Tag: vitamin a

  • 5 Asupan Pendongkrak Imun Saat Cuaca Serba Tak Menentu

    Jakarta

    Belakangan ini cuaca terasa cepat berubah. Siang bisa panas, lalu menjelang sore langit mendung dan hujan turun tiba-tiba. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Indonesia sedang berada dalam masa puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari.

    Saat kondisi seperti ini, tubuh biasanya lebih mudah terasa lelah dan imun bisa menurun. Karena itu, memilih makanan yang tepat menjadi salah satu cara sederhana agar tubuh tetap fit menghadapi perubahan cuaca.

    Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi udara yang lembab dan suhu yang lebih dingin dapat memengaruhi respons kekebalan tubuh. Salah satunya dipublikasikan di jurnal Nutrients tahun 2020, yang menjelaskan bahwa sistem imun cenderung melemah saat tubuh berada terlalu lama dalam lingkungan lembab dan dingin. Maka, pangan yang mendukung daya tahan tubuh bisa membantu menjaga kondisi agar tidak mudah sakit.


    Nutrisi untuk Daya Tahan Tubuh

    Beberapa asupan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh adalah sebagai berikut:

    1. Sayuran Hijau

    Bayam, kangkung, sawi, brokoli, dan jenis sayuran hijau lainnya mengandung vitamin A, vitamin C, folat, dan antioksidan yang penting untuk imunitas. Seratnya pun membantu menjaga kesehatan pencernaan, yang dikenal sebagai salah satu pusat sistem kekebalan tubuh. Studi dari Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics tahun 2019 menemukan bahwa pola makan yang kaya sayuran hijau berkaitan dengan fungsi imun yang lebih optimal. Untuk menjaga nutrisinya, sayuran bisa diolah dengan cara ditumis sebentar, dikukus, atau dijadikan sup.

    2. Jahe

    Jahe sudah lama digunakan sebagai bahan minuman atau bumbu masakan yang memberi sensasi hangat. Senyawa gingerol di dalamnya memiliki sifat antiinflamasi. Publikasi di Phytotherapy Research tahun 2021 menunjukkan bahwa gingerol dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman di tenggorokan serta mendukung respons imun tubuh. Jahe bisa dicampur ke dalam teh atau dibuat wedang jahe sederhana.

    3. Tinggi Protein

    Protein berperan dalam pembentukan dan perbaikan sel imun. Pilihan sumber protein yang mudah dijumpai seperti telur, tahu, tempe, ikan, atau ayam. Menurut studi dalam jurnal Nutrients tahun 2022, asupan protein yang cukup membantu tubuh merespons paparan patogen dengan lebih baik.

    4. Buah-buahan

    Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, jambu biji, dan stroberi mengandung vitamin C yang berperan dalam pembentukan sel imun. Studi tahun 2017 yang berjudul Vitamin C and Immune Function menyebutkan bahwa vitamin C membantu meningkatkan aktivitas sel fagosit yang berfungsi melawan patogen.

    5. Teh Hangat

    Teh mengandung polifenol dan katekin yang bersifat antioksidan. Penelitian di Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2019 menyebut bahwa katekin dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Mengonsumsi teh hangat juga membantu menjaga hidrasi tubuh dan memberi efek relaksasi.

    6. Probiotik

    Keseimbangan mikrobiota usus berpengaruh besar terhadap sistem imun. Probiotik dapat membantu meningkatkan produksi antibodi dan menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan. Pilihan yang mudah ditemukan antara lain yogurt plain, kefir, tempe fermentasi baik, atau kimchi.

    Jaga Pola Hidup Sehat

    Selain konsumsi makanan di atas, daya tahan tubuh yang kuat juga dibentuk dari kebiasaan sehari-hari.

    1. Penuhi Asupan Gizi Seimbang

    Usahakan makanan harian mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral dari berbagai jenis makanan. Pola makan yang beragam membantu tubuh memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga energi dan daya tahan.

    2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

    Sering mencuci tangan, membersihkan area rumah yang lembab, serta menjaga kebersihan alat makan dan minum dapat membantu menekan risiko penularan penyakit, terutama saat musim hujan.

    3. Tidur yang Cukup

    Tidur 7-8 jam setiap malam memberi waktu bagi tubuh untuk memulihkan jaringan dan menguatkan sistem imun. Tidur yang teratur membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun.

    4. Rutin Berolahraga

    Olahraga ringan seperti jalan cepat, peregangan, yoga, atau bersepeda dapat membantu memperlancar sirkulasi darah dan mendukung respons imun. Tidak perlu lama, yang penting konsisten.

    (mal/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Macam-macam Warna Sayuran dan Manfaatnya

    Jakarta

    Masing-masing buah dan sayur kalau dilihat punya warna yang unik. Ada yang merah, oranye, hijau, sampai ungu.

    Variasi warna pada buah dan sayur tidak hanya membuat makanan terlihat menarik, tapi ternyata juga memberi petunjuk mengenai kandungan gizinya. Tumbuhan secara alami membentuk pigmen warna sebagai cara melindungi diri dari cahaya, panas, hingga hama.

    Menariknya, pigmen yang membantu tumbuhan bertahan hidup ini justru memberi manfaat kesehatan ketika dikonsumsi manusia. Jadi, makin berwarna isi piring, makin beragam nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.


    1. Oranye

    Warna oranye pada wortel, labu, pepaya, dan ubi jalar menunjukkan adanya kandungan beta-karoten yang tinggi. Di dalam tubuh, beta-karoten diubah menjadi vitamin A menggunakan enzim khusus dalam usus dan hati, proses ini terjadi hanya saat tubuh membutuhkan.

    Uniknya tubuh tidak akan mengubah beta-karoten menjadi vitamin A lebih dari yang diperlukan. Inilah sebabnya pigmen oranye dari makanan lebih aman dibanding konsumsi vitamin A dosis tinggi dari suplemen yang berisiko memberi efek toksik pada hati.

    Studi ilmiah di jurnal Nutrients tahun 2021 menunjukkan bahwa beta-karoten meningkatkan kekebalan tubuh dan mendukung kesehatan retina mata.

    2. Merah

    Tomat, semangka, paprika merah, hingga jambu biji merah mendapatkan warnanya dari likopen, pigmen yang muncul intens ketika buah mencapai tingkat kematangan penuh di bawah sinar matahari. Pada tumbuhan, likopen melindungi jaringan buah dari kerusakan akibat paparan cahaya.

    Pada tubuh manusia, likopen bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas yang dapat merusak DNA sel. Senyawa ini adalah salah satu antioksidan yang aktif di jaringan lemak, terutama pada prostat, kulit, dan jantung.

    Konsumsi buah merah kerap dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular dan kulit yang lebih tahan terhadap paparan sinar UV. Menariknya, likopen lebih mudah diserap tubuh setelah dipanaskan. Jadi, sambal tomat rumahan atau sup tomat sebenarnya memiliki kandungan likopen lebih besar daripada tomat segar.

    Sementara stroberi, ceri, dan raspberry justru kaya antosianin merah, pigmen yang sensitif terhadap keasaman. Antosianin memperkuat struktur kolagen dan membantu pembuluh darah tetap elastis, sehingga mendukung tekanan darah yang stabil.

    3. Ungu

    Buah dan sayur seperti blueberry, anggur hitam, kol ungu, terong, dan ubi ungu kaya antosianin dalam bentuk yang lebih pekat. Semakin gelap warnanya, semakin tinggi konsentrasi antosianinnya. Pigmen ini terbentuk pada tanaman sebagai pelindung dari suhu dingin dan radiasi ultraviolet.

    Beda antosianin ungu dari merah adalah kemampuannya melintasi sawar darah-otak (Blood-Brain Barrier), ini terdapat pada penelitian yang terbit di Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2021. Itulah sebabnya konsumsi buah ungu dikaitkan dengan peningkatan memori, konsentrasi, dan menurunkan risiko penurunan fungsi otak seiring usia.

    4. Kuning

    Jagung, semangka kuning, dan nanas mengandung xanthophyll, pigmen karotenoid yang lebih stabil terhadap oksidasi. Buah dan sayur yang berwarna kuning juga banyak kandungan vitamin C.

    Pada manusia, xanthophyll seperti lutein dan zeaxanthin terfokus di retina bagian makula (titik pusat penglihatan). Hal ini yang membuat buah dan sayur kuning sangat penting untuk membantu mencegah degenerasi makula dan kelelahan mata akibat paparan cahaya dari gadget.

    Selain itu, nanas mengandung bromelain yang tinggi, yaitu enzim pemecah protein yang bisa meredakan pembengkakan jaringan yang sedang dialami. Bromelain tidak dimiliki oleh kelompok warna lainnya, menjadikan warna kuning unik karena selain perannya pada mata, juga baik untuk sistem pencernaan dan pemulihan otot setelah aktivitas berat.

    5. Hijau

    Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, sawi, kangkung, dan kale mendapatkan warnanya dari klorofil, pigmen utama fotosintesis yang membantu mengubah cahaya menjadi energi. Namun, warna hijau ini hampir selalu ada bersama folat, vitamin K, magnesium, dan sulfur.

    Senyawa sulfur inilah, terutama sulforaphane pada brokoli dan kale, yang memberikan manfaat detoksifikasi alami. Sulforaphane terbentuk ketika sayuran dihancurkan/dikunyah. Senyawa ini mengaktifkan gen yang membantu hati memecah zat-zat yang tidak diperlukan tubuh. Karena itu, sayuran hijau sangat identik dengan keseimbangan metabolisme dan daya tahan tubuh yang stabil.

    Vitamin K di sayuran hijau juga memainkan peran penting dalam mineralisasi tulang dan pembekuan darah, dua hal yang sering terlupakan tapi sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Jus untuk Diet yang Bikin Pagimu Menyegarkan

    Jakarta

    Salah satu faktor yang membuat diet efektif adalah olahraga dan pola makan yang benar. Salah satu yang mudah dan enak dikonsumsi adalah jus buah atau sayuran.

    Masing-masing buah dan sayuran mengandung nutrisi yang berbeda-beda. Kandungan yang baik untuk pelaku diet antara lain serat, mineral, vitamin, dan antioksidan.

    Terutama karena seratnya, jus buah dan sayuran bisa membuat perut kenyang sehingga dapat mengendalikan nafsu makan. Nutrisi penting lainnya juga membuat tubuh tetap tercukupi kebutuhannya.


    Apa saja jus buah dan sayur yang bagus untuk diet dan membuat pagi kamu jadi menyegarkan? Simak dalam artikel ini.

    Pilihan Jus Buah dan Sayur untuk Diet

    Dikutip dari Healthline, berikut daftar jus buah dan sayur untuk diet optimal dan menyegarkan diminum di pagi hari:

    1. Jus Wortel

    Wortel sering kali dimasak bersama sayuran lainnya. Rasanya yang agak manis membuatnya lebih disukai daripada sayuran hijau yang cenderung tawar maupun pahit.

    Selain dimasak, wortel juga enak diolah dengan cara dijus. Jus wortel mengandung serat yang tinggi sehingga perut menjadi tahan kenyang lebih lama, sehingga bisa mengendalikan nafsu makan.

    Terlebih wortel juga kaya vitamin A serta beta-karoten yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya adalah kesehatan mata.

    2. Jus Semangka

    Jus semangka juga nikmat diminum setelah berolahraga di pagi hari. Semangka yang rendah kalori membuat detikers tak perlu khawatir bobotnya akan naik.

    Semangka juga mengandung banyak air yang dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang, sehingga mencegah dehidrasi. Selain itu, perut juga akan terasa kenyang dan menunda lapar.

    Kandungan mikronutrien dalam semangka pun penting untuk tubuh, antara lain kalium, vitamin A, dan vitamin C.

    3. Jus Bayam

    Bayam tak hanya cocok dimasak menjadi sayur bening, bayam juga enak diolah sebagai jus. Jus bayam kaya akan serat dan rendah kalori.

    Sebuah studi menunjukkan jus sayuran seperti bayam dapat mengurangi risiko kenaikan berat badan. Kandungan antioksidan pada bayam juga dapat melindungi tubuh dari peradangan dan kerusakan akibat radikal bebas.

    4. Jus Buah Bit

    Buah bit mengandung nitrat yang baik untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan otot. Nitrat ini juga bagus untuk menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah agar sirkulasi menjadi lebih lancar.

    Kandungan kalori dari buah bit ini rendah dan kaya akan serat. Kombinasi ini tepat jika dikonsumsi oleh para pelaku diet.

    5. Jus Seledri

    Seledri biasanya hanya digunakan sebagai pelengkap masakan. Namun daun ini juga enak dibuat jus. Kalorinya yang sangat rendah membuatnya cocok buat detikers yang sedang diet.

    Beberapa studi menunjukkan bahwa makanan dan minuman rendah kalori dapat menunjang proses pembakaran lemak dan penurunan berat badan. Kandungan antioksidannya pun dapat mengurangi efek stres oksidatif dan melawan peradangan.

    Itulah tadi 5 jus untuk para pelaku diet yang cocok diminum saat pagi hari. Imbangi pola makan sehat ini dengan olahraga teratur agar diet dapat berjalan sukses.

    (bai/row)



    Sumber : health.detik.com

  • Bikin BB Cepat Turun, Sederet Jus Ini Cocok Dikonsumsi Bagi yang Sedang Diet

    Jakarta

    Memiliki bentuk tubuh ideal adalah impian dari hampir setiap orang. Selain menunjang penampilan, berat badan yang ideal juga dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah.

    Pola makan dan berolahraga merupakan dua hal yang menjadi kunci untuk penurunan berat badan. Selain itu, mengonsumsi beragam asupan sehat, seperti jus untuk diet, dapat mendukung keberhasilan program diet. Namun perlu diingat, jus yang dikonsumsi sebaiknya tidak ditambahkan dengan gula tambahan.

    Lantas, apa saja jus untuk diet agar cepat kurus? Berikut daftarnya.


    1.⁠ ⁠Jus Seledri

    Seledri memiliki kadar air yang cukup tinggi. Dikutip dari Healthline, lebih dari 95 persen dari sayuran ini terdiri atas air. Selain itu, seledri juga memiliki kalori yang rendah, menjadikannya makanan yang ideal bagi mereka yang sedang menurunkan berat badan.

    Tinjauan yang dipublikasikan pada 2023 menunjukkan konsumsi makanan dan minuman dengan densitas kalori yang rendah, seperti seledri, dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan berat badan.

    2.⁠ ⁠Jus Timun

    Dikutip dari NDTV, timun juga mengandung banyak air dan rendah kalori. Karenanya, mengonsumsi jus timun dapat membantu mengurangi asupan kalori harian dan mencapai defisit kalori.

    Serat yang terkandung dalam timun juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan melancarkan fungsi pencernaan.

    3.⁠ ⁠Jus Delima

    Selain lezat dan menyegarkan, jus delima juga dapat mendukung penurunan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2023 menemukan kandungan polifenol yang ada dalam jus delima memiliki efek yang dapat menekan nafsu makan. Dikutip dari Healthline, jus delima juga mengandung antioksidan yang berpotensi mengatasi peradangan dan mencegah risiko kanker tertentu.

    4.⁠ ⁠Jus Semangka

    Semangka juga termasuk buah rendah kalori yang cocok dikonsumsi untuk diet. Jus semangka juga mengandung antioksidan, vitamin A, vitamin C, dan kalium yang penting untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan.

    Semangka juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi, yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengendalikan nafsu makan.

    5.⁠ ⁠Jus Wortel

    Wortel mengandung karotenoid, senyawa pigmen yang memberikan warna pada wortel. Studi yang dilakukan pada 2020 menunjukkan konsumsi minuman yang kaya akan karotenoid dapat secara signifikan mengurangi lemak perut pada pria dengan obesitas.

    6.⁠ ⁠Jus Nanas

    Jus untuk diet cepat kurus berikutnya adalah jus nanas. Nanas mengandung enzim bromelain yang dipercaya dapat meningkatkan metabolisme protein dan pembakaran lemak.

    Bromelain juga dapat bekerja sama dengan enzim lain, seperti lipase, untuk mencerna lemak dan menekan nafsu makan. Nanas juga termasuk makanan katabolik, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna buah tersebut.

    7.⁠ ⁠Jus Pare

    Sekilas, jus pare memang terdengar tidak menggugah selera. Kendati demikian, jus ini memiliki efek penurun berat badan yang sayang dilewatkan oleh para pejuang diet.

    Dikutip dari NDTV, pare dapat merangsang hati memproduksi asam empedu yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak. Pare juga termasuk sayur yang rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi saat sedang mencoba menurunkan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Bikin BB Cepat Turun, Sederet Jus Ini Cocok Dikonsumsi Bagi yang Sedang Diet

    Jakarta

    Memiliki bentuk tubuh ideal adalah impian dari hampir setiap orang. Selain menunjang penampilan, berat badan yang ideal juga dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih rendah.

    Pola makan dan berolahraga merupakan dua hal yang menjadi kunci untuk penurunan berat badan. Selain itu, mengonsumsi beragam asupan sehat, seperti jus untuk diet, dapat mendukung keberhasilan program diet. Namun perlu diingat, jus yang dikonsumsi sebaiknya tidak ditambahkan dengan gula tambahan.

    Lantas, apa saja jus untuk diet agar cepat kurus? Berikut daftarnya.


    1.⁠ ⁠Jus Seledri

    Seledri memiliki kadar air yang cukup tinggi. Dikutip dari Healthline, lebih dari 95 persen dari sayuran ini terdiri atas air. Selain itu, seledri juga memiliki kalori yang rendah, menjadikannya makanan yang ideal bagi mereka yang sedang menurunkan berat badan.

    Tinjauan yang dipublikasikan pada 2023 menunjukkan konsumsi makanan dan minuman dengan densitas kalori yang rendah, seperti seledri, dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan berat badan.

    2.⁠ ⁠Jus Timun

    Dikutip dari NDTV, timun juga mengandung banyak air dan rendah kalori. Karenanya, mengonsumsi jus timun dapat membantu mengurangi asupan kalori harian dan mencapai defisit kalori.

    Serat yang terkandung dalam timun juga dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan melancarkan fungsi pencernaan.

    3.⁠ ⁠Jus Delima

    Selain lezat dan menyegarkan, jus delima juga dapat mendukung penurunan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2023 menemukan kandungan polifenol yang ada dalam jus delima memiliki efek yang dapat menekan nafsu makan. Dikutip dari Healthline, jus delima juga mengandung antioksidan yang berpotensi mengatasi peradangan dan mencegah risiko kanker tertentu.

    4.⁠ ⁠Jus Semangka

    Semangka juga termasuk buah rendah kalori yang cocok dikonsumsi untuk diet. Jus semangka juga mengandung antioksidan, vitamin A, vitamin C, dan kalium yang penting untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan.

    Semangka juga memiliki kandungan air yang cukup tinggi, yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengendalikan nafsu makan.

    5.⁠ ⁠Jus Wortel

    Wortel mengandung karotenoid, senyawa pigmen yang memberikan warna pada wortel. Studi yang dilakukan pada 2020 menunjukkan konsumsi minuman yang kaya akan karotenoid dapat secara signifikan mengurangi lemak perut pada pria dengan obesitas.

    6.⁠ ⁠Jus Nanas

    Jus untuk diet cepat kurus berikutnya adalah jus nanas. Nanas mengandung enzim bromelain yang dipercaya dapat meningkatkan metabolisme protein dan pembakaran lemak.

    Bromelain juga dapat bekerja sama dengan enzim lain, seperti lipase, untuk mencerna lemak dan menekan nafsu makan. Nanas juga termasuk makanan katabolik, sehingga tubuh akan membakar lebih banyak kalori untuk mencerna buah tersebut.

    7.⁠ ⁠Jus Pare

    Sekilas, jus pare memang terdengar tidak menggugah selera. Kendati demikian, jus ini memiliki efek penurun berat badan yang sayang dilewatkan oleh para pejuang diet.

    Dikutip dari NDTV, pare dapat merangsang hati memproduksi asam empedu yang dibutuhkan untuk metabolisme lemak. Pare juga termasuk sayur yang rendah kalori, sehingga cocok dikonsumsi saat sedang mencoba menurunkan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com