Tag Archives: wawasan

Pekerja di Perusahaan Pindar Wajib Punya Kompetensi


Jakarta

Sektor pinjaman daring saat ini terus berkembang. Karena itu dibutuhkan kompetensi yang baik bagi semua sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut.

Hal ini sejalan dengan regulasi di industri keuangan, yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 43/2024 dan POJK No. 3/2024 tentang pengembangan SDM financial technology (fintech).

Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo, menyampaikan bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada kekuatan teknologi, tetapi juga pada kesiapan talenta di baliknya.


“Fintopia Corporate University menjadi bukti nyata komitmen kami dalam menciptakan ekosistem SDM yang siap mendukung pertumbuhan perusahaan, memperkuat kepercayaan pengguna, dan mempercepat laju inovasi. Sehingga Easycash bisa memberikan kontribusi lebih besar dalam memperluas inklusi keuangan,” kata Nucky dalam keterangannya, dikutip Minggu (20/7/2025).

FCU diresmikan sebagai respons perusahaan terhadap kebutuhan akan penguatan kapabilitas internal perusahaan di tengah pesatnya perkembangan industri fintech, khususnya pindar. FCU mengusung tiga tujuan utama: memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan, mendukung inovasi dan kelincahan organisasi, serta membangun budaya belajar berkelanjutan di seluruh level perusahaan. Program ini juga selaras dengan ketentuan OJK yang mewajibkan penyelenggara pindar untuk mengalokasikan minimal 2,5 persen dari biaya tenaga kerja tahunannya untuk pendidikan dan pelatihan SDM, serta mengembangkan kebijakan formal dalam pengembangan talenta.

Head of Human Resources Easycash sekaligus Project Manager FCU, Renda Celona, menjelaskan lebih lanjut bahwa FCU merupakan bagian dari strategi pengembangan talenta Easycash untuk membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan dinamika industri pindar, seiring dengan kebutuhan organisasi yang terus berkembang.

“Melalui Fintopia Corporate University, kami membangun sistem pembelajaran yang terukur dan berjenjang, agar setiap karyawan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat, kompeten dan unggul dalam setiap fungsi kerja mereka, serta siap menghadapi tantangan masa depan industri pindar,” jelas Renda.

Pelatihan di FCU dijalankan secara rutin dua hingga tiga kali per bulan, mulai dari sesi intensif berdurasi satu hari hingga kelas pengembangan berjenjang yang berlangsung beberapa minggu. Sejak sesi pertama FCU yang diselenggarakan beberapa bulan lalu, FCU telah diikuti oleh hampir 300 karyawan, dan program ini ditargetkan untuk dapat terus diikuti oleh hampir seluruh karyawan Easycash per akhir tahun 2025. Sebelum peluncuran resminya, sejumlah program pelatihan telah dilaksanakan oleh perusahaan.

Beberapa topik upskilling yang telah dijalankan diantaranya adalah Call Center Team Leader dengan modul, Learning to Lead (L2L), dan Public Speaking & Communication, dan juga Basic English Course. Salah satu peserta, Team Leader Credit Analyst Easycash, Tief Kurniawati, mengungkapkan bahwa FCU memberinya wawasan dan motivasi baru. “Pelatihan ini bukan hanya membekali saya dengan keterampilan teknis, tapi juga membentuk cara berpikir sebagai seorang pemimpin.

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini dalam Investasi Properti, Pokoknya Jangan!


Jakarta

Investasi properti bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk membangun kekayaan. Akan tetapi, banyak investor pemula yang terjebak dalam kesalahan yang bisa merugikan mereka.

Kamu harus berhati-hati dan waspada dalam berinvestasi guna meningkatkan atau memaksimalkan keuntungan. Jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang justru merugikan. Berikut ini beberapa kesalahan dalam investasi properti yang harus dihindari.

Tidak Melakukan Riset Pasar yang Cukup

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan investor adalah terburu-buru tanpa memahami kondisi pasar lokal. Dilansir dari peppervirtualassistant.com, banyak investor baru melakukan kesalahan umum yang dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan. Kamu harus memahami riset yang mendalam guna mendapat wawasan tentang tren harga dan permintaan sewa di area yang diinginkan.


Mengabaikan Biaya Tersembunyi

Banyak yang hanya mempertimbangkan harga beli tanpa menghitung biaya tambahan, seperti pajak dan biaya pemeliharaan. Memahami semua biaya terkait adalah kunci untuk perencanaan anggaran yang efektif.

Membeli Properti Tanpa Memperhitungkan Lokasi

Lokasi adalah faktor kunci dalam nilai properti. Pastikan kamu untuk memilih lokasi yang strategis dengan akses yang baik ke fasilitas umum dan transportasi.

Tidak Memeriksa Properti

Kamu perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum membeli properti. Memeriksa properti sangat penting untuk menghindari masalah besar di kemudian hari, serta libatkan profesional untuk menilai kondisi bangunan secara menyeluruh.

Tidak Memiliki Rencana Jangka Panjang

Tanpa rencana investasi yang jelas, keputusan yang impulsif dapat mengakibatkan kerugian. Tentukan tujuan investasi kamu dan buat rencana yang mencakup strategi serta lakukan evaluasi berkala.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com