Tag: washington post

  • Tips Amankan Perabotan di Rumah dari Cakaran Kucing dan Anjing


    Jakarta

    Memiliki hewan seperti anjing dan kucing di rumah dipercaya dapat mengurangi stres. Hewan-hewan berbulu yang aktif ini dapat mengalihkan perhatian kita dan membuat tubuh jauh lebih rileks.

    Di satu sisi, anabul bisa juga memicu stress jika kamu tidak siap barang-barang di rumah penuh goresan karena terkena cakaran. Kamu tidak bisa menghentikan mereka karena itu sudah naluri alamiah untuk berburu dan bertahan hidup.

    Mau tidak mau yang harus dilindungi adalah perabotan agar tidak cepat rusak atau membahayakan bagi anabul.


    Dilansir Washington Post, berikut beberapa cara mengamankan perabotan dari cakaran kuku anabul.

    1. Sediakan Tiang Cakaran atau Garukan

    Cara paling aman mengamankan perabotan adalah dengan memberikan benda yang aman dari goresan. Saat ini sudah banyak dijual tiang cakaran yang bisa menjadi tempat main anabul. Benda ini berupa tiang yang bagian bawah dan atasnya datar. Seluruh permukaan tiang cakaran sudah dilapisi dengan serat kait yang aman jika dicakar anabul. Bahan pelapisnya itu terbuat dari karpet, karton, atau sisal. Pastikan tiang cakaran ini diletakkan di dekat mereka sehingga anabul tidak akan mendekat ke perabotan di rumah.

    2. Alihkan Perhatiannya

    Seperti yang disebutkan sebelumnya mencakar benda di sekitarnya adalah sifat alamiah hewan sehingga kamu tidak dapat menghentikan kebiasaan tersebut. Namun, kamu bisa mengalihkan perhatiannya. Salah satunya dengan menyediakan benda yang tidak meninggalkan goresan. Bisa juga kamu memberikan banyak mainan dan mengajak mereka bermain sehingga anabul tidak tertarik untuk mendekati perabotan yang mudah tergores. Mainan kucing tersebut bisa berupa tongkat atau mainan bergerak agar mereka berlarian.

    3. Melapisi Perabotan

    Jika kamu tidak memiliki waktu untuk mengawasi atau bermain dengan anabul. Cara paling aman adalah dengan melapisi perabotan atau mengganti dengan bahan yang aman dari goresan.

    Selimut bisa digunakan untuk melindungi area rawan goresan. Pilihan lainnya adalah dengan membungkus beberapa perabotan dengan menggunakan bahan sisal di bawah kursi atau sofa untuk melindunginya.

    4. Gunakan Penutup Kuku Kucing

    Ada juga yang menyarankan untuk menggunakan penutup pada kuku hewan. Penutup ini juga disebut dengan soft paws. Bahan ini dapat bertahan sekitar satu bulan hingga enam minggu. Pemasangannya juga biasanya dilakukan oleh dokter hewan.

    Namun, pemakaian ini dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan anabul dan membuat mereka tidak nyaman. Jika kamu ingin benar-benar memakaikan kucing dan anjing dengan ini, konsultasikan dahulu dengan dokter hewan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Jitu Amankan Perabotan Rumah biar Nggak Dicakar Kucing


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan seperti kucing terkadang bisa menjadi hiburan tersendiri maupun teman bagi penghuni rumah. Namun, pemilik kucing juga harus siap dengan segala tingkah lakunya, termasuk mencakar benda-benda sekitar.

    Kucing memang suka mencakar permukaan benda. Mereka suka mencakar ketika main, untuk menandakan teritori maupun mempertajam kuku.

    Kegiatan tersebut tentunya bisa membuat perabotan di rumah rusak kalau tidak segera diatasi. Nah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari barang-barang rusak karena dicakar kucing.


    Dilansir dari Washington Post, NPR, dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), berikut ini informasinya.

    1. Taruh Tiang Khusus Cakaran Kucing

    Cara paling aman mengamankan perabotan adalah dengan memberikan benda yang aman untuk dicakar kucing, yaitu tiang cakaran. Saat ini sudah banyak dijual tiang cakaran yang bisa menjadi tempat main kucing. Benda ini berupa tiang yang bagian bawah dan atasnya datar.

    Seluruh permukaan tiang cakaran sudah dilapisi dengan serat kait yang aman jika dicakar kucing. Bahan pelapisnya itu terbuat dari karpet, karton, atau sisal. Pastikan tiang cakaran ini diletakkan di dekat mereka sehingga kucing tidak akan mendekat ke perabotan di rumah.

    “Anda perlu memiliki lebih dari satu tiang garukan, dan Anda ingin meletakkannya di lokasi yang kemungkinan besar digunakan kucing Anda,” kata seorang ahli perilaku hewan bersertifikat dan konsultan perilaku kucing dari Sacramento, Mikel Delgado, dikutip dari NPR.

    2. Lapisi Perabotan

    Cara aman selanjutnya adalah melapisi perabotan atau mengganti dengan bahan yang aman dari cakaran kucing. Misalnya, membungkus perabotan dengan bahan sisal di bawah kursi atau sofa untuk melindunginya.

    Bisa juga dengan mengarahkan speaker ke dinding agar tidak dicakar kucing. Tempelkan plastik, double-tape, amplas atau karpet terbalik pada furniture atau lantai yang sering menjadi sasaran cakaran kucing.

    3. Gunakan Penutup Kuku Kucing

    Penutup ini biasa disebut juga dengan soft paws. Bahan ini dapat bertahan sekitar satu bulan hingga enam minggu. Pemasangannya juga biasanya dilakukan oleh dokter hewan.

    Namun, pemakaian ini dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan kucing dan membuat mereka tidak nyaman. Jika kamu ingin benar-benar memakaikan kucing dan anjing dengan ini, konsultasikan dahulu dengan dokter hewan.

    4. Pakai Cipratan Air

    Jika kucing masih mencakar perabotan rumah, pemilik bisa mencoba dengan mengejutkannya dengan bertepuk tangan atau mencipratkan air. Gunakan cara ini sebagai opsi terakhir karena kucing bisa mengasosiasikan pemiliknya dengan kejadian tersebut dan belajar menjadi takut kepada pemiliknya.

    Itulah beberapa cara untuk mengamankan perabotan dari cakaran kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com