Tag: wastafel

  • Wastafel Retak Jangan Dibiarkan, Begini Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Pernah mengalami keramik wastafel rusak atau retak? Hal ini pasti akan menjengkelkan karena bila retak, wastafel akan bocor dan bikin tambah repot.

    Bila hal ini sudah terjadi, kamu harus segera memperbaikinya. Jangan kelamaan membiarkan wastafel yang retak tak diperbaiki karena retakan akan semakin besar.

    Lantas, bagaimana memperbaiki wastafel yang retak? Begini caranya


    Menggunakan Acian Semen dan Adukan Waterproofing

    Jika wastafel terdapat lumut karena terkena air rembesan dari retakan tersebut maka Kamu perlu membersihkan lumut tersebut dahulu. Kamu dapat menggunakan sikat kawat. Kemudian, bilas area tersebut dengan cairan pembersih keramik. Setelah itu, persiapkan acian semen abu-abu. Poleskan acian semen pada bidang yang retak. Tunggu sampai acian tersebut mengering. Setelah sudah kering, aplikasikan bahan waterproofing berwarna putih pada titik keretakan.

    Tunggu sampai kering. Kalau wastafel Kamu berwarna putih, Kamu dapat menambahkan acian berwarna putih yang dicampur dengan lem putih untuk menyelaraskan warna acian semen dengan warna asli wastafel.

    Menggunakan Lem Jepang

    Lem Jepang terkenal mempunyai daya rekat yang tinggi. Jika retakan pada wastafel Kamu tidak terlalu besar, Kamu dapat menambal retakan tersebut dengan lem jepang ini.

    Menggunakan Epoksi

    Epoksi merupakan bahan kimia yang berfungsi sebagai pelapis. Kamu dapat menggunakan bahan ini untuk menutupi retakan kecil. Namun, untuk retakan yang lebih besar, Kamu perlu mengelas atau menyolder retakan tersebut sampai tertutup rapat. Untuk kemudahan, proses ini dapat dilakukan oleh profesional.

    Menggunakan Lem Silikon

    Setelah retak pada wastafel Kamu sudah diperbaiki, Kamu dapat menutup area yang sudah diperbaiki dengan menggunakan lem silikon. Oleskan lem tersebut dengan jumlah yang banyak di sekeliling bekas retak. Tunggu hingga kering, jika sudah mengering maka kamu dapat gunakan wastafel kembali.

    Mengganti Wastafel Saat Keramik Wastafel Retak

    Terakhir, jika retakan pada keramik sudah parah hingga wastafel memang benar-benar tidak dapat dipakai lagi. Maka, ada baiknya Kamu mengganti seluruh unit wastafel Kamu.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampas Kopi dan 6 Sisa Makanan Ini Tak Boleh Dibuang ke Wastafel


    Jakarta

    Selesai makan dan memasak hindari membuang sisa makanan di wastafel atau saluran air di tempat pencucian piring. Membuang sisa makanan terutama berbentuk padat dapat menyumbat saluran air.

    Bahkan ampas minuman seperti kopi dan teh juga tidak menjamin dapat terbuang ke luar. Sering kali didapati justru ampas minuman penyebab saluran air tersumbat.

    Menurut situs Mr. Rooter, cara mengetahui saluran air tersumbat, bisa dilihat dari tanda-tanda berikut.


    1. Air meluap dari saluran pembuangan wastafel atau keluar dari sela-sela selang pembuangannya.
    2. Air lama menyusut saat kran wastafel digunakan.
    3. Lubang mengeluarkan bau makanan tidak sedap.

    Maka dari itu, ada baiknya sisa makanan langsung dibuang ke tempat sampah, terutama untuk jenis makanan berikut.

    Ampas Kopi

    Setelah menyeruput kopi, kamu pasti menemukan ampas di dasar gelar. Saat hendak mencuci gelas, hindari membuang ampas kopi langsung ke saluran air wastafel. Ampas kopi tidak mudah larut dalam air dan berpotensi menumpuk di saluran air.

    Sebagai gantinya coba jadikan ampas kopi sebagai pupuk tanaman, penghilang bau di rumah, atau bahan eksfoliasi kulit.

    Nasi, Mie, dan Pasta

    Nasi adalah sisa makanan yang paling sering ditemukan saat mencuci piring. Meski ukurannya kecil, tetapi itu tidak menjamin, nasi akan larut atau hancur saat dibuang di saluran air.

    Hal yang sama juga berlaku setelah membuat mie atau pasta. Sisa dari hasil memasak mie atau pasta sebaiknya tidak dibuang ke saluran air, termasuk airnya yang masih panas dan berminyak.

    Nasi, mie, dan pasta ada tipe bahan makanan yang dapat menyerap air dengan baik, sehingga saat dibuang di saluran air bisa menyebabkan penyumbatan.

    Tepung

    Terlalu Banyak Konsumsi Tepung Bisa Memicu 5 Penyakit IniTepung yang masih kering Foto: Getty Images/iStockphoto/Timmary

    Orang Indonesia kerap membuat makanan dengan dilapisi adonan tepung seperti pisang goreng, bakwan, tempe, tahu, ayam goreng, dan masih banyak lagi. Pada sisa adonan tepung tersebut pasti ada larutan terigu yang mengental.

    Adonan ini sebaiknya tidak dibuang ke saluran air karena sifatnya sama seperti ampas kopi tidak mudah larut saat tersiram air.

    Minyak dan Lemak

    Cara Praktis Bersihkan Wadah Makanan yang BerminyakWadah Makanan yang Berminyak Foto: TikTok Adi Kempler

    Setelah memasak, kamu perlu berhati-hati saat mencuci alat masak terutama yang berminyak. Minyak dan lemak mudah menempel di dinding saluran air dan apabila terjadi penumpukan kotoran dapat menyebabkan saluran air tersumbat.

    Jadi sebelum mencuci alat masak dan makan rendam lebih dahulu dengan air sampai minyak terangkat. Setelah itu buang di tempat sampah.

    Tulang

    -tulang ayam Foto: Istimewa

    Penggemar ayam goreng, ayam, sapi, dan daging hewan bertulang lainnya, pastikan buang sisa tulang tersebut ke tempat sampah. Tulang yang keras sulit untuk terurai dan dapat menyebabkan saluran air tersumbat jika dibuang ke sana.

    Cangkang Telur

    Manfaat cangkang telurCangkang telur Foto: Getty Images/iStockphoto

    Sama seperti tulang, cangkang telur juga berbentuk padat meski rapuh. Membran cangkang telur juga memiliki ujung yang tajam dan tipis sehingga mudah untuk tersangkut di saluran air. Sebagai gantinya kamu bisa membuat serpihan cangkang telur menjadi bahan pupuk kompos.

    Kulit Kentang

    manfaat kulit kentangKulit kentang Foto: Getty Images/iStockphoto

    Bagi kamu yang suka mengonsumsi kentang, sebaiknya kulit kentang yang telah dicuci bersih dikonsumsi. Apabila kulit kentang tidak dipakai buang pada tempat sampah. Membuang kulit kentang ke saluran air juga dapat menyebabkan penyumbatan.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau Busuk di Wastafel Bisa Dihilangkan Pakai Bahan Alami Ini!



    Jakarta

    Pernahkah kamu merasa terganggu dengan bau tak sedap yang muncul dari wastafel? Bau ini bisa berasal dari sisa makanan yang membusuk, lemak yang menumpuk, atau bakteri yang berkembang biak di saluran pembuangan.

    Tak dapat dipungkiri, aroma tidak sedap ini bisa mengganggu dan membuat dapur terasa tidak nyaman. Bahkan, terkadang bau tersebut dapat menyebar ke seluruh ruangan dan mengganggu kegiatan sehari-hari.

    Biasanya kebanyakan orang akan langsung berpikir untuk membeli pembersih kimia di toko atau memanggil tukang ledeng untuk memeriksa saluran pembuangannya. Padahal, hanya dengan satu bahan dapur ini kamu sudah bisa menghilangkan bau tak sedap pada wastafel. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak caranya di bawah ini!


    Dilansir dari laman The Washington Post, salah satu solusi yang sering diabaikan namun terbukti ampuh untuk menghilangkan bau tak sedap pada wastafel adalah dengan menggunakan lemon. Cara ini adalah cara yang sangat praktis dan murah karena hanya menggunakan lemon, garam, dan es batu saja. Begini caranya.

    Cara Menghilangkan Bau Busuk di Wastafel Pakai Lemon

    1. Potong lemon menjadi beberapa bagian

    2. Masukkan potongan lemon ke dalam wastafel

    3. Masukkan beberapa sendok makan garam dan es batu juga ke dalam wastafel

    4. Nyalakan air dan tunggu hingga semua bahan tersebut terurai

    Proses ini akan melepaskan aroma segar dari lemon dan secara efektif menghilangkan bau tidak sedap pada wastafel kamu. Tidak hanya itu, lemon juga memiliki sifat antimikroba alami yang dapat membantu membersihkan permukaan wastafel dari bakteri-bakteri penyebab bau. Sementara itu, garam dan es batu berperan dalam membersihkan sisa-sisa buih atau kotoran yang menempel di dalam saluran pembuangan.

    Dengan kombinasi dari ketiga bahan ini, kamu bisa mengatasi bau tidak sedap pada wastafel dengan mudah dan efektif, tanpa perlu memanggil tukang pipa atau menggunakan produk pembersih kimia yang keras. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Wastafel yang Ideal? Begini Cara Mengukurnya


    Jakarta

    Wastafel dapur adalah tempat yang biasanya digunakan untuk mencuci piring dan peralatan memasak. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata ada tinggi ideal untuk wastafel di dapur?

    Memasang wastafel pada ketinggian yang tepat jauh lebih penting daripada ketinggian standar untuk semua orang.

    Mengapa begitu? Ini karena setiap orang memiliki tinggi yang berbeda-beda. Jadi, ketinggian wastafel seharusnya disesuaikan dengan tinggian pengguna. Ketinggian yang sesuai akan membuat pengguna terhindar dari bungkuk dan rasa pegal saat harus mencuci piring dalam jumlah banyak.


    Lantas berapa tinggi wastafel yang ideal? Berikut adalah pengukurannya, dilansir dari berbagai sumber.

    Tinggi Ideal Wastafel Sesuai Tinggi Pengguna

    Tinggi ideal wastafel bisa diukur menggunakan tinggi siku pengguna. Tinggi siku adalah ketinggian yang diukur mulai dari tanah berpijak sampai siku seseorang, jadi tinggi siku ini akan berbeda untuk setiap orang. Pengukuran tinggi wastafel yang paling ideal adalah menggunakan tinggi siku pengguna, bukan tinggi badan.

    Antara tinggi siku dan permukaan atas wastafel, harus ada jarak sekitar 10-15 cm. Ketinggian wastafel idealnya berjarak antara 10-15 cm dibawah tinggi siku pengguna. Pengukuran ini bisa membantu pengguna untuk tidak membungkuk di atas wastafel dan membuat punggung lebih rileks.

    Selanjutnya, ketinggian wastafel hampir selalu sama dengan tinggi meja dapur. Namun, kedalaman wastafel yang ideal adalah 56 cm. Kedalaman ini akan meminimalisir cipratan dan dapur menjadi basah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Benda yang Bikin Saluran Air Mampet, Begini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Saluran air bisa ditemukan di berbagai tempat, termasuk kamar mandi dan dapur. Sering kali yang melalui saluran ini bukan cuman air, melainkan kotoran dan benda-benda yang bisa bikin saluran air mampet.

    Kotoran yang menumpuk akan menghalangi aliran air. Hal ini bisa menimbulkan masalah, seperti luapan air hingga muncul bau nggak sedap. Sangat merepotkan, bukan?

    Nah, sebelum kejadian sebaiknya kamu mengetahui benda apa saja yang bisa bikin saluran air mampet. Berikut ini benda-benda yang bikin saluran air mampet serta cara mengatasinya, dikutip dari Dengarden, Kamis (13/6/2024).


    Benda yang Bikin Saluran Air Mampet

    1. Rambut

    Rambut yang rontok setiap hari bisa menjadi penyebab saluran air mampet. Nggak cuma itu rambut hewan peliharaan dan bahan berserat lainnya juga bisa menyumbat saluran air. Rambu ternyata dapat mengikat zat lain seperti sabun dan minyak yang dibuang di saluran pembuangan.

    Cara mengatasinya: Kamu bisa mengatasinya dengan menggunakan cairan pembersih saluran air untuk menghancurkan minyak dan rambut yang menyumbat, namun perlu diingat jika penggunaan jangka panjang dapat merusak pipa. Untuk alternatifnya, kamu bisa menggunakan baking soda dan cuka.

    2. Sabun

    Sisa-sisa sabun yang berbentuk buih dapat terakumulasi seiring berjalannya waktu, terutama di saluran cucian, pancuran, dan kamar mandi, sehingga mengurangi diameter pipa dan menyebabkan saluran air menjadi lambat. Sabun jika tercampur dengan bahan lain seperti rambut dan kotoran bisa menimbulkan penyumbatan.

    Cara mengatasinya: Pembersihan dengan air bertekanan tinggi adalah cara terbaik untuk menghilangkan penumpukan sabun dari pipa.

    3. Kotoran

    Banyak dari kamu berpikir jika membuang semua kotoran ke saluran air. Tapi, faktanya adalah kotoran dapat menumpuk lalu menyebabkan menyumbat saluran air, terutama jika tercampur dengan rambut, sabun, dan minyak.

    Cara mengatasinya: Bersihkan secara rutin saluran air menjaga kebersihan keseluruhan saluran air kamar mandi. Kamu bisa gunakan tenaga profesional jika sudah parah.

    4. Minyak dan Lemak

    Minyak dan lemak sisa makanan bisa mengendap dan membeku ketika suhu dingin dan terkena air sehingga menyumbat saluran air.Dengan menyiram air panas kedalam saluran air ternyata dinilai kurang ampuh.

    Cara mengatasinya: Kamu bisa campurkan sedikit detergen dengan air panas, lalu tuangkan cairan campuran tersebut ke dalam saluran air. Larutan detergen dan air panas bisa memecah lemak yang menyumbat.

    5. Sisa Makanan

    Penyebab utama kenapa wastafel sering tersumbat adalah sisa makanan yang jatuh ke dalam saluran air kemudian menyumbatnya. Terutama untuk teh dan bubuk kopi sulit untuk terurai sehingga dapat menumpuk di saluran air.

    Cara mengatasinya: Bersihkan dengan cairan pembersih ditambah menggunakan alat pembersih, seperti plumber snake, lakukan hal ini secara rutin.

    6. Endapan Mineral

    Air sadah punya konsentrasi pH mineral tinggi, Maka jika air di tempat tinggal kamu adalah air sadah maka saluran air kamu bisa tersumbat oleh endapan mineral dengan seiring berjalannya waktu. Hal ini akan mengurangi arus aliran kemudian dapat menyumbat saluran air.

    Cara mengatasinya: Kamu bisa panggil tukang ledeng profesional. Pipa-pipa tersebut perlu dibersihkan keraknya untuk menghilangkan penumpukan mineral.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips Biar Dapur Kamu Nggak Bau Busuk


    Jakarta

    Dapur rentan dengan bau tak sedap yang bisa tertinggal seharian. Jadi, bagaimana cara agar dapur tetap terjaga wanginya seharian?

    Dilansir dari Homes and Gardens, Jumat (28/6/2024) kalau dapur kamu selalu berbau busuk, mungkin ada penyebab utama yang belum kamu ketahui. Bisa jadi ada makanan yang tumpah atau terlupakan yang tidak terlihat, saluran pembuangan air yang perlu dibersihkan atau dibuka, dan masih banyak lagi. Luangkan waktu satu hari untuk membersihkan dapur secara maksimal, seperti merapikan an membuka sumbatan sampai kamu menemukan sumbernya, atau memanggil jasa profesional.

    Banyak metode pembersihan cepat dalam membersihkan dapur agar senantiasa wangi. Berikut detail-detail kecil pembersihan yang harus dilakukan rutin, bukan hanya sekali seminggu.


    1. Mencuci Handuk dan Lap Piring Secara Rutin

    Penyebab bau busuk yang pertama adalah handuk dan kain lap, terutama kalau kamu mencuci dengan tangan dan tidak memakai mesin pencuci piring. Handuk yang lembab dan bekas pakai bisa menyebabkan bau busuk.

    Mencuci secara teratur dengan detergen beraroma wangi untuk menghilangkan sisa-sisa bau, dan mengeringkan handuk secara tuntas akan bantu mencegah bau.

    2. Mengepel Lantai dengan Produk Wangi

    Remahan dan tumpahan juga bisa jadi sumber bau, jadi mengepel rutin dengan produk beraroma wangi dan segar bisa bantu menghilangkan bau tak sedap.

    “Linoleum, vinil atau lantai kayu buatan sangat ideal untuk memudahkan pembersihan,” saran kepala petugas kebersihan di Cloralen, Tanu Grewal.

    “Dan meskipun karpet dapur dapat menghangatkan ruangan, karpet ini menyerap banyak tumpahan dan bau, jadi sebaiknya dihindari,” lanjutnya.

    “Cara favorit saya untuk membersihkan lantai vinyl atau laminate yang memiliki keharuman yang tahan lama adalah dengan menggunakan pembersih berbahan dasar minyak pinus,” ucapnya.

    “Minyak pinus lembut pada bahan namun membersihkan hasil yang bersih dan wangi yang luar biasa,” tutupnya.

    3. Tambahkan Aroma Segar

    Selain memakai pembersih dapur yang wangi, menambahkan wewangian juga bisa bantu menutupi bau. Bisa dengan menyalakan lilin andalanmu atau dengan semprotan wewangian.

    Kalau kamu mau menambahkan dekorasi dapur yang juga membuat ruangan harum, kamu bisa pakai bunga potong segar.

    “Bunga segar tidak hanya mempercantik kamar mandi, tapi juga mengeluarkan wewangian alami. Hydrangea, gardenia, dan peony adalah pilihan bagus yang kami gunakan untuk klien kami karena kelopak bunga yang cantik dan aromanya yang semerbak,” kata desainer dan pendiri Design Morsels, Andrea Hundley.

    “Ingatlah untuk mengganti air setiap dua hingga tiga kali hari untuk mencegah pertumbuhan akteri yang menyebabkan bau tak sedap,” tambahnya.

    4. Hindari Genangan Air

    Hal ini harus dihindari dengan cara apa pun, mulai dari mengganti air vas bunga sampai memastikan saluran pembuangan air mengalir dengan baik.

    Sudah jelas bahwa piring yang terkena makanan akan berbau tidak sedap, apalagi kalau dibiarkan di wastafel, di atas meja, atau bahkan di mesin pencuci piring. Idealnya, piring-piring tersebut harus dicuci dua kali sehari, dan pastikan selalu mencuci piring sebelum tidur untuk memastikan bau busuk tidak berkembang saat malam.

    6. Cuci Konter dengan Anti Bakteri

    Memakai antibakteri setiap hari sangat penting untuk menyingkirkan bakteri dan kuman penyebab bau yang tidak bisa kita lihat. Bersihkan meja dapur tiap pagi guna mengurangi kontaminasi silang, dan pakai pembersih yang lembut dan tidak abrasif yang cocok untuk bahan meja dapur.

    “Seka meja dapur dengan kain microfiber atau spons, perhatikan sudut, tepi, dan lapisan di mana remah-remah mungkin tersembunyi. Untuk noda membandel, buatlah campuran menggunakan soda kue dan air. Oleskan campuran tersebut ke area yang terkena noda, diamkan selama beberapa menit, lalu gosok perlahan dengan sikat atau kain lembut,” kata ahli kebersihan di Ministry of Cleaning, Prerna Jain.

    “Bilas area tersebut secara menyeluruh dengan ir bersih dan akhiri dengan menggunakan kain kering atau tisu untuk menghilangkan kelembaban berlebih dan memoles meja dapur, sehingga bebas dari noda dan bercahaya,” lanjutnya.

    7. Menggosok Rak dan Lemari untuk Menghilangkan Debu Penyebab Bau

    Pastikan area ini bersih dengan cara menggosok secara rutin agar dapur selalu wangi. Area-area ini rentan terhadap penumpukan debu dan jamur, dan kemungkinan menjadi sarang hama.

    Pertama, keluarkan semua barang lalu ambil kain microfiber basah dan bersihkan semua bagian lemari mulai dari atas ke bawah. Pakai air sabun atau cuka yang dilarutkan. Setelah dilap, biarkan lemari mengering sebelum menata semuanya lagi. Cara ini juga berlaku untuk membersihkan kulkas dan rak-raknya.

    8. Membersihkan Wastafel dan Saluran Air dengan Soda Kue dan Cuka

    Langkah ini penting untuk estetika dapur dan mencegah bau busuk, dan bantu menjaga dapur tetap bersih serta mencegah kontaminasi silang.

    “Akan sangat membantu jika Anda menaburkan soda kue atau sabun cuci piring lembut ke spons atau kain basah sebelum menggosok wastafel dengan lembut, perhatikan sisi, sudut, dan area pembuangan di mana partikel makanan cenderung menumpuk,” ucap pakar kebersihan hijau di GreenLife, Itamar.

    Bilas secara menyeluruh dengan air hangat untuk menghilangkan sisa sabun.

    “Untuk sanitasi ekstra, Anda bisa mendisinfeksi wastafel dengan menyemprotkan campuran air dan cuka dengan perbandingan yang sama atau dengan menggunakan larutan pemutih yang lembut (ikuti petunjuk dari pabriknya),” tambahnya.

    Kamu juga bisa menghilangkan bau dan membersihkan saluran pembuangan wastafel dapur dengan cuka dan air mendidih tiap muncul bau busuk.

    “Akhiri pembersihan dengan mengelap keran dan gagangnya menggunakan pembersih yang tepat dan keringkan wastafel dan kran dengan kain bersih untuk mencegah bercak air,” tutupnya.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis Pipa Ini Cocok buat Wastafel Dapur, Bisa Cegah Bau Tak Sedap


    Jakarta

    Menjaga kebersihan dan merawat rumah penting agar penghuni merasa nyaman dan rumah tidak cepat rusak. Termasuk saluran air atau pipa di rumah perlu diperhatikan, misalnya wastafel dapur.

    Pipa yang satu ini jangan sampai tidak dirawat karena bisa menimbulkan bau tidak sedap. Biasanya bau disebabkan saluran air yang mampet, sehingga kotoran mengendap dan tidak terbuang dengan baik.

    Oleh karena itu, pemilihan jenis pipa untuk wastafel dapur tidak boleh sembarangan. Salah satu jenis pipa yang disarankan adalah yang berbentuk pipa P Trap.


    Pipa P trap adalah saluran pembuangan air di bawah wastafel dapur. Bentuknya berbeda dengan lengkungan pipa biasa karena pipa P trap, lengkungannya hanya di bagian depan lalu kemudian lurus.

    Ternyata bentuknya ini banyak kegunaannya untuk saluran air di rumah. Dikutip dari Housing, Rabu (6/8/2024), berikut beberapa fungsi dan kelebihan pipa P trap pada wastafel dapur.

    Kelebihan Pipa P Trap

    1. Mencegah Gas Masuk ke Rumah

    Setiap lubang di rumah, terutama saluran pembuangan dapat menimbulkan gas yang tidak bagus untuk kesehatan. Mulai dari sakit kepala, pusing, dan masalah kesehatan lainnya.

    Dengan pipa P trap yang bentuknya lurus, melengkung, kemudian lurus lagi, dapat mengunci gas saluran pembuangan di dalam pipa.

    2. Mencegah Penyumbatan Pipa

    Biasanya saat mencuci bahan makanan atau alat masak dan makan, ada sisa makanan atau benda keras masuk ke saluran air. Dengan pipa P trap, kotoran tersebut dapat dibuang sehingga tidak menyebabkan penyumbatan pada pipa.

    3. Tidak Menimbulkan Bau Tidak Sedap

    Bau tidak sedap biasanya muncul karena ada pengendapan di dalam pipa atau kebocoran gas saluran pembuangan. Asal pemasangan pipa P trap benar dan tidak ada kebocoran, bau tidak sedap tidak akan pernah tercium dari wastafel dapur.

    Kekurangan Pipa P Trap

    Meskipun pipa P trap kegunaannya cukup bagus, tetapi apabila tidak dirawat atau pemasangannya tidak benar, bisa menyebabkan hal berikut.

    1. Penyumbatan

    Pipa P trap yang tersumbat biasanya karena ada kotoran atau benda asing yang menumpuk. Bisa dari rambut, sisa sabun, atau sisa makanan.

    Meskipun pipa P trap memiliki aliran untuk membuang benda padat, tetapi sebaiknya jangan langsung dibuang ke saluran. Jika pipa sudah tersumbat kamu bisa menggunakan penyedot atau membongkar pipa P trap untuk dibersihkan.

    2. Korosi

    Air bisa menyebabkan korosi pada logam apalagi yang sudah tercampur sabun dan minyak. Maka dari itu, hindari pipa P trap berbahan baja. Ganti dengan jenis bahan seperti PVC atau tembaga.

    PVC permukaannya keras walaupun dari plastik sehingga tidak akan berkarat. Sementara itu, tembaga juga tahan terhadap karat.

    3. Kebocoran

    Kebocoran pada pipa P trap bisa disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya pemasangan yang kurang tepat, korosi pada pipa sehingga ada bagian yang rusak, atau pipa longgar.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarang Orang Tahu, Ternyata Lubang Kecil Wastafel Punya Peran Penting


    Jakarta

    Wastafel menjadi bagian penting yang banyak kamu temukan di restoran maupun di rumah. Wastafel digunakan untuk mencuci tangan yang biasanya terdapat di luar kamar mandi atau tempat mencuci piring.

    Saat kamu menggunakan wastafel, biasanya kamu tidak akan memperhatikan lubang kecil yang berada tepat di bawah keran di dinding wastafel. Lubang kecil itu biasa disebut dengan lubang luapan.

    Lubang kecil pada wastafel memiliki fungsi penting. Bila keran air dibiarkan terbuka dan pembuangan tertutup, lubang tersebut akan menyalurkan air ke dalam lubang kecil dan tidak akan mengucurkan air keluar dari wastafel ke lantai.


    Untuk memastikan luapan wastafel dapat berfungsi, wastafel harus tetap bersih dan bebas dari kotoran. Kotoran yang menumpuk di dekat dasar saluran luapan, membuat aliran air dan udara terhambat.

    Melansir The Spruce, Jumat (20/09/2024), berikut ini beberapa cara membersihkan lubang luapan pada Wastafel.

    Pembersih Pipa atau Sikat Pembersih Wastafel

    Masukkan pembersih pipa atau sikat pembersih wastafel ke dalam lubang luapan wastafel, putar, dan dorong sikat ke dalam dan ke luar untuk membersihkan kotoran.

    Lakukan hal ini secara perlahan, gunakan corong fleksibel tahan panas untuk menuangkan air panas atau air mendidih ke dalam lubang untuk membuangnya. Hal ini bisa jadi berantakan dan kamu mungkin perlu membersihkan ulang wastafel.

    Tali Pengikat

    Tali pengikat panjang berfungsi sangat baik karena dapat ditekuk di sekitar lengkungan wastafel tetapi cukup kaku untuk mengeluarkan endapan. Masukkan ujung tali pengikat yang runcing ke dalam lubang luapan dan masukan sejauh mungkin dengan perlahan.Gerakkan tali pengikat ke atas dan ke bawah serta ke samping untuk melonggarkan dan mendorong keluar sumbatan.

    Selang Karet

    Isi wastafel dengan air sedikit lebih tinggi dari lubang luapan. Biarkan sebagian air mengalir ke bawah luapan. Biarkan sebagian air mengalir ke bawah luapan. Letakkan salah satu ujung selang karet pada lubang luapan.

    Tiupkan beberapa kali udara melalui selang lagi. Udara harus berhembus dengan bebas, tanpa hambatan dan ulangi sesuai kebutuhan.

    Pembersih Cair

    Buat campuran pemutih klorin dan air biasa dengan perbandingan 50/50, lalu tuangkan campuran tersebut ke dalam lubang luapan menggunakan wadah dengan corong tuang. Diamkan campuran selama 10 menit, lalu bilas luapan dengan air biasa.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Barang Dapur Ini Cepat Kotor, Sudah Kamu Bersihkan Belum?


    Jakarta

    Ruang dapur memang bagian rumah yang paling cepat kotor karena berbagai aktivitas memasak. Oleh karena itu, kamu harus sering membersihkan dapur biar nggak jadi sarang bakteri atau bikin noda makin sulit dihilangkan.

    Setelah memasak, pasti ada saja bekas minyak, lemak, bumbu masakan yang berceceran. Kalau nggak segera dibersihkan, bisa-bisa kotoran akan semakin susah dibersihkan.

    Nah, ternyata ada bagian-bagian di dapur yang paling sering kotor dan jarang dibersihkan, lho. Apa saja ya?


    Yuk, simak apa saja barang dapur yang sering kotor dan terlupakan, dikutip dari The Spruce, Senin (23/9/2024).

    1. Setiap Pegangan di Dapur

    Banyak peralatan di dapur memiliki tombol, pegangan, atau touchpad yang disentuh setiap kali digunakan. Ini termasuk pegangan kabinet, pegangan peralatan, dan panel kontrol.

    Sayangnya, seringkali kita lupa untuk membersihkan area ini saat kita membersihkan dapur. Khususnya, jika kita menyentuhnya saat memasak atau menangani makanan mentah.

    Oleh karena itu, penting untuk membersihkan pegangan, handle, dan touchpad ini setidaknya seminggu sekali dengan tisu disinfektan atau pembersih disinfektan.

    2. Wastafel

    Wastafel memang tempat untuk mencuci, tapi jangan salah, wastafel bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak. Apalagi di permukaannya seperti celah-celah tempat wastafel bertemu dengan meja, di sekitar saluran pembuangan, dan tutup pembuang sampah.

    Oleh karena itu, wastafel dapur sebaiknya didisinfeksi setelah setiap persiapan makanan, pencucian piring, atau setidaknya sekali sehari. Jangan lupa untuk membersihkan pegangan, keran, dan area di sekitar wastafel.

    Semua percikan saat mencuci makanan yang terkontaminasi akan menempel di sana. Gunakan pembersih wastafel yang mengandung disinfektan dan lap bersih atau tisu disinfektan sekali pakai.

    3. Spons, Sikat, dan Kain Lap Piring

    Dalam upaya untuk mengurangi penggunaan tisu dan dampaknya pada lingkungan, banyak rumah menggunakan spons selulosa, sikat gosok wastafel, dan kain lap dapur.

    Sayangnya, spon dapur dan sikat pembersih bisa menyimpan tingkat bakteri yang tinggi jika tidak dibersihkan dengan benar. Jika kamu menggunakan produk-produk ini, mereka harus dicuci dengan air panas setelah setiap persiapan makanan atau sesi pembersihan.

    Sikat gosok wastafel dan sayuran bisa dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring untuk membersihkan dengan benar setiap kali digunakan.

    4. Kulkas

    Kulkas yang berfungsi mendinginkan makanan tetap bisa ditumbuhi bakteri berbahaya, lho! Makanan seperti buah dan sayuran harus disimpan tanpa dicuci terlebih dahulu untuk menghindari kerusakan cepat.

    Namun, laci kulkas perlu dicuci secara berkala untuk menghindari kontaminasi di masa depan. Kelebihan makanan atau cairan makanan bisa tertinggal di laci dan di sekitar rak-rak kulkas.

    Untuk menghilangkan bakteri, ragi, dan jamur yang mungkin tumbuh, keluarkan laci atau rak kulkas secara berkala dan bersihkan dengan detergen ringan dan air panas atau hangat. Keringkan dengan lap bersih atau tisu kertas.

    5. Talenan

    Talenan, terutama yang terbuat dari kayu, sering memiliki celah-celah kecil yang bisa menyimpan bakteri. Penting untuk memiliki setidaknya dua talenan terpisah: satu untuk buah dan sayuran, dan satu untuk daging.

    Cuci talenan setiap kali digunakan dengan air panas dan sabun, dan bilas dengan air panas. Keringkan dengan tisu kertas atau kain dapur bersih.

    Jangan biarkan talenan menetes hingga mengering karena bakteri menyukai lingkungan yang hangat dan lembap. Kamu juga bisa memilih talenan yang bisa dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring untuk membersihkan dengan cermat.

    6. Mesin Pembuat Kopi, Blender, & Alat-Alat Kecil

    Alat-alat, seperti mesin pembuat kopi dan blender, bisa menjadi tempat yang ideal bagi bakteri, ragi, dan jamur untuk tumbuh. Beberapa alat kecil harus dibersihkan setelah setiap penggunaan.

    Setidaknya sekali seminggu, bongkar dan bersihkan alat-alat kecil secara menyeluruh. Beberapa komponen aman untuk dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring, dan yang lain harus dicuci dengan air panas dan sabun, lalu dibilas dengan air panas dan dikeringkan dengan benar.

    Rutinitas pembersihan yang sama juga harus diterapkan pada alat, seperti pembuka kaleng, sendok takar, dan cangkir.

    7. Kotak Makan, Tas Belanja, & Botol Air

    Setiap kali kamu menggunakan kotak makan, tas belanja, atau botol air yang bisa digunakan kembali, ada potensi kontaminasi silang oleh bakteri, kecuali jika telah dibersihkan dengan benar.

    Kotak makan harus sepenuhnya dibongkar dan dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring atau dicuci dengan air panas, dibilas dengan air panas, dan dikeringkan sepenuhnya.

    Sebagian besar kotak makan dan tas belanja yang dapat digunakan kembali bisa dimasukkan ke dalam mesin cuci pakaian untuk membersihkan dengan cermat.

    8. Meja Dapur

    Meja dapur seringkali digunakan untuk meletakkan dompet, tas belanja, dan barang lainnya, selain menjadi tempat untuk menyiapkan makanan. Pastikan untuk membersihkannya sebelum menyiapkan makanan atau setidaknya sekali sehari.

    Hindari menggunakan spons atau kain lap piring yang sudah digunakan karena benda-benda tersebut mungkin menyimpan bakteri dan kuman.

    Luangkan waktu untuk membersihkan sudut-sudut, di bawah alat-alat kecil, dan sepanjang pinggiran antara kompor atau kulkas dan meja dapur setidaknya seminggu sekali.

    9. Wadah Bumbu Dapur

    Wadah bumbu dapur, seperti garam dan merica, sering digunakan dan sering disentuh selama persiapan makanan. Bersihkan wadah tersebut dengan hati-hati dengan tisu disinfektan setelah setiap persiapan makanan dan bersihkan secara menyeluruh setiap minggu.

    Itulah beberapa barang dapur yang mesti rajin kamu cuci ya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Pipa Air dan Fungsinya yang Harus Kamu Tahu


    Jakarta

    Pipa air menjadi komponen penting dalam infrastruktur air bersih dan sistem penyediaan air. Memahami berbagai jenis pipa air yang tersedia dan fungsinya sangat penting untuk memastikan sistem perpipaan berjalan dengan efektif.

    Tanpa pipa air, sistem penyediaan air yang efisien akan sulit terwujud. Namun penting untuk diingat bahwa tidak semua pipa air diciptakan sama, setiap jenis pipa memiliki karakteristik dan fungsinya sendiri.

    Melansir The Spruce, Selasa (1/10/2024), berikut ini beberapa jenis pipa air dan fungsinya yang perlu kamu tahu.


    Pipa PEX

    Pipa PEX (Cross-linked Polyethylene) adalah pipa plastik tahan lama yang digunakan untuk memasok air. Pipa ini cukup kaku untuk menahan tekanan pasokan air tetapi cukup fleksibel untuk dipasang di seluruh dinding, langit-langit, dan ruang bawah tanah.

    Pipa PEX umumnya tersedia dalam diameter 1/2 inci dan 3/4 inci, tetapi dapat ditemukan juga dalam diameter hingga 3 inci. Pipa PEX mudah dipotong dan disambung, biasanya pipa ini diberi kode warna merah

    Biasanya pipa ini digunakan sebagai saluran distribusi air panas dan dingin di dalam rumah. Gunakan juga PEX untuk perpipaan dan distribusi hidrolik, seperti untuk radiator.

    Pipa PVC

    Pipa PVC (Polyvinyl Chloride) adalah bahan pipa plastik putih yang umum digunakan untuk saluran pembuangan. Pipa ini populer karena lebih ringan dan lebih mudah digunakan daripada pipa baja galvanis.

    Pipa PVC cukup mudah dipasang dan hanya memerlukan gergaji besi dan kotak potong. Pipa jenis ini tidak cocok untuk aplikasi bertekanan tinggi.

    Pipa Tembaga

    Pipa tembaga pada dasarnya terbuat dari tembaga murni, terbukti dari tampilannya yang berwarna merah kecoklatan mengkilap. Pipa tembaga sering digunakan untuk seluruh pasokan air di dalam rumah.

    Ppia tembaga bernilai karena tidak menimbulkan risiko kesehatan, tidak seperti bahan pipa lainnya. Pipa tembaga biasanya digunakan untuk wastafel, pancuran, bak mandi, dan perlengkapan lainnya.

    Pipa ABS

    Pipa ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) terbuat dari resin termoplastik dan sangat mirip dengan pipa PVC, kecuali warnanya hitam dan sedikit lebih lunak. Pipa ini biasa digunakan sebagai saluran ventilasi dan pembuangan.

    Pipa ini cukup tahan lama, meskipun paparan sinar matahari dapat merusaknya dan merupakan pilihan yang hemat biaya.

    Pipa Baja Galvanis

    Pipa baja galvanis adalah pipa baja yang kaku dan tahan korosi yang telah digunakan selama puluhan tahun untuk drainase, pasokan air, pasokan gas, dan beberapa keperluan lainnya.

    Pipa ini jarang digunakan dan tidak digunakan untuk pasokan air dalam proyek konstruksi atau renovasi baru. Meskipun memiliki daya tahan yang baik, pemasangannya juga mahal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com