Tag: wastafel

  • Cara Mudah Hilangkan Noda Pasta Gigi pada Cermin-Wastafel Kamar Mandi


    Jakarta

    Noda pasta gigi bisa saja ditemukan di beberapa bagian kamar mandi, seperti cermin, keran, hingga wastafel. Adanya noda tersebut tentu bisa membuat kamar mandi terlihat kotor.

    Walau demikian, penghuni rumah tak perlu khawatir karena ada cara untuk menghilangkan noda tersebut. Dilansir dari Better Homes & Gardens, berikut ini informasinya.

    Cara Menghilangkan Noda Pasta Gigi pada Cermin

    Gunakan Pembersih Kaca

    Jika biasanya membersihkan cermin dengan menyemprotkan pembersih kaca ke lap terlebih dahulu, kini bisa langsung semprotkan langsung ke cermin. Hal itu bisa membantu melarutkan dan merenggangkan pasta gigi kering yang menempel pada permukaan. Diamkan semprotan kaca tidak lebih dari 30 detik karena bisa meninggalkan noda dan goresan.


    Bersihkan dengan Karet Pembersih

    Setelah didiamkan, gunakan karet pembersih untuk menghilangkan sisa pembersih kaca dan pasta gigi. Mulai bersihkan dari bagian atas ke bawah.

    Bersihkan dengan Lap

    Selanjutnya, bersihkan dengan lap mikrofiber agar semakin kinclong.

    Cara Menghilangkan Noda Pasta Gigi pada Wastafel dan Keran

    Pilih Pembersih yang Tepat

    Biasanya, bisa gunakan sabun seperti sabun cuci piring untuk membersihkan noda pasta gigi. Namun, perhatikan petunjuk pabrik untuk mengidentifikasi bahan pembersih dan alat uang direkomendasikan agar lebih aman.

    Bersihkan Wastafel dan Keran

    Saat ingin membersihkan wastafel, isi wastafel dengan air panas dan beri setetes atau dua tetes sabun cuci piring. Selanjutnya, celupkan lap ke dalam campuran tersebut dan bersihkan wastafel serta keran dengan lap tersebut. Biarkan wastafel dan keran basah selama beberapa menit agar noda lebih mudah dibersihkan.

    Setelah itu, cuci lap dengan air bersih dan lap bagian wastafel serta keran yang masih terdapat sisa sabun. Jika masih ada noda pasta gigi, ulangi proses pembersihan dan gosok permukaan dengan tekanan yang kuat.

    Bersihkan dan Keringkan

    Jika sudah selesai, buang air sabun di dalam wastafel dan bersihkan wastafel dengan lap dan air bersih. Setelah itu, keringkan wastafel dan keran dengan lap kering.

    Itulah cara membersihkan noda pasta gigi pada cermin dan wastafel. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Cara Ampuh Bersihkan Wastafel Keramik yang Berkerak


    Jakarta

    Bagi detikers yang punya wastafel keramik di rumah, tentu harus dibersihkan secara rutin. Sebab, wastafel yang jarang dibersihkan bisa berubah warna menjadi kekuningan.

    Selain itu, wastafel yang tak pernah dirawat bisa memicu timbulnya kerak. Jika sudah terjadi, maka detikers harus segera membersihkannya sebelum kerak makin menyebar ke seluruh permukaan wastafel.

    Nah, ada sejumlah cara yang diklaim ampuh dan mudah untuk membersihkan wastafel keramik. Bagaimana caranya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Membersihkan Wastafel Keramik dengan Mudah

    Ada beberapa cara yang dinilai ampuh untuk membersihkan wastafel keramik. Bahan yang digunakan untuk membersihkan wastafel juga mudah didapat. Dikutip dari The Spruce, Senin (19/5), berikut sejumlah tipsnya:

    1. Baking Soda

    Tips yang pertama adalah dengan menggunakan baking soda atau soda kue. Bahan ini diklaim ampuh mengangkat kerak dan membersihkan noda kuning yang menempel di wastafel keramik.

    Untuk cara penggunaannya, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

    • Siapkan air panas sekitar 500 Ml atau 2 gelas
    • Tuang air panas tersebut ke seluruh wastafel keramik
    • Lalu tambahkan 1/2 cangkir soda kue dan biarkan selama 3-5 menit
    • Setelah itu, campur 1 cangkir cuka dengan 2 gelas air yang sangat panas, kemudian siram ke seluruh permukaan wastafel
    • Biarkan larutan tersebut selama 5-10 menit
    • Kemudian bersihkan dengan spons secara perlahan dan menyeluruh
    • Jika sudah, siram air panas ke wastafel untuk membersihkan dan menghilangkan bau cuka.

    2. Sabun Cuci Piring dan Air Panas

    Apabila tidak ada baking soda di rumah, kamu bisa menggunakan bahan lainnya yakni sabun cuci piring. Zat yang terkandung di dalam sabun itu dapat membersihkan kotoran dan kerak yang menempel di wastafel.

    Agar tidak salah, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan 2 gelas air panas, lalu tuang ke permukaan wastafel
    • Tambahkan 1/4 cangkir sabun cuci piring ke wastafel, lalu biarkan selama minimal 10 menit. Lebih idealnya sekitar 30 menit
    • Kemudian bersihkan dengan spons secara perlahan dan menyeluruh
    • Jika sudah, siram wastafel dengan air panas.

    Seberapa Sering Harus Mencuci Wastafel?

    Sama seperti perabotan di kamar mandi lainnya, wastafel juga harus dirawat dan dibersihkan secara rutin. Dianjurkan untuk membersihkan wastafel sebulan sekali agar tetap terawat dengan baik.

    Untuk mencegah saluran air di wastafel mampet karena rambut dan lain sebagainya, kamu bisa menggunakan 1 cangkir soda kue, 1 cangkir cuka, dan segelas air hangat. Campurkan cairan tersebut ke dalam wadah, lalu tuang ke saluran pembuangan di wastafel.

    Demikian tips ampuh membersihkan wastafel kamar mandi yang berkerak dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kecoak Sering Muncul di Kamar Mandi? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Kecoak merupakan salah satu serangga yang banyak ditakuti orang. Meski tidak menggigit, tetapi gerakannya yang cepat, bisa terbang, dan dapat menyebarkan penyakit membuat orang lebih memilih menghindarinya.

    Namun sayang, kecoak sering kali muncul di dalam rumah, terutama di dalam kamar mandi. Biasanya kecoak kerap berjalan di lantai, dinding, atau bahkan di dalam kloset kamar mandi. Terkadang jumlahnya tidak hanya satu, tapi bisa dua atau lebih.

    Meski kamu sudah menjaga kebersihan, tapi bukan berarti kecoak tidak bisa ‘mampir’ ke rumah kamu. Apa yang menyebabkan kecoak sering muncul di kamar mandi? Berikut penjelasannya.


    Penyebab Kecoak Sering Muncul di Kamar Mandi

    Kehadiran kecoak di kamar mandi tentu bukan tanpa sebab. Dilansir situs Hi Care, Jumat (27/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Suhu Lembap

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang sangat lembap. Di sisi lain, kecoak senang tinggal di area yang lembap agar bisa berkembang biak. Maka tak heran kalau serangga tersebut menjadikan kamar mandi sebagai tempat favoritnya.

    2. Terdapat Saluran Pembuangan Air

    Kamar mandi jadi salah satu jalan bagi kecoak untuk bisa masuk ke dalam rumah. Sebab, kamar mandi memiliki beberapa saluran pembuangan air, seperti dari wastafel, kloset, hingga tempat bilas.

    Kecoak dapat merayap melalui pipa saluran air untuk bisa masuk ke dalam kamar mandi. Selain itu, sistem drainase air yang tidak terawat juga mempermudah kecoak untuk masuk ke dalam rumah.

    3. Gelap dan Tersembunyi

    Kecoak merupakan hewan yang menyukai tempat gelap dan tersembunyi. Maka dari itu kamar mandi sangat cocok bagi kecoak untuk bertahan hidup.

    Lampu kamar mandi biasanya dalam kondisi mati setelah digunakan, sehingga membuat kecoak merasa aman. Selain itu, beberapa sudut di kamar mandi seperti di belakang wastafel, celah dinding, atau balik kloset jadi tempat yang nyaman bagi kecoak.

    4. Banyak Pakaian Kotor

    Kecoak biasanya sering bersembunyi di balik pakaian atau handuk kotor. Jika kamu punya kebiasaan menumpuk pakaian kotor, maka tak heran kalau ada banyak kecoak ditemukan di kamar mandi.

    5. Ventilasi Udara yang Buruk

    Faktor berikutnya karena ventilasi udara yang buruk di kamar mandi. Hal tersebut membuat toilet jadi mudah lembap sehingga kecoak akan senang tinggal di sana.

    Cobalah untuk memasang exhaust fan yang berfungsi untuk menghisap atau mengeluarkan udara dari dalam kamar mandi, sehingga mencegah terjadinya lembap.

    6. Sisa Sabun dan Shampoo Bekas yang Tidak Dibuang

    Kecoak memang menyukai sisa-sisa makanan, tetapi serangga tersebut juga tertarik pada produk seperti sabun dan shampoo bekas di kamar mandi. Maka dari itu, sebaiknya segera buang bekas botol sabun, shampoo, atau pasta gigi jika sudah habis agar tidak menumpuk.

    Itulah enam penyebab kecoak sering muncul di kamar mandi. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Sisa Makanan yang ‘Haram’ Dibuang ke Wastafel, Bisa Bikin Mampet


    Jakarta

    Wastafel atau bak cuci piring harus selalu dijaga kebersihannya. Area ini tempat kita mencuci tangan dan membilas atau mencuci barang. Jangan sampai ada kotoran atau sisa makanan yang menghambat jalannya air sehingga air menggenang di permukaan.

    Sisa makanan yang dapat menghambat jalannya air bukan hanya dari kotoran padat, melainkan benda cair juga bisa menghambat dari dalam pipa. Biasanya hambatan dari dalam pipa dikarenakan terdapat penumpukan sampah atau kerusakan pada permukaan pipa.

    Dilansir Mr. Rooter, berikut beberapa sisa makanan yang tidak boleh dibuang di wastafel atau bak cuci piring.


    1. Sisa Tulang

    Sehabis makan sop, ayam goreng, atau ikan biasanya terdapat sisa tulang yang harus dibuang. Tulang ini berbeda dengan nasi, telur atau sayur yang bisa membusuk dan berubah lembut. Tulang membutuhkan waktu yang lama untuk berubah lunak.

    Benda yang keras apabila dibuang di tempat yang sempit seperti pipa wastafel dan bak cuci piring berisiko menyumbat saluran. Tempat yang tepat untuk membuang tulang adalah tempat sampah.

    2. Nasi, Mie, dan Pasta

    Setelah makan, biasanya ada sisa makanan yang sering lewat dibuang ke tempat sampah adalah sisa nasi, mie, dan pasta. Beberapa orang berpikir tidak masalah jika hanya 1-4 buah, tetapi sedikit apa pun nasi, mie, dan pasta yang terbuang ke pipa pembuangan wastafel tetap berisiko tersumbat.

    Sebab, ketiga macam sisa makanan tersebut dapat menyerap air dengan baik termasuk beberapa jenis cairan lain. Hal ini membuat sisa nasi, mie, dan pasta mudah lengket pada pipa pembuangan.

    3. Kopi Bubuk

    Pecinta kopi terutama yang bubuk, setelah menyesap habis, pasti terdapat sisa ampas kopi di permukaan cangkir tersebut. Sebaiknya ampas kopi tersebut dibuang di tempat sampah karena apabila dibuang ke saluran wastafel dan bak cuci piring dapat menyumbat jalan air.

    4. Air Panas

    Setelah merebus mie, masak air untuk kopi atau teh, sisa air panas jangan dibuang ke saluran pembuangan di wastafel. Air panas justru membuat saluran air meleleh dan penipisan dinding pipa.

    5. Minyak dan Lemak

    Selain air panas, sisa makanan berminyak dan berlemak juga penyebab paling fatal rusaknya pipa pembuangan di wastafel dan bak cuci piring. Minyak dan lemak susah hancur meskipun terus tersiram air. Selain itu, sisa makanan minyak dan lemak juga bisa menempel pada dinding pipa yang dapat mengeras dan menyumbat jalan air.

    Setelah memasak, kamu perlu berhati-hati saat mencuci alat masak terutama yang berminyak. Minyak dan lemak mudah menempel di dinding saluran air dan apabila terjadi penumpukan kotoran dapat menyebabkan saluran air tersumbat.

    6. Kulit Kentang dan Buah

    Sisa makanan padat lainnya yang harus dibuang di tempat sampah adalah kulit kentang dan buah. Kulit kentang dan buah sulit untuk terurai dan membusuk sehingga apabila terbuang ke dalam pipa saluran akan menyumbat saluran air.

    Itulah beberapa sisa makanan yang sebaiknya tidak dibuang ke wastafel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! 5 Makhluk Ini Sering Menyelinap Masuk Kamar Mandi



    Jakarta

    Berbagai hewan bisa menyelinap masuk ke dalam rumah. Biasanya, mereka mencari tempat yang lembap seperti kamar mandi.

    Kehadiran hama seperti nyamuk, laba-laba, dan kecoak bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Bayangkan saja, hewan-hewan kecil hinggap pada tubuh penghuni, tentu akan bikin risih bukan?

    Lalu, makhluk apa saja yang suka masuk kamar mandi dan bagaimana cara membasminya? Simak penjelasannya berikut ini.


    5 Makhluk yang Suka Masuk Kamar Mandi

    Inilah sederet hama yang kerap masuk kamar mandi beserta cara mengatasinya, dikutip dari az Animals.

    1. Nyamuk

    Kasus DBD melonjak 40%, komunitas Filipina tawarkan warga jadi pemburu nyamuk bayaranNyamuk Foto: BBC World

    Nyamuk terkadang ditemukan berterbangan di dalam kamar mandi. Serangga ini muncul dari wastafel dan saluran pembuangan kamar mandi, yakni tempat mereka bertelur. Mereka memang menyukai area yang hangat dan lembap.

    Jika tak ingin ada nyamuk, penghuni perlu menghilangkan genangan air di kamar mandi. Kemudian, semprotkan campuran cuka, gula, dan detergen untuk membasmi nyamuk.

    2. Laba-laba

    European Journal of Entomology pernah membahas laba-laba golongan Oonopidae bisa bereproduksi tanpa pejantan.Laba-laba Foto: Wikipedia

    Laba-laba bisa masuk ke kamar mandi lewat celah kecil, lubang ventilasi, jendela, hingga wastafel. Biasanya laba-laba mencari sumber air di kamar mandi. Mereka pun dapat bersembunyi di balik handuk dan pakaian basah.

    Untuk mencegah laba-laba, sebaiknya tutup retakan dan celah. Lalu, semprotkan campuran cuka dan air di sudut-sudut kamar mandi untuk mengusir laba-laba.

    3. Lalat Limbah

    Lalat LimbahLalat Limbah Foto: lucaspezeta/pexels

    Lalat limbah menyukai genangan air, terutama pada saluran pembuangan yang pancuran dan wastafelnya memiliki aliran air lambat. Serangga ini biasanya ditemukan dekat pipa bocor, genangan air, saluran pembuangan, dan kamar mandi yang tak terpakai.

    Cara mengatasi lalat limbah adalah menghilangkan genangan air. Lalu, perbaiki saluran air tersumbat dan pipa bocor.

    Penghuni juga bisa memasang perangkap untuk membasmi lalat limbah. Siapkan mangkuk berisi campuran cuka apel dan detergen pencuci piring. Letakkan perangkap ini di tempat yang sering dihinggapi lalat.

    4. Kecoak

    Close up hand hold Dead Cockroach tentacleKecoak Foto: Getty Images/iStockphoto/ananaline

    Kecoak juga sering ditemukan merayap di kamar mandi, misalnya di dalam kabinet, bawah wastafel, dan belakang WC. Serangga suka muncul di kamar mandi yang lembap dan punya permasalahan perpipaan.

    Kalau mau kamar mandi bebas kecoak, tutup akses masuknya, seperti celah, lubang, dan lubang pembuangan. Lalu, perbaiki keran yang bocor. Basmi kecoak dengan menaburkan soda kue dan gula di area bermasalah.

    5. Kelabang

    KelabangKelabang Foto: Pixabay/Alexas_Fotos

    Terakhir, ada kelabang yang suka merayap dan bersembunyi di celah-celah dan saluran pembuangan kamar mandi. Hewan ini mencari tempat yang lembap dan hangat, misalnya tempat kebocoran dan genangan air.

    Itulah beberapa hewan yang suka ditemukan di dalam kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Air Menetes Terus? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya



    Jakarta

    Pernahkah menemui keran air yang terus menetes meski sudah ditutup rapat? Kondisi seperti itu bisa membuat risih para penghuni rumah.

    Keran air menetes membuat air terbuang percuma. Lalu, suara tetesan air yang berjatuhan tanpa henti mengganggu ketenangan.

    Lantas, kenapa keran air menetes terus ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Keran Air Menetes

    Inilah sederet biang kerok keran air menetes, dikutip dari Swan’s Plumbing.

    1. Komponen Longgar atau Rusak

    Keran terdiri dari berbagai komponen, seperti ring-o, seal, washer, dan katup. Komponen tersebut sewaktu-waktu bisa longgar atau rusak. Kalau komponen longgar atau tidak dipasang dengan benar, keran air akan bocor.

    2. Washer Aus atau Rusak

    Kemudian, penyebab kebocoran keran yang paling umum adalah washer yang aus atau rusak. Washer merupakan plastik kecil atau segel karet di dalam gagang keran. Fungsinya untuk mencegah air mengalir saat keran ditutup.

    3. Korosi dan Penumpukan Mineral

    Keran air bocor dapat disebabkan oleh mineral dan endapan dari air. Hal itu menimbulkan korosi atau penyumbatan, sehingga mengganggu fungsi komponen keran.

    4. Tekanan Air Terlalu Besar

    Selain itu, tekanan air yang terlalu besar juga mengakibatkan keran bocor. Pasalnya, tekanan air dapat menekan komponen di dalam keran dan mengakibatkan kebocoran. Penghuni bisa memasang pengatur tekanan saluran air untuk mencegah kerusakan.

    5. Faktor Usia

    Faktor usia juga bisa jadi penyebab keran air menetes. Komponen keran lama-lama akan aus hingga menyebabkan kebocoran.

    6. Pipa Retak atau Rusak

    Air yang menetes tidak selalu berasal dari keran, tetapi bisa dari titik sambungannya. Hal ini disebabkan oleh pipa yang retak atau rusak.

    Itulah beberapa penyebab keran air menetes. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Risih Keran Air Menetes Terus? Begini Cara Mudah Perbaikinya


    Jakarta

    Keran air yang terus menetes bisa membuat risih pemilik rumah. Meski sudah tutup keran rapat-rapat, tetesan air terus berjatuhan.

    Jika menemui masalah seperti ini, pemilik perlu segera memperbaikinya. Sebab, air yang mengalir terus bisa jadi pemborosan.

    Sebelum memperbaiki keran, pemilik rumah perlu menyiapkan beberapa peralatan, antara lain kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip ledeng. Simak cara perbaiki keran air menetes berikut ini.


    Cara Perbaiki Keran Air Menetes

    Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki keran air yang menetes, dikutip dari Your Repair dan My Plumber London.

    1. Matikan Saluran Air

    Pertama, matikan saluran air untuk memudahkan proses perbaikan. Langkah ini menghindari munculnya air secara tiba-tiba.

    2. Tutup Saluran Pembuangan Sekitar Keran

    Tutup juga saluran pembuangan di sekitar keran. Hal ini untuk mencegah komponen keran masuk ke lubang pembuangan saat perbaikan.

    3. Lepas Gagang Keran

    Lepaskan sekrup pada gagang keran menggunakan obeng secara hati-hati. Sebagian gagang memiliki penutup yang harus dibuka pelan-pelan, lalu bisa membuka sekrup pengaman.

    4. Buka Cartridge atau Katup

    Selanjutnya, buka cartridge atau katup menggunakan kunci pas sesuai ukuran. Putar kunci pas berlawanan arah jarum jam. Komponen keran akan terlihat setelah terbuka.

    5. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

    Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Jika ada tanda kerusakan, keausan, dan kelonggaran, gantilah dengan washer atau ring-O yang baru.

    6. Pasang Selotip Ledeng

    Kalau desain keran terdapat sambungan berulir, pasanglah selotip ledeng di sekitar ulir sebelum memasang keran kembali. Hal ini agar pemasangan lebih kencang, sehingga mencegah air merembes lewat ulir.

    7. Pasang Keran

    Kemudian, pasang kembali katup secara pelan-pelan pada lokasi semula. Pastikan katup terpasang sejajar dengan komponen internal keran. Gunakan kunci pas untuk mengencangkannya dengan memutar searah jarum jam. Pastikan keran kencang tapi tidak terlalu kencang.

    8. Pasang Kembali Gagang Keran

    Pasang kembali gagang keran dengan memasang sekrupnya. Kalau ada bagian penutup, pasang kembali pada tempatnya.

    9. Nyalakan Saluran Air

    Terakhir, nyalakan kembali saluran air. Coba buka dan tutup keran untuk mengecek aliran air normal dan ada tidak kebocoran.

    Jika keran air masih bocor, pastikan lagi komponen sudah terpasang dengan kencang. Apabila masih belum teratasi, mungkin sudah saatnya mengganti dengan keran yang baru.

    Itulah tips memperbaiki keran air yang bocor. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Bersihkan Bak Cuci Piring sampai Kinclong, Bisa Pakai Soda Kue


    Jakarta

    Saat membersihkan dapur, bak cuci piring nggak boleh sampai ketinggalan. Meski sering disiram air dan sabun, bak ini tetap bisa menimbun kotoran.

    Penghuni rumah sebenarnya dapat membersihkan bak cuci piring dengan mudah. Caranya dengan menggunakan pembersih dari bahan dapur seperti soda kue untuk membuat bak ini kinclong.

    Bagaimana cara membersihkan bak cuci piring pakai soda kue? Simak tipsnya berikut ini.


    Cara Bersihkan Bak Cuci Piring

    Inilah langkah-langkah untuk membersihkan bak cuci piring berbahan stainless steel, dikutip dari The Spruce, Selasa (22/7/2025).

    1. Taburkan Pembersih

    Pertama, taburkan bubuk pembersih ke seluruh permukaan bak cuci piring. Penghuni bisa menggunakan soda kue sebagai alternatif dari pembersih komersial.

    2. Gosok Bak Cuci Piring

    Selanjutnya, gosok bak menggunakan spons lembut yang sudah dibasahi dan diberi beberapa tetes sabun cuci piring. Gosok bak cuci piring dengan gerakan memutar kecil. Jika ada noda membandel, gunakan spons yang lebih kasar untuk membersihkan bak.

    3. Bilas Bak Cuci Piring

    Setelah menggosok seluruh bak, bilas sisa sabun atau soda kue. Sebaiknya gunakan air hangat ketika membilas bak cuci piring.

    4. Keringkan Bak Cuci Piring

    Lalu, keringkan permukaan bak menggunakan kain mikrofiber. Kain ini ampuh mengangkat sisa kotoran pada stainless steel, sehingga bak cuci piring menjadi kinclong.

    5. Bersihkan Keran Air

    Setelah bak kering, bekas kain mikrofiber itu bisa dipakai untuk membersihkan keran air. Fokuskan pembersihan pada bagian dasar keran, karena kotoran dan debu sering kali menempel di area ini. Kalau keran kotor, penghuni dapat membersihkannya dengan cara yang sama seperti bak cuci piring.

    Itulah cara membersihkan bak cuci piring sampai kinclong. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Bisa Menyebabkan Wastafel Tersumbat


    Jakarta

    Pernahkah mengalami air menggenang ketika mencuci di wastafel kamar mandi ataupun dapur? Hal itu adalah pertanda wastafel tersumbat akibat saluran air mampet.

    Biasanya wastafel tersumbat karena ada kotoran menumpuk di dalam saluran air. Diameter saluran menjadi lebih kecil, sehingga memperlambat pembuangan air.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu mengetahui penyebab wastafel tersumbat dan cara mengatasinya. Simak apa saja yang membuat wastafel tersumbat berikut ini.


    Penyebab Wastafel Tersumbat

    Inilah beberapa hal yang bisa membuat saluran air pada wastafel mampet, dikutip dari Dengarden.

    1. Sabun

    Sisa sabun yang berbentuk buih lama-lama bisa terakumulasi di dalam saluran air. Apalagi ketika sabun tercampur dengan bahan lain seperti kotoran dan rambut, bakal menimbulkan penyumbatan wastafel. Penghuni rumah bisa menghilangkan penumpukan sabun dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke dalam lubang pembuangan wastafel.

    2. Sisa Makanan

    Salah satu penyebab utama wastafel tersumbat adalah sisa makanan. Terkadang sisa makanan terjatuh dan masuk ke dalam saluran air ketika mencuci piring.

    Makanan yang sulit terurai seperti ampas teh dan kopi pun dapat menumpuk di saluran air. Penghuni bisa membersihkan lubang wastafel menggunakan cairan pembersih dan alat seperti plumber snake.

    3. Minyak dan Lemak

    Minyak dan lemak dari sisa makanan bisa membeku dan mengendap di dalam saluran air. Untuk mengatasinya, penghuni dapat mencampurkan sedikit detergen dengan air panas, lalu menuangkannya ke lubang wastafel.

    4. Endapan Mineral

    Terakhir, wastafel dapat tersumbat gegara endapan mineral yang menumpuk seiring berjalannya waktu. Endapan tersebut rawan terjadi pada rumah yang menggunakan air sadah. Penghuni bisa mengatasi dengan meminta tukang ledeng membersihkan kerak di saluran air.

    Itulah beberapa penyebab wastafel tersumbat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Bau Tak Sedap dari Wastafel



    Jakarta

    Bau tak sedap dari wastafel bisa sangat mengganggu kenyamanan di dapur maupun kamar mandi. Meski kerap dianggap sepele, masalah ini bisa menjadi tanda adanya tumpukan kotoran, sisa makanan, atau bahkan jamur yang berkembang di saluran pembuangan.

    Jika dibiarkan, bukan hanya aroma tidak sedap yang muncul, tetapi juga potensi penyumbatan hingga kerusakan pipa. Untungnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

    Kenali Penyebab Wastafel Berbau

    Dilansir dari Home Made Simple, bau tak sedap dari wastafel bisa berasal dari berbagai sumber, antara lain:


    • Sisa makanan yang menyangkut di dalam pipa dan membusuk.
    • Lemak dan minyak dari masakan yang dibuang ke wastafel, lalu mengendap dan mengeras di dalam saluran.
    • Saluran yang jarang digunakan, sehingga air di dalamnya menguap dan menimbulkan bau.
    • Kotoran seperti rambut dan sabun di wastafel kamar mandi yang menumpuk dan mengeras.
    • Pertumbuhan jamur dan bakteri karena kondisi lembap dan tidak bersih.

    Alat Sederhana yang Bisa Digunakan

    Tak perlu peralatan khusus, kamu bisa menggunakan perlengkapan yang ada di rumah, seperti:

    • Sabun cuci piring yang cukup kuat
    • Air panas dari ketel atau panci
    • Spons, sikat gigi bekas, atau penggosok
    • Penyedot wastafel manual (plunger)
    • Kulit jeruk dan es batu (opsional untuk penyegar alami)

    Langkah Membersihkan Wastafel yang Bau

    1. Rendam dengan Air Panas dan Sabun

    Tutup saluran wastafel, isi dengan air panas dan tambahkan sabun cuci piring. Biarkan beberapa saat lalu buka saluran agar air dan sabun mengalir membersihkan bagian dalam.

    2. Sikat Sudut-Sudut Tersembunyi

    Gunakan sikat gigi bekas untuk membersihkan sisa kotoran di area pinggir, sambungan, dan celah kecil di sekitar wastafel.

    3. Periksa dan Buang Kotoran

    Jika ada sisa makanan yang tersangkut di saluran, keluarkan secara manual. Jangan lupa periksa juga bagian bawah wastafel atau perangkap pipa (U-bend) jika memungkinkan.

    4. Tuang Air Mendidih

    Tuangkan air panas langsung ke dalam saluran secara perlahan. Ini membantu melunakkan sumbatan lemak atau minyak yang membeku.

    5. Gunakan Bahan Alami

    Untuk menghilangkan sisa bau, masukkan kulit jeruk dan es batu ke dalam saluran. Ini bisa membantu menyegarkan aroma sekaligus membersihkan bilah jika wastafel menggunakan garbage disposal.

    6. Hindari Pembersih Kimia Keras

    Beberapa orang mungkin tergoda menggunakan pembersih kimia untuk mengatasi bau dengan cepat. Namun, banyak tukang ledeng menyarankan agar tidak terlalu sering memakai bahan kimia keras, karena berisiko merusak pipa dalam jangka panjang.

    Dengan perawatan rutin dan pembersihan berkala, bau tak sedap dari wastafel bisa dicegah. Hindari membuang minyak, lemak, atau sisa makanan ke dalam wastafel, dan pastikan saluran air tetap bersih agar rumah tetap nyaman dan segar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com