Tag: vulkanik

  • 4 Kelebihan Lantai Marmer yang Sering Dijuluki Batuan Mahal


    Jakarta

    Saat ini semakin banyak bangunan yang memakai bahan marmer terutama pada bagian lantai. Meskipun harganya lebih mahal daripada material lantai lainnya, banyak orang rela memasang marmer di rumahnya. Apa ya alasannya?

    Lantai marmer memiliki beberapa kelebihan, salah satunya bisa menambah nilai rumah. Sebelum mengetahui kelebihan dari batu satu ini, ketahui dulu apa itu marmer.

    Dilansir dari The Spruce, marmer merupakan batu alam yang asalnya dari batu kapur yang melalui proses metamorfosa yakni mendapat tekanan panas sehingga menjadi batu yang lebih keras dengan warna yang indah dan pola berurat. Batuan ini bisa didapatkan di beberapa pegunungan.


    Perlu diketahui, marmer berbeda dengan batu granit. Beberapa orang kerap menganggap keduanya sama karena tampilannya yang mirip, padahal keduanya sangat berbeda. Granit adalah batuan beku yang berasal dari magma vulkanik, bukan batuan sedimen berlapis. Dari segi tampilan, batu granit memiliki pola warna berkerikil atau berbintik, sedangkan marmer biasanya memiliki pola urat bergelombang.

    Marmer juga memiliki banyak kelebihan yang tidak ditemui pada jenis batuan alam lainnya, berikut di antaranya.

    1. Rumah akan Lebih Sejuk

    Marmer merupakan jenis batuan yang dapat mengurangi panas pada sebuah ruangan. Batuan ini tidak akan terpengaruh dengan berbagai sistem pemanas di bawah permukaan. Lantai akan tetap dingin meskipun diletakkan benda panas. Meskipun begitu, pemakaian marmer pada rumah yang berada di negara 4 musim tetap cocok karena lantai ini dapat mengalirkan rasa hangat dari penghangat.

    2. Punya Desain Unik pada Tiap Produk

    Salah satu daya tarik utama marmer adalah tampilannya yang mahal dan alami. Tiap produk marmer bisa memiliki warna dan pola yang berbeda-beda karena hal tersebut secara alami bukan dari kreasi manusia sehingga tidak mudah ditiru.

    3. Menambah Nilai Rumah

    Rumah yang memakai marmer bisa dihargai lebih mahal karena material bangunan yang dipakai juga tidak main-main. Lantai marmer dapat menambah kesan elegan dan nilai akan rumah tersebut. Nilainya yang mahal bukan tanpa alasan, pemasangannya saja perlu dilakukan oleh tenaga profesional karena marmer adalah bantuan yang memiliki bobot yang cukup berat. Meskipun berat, marmer adalah material yang rapuh sehingga harus hati-hati ketika memasangnya. Kemudian, perawatannya juga perlu hati-hati, jangan sampai tergores terlalu dalam.

    4. Lebih Nyaman Dipakai

    Terdapat dua jenis tampilan lantai marmer yakni yang telah dipoles dan tidak. Biasanya marmer yang telah dipoles akan memiliki warna yang mengkilap. Selain itu, permukaannya akan lebih licin. Jenis marmer yang mengkilap tidak disarankan dipakai di tempat yang basah seperti dapur dan kamar mandi karena bisa berbahaya.

    Efek kaca pada lantai juga bisa membuat tampilan rumah elegan dan terkesan bersih. Bahkan marmer yang berwarna gelap juga bisa memberikan kesan seperti itu.

    Itulah beberapa kelebihan lantai marmer. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Banyak yang Tahu, Pulau di Australia Ini Mayoritas Penduduknya Muslim


    Jakarta

    Di Australia terdapat Pulau Natal yang mayoritas penduduknya merupakan muslim. Tempat ini merupakan pulau kecil yang terletak di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Pulau Jawa, Indonesia.

    Meski berdekatan dengan Indonesia, Pulau Natal bukanlah bagian dari RI. Pulau tersebut memiliki ekosistem yang unik dengan ragam budaya serta sejarah.

    Gilad James melalui bukunya yang berjudul Pengantar Pulau Natal mencatat bahwa pada 2020, Pulau Natal dihuni oleh sekitar 1.800 manusia. Populasi pulai ini terdiri dari beragam etnis dengan mayoritas keturunan Tiongkok dan Melayu.


    Total luas Pulau Natal sekitar 135 kilometer persegi dan terbentuk dari aktivitas vulkanik. Dari segi geologi, Pulau Natal didominasi oleh bebatuan kapur yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa organisme laut seperti karang dan kerang selama jutaan tahun.

    Kenapa Dinamai Pulau Natal?

    Pulau Natal pertama kali diketahui keberadaannya oleh pelaut Eropa bernama Richard Rowe pada 1615. Pada hari Natal tahun 1643, Kapten William Mynors dari Royal Mary yang merupakan salah satu kapal kongsi dagang Inggris EIC melintas dan menamai pulau tersebut.

    Karena melewati pulau tersebut pada Hari Natal, maka pulau itu dinamakan Pulau Natal. Pada awal abad ke-17, Pulau Natal dimasukkan dalam peta navigasi Inggris dan Belanda.

    Lalu, pada 1666, Pulau Natal dimasukkan ke dalam peta yang diterbitkan kartografer Belanda, Pieter Goos.

    Mayoritas Penduduk Pulau Natal Adalah Muslim

    Meski penamaan pulau ini adalah Pulau Natal, mayoritas penduduknya beragama Islam. Ini disebabkan imigrasi yang terjadi sehingga pulau tersebut tidak memiliki penduduk asli.

    Warganya kebanyakan merupakan imigran yang bekerja di pulau tersebut dan berjuang untuk mendapatkan kewarganegaraan dari pemerintah Australia. Di antara para imigran itu, terdapat muslim yang akhirnya membawa pengaruh ajaran Islam.

    Mengutip dari laman Index Mundi, pada 2021 populasi muslim di Pulau Natal adalah 19,4 persen dari total penduduknya yaitu 1.402 jiwa. Sebagian besar dari mereka merupakan imigran beretnis Melayu, tetapi etnis tersebut bukan kelompok mayoritas.

    Jumlah tersebut membuat Islam menjadi agama mayoritas kedua di Pulau Natal. Seperti Indonesia dan Malaysia, di Pulau Natal juga terdapat banyak perayaan hari besar Islam yang digelar, seperti Idul Fitri dan Idul Adha yang bahkan masuk ke daftar hari libur.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com