Tag: wangi

  • Nyamuk Bakal Kabur Kalau di Rumah Ada Tanaman-tanaman Ini



    Jakarta

    Tanaman aromatik dipercaya bisa mengusir hama dan serangga seperti nyamuk. Nyamuk yang menghisap darah manusia tidak akan merasa nyaman bila di rumah kita ditanami tanaman aromatik.

    Ada beberapa tanaman aromatik yang menghasilkan aroma atau wewangian yang mencolok dan bikin nyamuk ogah datang lagi ke rumah.

    Berikut contohnya:


    1. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamuk Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Dilansir dari The Spruce, lavender merupakan salah satu tanaman yang tidak disukai oleh lalat dan juga kecoak. Aromanya cenderung menenangkan bagi manusia namun tidak disukai serangga.

    Lavender biasanya ditanam di luar rumah, bisa juga membeli bunga batangan untuk diletakkan di vas bunga.

    2. Mint

    Ilustrasi tanaman peppermintIlustrasi tanaman peppermint Foto: Getty Images/La_vanda

    Selanjutnya ada tanaman mint. Tanaman beraroma segar ini ternyata tidak disukai oleh lalat lho!

    Penghuni bisa menanamnya di rumah. Selain untuk mengusir lalat, mint juga bisa dipakai untuk bahan masakan.

    3. Basil

    Fresh green basil on the wooden table, selective focusIlustrasi basil. Foto: iStock

    Dilansir dari detikEdu, aroma kuat dari kemangi atau basil, ampuh untuk mengusir serangga seperti nyamuk. Cara merawat kemangi adalah menjaga agar tanaman ini tetap lembap, perhatikan saluran airnya, dan letakkan di lokasi yang banyak terkena sinar matahari.

    4. Serai Wangi

    Lemongrass or Lapine or Lemon grass or West Indian or Cymbopogon citratus were planted on the ground. It is a shrub, its leaves are long and slender green. It is an herb which was made into food and medicine.Serai wangi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanniie_iiuu

    Tanaman selanjutnya adalah serai wangi atau citronella. Tanaman ini memiliki aroma menenangkan namun tidak disukai nyamuk.

    “Serai sejauh ini merupakan tanaman pengusir nyamuk paling populer. Serai memiliki bau yang sangat menyengat,” kata ahli berkebun Carmen Johnston, dikutip dari Real Simple, Selasa (29/7/2025).

    5. Rosemary

    Ilustrasi tanaman herbal RosemaryIlustrasi tanaman Rosemary Foto: Getty Images/Sima_ha

    Tanaman yang satu ini juga bisa digunakan untuk mengusir serangga seperti nyamuk. Aromanya sangat tidak disukai oleh hewan penghisap darah itu.

    6. Catnip

    Giant catnip (Nepeta grandiflora)A similar pictures from my portfolio:Giant catnip. Foto: iStock

    Tanaman yang masih satu keluarga dengan mint ini juga bisa mengusir serangga lho contohnya nyamuk. Minyak esensial catnip banyak digunakan sebagai pengusir serangga.

    7. Timi

    thyme/timithyme/timi Foto: Kaboompics.com/pexels

    Tanaman yang sering digunakan sebagai bahan masakan ini juga bisa mengusir serangga. Sebab, Thyme atau timi memiliki aroma yang tidak disukai serangga.

    “Timi merupakan herba yang bisa diandalkan saat serangga mengganggu rumah dan kebun Anda. Begitu hama pengganggu itu mencium aroma timi, mereka akan terbang atau merayap menjauh dari properti Anda,” kata Lake Norman Pest Control, dikutip dari Homes and Gardens.

    Itulah beberapa tanaman aromatik yang bisa mengusir serangga.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Khawatir Keramik Lantai Tergores saat Dipel? Coba 3 Cara Ini!


    Jakarta

    Mengepel lantai jadi salah satu cara agar rumah tetap bersih dan wangi. Namun, beberapa orang khawatir kain pel yang digunakan dapat menggores keramik.

    Tentu, adanya goresan pada keramik lantai tidak dapat dihilangkan dengan mudah. Bahkan, goresan ini bisa bertambah lebar karena sering diinjak setiap hari.

    Namun jangan khawatir. Ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah keramik lantai tergores saat mengepel. Penasaran? Simak dalam artikel ini.


    Cara Mencegah Keramik Lantai Tergores saat Dipel

    Tak semua kain pel ternyata cocok digunakan untuk keramik lantai. Ada beberapa kain pel yang justru membuat keramik jadi tergores.

    Pakar kebersihan Nicole Jacques mengatakan kain pel yang punya harga mahal juga tidak menjamin keramik lantai tidak akan tergores. Berikut sejumlah cara agar keramik lantai tidak tergores saat dipel:

    1. Pakai Air Suling

    Cara yang pertama adalah dengan menggunakan air suling hangat untuk mengepel lantai. Hindari menggunakan air sadah karena mengandung mineral tinggi sehingga berisiko merusak keramik lantai.

    2. Pakai Sabun Secukupnya

    Penggunaan sabun lantai memang penting agar bersih, wangi, dan bebas kuman. Namun, bukan berarti kamu harus menuangkan sabun sebanyak-banyaknya. Cara itu bisa menyebabkan ada banyak bekas noda sabun yang menempel di lantai, sehingga dapat merusak keramik seiring waktu.

    3. Keringkan Lantai Setelah Dipel

    Kebanyakan orang terbiasa mengepel lantai lalu membiarkannya kering oleh angin. Sebenarnya cara tersebut tidak salah, tapi bisa saja menimbulkan bercak noda sabun atau goresan di keramik.

    Cara yang terbaik adalah dengan mengeringkan lantai setelah dipel dengan kain kering yang bersih. Meski harus bekerja dua kali, tapi langkah ini dapat merawat keramik lantai tetap bersih dan kinclong.

    “Saya menggunakan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan lantai setelah mengepel. Meski harus bekerja dua kali, tapi hasilnya luar biasa,” kata Jacques.

    Senada dengan Jacques, pakar kebersihan dari Service Master Jennie Holmes mengatakan pentingnya mengeringkan lantai setelah dipel dengan cepat. Cara ini dapat meminimalisir munculnya bercak air atau noda sabun yang menempel di keramik.

    “Ingatlah untuk mengeringkan semua lantai setelah dipel, kalau tidak maka area yang terlewat akan mudah menimbulkan noda,” ujarnya.

    “Kecepatan adalah kuncinya. Hal ini harus dilakukan dengan cepat, kalau tidak maka akan menciptakan bercak air yang sulit hilang,” pungkas Holmes.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Pengusir Nyamuk yang Mudah Dirawat


    Jakarta

    Kehadiran nyamuk kerap mengganggu manusia. Selain gigitannya yang bikin gatal-gatal, nyamuk juga bisa memicu penyakit DBD atau Demam Berdarah Dengue.

    Salah satu solusi untuk membasmi nyamuk di rumah adalah dengan menggunakan obat semprot nyamuk. Namun, kandungan zat dan aromanya dapat membahayakan manusia jika dihirup terlalu lama.

    Namun jangan khawatir, kamu masih bisa mengusir nyamuk dengan menanam beberapa jenis tanaman. Bahkan, tanaman ini juga mudah dirawat lho. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman Pengusir Nyamuk yang Mudah Dirawat

    Ada sejumlah tanaman pengusir nyamuk yang disebut efektif dan mudah dirawat. Dilansir situs Real Simple dan Garden Design, berikut daftarnya:

    1. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukFoto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk mengusir nyamuk. Aroma dari tanaman ini tidak disukai nyamuk, lalat, dan kecoak sehingga memilih untuk menghindar.

    Lavender termasuk tanaman yang dapat bertahan hidup di kondisi kering dan hanya membutuhkan sedikit sinar matahari. Meski begitu, lavender dapat tumbuh subur di daerah yang lebih hangat.

    “Lavender menyukai udara panas dan kering, jadi cocok untuk musim panas,” ujar pakar tanaman Carmen Johnston.

    2. Serai

    Tips memasak dengan seraiFoto: Getty Images/iStockphoto

    Sama seperti lavender, aroma serai yang menyengat membuat nyamuk memilih untuk ‘putar balik’. Tanaman yang juga disebut sereh ini juga efektif mengusir hama di halaman rumah.

    Serai termasuk tanaman yang mudah dirawat karena dapat tumbuh besar. Cukup ditanam di dalam pot besar dan letakkan di area yang terkena cukup sinar matahari.

    3. Rosemary

    Tanaman yang satu ini kerap digunakan sebagai bumbu masak agar lebih wangi dan sedap. Selain itu, rosemary ternyata juga ampuh untuk mengusir nyamuk di rumah lho.

    Rosemary dapat tumbuh subur di iklim panas dan kering. Kamu bisa menanamnya di dalam pot lalu diletakkan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.

    4. Mint

    Mint termasuk salah satu tanaman yang efektif mengusir nyamuk, lalat, dan semut. Aroma kuat dari mint membuat serangga hingga hama memilih menjauh sehingga tidak akan masuk ke dalam rumah.

    Menanam mint juga terbilang mudah. Kamu bisa menanamnya di pot dan diletakkan di teras rumah. Bahkan, kamu bisa memetik daun mint untuk dikonsumsi atau digunakan sebagai pengusir serangga di dalam rumah.

    “Sebaiknya tanam mint di dalam pot dan petik daunnya secara teratur agar tanaman tetap dalam kondisi terbaiknya,” kata pakar gaya hidup Peyton Lambton.

    5. Basil

    Aroma kuat dari basil atau kemangi ternyata dinilai ampuh mengusir serangga seperti nyamuk. Pakar penata tanaman Chris Lambton mengatakan merawat tanaman basil terbilang mudah, pastikan dalam kondisi lembap, selalu cek saluran airnya, dan letakkan di lokasi yang banyak terkena sinar matahari langsung.

    “Pastikan tanaman ini mendapatkan sinar matahari penuh selama 6-8 jam setiap hari dan tanahnya harus lembap serta memiliki drainase yang baik,” pungkasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Kulit Lemon Jangan Dibuang! Bisa Buat Bersihkan Rumah


    Jakarta

    Lemon merupakan buah yang kaya akan manfaat. Selain bermanfaat untuk tubuh manusia, lemon juga bisa digunakan untuk membersihkan rumah termasuk bagian kulitnya.

    Kulit lemon memiliki banyak manfaat untuk membersihkan rumah. Penggunaannya bisa hanya dengan kulit lemon saja atau dicampurkan dengan bahan lain.

    Gimana sih cara menggunakan kulit lemon untuk membersihkan rumah? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Membersihkan Kerak Air

    Kerak air terkadang ditemukan di bagian keran. Nah, kerak ini bisa dihilangkan dengan kulit lemon. Caranya menggosokkan kulit lemon langsung ke kerak air dan lap hingga bersih.

    Buat Dapur Harum

    Beragam aroma bisa ada di dapur, apalagi setelah memasak. Nah, agar dapur memiliki wangi yang lebih segar bisa menggunakan kulit lemon.

    Ahli kebersihan dan juga COO Sparkly Maid San Antonio Jessica Gonzales merebus kulit lemon dengan air dan sedikit cuka. Aromanya yang segar bisa menguar ke penjuru dapur.

    “Baunya bersih dan juga membantu mengurangi bau masakan yang membandel,” ujarnya kepada The Spruce, dikutip Selasa (5/8/2025).

    Membersihkan Microwave

    Bagi detikers yang punya microwave bisa banget coba cara ini. Ahli kebersihan di CottageCare Scott Schrader membagikan tips untuk membersihkan microwave dengan kulit lemon.

    Caranya dengan meletakkan kulit lemon ke dalam semangkuk air dan panaskan di microwave selama 3-5 menit. Uap dari air memiliki peran penting untuk membantu menghilangkan sisa makanan yang ada di piringan microwave sekaligus menghilangkan bau. Setelah selesai, bersihkan bagian dalam microwave dengan lap untuk menghilangkan sisa noda.

    Buat Cairan Pembersih

    Kulit lemon juga bisa digunakan sebagai cairan pembersih. Caranya dengan menaruh kulit lemon dan cuka putih ke dalam mason jar atau toples kaca lalu diamkan selama seminggu.

    Setelah itu, tuangkan cairan ke dalam botol semprot dan bisa digunakan langsung membersihkan permukaan. Gonzales biasanya menggunakan cairan itu untuk membersihkan meja di kamar mandi dan dapur.

    Itulah beberapa cara memanfaatkan kulit lemon untuk membersihkan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Hias yang Ampuh Mengusir Tikus di Rumah


    Jakarta

    Tikus merupakan hama yang kerap mengganggu manusia. Hewan ini sering ditemui di dalam rumah untuk mencari sumber makanan. Maka tak heran tikus sering ditemukan di dapur, meja makan, atau tempat sampah.

    Jika tidak segera diusir, tikus bisa membuat sarang di rumah untuk berkembang biak. Hal ini tentu tidak baik bagi kesehatan manusia karena tikus dapat membawa sejumlah penyakit berbahaya.

    Apabila kamu sering menemukan tikus di rumah, cobalah mengusirnya dengan sejumlah tanaman hias. Tak hanya mempercantik hunian, tanaman tersebut juga tidak disukai tikus karena punya aroma yang kuat. Apa saja tanaman tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Ampuh Usir Tikus di Rumah

    Dilansir situs Mirror dan Toms Guide, berikut sejumlah tanaman hias yang disebut ampuh mengusir tikus di rumah:

    1. Mint

    Ilustrasi tanaman mintIlustrasi tanaman mint Foto: Getty Images/iStockphoto/t_kimura

    Tanaman hias yang pertama ada mint. Daun mint yang memiliki aroma khas ternyata tidak disukai tikus, sehingga mereka akan menghindari rumah kamu jika terdapat banyak tanaman mint di halaman.

    “Tanam mint di sekeliling halaman rumah atau area yang sering dilalui tikus. Aroma mint yang kuat dapat menutupi aroma lain sehingga kurang menarik bagi tikus,” kata pakar hewan dari Glenlivet Wildlife Sam Bryant.

    2. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukIlustrasi tanaman lavender. Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Tanaman yang satu ini sudah dikenal sejak lama ampuh mengusir serangga kecil seperti nyamuk. Selain itu, lavender juga bisa dipakai untuk mengusir tikus.

    Aroma yang keluar dari lavender ternyata tidak disukai oleh tikus. Agar efektif, kamu bisa menanam lavender di halaman demi mencegah tikus masuk ke dalam rumah.

    3. Marigold

    Orange marigold flowers.Please see more similar pictures of my Portfolio.Thank you!Marigold. Foto: Getty Images/schnuddel

    Marigold bisa menjadi pilihan terbaik untuk tanaman hias di rumah. Selain bunganya yang indah, marigold juga efektif untuk mengusir tikus di rumah. Sebab, tanaman ini mengeluarkan aroma wangi yang justru dibenci tikus.

    “Marigold mengeluarkan aroma yang tidak sedap bagi tikus. Dengan menanamnya di samping rumah maka dapat memberikan perlindungan ekstra bagi tanaman hias lainnya,” papar Sam.

    4. Daffodil

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Daffodil merupakan salah satu tanaman hias yang banyak dikoleksi. Selain untuk memperindah ruangan, daffodil juga disebut ampuh mengusir tikus.

    Sama seperti tanaman hias lainnya, aroma dari daffodil tidak disukai para hama sehingga memilih untuk menghindar. Selain itu, daffodil juga mengandung lycorine dan alkaloid pada umbinya yang mengandung racun. Jika dimakan tikus tentu bisa membuatnya keracunan.

    Namun, hati-hati jika kamu memiliki hewan peliharaan di rumah. Awasi pergerakan hewan kesayanganmu agar tidak memakan daffodil.

    5. Serai

    Tips memasak dengan seraiSerai. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Serai banyak digunakan masyarakat sebagai bumbu dapur karena memiliki aroma yang khas. Meski begitu, aroma serai justru tidak disukai tikus karena dapat mengganggu indra penciumannya.

    Kamu bisa menanam serai di luar ruangan atau di halaman rumah agar mencegah tikus masuk. Tanaman yang satu ini juga ampuh mengusir serangga kecil seperti nyamuk dan lalat.

    Itulah tanaman yang bisa mengusir tikus.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Lantai Bau Amis Meski Sudah Dipel Berkali-kali


    Jakarta

    Lantai rumah perlu dipel secara rutin agar tidak lengket dan terasa wangi. Namun terkadang muncul aroma bau amis dari lantai walau sudah dipel sampai berkali-kali.

    Jika lantai masih tercium bau amis yang bikin tidak nyaman, mungkin jadi pertanda kalau lantai sebenarnya masih kotor. Lantas, apa yang menyebabkan lantai masih bau meski sudah dipel? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Lantai Bau Amis Walau Sudah Dipel

    Dilansir situs Cleanpedia, berikut sejumlah faktor yang menyebabkan lantai tetap bau amis meski sudah dipel berkali-kali.


    1. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang sudah kotor tentu tidak akan mampu membersihkan lantai secara optimal. Maka tak heran lantai masih tercium bau amis walau sudah dipel berulang kali.

    Untuk itu, kamu perlu mencuci kain pel secara berkala agar tetap bersih dan wangi. Caranya dengan mencuci kain pel secara rutin menggunakan detergen, lalu dijemur di bawah matahari sampai kering.

    2. Air Pel Kotor

    Meski kain pel sudah rutin dicuci, tapi percuma saja jika kamu menggunakan air pel yang kotor dan bau. Selain mengeluarkan bau tak sedap, mengepel lantai dengan air kotor justru menambah kuman dan bakteri yang dapat membahayakan penghuni rumah.

    Agar tetap bersih dan sehat, kamu bisa menggunakan air hangat untuk mengepel lantai. Tambahkan juga cairan pembersih lantai agar wangi dan kinclong.

    3. Ember Pel Sudah Kotor

    Ternyata ember pel yang sudah kotor juga bisa menyebabkan lantai bau amis. Sebab, banyak kotoran, sisa makanan, dan debu yang menggenang di bawah ember pel. Jika tidak dibersihkan secara rutin, maka kain pel justru menyerap kotoran tersebut dan akhirnya menempel di permukaan lantai.

    4. Cara Mengepel yang Salah

    Mengepel lantai secara asal-asalan juga bisa menimbulkan bau tidak sedap. Ternyata, teknik mengepel juga dipengaruhi oleh alat pel yang digunakan.

    Untuk kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali sebaiknya menggunakan gerakkan menyerupai angka ‘8’. Sementara kain pel yang terbuat dari spons menggunakan teknik gerakan maju mundur.

    5. Pakai Cairan Pembersih yang Wangi

    Mungkin selama ini kamu mengepel tidak menggunakan cairan pembersih lantai, sehingga hanya menggunakan air biasa. Ditambah lagi kain dan ember pel yang sudah kotor, maka tak heran lantai tercium bau amis yang bikin tidak nyaman.

    Cobalah untuk mulai menggunakan cairan pembersih khusus lantai yang dijual secara umum. Pilih wangi yang sesuai dengan selera kamu, lalu gunakan secukupnya agar lantai tidak terlalu licin.

    Demikian lima penyebab lantai tercium bau amis meski sudah dipel berulang kali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal Sederhana yang Bikin Nyamuk Nggak Bakal Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu serangga yang kerap mengganggu manusia. Hewan ini sering kali menggigit manusia sehingga bikin kulit jadi bentol dan gatal-gatal.

    Lebih parah lagi, gigitan nyamuk bisa menyebabkan seseorang mengalami demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti.

    Jika nyamuk sering masuk ke dalam rumah, jangan khawatir. Sebab, ada beberapa cara sederhana yang bikin nyamuk ogah datang lagi ke rumah kamu. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    4 Hal Sederhana yang Bikin Nyamuk Nggak Bakal Masuk Rumah

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah tips sederhana yang dapat mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah:

    1. Tutup Celah di Rumah

    Langkah yang pertama adalah dengan menutup celah di rumah. Sebab, nyamuk bisa masuk lewat lubang tersebut karena memiliki ukuran badan kecil.

    Apabila rumah kamu dilengkapi dengan ventilasi udara dianjurkan memasang jaring. Fungsinya agar nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah dan ventilasi tetap berfungsi mengalirkan udara.

    Selain itu, tutup pintu saat sore dan malam hari karena pada waktu tersebut nyamuk sering beterbangan. Tutup pintu dengan rapat supaya nyamuk tak bisa masuk ke dalam rumah.

    2. Pakai Pewangi Ruangan

    Kamu juga bisa menambahkan pewangi ruangan di beberapa sudut rumah untuk mencegah nyamuk datang. Agar lebih efektif, pilih wangi yang mengeluarkan aroma menyengat seperti serai, lavender, pepermin, atau kayu manis.

    Pewangi ruangan yang dipasang bisa berupa semprotan, lilin, atau diffuser yang diletakkan di sudut rumah. Jadi fungsinya tak hanya mengusir nyamuk, tapi juga membantu menyegarkan ruangan.

    3. Pasang Tanaman Hias

    Kalau tidak mau menggunakan pewangi ruangan, kamu bisa membeli tanaman hias seperti mint, marigold, lavender, dan serai. Tanaman tersebut diklaim dapat mengusir nyamuk secara efektif.

    Letakkan tanaman hias ini di sudut-sudut ruangan. Pastikan tanaman hias juga disiram dan ditaruh di tempat yang terkena sinar matahari agar tetap tumbuh.

    4. Atur Tingkat Kelembapan

    Mengatur tingkat kelembapan di rumah bisa menjadi salah satu langkah efektif untuk mengusir nyamuk. Salah satu caranya adalah dengan menyalakan AC.

    AC yang menyala dapat mendinginkan sekaligus menurunkan kelembapan ruangan. Kondisi ini dinilai kurang ideal bagi nyamuk untuk bertahan hidup sehingga memilih untuk pergi.

    Demikian empat hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah nyamuk masuk ke rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket dengan Tepat


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di rumah yang sangat mudah kotor. Sebab, bisa saja ada tumpahan air, minyak, atau sisa makanan yang jatuh ke lantai.

    Terkadang, lantai dapur akan terasa sangat lengket dan kotor usai memasak. Selain bikin tidak nyaman, lantai dapur yang tidak dibersihkan dapat mengundang berbagai hewan, seperti lalat, semut, tikus, hingga kecoak.

    Sebenarnya, membersihkan lantai dapur yang kotor bisa dilakukan dengan mudah. Ingin tahu caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket

    Kamu dapat membersihkan lantai dapur yang lengket dan kotor dengan mudah. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkahnya:

    1. Sapu Kotoran yang Ada di Lantai

    Langkah pertama adalah dengan menyapu lantai dapur secara rutin, terutama setelah memasak. Biasanya, sisa-sisa makanan atau bumbu sering jatuh ke lantai sehingga bikin kotor.

    Selain itu, debu dan kotoran juga bisa muncul di dapur sehingga terasa tidak nyaman saat menginjak lantai. Kalau jarang disapu, debu bisa membuat permukaan keramik jadi kusam dan muncul goresan.

    2. Pel Lantai dengan Cairan Pembersih

    Tak hanya disapu, lantai dapur juga perlu dipel agar tidak terasa lengket. Dianjurkan menggunakan cairan pembersih khusus lantai agar efektif mengangkat kotoran dan menciptakan aroma wangi ke seluruh dapur.

    Jika ditemukan ada bekas noda minyak di lantai, sebaiknya jangan langsung dipel dengan kain pel. Bersihkan noda minyak tersebut dengan tisu atau kain lap kering.

    Setelah mengepel lantai dapur, sebaiknya kain pel dicuci dan dijemur sampai kering. Langkah ini dilakukan agar kain pel tidak mengeluarkan bau tak sedap saat digunakan lagi.

    3. Cek Noda di Ubin Dapur

    Usai mengepel lantai, sebaiknya cek kembali seluruh permukaan ubin dapur. Pastikan tidak ada sisa noda seperti minyak, air, ataupun bahan dapur lainnya.

    Soalnya, sisa noda yang tidak dibersihkan lama-lama akan menjadi lengket dan menempel ke keramik. Selain jadi sulit dibersihkan, hal itu membuat keramik terlihat kusam.

    4. Hati-hati Muncul Kerak Sabun

    Apabila lantai dapur terlihat buram setelah dibersihkan, kemungkinan ada kerak sabun yang menempel ke ubin. Untuk mengatasinya, kamu bisa membersihkan lapisan keramik dengan pembersih serbaguna non-abrasif.

    Selain itu, kamu juga bisa membuat pembersih buatan alami dengan menggunakan perasan jeruk lemon segar yang dicampur air. Lalu, bersihkan sisa-sisa kerak sabun yang menempel di lantai dapur.

    5. Keringkan Lantai Dapur

    Setelah dipel sampai bersih, kamu perlu mengeringkan lantai dapur dengan membuka ventilasi udara atau menggunakan kipas angin. Sebab, sisa-sisa air yang menempel di lantai bisa membentuk bercak. Seiring waktu, bercak air akan menempel dan membentuk kerak sehingga menyebabkan lantai dapur terlihat kotor.

    Kamu juga bisa mengeringkan lantai dapur menggunakan kain kering. Pastikan keramik dilap secara optimal hingga ke sudut-sudut dapur agar tidak ada sisa air.

    Itu dia cara mudah membersihkan lantai dapur yang lengket dengan tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Sederhana untuk Pengharum Ruangan Alami, Dijamin Wangi!


    Jakarta

    Rumah yang nyaman tidak hanya memperhatikan soal kebersihan, tapi seluruh ruangan harus terasa wangi dan segar. Bayangkan jika tercium aroma busuk yang menyengat hidung, tentu kamu tidak akan betah berlama-lama.

    Agar ruangan tetap wangi, banyak pemilik rumah yang menggunakan pengharum ruangan dari bahan kimia. Pengharum ini ada yang berbentuk botol semprot manual dan otomatis dengan berbagai macam aroma, seperti jeruk, lavender, vanila, dan mawar.

    Sebenarnya, detikers tidak harus membeli pengharum ruangan kimia, lho. Sebab, kamu bisa membuat pengharum ruangan alami dengan bahan sederhana.


    Ingin tahu cara membuat pengharum ruangan alami dengan mudah? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Buat Pengharum Ruangan Alami

    Membeli pengharum ruangan yang dijual bebas di toko memang lebih praktis. Namun terkadang wanginya cepat hilang dan kalau isinya sudah habis maka perlu membelinya lagi.

    Agar lebih efektif, cobalah membuat pengharum ruangan alami di rumah dengan bahan sederhana. Dilansir situs Times of India, berikut caranya:

    1. Air Rebusan Jeruk

    Cara yang pertama adalah dengan membuat air rebusan jeruk. Air rebusan ini berisi potongan buah dan rempah, lalu dimasak sampai mendidih di atas kompor hingga mengeluarkan wangi.

    Selain menggunakan jeruk atau lemon, tambahkan juga satu tangkai rosemary, satu batang kayu manis, dan beberapa cengkeh. Setelah tercampur rata di dalam panci, tuang air secukupnya dan masak sampai mendidih.

    Ketika mendidih, uap panas dari panci akan membawa aroma segar dan wangi ke seluruh ruangan di rumah. Bahkan, aromanya akan tetap bertahan meski air sudah mulai dingin.

    2. Minyak Esensial

    Minyak esensial dapat digunakan untuk mengharumkan ruangan. Cara paling efektif adalah dengan membuat ramuan untuk semprotan minyak esensial.

    Caranya dengan mencampur air, sedikit alkohol, dan 5-6 tetes minyak esensial. Untuk minyak esensial yang dipilih bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.

    Untuk minyak esensial lavender dan eukaliptus dapat menciptakan aroma yang menenangkan dan segar di rumah. Sementara kombinasi lemon dan rosemary bisa membuat ruangan terasa wangi dan segar.

    Setelah mencampur semua bahan ke dalam wadah, tuang ke dalam botol semprot. Pastikan kamu mengocok botol terlebih dulu sebelum menyemprotkan minyak esensial agar aromanya bisa keluar.

    3. Lavender Kering

    Untuk mengharumkan furnitur seperti lemari pakaian dan laci, kamu bisa menggunakan lavender kering. Caranya adalah dengan membuat kantong kecil yang berisi lavender kering, daun mint, kelopak bunga mawar, cengkeh, dan kayu manis. Bisa juga ditambahkan 2-3 tetes minyak esensial.

    Letakkan kantong kecil tersebut di sudut-sudut lemari pakaian atau laci. Agar wanginya tidak hilang, sebaiknya rutin mengganti kantong kecil tersebut setiap 4-5 hari sekali.

    4. Soda Kue

    Cara yang satu ini tidak membuat ruangan jadi wangi, tapi justru dapat menyerap bau tak sedap yang bikin mual. Soalnya, soda kue memang sudah digunakan sejak lama untuk menyerap bau di dalam ruangan.

    Caranya cukup dengan menuangkan soda kue hingga setengah stoples, lalu tambahkan 5-6 tetes minyak esensial. Kemudian tutup bagian atas stoples dengan kain yang dapat menyerap keringat.

    Letakkan stoples tersebut di beberapa sudut ruangan, seperti kamar mandi, ruang tamu, dekat rak sepatu, atau di dekat kotak pasir jika ada hewan peliharaan. Ganti stoples soda kue setiap dua minggu sekali agar efektif menyerap bau.

    Demikian cara membuat pengharum ruangan alami dari bahan sederhana. Tertarik membuatnya?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Piring yang telah digunakan untuk makan wajib dicuci sampai bersih. Namun, piring yang sudah dicuci hingga berkali-kali terkadang masih saja tetap bau.

    Hal ini tentu bikin kesal karena secara tampilan piring sudah bersih dan kinclong. Namun ternyata, jika dicium pada permukaan piring masih mengeluarkan bau tak sedap.

    Ingin tahu penyebab piring tetap bau meski sudah dicuci berulang kali? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Meski Telah Dicuci

    Ada beberapa penyebab piring masih tercium aroma tidak sedap walau sudah dicuci berulang kali. Dikutip dari Real Simple, berikut penyebabnya:

    1. Spons Sudah Kotor

    Penyebab yang utama mungkin karena spons yang dipakai untuk mencuci sudah kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau dan terasa lengket pada permukaannya, mungkin disebabkan karena spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya solusi adalah dengan menggantinya dengan spons baru.

    2. Piring Tidak Dicuci dengan Tepat

    Faktor lainnya karena piring tidak dibersihkan dengan tepat. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih.

    Maka jangan heran kalau masih terdapat sisa noda makanan yang menempel di permukaan piring setelah dicuci. Hal itu yang membuat piring dapat mengeluarkan aroma tak sedap.

    3. Dishwasher atau Kitchen Sink Kotor

    Mesin pencuci piring (dishwasher) yang sudah kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebab, bau dari dishwasher dapat menempel di permukaan piring yang telah dicuci.

    Oleh sebab itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink atau wastafel yang kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, sebaiknya bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tidak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    4. Noda Membandel

    Piring yang digunakan sehari-hari mungkin terdapat noda membandel yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu rendang atau sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang.

    Untuk menghilangkan noda membandel di piring, cobalah menggunakan air panas agar noda bisa larut. Setelah itu, bersihkan dengan sabun cuci piring dan spons yang berkualitas.

    Kalau permukaan piring sudah kotor dan kusam karena terdapat banyak noda membandel, sebaiknya buang piring tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berulang kali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com