Tag: wallcovering

  • Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Wallcovering dan Wallpaper


    Jakarta

    Penggunaan wallcovering tengah menjadi tren di sejumlah masyarakat untuk mempercantik interior rumah. Namun, masih banyak yang mengira jika wallcovering dan wallpaper adalah sama.

    Meski sama-sama digunakan untuk menutup dinding, tapi ternyata wallcovering dan wallpaper memiliki perbedaan cukup banyak. Singkatnya, bahan yang digunakan pada wallcovering lebih premium daripada wallpaper.

    Selain itu, masih ada sejumlah perbedaan lain antara wallcovering dan wallpaper. Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Pengertian Wallcovering dan Wallpaper

    Sebelum mengetahui perbedaan antara wallcovering dan wallpaper, sebaiknya ketahui dulu definisinya masing-masing. Dilansir situs Tectonics, berikut penjelasannya:

    Apa Itu Wallpaper?

    Wallpaper merupakan kertas berlapis yang dapat menempel di dinding. Pada umumnya, wallpaper diterapkan pada dinding interior rumah agar terlihat lebih rapi dan estetis.

    Biasanya wallpaper memiliki lebar antara 52-75 cm. Wallpaper terbuat dari material kertas atau vinyl tipis dengan motif dan warna tertentu. Pemasangannya juga cukup mudah karena hanya membutuhkan lem perekat agar menempel di dinding.

    Apa Itu Wallcovering?

    Wallcovering juga digunakan untuk menutup dinding ruangan. Namun, bahan yang digunakan cenderung lebih premium daripada wallpaper. Umumnya bahan yang digunakan adalah vinyl tebal, kain, serat alami, atau material sintetis dengan ukuran antara 75-140 cm.

    Wallcovering lebih cocok digunakan untuk penggunaan komersial, seperti ruang kantor, rumah sakit, atau kamar hotel. Meski begitu, banyak produsen wallcovering yang menyediakan produk untuk rumah.

    Perbedaan Wallcovering dan Wallpaper

    Agar tidak bingung dalam membedakan wallcovering dengan wallpaper, simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Material

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perbedaan paling jelas terletak pada materialnya. Wallpaper menggunakan bahan kertas atau vinyl tipis, sedangkan wallcovering memakai vinyl tebal, kain, material sintetis, dan serat alami.

    2. Daya Tahan

    Wallcovering disebut memiliki daya tahan yang lebih baik daripada wallpaper. Dengan material yang premium, wallcovering dapat bertahan hingga 10-15 tahun, sedangkan wallpaper umurnya hanya 3-5 tahun saja.

    Di sisi lain, wallcovering juga tahan terhadap air, api, kelembapan, tidak mudah sobek, dan anti bakteri. Sementara wallpaper akan mudah rusak jika terkena air dan suhu lembap. Apalagi jika terpapar api, tentu langsung hangus tak tersisa.

    3. Pemasangan

    Wallpaper cenderung lebih mudah dipasang pada dinding rumah karena hanya membutuhkan lem perekat khusus dinding. Sebaliknya, pemasangan wallcovering harus dilakukan oleh tenaga ahli karena menggunakan bahan khusus agar bisa merekat di dinding.

    “Kekurangan dari wallcovering terletak pada pemasangannya. Meskipun luas area yang dicakup lebih luas dan jumlah sambungannya lebih sedikit, tapi wallcovering perlu dipasang secara profesional dan harus mengikuti panduan produsen secara tepat,” kata Paul Walden, spesialis wallcovering interior di Inggris dan Eropa.

    4. Harga

    Perbedaan paling nyata antara wallcovering dan wallpaper terletak di harganya. Penggunaan material premium membuat harga wallcovering jauh lebih mahal ketimbang wallpaper.

    Dari pantauan detikProperti di sejumlah e-commerce, Kamis (31/7/2025), harga 1 roll wallcovering vinyl dibanderol sekitar Rp 5-8 jutaan. Sedangkan harga 1 roll wallpaper kualitas premium dibanderol Rp 20-80 ribuan. Sebagai catatan, harga bisa berbeda-beda tergantung dari bahan dan ukurannya.

    Demikian perbedaan antara wallcovering dan wallpaper. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Selain Terlihat Indah, Ini Keuntungan Pasang Wallcovering di Rumah


    Jakarta

    Ada banyak cara agar interior rumah terlihat cantik dan estetis, salah satunya dengan memasang wallcovering. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tak tahu keuntungan pasang wallcovering di dalam rumah.

    Bahkan, sebagian orang masih mengira jika wallcovering dan wallpaper adalah sama, padahal keduanya memiliki perbedaan. Singkatnya, wallcovering menggunakan bahan premium seperti vinyl tebal, kain, dan material sintetis, sedangkan wallpaper menggunakan lapisan kertas atau vinyl tipis.

    Bagi kamu yang sedang membangun atau merenovasi rumah dan berencana menggunakan wallcovering pada ruangan, simak dulu sejumlah kelebihannya dalam artikel ini.


    Keuntungan Pasang Wallcovering di Rumah

    Sales marketing J. Josephson Sebastian mengatakan memasang wallcovering tak sekadar untuk estetika. Ada sejumlah keuntungan jika memasang wallcovering pada interior rumah, yaitu:

    1. Mudah Dibersihkan

    Bahan premium yang digunakan pada wallcovering tak hanya indah dipandang dan nyaman dipegang, tapi juga mudah dibersihkan. Sebastian menyebut wallcovering sangat mudah dibersihkan dari noda atau kotoran seperti debu, tumpahan saus, atau sisa makanan yang menempel.

    “Sangat mudah dirawat dan dibersihkan. Jika ketumpahan saus, jus jeruk, hingga apa pun yang mengenai wallcovering, kamu cukup mengelapnya dengan kain kering atau tisu, dan tidak ada lagi noda tersisa,” kata Sebastian kepada wartawan dalam acara Goodrich Lifestyle Fest 2025, Kamis (31/7/2025).

    Jika tidak menggunakan wallcovering, noda atau kotoran yang menempel di dinding terkadang sulit dihilangkan. Seiring waktu, cat dinding juga akan kusam sehingga perlu dicat ulang agar ruangan terlihat kembali cantik.

    2. Desain yang Menarik

    Bagi kamu yang suka desain estetis dan menarik mata, Sebastian menyarankan agar memasang wallcovering di rumah. Ada banyak desain dan motif yang menarik dan cocok untuk berbagai konsep hunian, mulai dari minimalis, modern, atau Scandinavian.

    “Desain wallcovering sangat menarik karena mengikuti perkembangan tren. Contohnya wallcovering motif garis-garis yang sempat populer sekitar 15-20 tahun lalu, tapi kini populer lagi dan mendapat sentuhan baru sehingga lebih minimalis dan keren,” ujarnya.

    3. Punya Kualitas Premium

    Memasang wallcovering mampu membuat ruangan jadi terkesan mewah dan elegan. Ditambah bahan yang digunakan memiliki kualitas premium di kelasnya, sehingga tidak mudah rusak bahkan tahan terhadap api.

    Sebastian mengingatkan wallcovering dan wallpaper memiliki perbedaan yang signifikan. Menurutnya wallpaper sudah ‘jadul’ dan banyak ditinggalkan orang karena mudah rusak. Kini banyak yang sudah beralih ke wallcovering karena punya kualitas terbaik.

    “Ketika berbicara tentang wallcovering, banyak orang yang berpikir itu adalah wallpaper. Padahal wallpaper sudah ketinggalan zaman, sangat rapuh, mudah rusak, dan gampang lepas dari dinding,” jelas Sebastian.

    “Saat ini, wallcovering banyak dipilih orang karena punya kualitas yang terbaik, anti api, dan anti bakteri, sehingga aman digunakan untuk hunian atau komersial,” paparnya.

    4. Ramah Lingkungan

    Keunggulan lain yang dimiliki wallcovering adalah ramah lingkungan. Sebastian mengungkapkan seluruh produk wallcovering milik J. Josephson telah memiliki sertifikasi Environmental Product Declaration (EPD) dan Health Product Declaration (HPD) Amerika Serikat.

    Selain itu, sudah banyak produk wallcovering yang kini mengusung VOC (Volatile Omission Compounds) rendah. Artinya, saat memasang wallcovering di dalam ruangan maka tak akan tercium aroma material yang dapat mengganggu kenyamanan penghuni.

    “Jadi kalau masuk ke salah satu ruangan yang baru dipasang wallcovering, terkadang tercium aroma dari material atau lem yang tidak nyaman di hidung. Namun karena sudah rendah VOC maka tidak akan mencium aroma yang terlalu menyengat. Hal ini tentu sangat baik untuk kenyamanan dan juga kesehatan,” pungkas Sebastian.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com