Tag: warna-warna

  • Hindari 5 Warna Ini untuk Kamar Tidur, Simak Alasannya!


    Jakarta

    Memilih warna dinding sebaiknya tidak sembarangan. Secara psikologis, setiap warna memiliki jenis energi berbeda yang akan memberikan dampak berbeda pula kepada penghuni rumah.

    Termasuk pada kamar tidur yang digunakan untuk beristirahat dengan nyaman. Warna yang dipilih sebaiknya jangan bernuansa terlalu ceria atau sedih. Sehingga, penghuni kamar bisa cepat tidur dengan nyenyak dan memperoleh energi.

    Warna yang Dihindari untuk Kamar Tidur

    Dikutip dari situs Homes & Gardens dan Real Simple, berikut 5 warna cat yang sebaiknya dihindari untuk kamar tidur.


    1. Merah

    Konsultan Psikolog dan Kesejahteraan, Lee Chambers mengatakan cat warna merah adalah ide buruk untuk dinding kamar tidur. Warna merah akan meningkatkan energi, interaksi sosial, dan bahkan dapat meningkatkan tekanan darah kita.

    Meski warna merah berdampak positif saat bangun pagi, tetapi mungkin berdampak sulit tidur nyenyak di malam hari. Karena warna ini, tubuh dan pikiran bisa berpacu dan terstimulasi.

    2. Oranye

    Selain merah, warna-warna hangat seperti oranye juga membuat dinding kamar tidur menjadi mencolok. Warna seperti ini rasanya kurang menenangkan untuk beristirahat.

    “Saya lebih suka kamar tidur yang saya desain menjadi ruang yang menenangkan, damai, dan tenteram daripada yang berani,” kata Annie Delaporte seorang desainer interior.

    Warna merah dan oranye sebaiknya digunakan di tempat lain, seperti ruang kerja, dapur, dan ruang cuci. Warna hangat ini memicu munculnya energi sehingga cocok digunakan di tempat kerja.

    3. Kuning Cerah

    Desainer interior, Emma Beryl, menyebut kuning cerah juga sebaiknya dihindari untuk kamar tidur. Warna ini dianggap berefek negatif, yaitu bisa mengganggu kualitas tidur, karena kuning cerah membuat otak berpikir seolah hari masih siang.

    “Kuning cerah meniru matahari dan orang-orang telah menemukan bahwa semakin sulit tidur di malam hari di ruangan berwarna kuning cerah,” jelas Beryl.

    Pecinta warna kuning cerah bisa menggunakannya di kamar mandi atau ruang makan. Namun detikers bisa menyesuaikan dengan dekorasi dan gaya ruang tersebut.

    4. Abu-abu

    Abu-abu memang bukan warna cerah, tetapi tetap dianggap kurang cocok untuk kamar tidur. Karen Haller, pakar psikologi warna dan desain perilaku, serta penulis buku The Little Book of Color, menilai abu-abu hanya memiliki efek menenangkan yang bertahan sebentar.

    Warna abu-abu justru lebih banyak menguras energi daripada efek menenangkannya. Energi kamu mungkin akan terkuras saat bangun di pagi hari.

    5. Hitam

    Yang terakhir adalah warna hitam pekat. Bukannya mendatangkan ketenangan, warna hitam di kamar tidur justru bisa memicu stres. Jika memang suka warna hitam, pilih yang lebih ringan dan padukan dengan warna putih untuk menciptakan kontras di kamar tidur.

    Warna yang Cocok untuk Kamar Tidur

    Wooden cabinet with plants and a king size bed in a blue bedroom interiorKamar tidur biru. Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Lantas warna apa yang paling cocok untuk kamar tidur? Jika kamu suka warna netral, putih dan krem bisa menjadi pilihan.

    Desainer interior, Linette Dai, menilai warna putih adalah warna cat yang paling cocok untuk dinding kamar tidur. Menurutnya, yang terpenting adalah intensitas dan tingkat kecerahan warna yang bisa mendatangkan ketenangan dan kenyamanan di kamar tidur.

    Sementara menurut Lee Chambers, konsensus umum di antara para psikolog menyebut biru sebagai salah satu warna kamar tidur terbaik. Warna ini dapat meningkatkan relaksasi dan kualitas tidur. Sebaiknya jangan memilih warna biru yang terlalu dingin atau gelap.

    Terlepas dari pertimbangan-pertimbangan di atas, pemilihan warna pada akhirnya merupakan selera masing-masing. Efeknya pun bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain. Jadi, kalau detikers pilih warna apa untuk kamar tidur?

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna Cat yang Sebaiknya Nggak Dipakai buat Teras Rumah Menurut Ahli


    Jakarta

    Mengecat bagian teras depan rumah bisa membuat hunian lebih menarik. Namun, penggunaan warna yang salah justru bisa menjadi mimpi buruk bagi pemilik rumah.

    Terdapat warna-warna cat yang sebaiknya tidak digunakan pada bagian teras rumah. Contohnya adalah warna gelap.

    Penggunaan warna gelap bisa menyerap panas dan biasanya lebih cepat mengelupas. Jika cat sudah mengelupas, tentunya pemilik rumah harus mengecat ulang agar bangunan tersebut tidak terlihat usang.


    Melansir dari Martha Stewart, berikut ini beberapa warna cat yang sebaiknya tidak dipakai pada bagian teras rumah.

    Warna Gelap

    A front porch with two rocking chairs, stamped concrete floors, and double glass doors.ilustrasi teras rumah warna gelap. Foto: Getty Images/iStockphoto/ucpage

    Penggunaan warna gelap bisa membuat teras rumah terasa lebih kecil. Belum lagi, warna gelap juga bisa menyerap panas sehingga sangat tidak cocok untuk kamu yang tinggal di wilayah beriklim panas.

    Putih Terang

    Front door and porch of a residential homeilustrasi teras rumah warna putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/CRobertson

    Penggunaan warna putih pada bagian teras memang bisa menciptakan kesan klasik, bersih, dan segar. Namun, warna tersebut bisa cepat kotor.

    “Warna-warna terang, seperti putih atau krem, menonjolkan setiap titik debu. Namun, warna yang lebih gelap, seperti hijau tua dan cokelat, dapat menonjolkan penumpukan jamur dan serbuk sari-terutama di lingkungan yang lembap,” kata desainer interior dan pemilik MDI Luxury Design, Margaret Donaldson.

    Kalau ingin menggunakan warna terang, pemilik rumah bisa pakai warna netral, earthy tones, atau biru lembut.

    Kuning

    A very colorful entrance way to a Pensacola Florida homeilustrasi teras rumah warna kuning. Foto: Getty Images/HHLtDave5

    Kuning memang bisa memberikan kesan ceria namun sulit untuk mendapatkan nuansa warna yang pas. Kuning terang bisa terasa berlebihan sementara kuning pucat sering kali tampak pudar di bawah sinar matahari.

    Belum lagi, warna kuning bisa cepat pudar jika berada di tempat yang sering terkena sinar matahari. Rona cerah yang dipancarkan dari warna kuning bisa langsung terlihat kusam dalam waktu singkat.

    Itulah beberapa warna yang sebaiknya tidak dipakai di teras rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Agar Ruangan di Rumah Terasa Lebih Luas


    Jakarta

    Memaksimalkan ruangan yang ada perlu strategi yang cerdik terlebih jika ruangan tidak terlalu luas. Membuat ruangan terasa lebih luas bisa dilakukan tanpa menghamburkan banyak uang.

    Jika rumah kamu bertingkat, kamu bisa memanfaatkan ruang kosong yang ada di bawah tangga. Kamu bisa mengubahnya menjadi tempat penyimpanan, area membaca, atau yang lainnya.

    Selain itu, masih ada beberapa cara lainnya untuk membuat ruangan terasa lebih lega. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Gunakan Pintu Geser

    Dilansir dari Martha Stewart, penggunaan pintu geser pada ruangan bisa menghemat ruang yang digunakan. Pintu geser bisa digunakan di dapur, lemari, maupun kamar mandi.

    2. Gunakan Tirai yang Tipis

    Melansir dari The Spruce penggunaan tirai yang tipis, ringan, dan berwarna polos memungkinkan cahaya matahari masuk melalui jendela. Jika ingin yang bermotif, kamu bisa menggunakan motif sulur bunga atau garis-garis agar tampak sederhana.

    3. Pilih Warna yang Lembut

    Menggunakan warna-warna yang lembut dapat membuat ruangan terasa lebih terbuka dan lapang. Untuk efek yang lebih optimal, kamu bisa menggunakan warna hijau dan biru muda. Menggunakan warna yang hangat dan warna ‘dingin’ atau cool colors pada bagian permukaan juga bisa membuat ruangan tampak lebih terbuka.

    4. Hilangkan Barang-barang yang Tidak Diperlukan

    Biasanya, ruangan terasa lebih sempit karena ada banyak barang. Maka dari itu, kamu bisa menghilangkan atau membuang barang-barang yang tidak diperlukan. Selain itu, bisa juga menaruh barang-barang di tempat yang tidak terlihat, misalnya di dalam laci atau dibalik pintu.

    5. Hindari Wallpaper dengan Motif Terlalu Besar

    Dilansir dari Brightside, wallpaper dengan motif besar bisa memberikan kesan ruangan lebih sempit. Maka dari itu, pilihlah wallpaper dengan motif yang kecil dan berwarna cerah. Warna yang cerah bisa membantu merefleksikan cahaya sehingga ruangan tampak lebih terbuka dan lapang.

    Itulah beberapa cara untuk membuat ruangan di rumah terasa lebih luas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Warna yang Bikin Nyamuk Betah di Rumah



    Jakarta

    Nyamuk sering ditemukan berterbangan di dalam rumah. Serangga satu ini memang sangat menyebalkan karena suka menghisap darah manusia dan menimbulkan sensasi gatal pada kulit.

    Tak heran kalau penghuni rumah berusaha membasmi dan mencegah nyamuk di rumah. Mulai dari membersihkan genangan air, menyemprotkan cairan pembasmi nyamuk, hingga mengasap rumah alias fogging.

    Kalau mau rumah bebas nyamuk, ternyata kamu juga bisa menghindari warna-warna yang disukai nyamuk, lho. Kamu bisa lebih selektif memilih interior rumah untuk mencegah nyamuk masuk ke rumah.


    Lantas, warna apa saja yang disukai nyamuk? Berikut tiga warna favorit nyamuk yang bikin mereka betah di rumah.

    3 Warna yang Disukai Nyamuk

    Inilah warna-warna yang perlu kamu hindari supaya nyamuk nggak tertarik masuk rumah, dilansir dari Livingetc.

    1. Hitam

    Ide warna kamar tidur hitam lembut.Ide warna kamar tidur hitam lembut. Foto: House Beautiful/Farrow & Ball

    Warna hitam biasanya menjadi nuansa interior bergaya gotik. Warna ini sebaiknya dihindari karena nuansanya yang gelap disukai nyamuk.

    Nyamuk biasanya menghindari sinar matahari langsung lantaran dapat menyebabkan dehidrasi, bahkan kematian. Sementara warna hitam seperti tempat yang teduh untuk nyamuk hinggapi.

    2. Merah

    Interior view of the bedroom of a young boy.Interior view of the bedroom of a young boy. Foto: Getty Images/iStockphoto/Easy_Asa

    Warna merah sangat menarik bagi nyamuk. Warna-warna dalam spektrum merah juga disukai nyamuk, seperti merah muda dan jingga.

    Nyamuk tidak dapat membedakan warna-warna tertentu. Warna-warna seperti ini terkesan seperti sumber panas pada tubuh manusia, sehingga nyamuk tertarik mendekatinya.

    3. Biru Tua

    Kamar Tidur Biru TuaKamar Tidur Biru Tua Foto: Getty Images/iStockphoto/JZhuk

    Warna yang lebih gelap seperti biru tua juga terkesan seperti bayangan, sehingga dapat menyerap dan menahan panas. Warna itu pun juga dapat memancarkan panas, sehingga nyamuk dapat dengan mudah menemukan inangnya.

    Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengecat seluruh ruangan dengan warna gelap seperti biru tua. Kalau masih ingin menggunakan warna ini, kamu bisa memakainya pada hiasan ruangan sebagai gantinya.

    Warna yang Dibenci Nyamuk

    Ide cat kamar tidur mint dan putih.Ide cat kamar tidur mint dan putih. Foto: Pinterest.

    Jika ingin mengusir nyamuk, sebaiknya memilih warna-warna terang. Warna terang dapat memantulkan cahaya dan panas, sehingga nyamuk sulit mendeteksi inangnya.

    Nah, kamu bisa coba pilih warna pucat seperti putih, biru muda, dan warna pastel. Warna tersebut kurang menarik bagi nyamuk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Apa Itu Color Blocking dan Tips Penerapannya


    Jakarta

    Warna cat pada dinding rumah yang itu-itu saja pasti membuat bosan. Pilihan paling aman biasanya jatuh kepada warna-warna netral dan mengecat satu rumah dengan warna yang sama.

    Jika ingin coba sesuatu yang baru dan berbeda, kamu bisa terapkan teknik color blocking atau tabrak warna untuk menginspirasi warna cat rumah.

    Apa Itu Color Blocking?

    Menurut situs Plus World Coating, color blocking atau tabrak warna adalah memadukan dua atau lebih warna yang kontras pada bagian tertentu untuk menciptakan desain yang mencolok secara visual. Teknik ini ternyata tidak hanya dilakukan pada dinding rumah, tetapi juga furnitur atau bahkan langit-langit rumah. Color blocking berfokus pada area yang sengaja dirancang dengan warna atau bentuk yang berbeda.


    Tips Penerapan Color Blocking

    Meski terkesan sulit, teknik color blocking dapat diterapkan jika mempelajari dulu hal-hal berikut ini. Mengutip dari This Old House, beberapa tips yang dilakukan untuk mengaplikasikan color blocking:

    Tentukan Tempat yang Bagus

    Penerapan color blocking tidak bisa dilakukan sembarangan di seluruh ruangan. Pilihlah ruangan atau sudut yang bisa difokuskan sebagai tempat color blocking, misalnya satu bagian dinding sehingga spot tersebut juga berfungsi sebagai karya seni

    Pilih Kombo Warna yang Tepat

    Walau teknik color blocking adalah menabrakkan warna-warna, tetapi tidak sembarang warna bisa dipadukan. Solusinya adalah coba eksperimen terlebih dahulu di kertas menggunakan cat air, spidol, atau krayon untuk menemukan perpaduan warna yang disukai. Pilihannya bisa menggunakan warna netral (putih, krem, abu-abu, cokelat) atau warna bold (hijau, biru tua)

    Bagi Menjadi Beberapa Blok

    Jika masih bingung bagaimana memadukan warna-warna yang berbeda, solusinya bisa gunakan rumus 60-30-10. Sebanyak 60 persen diisi dengan satu warna, 30 persen diisi dengan warna lain, dan 10 persen diisi dengan warna tak terduga. Direkomendasikan untuk menggunakan cara blok ini di ruangan yang jarang terdapat barang.

    Pemakaian Garis-garis

    Garis bisa menjadi pembatas warna. Tentukan garis horizontal, vertikal, atau diagonal dalam membatasi warna. Garis horizontal membuat ruangan terasa lebih luas, garis vertikal membuat ruangan terasa lebih tinggi dan kesannya lapang.

    Beri Warna dari Atas ke Bawah

    Tak hanya dinding, color blocking juga bisa diterapkan sampai ke langit-langit rumah. Misalnya, mengecat sebuah persegi panjang sepanjang dinding hingga langit-langit. Cara ini bisa diterapkan untuk memisahkan meja kerja atau sudut baca dari ruangan lain.

    Berpikir Kreatif

    Kuncinya adalah berpikir kreatif, karena tidak hanya bentuk kotak, persegi, dan segitiga, kamu bisa memberi warna pada bentuk lain misalnya lingkaran, oval, bulat bebas. Bentuk lengkungan ini bagus untuk menonjolkan area tertentu seperti pintu masuk atau rak dinding.

    Itulah pengertian dan cara menerapkan color blocking. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Pakai Handuk Warna-warna Berikut, Ini Sederet Alasannya


    Jakarta

    Handuk memiliki beragam warna yang sering digunakan, seperti hijau, kuning, putih, dan lainnya. Namun, ada beberapa warna yang sebaiknya tidak digunakan.

    Hal itu karena bisa membuat handuk cepat kotor atau bahkan tidak terlihat kotor dan terus menerus dipakai padahal bisa menimbun kotoran. Maka dari itu, kamu bisa mempertimbangkan warna-warna berikut ini sebelum membeli handuk.

    Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini beberapa warna handuk yang sebaiknya dihindari.


    Putih Terang

    Dilansir dari Homes & Gardens, warna putih terang memang sering digunakan pada handuk. Akan tetapi, untuk menjaga warnanya tetap putih terang cukup sulit.

    Jika sering digunakan dan dipakai, bukan tidak mungkin warnanya bisa kusam meski sudah dicuci.

    Hitam

    Handuk berwarna hitam bisa menjadi pilihan bagi kamu yang tidak ingin menggunakan warna terang. Dilansir dari Livingetc, warna ini juga bisa membuat kotoran pada handuk tidak terlihat. Namun, hal ini justru bisa membuat handuk lebih kotor.

    “Semakin gelap handuknya, semakin kotor pula handuk tersebut karena noda tidak terlihat,” kata manajer pemasaran di Sheridan, Ruth Stevens.

    Dari sudut pandang estetika, handuk hitam juga dapat terlihat terlalu gelap di kamar mandi.

    “Meskipun tampak elegan, handuk hitam sebenarnya dapat membuat kamar mandi terasa lebih kecil dan gelap, yang tidak ideal untuk ruangan yang seharusnya terasa terbuka dan menarik,” jelas Liam Davis, pakar warna dan Sejarawan Seni di Art File Magazine.

    Merah

    Handuk warna merah juga sebaiknya dihindari. Dari perspektif psikologi, warna ini mungkin agak mencolok untuk ruangan yang kecil.

    “Meskipun warnanya berani dan penuh gairah, ini bukan pilihan terbaik untuk handuk mandi. Warna ini bisa terlalu merangsang dan beberapa orang mengatakan warna ini bahkan meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga sulit untuk rileks setelah mandi,” kata Liam.

    Abu-abu Muda

    Penggunaan warna ini justru bisa membuat handuk tampak kusam setelah beberapa kali cuci. Maka dari itu, sebaiknya hindari warna ini.

    Kalau kamu menggunakan warna netral, bisa memilih beige. Warna tersebut bisa membuat suasana terasa santai.

    Itulah beberapa warna handuk yang sebaiknya tidak dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 2 Warna Seprai Ini Sering Jadi Incaran Kutu Kasur



    Jakarta

    Kutu busuk atau kutu kasur adalah hewan kecil penghisap darah yang biasa berada di kasur. Kutu kasur termasuk hewan nokturnal yang aktif saat malam hari sehingga mereka meninggalkan bekas gigitan saat kita sedang tidur.

    Hewan satu ini keberadaannya cukup mengganggu sama seperti nyamuk karena gigitannya dapat menimbulkan luka dan infeksi pada kulit. Luka akibat gigitan kutu busuk juga bisa membengkak atau menjadi ruam merah.

    Oleh karena itu, keberadaannya harus dibasmi. Caranya mudah yakni dengan membersihkan kasur secara rutin seperti menyedot debu dengan vacuum cleaner, menggunakan kasur baru bukan bekas, dan menjaga kebersihan kasur.


    Di luar itu, ternyata warna dari seprai juga mempengaruhi lho. Dilansir CNN, kutu kasur menyukai warna-warna yang gelap seperti hitam dan merah tua. Hal ini sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian berjudul Journal of Medical Entomology pada 2016 lalu. Penelitian itu menguji kutu kasur yang diletakkan di cawan petri dengan ‘tenda’ yang berbeda warna.

    Hasilnya menunjukkan jika kutu kasur langsung berlari menuju tenda warna hitam dan merah dibandingkan tenda berwarna terang, seperti putih, kuning, atau hijau.

    Dalam penelitian lain, ilmuwan penelitian urban entomologi Universitas Florida, Roberto Pereira, mengatakan kutu kasur menyukai warna gelap kemungkinan karena dapat memberikan perlindungan lebih dari serangga yang lebih besar, seperti laba-laba dan semut.

    Selain itu, alasan lainnya adalah kutu kasur salah mengira warna merah dan hitam sebagai warna teman-teman mereka. Sebenarnya warna kutu kasur adalah merah kecoklatan, tetapi saat jumlahnya banyak warna tersebut lebih terlihat hitam dan merah.

    “Alasan lainnya mungkin karena warna-warna cerah membuat serangga ini terpapar dan semakin sering serangga terpapar, semakin banyak mereka kehilangan air, dan jika kehilangan banyak air, mereka akan mati atau harus makan lagi,” ujar Pereira, dikutip dari CNN, Jumat (21/3/2025).

    “Sulit untuk mengetahui apa yang ‘dipikirkan’ oleh kutu kasur, jika kita bisa menggunakan terminologi tersebut,” tambahnya.

    studio shot of black themed bedding sheets and white pillowstudio shot of black themed bedding sheets and white pillow Foto: Getty Images/Suradech14

    Pereira menegaskan warna seprai tidak menjadi faktor utama kutu kasur ditemukan di kasur. Ada faktor lain yang menarik perhatian mereka yakni suhu tubuh manusia, karbon dioksida, dan darah. Jika ketiga faktor tersebut ditemukan, mereka bisa bersarang di kasur meskipun seprai yang digunakan berwarna terang seperti putih, hijau, atau kuning.

    Selain itu, kutu kasur tidak hanya ditemukan di kasur, melainkan bisa di barang-barang berbusa di rumah seperti kursi, sofa, karpet, atau wallpaper dinding.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Warna Sofa yang Perlu Dihindari Menurut Desainer Interior


    Jakarta

    Sofa adalah perabot yang menjadi titik fokus utama di sebuah ruangan. Sofa dengan warna yang cerah, kalem, dan terlihat bersih membantu ruangan terlihat cerah serta tenang.

    Kesan berbeda muncul jika sofa yang dipilih berwarna gelap, terlalu terang, atau pucat. Rumah bisa terasa kurang nyaman bagi orang yang menempatinya atau sekadar bertamu.

    Warna Sofa yang Perlu Dihindari

    Dengan banyaknya pilihan, mungkin akan sulit memilih warna yang tepat untuk sofa di rumah. Namun secara umum sebaiknya hindari warna-warna berikut dikutip dari laman Cozy Plant dan Livingetc.


    1. Hitam

    Sofa hitam bisa menciptakan kesan gelap dan berat di dalam ruangan. Warna hitam juga akan menyerap cahaya dan membuat ruangan terkesan sempit dan lebih tertutup.

    Jika memang mau menggunakan warna ini, pilih bahan yang bisa memantulkan cahaya dengan cara yang menarik. Dengan sedikit cahaya dan bayangan, sofa hitam bisa tampak elegan dan tidak kaku.

    2. Merah

    Warna merah memang sering dikaitkan dengan gairah, berani, dan keinginan menarik perhatian. Namun sebaiknya hindari warna merah untuk sofa karena bisa menjadi fokus utama rumah.

    Akibatnya pesona perlengkapan, ornamen, dan pernak-pernik rumah lainnya cenderung hilang serta tidak terlihat. Apalagi jika warna merah sofa makin pudar seiring waktu, yang bisa bikin rumah terlihat pucat.

    3. Hijau Neon

    Hijau neon juga perlu dihindari dalam pemilihan warna sofa. Warna terang dan bold ini berisiko menyebabkan mata lelah bahkan sakit kepala. Selain itu, hijau neon bisa berbenturan dengan warna lain di rumah, sehingga sulit menciptakan paduan yang harmonis dan kohesif.

    4. Kuning Cerah

    Kuning sebaiknya tidak dipilih untuk warna sofa. Warna yang identik dengan kebahagiaan ini, berisiko bikin mata tegang dan tidak nyaman. Jika masih ingin menggunakan warna kuning, sebaiknya pilih yang lembut dan kalem.

    5. Oren

    Oren sering dikaitkan dengan kehangatan dan energi, tapi tidak cocok untuk warna sofa. Warna ini juga sulit dipadukan dengan yang lain, sehingga bisa membatasi pilihan untuk dekorasi dan aksesori.

    6. Putih

    Jika ingin menggunakan putih sebagai warna sofa, sebaiknya pertimbangkan unsur lain di dalam rumah. Misalnya tidak ada hewan peliharaan yang berisiko mudah mengotori sofa.

    Pertimbangan ini dikarenakan putih adalah warna yang mudah kotor, sehingga pemiliknya harus rajin membersihkan sofa. Tentunya tanpa merusak sofa, sehingga tampilannya tampak selalu bersih dan baru.

    Pemilik rumah yang masih menginginkan sofa warna putih, sebaiknya pilih model yang menggunakan sarung. Model ini mudah dicuci dan diganti dengan berbagai warna lain.

    7. Abu-abu

    Warna abu-abu bisa terlihat kontemporer dan anggun namun juga menimbulkan kesan kaku dan formal. Kesan lain yang berisiko muncul adalah kusam, dingin, dan tidak bersahabat.

    “Jika ada berbicara tentang warna sofa, satu-satunya hal yang akan saya hindari adalah abu-abu yang terlalu formal dengan tenunan ketat. Pada sofa, kain yang tenunannya terlalu halus bisa terlihat dan terasa terlalu kaku,” kata desain interior bernama Anne Hindley.

    Jika memang ingin memilih abu-abu, tambahkan aksesoris lain untuk memberi karakter pada ruang tamu, misalnya dengan paduan merah muda pucat. Hiasi juga sofa dengan bantal agar muncul nuansa rileks.

    8. Warna yang Sedang Tren

    Ketika memilih sofa, jangan terpaku dengan warna yang sedang tren. Hijau sage misalnya, banyak disukai di momen-momen tertentu dan memungkinkan orang memilihnya sebagai warna sofa.

    Namun harus diingat, sofa adalah investasi dan warna tren mungkin akan datang dan pergi. Jika warna yang dipilih tidak lagi trendi, sofa menjadi seperti ketinggalan zaman.

    Pemilik rumah yang ingin mengikuti warna trend, bisa memilih alternatif sarung sofa atau bantal. Sehingga, sofa selalu terlihat trendi dengan warna paling update.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Bikin Kamar Tidur Terasa Lebih Nyaman


    Jakarta

    Kamar tidur merupakan salah satu ruangan yang penting di dalam rumah. Sayangnya, masih ada beberapa orang yang kurang peduli dalam merawat kamar tidurnya.

    Padahal, kamar tidur yang bersih dan nyaman dapat membantumu istirahat lebih nyenyak dan bangun tidur terasa lebih segar. Selain itu, kamar tidur juga dapat memengaruhi mood karena kondisi kamar yang berantakan bisa bikin stres dan kesal.

    Lantas, bagaimana cara membuat kamar tidur terasa nyaman kembali? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Ini Bisa Bikin Kamar Tidur Terasa Nyaman

    Kamar tidur sudah seharusnya menjadi tempat yang nyaman karena digunakan untuk tidur. Namun, kalau kondisi kamar tidak mendukung maka bikin kamu jadi kesulitan untuk beristirahat.

    Dilansir situs Kitchens by Emma Reed, Kamis (15/5/2025), berikut sejumlah cara yang bikin kamar tidur terasa nyaman:

    1. Pilih Warna Cat Putih

    Cara yang pertama adalah dengan memilih warna cat putih untuk kamar tidur. Warna ini dinilai mampu menciptakan kamar tidur yang nyaman untuk ditempati.

    Kamu bisa menambahkan beberapa dekorasi seperti selimut rajut tebal, tirai, atau bantal agar kamar tidur tidak terlihat kaku dan membosankan. Pilih warna-warna yang sedikit kontras untuk dekorasi kamar tidur, seperti abu-abu, hitam, atau cokelat.

    2. Tambah Material yang Hangat dan Alami

    Kamar tidur bisa terasa nyaman jika ditambahkan berbagai tekstur hangat dan material alami, seperti kayu, linen, rotan, anyaman, atau batu-batuan. Misalnya, kamu bisa menempatkan dekorasi anyaman yang ditempel di dinding kamar atau memasang ornamen kayu di dekat pintu kamar.

    3. Memasang Karpet

    Beberapa orang memilih tidak memasang karpet di kamar tidur. Padahal, benda ini dapat memberikan kesan nyaman dan hangat, terutama bagi kamu yang tinggal di udara sejuk atau dingin.

    Namun, pastikan kamu membersihkan karpet secara rutin dengan memakai vacuum cleaner. Sebab, karpet bisa menjadi sarang debu dan kotoran yang dapat menempel di kaki.

    4. Pilih Lampu Kamar yang Hangat

    Pemilihan warna lampu yang tepat juga membantu menambah suasana nyaman pada kamar tidur. Sebaiknya pilih lampu dengan warna hangat agar tidak terlalu silau ketika baru bangun tidur.

    Jika punya dana lebih, kamu bisa memasang lampu pintar (smart lamp) di kamar tidur. Lampu ini memiliki berbagai fitur, salah satunya dapat diatur warna dan tingkat kecerahannya.

    5. Pilih Seprai Berkualitas

    Tak hanya soal penampilan interiornya, kamar tidur juga terasa nyaman jika kamu membeli seprai yang berkualitas. Adapun beberapa jenis bahan seprai yang cocok untuk kasur, mulai dari katun, linen, hingga sutra.

    Meski harganya memang jauh lebih mahal, tapi pemilihan bahan seprai yang tepat dapat memberikan kenyamanan sehingga tidur jadi lebih nyenyak.

    6. Pasang Tanaman Hias Kecil

    Hadirnya tanaman di dalam kamar tidur dapat memberikan nuansa alami dan menenangkan. Namun, detikers tak perlu membeli tanaman yang berukuran besar, cukup tanaman hias kecil seperti lavender atau kaktus agar bisa mempercantik ruangan.

    Demikian enam hal yang bikin kamar tidur jadi terasa lebih nyaman. Semoga bermanfaat!

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Warna Cat Dinding Ini Bikin Nyamuk Nggak Betah di Rumah


    Jakarta

    Ada berbagai cara mengusir nyamuk yang sejauh ini terbukti efektif. Tidak harus menggunakan obat nyamuk atau sengatan listrik, ternyata menggunakan permainan warna juga bisa mengecoh nyamuk sehingga tidak bisa mendekat.

    Permainan warna ini maksudnya adalah memakai warna cat yang tidak disukai oleh nyamuk. Menurut beberapa penelitian, ada serangga yang menyukai dan tidak menyukai warna tertentu.

    Apabila mereka menyukai dan tidak terganggu pada sebuah warna, hewan tersebut akan datang mendekat. Sebaliknya, warna yang menurut mereka mengganggu pasti dihindari.


    Sebagai contoh pada nyamuk, hewan kecil ini memiliki indra penglihatan yang sangat sensitif terhadap perubahan warna dan cahaya. Menurut Hyperallergic, cara ini terbukti lewat sebuah studi yang menuliskan bahwa nyamuk menggigit manusia ada hubungannya dengan warna yang ada di sekitar. Ada beberapa warna yang menarik perhatian mereka dan ada pula warna yang tidak bisa mereka lihat sehingga tidak terlihat menarik.

    Lalu, studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penglihatan nyamuk sangat peka terhadap warna dari karbon dioksida di dekatnya. Tanpa karbon dioksida di dekatnya, nyamuk tidak akan mengenali preferensi warna di sekitarnya.

    Nah, hal tersebut dapat diterapkan pada warna cat dinding rumah. Berikut ini beberapa warna yang bisa digunakan agar rumah bebas nyamuk.

    Warna Cat Dinding yang Bikin Rumah Bebas Nyamuk

    Dilansir dari Family Handyman, berikut ini beberapa warna cat dinding yang tidak disukai nyamuk.

    1. Putih

    Ilustrasi ruang kamar rumah minimalis dengan nuansa cat putih.Ilustrasi ruang kamar rumah minimalis dengan nuansa cat putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/runna10

    Warna putih ternyata banyak sekali manfaatnya sehingga sering menjadi langganan warna cat dinding pada bangunan. Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk tidak mendekati benda berwarna putih, bahkan saat karbon dioksida disemprotkan. Sebab, nyamuk cenderung menjauhi warna terang yang memantulkan panas.

    2. Ungu

    Bedroom interior. 3d illustrationBedroom interior. 3d illustration Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockernumber2

    Banyak yang bilang warna gelap dapat menarik nyamuk. Namun, berbeda dengan ungu memiliki panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya yang tampak.

    Hal ini menyebabkan nyamuk tidak tertarik pada warna ungu dan tidak ingin mendekat. Sementara itu, warna yang memiliki gelombang terpanjang pada spektrum warna adalah warna merah dan oranye.

    3. Biru

    Ilustrasi ruangan kamar anak dengan nuansa warna biru muda dan putih.Ilustrasi ruangan kamar anak dengan nuansa warna biru muda dan putih. Foto: Getty Images/imaginima

    Biru erat kaitannya pada warna air. Dalam sebuah penelitian, tidak banyak nyamuk yang mendatangi benda dengan warna biru. Sebagai catatan, warna biru yang efektif untuk mencegah nyamuk mendekat adalah biru terang atau yang cerah. Warna biru yang gelap justru kemungkinan bisa membuat rumah lebih panas karena tidak dapat memantulkan panas.

    4. Hijau

    Female teenager´s bedroom decorated in natural and aqua palette - Buenos Aires - ArgentinaFemale teenager´s bedroom decorated in natural and aqua palette – Buenos Aires – Argentina Foto: Getty Images/ruizluquepaz

    Warna terakhir yang direkomendasikan adalah hijau. Pada sebuah penelitian, terdapat sarung tangan berwarna hijau. Ketika didekatkan dengan nyamuk. Warna ini tidak menarik perhatian mereka. Kebanyakan justru menghindar dan terbang ke arah lain. Bahkan setelah karbon dioksida disemprotkan ke sekitarnya hasilnya tetap sama, nyamuk tersebut tetap tidak tertarik.

    Itulah beberapa warna cat dinding yang membuat nyamuk ogah mendekat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com