Tag: warna

  • 7 Cara Ampuh Memutihkan Pakaian yang Menguning Tanpa Pemutih


    Jakarta

    Baju, celana, hingga kain putih mudah kusam atau menguning jika terus digunakan. Cairan pemutih umumnya dipakai untuk membuat warna pakaian kinclong kembali.

    Sayangnya, penggunaan produk pemutih yang terlalu banyak bisa merusak bahan. Bukannya bersih, baju justru semakin kekuningan sehingga tidak layak lagi dipakai.

    Ada kok cara ampuh memutihkan pakaian tanpa pemutih. Temukan caranya di bawah ini.


    Cara Memutihkan Pakaian Tanpa Pemutih

    Mengutip The Spruce dan Real Simple, berikut sederet cara memutihkan pakaian putih yang kekuningan atau kusam tanpa cairan pemutih:

    1. Gunakan Perasan Lemon

    Air perasan lemon merupakan pemutih alami untuk pakaian. Kandungan asam sitratnya berguna untuk memutihkan pakaian berbahan katun, linen, dan poliester.

    • Siapkan 4 buah lemon, potong menjadi dua bagian dan peras untuk diambil airnya.
    • Campurkan perasan lemon ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    2. Rendam dengan Soda Kue

    Soda kue atau baking soda mengandung natrium bikarbonat yang bantu menghilangkan noda membandel pada kain. Bahan ini juga dapat menghempaskan bau yang menempel di pakaian, termasuk kaus kaki.

    • Campurkan 230 gram soda kue ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas, aduk hingga larut.
    • Rendam pakaian putih setidaknya 1 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    3. Tambahkan Cuka Putih

    Asam asetat dalam cuka putih bantu menghilangkan residu deterjen penyebab pakaian menguning dan kusam.

    • Tambahkan 250 ml cuka putih suling ke dalam ember berisi 3,5 liter air panas.
    • Masukkan pakaian putih menguning dan rendam semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    4. Pakai Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring ada yang mengandung natrium hipoklorit yang bisa memutihkan kain terbuat dari serat alami seperti katun atau linen.

    • Siapkan 3,5 liter air panas.
    • Tambahkan sedikit sabun cuci piring dengan deterjen biasa, aduk merata.
    • Masukkan pakaian kusam dan rendam selama 30 menit.
    • Cuci pakaian seperti biasa.

    5. Cobalah Citric Acid

    Bubuk citric acid atau asam sitrat bekerja sebagai pemutih sama seperti lemon. Teksturnya yang bubuk cukup disimpan tempat kering dan tidak mudah rusak seperti perasan lemon.

    • Campurkan 3 sdm bubuk asam sitrat dalam 3,5 liter air panas.
    • Rendam pakaian setidaknya 4 jam atau semalaman.
    • Cuci seperti biasa.

    6. Campurkan Boraks

    Boraks termasuk alternatif pemutih yang dapat menghilangkan noda dan residu yang mampu menempel pada kain.

    • Campurkan 115 gram bubuk boraks ke 3,5 liter air hangat, aduk hingga larut.
    • Masukkan pakaian putih dan rendam selama 30 menit atau lebih.
    • Cuci seperti biasa.

    7. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Cahaya matahari yang mengandung sinar ultraviolet (UV) bisa memudarkan warna pakaian tapi juga dapat mencerahkan baju putih. Tidak hanya memutihkan, cahaya ini bantu membunuh kuman yang mungkin bersarang di kain.

    Pakaian, seprai, maupun handuk putih dapat dijemur di bawah sinar matahari langsung dan biarkan hingga kering.

    Penting diperhatikan, sejumlah cara di atas dikhususkan untuk pakaian full putih. Pengulangan metode mungkin diperlukan untuk mendapatkan pakaian yang kembali putih dan bersih.

    Hindari penggunaannya pada pakaian berwarna atau motif. Lakukan metode sesuai petunjuk dan jangan mencampur-campur bahan yang dipakai.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Warna Cat Dinding Ini Dibenci dan Dijauhi Nyamuk tapi Bikin Sejuk Ruangan


    Jakarta

    Nyamuk adalah salah satu hewan yang kehadirannya tidak diinginkan. Hewan ini suka menghisap darah manusia untuk mendapat protein dan nutrisi yang mereka butuhkan. Selain itu, mereka juga kerap membuat suara yang mengganggu di dekat telinga dan beberapa di antaranya membawa virus dengue yang dapat menyebabkan penyakit DBD.

    Saat ini sudah banyak yang menciptakan cara instan untuk memusnahkan atau mengusir nyamuk. Mulai dari yang modelnya dibakar, disemprot, hingga yang bisa menyetrum. Harga alat-alat ini pun terjangkau di pasaran sehingga banyak dipakai oleh masyarakat.

    Namun, kamu juga bisa lho menggunakan skema pengecohan warna agar nyamuk tidak masuk ke kamar. Sebab, ada beberapa warna disukai oleh nyamuk karena perbedaan warna yang kontras. Meskipun kecil, nyamuk memiliki indra penglihatan yakni mata yang sangat sensitif terhadap perubahan warna dan cahaya. Maka dari itu, kamu bisa mengecoh nyamuk dengan memakai cat warna dinding tertentu yang tidak disukai nyamuk.


    Menurut Hyperallergic, cara ini terbukti lewat sebuah studi yang menuliskan bahwa nyamuk menggigit manusia ada hubungannya dengan warna yang ada di sekitar. Ada beberapa warna yang menarik perhatian mereka dan ada pula warna yang tidak bisa mereka lihat sehingga tidak terlihat menarik.

    Lalu, dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penglihatan nyamuk sangat peka terhadap warna dari karbondioksida di dekatnya. Tanpa karbondioksida di dekatnya, nyamuk tidak akan mengenali preferensi warna di sekitarnya.

    Mengutip dari Family Handyman berikut beberapa warna cat dinding yang tidak disukai nyamuk.

    1. Biru

    Cabinets for TV in a room, blue wall,3D renderingCabinets for TV in a room, blue wall,3D rendering Foto: Getty Images/iStockphoto/Vanit Janthra

    Biru memiliki banyak warna mulai dari yang terang hingga yang tua. Dalam sebuah penelitian, tidak banyak nyamuk yang melirik warna cat biru. Tipsnya saat memakai cat biru, pilihlah warna yang terang. Warna biru yang gelap khawatirnya membuat rumah lebih panas karena tidak dapat memantulkan panas.

    2. Ungu

    interior warna  ungu.interior warna ungu. Foto: dok Glidden

    Warna ungu memiliki panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya yang tampak. Oleh sebab itu, nyamuk tidak tertarik pada warna ini dan tidak ingin mendekat. Sementara itu, warna yang memiliki gelombang terpanjang pada spektrum warna ada merah dan oranye.

    3. Hijau

    Contoh cat tembok warna hijau.Contoh cat tembok warna hijau. Foto: Unsplash

    Dalam sebuah penelitian memperlihatkan tangan yang memakai sarung tangan hijau justru tidak menarik perhatian nyamuk. Mereka justru menghindari dan terbang di sisi lain. Bahkan setelah karbondioksida disemprotkan ke kamar pun hasilnya tetap sama, nyamuk tersebut menghindar. warna hijau.

    Hal ini akan berbeda jika nyamuk melihat warna hijau pada tanaman, terutama yang berada di luar rumah. Hal ini dikarenakan di dekat tanaman tersebut tanahnya lembap atau terdapat genangan air.

    4. Putih

    Warna cat dinding untuk rumah bergaya Maroko.Warna cat dinding untuk rumah bergaya Maroko. Foto: Johnson, Lucy Interior Design via The Spruce

    Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk tidak mendekati benda berwarna putih, bahkan saat karbondioksida disemprotkan. Alasannya karena nyamuk menjauhi warna terang yang memantulkan panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang, Jangan Sembarangan Ngecat!


    Jakarta

    Cat biasanya dipakai untuk mewarnai benda agar tampak lebih baru, lebih cantik, atau sesuai dengan warna favorit. Tapi jangan salah, karena ada furnitur yang tidak boleh dicat ulang.

    Jika sembarangan mengecat, suatu benda justru mungkin akan kehilangan estetika atau bahkan nilainya anjlok. Simak artikel ini untuk mengetahui 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang.

    Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang

    Dirangkum dari The Spruce dan Better Homes & Gardens, berikut ini 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang:


    1. Barang yang Baru Selesai Diproduksi Pabrik

    Mengecat furnitur mungkin akan aman-aman saja jika metode pengaplikasiannya tepat. Tapi jika berurusan dengan perabot baru yang baru selesai diproduksi pabrik, mungkin akan beda cerita.

    Sebaiknya detikers menunda mengecat perabot baru tersebut karena catnya mungkin tidak akan melekat dengan baik pada hasil akhir pabrikan. Nantinya cat akan mudah mengelupas, bahkan membuat perabot menjadi cepat aus.

    2. Barang Antik

    Barang-barang antik dihargai tinggi karena keotentikan dan usianya yang sudah tua. Jika detikers mengecatnya, maka barang antik ini akan kehilangan nilainya. Bila barang itu dijual, mungkin orang akan mengira barang itu adalah barang baru dan tidak memiliki nilai historis. Otomatis harganya juga akan turun drastis.

    3. Barang dari Kulit dan Kain

    Barang atau perabot dari bahan kulit dan kain juga termasuk dalam jenis furnitur yang tidak dicat ulang. Bahan kulit dan kain bisa berubah teksturnya menjadi kasar atau kaku jika dicat. Jika memang menginginkan warna yang sesuai keinginan, maka detikers bisa melapisinya atau mengganti permukaannya dengan bahan yang cocok.

    4. Trim Kayu Alami

    Trim kayu dapat mempercantik ruangan atau benda tertentu. Beberapa orang sengaja tidak mengecatnya karena kayu tersebut sudah memiliki warna alami yang menarik.

    Tambahan cat bisa jadi akan merusak keindahan serat alami kayu. Tapi jika ingin membuat penampilannya menjadi lebih segar, detikers bisa menggunakan plitur atau pernis agar serat kayunya masih terlihat.

    5. Engsel dan Gagang Pintu

    Ketika detikers mengubah cat tembok, mungkin juga akan mengubah warna pintunya. Tapi sebaiknya jangan mengecat bagian engsel dan gagang pintunya.

    Engsel dan gagang pintu biasanya berbahan logam. Jika bagian ini dicat, kemungkinan bisa mengurangi fungsinya, seperti terasa lengket atau bahkan tidak bisa diputar.

    Jika memang ingin mengubah warnanya, detikers harus melepas komponen dan mengecatnya satu per satu. Biarkan mengering terlebih dahulu, lalu pasang kembali komponennya.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 3 Warna Ini Kalau Nggak Mau Rumah Kamu Jadi Sarang Nyamuk!



    Jakarta

    Nyamuk merupakan hama yang dapat menyebabkan gigitan yang mengganggu dan paling buruk sehingga dapat menyebarkan penyakit. Sehingga hal ini membuat penghuni rumah sangat tidak menginginkan kehadiran nyamuk.

    Namun, mengetahui cara mengusir nyamuk tidak hanya sebatas membuang air dan menggunakan pengusir nyamuk yang tepat. Menghindari warna-warna yang nyamuk sukai akan membantu untuk mencegah nyamuk masuk ke rumah.

    Melansir Livingetc, berikut beberapa warna yang disukai oleh nyamuk sehingga sangat mengundang nyamuk masuk ke rumah.


    Warna Hitam

    Rumah cat hitam/The Fifth and SixthRumah cat hitam/The Fifth and Sixth Foto: Rumah cat hitam/The Fifth and Sixth

    Warna hitam akan selalu tampil berani dan menjadi pusat interior bergaya gotik. Namun, hitam merupakan warna yang harus dihindari saat mempertimbangkan nyamuk.

    Nyamuk perlu menghindari sinar matahari langsung, karena dapat menyebabkan dehidrasi dan bahkan kematian. Sehingga hitam adalah warna yang secara alami akan membuat nyamuk ingin berada di dekatnya.

    Nyamuk menggunakan penciuman sekaligus penglihatan untuk menemukan inangnya, jadi mengusir nyamuk dengan semprotan dan menanam tanaman anti nyamuk merupakan ide bagus untuk mengusirnya.

    Warna Merah

    Foto ruangan merah.Foto ruangan merah. Foto: iStock/Vanit Janthra

    Warna merah muda dideteksi oleh nyamuk dan sangat menarik bagi nyamuk. Hal yang sama berlaku untuk warna-warna serupa seperti merah muda terang dan jingga, karena nyamuk tidak dapat membedakan warna-warna tertentu.

    Nuansa-nuansa pada roda warna ini meniru warna kulit manusia sehingga nyamuk secara alami tertarik pada warna-warna tersebut.

    “Warna-warna hangat seperti merah, oranye, dan kuning dapat menarik nyamuk karena mereka mungkin mengira warna-warna tersebut sebagai sumber panas atau panas tubuh calon inangnya,” kata Vincent Luca, pemilik On Demand Pest Control.

    Warna Biru Laut

    Biru Laut.Biru Laut. Foto: M. Marceny

    Warna yang lebih gelap seperti biru tua meniru bayangan yang lebih mungkin menyerap dan menahan panas yang berarti nyamuk dapat dengan mudah menemukan inangnya.

    “Nyamuk tertarik pada warna tertentu karena cara mereka menyerap cahaya dan memancarkan panas,” ujar Vincent.

    Hindari ide-ide pengecatan seperti mengecat seluruh ruangan dengan warna yang lebih gelap seperti biru tua dan pilih dinding berfitur atau aksesoris yang lebih gelap sebagai gantinya.

    Warna yang Mengusir Nyamuk

    Berbeda dengan warna gelap yang menarik nyamuk, warna terang dapat mengusir nyamuk. Warna pucat seperti putih, biru muda, dan warna pastel kurang menarik bagi nyamuk. Warna ini memantulkan cahaya dari kehangatan, sehingga nyamuk sulit mendeteksi inang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Sofa yang Bisa Jadi Pilihan untuk Tampilan Menarik



    Jakarta

    Dengan mengetahui bahan sofa terbaik tidak hanya akan mempengaruhi sofa, tetapi juga seberapa lama sofa tersebut akan bertahan. Bahan sofa mengacu pada pelapis sofa, menentukan bahan sofa adalah langkah untuk menemukan sofa terbaik.

    Hal ini pastinya akan membantu mempersempit pilihan dan memastikan memilih bahan sofa sesuai dengan yang kamu inginkan.

    Dilansir dari Livingetc, berikut beberapa pilihan bahan sofa yang bisa menjadi panduan kamu untuk memilih bahan sofa yang tepat.


    Serat Alami

    Linen, katun, wol menjadi beberapa bahan sofa yang umum digunakan. Linen sering dianggap mewah, mudah dicuci, dibersihkan, dan disedot debu. Bahan linen mudah kusut dan melar sehingga cocok digunakan dalam suasana yang sangat kasual.

    Katun adalah pilihan lain yang sangat baik karena lembut, mudah menyerap keringat, dan terjangkau sehingga cocok untuk suasana kasual atau tradisional. Namun, katun dapat kusut dan kurang tahan lama kecuali dicampur dengan bahan sintetis.

    Bahan sofa wol ideal untuk iklim dingin. Namun, bahan ini bisa jadi agak kasar, sebaiknya pertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilih bahan ini.

    Beludru

    Bahan yang elegan dan seringkali berwarna-warni, beludru adalah pilihan yang nyaman sehingga akan menambah sentuhan elegan pada setiap ruangan di rumah. Pilih warna netral untuk tampilan yang lebih kalem.

    “Beludru modern memiliki tumpukan yang lebih pendek, sehingga memberikan tampilan yang ramping dan kontemporer sekaligus sangat tahan lama dan anti noda. Bahannya lembut, dan ramah anak menjadikannya pilihan yang praktis namun mewah,” kata Thea Bloch-Neal, pendiri dan desainer Curated by Thea.

    Kain Chenille

    Chenille adalah bahan sofa alternatif yang bagus daripada linen yang juga merupakan pilihan yang sangat nyaman. Bahan ini cocok dengan kebangkitan gaya tahun 1970-an yang anggun di dunia desain interior.

    Namun pertimbangkan tekstur pada bahan sofa ini, bahan ini rentan tersangkut. Meski begitu, detail tekstur adalah cara yang sangat baik untuk menambahkan lebih banyak daya tarik visual ke ruangan kamu.

    Material ini dapat dilihat sebagai perpaduan yang pas antara beludru dan bounclé.

    Kulit

    Tambahkan sentuhan berkelas ke ruangan dengan menambahkan sofa kulit. Kulit menjadi pilihan yang tidak lekang oleh waktu dan serbaguna, menawarkan berbagai pilihan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Bahan kulit juga mudah dibersihkan.

    Perlu diingat bahwa ada berbagai jenis kulit, seperti kulit asli yang memberikan kesan alami dan mewah sehingga membentuk patina seiring waktu dan kulit sintetis yang menawarkan alternatif yang terjangkau, meskipun kurang tahan lama.

    Bahan sofa yang diwarnai anilin memiliki warna yang kaya, kulit ini menarik bagi penggemar desain tetapi lebih rentan terhadap noda karena kurangnya lapisan pelindung.

    “Namun, tidak ada yang lebih baik daripada sofa kulit berwarna cerah,” kata Cheryl, seorang desainer.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 6 Tanda Adanya Kecoa di Rumah



    Jakarta

    Kecoa menjadi salah satu hama yang sangat mengganggu saat masuk ke dalam rumah. Kecoa terkenal menyebarkan bakteri dan penyakit ke seluruh rumah, sehingga menyebabkan penyakit berbahaya.

    Beberapa orang juga mengalami masalah asma atau masalah pernapasan lainnya karena kulit yang mengelupas atau kotoran yang kecoa tinggalkan. Mengidentifikasi adanya serangan kecoa sangat penting dilakukan.

    Melansir house digest, berikut beberapa tanda adanya kecoa di rumah yang harus segera diatasi sebelum menimbulkan resiko yang berbahaya.


    Melihat Kotoran di Lantai

    Adanya kotoran kecoa menjadi tanda pasti bahwa kecoa masuk dan bersarang di rumah. Penampakan kotoran ini dapat bervariasi tergantung ukuran kecoa yang meninggalkannya dan beberapa faktor lainnya.

    Jika kecoa lebih kecil, kotorannya memiliki warna dan tekstur yang mirip bubuk kopi, dan ada juga yang lebih gelap serta tampak seperti lada hitam. Kecoa yang berukuran besar, akan tampak lebih bulat dan berwarna hitam atau coklat.

    Adanya Noda di Dinding

    Terkadang kotoran kecoa muncul dalam bentuk bercak, Bercak tersebut adalah jejak kotoran yang tertinggal saat serangga ini merayap di seluruh rumah. Dinding dan langit-langit menjadi lokasi umum tempat bercak ini terlihat.

    Noda juga mungkin tertinggal di tempat yang lembap atau basah. Jika kamu melihat bekas noda yang luas, hal ini menjadi petunjuk bahwa ada sumber makanan untuk kecoa di dekatnya.

    Bekas noda yang ditinggalkan akan membawa bakteri, sehingga disinfeksi permukaan dengan hati-hati di tempat mereka berada.

    Mencium Bau Apek di Rumah

    Kecoa memiliki bau yang sangat khas, hal ini dapat mendeteksi keberadaannya sehingga dapat membantu mengetahui adanya kecoa di rumah. Baunya digambarkan sebagai bau apek dan tidak segar.

    Serangga menggunakan baunya sebagai bentuk komunikasi, sehingga membantu kecoa untuk menemukan makanan dan kebutuhan lain yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

    Menemukan Kulit Kecoa yang Terkelupas

    Tanda lain kecoa membuat tempat tinggal di rumah kamu adalah ditemukannya kulit kecoa yang mengelupas. Jika melihat sesuatu sesuatu yang tampak seperti kecoa mati, mungkin itu hanya kulit yang tertinggal dari nimfa yang mengelupas.

    Nimfa adalah versi muda dari serangga ini. Kulit kecoa tidak tumbuh bersama tubuh, jadi harus kecoa harus melepaskannya dan membiarkan kutikula baru mengeras. Selama waktu ini kecoa akan terlihat putih sampai kulit baru siap.

    Saat nimfa tumbuh, kecoa akan melalui proses pergantian kulit ini beberapa kali. Jadi sudah seharusnya kamu membasmi kecoa di rumah jika melihat selubung kulit di sekitar rumah.

    Mengalami Gejala Alergi

    Jika seseorang di rumah mengalami alergi yang meningkat, kecoa bisa jadi adalah penyebabnya. Kecoa dapat menyebabkan gejala muncul tanpa memandang waktu dalam setahun.

    Namun, tidak semua orang akan mengalami reaksi pernapasan terhadap hama ini. Seseorang akan tampak bergejala saat terpapar kecoa itu sendiri, serta kotoran atau air liurnya.

    Mengatasi kecoa di rumah akan menjadi solusi yang paling efektif, tetapi kamu juga harus berkonsultasi dengan dokter mengenai penyebab pasti kamu terkena alergi.

    Melihat Kecoa Berkeliaran di Rumah

    Kecoa tidak hidup sendiri, menemukan satu kecoa yang berkeliaran di rumah menjadi tanda pasti ada sarang kecoa di rumah kamu. Kemungkinan kecoa akan berkeliaran adalah saat keadaan rumah gelap, karena kecoa aktif di malam hari.

    Matikan lampu di tempat yang akan didatangi kecoa, kemudian nyalakan lampu setelah gelap beberapa saat. Kemungkinannya kecoa akan berlari menyebrangi lantai menuju tempat persembunyian saat lampu dinyalakan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dilakukan! 5 Hal yang Membuat Ruang Tamu Terlihat Buruk



    Jakarta

    Semua orang pastinya ingin memiliki rumah yang terlihat bergaya dan nyaman, dengan ruangan-ruangan yang terlihat mewah dan besar. Salah satunya ruang tamu yang akan selalu diperhatikan orang saat memasuki rumah kamu.

    Memilih desain untuk suatu ruangan menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Seringkali tanpa sadar, banyak orang membuat pilihan desain yang justru membuat ruangan terlihat lebih kecil.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa kesalahan yang membuat ruang tamu di rumah terlihat tidak bergaya.


    Sebagian Dinding Beraksen

    Saat kamu memutuskan pilihan untuk dinding kamu, perlu pertimbangan untuk memilih dinding aksen. Memutuskan untuk memberikan aksen pada sebagian dinding merupakan hal yang akan berdampak negatif pada tampilan ruangan.

    Apabila ingin menambahkan hiasan, cat, atau wallpaper dinding, disarankan untuk mengaplikasikan ke semua dinding agar tampilannya lebih lengkap dan akan terlihat lebih mewah.

    Menggunakan Karpet yang Terlalu Kecil

    Memilih karpet yang terlalu kecil akan membuat ruangan terasa sempit, sebaiknya memposisikan furniture setidaknya semua kaki depan berada di atas karpet, sehingga disarankan untuk memilih karpet yang lebih besar.

    Jika sudah memiliki karpet yang ukurannya kecil, pertimbangkan untuk melapisinya di atas alas yang lebih besar. Hal ini juga menjadi cara untuk menambahkan lebih banyak warna dan tekstur ke ruang tamu kamu.

    Pencahayaan Standar

    Banyak orang yang berpikir bahwa pencahayaan ruang tamu cukup pada pencahayaan yang standar, hal ini akan membuat ruang tamu terasa membosankan.

    Disarankan untuk menggunakan pencahayaan berlapis yang akan membuat ruangan terlihat estetik dan akan menambah kesan artistik pada ruangan.

    Dinding Kosong

    Mungkin akan sulit untuk menemukan karya seni yang cocok untuk rumah kamu, tetapi jangan sampai membuat dinding di ruang tamu terlihat kosong terlalu lama.

    “Bila dinding ruang tamu kosong, tampilannya akan terlihat belum selesai dan murahan,” kata Emily Sturgess, pendiri Emily Sturgess Design.

    Disarankan untuk mencari foto yang kamu sukai atau lukisan dan barang-barang antik yang bisa menjadi pilihan untuk ditempel di setiap dinding ruang tamu kamu. Menggantung cermin juga bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dilakukan.

    Tidak Berlapis

    Ruangan yang terlihat murah akan terlihat tidak berlapis. Memadukan berbagai jenis tekstil untuk hasil yang lebih mewah bisa menjadi pilihan yang menarik.

    “Saat memilih bantal, cobalah untuk memadukan kain bertekstur (seperti boucle) dengan kain lain (seperti linen atau beludru) untuk menambah irama pada ruangan,” kata Anais Chaumien, pendiri Design by Anais.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pilih Warna Ini buat Ruang Tamu, Ketinggalan Zaman



    Jakarta

    Ruang tamu menjadi tempat yang akan menjadi kesan awal saat kamu menyambut tamu ke rumah kamu. Ruang tamu yang cantik dan menarik akan membuat tamu merasa nyaman saat berada di ruangan itu.

    Jika sudah waktunya mengecat ulang ruang tamu, sebaiknya pilih warna yang modern dan tahan lama. Menghindari warna cat yang ketinggalan zaman akan membantu terhindar dari pengecatan ulang yang tidak tepat waktu.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa warna yang sudah ketinggalan zaman sehingga membuat ruangan terasa bosan.


    Putih Dingin

    Saat mencoba cat putih, perubahan warna yang paling halus sekalipun akan memberikan efek dramatis pada tampilan keseluruhannya. Selama bertahun-tahun, warna putih dingin menjadi latar estetika modern dan minimalis yang memberikan tampilan segar.

    Namun saat ini, warna putih dingin dapat terasa klinis, terutama di tempat yang dimaksudkan untuk berkumpul dan bersantai sehingga terasa terlalu kaku.

    Cat hangat berwarna putih pucat dengan nuansa krem dapat menjadi alternatif yang bagus untuk menjadi pilihan.

    “Nada-nada bernuansa ini mempertahankan kesan terang dan lapang dari warna putih, namun menambahkan kehangatan, kelembutan, dan kualitas yang lebih ramah pada ruang tamu,” Philip Thomas Vanderford, kepala desainer interior Studio Thomas James.

    Biru Tua

    Biru tua sebagai salah satu warna yang ketinggalan zaman untuk dinding ruang tamu. Sifat gelap dan warna dingin biru tua tidak membuat ruangan terasa nyaman.

    Biru tua juga jarang terlihat cocok dengan hitam, yang merupakan warna aksen yang sulit dihindari.

    Abu-abu Arang

    Dulu abu abu arang adalah pilihan utama untuk mendapatkan tampilan dramatis dan berkelas. Namun, warna ini menjadi sangat umum dalam beberapa tahun terakhir sehingga sekarang terasa biasa saja.

    Warna arang sebagai warna cat ruang tamu dapat membuat ruangan terasa terlalu berat dan satu dimensi. Hal ini menimbulkan suasana yang terasa tertutup dan menyesakkan. Hijau zaitun tua dan terakota bisa menjadi alternatif pilihan.

    “Kedua warna tersebut menciptakan suasana yang nyaman dan canggih dengan kehangatan yang lebih besar dan sentuhan pada elemen alami, memberikan kedalaman dan daya tarik tanpa kesan berat,” kata Vanderford.

    Biru Kehijauan

    Warna biru kehijauan pernah menjadi warna yang mendominasi, karena menambahkan semburat warna yang tidak terlalu berani atau terlalu aman. Namun, kini warna ini sering dikaitkan dengan tren interior di awal tahun 2010-an.

    JIka kamu masih ingin menggunakan ini, disarankan untuk mencoba warna yang terinspirasi laut lainnya untuk dinding ruang tamu kamu.

    “Warna hijau laut yang kalem akan memberikan kedalaman dan kecanggihan tanpa kesan tren khusus suatu era,” ujar Vanderford.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuma Ganti Warna, Kamar Tidur Kecil Bisa Terlihat Luas



    Jakarta

    Warna yang tepat dapat sepenuhnya mengubah kamar tidur yang berukuran kecil, seperti mencerahkan kamar tidur, membuat kamar terlihat besar, atau mengubahnya menjadi ruang yang nyaman dan menenangkan.

    Warna yang tepat juga dapat mempengaruhi bagaimana cahaya dipantulkan dan menciptakan ilusi kedalaman. Seperti warna putih yang dikenal karena sifatnya yang tidak tertandingi dalam memperluas ruangan di kamar tidur kecil.

    Dilansir dari Livingetc, berikut beberapa warna terbaik untuk kamar tidur kecil yang dapat membuat ruangan terasa luas dan terlihat terang.


    Putih Pucat

    Putih merupakan pilihan warna klasik untuk kamar tidur kecil, terutama yang kecil dan gelap sehingga membuat kamar tidur kecil kamu tampak lebih besar. Ide kamar tidur putih berkisar dari putih bersih yang cemerlang hingga putih pucat yang lembut.

    Kamar kecil memiliki keuntungan karena disinari cahaya, sehingga tetap sederhana dan segar. Pilih warna putih pucat untuk dinding dan langit-langit serta padukan dengan warna putih paling lembut untuk kontras yang tidak mencolok.

    Warna Biru

    Kamar tidur gelap memang tidak identik dengan perluasan ruangan secara visual, tetapi kamar tidur biru dapat berfungsi dengan sangat baik. Kamar tidur justru dapat terasa lebih dengan warna gelap, terutama jika kamu menyertakan langit-langit.

    Warna yang lebih pucat adalah pilihan utama bagi kebanyakan orang di ruangan yang lebih kecil, karena warna tersebut dapat menciptakan suasana yang lebih terbuka dan lapang.

    Kuning Cerah

    Kuning adalah pilihan yang menyenangkan untuk kamar tidur kecil, terutama jika kamu mengecat langit-langit dan lis dengan warna yang sama. Warna yang ceria dapat memantulkan cahaya alami, sehingga membuat kamar tidur terasa lebih lapang.

    Saat mendekorasi dengan warna ini, cocok dipadukan dengan aksen putih atau kayu muda, dan warna netral muda seperti krem atau abu-abu untuk keseimbangan yang membantu menyeimbangkan kecerahannya serta menjaga ruangan agar tidak terasa berlebihan.

    Warna Netral yang Hangat

    Jika menyukai kamar tidur netral, tetapi mencari sesuatu yang lebih lembut, warna krem hangat atau warna terakota pucat dapat menjadi pilihan untuk diaplikasikan ke kamar tidur kecil kamu.

    Warna pada dinding dapat menentukan bagaimana ruangan terasa, warna kalem yang hangat atau warna yang dalam dan sensual untuk kamar tidur yang kecil karena warna tersebut menyelubungi ruangan agar terasa nyaman.

    Warna Permata

    Mendekorasi dengan warna-warna permata, seperti hijau zamrud tua, biru safir, dan batu kecubung mungkin tampak sebagai pilihan warna yang terlalu berani untuk kamar tidur kecil, tetapi sebenarnya dapat menciptakan kesan mewah dan mendalam.

    Warna permata yang kaya dapat menambah kedalaman dan karakter pada ruangan yang lebih kecil, menciptakan keseimbangan yang unik antara keterbukaan dan keintiman. Warna ini juga membuat dinding tampak memberikan kesan ruangan yang lebih luas

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kombinasi Warna Dapur yang Bakal Ngetren di 2025



    Jakarta

    Memilih kombinasi warna yang tepat dapat mengubah suasana dan fungsi ruang memasak kamu. Dari nuansa yang berani hingga palet yang lembut, tren warna dapur terus berkembang, menawarkan berbagai pilihan menarik untuk menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetis.

    Simak pembahasan ini untuk menjelajahi kombinasi warna dapur unik yang wajib kamu coba, memberikan inspirasi untuk menciptakan dapur impian yang mencerminkan gaya dan kepribadian kamu. Lihat, bagaimana warna dapat meningkatkan suasana hati dan menciptakan pengalaman memasak yang lebih menyenangkan.

    Merah Darah dan Kuning

    Melansir dari Homes and Gardens, umumnya, saat kamu menambahkan warna berani dan cerah ke dapur, kamu akan menyeimbangkannya dengan nuansa yang lebih kalem dan netral. Namun, karena warna merah tetap populer hingga tahun 2025, kamu perlu mempertimbangkan untuk memadukannya dengan warna-warna berani lainnya.


    “Kami sangat ingin menciptakan dapur berwarna kuning karena kami menyukai nuansa hangat dan cerah. Untuk menyeimbangkannya, kami akan menggabungkannya dengan warna yang lebih mencolok, seperti jerami dengan merah tua atau marigold dengan biru muda yang segar,” ungkap kepala di Heather Peterson Design, Heather Peterson.

    Dalam dapur deVOL ini, warna merah diterapkan pada kabinet, sementara kuning menghiasi dinding, rak, dan kap mesin. Untuk memberikan kesan lebih mewah pada kombinasi warna yang tidak biasa ini, pertimbangkan bahan dan tekstur yang kamu pilih.

    Gabungkan kayu alami di pulau dapur, furnitur kecil, atau perabotan lain yang berdiri sendiri. Padukan elemen pelengkap di backsplash dan sesuaikan semuanya dengan kain berwarna pada tirai, handuk, atau karya seni.

    Merah Muda dan Biru

    Meskipun banyak kombinasi warna dapur yang tidak biasa tahun ini cenderung mengarah pada warna-warna cerah dan gelap, warna lembut juga sedang tren, terutama bagi penggemar pastel dan corak yang lebih tenang.

    Pink dan biru adalah kombinasi warna dapur yang unik dan ternyata mudah diterapkan. Meskipun konsep dapur pastel mengingatkan pada iklan peralatan rumah tangga tahun 1950-an, tampilannya tetap terasa modern.

    Kelembutan warna ini membuat kombinasi yang tidak terduga ini mudah diterapkan. Jika kamu merasa ragu dengan dua warna yang kuat, pilihlah satu, misalnya biru untuk memberikan ketenangan ekstra dan cat lemari bawah kamu dengan warna tersebut.

    Kamu bisa menambahkan nuansa merah muda melalui dekorasi dan perabot kecil. Gunakan aksesori berwarna merah muda seperti mixer, bangku, atau lampu. Barang-barang ini mudah diganti jika kamu merasa bosan dengan tampilan tersebut dalam beberapa tahun ke depan.

    Biru Laut dan Hijau Zaitun

    Jika kamu lebih menyukai skema yang lebih sederhana tanpa warna-warna cerah, pilihlah kombinasi warna yang menonjolkan nuansa yang berfungsi sebagai warna netral. Dalam dapur ini, pilihan warnanya adalah biru tua dan hijau zaitun, kombinasi yang tidak biasa namun sangat stylish.

    Lemari dapur dengan dua warna memungkinkan kamu menciptakan ruang yang unik dengan karakter dan keistimewaan.

    Pertimbangkan untuk menggunakan warna yang lebih gelap pada lemari bawah, seperti Ink, biru tua yang sangat pekat, dan warna yang lebih terang pada unit atas, atau gunakan warna kontras seperti Olive untuk meja dapur guna menciptakan ciri khas.

    Kamu juga dapat menerapkan warna sekunder dengan cara yang lebih kreatif, terutama jika kamu ingin menambahkan sedikit kontras.

    Merah Muda dan Hijau

    Kamu mungkin sudah familiar dengan kombinasi warna yang tidak biasa ini, tetapi kombinasi tersebut akan kembali populer pada tahun 2025 untuk skema dapur yang lebih segar dan ceria. Namun, cara kamu memperkenalkannya sangat penting untuk menciptakan desain yang elegan.

    “Film Wicked memukau kita di tahun 2024 dan memengaruhi gaya interior kita. Menarik untuk melihat bagaimana kombinasi warna merah muda dan hijau dari Wicked dapat diintegrasikan ke dalam skema dapur tahun depan, menciptakan keseimbangan antara keceriaan dan keabadian,” kata Laura Styles, penasihat gaya di Yester Home.

    “Saya sarankan memadukan tampilan ini dengan perangkat keras kuningan yang dipoles untuk kesan dewasa dan kemewahan. Untuk menyegarkan skema pada tahun 2025, pilih semburat merah ceri yang berani, tren besar menurut Pinterest, dengan perabotan dan dekorasi yang dicat,” tambahnya.

    Merah Muda dan Merah Tua

    Ketika membayangkan dapur yang penuh warna, kamu mungkin teringat pada nuansa kalem atau warna-warna muram. Namun, pada tahun 2025, pilihan warna yang tidak terduga adalah menciptakan skema yang berani dan mencolok.

    Gabungan antara cat merah tua dan ubin bertekstur lebih terang ini menghasilkan skema warna yang menarik secara visual. Meskipun kombinasi warna ini mungkin terlihat aneh pada pandangan pertama, ini adalah perpaduan yang telah terbukti efektif untuk menciptakan ruang yang bergaya dan berkarakter.

    Baik kamu menyukai nuansa alami atau warna-warna berani dengan sentuhan merah, tahun 2025 adalah waktu yang tepat untuk mencoba sesuatu yang baru.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com