Tag: wadah

  • 5 Barang yang Tidak Boleh Ditaruh di Kolong Kasur, Bisa Rusak!


    Jakarta

    Kolong kasur kerap menjadi tempat untuk menyimpan barang-barang yang tidak dipakai. Area itu menyediakan tempat kosong dan tersembunyi, sangat sempurna untuk menyimpan barang agar tidak terlihat berantakan.

    Walau demikian, tidak semua barang aman ditempatkan di kolong kasur. Beberapa barang justru akan rusak jika dibiarkan di bawah sana.

    Nah, berikut ini adalah barang-barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kolong kasur dilansir dari berbagai sumber.


    1. Dokumen Penting

    Dikutip dari The Spruce, organisator profesional Danica Carson menyarankan untuk jangan pernah menyimpan surat, kartu, maupun dokumen-dokumen berharga lainnya. Hal itu karena rentan dicuri.

    “Produk kertas merupakan makanan bagi serangga kecil, jadi jangan pernah simpan apa pun yang memiliki makna emosional atau finansial di bawah tempat tidur,” katanya.

    Apabila ingin menyimpan dokumen berharga, ia menyarankan untuk disimpan di brankas tahan api.

    2. Alat Elektronik

    Barang selanjutnya adalah alat elektronik. Sebab, debu-debu bisa menumpuk yang menyebabkan alat elektronik korosi, kepanasan, atau merusak sensor. Debu pada alat elektronik juga bisa meningkatkan risiko kebakaran.

    3. Sepatu

    Sebaiknya sepatu diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang bagus alih-alih di kolong kasur. Sebab, sepatu bisa bau dan menjadi tempat tinggal bakteri. Kalau mau menaruh sepatu di kolong kasur, tempatkan di dalam kontainer kedap udara terlebih dahulu.

    4. Bahan Kimia

    Barang selanjutnya adalah produk yang mengandung bahan kimia, misalnya bekas kaleng cat atau bahan pembersih. Sebab, wadah bisa bocor dan mengeluarkan asap serta mudah terbakar.

    5. Barang-barang yang Terbuat dari Kulit

    Dilansir dari Ideal Home, sebaiknya jangan menyimpan barang-barang yang terbuat dari kulit di kolong kasur. Hal itu bisa menyebabkan kerusakan.

    “Lingkungan yang kering dan berdebu di bawah tepat tidur dapat mengeringkan dan menyebabkan kerusakan pada bahan alami seperti kulit,” ujar organisator profesional dari KonMari Consultant Sue Spencer.

    Agar barang-barang yang disimpan di kolong kasur bisa tetap aman, sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah terlebih dahulu untuk mencegah debu menumpuk dan merusak barang tersebut. Namun, jangan lupa juga untuk diangin-anginkan agar tetap terkena udara dan tidak bau.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Sarang Semut di Rumah? Atasi dengan 5 Bahan Alami Ini


    Jakarta

    Semut merupakan serangga kecil yang tidak mengancam manusia. Meski begitu, jika semut sudah memiliki sarang di dalam rumah bisa saja mengganggu kenyamanan penghuninya.

    Sarang semut di dalam rumah biasanya terletak secara tersembunyi, biasanya terdapat di celah dinding, lantai, atau di bawah lemari. Terkadang, pemilik rumah juga tak sadar kalau ada sarang semut di dalam tempat tinggalnya.

    Jika menemukan sarang semut, cara mengatasinya tak cukup dengan menutup atau menghancurkannya. Sebab, koloni semut masih dapat berpindah tempat selagi sang ratu semut masih hidup.


    Apabila kehadiran semut di dalam rumah sudah cukup mengganggu, sudah saatnya untuk segera diatasi. Kamu pun bisa mengatasi sarang semut dengan sejumlah bahan alami. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Atasi Sarang Semut dengan Bahan Alami

    Sejumlah pakar membagikan berbagai tips untuk mengatasi sarang semut di rumah dengan bahan alami. Dikutip dari Better Homes & Gardens, Rabu (16/7/2025), berikut cara-caranya:

    1. Cuka Putih

    Cuka putih dapat digunakan untuk membasmi sarang semut. Bau cuka yang menyengat serta sifatnya yang asam sangat tidak disukai semut sehingga mereka akan menghindar.

    Cukup campurkan satu sendok makan ke dalam wadah berisi air, lalu aduk hingga merata. Kemudian tuang larutan cuka ke dalam botol semprot dan semprotkan ke sarang semut. Kamu juga dapat menyemprotkan cairan ini ke jalur semut sehingga mereka tidak akan melewatinya lagi.

    2. Kulit Jeruk Lemon

    Kulit jeruk lemon yang tidak terpakai sebaiknya jangan langsung dibuang karena bisa dimanfaatkan untuk membasmi semut. Cukup taburkan kulit jeruk ke dekat sarang semut dan biarkan semut tersebut keluar karena tidak kuat mencium aroma yang menyengat.

    3. Minyak Pepermin

    Cara berikutnya adalah menggunakan minyak pepermin. Harry Peters yang bekerja di Tidy Choice mengatakan aroma dari minyak pepermin dapat mengusir semut dari sarangnya. Minyak ini juga efektif untuk membasmi serangga lain, seperti lalat dan nyamuk.

    “Minyak pepermin dapat digunakan di dalam rumah atau kebun untuk mencegah hama yang tidak diinginkan masuk ke rumah Anda,” kata Harry.

    Kamu dapat mencampur minyak pepermin dan air, lalu dituang ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan ke sarang semut di dalam rumah hingga serangga kecil itu keluar.

    4. Kayu Manis

    Sejumlah penelitian menunjukkan kayu manis memiliki senyawa yang disebut trans-cinnamaldehyde yang efektif mengusir semut. Caranya cukup meletakkan bubuk kayu manis di sekitar sarang semut, lalu biarkan mereka keluar dari sarangnya karena tidak kuat menghirup aroma yang menyengat.

    5. Garam

    Satu lagi bahan alami yang dapat digunakan untuk membasmi sarang semut di rumah, yakni menggunakan garam. Taburkan garam di sekitar sarang semut dalam jumlah banyak agar efektif mengusir serangga kecil tersebut. Kamu juga bisa menggunakan semprotan larutan garam untuk membasmi sarang semut.

    Itu dia lima bahan alami yang dapat digunakan untuk membasmi sarang semut di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Gatal Usai Mandi? Bisa Jadi Gara-Gara Toren Air Berlumut


    Jakarta

    Toren atau disebut juga tandon air merupakan alat yang berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Toren air dapat ditemukan dengan mudah di banyak rumah penduduk.

    Penggunaan toren air dapat memudahkan masyarakat untuk memperoleh air bersih. Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut sehingga yang keluar justru air kotor dan berwarna hijau.

    Kualitas air tersebut tentu tidak bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Jika air tetap digunakan maka bisa memicu penyakit seperti kulit gatal-gatal dan gangguan saluran pencernaan. Mau tak mau kamu harus membersihkan toren air dari sisa-sisa lumut yang menempel.


    Sebagai pemilik rumah, penting juga untuk mengetahui sejumlah penyebab toren air menjadi berlumut. Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Penyebab Toren Air Berlumut

    Adanya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut sejumlah penyebab toren air berlumut:

    1. Sinar Matahari

    Toren air yang terpapar sinar matahari secara langsung bisa memicu lumut. Pada umumnya, banyak warga yang menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung, sehingga tak heran kalau ditumbuhi lumut seiring waktu.

    Solusi dari masalah ini adalah memasang pelindung toren agar tidak terpapar sinar matahari. Kamu juga bisa memilih tandon air berwarna gelap agar dapat menghalangi cahaya masuk ke dalam toren.

    2. Air Baku yang Kotor

    Jika air yang digunakan untuk mengisi toren punya kualitas buruk, maka lumut dapat tumbuh di dalamnya. Hal ini karena air mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

    Bahkan, air bersih pun juga bisa menyebabkan tandon jadi berlumut karena ada beberapa partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Solusinya adalah dengan rutin menguras toren minimal 3-4 bulan sekali.

    3. Udara Lembap

    Udara lembap juga menjadi pemicu tumbuhnya lumut di dalam toren. Ditambah lagi jika posisi toren berada di bawah sinar matahari langsung, maka lumut dapat tumbuh dengan cepat.

    Demi mencegah tandon air berlumut di kemudian hari, sebaiknya dilakukan pengecekan secara berkala. Selain itu, pastikan toren air sudah ditutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang bisa masuk ke dalam.

    Demikian tiga penyebab toren air di rumah jadi berlumut. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bunga Es di Freezer Bikin Jengkel, Begini Cara Cegahnya!


    Jakarta

    Freezer punya fungsi penting dalam lemari es, yakni untuk membekukan bahan makanan. Namun, seiring penggunaan terkadang muncul bunga es yang dapat memenuhi freezer.

    Hadirnya bunga es di freezer tentu bikin kesal karena dapat mengganggu proses penyimpanan bahan makanan. Lapisan es yang tebal dan keras membuat freezer jadi sempit. Selain itu, freezer juga harus bekerja lebih keras untuk membekukan makanan.

    Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya bunga es di freezer. Selain itu, penting juga untuk melakukan beberapa pencegahan agar freezer tak muncul kembali. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Bunga Es Muncul di Freezer

    Ada sejumlah faktor yang memicu timbulnya bunga es di freezer. Dilansir situs Ideal Home, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Sering Buka Pintu Kulkas

    Bunga es terbentuk saat udara hangat dan lembap masuk ke freezer. Kemudian pintu freezer yang sering dibuka-tutup memungkinkan udara hangat masuk, sehingga freezer akan mengembun dan membeku.

    Maka dari itu, sebaiknya jangan terlalu sering membuka pintu kulkas tanpa alasan yang jelas, misalnya karena iseng atau penasaran. Bukalah pintu kulkas ketika memang ingin mengambil makanan dan jangan dibuka terlalu lama.

    2. Cara Menyimpan Makanan Kurang Tepat

    Penyebab lainnya karena makanan yang disimpan di dalam kulkas tidak tertutup rapat. Misalnya, menyimpan makanan hangat dan dibiarkan terbuka dapat menambah kelembapan di dalam freezer.

    Untuk itu, pastikan menyimpan makanan dalam wadah tertutup dan adem sebelum dimasukkan ke freezer. Selain itu, jangan mengisi freezer terlalu penuh agar sirkulasi udara tetap lancar sehingga mencegah pembentukan bunga es.

    3. Pintu Freezer Tidak Tertutup Rapat

    Pintu freezer yang tidak tertutup rapat menyebabkan udara hangat masuk ke dalam dan memicu pembentukan bunga es. Sebagai bentuk pencegahan, kamu perlu menutup pintu freezer dengan rapt serta mengecek keandalan segel pintu lemari es.

    4. Termostat Rusak

    Termostat berfungsi mengatur suhu freezer agar tetap stabil. Apabila termostat tidak berfungsi dengan baik, maka suhu dingin akan meningkat dan memicu terbentuknya bunga es. Jadi, pastikan suhu freezer sesuai dengan rekomendasi produsen.

    Cara Mencegah Bunga Es di Freezer

    Munculnya bunga es di freezer dapat dicegah dengan sejumlah cara. Dilansir situs Beko, berikut cara-caranya:

    1. Simpan Makanan dengan Benar

    Ketika makanan didinginkan di dalam freezer, penting untuk menyimpannya dengan benar. Jika makanan disimpan dalam kondisi hangat dan terbuka maka bisa menambah kelembapan dan memicu bunga es.

    Untuk mencegahnya, pastikan kamu menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat. Kamu juga bisa menyimpan makanan dengan dibungkus plastik yang rapat untuk mencegah kelembapan.

    2. Jangan Bukan Pintu Kulkas Terlalu Sering

    Cobalah untuk mulai berhenti membuka pintu kulkas terlalu sering tanpa tujuan yang jelas. Jika memang akan membuka pintu kulkas hingga berkali-kali, pastikan tidak dibuka terlalu lama atau lebar-lebar agar udara hangat dari luar tidak masuk ke dalam freezer.

    3. Cek Segel Pintu Lemari Es

    Selain itu, periksa bagian segel pintu lemari es untuk mengecek apakah ada celah di antara pintu dan kabinet. Jika pintu kulkas tidak tertutup rapat, coba bersihkan segel dengan kain lembut atau spons dan air hangat.

    Hindari penggunaan produk pembersih abrasif karena dapat merusak segel. Jika ditemukan segel mulai longgar atau retak, segera diperbaiki atau diganti dengan yang baru.

    Demikian cara mencegah bunga es muncul kembali di freezer. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Bersihkan Freezer Agar Bunga Es Nggak Numpuk



    Jakarta

    Freezer di rumah sering kali luput dari perhatian. Karena jarang dibuka dan tak terlihat kotor secara langsung, banyak penghuni rumah yang menunda-nunda membersihkannya. Padahal, jika dibiarkan, freezer bisa jadi sarang bunga es, tumpukan makanan, dan sisa-sisa noda makanan yang sulit dihilangkan.

    Freezer yang penuh bunga es bukan hanya mengurangi efisiensi pendinginan, tapi juga bisa mengganggu kapasitas penyimpanan dan menurunkan kualitas makanan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara membersihkan freezer dengan benar dan mudah dilakukan di rumah.

    Dilansir dari Southern Living, berikut ini adalah panduan lengkap membersihkan freezer agar lebih bersih dan bebas bunga es:


    1. Kosongkan Isi Freezer

    Langkah pertama, kosongkan seluruh isi freezer. Simpan bahan makanan di dalam cooler atau wadah berpendingin sementara agar tetap segar. Jangan lupa sortir makanan-buang yang sudah kedaluwarsa atau rusak.

    2. Cabut Aliran Listrik dan Biarkan Es Mencair

    Setelah freezer kosong, cabut colokan listrik dan biarkan suhunya naik perlahan ke suhu ruangan. Proses ini akan mencairkan bunga es yang menempel di dinding freezer secara alami. Hindari mengerok es dengan benda tajam karena bisa merusak permukaan freezer.

    3. Bersihkan Permukaan Freezer

    Gunakan kain bersih dan larutan sabun untuk membersihkan permukaan dalam freezer. Jika terdapat noda membandel atau bekas tumpahan, gunakan sikat gigi bekas untuk menjangkau celah kecil.

    Setelah itu, lap kembali dengan kain kering atau biarkan hingga benar-benar kering. Untuk hasil yang lebih higienis, semprotkan cairan disinfektan yang mengandung cuka atau gunakan tisu basah antibakteri.

    4. Bersihkan Bagian Pembuat Es

    Jangan lewatkan bagian pembuat es, terutama jika freezer Anda dilengkapi fitur ice maker. Lepaskan komponen yang bisa dilepas, bersihkan menggunakan metode yang sama, lalu pasang kembali setelah kering.

    Pastikan juga filter air (jika ada) bersih dan terpasang dengan benar untuk menjaga kualitas es yang dihasilkan.

    Dengan rutin membersihkan freezer setidaknya setiap 3-6 bulan, Anda bisa menjaga kualitas penyimpanan makanan sekaligus memperpanjang umur pakai freezer. Selain itu, freezer yang bersih akan bekerja lebih efisien dan hemat listrik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menyimpan Bumbu Dapur agar Tidak Mengundang Semut


    Jakarta

    Salah satu tempat yang sering didatangi semut adalah dapur. Di tempat ini banyak sekali sumber makanan dan tempat berlindung yang cocok untuk kawanan semut.

    Di sisi lain, hal ini menjadi masalah bagi penghuni rumah karena bahan dapur hingga makanan yang disimpan di sana tidak lagi higienis.

    Tenang, ada cara untuk mencegah semut mendekat ke dapur dan tidak menyentuh bumbu dapur. Dilansir The Spruce berikut caranya.


    1. Simpan Makanan dengan Benar

    Cara agar bumbu dapur aman dari semut adalah cara penyimpanannya harus benar. Meskipun tersimpan aman di dalam lemari, tempatkan makanan ke dalam wadah tertutup agar semut tak bisa menjangkaunya.

    2. Singkirkan Sumber Kelembapan

    Selain menjauhi sumber makanan semut, lingkungannya juga harus tetap bersih dan tidak boleh lembap terlalu lama. Area yang lembap merupakan tempat yang disukai oleh semut. Jaga area dapur agar tetap kering. Setelah selesai memasak, segera bersihkan area dapur dari tumpahan air, baik di meja, maupun lantai.

    3. Gunakan Pengusir Semut Alami

    Dapur merupakan tempat yang harus selalu bersih dan higienis. Sebaiknya tidak banyak bahan kimia karena khawatir dapat masuk ke makanan. Oleh karena itu, untuk mengusir semut atau hewan lain, sebaiknya memakai bahan-bahan yang alami. Ada lho bahan alami yang dibenci semut dan membuat mereka enggan mendekat di antaranya minyak peppermint, jeruk, kayu manis, bubuk kopi, cabai rawit, dan cuka.

    4. Tutup Akses Masuk Semut

    Terakhir yang tak kalah penting adalah menutup akses masuk semut ke dalam rumah. Tubuhnya yang kecil bisa masuk melalui celah-celah kecil seperti retakan pada dinding dan lantai. Jadi perlu dicari dengan cermat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak


    Jakarta

    Kecoak kerap kali masuk rumah untuk mencari sumber makanan. Kehadiran kecoak sangat dibenci penghuni rumah karena tubuhnya yang kotor dan bentuknya mengerikan.

    Kecoak mengandung banyak bakteri sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Bayangkan kalau makanan sampai dihinggapi kecoak, tentu akan mengganggu kesehatan penghuni rumah yang mengonsumsi.

    Oleh karena itu, penghuni harus menyimpan makanan dengan benar agar tidak mengundang kecoak. Simak kesalahan penyimpanan makanan yang dapat menarik kecoak.


    Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak

    Inilah beberapa cara penyimpanan makanan yang perlu dihindari supaya tak ada kecoak.

    1. Wadah Makanan Tidak Tertutup Rapat

    Dilansir dari HiCare, makanan yang disimpan dalam wadah terbuka atau tidak tertutup rapat rawan didatangi kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah serangan kecoak.

    2. Tidak Bersihkan Tempat Makanan

    Sisa dan tumpahan makanan di kabinet dapur sangat menarik bagi kecoak. Apalagi kabinet gelap dan lembap sehingga cocok buat kecoak bersembunyi. Pastikan untuk rajin mengatur dan membersihkan kabinet untuk mencegah kecoak.

    3. Tempat Penyimpanan Makanan Lembap

    Kecoak menyukai tempat tinggal yang lembap, misalnya di kabinet dapur. Penghuni rumah perlu menghilangkan kelembapan agar mereka sulit bertahan hidup. Salah satu caranya dengan menyimpan gel silika untuk menyerap kelembapan di kabinet.

    4. Kabinet Berlubang

    Dikutip dari situs EPA, kecoak bersembunyi di tempat tertutup, misalnya kabinet dapur. Nah, terkadang ada celah atau lubang yang bisa menjadi akses masuk kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan di tempat yang tidak ada celah dengan menutup lubang atau celah kabinet.

    Itulah beberapa kesalahan dalam menyimpan makanan sehingga mengundang kecoak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghindari Kerusakan Plafon karena Bocor



    Jakarta

    Hal yang paling dikhawatirkan saat musim hujan adalah rumah bocor. Rumah bocor bisa disebabkan karena genteng pecah atau plafon yang rusak.

    Tak semua orang mengecek apa penyebab kebocoran rumah, apakah karena plafon atau genteng. Mereka baru sadar atap dan plafon bocor ketika hujan sudah turun.

    Pada akhirya, si pemilik rumah harus merogoh kocek dalam untuk memperbaiki plafon yang rusak demi bocor tak terulang. Oleh karena itu, ada baiknya mencegah hal itu terjadi. Bagaimana caranya? Simak informasi ini selengkapnya


    Tips Memperbaiki Atap atau Plafon

    Untuk memperbaiki atap atau plafon yang bocor, diperlukan langkah yang tepat agar pekerjaan menjadi efektif. Dilansir dari Detik Properti, berikut adalah tips untuk memperbaiki plafon yang rusak:

    1. Identifikasi Kebocoran

    Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memperbaiki plafon yang rusak adalah mengidentifikasi masalah kebocoran. Cari tahu penyebab kebocoran untuk mengetahui lokasi yang harus diperbaiki. Selain karena air hujan, kebocoran plafon juga bisa diakibatkan oleh pipa atau AC yang mengalami kebocoran, sehingga air merembes ke dinding dan plafon.

    2. Segera Perbaiki Kebocoran

    Apabila masalahnya sudah diidentifikasi, segeralah memperbaiki kebocoran tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, kebocoran akan terus membesar dan berisiko merusak rumah secara keseluruhan.

    Tips Mencegah Plafon Bocor

    Jika atap rumah sudah rusak, biaya perbaikannya bisa sangat besar. Untuk menghindari pengeluaran besar, diperlukan tindakan pencegahan agar plafon tidak mudah bocor. Dilansir dari Detik Properti, berikut ini adalah tips untuk mencegah plafon rumah agar tidak bocor:

    1. Bersihkan Talang Air

    Salah satu cara untuk menghindari plafon bocor adalah dengan membersihkan talang air. Air hujan yang tergenang di atap akan membuat atap menjadi mudah bocor. Oleh karena itu, diperlukan talang air yang berfungsi mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah penampungan.

    Pastikan talang air tidak tersumbat oleh daun, ranting, atau kotoran lainnya agar air dapat mengalir dengan lancar dan mencegah plafon bocor.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Jika Anda menemukan atap yang sudah mulai rusak, segera ganti dengan yang baru agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.

    3. Lapisi Area yang Rawan

    Area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding, harus segera dilapisi dengan bahan kedap air. Gunakan semen anti-air dan cat waterproof pada dinding rumah untuk perlindungan ekstra.

    4. Pangkas Ranting Pohon yang Mengganggu

    Pohon besar dengan ranting yang menyentuh atap rumah dapat berbahaya. Saat hujan lebat atau badai, ranting besar berisiko patah atau tumbang, yang dapat merusak atap rumah. Untuk mencegah hal ini, pangkaslah ranting-ranting pohon yang lebat dan besar secara berkala.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ahli Ingatkan Jangan Taruh 3 Barang Ini di Atas Mesin Cuci, Bahaya!


    Jakarta

    Menaruh barang di atas mesin cuci terkadang dilakukan dengan alasan lebih efisien. Namun, tidak semua barang bisa ditaruh di atas mesin cuci.

    Bahkan, Presiden di Mr. Appliance Glenn Lewis mengingatkan untuk tidak menaruh apa pun di atas mesin cuci maupun mesin pengering. Salah satu alasannya karena ribet harus memindahkan barang-barang ketika mesin cuci mau digunakan.

    “Jangan menaruh apa pun di atas mesin cuci dan pengering. Mesin cuci dan pengering tidak dirancang untuk menyimpan barang, dan Anda dapat merusak produk yang disimpan dan peralatannya sendiri,” katanya, dikutip dari Homes & Gardens, Senin (11/8/2025).


    Ada juga beberapa barang yang benar-benar tidak boleh ditaruh di atas mesin cuci. Apa saja itu? Berikut ini informasinya.

    Barang-barang yang Berat

    Ahli laundry dan pembersihan sekaligus CEO AspenClean, Alicia Sokolowski, menyarankan untuk jangan pernah menyimpan barang berat seperti keranjang cucian maupun wadah penyimpanan di atas mesin cuci maupun pengering. Barang tersebut bisa memberikan tekanan pada mesin yang berpotensi merusak tutup mesin cuci. Selain itu, jika barang-barang terjatuh bisa merusak mesin atau melukai seseorang.

    Cairan Pembersih dengan Bahan Kimia Keras

    Kadang-kadang cairan pembersih kerap ditaruh di atas mesin cuci karena lebih mudah digapai. Namun sebaiknya hal ini tidak dilakukan apalagi jika mengandung bahan kimia keras karena bisa merusak permukaan mesin hingga mengeluarkan asap berbahaya apabila cairan saling tercampur.

    “Sebaliknya, simpan perlengkapan pembersih Anda di lemari yang berventilasi baik, sebaiknya terkunci dan jauhkan dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan – idealnya jangan langsung di atas mesin untuk menghindari tetesan,” kata Alicia.

    Bahan yang Mudah Pecah

    Sebaiknya tidak menaruh barang yang mudah pecah di atas mesin cuci. Barang tersebut sebaiknya disimpan di dalam rak yang kokoh dan mudah diakses.

    Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak ditaruh di atas mesin cuci.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Buang! Ini Cara Kelola Sampah Rumah Tangga dengan Benar


    Jakarta

    Penghuni rumah biasanya memproduksi dan membuang sampah setiap hari. Sampah tersebut setelah dibuang akan diangkut oleh petugas sampah, lalu berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo Gulang Winarno pernah mengatakan banyak orang belum mengelola sampah rumah tangga dengan optimal. Padahal langkah ini penting buat lingkungan dan menguntungkan bagi penghuni rumah.

    “Sampah itu kalau tidak dikelola dengan baik, akhirnya akan mengganggu terkait kesehatan, (lalu lintas) transportasi, (dan) ekosistem. Kalau dikelola dengan baik, (sampah) tidak akan mengganggu (aktivitas) dan juga akan menambah nilai produktif,” ujar Gulang kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Lalu, bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Mengelola Sampah Rumah Tangga

    Inilah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola sampah dengan benar di rumah.

    1. Mengurangi Produksi Sampah

    Penghuni bisa mulai mengelola sampah dengan mengurangi produksinya. Penghuni dapat beralih dari barang sekali pakai agar sampah tidak cepat menumpuk. Dengan begitu, penghuni mengurangi beban sampah yang perlu dikelola.

    “Untuk mengurangi sampah juga, menggunakan alat-alat yang sekiranya dapat digunakan kembali. Jadi bukan plastik tapi yang nanti bisa digunakan untuk beberapa kali. Tidak sekali pakai terus dibuang,” ucapnya.

    2. Membuang Sampah pada Tempatnya

    Pastikan untuk membuang sampah pada tempatnya. Jangan asal buang sampah ke pinggir jalan, taman, atau sungai. Sebaiknya penghuni menyediakan beberapa tempat sampah sesuai kategori di rumah.

    “Di setiap rumah tangga itu ada tempatnya sendiri-sendiri, organik, non organik, dan B3 itu kita tempatkan (dan) tandain. Kalau kita memiliki kesadaran membeli tempat sampah yang terpilah tersebut,” imbuhnya.

    3. Memilah Sampah sesuai Kategori

    Buanglah sampah dengan memilahnya berdasarkan kategori. Umumnya, penghuni rumah hanya perlu memisahkan antara sampah organik, non organik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun).

    Gulang menyebutkan sampah organik antara lain sisa makanan dan dedaunan. Lalu, sampah non organik seperti benda yang terbuat dari plastik, kertas, karton, atau kaleng.

    4. Mengompos Sampah Organik

    Sampah organik yang sudah dipisahkan dapat diolah menjadi pupuk. Hal ini membantu mengurangi sampah organik yang dibuang ke TPA.

    Caranya dengan memasukkan sampah organik ke komposter atau wadah penyimpan sampah organik yang tertutup. Sampah tersebut akan menjadi pupuk setelah beberapa hari dibiarkan.

    “Yang (sampah) organik bisa buat pupuk setidaknya buat tanaman kita sendiri di pekarangan rumah,” katanya.

    5. Menjual Sampah Bernilai

    Penghuni bisa menghasilkan cuan dari mengelola sampah, lho. Ada beberapa sampah non organik yang punya nilai jual seperti botol plastik, kaleng, dan kertas. Penghuni dapat menjual sampah tersebut ke bank sampah.

    “Sampah itu sebenarnya bisa menghasilkan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga. Walaupun hal itu cuman sedikit, kalau dijual satu bulan juga menambah nilai atau membantu keuangan rumah tangga,” tuturnya.

    Itulah cara mengelola sampah rumah tangga. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com