Tag: water heater

  • Water Heater Listrik VS Gas, Bagus Mana?


    Jakarta

    Terdapat dua jenis water heater yaitu water heater listrik dan gas. Belakangan ini, banyak pendapat dan perdebatan mengenai water heater listrik vs gas dan manakah yang lebih baik.

    Bagi kamu yang suka mandi menggunakan air hangat karena memiliki banyak manfaat kesehatan, tentunya hal ini jadi bahan pertimbangan. Lalu, sebenarnya lebih bagus mana? Water heater listrik atau gas? Simak penjelasan selengkapnya dibawah.

    Apa itu Water Heater Listrik dan Gas?

    Melansir dari Rheem, Sabtu (30/12/2023), agar kamu lebih mudah membedakannya berikut pengertian dari water heater listrik dan water heater gas.


    Water Heater Listrik

    Water heater listrik adalah alat yang digunakan untuk menciptakan air panas dengan menggunakan energi listrik sebagai sumber panasnya. Water heater listrik jenis ini menggunakan tangki sebagai tempat menyimpan air panas sebelum digunakan.

    Pemanas air jenis ini biasanya terletak di luar kamar mandi. Mengingat sumber dari water heater listrik adalah listrik sehingga akan dibutuhkan penggunaan daya listrik yang besar.

    Water Heater Gas

    Punya fungsi sama dengan water heater listrik, namun alat satu ini menggunakan energi gas sebagai sumber panasnya. Sebelum ada pemanas air, untuk menggunakan aliran air panas harus merebus air terlebih dahulu atau menggunakan air panas langsung dari alam.

    Namun saat ini, penggunaan water heater gas akan membutuhkan banyak pengeluaran untuk penyediaan gas LPG atau LPN.

    Perbedaan Water Heater Listrik dengan Water Heater Gas

    Masih mengutip dari sumber yang sama, terdapat perbedaan pada komponen, sumber energi, dan cara kerja masing-masing water heater. Beberapa perbedaan dari water heater listrik dan gas, antara lain sebagai berikut.

    1. Fleksibilitas Waktu Penggunaan

    Pada water heater listrik, pemanasan terjadi saat terdapat aliran listrik. Apabila terjadi pemadaman, maka water heater tentu tidak dapat digunakan sebab tidak ada lagi sumber energi. Sedangkan pada water heater gas, dapat digunakan kapanpun baik saat listrik menyala maupun tidak selama persediaan gas masih ada.

    Pada waktu pemanasan, water heater listrik membutuhkan waktu beberapa saat setelah dinyalakan. Namun, water heater gas dapat langsung menghasilkan aliran panas selama persediaan gas dalam tabung masih tersedia.

    2. Energi yang Terpakai

    Dari segi energi yang digunakan , penggunaan water heater listrik lebih efisien dibandingkan dengan gas. Water heater listrik akan berfungsi ketika mesin menyala, apabila mesin mati maka tidak akan ada energi yang terbuang.

    Tetapi pada water heater gas, energi akan terus terbuang dan justru akan mencemari lingkungan dengan gas buang. Meski lebih murah, menggunakan water heater gas tetap akan memakan biaya pada sumber energi gas.

    3. Performa Pemanas

    Water heater gas dapat dikatakan lebih unggul dalam pemanasan daripada listrik. Saat melakukan pemanasan 50 liter, water heater gas hanya membutuhkan waktu satu jam sedangkan water heater listrik butuh waktu lebih dari satu jam untuk memanaskan air.

    4. Perawatan Unit

    Jika kamu memilih untuk menggunakan water heater gas, maka kamu harus siap untuk melakukan pengecekan dan perawatan secara rutin. Pada water heater listrik hanya diperlukan penyiraman secara teratur untuk menghilangkan endapan pada tangki dan dilakukan perawatan rutin tahunan.

    Sedangkan pada water heater gas, perlu dilakukan penyiraman dan pengecekkan setiap bulan untuk menghindari adanya kebocoran gas.

    5. Dampak Pada Lingkungan

    Water heater listrik dicap lebih ramah lingkungan sebab untuk bekerja hanya membutuhkan sedikit daya listrik.

    Pada water heater gas, karena energi yang digunakan adalah gas alam dengan jumlah besar, maka water heater ini akan melepaskan gas rumah kaca dalam jumlah yang besar.

    Kesimpulan

    Jika dilihat dari kelebihan pada beberapa aspek, water heater listrik lebih unggul untuk kebutuhan instalasi air panas pada rumah tangga. Melihat dari biaya penggunaan dan kemudahan perawatan, water heater listrik dapat membantu memudahkan pekerjaan rumah dan menghemat pengeluaran. Selain itu, water heater listrik tidak memiliki dampak yang besar pada kerusakan lingkungan.

    Demikian perbedaan water heater listrik dengan water heater gas. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Pasang Water Heater


    Jakarta

    Jika kamu ragu untuk memasang water heater, ada baiknya bila kamu mempertimbangkan beberapa hal.

    Terutama jika kamu sebelumnya memiliki water heater yang sudah tua dan kemungkinan risiko membahayakan seperti air terkontaminasi, tangki pemanas bermasalah seperti bocor, retak atau berkarat, atau mungkin diluar hal itu kamu memang hanya ingin memilikinya saja karena baru pindah rumah dan memenuhi kebutuhan keluarga.

    Bila dari skenario tersebut terjadi padamu, mungkin kamu memerlukan water heater atau pemanas air.


    Dikutip dari Dupree Plumbing, Minggu (14/1/2024), sebelum memasang water heater, tentunya kamu perlu mencari tahu hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan untuk pemakaian jangka panjang. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum pasang water heater.

    1. Kebutuhan Air Panas

    Beberapa penghuni merasa membutuhkan air panas di rumahnya, tetapi sebelum memasang air panas tentunya membutuhkan elemen penting seperti perlengkapan pipa yang harus dipasang. Selain itu, pastikan suplai air panas sesuai dengan kebutuhan jumlah anggota keluarga dirumah tersebut. Hal ini menentukan faktor yang lainnya, seperti efisiensi energi hingga jenis pemanas yang kamu perlukan.

    2. Jenis Pemanas Air

    Seiring berkembangnya teknologi, pilihan model water heater sudah beragam. Jika biasanya pemanas air memiliki jenis yang konvensional, kini kamu bisa memilih banyak alternatif lain, seperti water heater koil tanpa tangki, jenis tenaga surya, pemanas air tidak langsung, bahkan ada juga yang tanpa tangki. Tentunya hal ini juga dilengkapi dengan pro dan kontra dari jenis masing-masing. Misalnya, water heater tanpa tangki memiliki tingkat efisiensi yang mengesankan sebesar 96% dan dapat menghemat $100 lebih banyak untuk biaya pengoperasian tahunan, namun memiliki biaya pemasangan yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya.

    3. Konsumsi Energi

    Penggunaan water heater bisa saja akan menambah tagihan listrik kamu. Oleh karena itu efisiensi energi water heater yang digunakan perlu diperhatikan, karena beberapa pemanas ada juga yang lebih menghemat energi bahkan untuk produk modern. Apapun sumber bahan bakarnya, pemanas air atau water heater membutuhkan energi yang cukup banyak. Oleh karena itu, pastikan kamu memilih pemanas air yang memiliki fitur hemat energi. Misalnya seperti, pemanas air tenaga surya yang hanya membutuhkan lebih sedikit bahan bakar untuk memanaskan air, sehingga biaya energi yang dipakai jauh lebih hemat ditambah juga mengurangi jejak karbon.

    4. Jenis Bahan Bakar

    Jenis bahan bakar yang paling umum untuk pemanas air saat ini adalah gas dan listrik, walaupun ada juga beberapa menggunakan tenaga surya atau propana. Faktor ini penting karena mengikuti situasi hunian kamu.

    Jika kamu menggunakan bahan bakar gas, perhatikan jenis gas yang digunakan sehingga tidak ada kendala saat mengisi ulang tangki. Bahan bakar ini praktis dipakai karena mudah dipantau penggunaannya serta mengetahui saat gas tersebut sudah habis.

    Sedangkan bahan bakar listrik lebih ekonomis, nyaman, serta praktis digunakan. Bahan bakar ini mampu diatur sesuai dengan kebutuhan kamu. Apalagi jika suatu saat kamu ingin meninggalkan rumah untuk liburan, kamu bisa mematikan listrik sehingga hemat energi.

    5. Ukuran Pemanas Air

    Sebelum memilih dan pemasangan, kamu perlu mengetahui ukuran fisik rumah kamu. Oleh karena itu, penting untuk kontraktor untuk memeriksa rumah kamu dan melakukan pengukuran agar sesuai dengan jenis pemanas yang kamu pilih. Jika kamu keliru memilih ukuran water heater, kemungkinan ini bisa berdampak pada efisiensi energi yang buruk dan adanya faktor lainnya seperti suplai air yang kurang memenuhi kebutuhan siapa pun.

    Itulah hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum pasang water heater. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Pilih Water Heater yang Tepat


    Jakarta

    Air panas sudah menjadi sebuah kebutuhan penting bagi rumah tangga. Setelah seharian beraktivitas, biasanya beberapa penghuni menginginkan air panas, tetapi perlu memasaknya terlebih dahulu memakai kompor. Namun, untuk memenuhi kebutuhan tersebut kini sudah ada teknologi pemanas air atau water heater.

    Dikutip dari Ariston, Minggu (14/1/2023), pemanas air atau water heater kini menjadi salah satu kebutuhan penting dan menambahkan kemudahan ketika kamu menginginkan air panas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal agar mendapatkan water heater dengan kualitas terbaik.

    Untuk mengetahui lebih lanjut berikut ini adalah 6 tips pilih water heater.


    1. Cari Tahu Produk Water Heater

    Sebelum membeli pemanas air atau water heater, terdapat beberapa hal yang harus kamu perlu ketahui dari produk tersebut. Kamu perlu mencari tahu bahan bakar apa yang dipakai, energi yang dikonsumsi, jenis tangki, serta kapasitasnya.

    2. Cari Tahu Bahan Bakar yang Digunakan

    Umumnya water heater menggunakan bahan bakar gas dan listrik. Jika kamu menggunakan bahan bakar gas, perhatikan jenis gas yang digunakan sehingga tidak ada kendala saat mengisi ulang tangki. Bahan bakar ini praktis dipakai karena mudah dipantau penggunaannya serta mengetahui saat gas tersebut sudah habis.

    Sedangkan bahan bakar listrik lebih ekonomis, nyaman, serta praktis digunakan. Bahan bakar ini mampu diatur sesuai dengan kebutuhan kamu. Apalagi jika suatu saat kamu ingin meninggalkan rumah untuk liburan, kamu bisa mematikan listrik sehingga hemat energi.

    3. Ketahui Bagaimana Efisiensi Energi yang Digunakan

    Apapun sumber bahan bakarnya, pemanas air atau water heater membutuhkan energi yang cukup banyak. Oleh karena itu, pastikan kamu memilih pemanas air yang memiliki fitur hemat energi.

    4. Perhatikan Jenis dan Kapasitas Tangki

    Water heater tentunya berfungsi sebagai pemanas dan menyimpan air agar tetap panas. Pemanas dapat saja terus menerus membuang energi, dan memakan waktu yang cukup lama untuk memanaskan air baru.

    5. Perhatikan Ruang untuk Penyimpanan Air

    Faktor selanjutnya adalah kamu perlu mempertimbangkan ruang yang tersedia untuk menyimpan air. Luas kamar mandi sangat mempengaruhi ruang untuk memasang tangki pemanas air.

    Apalagi jika ternyata kamar mandi kamu kecil tetapi pemanas airnya besar, maka kamu perlu alternatif lain. Kamu bisa memilih pemanas air yang ukurannya ideal dan ramping, tetapi mampu untuk menyuplai air sesuai dengan porsi kebutuhan keluarga kamu. Kuncinya adalah memanfaatkan ruang sebaik mungkin karena ukuran water heater banyak jenisnya.

    6. Pelajari Cara Kerja Alat Pemanas Air

    Pelajari bagaimana cara mengoperasikan water heater kamu. Informasi ini bisa kamu lihat dari manual produk yang kamu beli. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk bertanya dengan pihak yang menjual produk pemanas air agar kamu bisa memahami apa yang kamu butuhkan.
    Pastikan Keamanan Terjamin

    Pastikan fitur keselamatan pada produk water heater kamu terjamin dan lengkap. Hal ini sangat penting agar kamu mengetahui tindakan antisipasi ketika dalam keadaan darurat bahkan membahayakan. Kendala yang bisa terjadi misalnya, bahan bakar gas mengalami kebocoran atau bahan bakar listrik memiliki arus yang pendek. Untuk mencegah hal tersebut, pastikan kamu memilih produk yang menjamin keselamatan penggunanya sejak dini, salah satu fitur yang dimiliki pada jenis pemanas air listrik adalah ELCB.

    7. Pastikan Ada Garansi Produk

    Pastikan kamu memiliki informasi yang lengkap mengenai kondisi water heater kamu saat digunakan melalui manual produk yang diberikan, sehingga kamu dapat menggunakannya tanpa mengalami kendala. Jangan sampai kamu menghilangkan garansi produk agar ada jaminan yang bisa kamu serahkan untuk mengeklaim yang baru ketika ada permasalahan kualitas.
    Perawatan Rutin Water Heater

    Terakhir, hal yang perlu kamu ketahui adalah rutin untuk memeriksa dan merawat water heater dalam kondisi baik. Jika pemanas air kamu rusak saat pemakaian, segera hubungi ahli produk tersebut seperti customer service.

    Itulah 7 tips yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memilih water heater. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai Gas Atau Listrik? Begini Langkah Pilih Water Heater yang Tepat


    Jakarta

    Water Heater alias penghangat air adalah salah satu alat yang penting untuk ada di kamar mandi terutama saat cuaca sedang dingin. Tugas utama water heater adalah untuk menghangatkan air di rumah kamu. Seperti saat kamu ingin mandi air panas atau mencuci pakaian, alat yang tampaknya sederhana ini akan menyuplai air dingin dari saluran listrik dan kemudian memanaskannya.

    Secara fisik, pemanas air ini berbentuk silinder sederhana, dan dilengkapi dengan elemen pemanas yang ditenagai oleh bahan bakar atau listrik. Jenis bahan bakarnya dapat bervariasi tergantung pada modelnya. Dari banyaknya model dan jenis water heater, yang paling umum digunakan di Indonesia adalah water heater elektrik yang menggunakan tenaga listrik dan water heater yang menggunakan gas.

    Dua jenis water heater ini memiliki kekurangan dan kelebihannya masing masing. Mengutip dari laman Forbes Home, inilah beberapa aspek yang bisa kamu jadikan pertimbangan sebelum membeli water heater. Yuk simak lebih lanjut supaya kamu bisa memilih water heater yang paling sesuai untuk kebutuhan rumah kamu!


    Water heater elektrik adalah alat yang menggunakan batang pemanas listrik tinggi untuk memanaskan air di dalam tangki. Batang pemanas ini terletak di bagian dalam tangki dan mengalir secara vertikal. Proses pemanasan dimulai dari tengah tangki dan air kemudian dipancarkan ke luar.

    Sedangkan, water heater gas bekerja dengan mengalirkan gas dari tabung LPG ke ruang bakar. Gas tersebut dibakar untuk memanaskan pipa yang dikelilingi oleh air dingin. Ketika air melewati pipa-pipa panas ini, ia menjadi air panas yang kemudian dialirkan ke keran dan radiator menggunakan pompa.

    Instalasi Water Heater

    Ketika kamu ingin memasang water heater, baik elektrik maupun gas, perlu mendapatkan izin dan dilakukan inspeksi terlebih dahulu. Pemasangan water heater elektrik biasanya lebih mudah karena listrik sudah tersedia di hampir semua rumah. Namun, untuk water heater gas tukang ledeng perlu membuat sambungan gas yang sesuai, sehingga pemasangannya akan lebih sulit.

    Keamanan Water Heater

    Dalam hal keamanan, water heater elektrik dianggap lebih aman karena tidak menggunakan saluran gas, burner, atau lampu pilot. Pemasangan water heater elektrik membutuhkan sambungan listrik 240 volt, tetapi tidak perlu dinyalakan ulang seperti pada water heater gas yang menggunakan nyala api terbuka.

    Tingkat Pemanasan Water Heater

    Untuk tingkat kecepatan pemanasan, water heater gas memiliki tingkat pemanasan awal dan waktu pemulihan yang lebih cepat daripada water heater elektrik. Meskipun demikian, water heater elektrik memanaskan air secara lebih merata karena menggunakan batang pemanas yang dipasang dari atas ke bawah. Namun, batang pemanas memerlukan waktu lebih lama untuk memanaskan air dibandingkan dengan nyala api gas yang langsung panas.

    Biaya Operasional yang Dikeluarkan

    Walaupun harga beli water heater elektrik cenderung lebih mahal dibandingkan dengan yang menggunakan gas, tapi biaya operasionalnya justru sebaliknya. Secara umum, biaya operasional water heater gas lebih murah daripada water heater elektrik, sekitar 33% lebih murah karena harga gas biasanya lebih murah daripada listrik. Perlu diingat juga bahwa water heater elektrik memerlukan watt listrik yang lumayan besar, sehingga akan membebani tagihan listrik kamu juga.

    Efisiensi Energi dari Water Heater

    Meskipun water heater elektrik lebih lambat dalam memanaskan air dan lebih mahal dalam biaya operasional, namun lebih efisien secara energi. Hal ini karena batang pemanas terendam dalam air, sehingga kehilangan panasnya sangat sedikit. Di sisi lain, water heater gas meskipun memiliki nyala api yang panas, namun kurang efisien karena sebagian besar energinya terbuang melalui ventilasi atas.

    Masa Hidup Water Heater

    Karena pengoperasiannya yang lebih bersih, water heater elektrik cenderung bertahan lebih lama daripada yang menggunakan gas. Water heater elektrik biasanya dapat bertahan antara 10 hingga 15 tahun, sedangkan water heater gas hanya sekitar 8 hingga 12 tahun sebelum perlu diganti.

    Itulah beberapa aspek yang bisa menjadi pertimbangan kamu untuk membeli water heater. Semoga membantu, ya!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah Water Heater dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Water Heater atau pemanas air adalah alat yang digunakan untuk memanaskan air untuk berbagai keperluan di rumah seperti mandi atau mencuci pakaian. Ketika water heater tidak berfungsi atau mengalami masalah, kebanyakan orang biasanya akan langsung memanggil tukang professional untuk memperbaikinya. Padahal, beberapa masalah yang biasa terjadi pada water heater itu bisa diatasi sendiri. Dalam beberapa kasus, ini hanyalah masalah menyesuaikan pengaturan atau menekan tombol reset.

    Ada beberapa alasan mengapa pemanas air bisa rusak, seperti elemen pemanas yang rusak, penumpukan sedimen, atau termostat yang tidak berfungsi dengan baik. Kenali masalah-masalah yang terjadi pada water heater kamu agar kamu bisa tahu penanganan yang tepat untuk memperbaikinya. Dilansir dari laman The Spruce, berikut adalah 5 masalah water heater yang sering terjadi dan cara memperbaikinya.

    1. Air Panas Tidak Keluar

    Masalah yang paling umum terjadi pada water heater adalah air panas tidak keluar. Pada kasus ini, air yang keluar biasanya tidak panas. Pada umumnya masalah seperti ini disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater, atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, kamu harus tahu dulu apa yang menyebabkan air tidak panas dengan cara-cara berikut:


    · Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali ke ON.

    · Jika pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Untuk melakukannya, matikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi, yang biasanya berwarna merah.

    2. Suhu Air Terlalu Panas

    Jika masalahnya adalah suhu air yang terlalu panas, biasanya masalahnya ada pada termostat water heater yang disetel terlalu tinggi. Untuk memperbaikinya lakukan cara berikut:

    · Pertama, matikan daya water heater di panel servis.

    · Selanjutnya, lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F°.

    · Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

    3. Water Heater Bocor

    Kebocoran pada water heater sering kali disebabkan oleh bocornya katup dan sambungan pipa. Jika kamu menyentuh air dan airnya hangat atau panas, kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh pipa saluran keluar yang bocor. Untuk memperbaiki katup atau sambungan pipa yang bocor, cukup lakukan hal berikut:

    · Pertama, periksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar.

    · Jika kamu menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas untuk memperbaiki kebocoran.

    4. Air Berwarna Karat

    Jika air berwarna coklat, kuning, atau merah mengalir dari keran, kemungkinan besar terjadi korosi pada bagian dalam tangki pemanas air. Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater. Batang anoda adalah batang logam di tengah water heater yang mudah terkorosi dibandingkan tangki itu sendiri. Oksigen yang bersifat korosif lebih mudah tertarik ke batang anoda dibandingkan ke pemanas air.

    5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

    Suara-suara bising dari water heater yang terdengar seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdenging bisa berarti air di dalam tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki dapat menyebabkan dasar tangki menjadi terlalu panas dan air mendidih. Lakukab hal berikut ntuk mengatasi masalah ini:

    · Pertama, pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater.

    · Kedua, tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali.

    · Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar.

    · Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah.

    · Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang.

    · Nyalakan listrik dan air lagi.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengin Pasang Water Heater di Rumah? Perhatikan 5 Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Water heater kini sudah mulai diminati masyarakat Indonesia. Pasalnya, dengan adanya water heater, kita jadi memiliki akses yang sangat mudah dan efisien untuk mendapatkan air panas/hangat.

    Air panas/hangat ini memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah untuk mandi, dan mencuci, khususnya bagi masyarakat yang hidup di daerah dingin seperti di pegunungan.

    Biasanya, air dingin di daerah pegunungan terkadang membuat kita jadi malas untuk melakukan aktivitas yang memerlukan air, terutama di pagi hari. Namun, dengan adanya water heater, kita jadi tidak perlu khawatir akan hal itu lagi.


    Oleh karena itu, belakangan ini masyarakat Indonesia banyak yang berminat untuk memasang water heater ini di rumahnya.

    Tapi jangan terburu-buru. Sebelum kamu memasang water heater di rumah kamu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terlebih dahulu.

    Hal-Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Sebelum Memasang Water Heater di Rumah

    Dikutip dari plumbtimesc.com, Kamis (27/6/2024), ada 5 hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memasang perangkat/alat water heater di rumah kamu.

    1. Tipe Water Heater yang Dibutuhkan

    Sebelum membeli water heater alangkah baiknya kamu melakukan riset terlebih dahulu mengenai tipe-tipe water heater yang ada di pasar.

    Umumnya ada 2 tipe water heater, yaitu water heater dengan tangki air, dan water heater tanpa tangki air (tankless). Kedua tipe ini tentunya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing masing tergantung dengan kondisi.

    Biaya pengoperasian water heater tanpa tangki air cenderung lebih murah dibandingkan dengan yang menggunakan tangki air. Tidak hanya itu, pemanas air tanpa tangki juga memiliki daya tahan yang lebih lama. Ditambah lagi, water heater tanpa tangki tidak membutuhkan banyak ruang, sehingga cocok untuk rumah yang sempit.

    Di sisi lain, biaya pemasangan water heater dengan tangki air cenderung lebih murah saat dipasang. Selain itu, walaupun water heater tanpa tangki lebih cepat untuk menyediakan air untuk shower, tetapi, bila kamu ingin menggunakan water heater itu ke banyak alat mandi secara bersamaan, water heater dengan tangki air justru lebih cocok untuk pekerjaan tersebut.

    2. Seberapa Besar Efisiensi Energi Water Heater yang Diinginkan

    Semua jenis water heater versi modern biasanya memang sudah lebih hemat energi dibandingkan jenis water heater versi lama. Namun, dalam hal efisiensi energi, tipe water heater tanpa tangki memiliki efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan tangki air.

    3. Berapa Biaya yang Diperlukan

    Sebelum melakukan proses pembelian, tentunya kamu harus menghitung seberapa banyak biaya yang kamu perlukan untuk memasang unit water heater baru.

    Secara umum, water heater tanpa tangki lebih mudah dipasang. Namun, bila kamu sebelumnya sudah memiliki water heater dengan tangki air, dan berencana untuk menggantinya dengan water heater tanpa tangki, maka kamu akan direpotkan untuk mengatur ulang pipa air di rumah kamu agar bisa berfungsi dengan instalasi sistem water heater yang baru.

    Biaya pemasangannya sendiri cukup bervariasi, tergantung dari penyedia jasanya.

    4. Ukuran Water Heater

    Menentukan ukuran water heater juga penting. Jenis pemanas dan ukuran yang kamu perlukan tentunya bergantung pada penggunaan air di rumah kamu.

    Bila kamu tinggal sendiri, atau bila rumah kamu hanya memiliki satu kamar mandi, atau jika kamu yakin bahwa kamar mandi yang digunakan hanya satu dalam satu waktu, pemanas tanpa tangki adalah pilihan yang tepat.

    Di sisi lain, bila kamu memiliki keluarga besar, atau bila banyak perlengkapan air digunakan pada waktu yang sama, water heater dengan tangki air akan lebih cocok untuk kamu. Semakin banyak air panas yang kamu gunakan sekaligus, semakin besar ukuran tangki yang kamu perlukan.

    Selain ke-4 hal di atas, dikutip dari dupreeplumbing.com, kamu juga perlu memperhatikan tipe bahan bakar yang digunakan oleh water heater yang ingin kamu pasang.

    5. Tipe Bahan Bakar

    Jenis bahan bakar yang paling umum digunakan water heater saat ini adalah gas dan listrik. Kedua bahan bakar ini tentunya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing masing.

    Misalnya, jika kamu ingin water heater yang tidak menghabiskan terlalu banyak biaya pada tagihan energi, kamu sebaiknya gunakan water heater dengan bahan bakar gas yang terbukti lebih hemat energi.

    Itu dia 5 hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memasang water heater di rumah, semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pasang Water Heater Pakai Gas atau Listrik? Begini Perbandingannya


    Jakarta

    Water heater belakangan ini mulai menjadi populer di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya bagi yang bertempat tinggal di daerah yang dingin. Seperti namanya, water heater adalah sebuah perangkat/alat pemanas air yang biasa digunakan untuk kebutuhan mandi.

    Saat ini, ada 2 jenis water heater yang sudah umum ada di pasar Indonesia, diantaranya yaitu water heater gas dan water heater listrik. Kedua jenis water heater ini tentunya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

    Oleh karena itu, bagi kamu yang berencana untuk memasang water heater di rumah, sebaiknya kamu pelajari kedua jenis water heater ini terlebih dahulu agar tidak menyesal di kemudian hari.


    Berikut di bawah ini adalah perbandingan antara water heater gas dan water heater listrik yang perlu kamu ketahui.

    Perbedaan Water Heater Gas dan Water Heater Listrik

    Cara Kerja

    Dikutip dari forbes.com, Kamis (27/6/2024), cara kerja water heater listrik adalah dengan mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi kepada sebuah batang di tengah tangki air.

    Listrik ini nantinya akan memanaskan air dari bagian tengah tangki ke arah luar.

    Di sisi lain, cara kerja water heater gas adalah dengan memanaskan tangki air dengan api berbahan bakar gas dari bagian bawahnya.

    Kenyamanan Penggunaan

    Semua rumah memiliki layanan listrik. Oleh karena itu, water heater listrik cenderung lebih mudah untuk dipasang dan digunakan.

    Sebaliknya, water heater gas memerlukan tabung gas yang harus rutin untuk diganti agar tidak kehabisan bahan bakar saat digunakan.

    Kekurangan dan Kelebihan Water Heater Listrik

    Kelebihan:

    – Aman

    – Cara kerja sistem pemanas bersih (tidak meninggalkan residu)

    – Memiliki daya pemanas air yang efisien

    – Pilihan ukuran banyak

    – Bisa berjalan secara otomatis

    – Mudah untuk dipasang, karena setiap rumah pastinya memiliki sumber listrik

    Kekurangan:

    – Biaya operasional lebih tinggi

    – Cenderung lebih lama untuk memanaskan air dibandingkan dengan jenis gas

    – Waktu pemulihan lebih lama

    – Tidak bisa beroperasi jika listrik padam

    Kekurangan dan Kelebihan Water Heater Gas

    Kelebihan:

    – Memanaskan air dengan cepat

    – Biaya pengoperasian lebih rendah dibandingkan dengan jenis listrik

    – Hemat energi

    – Masih bisa beroperasi saat listrik padam

    Kekurangan:

    – Memerlukan tambahan tabung gas

    – Kurang aman dibandingkan jenis listrik

    – Cara kerja sistem pemanas lebih kotor (meninggalkan residu)

    – Pilihan ukuran lebih sedikit

    – Umur lebih pendek dibandingkan jenis listrik

    – Daya panas air kurang efisien dibandingkan jenis listrik

    – Perlu dinyalakan secara manual

    Itu dia beberapa perbedaan antara water heater listrik dan water heater gas. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Mengatasi Air Shower Bau Telur Busuk di Kamar Mandi


    Jakarta

    Terkadang ada saja masalah perairan di rumah, salah satunya air shower yang bau telur busuk. Meski tidak berbahaya, bau ini bisa mengganggu kenyamanan di kamar mandi.

    Nah, ternyata bau busuk itu sebenarnya aroma gas hidrogen sulfida. Gas ini dihasilkan oleh bakteri pemakan sulfat yang biasa ditemui di sumber air atau sistem perpipaan.

    Lalu, bagaimana cara mengatasi air shower bau telur busuk? Yuk, ikuti langkah-langkah berikut ini yang dikutip dari Pentair Water Solutions, Selasa (27/8/2024).


    Cara Mengatasi Air Shower Bau Telur Busuk

    1. Cek Aroma Air Dingin dan Panas

    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi sumber bau. Kalau kamu memasang water heater, coba cek aroma saat menyalakan air suhu panas dan suhu dingin secara terpisah.

    Kalau hanya air panasnya yang berbau, kemungkinan besar ada masalah pada pemanas air Anda.

    2. Cek Water Softener

    Apakah shower kamu terhubung dengan water softener atau pelembut air? Itu juga bisa menjadi penyebab bau telur telur busuk. Uji aroma air dengan water softener dan tanpa pelembut air untuk melihat apa ada perbedaan.

    Jika aroma berbeda, maka kemungkinan bau telur busuk bersumber dari water softener.

    3. Biarkan Air Mengalir Beberapa Menit

    Biarkan air mengalir selama beberapa menit. Jika bau busuk itu hilang, kemungkinan bakteri pereduksi sulfur itu bersumber dari sumur atau sistem perpipaan. Mungkin kamu perlu memanggil tukang ledeng atau teknisi sumur untuk membersihkan pipa.

    4. Ganti Anoda Magnesium Water Heater

    Kalau kamu sudah mengidentifikasi masalahnya ada pada water heater, maka langkah selanjutnya adalah mengganti anoda magnesium. Anoda ini biasanya terhubung ke colokan di bagian atas tangki. Namun, perlu diingat bahwa hal ini dapat memperpendek umur pemanas, jadi pertimbangkan untuk menggantinya dengan anoda aluminium.

    5. Bersihkan Tangki Water Heater

    Selain itu, kamu juga bisa membersihkan water heater. Untuk melakukannya, gunakan larutan pemutih klorin untuk membilas tangki, karena ini dapat membunuh bakteri sulfur.

    6. Naikan Suhu Water Heater

    Selanjutnya, kamu dapat menaikan suhu tangki water heater untuk membunuh bakteri tersebut selama beberapa jam. Lalu, bilas tangki setelah selesai. Perlu diingat, cara ini hanya solusi sementara saja.

    7. Pasang Filter Air

    Apabila masalahnya ada pada sumber air itu sendiri, maka solusi terbaik adalah memasang filter air atau water softener.

    Alat ini akan membantu mengurangi bakteri pemakan sulfur dan lama-lama menghilangkan bau telur busuk pada air. Kamu juga bisa mempertimbangkan klorinasi yang membantu mengurangi tingkat bakteri.

    Itulah beberapa cara mengatasi air shower bau busuk. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Water Heater dan Beragam Jenisnya


    Jakarta

    Pernah mendengar alat bernama water heater? Alat tersebut biasanya digunakan untuk menghasilkan air panas yang bisa digunakan untuk mandi.

    Jika kamu tinggal di wilayah bersuhu dingin dan ingin menikmati mandi dengan air panas, water heater ini cocok untuk kamu. Nah, untuk mengetahui water heater lebih baik, simak informasi berikut ini.

    Apa Itu Water Heater?

    Dilansir The Spruce, water heater adalah alat yang berfungsi untuk memanaskan air bersuhu dingin. Air panas dari water heater dapat digunakan untuk mandi, cuci pakaian, cuci piring, serta bisa dialirkan ke pipa keran lainnya.


    Water heater sendiri memiliki banyak jenisnya. Terdapat water heater yang dilengkapi tangki penampungan untuk cadangan air panas penggunaan berikutnya, maupun yang tidak. Ukuran tangki water heater bervariasi, bahkan ada yang muat hingga ratusan liter air sekaligus.

    Untuk water heater tanpa tangki tidak menyimpan cadangan air yang dipanaskan. Melainkan memanaskan air untuk digunakan pada saat itu juga.

    Jenis-Jenis Water Heater Berdasarkan Sumber Energi

    Ada beberapa jenis water heater yang sering ditemui, contohnya seperti water heater gas dan listrik. Namun, masih ada beberapa jenis lainnya. Berikut ini penjelasannya.

    Water Heater Listrik

    Dikutip dari Forbes, cara kerja water heater listrik adalah dengan mengalirkan arus listrik bertegangan tinggi kepada sebuah batang di tengah tangki air. Listrik ini nantinya akan memanaskan air dari bagian tengah tangki ke arah luar.

    Water heater listrik bisa awet hingga lebih dari 20 tahun. Namun juga tetap tergantung merek produk, perawatan, dan penggunaannya ya.

    Water Heater Gas

    Mengutip Better Homes & Gardens, water heater ini mengandalkan gas sebagai sumber energi proses pemanasannya. Jenis gas yang digunakan umumnya yaitu gas alam atau propana. Water heater gas tersedia pilihan bertangki dan tanpa tangki.

    Water heater berenergi gas dapat bertahan 15-20 tahun. Namun tetap tergantung merek produk, perawatan, dan penggunaannya.

    Solar Water Heater

    Solar water heater atau water heater tenaga surya ini miliki tangki yang besar di mana air ditempatkan di sana sampai siap untuk digunakan. Water heater jenis ini menggunakan energi matahari yang dikonversi melalui panel surya me energi listrik untuk memanaskan air.

    Biasanya water heater tenaga surya sangat bergantung pada energi matahari, namun memiliki sistem energi cadangan seperti gas atau listrik agar bisa tetap digunakan.

    Hybrid Water Heater

    Water heater jenis ini menggunakan sistem pompa panas untuk menarik panas dari tanah dan udara untuk memanaskan air, alih-alih menggunakan sumber bahan bakar langsung. Metode pemanasan air ini memungkinkan hybrid water heater menggunakan daya hingga 60% lebih sedikit daripada pemanas air tangki konvensional.

    Sistem ini memiliki tangki penyimpanan berinsulasi besar dan pompa panas yang dipasang di bagian atas tangki, yang membutuhkan lebih banyak ruang daripada pemanas air tangki konvensional. Selain itu, jenis pemanas air ini lebih mahal daripada pemanas tangki konvensional dan sangat bergantung pada panas sekitar, itulah sebabnya pemanas air hibrida tidak direkomendasikan untuk daerah beriklim dingin.

    Itulah informasi mengenai pengertian dan jenis-jenis water heater.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Simak! 5 Masalah pada Water Heater dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Water heater merupakan alat yang digunakan untuk memanaskan air untuk mandi. Dalam penggunaannya, water heater bisa saja rusak sehingga perlu diperbaiki.

    Jika water heater rusak, belum tentu memerlukan jasa profesional untuk memperbaikinya. Sebab, ada permasalahan pada water heater yang bisa dilakukan sendiri.

    Penyebab pemanas air bisa rusak ada beberapa macam, seperti elemen pemanas yang rusak, penumpukan sedimen, atau termostat yang tidak berfungsi dengan baik. Kenali masalah-masalah yang terjadi pada water heater kamu agar kamu bisa tahu penanganan yang tepat untuk memperbaikinya.


    Dilansir dari laman The Spruce, berikut adalah 5 masalah water heater yang sering terjadi dan cara memperbaikinya.

    1. Air Panas Tidak Keluar

    Masalah yang paling umum terjadi pada water heater adalah air panas tidak keluar. Pada kasus ini, air yang keluar biasanya tidak panas.

    Pada umumnya masalah seperti ini disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater, atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, kamu harus tahu dulu apa yang menyebabkan air tidak panas dengan cara-cara berikut:

    • Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali ke ON.
    • Jika pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Untuk melakukannya, matikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi, yang biasanya berwarna merah.

    2. Suhu Air Terlalu Panas

    Jika masalahnya adalah suhu air yang terlalu panas, biasanya masalahnya ada pada termostat water heater yang dipasang terlalu tinggi. Untuk memperbaikinya lakukan cara berikut:

    • Pertama, matikan daya water heater di panel servis.
    • Selanjutnya, lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F° atau 48 derajat Celcius.
    • Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

    3. Water Heater Bocor

    Kebocoran pada water heater sering kali disebabkan oleh bocornya katup dan sambungan pipa. Jika kamu menyentuh air dan airnya hangat atau panas, kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh pipa saluran keluar yang bocor. Untuk memperbaiki katup atau sambungan pipa yang bocor, cukup lakukan hal berikut:

    • Pertama, periksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar.
    • Jika kamu menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas untuk memperbaiki kebocoran.

    4. Air Berwarna Karat

    Jika air berwarna coklat, kuning, atau merah mengalir dari keran, kemungkinan besar terjadi korosi pada bagian dalam tangki pemanas air. Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater.

    Batang anoda adalah batang logam di tengah water heater yang mudah korosi dibandingkan tangki itu sendiri. Oksigen yang bersifat korosif lebih mudah tertarik ke batang anoda dibandingkan ke pemanas air.

    5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

    Suara-suara bising dari water heater yang terdengar seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdenging bisa berarti air di dalam tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki dapat menyebabkan dasar tangki menjadi terlalu panas dan air mendidih. Lakukan hal berikut untuk mengatasi masalah ini:

    • Pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater.
    • Tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali.
    • Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar.
    • Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah.
    • Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang.
    • Nyalakan listrik dan air lagi.

    Itulah beberapa permasalahan pada water heater dan cara memperbaikinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com