliki dasar yang kuat untuk masuk ke tahap berikutnya, yaitu tujuh prinsip utama.

    Prinsip Dasar HACCP

    Sistem HACCP berjalan dengan tujuh prinsip utama yang saling melengkapi.

    1. Analisis Bahaya

    Setiap tahap produksi makanan dievaluasi. Misalnya, sayuran segar bisa mengandung bakteri dari tanah atau pestisida yang tertinggal.

    2. Titik Kendali Kritis (CCP)

    Titik kritis adalah bagian paling rawan yang harus dikendalikan. Contohnya, tahap memasak ayam menjadi CCP karena suhu yang kurang bisa membuat bakteri Salmonella tetap hidup.

    3. Batas Kritis

    Batas kritis biasanya berupa angka pasti, misalnya suhu minimal 75 derajat celcius untuk memasak ayam atau pH tertentu untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

    4. Monitoring

    Proses ini memastikan semua batas kritis terpenuhi. Bisa berupa pengecekan suhu dengan termometer, atau catatan berapa lama makanan disimpan di suhu ruang.

    5. Tindakan Korektif

    Kalau hasil monitoring menunjukkan penyimpangan, harus ada langkah perbaikan. Misalnya, makanan yang tidak mencapai suhu aman tidak boleh diedarkan.

    6. Verifikasi

    Tahap ini memastikan sistem HACCP benar-benar berjalan efektif. Bisa dengan audit internal, pemeriksaan laboratorium, atau penilaian pihak ketiga.

    7. Dokumentasi

    Semua proses dicatat. Dokumentasi inilah yang jadi bukti kalau produsen memang menjalankan HACCP dengan benar.

    Dampak Jika HACCP Tidak Diterapkan

    Bayangkan jika dapur, pabrik makanan, atau layanan katering mengabaikan HACCP. Risikonya bisa besar:

    • Keracunan makanan massal akibat bakteri seperti E. coli atau Salmonella.
    • Kontaminasi benda asing yang dapat melukai konsumen.
    • Residu kimia berlebih yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang.
    • Hilangnya kepercayaan publik terhadap program MBG.
    • Kerugian ekonomi karena produk harus ditarik atau dibuang, SPPG ditutup, bahkan bisa saja berhadapan dengan masalah hukum.

    Kasus MBG beberapa menjadi contoh nyata betapa pentingnya sistem keamanan pangan. Tanpa pengawasan yang ketat, makanan yang terlihat normal bisa saja mengandung bahaya.

    Kenapa HACCP Penting dalam MBG?

    Dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), keamanan pangan jadi isu utama. Makanan yang disajikan ditujukan untuk anak-anak sekolah, kelompok usia yang sangat rentan terhadap penyakit dalam makanan. Karena itu, penerapan HACCP di dapur MBG bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak.

    Dengan HACCP, setiap tahap pengolahan bisa diawasi ketat, mulai dari bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi. Sistem ini membantu mencegah kontaminasi biologis, kimia, maupun fisik yang berpotensi membahayakan penerima MBG.

    Selain memberi perlindungan kesehatan, HACCP juga dapat mengembalikan kepercayaan publik. Orang tua dan guru bisa lebih tenang karena tahu makanan yang dikonsumsi anak-anak diawasi dengan standar internasional. Langkah ini juga memperkuat citra pemerintah bahwa program MBG benar-benar aman dan berkualitas.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Kini Jadi Syarat Wajib Dapur MBG, Apa Itu Sertifikat HACCP?


    Jakarta

    Kasus keracunan makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) belakangan bikin heboh. Hingga September 2025, tercatat 6.517 penerima manfaat MBG mengalami keracunan di berbagai daerah. Banyak di antaranya mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap makanan yang semestinya aman dan bergizi. Program yang niatnya baik justru meninggalkan tanda tanya: sebenarnya, seberapa aman makanan yang dikonsumsi anak-anak di sekolah?

    Nah, dari situ kemudian muncul istilah HACCP. Pemerintah mulai mewajibkan SPPG memiliki sertifikasi HACCP, selain syarat lain yaitu Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Tujuannya jelas, supaya kasus serupa tidak terulang lagi.

    Tapi sebenarnya, apa sih HACCP itu, kenapa penting, dan bagaimana sistem ini dapat mencegah keracunan makanan dan menjaga keamanan makanan program MBG?


    Apa Itu HACCP?

    HACCP adalah singkatan dari Hazard Analysis and Critical Control Points. Sistem ini pertama kali diperkenalkan pada 1960-an oleh NASA dan perusahaan makanan Pillsbury untuk memastikan makanan astronot benar-benar aman dikonsumsi di luar angkasa. Sejak saat itu, HACCP berkembang menjadi standar internasional yang diakui banyak negara.

    Secara sederhana, HACCP adalah cara mengidentifikasi potensi bahaya dalam makanan lalu menetapkan titik kritis yang wajib dikendalikan. Tujuannya supaya bahaya itu tidak sampai masuk ke tubuh konsumen.

    Ada tiga bahaya yang akan diawasi:

    • Biologis: bakteri, virus, jamur, atau parasit.
    • Kimia: residu pestisida, logam berat, atau bahan tambahan yang berlebihan.
    • Fisik: benda asing seperti serpihan plastik, kaca, atau logam kecil.

    Berbeda dengan pemeriksaan produk yang telah jadi, HACCP menekankan pencegahan sejak awal. Jadi kalau berpotensi adanya masalah, dapat dihentikan sebelum makanan terlanjur sampai ke konsumen.

    5 Langkah Awal HACCP

    Terdapat lima langkah awal yang harus dipersiapkan agar HACCP bisa berjalan efektif sebelum masuk tujuh prinsip dasar HACCP. Langkah ini seperti fondasi sebelum sistem benar-benar diterapkan.

    1. Membentuk Tim HACCP

    Dibutuhkan tim dengan latar belakang berbeda, misalnya ahli produksi, kualitas, sanitasi, hingga teknisi. Tim inilah yang akan merancang dan mengawasi penerapan HACCP.

    2. Deskripsi Produk

    Produk makanan harus dijelaskan secara detail yaitu bahan baku yang digunakan, cara pengolahan, kondisi penyimpanan, hingga masa simpan. Deskripsi ini memudahkan untuk identifikasi risiko.

    3. Menentukan Tujuan Penggunaan Produk

    Produk ditujukan untuk siapa? Anak-anak, orang dewasa, atau kelompok khusus seperti penderita penyakit tertentu. Informasi ini penting karena tiap kelompok punya risiko berbeda.

    4. Menyusun Diagram Alir Proses

    Alur proses makanan digambarkan mulai dari bahan mentah, pencucian, pemotongan, pemasakan, penyimpanan, hingga distribusi. Diagram alir membantu melihat titik rawan bahaya.

    5. Verifikasi Diagram Alir di Lapangan

    Setelah digambar, alur proses harus dicek langsung di lapangan untuk memastikan sesuai dengan praktik nyata. Kalau ada perbedaan, diagram perlu direvisi sebelum dipakai.

    Dengan lima langkah awal ini, sistem HACCP memiliki dasar yang kuat untuk masuk ke tahap berikutnya, yaitu tujuh prinsip utama.

    Prinsip Dasar HACCP

    Sistem HACCP berjalan dengan tujuh prinsip utama yang saling melengkapi.

    1. Analisis Bahaya

    Setiap tahap produksi makanan dievaluasi. Misalnya, sayuran segar bisa mengandung bakteri dari tanah atau pestisida yang tertinggal.

    2. Titik Kendali Kritis (CCP)

    Titik kritis adalah bagian paling rawan yang harus dikendalikan. Contohnya, tahap memasak ayam menjadi CCP karena suhu yang kurang bisa membuat bakteri Salmonella tetap hidup.

    3. Batas Kritis

    Batas kritis biasanya berupa angka pasti, misalnya suhu minimal 75 derajat celcius untuk memasak ayam atau pH tertentu untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

    4. Monitoring

    Proses ini memastikan semua batas kritis terpenuhi. Bisa berupa pengecekan suhu dengan termometer, atau catatan berapa lama makanan disimpan di suhu ruang.

    5. Tindakan Korektif

    Kalau hasil monitoring menunjukkan penyimpangan, harus ada langkah perbaikan. Misalnya, makanan yang tidak mencapai suhu aman tidak boleh diedarkan.

    6. Verifikasi

    Tahap ini memastikan sistem HACCP benar-benar berjalan efektif. Bisa dengan audit internal, pemeriksaan laboratorium, atau penilaian pihak ketiga.

    7. Dokumentasi

    Semua proses dicatat. Dokumentasi inilah yang jadi bukti kalau produsen memang menjalankan HACCP dengan benar.

    Dampak Jika HACCP Tidak Diterapkan

    Bayangkan jika dapur, pabrik makanan, atau layanan katering mengabaikan HACCP. Risikonya bisa besar:

    • Keracunan makanan massal akibat bakteri seperti E. coli atau Salmonella.
    • Kontaminasi benda asing yang dapat melukai konsumen.
    • Residu kimia berlebih yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang.
    • Hilangnya kepercayaan publik terhadap program MBG.
    • Kerugian ekonomi karena produk harus ditarik atau dibuang, SPPG ditutup, bahkan bisa saja berhadapan dengan masalah hukum.

    Kasus MBG beberapa menjadi contoh nyata betapa pentingnya sistem keamanan pangan. Tanpa pengawasan yang ketat, makanan yang terlihat normal bisa saja mengandung bahaya.

    Kenapa HACCP Penting dalam MBG?

    Dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), keamanan pangan jadi isu utama. Makanan yang disajikan ditujukan untuk anak-anak sekolah, kelompok usia yang sangat rentan terhadap penyakit dalam makanan. Karena itu, penerapan HACCP di dapur MBG bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak.

    Dengan HACCP, setiap tahap pengolahan bisa diawasi ketat, mulai dari bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi. Sistem ini membantu mencegah kontaminasi biologis, kimia, maupun fisik yang berpotensi membahayakan penerima MBG.

    Selain memberi perlindungan kesehatan, HACCP juga dapat mengembalikan kepercayaan publik. Orang tua dan guru bisa lebih tenang karena tahu makanan yang dikonsumsi anak-anak diawasi dengan standar internasional. Langkah ini juga memperkuat citra pemerintah bahwa program MBG benar-benar aman dan berkualitas.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Beda Aturan RI Vs Taiwan, Sisi Lain Gaduh Residu Pestisida dalam Mi Instan


    Jakarta

    Baru-baru ini, produk mi instan asal Indonesia kembali jadi sorotan internasional. Food and Drug Administration (FDA) Taiwan menemukan adanya kandungan etilen oksida (EtO) dalam varian Indomie Mi Instan Rasa Soto Banjar Limau Kuit. Akibat temuan ini, produk tersebut dinyatakan tidak memenuhi standar keamanan pangan di Taiwan dan dilarang beredar.

    Lalu, apa sebenarnya etilen oksida? Seberapa berbahaya bila terkandung dalam makanan, dan kenapa kasus ini viral?

    Apa Itu Etilen Oksida?

    Etilen oksida (EtO) adalah senyawa kimia berbentuk gas yang sangat reaktif. EtO adalah gas beracun yang tidak berwarna, memiliki bau seperti eter, reaktif dan mudah terbakar, serta memiliki rumus kimia C2H4O. Di dunia industri, EtO digunakan untuk mensterilkan alat medis, membasmi mikroorganisme, hingga menjadi bahan baku kimia lain.


    Pada berbagai studi, EtO ditemukan sebagai senyawa genotoksik dan mutagenik. EtO mampu menembus bahan berpori dan membunuh bakteri, jamur, maupun virus tanpa perlu suhu tinggi. Itulah sebabnya gas ini banyak dipilih untuk sterilisasi produk yang sensitif terhadap panas.

    Indomie rasa soto banjar limau kuitIndomie rasa soto banjar limau kuit. Foto: Aida Adha Siregar/detikHealth

    Fungsi Penggunaan Etilen Oksida pada Makanan

    Dalam industri pangan, etilen oksida digunakan sebagai agen fumigasi. Tujuannya adalah membunuh mikroorganisme yang bisa menurunkan mutu produk, terutama pada rempah-rempah, herba, dan bumbu kering.

    Jika bumbu hanya dipanaskan, risiko kerusakan aroma dan cita rasa sangat tinggi. Oleh karena itu, beberapa produsen memilih sterilisasi dengan EtO agar bumbu tetap wangi dan tidak berubah warna.

    Namun, permasalahannya, EtO bisa meninggalkan residu berbahaya jika proses aerasi (penghilangan gas sisa) tidak dilakukan sempurna. EtO akan bereaksi dengan ion klorida yang terkandung dalam pangan membentuk 2-kloroetanol (2-CE).

    Bagaimana EtO Bisa Ada di Mi Instan?

    Berdasarkan laporan FDA Taiwan, residu EtO sebesar 0,1 mg/kg ditemukan pada bumbu penyedap mi instan, bukan pada mie-nya. Artinya, kemungkinan besar proses sterilisasi menggunakan EtO dilakukan pada rempah atau bumbu untuk mencegah kontaminasi bakteri.

    Dalam kondisi ideal, sisa EtO akan hilang setelah bumbu didiamkan beberapa waktu atau saat dimasak. Tetapi bila EtO yang ditemukan adalah analitnya yaitu 2-kloroetanol (2-CE) maka menghilangkan kadar 2-CE harus dilakukan pada suhu 430-496 derajat celcius. Hal ini terdapat pada Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 229 Tahun 2022.

    Bahaya EtO bagi Kesehatan

    Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), etilen oksida dikategorikan sebagai karsinogen bagi manusia (kelompok 1). Paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko:

    • Kanker (leukemia, limfoma, dan kanker payudara)
    • Kerusakan DNA dan mutasi genetik
    • Gangguan sistem saraf

    Selain itu, EtO juga bisa berubah menjadi senyawa lain ketika terpapar pada makanan bernama 2-chloroethanol (2-CE), yang sama-sama bersifat toksik. Karena sifatnya ini, banyak negara menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap EtO dalam makanan.

    Perbedaan Standar Taiwan vs Indonesia

    Setiap negara punya regulasi yang berbeda. Taiwan melarang total residu EtO pada produk pangan, sedangkan Indonesia (BPOM) memisahkan syarat antara EtO dan 2-CE. Batas maksimal residu EtO dan 2-CE diatur yaitu 0,01 mg/kg dan 85 ppm (85 mg/kg).

    Inilah sebabnya, produk yang dianggap aman di Indonesia bisa saja ditolak di luar negeri. Perbedaan regulasi sering menimbulkan kontroversi ketika produk ekspor diuji dengan standar yang lebih ketat.

    Kenapa Kasus Ini Jadi Viral?

    Mi instan adalah makanan favorit masyarakat Indonesia, bahkan populer di seluruh dunia. Ketika ada isu keamanan pangan, wajar publik jadi heboh.

    Selain itu, kasus ini juga menyoroti:

    • Kredibilitas produk lokal di pasar global
    • Kesenjangan standar keamanan antarnegara
    • Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap mi instan

    Tidak heran, kabar tentang EtO pada mi instan asal Indonesia langsung viral karena menyangkut produk yang sehari-hari dikonsumsi banyak orang.

    Di Indonesia sendiri, isu ini menimbulkan kecemasan masyarakat terhadap keamanan mi instan yang beredar di pasaran. Banyak konsumen khawatir, apakah produk yang mereka beli di toko juga mengandung EtO, meski BPOM sudah menyatakan produk yang beredar di dalam negeri aman.

    Apa yang Bisa Dilakukan Konsumen?

    Sebagai konsumen, ada beberapa langkah bijak yang bisa dilakukan:

    • Pantau informasi resmi dari BPOM terkait keamanan pangan.
    • Batasi konsumsi mi instan, bukan hanya karena isu EtO, tapi juga karena tinggi garam, lemak, dan kalori.
    • Lengkapi pola makan dengan sayur, buah, dan protein segar supaya kebutuhan gizi tetap seimbang.

    Kesimpulan

    Kasus Indomie Soto Banjar Limau Kuit yang ditolak di Taiwan membuka mata kita bahwa perbedaan standar keamanan pangan antarnegara bisa menimbulkan polemik. Hal ini dikarenakan Codex Allimentarius Commission (CAC) sebagai organisasi internasional di bawah WHO/FAO belum mengatur batas maksimal residu EtO. Etilen oksida memang bermanfaat untuk sterilisasi, tapi keberadaannya dalam makanan berisiko bagi kesehatan bila dikonsumsi terus-menerus.

    Isu ini harus menjadi pengingat pentingnya transparansi industri pangan, pengawasan ketat dari regulator, serta kesadaran konsumen untuk lebih selektif dalam memilih makanan.

    Catatan redaksi:

    Dalam keterangan resminya, BPOM RI menyampaikan penjelasan produsen bahwa produk mi instan yang bermasalah di Taiwan bukan merupakan ekspor resmi. Diduga, ekspor dilakukan oleh trader dan tanpa sepengetahuan produsen.

    Berdasarkan penelusuran data registrasi, BPOM RI juga menegaskan produk tersebut memiliki izin edar sehingga dapat diedarkan di Indonesia. BPOM juga memastikan produk tersebut tetap dapat dikonsumsi.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Saudi Minta Jemaah Umrah Jaga Jarak Selama di Masjidil Haram



    Jakarta

    Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan sejumlah imbauan bagi jemaah umrah. Pihaknya minta jemaah tidak berdesak-desakan dan menjaga jarak fisik saat melakukan ibadah di Masjidil Haram.

    Imbauan tersebut disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi baru-baru ini. Kementerian mengatakan menjaga jarak fisik memungkinkan menurunkan penularan penyakit menular dan infeksi saluran pernapasan.

    “Menghindari desak-desakan menjamin kita melaksanakan umrah dengan aman,” kata kementerian dalam unggahan X seperti dilansir dari Gulf News, Senin (23/9/2024).


    Kementerian sebelumnya berulang kali menganjurkan jemaah memakai masker di Masjidil Haram, Makkah dan Masjid Nabawi, Madinah untuk melindungi diri dari infeksi virus dan pernapasan.

    Selain itu, jemaah juga dianjurkan minum air putih cukup, terutama saat cuaca panas, untuk menghindari dehidrasi.

    Kondisi cuaca di Tanah Suci belakangan ini cukup ekstrem. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan badai petir yang melanda beberapa wilayah hingga Minggu kemarin. Badai petir sudah berlangsung sejak awal September ini.

    Diketahui, Arab Saudi telah membuka gerbang bagi jemaah umrah musim 1446 H sejak berakhirnya ibadah haji tahunan pada akhir Juni 2023. Menurut statistik Arab Saudi, sekitar 13,5 juta muslim menunaikan umrah pada tahun lalu.

    Gulf News turut melaporkan, Kerajaan Arab Saudi berencana menyambut 15 juta muslim untuk menunaikan umrah tahun depan. Sejumlah fasilitas diluncurkan untuk menarik kedatangan jemaah umrah dari berbagai negara.

    Pihak berwenang telah memperpanjang visa umrah dari 30 hari menjadi 90 hari. Pemegang visa tersebut diizinkan memasuki kerajaan melalui semua jalur darat, udara, dan laut serta berangkat dari bandara mana pun.

    Pemegang visa masuk selain umrah, seperti visa pribadi, kunjungan, dan wisata, juga diizinkan menunaikan ibadah haji kecil itu dan mengunjungi Raudhah, makam Nabi Muhammad SAW yang berada di Masjid Nabawi.

    Pendaftaran umrah dilakukan melalui aplikasi Nusuk.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com