Tag: wc

  • Dua Tombol Flush di Toilet Bisa Bikin Hemat Air, Begini Cara Kerjanya



    Jakarta

    Sadarkah ada dua tombol flush berbeda ukuran pada toilet duduk? Ternyata kedua tombol itu berguna untuk menghemat air lho.

    Letak tombol flush ini bisa berbeda-beda tergantung jenis kloset. Banyak kloset yang tombolnya di bagian atas tangki. Lalu, ada yang menempel pada dinding kamar mandi.

    Dilansir dari News18, pencipta toilet dengan dua tombol flush merupakan warga Amerika Serikat bernama Victor Papanek. Ia menciptakan desain toilet itu melalui buku berjudul ‘Design for the Real World’ pada 1976. Namun, negara yang pertama kali menggunakan dual-flush toilet adalah Australia pada 1980.


    Meski keduanya serupa, apa fungsi masing-masing tombol ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Dikutip dari Times of India, kloset dengan dua tombol flush merupakan solusi penggunaan air toilet. Penggunaan dual-flush toilet disebut bisa menghemat penggunaan air.

    Tombol kecil biasanya digunakan setelah pengguna kamar mandi buang air kecil. Menekan tombol kecil dapat mengeluarkan sekitar 3-4,5 liter air untuk menyiram toilet.

    Sementara itu, tombol besar digunakan setelah buang air besar. Sekitar 6-9 liter air akan keluar untuk menyiram toilet dengan tombol tersebut.

    Berdasarkan Forbes, U.S Environmental Protection Agency (EPA) dan American Water Works Association pada 2020 mengatakan penggunaan dual-flush toilet sangat direkomendasikan karena mengurangi penggunaan air hingga 20 persen. Pemilik rumah pun bisa hemat tagihan air hingga US$ 99 atau sekitar Rp 1,6 juta (kurs Rp 16.252) per tahun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • WC Mampet Susah Disiram? Begini Cara Perbaikinya Tanpa Ribet


    Jakarta

    Pernahkah menyiram WC tapi kotorannya tak bisa turun? Itu adalah tanda kalau WC mampet, sebab biasanya kloset bekerja tak sampai lima menit.

    WC mampet sering kali disebabkan oleh penyumbatan. Kloset bisa tersumbat kotoran ataupun tisu, sehingga menutupi jalur air.

    Selain penyumbatan, WC dapat mampet karena septic tank penuh. Hal ini akibat septic tank belum disedot.


    Kalau WC mampet, bagaimana cara perbaikinya ya? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki WC Mampet

    Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi WC mampet.

    1. Siram Air Panas

    Coba siram WC secara perlahan dengan air panas, bukan air mendidih ya. Air mendidih bisa merusak pipa pembuangan. Tunggu beberapa saat, lalu coba flush atau siram WC secara manual.

    2. Siram Soda Kue dan Cuka

    Campuran soda kue dan cuka bisa melancarkan saluran mampet. Kedua bahan ini menghasilkan gelembung gas karbon dioksida yang melarutkan kotoran atau bahan yang menyumbat.

    Cara pakainya dengan mencampurkan 2 cangkir cuka dengan satu cangkir soda kue. Diamkan dua bahan tersebut selama 1 jam. Kemudian, siram larutan tersebut ke dalam toilet. Jika belum berhasil, mungkin perlu melakukan proses ini lagi dan mendiamkan larutan tersebut semalaman.

    3. Pakai Alat Sedot WC

    Alat yang biasa dipakai untuk mengatasi WC mampet adalah logam panjang yang bentuknya fleksibel dan kecil. Alat ini masuk ke pipa pembuangan. Penghuni bisa membuka jalan air dengan mendorong dan memutar alat.

    4. Panggil Sedot WC

    Jika tidak punya waktu atau tak tahu cara perbaiki WC, penghuni bisa panggil tukang sedot WC. Mereka punya peralatan lengkap untuk mengatasi masalah tanpa perlu membongkar WC.

    Itulah beberapa cara mengatasi WC mampet. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Septic Tank Perlu Rutin Disedot, Jika Tidak Ini Akibatnya


    Jakarta

    Septic tank adalah tempat untuk menampung dan mengolah limbah rumah tangga. Tangki ini perlu disedot secara berkala agar tidak penuh.

    Basuki, Pemilik PT Argesjasa Mandiri, salah satu penyedia jasa sedot septic tank pernah menjelaskan waktu sedot septic tank tergantung pada kondisi dan jenis tangki yang digunakan. Untuk septic tank konvensional tidak perlu sering disedot. Namun, septic tank biotank dianjurkan buat dikuras 1-2 tahun sekali.

    Jika tangki lama tidak disedot sampai penuh, berikut ini risikonya.


    Risiko Septic Tank Tidak Disedot

    Inilah akibat tidak menyedot septic tank menurut ahli.

    1. Toilet Mampet

    Septic tank yang tidak disedot lama-lama bakal penuh. Hal ini membuat toilet mampet karena septic tank sudah tidak bisa menampung limbah.

    “Efek dari cepat penuh itu, nanti airnya itu jadi menggenang ke saluran pipanya. Nah biasanya, endapan di dalam septic tanknya itu akan masuk ke dalam pipanya itu sehingga ada endapan atau sampah yang mengendap di pipanya lama-lama bikin mampet juga pada akhirnya,” kata Basuki beberapa waktu lalu.

    2. Filtrasi Tersumbat

    Septic tank biotank yang tidak disedot menyebabkan filtrasi tersumbat. Terkadang penghuni rumah membuang benda selain kotoran ke kloset, seperti plastik, tisu, dan puntung rokok. Nah, benda tersebut bakal menyumbat kisi-kisi filtrasi.

    “Atau kalau di septic tank model modern biasa, itu akan mengendap di bawah, di tanahnya, jadi nggak bisa meresap nantinya. Biasanya kalau banyak pembalut wanita dan sejenisnya itu di situ,” imbuhnya.

    3. Mencemari Sumber Air

    Terakhir, ada risiko sumber air tercemar kalau tidak menyedot septic tank. Apalagi kalau septic tank tidak dibangun sesuai anjuran, yakni berjarak setidaknya 10 meter dari sumber air.

    “Biasanya kalau jaraknya agak dekat, itu memang disarankan disedot. Jadi penyedotan ini juga sifatnya untuk treatment saja,” katanya.

    Itulah alasan septic tank perlu disedot secara rutin. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Ribet! Cara Ampuh Bersihkan Kloset Cuma Butuh 2 Bahan


    Jakarta

    Kebersihan rumah perlu dijaga agar penghuni merasa nyaman serta terhindari dari penyakit. Salah satu ruangan yang perlu diperhatikan kebersihannya adalah kamar mandi, terutama kloset atau WC-nya.

    Tidak banyak orang menyukai membersihkan kamar mandi, apalagi kalau ada kotoran membandel. Namun, dengan memakai bahan-bahan ampuh bisa memudahkan penghuni membersihkan kloset.

    Bahan-bahan alami yang ditemukan di dapur bisa menggantikan produk pembersih yang biasa ditemukan di supermarket, lho. Pembersih alami buatan rumah lebih murah daripada produk pembersih toilet komersial.


    “Untuk solusi pembersih toilet buatan rumah yang sederhana dan alami, yang Anda butuhkan hanyalah soda kue dan cuka putih,” kata CEO Cleancult Ryan Lupberger dikutip dari Business Insider, Jumat (12/9/2025).

    Soda kue adalah bahan pemutih alami yang dapat menghilangkan noda membandel. Sementara itu, cuka putih membantu mendesinfektan atau membasmi kuman di permukaan kloset.

    “Cuka dan soda kue merupakan bahan yang ampuh untuk berbagai keperluan pembersihan. Khususnya, jika digunakan pada toilet, keduanya tidak hanya membersihkan, tetapi juga menghilangkan bau,” ucap CEO perusahaan produk pembersih alami itu.

    Lalu, bagaimana cara menggunakan cuka putih dan soda kue buat bersihkan kloset? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Membuat Pembersih Kloset dengan Bahan Alami

    Inilah langkah-langkah memakai pembersih toilet dari bahan alami.

    1. Tuang Cuka Putih

    Tuang cuka putih secara merata ke mangkuk kloset dan diamkan selama satu jam. Jika ada noda membandel, biarkan cuka putih seharian.

    2. Taburkan Soda Kue

    Selanjutnya, taburkan soda kue ke mangkuk kloset. Pastikan soda kue merata termasuk bagian samping mangkuk kloset.

    3. Sikat Kloset

    Gunakan sikat WC untuk merontokkan noda dan kotoran pada kloset, lalu siram dengan air. Jika masih ada noda tersisa, ulangi proses pembersihan dari awal.

    Itulah cara membersihkan kloset pakai dua bahan alami. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Kloset Duduk yang Higienis dan Sesuai Kebutuhan


    Jakarta

    Kloset duduk merupakan alat sanitasi yang sering digunakan oleh penghuni rumah. Untuk itu, pemilik rumah perlu memastikan kloset tersebut nyaman digunakan dan sesuai kebutuhan.

    Pemilihan kloset bisa disesuaikan dengan selera penggunanya. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih kloset, termasuk dari segi kebersihan. Sebab, benda yang sering terpapar kotoran ini perlu rajin dibersihkan.

    Lantas, bagaimana cara pilih kloset yang sesuai kebutuhan? Berikut ini penjelasannya.


    Cara Pilih Kloset Duduk

    Inilah langkah-langkah untuk memilih kloset duduk.

    1. Desain Kloset

    Head of Marketing Kohler K&B Indonesia, Maria Veronica mengatakan pemilik rumah perlu menentukan desain kloset. Beberapa jenis kloset antara lain bentuknya dua bagian, satu bagian, atau intelligence alias toilet pintar.

    “Dua piece itu antara tangki dan bowl terpisah sehingga pembersihan ada sedikit ekstra di antara sambungan itu. Kalau satu piece, dia udah ngambil itu gabungan, jadi dari hal pembersihan lebih mudah,” kata Maria di Indonesia Design District, Selasa (16/9/2025).

    Kemudian, eksterior kloset ada yang berlekuk maupun full skirted alias tertutup. Pemilik rumah bisa memilih bentuk kloset sesuai preferensi.

    Desain berlekuk mungkin terlihat manis bagi sebagian orang tetapi perlu pembersihan ekstra. Berbeda halnya dengan eksterior tertutup mudah dibersihkan karena permukaannya datar.

    Untuk dalam kloset, ada bagian samping dengan rim (tertutup) atau rimless (terbuka) atau samping terbuka atau tertutup. Maria menyebut kloset rimless lebih mudah untuk dibersihkan.

    2. Teknologi Siram Kloset

    Selain itu, pemilik bisa memilih kloset berdasarkan flushing technology atau cara kloset disiram. Beberapa pilihan di pasaran adalah kloset dengan penyiraman ke bawah, memutar, serta teknologi lainnya.

    “Kalau misalnya di-flush, airnya cuma turun ke bawah jadi ngikutin gravitasi. Nah, itu pembersihannya enggak maksimal. Di toiletnya kita itu revolution 360 jadi dia muter,” jelasnya.

    3. Pusat Pelayanan

    Terakhir, Maria menganjurkan untuk memastikan produk kloset yang dipilih mempunyai pusat pelayanan.Pemilik juga perlu tahu di mana bisa mendapatkan spare part. Dengan begitu, ada pihak yang dapat dihubungi sewaktu-waktu diperlukan.

    “Spare part-nya bisa available di mana, service center-nya bisa contact di mana. Itu juga penting banget,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Jenis-jenis Bidet Kloset Beserta Tips Pakainya


    Jakarta

    Setelah buang air, pengguna kamar mandi biasanya akan membersihkan diri menggunakan air. Air itu disemprotkan menggunakan alat yang disebut bidet.

    Bidet adalah alat sanitasi untuk membersihkan sisa kotoran setelah buang air. Alat ini sering ditemukan di sejumlah negara di Eropa dan Asia.

    Ada beragam bentuk bidet yang cara menggunakannya pun berbeda. Bahkan, beberapa sangat canggih, bisa menyemprotkan air hangat.


    Apa saja jenis-jenis bidet? Simak ulasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Bidet

    Inilah jenis-jenis bidet dikutip dari laman health, Kamis (18/9/2025).

    1. Jet Spray

    Ilustrasi desain kamar mandi.Ilustrasi desain kamar mandi. Foto: iStock

    Jenis bidet yang sering ditemui di Indonesia biasa disebut jet spray. Alatnya berbentuk selang dengan kepala pancuran dan terpisah dari kloset. Pengguna mesti menjangkau genital dan anus dengan perangkat tersebut.

    2. Bidet Bawaan

    toiletIlustrasi bidet bawaan. Foto: (Wahyu/detikTravel)

    Lalu, ada bidet elektrik yang sudah bawaan, posisinya berada di bawah dudukan kloset. Bidet ini tidak memakan ruang kamar mandi. Area yang dapat dibersihkan mungkin terbatas karena alat tersebut terpasang pada dudukan toilet.

    3. Bidet Terpisah

    Beautiful Large Bathroom in Luxury Home with double sink, bathtub and bidetBidet terpisah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Mariakray

    Ada juga bidet berukuran agak besar seperti wastafel yang terpasang di sebelah kloset sehingga cukup memakan ruang. Pengguna kamar mandi harus berpindah dari toilet ke bidet untuk menggunakannya.

    Tips Pakai Bidet

    Meski membersihkan diri menggunakan air sangat dianjurkan, caranya pun harus benar agar lebih higienis. Berikut ini tipsnya.

    1. Bersihkan dari Arah Depan ke Belakang

    Pastikan untuk menyemprotkan air dari depan ke belakang. Cara ini akan menghindari bakteri dari kotoran BAB mengenai uretra sehingga mencegah penyakit akibat infeksi.

    2. Bersihkan Bidet secara Rutin

    Untuk meminimalisir penyebaran bakteri, bersihkan atau desinfeksi bidet secara rutin terutama pada kamar mandi umum. Bersihkan bidet genggam atau jet spray dengan kain atau tisu toilet sebelum menggunakannya.

    3. Lap Setelah Menggunakan Bidet

    Setelah menggunakan bidet, lap area genital dan anus. Ini membantu memastikan semua kotoran feses, darah menstruasi, atau urin tidak tersisa.

    Itulah jenis-jenis bidet dan tips pakainya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ganti Toilet Jongkok Jadi Duduk? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Masih banyak kamar mandi di Indonesia yang menggunakan toilet jongkok. Sebagian orang mungkin sedang mempertimbangkan untuk beralih ke toilet duduk.

    Toilet duduk terkesan lebih modern dan praktis untuk digunakan. Namun, apakah menggunakan toilet duduk keputusan terbaik?

    Bagi yang sedang mempertimbangkan buat pasang toilet duduk, sebaiknya ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini penjelasannya, dilansir dari Bigger Bathroom.


    Kelebihan Toilet Duduk

    Inilah poin plus kalau menggunakan toilet duduk.

    1. Postur Duduk

    Toilet ini memungkinkan penggunanya buang air dalam posisi duduk. Postur tersebut terbilang aman dan nyaman, terutama bagi lansia. Jika duduk dalam jangka waktu lama di toilet duduk, hal ini tidak akan menyebabkan pusing, atau kram ketika bangun.

    Lalu, postur ini membuat kompresi neurovaskular ekstremitas bawah sehingga bisa menghindari penyakit neurovaskular ekstremitas bawah atau nyeri pada tulang betis dan jari-jari kaki.

    2. Teknologi Modern

    Selain itu, toilet duduk menggunakan teknologi modern. Benda ini memiliki fitur yang lebih canggih sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

    Kekurangan

    Di sisi lain, toilet duduk punya kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

    1. Proses BAB Lebih Sulit

    Menurut struktur fisiologis tubuh manusia, patensi usus berkurang saat duduk, dan tekanan perut berkurang. Hal ini membuat proses BAB akan lebih sulit kalau menggunakan toilet duduk.

    2. Kulit Bersentuhan dengan Dudukan

    Ketika pengguna duduk di kloset, kulitnya bersentuhan langsung dengan dudukannya. Hal ini membuat bakteri dan parasit pada toilet mudah berpindah ke manusia. Hal ini memungkinkan risiko penularan penyakit, terutama di toilet umum.

    3. Berisiko Timbul Penyakit

    Posisi duduk memang nyaman, tetapi penggunanya bisa terlena dan melakukan aktivitas lain di kamar mandi. Misalnya buang air sambil baca buku, merokok, atau bermain ponsel. Padahal buang air besar dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko wasir.

    Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan toilet duduk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Akibatnya Kalau Sering Buang Tisu ke Toilet


    Jakarta

    Kebanyakan orang tentu nggak asing sama larangan buang tisu ke dalam lubang toilet. Peringatan ini sering kali dipajang di WC umum.

    Bukan hanya di WC umum, tisu memang tidak dianjurkan buat dibuang ke toilet manapun, termasuk di rumah sendiri. Soalnya, kebiasaan itu bisa memicu masalah yang merepotkan penghuni rumah.

    Tisu merupakan benda yang tak dapat larut di air. Jika disiram ke dalam toilet, tisu tersebut hanya tenggelam dan tidak hancur.


    Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, tisu bakal menumpuk sehingga kloset menjadi mampet. Berikut ini akibatnya kalau membuang tisu ke toilet, dikutip dari Scott English Plumbing.

    Efek Fatberg

    Membuang tisu ke dalam toilet memicu efek fatberg. Kondisi tersebut berupa tisu basah yang bercampur dengan kotoran, lalu terperangkap di dalam pipa. Alhasil tisu bisa menumpuk di dalamnya.

    Jika sudah seperti itu, saluran pembuangan toilet akan tersumbat. Pertanda saluran pembuangan sudah mampet antara lain kotoran sulit turun dan muncul bau tak sedap dari area kamar mandi dan pipa pembuangan yang terhubung ke septic tank.

    Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Saluran toilet yang tersumbat tisu, kalau tidak segera diperbaiki bakal semakin parah dan pipa pembuangan pun dapat rusak. Hal ini dikarenakan tidak ada ruang buat air dan kotoran lewat. Penumpukan benda di dalam pipa memicu tekanan dan berisiko menimbulkan kebocoran pipa.

    Itulah risiko membuang tisu ke toilet. Biar kejadian itu tidak dialami di rumah, pastikan untuk membuang tisu ke tempat sampah ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Jarak Ideal Septic Tank dari Sumur Agar Kualitas Air Bersih Terlindungi



    Jakarta

    Rumah sering kali dilengkapi dengan septic tank dan sumur air. Keduanya berada di bawah tanah dan berfungsi untuk menunjang aktivitas penghuni rumah.

    Septic tank merupakan tempat untuk mengolah limbah rumah tangga. Isinya kotoran dari WC di kamar mandi.

    Sementara itu, sumur air merupakan sumber air bersih di rumah. Air tersebut digunakan untuk mandi, mencuci, bahkan bisa diminum setelah diolah.


    Pemilik rumah bisa membuat dua sistem ini di rumah. Namun perlu diingat, jarak antara septic tank dan sumur air tak boleh berdekatan ya.

    Dikutip dari detikHealth, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng sempat menyampaikan bahwa pencemaran air tinja di Indonesia terbilang tinggi. Salah satu penyebabnya adalah lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.

    Banyak bangunan rumah warga yang jaraknya hanya 2-3 meter dari septic tank, terutama di permukiman padat. Septic tank itu pun dekat dengan sumber air sehingga membuat airnya tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri tersebut bisa memicu penyakit seperti infeksi saluran pencernaan.

    Untuk itu, pastikan ada jarang yang cukup antara septic tank dan sumur air. Temukan jarak ideal antara keduanya berikut ini.

    Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, sumur resapan septic tank dan sumur air minum harus ada jarak setidaknya 10 meter. Lalu, upflow filter septic tank dan sumur air minum berjarak minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita atau lahan basah buatan septic tank mesti dibuat minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain itu, sumur resapan air hujan juga sebaiknya diberi jarak dari septic tank. Sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan sewaktu saat kekeringan atau krisis air.

    Pastikan sumur resapan septic tank minimal berjarak 5 meter dari sumur resapan air hujan. Kemudian, upflow filter septic tank dan sumur resapan air hujan ada jarak minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak setidaknya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah seputar jarak antara septic tank dan sumur air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jorok Banget! Ini yang Terjadi Kalau Flush Kloset Tanpa Ditutup


    Jakarta

    Setelah buang air di kloset duduk, pengguna pastinya harus menyiram atau flush agar bersih lagi. Pengguna toilet punya pilihan untuk menutup kloset atau membiarkan tutupnya terbuka saat mau flush.

    Dilansir dari Good Housekeeping, Jumat (14/11/2025), ternyata menyiram kloset dalam keadaan terbuka bisa menyebarkan ribuan tetesan aerosol kecil yang mengandung virus dan bakteri. Kekuatan dari flush bisa bikin tetesan itu menjangkau hingga 1,8 meter lho.

    Bayangkan, betapa kotornya kamar mandi kalau kebiasaan menyiram kloset seperti itu. Meski tak kasat mata, air kotor yang menyebar dapat merugikan penghuni rumah.


    Oleh karena itu, sebaiknya tutup kloset duduk sebelum disiram ya. Jika tidak, berikut ini akibatnya.

    Risiko Siram Kloset Duduk Tanpa Ditutup

    Inilah beberapa alasan penghuni rumah sebaiknya menutup kloset saat akan disiram.

    1. Bakteri Berbahaya Bisa Menyebar

    Sebuah penelitian menunjukkan satu kali siraman bisa meluncurkan tetesan air kloset sampai 1,5 meter ke udara. Tetesan itu bisa bertahan cukup lama di udara dan terhirup oleh penghuni rumah.

    Padahal, tetesan air kloset mengandung bakteri dan virus, seperti E. coli atau staphylococcus. Alhasil, penghuni rumah berisiko sakit.

    2. Benda dan Permukaan Kamar Mandi Terkontaminasi

    Menyiram kloset yang tidak tertutup membuat benda dan permukaan sekitar berisiko terkontaminasi kotoran. Apalagi penghuni rumah biasanya menyimpan sikat gigi dan skincare di kamar mandi. Yakin mau sikat gigi bekas cipratan air kloset?

    3. Hewan Peliharaan dan Anak Kecil Bisa Celaka

    Selain alasan kebersihan, kloset sebaiknya ditutup untuk mencegah kejadian tak terduga. Anak kecil dan hewan peliharaan yang aktif dan penasaran bisa terjatuh ke dalam kloset atau memasukkan tangan atau anggota tubuh lain.

    4. Kamar Mandi Semakin Bau

    Meski tidak rapat, kloset yang tertutup membantu cegah bau tak sedap menyebar di kamar mandi. Sebaiknya amankan bau itu biar tetap di sumbernya saja dengan cara menutup kloset.

    Tetesan air yang keluar saat siram kloset ternyata ikut membentuk lapisan lengket di bagian luar kloset dan permukaan kamar mandi lainnya. Penghuni hanya menambah beban pekerjaan untuk bersih-bersih kalau tidak tutup kloset.

    Itulah alasan pengguna kloset duduk harus menutup tutupnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com