Tag: zikir

  • Doa Sholat Tahajud: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Sholat tahajud menjadi salah satu amalan sholat malam yang dianjurkan Rasulullah SAW. Usai mendirikan sholat tahajud, sempatkan diri untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

    Sholat tahajud merupakan amalan yang dapat ditunaikan sebagai ungkapan rasa syukur, mempertebal keimanan ataupun sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Anjuran sholat tahajud bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra Ayat 79


    وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

    Artinya: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

    Doa Sholat Tahajud

    Dalam Kitab Super Lengkap Panduan Belajar Shalat, Doa & Zikir oleh Ustaz A Solihin As Suhaili, dijelaskan doa yang bisa dibaca usai sholat tahajud. Doa ini rutin dibaca Rasulullah SAW.

    اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ

    اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Arab latin: Allahumma lakal hamdu Anta qayyimus sawamati wal ardhi wa man fihinn. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fihin. Wa lakal hamdu anta nurussamawati wal ardhi wa man fahihin wa lakal hamdu antal haqq wa wa’dukal haq, wa liqauka haqq, wa qauluka haq, wal jannatu haqq, wan naru haqq, wannabiyyuna haqq, Muhammadun shallalahu ‘alahi wa sallama haqq, wassa’atu haqq.

    Allahuma laka aslamtu wa bika amantu wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khashamtu wa ilaikan hakamtu, faghfirli, ma qaddamtu, wama akkhartu, wama asrartu, wama a’lantu, wama anta a’lamu bihi minni, antal muqaddimu wa antal muakhiru, la ilaha illa anta, wala hawla wala quwwata illa billah.

    Artinya: “Ya Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji Bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.

    Bagi-Mu segala puji Engkau (Allah) benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar, Muhammad adalah benar, hari kiamat adalah benar.

    Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, Kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu), aku menjatuhkan hukum.

    Ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Engkau.”

    Pada dasarnya sholat malam, termasuk sholat tahajud boleh dikerjakan pada awal malam yaitu setelah salat isya, atau pertengahan atau akhir malam sesuai dengan kesanggupan dan kondisi setiap muslim. Akan tetapi yang lebih utama adalah dilakukan pada
    sepertiga akhir malam.

    Manfaatkan momen ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Niatkan secara ikhlas semata-mata hanya mengharapkan ridho Allah SWT.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Zikir ketika Puasa Lengkap dengan Artinya



    Jakarta

    Ramadan merupakan momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amalan. Salah satunya dengan membaca zikir ketika puasa.

    Mengutip Kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, zikir ketika puasa dapat diucapkan ketika mendapat hinaan atau dipermalukan bodoh oleh seseorang. Jika hal itu terjadi, disunnahkan untuk mengucapkan:

    inni shoimun


    Artinya: “Aku sedang berpuasa” sebanyak dua kali atau lebih.

    Hal tersebut bersandar pada riwayat yang termuat dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

    Artinya: “Puasa adalah perisai, jika seorang di antara kalian berpuasa, maka hendaknya tidak berkata kotor dan berbuat bodoh, jika seseorang memusuhinya atau menghinanya hendaknya dia mengatakan: ‘Sungguh aku sedang berpuasa, sebanyak dua kali.’”

    Selain menyebutkan tentang zikir ketika puasa, Imam an-Nawawi juga memaparkan zikir atau doa berbuka puasa yang shahih. Berikut selengkapnya.

    Zikir ketika Berbuka Puasa

    Diriwayatkan dalam Kitab Sunan Abu Dawud dan An-Nasa-i, dari Ibnu Umar RA, dia berkata, “Jika Rasulullah SAW berbuka puasa beliau membaca,

    ذَهَبَ الظُّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى

    Arab latin: Dzahabadh dham-u wabtalatil ‘uruuqu tsabatal ajru in syaa al-laahu ta’aalaa

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat nadi, dan telah tetap pahala jika Allah menghendaki.”

    Selain itu, sebagaimana diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dari Muadz bin Zuhrah, ketika berbuka puasa, Rasulullah SAW membaca doa berikut,

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    Arab latin: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rezekika afthartu

    Artinya: “Ya Allah, untukmu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.”

    Muadz bin Zuhraj juga meriwayatkan doa buka puasa sebagaimana terdapat dalam Kitab Ibnu Sunni. Berikut doanya,

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصَمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

    Arab latin: Alhamdulillaahil ladzii a’aani fashamtu wa razaqanii faafthartu

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah menolongku sehingga aku dapat berpuasa dan telah memberikan rezeki kepadaku sehingga aku dapat berbuka.”

    Dalam kitab tersebut juga terdapat riwayat yang berasal dari Ibnu Abbas RA. Ia mengatakan, “Jika Rasulullah SAW berbuka puasa beliau membaca,

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْت السَّمِيعُ الْعَلِيم

    Arab latin: Allaahumma laka shumnaa wa’ala rezekika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Menurut sebuah riwayat, doa orang yang berpuasa termasuk doa yang mustajab. Hal tersebut diriwayatkan dalam Kitab at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Tiga orang yang doa mereka tidak tertolak, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, imam yang adil, dan doa orang yang teraniaya”. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.

    Kemudian, dalam Kitab Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, terdapat riwayat dari Abdullah bin Abi Malikah, dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, dia berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika dia berbuka terdapat doa yang tidak tertolak.”

    Ibnu Malikah mengatakan, “Aku mendengar Abdullah bin Amr ketika berbuka puasa mengucapkan,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَرَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka bi rahmatikan latii wasi’at kulla syain an taghfira lii

    Artinya: Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu menjadikan luasnya pengampunan-Mu kepadaku.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melupakan dan Mengikhlaskan Seseorang yang Kita Cintai



    Hidup manusia terkadang tak lepas dari persoalan hati, misalnya jatuh cinta dan sakit hati. Namun ketika seseorang merasa patah hati, ia mungkin akan berusaha untuk melupakan orang yang dicintainya.

    Misalnya, teman yang jahat kepada kamu atau seorang mantan suami/istri. Cara melupakan seseorang yang kita cintai yaitu bisa dengan bantuan doa.

    Dengan doa, bisa membuat rasa sakit atau kenangan di masa lalu memudar dan memohon agar kita senantiasa dilindungi dari perbuatan dosa.


    Doa Melupakan Seseorang

    Sejatinya, doa melupakan seseorang tidak disebutkan secara khusus dalam Al-Qur’an dan sunnah. Namun, doa di bawah ini mungkin bisa menjadi cara sederhana untuk meminta pada Allah agar bisa melupakan seseorang agar kita tetap bisa melanjutkan hidup.

    Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 16:

    اَلَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اِنَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِۚ

    Artinya:

    Orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami benar-benar beriman, maka ampunilah kesalahan kami dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali Imran:16).

    Doa melupakan seseorang berfokus untuk niat kita dalam mengalihkan perhatian atau emosi negatif serta menciptakan perubahan positif dalam diri kita.

    Doa agar Hati Tenang

    Perasaan sakit hati mungkin akan membuat kamu diselimuti duka dan lara, sehingga membuat hidup merasa tak semangat lagi. Tapi, jangan terlarut menggalau karena Allah selalu ada di dalam hati kita.

    Dikutip dari buku 99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah karya Wulan Mulya Pratiwi, berikut merupakan doa yang bisa dipanjatkan agar hati tenang.

    Rasulullah SAW bersabda:

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

    Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfaka ainin ashlihli sya’nii kullahu laa ilaha illa anta

    Artinya:

    “Ya Allah, dengan rahmat-Mu aku berharap, janganlah Engkau sandarkan urusanku pada diriku walaupun sekejap mata, perbaikilah segala urusanku seluruhnya, tidak ada Ilah yang berhak disembah selain engkau.” (Hr. Abu daud)

    Doa Hati yang Sedang Gelisah untuk Meminta Petunjuk

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

    Rabbanā lā tuzig qulụbanā ba’da iż hadaitanā wa hab lanā mil ladungka raḥmah, innaka antal-wahhāb

    Artinya:

    Mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada suatu kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk pada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah yang Maha Pemberi (karunia)”. (QS: Ali ‘Imran: 8)

    Doa untuk Mengikhlaskan Seseorang

    Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 25:

    وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا۟ مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوا۟ هَٰذَا ٱلَّذِى رُزِقْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَأُتُوا۟ بِهِۦ مُتَشَٰبِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

    Wa basysyirillażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti anna lahum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār, kullamā ruziqụ min-hā min ṡamaratir rizqang qālụ hāżallażī ruziqnā ming qablu wa utụ bihī mutasyābihā, wa lahum fīhā azwājum muṭahharatuw wa hum fīhā khālidụn

    Artinya:

    “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman serta berbuat baik, bahwa kepada mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiapnya diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah:25).

    Tata Cara dan Langkah Berdoa untuk Melupakan Seseorang
    Dilansir laman Islam Nuskhe, berikut merupakan langkah-langkah yang perlu diperhatikan ketika ingin berdoa untuk melupakan seseorang:

    • Membaca “Astaghfirullah” sebanyak 120 kali setelah wudu
    • Mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” sebanyak 20 kali
    • Minum air zamzam dan ucapkan selawat sebanyak 11 kali
    • Melakukan niat sebelum dan sesudah memanjatkan doa
    • Mengucapkan bacaan tasbih sebanyak 130 kali atau diakhiri dengan kata “Amin”

    Terjebak dalam ingatan seseorang yang sangat kamu sayangi merupakan situasi yang menantang dan berat bagi sebagian orang. Sehingga, banyak orang mencoba untuk meninggalkan kenangan pahit di masa lalu dan fokus untuk masa depan.

    Memang tidak mudah untuk keluar dari hubungan yang gagal. Ketika dirasa seseorang tersebut bukan jodoh kita, biasanya kita akan melakukan cara untuk berhenti memikirkan seseorang.

    Doa dan langkah di atas bisa kita lakukan sebagai usaha untuk berusaha melupakan seseorang. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah menyebutkan bahwa Allah turun ke langit terindah dan berkata:

    “Siapakah yang memanggil Aku, sehingga aku dapat menjawabnya? Siapakah yang meminta sesuatu dari Aku agar Aku dapat memberikan kepadanya?” (HR. Bukhari & Muslim)

    Selain diiringi dengan doa melupakan seseorang, kita juga perlu senantiasa untuk selalu sabar, bersyukur dan jangan putus asa. Yakinlah bahwa Allah akan memberi kedamaian dalam hati dan pikiran kita.

    (khq/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Wirid Setelah Sholat Dhuha, Amalkan untuk Raih Rezeki Berlimpah



    Jakarta

    Sholat dhuha adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan sebab Rasulullah SAW pun senantiasa mengerjakannya. Salah satu keutamaan dari mengerjakan ibadah sholat dhuha, yaitu untuk meraih kemudahan rezeki dari Allah SWT.

    Mengutip dari buku Berkah Shalat Dhuha karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, kesunahan mengerjakan sholat dhuha didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. sebagai berikut:

    أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ صِيَامٍ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَ رَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوْتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنام


    “Kekasihku SAW mewasiatkan kepadaku tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat dhuha, dan sholat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Setelah melaksanakan sholat dhuha, umat muslim dapat melanjutkannya dengan membaca wirid. Wirid setelah sholat dhuha dilakukan dengan membaca bacaan tertentu secara terus menerus sebagai amalan rutin.

    Umat muslim dapat melakukannya dengan berdzikir untuk memohon rezeki yang berlimpah kepada Allah SWT. Berikut akan dipaparkan beberapa bacaan wirid setelah sholat dhuha yang bisa diamalkan.

    Bacaan Wirid Setelah Sholat Dhuha

    Mengutip dari arsip detik Hikmah, setelah mengerjakan sholat dhuha dapat dilanjutkan dengan membaca dzikir untuk memuji kebesaran Allah SWT dengan bacaan sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Latin: Allahummaghfirli wa tub ‘alayya innaka anta tawwabur rohim.

    Artinya: “Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima taubat dan Maha Pengampun.”

    Berdasarkan hadits yang diceritakan Aisyah r.a., Rasulullah SAW membaca dzikir tersebut setelah sholat dhuha sebanyak 100 kali. Hadits tersebut telah diriwayatkan oleh beberapa perawi, salah satunya Imam Bukhari, dengan kredibilitas sangat baik.

    Selanjutnya, wirid setelah sholat dhuha dapat dilanjutkan dengan membaca bacaan sayyidul istighfar sebagai bagian dari dzikir pagi yang dapat diamalkan umat muslim.

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

    Latin: Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bini’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    Menambahkan dari buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi petang oleh Ustadz Abdul Wahhab, setelah melaksanakan sholat dhuha, muslim juga dapat membaca wirid asmaul husna sebagai berikut:

    يَا فَتَّاحُ يَا رَزَّاقُ

    Latin: Ya Fattahu Ya Rozzaqu.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Pembuka dan Maha Memberi Rezeki.”

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ

    Latin: Ya Hayyu Ya Qayyum.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri”

    يَا غَنِيُّ يَا مُغْنِي

    Latin: Ya Ghoniyyu Ya Mughni.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya dan Maha Memberi Kekayaan.”

    Doa Setelah Sholat Dhuha

    Setelah membaca wirid kemudian dilanjutkan dengan memanjatkan doa setelah sholat dhuha yang di dalamnya terkandung makna untuk mengharapkan rezeki yang berkah dan halal, berikut bacaannya.

    اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّة قوتكَ وَالقُدْرَة قُدْرَتك وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلَهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعَسِرًا فَيَسِرْهُ وَإِنْ كَانَ قَلِيْلاً فَكَثَرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ أَتِنِي مَا أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Latin: Allahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka wal bahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrata qudratuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Allaahumma inkaana rizqii fis samaa-i fa anzilhu wa inkaana fil ardhi fa akhrijhu wa inkaana mu’assiran fayassirhu wa inkaana qolilan fakatsirhu wa inkaana haraaman fathahhirhu wa inkaana ba’iidan faqorribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika aatini maa ataita ‘ibaadakash shaalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah. Jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah. Jika masih sukar maka mudahkanlah. Jika (ternyata) haram maka sucikanlah. Jika masih jauh maka dekatkanlah. Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.”

    Itulah bacaan wirid setelah sholat dhuha yang bisa diamalkan untuk meraih rezeki yang berlimpah, berkah, dan halal. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Subhanal Malikil Quddus, Wirid Rasulullah setelah Salat Witir



    Jakarta

    Subhanal Malikil Quddus adalah wirid yang dibaca Rasulullah SAW setelah salat Witir. Beliau membacanya sebanyak tiga kali.

    Hal tersebut dijelaskan dalam Kitab Al-Wafa karya Ibnul Jauzi dengan bersandar pada riwayat Sa’id bin Abdirrahman bin Abza dari bapaknya, dia berkata,

    “Rasulullah SAW melakukan salat Witir dengan membaca surah al-A’la, surah Al-Kafirun, lalu membaca surah Al-Ikhlas. Dan jika beliau selesai Witir, beliau membaca “Subhanal Malikil Quddus (Mahasuci Dzat Yang Maha Merajai dan Dzat Yang Mahasuci) sebanyak tiga kali. Beliau mengeraskan suaranya pada bacaan ketiga.” (HR Ahmad dan Al-Maqdisy dalam Kitab Al-Ahadits Al-Mukhtarah)


    Selain itu, diriwayatkan dari Abu Abdirrahman bin Abza, dia berkata, “Ketika Rasulullah SAW salat Witir beliau membaca surah Al-A’la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Jika salam, beliau membaca, “Subhanal Malikil Quddus.” Beliau memperpanjang bacaan ketiga.” (HR Ahmad dan Al-Maqdisy dalam kitab Al-Ahadits Al-Mukhtarah)

    Subhanal Malikil Quddus artinya Maha Suci Dzat Yang Maha Merajai dan Dzat Yang Maha Suci .

    Keutamaan Bacaan Subhanal Malikil Quddus

    Menurut sebuah riwayat yang termuat dalam Sunan At-Tirmidzi, bacaan Subhanal Malikil Quddus kelak akan menjadi saksi dan berbicara pada hari kiamat.

    Dari Musa bin Hizam, Abd bin Humaid dan perawi yang lain, dari Muhammad bin Bisyr, dari Hani bin Utsman, dari ibunya, yaitu Humaidhah binti Yasir, dari neneknya Yusairah, ia termasuk orang-orang yang berhijrah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada para perempuan,

    “Hendaklah kalian membaca tasbih, tahlil, dan taqdis (Subhanal Malikil Quddus), dan hitunglah semua itu dengan jari-jari kalian. Sebab, sesungguhnya ia akan menjadi saksi yang akan ditanya dan akan berbicara pada hari kiamat. Jangnlah kalian lalai untuk berzikir karena jika kalian lalai darinya maka kalian melupakan rahmat Allah.” (Shahih Abu Dawud; Misykaatul Mashaabiih, dan Silsilatul Ahaadiitsdh Dha’ifah)

    Tentang Salat Witir Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW mengerjakan salat Witir setiap malam. Diriwayatkan dari Aisyah RA, dia berkata, “Tiap malam Rasulullah SAW melakukan salat Witir. Beliau mengakhiri witirnya sampai waktu sahur.” (HR Al-Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad)

    R. Syamsul dan M. Nielda dalam buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya menjelaskan, salat Witir merupakan salat sunah yang berbeda dengan salat sunah Tarawih. Salat Tarawih ini biasanya hanya dilaksanakan pada malam bulan Ramadan saja, sedangkan salat Witir ini boleh dilaksanakan setiap malam baik di bulan Ramadan di bulan-bulan yang lain.

    Salat Witir ini dilaksanakan paling sedikit 1 rakaat dan paling banyak 11 rakaat. Pendapat lain juga mengatakan bahwa jumlah rakaat salat Witir maksimal berjumlah 13 rakaat. Menurut pendapat paling kuat, salat Witir dikerjakan paling banyak 11 rakaat.

    Salat Witir ini dilaksanakan dengan satu kali salam setiap dua rakaat kemudian ditutup dengan salat 1 rakaat. Contohnya, jika seseorang hendak melaksanakan salat Witir 3 rakaat, maka dilaksanakan 2 rakaat terlebih dahulu kemudian setelah salam berdiri lagi untuk salat 1 rakaat karena (2 rakaat + 1 rakaat).

    Misalnya hendak melaksanakan 5 rakaat maka dilaksanakan 2 rakaat terlebih dahulu, kemudian setelah salam berdiri lagi untuk salat 2 rakaat, dan terakhir kemudian setelah salam berdiri lagi untuk salat 1 rakaat begitu pun seterusnya.

    Waktu Pelaksanaan Salat Witir

    Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam Kitab Al-Wajiz fi Fiqh As-Sunnah Sayyid Sabiq, menjelaskan mengenai waktu dan hukum salat Witir

    Para ulama telah sepakat bahwa waktu salat Witir ini setelah salat Isya sampai saat menjelang fajar Subuh. Dari Abu Mas’ud Al-Anshari RA, ia mengatakan, “Adalah Rasulullah SAW salat Witir di awal malam, di pertengahan malam, dan di akhir malam.” (HR Ahmad dengan sanad yang shahih).

    Dianjurkan juga untuk mengerjakan salat Witir di awal waktu bagi seseorang yang khawatir tidak bisa bangun di sepertiga malam terakhir, namun sangat dianjurkan salat Witir di sepertiga malam terakhir bagi mereka yang merasa yakin bisa bangun pada waktu itu.

    Dari Jabir RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ ظَنَّ مِنْكُمْ أَنْ لَا يَسْتَيْقِظَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ ظَنْ مِنْكُمْ أَنَّهُ يَسْتَيْقِظُ آخِرَهُ فَلْيُوتِرُ آخِرَهُ فَإِنْ صَلَاةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَحْضُورَةٌ وَهِيَ أَفْضَلُ.

    Artinya: “Barang siapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendaklah dia melakukan witir di awal malam. dan barang siapa yang merasa mampu bangun di akhir malam, maka hendaklah dia witir di akhir malam, karena salat di akhir malam dihadiri (para malaikat) dan ia lebih utama.” (HR Muslim)

    Salat Witir ini hukumnya sunnah muakkadah, sehingga Rasulullah SAW sangat menganjurkan dan memberikan dorongan untuk mengerjakan salat Witir.

    Dari Ali RA, dia berkata, “Sesungguhnya salat Witir tidak bersifat wajib seperti salat-salat fardhu kalian. Namun Rasulullah SAW melakukan salat Witir, kemudian beliau berkata: “Wahai para pecinta Al-Qur’an, salat witirlah kalian, karena sesungguhnya Allah itu witir (ganjil), Dia menyukai sesuatu yang ganjil.” (HR Ahmad dan Ashabus Sunan. Dihasankan oleh At-Tirmidzi)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Dzikir yang Ringan di Lisan tapi Beratkan Timbangan Amal



    Jakarta

    Rasulullah SAW mengajarkan dzikir yang ringan di lisan tapi berat di timbangan amal. Dzikir tersebut terdiri dari dua kalimat saja.

    Bacaan dzikir sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW ini termuat dalam Kitab Shahih Bukhari, tepatnya pada hadits yang terakhir. Imam an-Nawawi turut menukil hadits ini dalam Kitab Riyadhus Shalihin dan Kitab Al-Adzkar.

    Dari Abu Hurairah RA ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,


    كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

    Artinya: “Ada dua kalimat, yang ringan di lisan tetapi berat dalam timbangan dan dicintai oleh ar-Rahman, ‘Subhanallah wa bi hamdih (Maha Suci Allah dan Segala puji hanya bagi-Nya)’, dan ‘Subhanallahil ‘azhim’ (Maha Suci Allah yang Maha Agung).” (HR Muttafaq ‘Alaih)

    Imam an-Nawawi juga menukil sebuah riwayat di dalam Kitab Shahih Muslim yang menyebut bahwa dzikir subhanallah wa bi hamdih adalah dzikir yang paling disukai Allah SWT. Dari Abu Dzar RA, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda kepadanya,

    أَلَا أُخْبِرُكَ بِأَحَبِّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى؟ إِنَّ أَحَبَّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ : سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

    Artinya: “Maukah aku ceritakan kepadamu tentang kalam (zikir) yang paling disukai oleh Allah? Sesungguhnya kalam yang paling disukai oleh Allah ialah, ‘Subhanallah wa bi hamdih’ (Maha Suci Allah dengan memuji kepada-Nya).”

    Dalam riwayat lain dikatakan,

    سُئِلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْكَلَامِ أَفْضَلُ؟ قَالَ : مَا اصْطَفَى اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ أَوْ لِعِبَادِهِ : سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

    Artinya: “Rasulullah SAW pernah ditanya, ‘Dzikir apakah yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Dzikir yang dipilihkan oleh Allah buat para malaikat-Nya atau hamba-Nya yaitu Subhanallah wa bi hamdih (Maha Suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya).” (HR Muslim dan At-Tirmidzi)

    Dalam Shahih Muslim juga terdapat riwayat yang berasal dari Samurah ibnu Jundub RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

    أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَرْبَع: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إلا الله، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، لَا يَضُرُّكَ بِأَيْهِنَّ بَدَأْتَ

    Artinya: “Ucapan yang paling disukai Allah ada empat kalimat, yaitu: ‘Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar’ (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak membahayakanmu dengan yang mana pun di antaranya kamu memulainya)” (HR Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi)

    Selain itu, ada sebuah hadits yang menyebut tentang bacaan dzikir yang memenuhi timbangan, langit, dan bumi. Dzikir tersebut adalah Alhamdulillah dan Subhanallah wal hamdulillah. Dari Abu Malik Al-Asy’ari RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

    الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ، وَسُبْحانَ والحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَانِ، أَوْ تَمْلأُ مَا بَيْنَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ الله

    Artinya: “Bersuci merupakan sebagian dari iman. Ucapan, ‘Alhamdulillah’ (Segala puji bagi Allah) memenuhi timbangan; dan ucapan ‘Subhanallah wal hamdulillah’ (Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah) keduanya dapat memenuhi timbangan atau kalimat tersebut dapat memenuhi semua yang ada di antara langit dan bumi.” (HR Muslim, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Dzikir yang Pahalanya Setara Memerdekakan 10 Budak



    Jakarta

    Dzikir merupakan amalan yang memiliki sejumlah keutamaan. Dalam salah satu hadits disebutkan, ada bacaan dzikir yang pahalanya setara memerdekakan sepuluh budak.

    Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar mengatakan, kalimat dzikir yang pahalanya sama dengan memerdekakan 10 orang budak ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Abu Hurairah RA.

    Selain setara memerdekakan 10 budak, orang yang membaca dzikir ini akan diampuni dari keburukan dan dijadikan sebagai penangkal godaan setan.


    Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عِدْلَ عَشْرِ رِقَابِ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِئَةُ حَسَنَةٍ، ومحِيَتْ عَنْهُ مِئَةٌ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزاً مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلا رَجُلٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْةٌ. قَالَ: وَمَنْ قَالَ الْيَوْمِ مِئَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

    Artinya: “Barang siapa mengucapkan kalimat, “Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan, bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,” dalam sehari sebanyak seratus kali, maka baginya pahala yang sama dengan memerdekakan sepuluh orang budak. Dan dicatatkan baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, serta kalimat tersebut baginya merupakan penangkal dari godaan setan sepanjang siang hari itu hingga petang harinya. Dan tiada seorang pun melakukan amal yang lebih baik dari apa yang dikerjakannya kecuali hanya seseorang yang melakukan amal lebih banyak darinya. Rasulullah pernah bersabda pula: Barang siapa mengucapkan, “Maha Suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya,” dalam sehari sebanyak seratus kali, maka semua dosanya dihapuskan sekalipun banyaknya seperti buih laut.” (HR Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan dalam Kitab Muwatha’)

    Bacaan dzikir yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodir.

    Dalam Shahih Bukhari dan Muslim juga terdapat hadits mengenai keutamaan dzikir tersebut apabila dibaca sepuluh kali, yakni pahalanya setara dengan memerdekakan empat orang budak bani Ismail. Hadits ini berasal dari jalur Abu Ayyub Al-Anshari RA, bahwa Nabi SAW pernah bersabda,

    مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ، كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَرْبَعَةَ أَنْفُسِ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ

    Artinya: “Barang siapa yang mengucapkan kalimat, Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodir (Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan, bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak sepuluh kali, maka seakan-akan ia memerdekakan empat orang budak dari keturunan Nabi Ismail AS.” (HR Bukhari, Muslim, dan at-Tirmidzi)

    Kalimat Laa Ilaha Illallah Adalah Dzikir Paling Utama

    Dalam sejumlah riwayat dikatakan bahwa kalimat Laa Ilaha Illallah adalah lafaz dzikir yang paling utama. Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah dalam kitabnya meriwayatkannya melalui Jabir ibnu Abdullah RA yang menceritakan pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّ

    Artinya: “Dzikir yang paling utama adalah kalimat Laa Ilaha Illallah (Tidak ada Tuhan selain Allah).” (Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan)

    Rasulullah SAW dalam salah satu sabdanya sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari menyebut bahwa perumpamaan orang yang berdzikir mengingat Allah SWT dan orang yang tidak berzikir mengingat-Nya seperti orang yang hidup dan orang yang mati.

    Dzikir dapat dilakukan kapan pun, baik pada waktu pagi dan petang. Adapun, menurut sebuah hadits, Allah SWT begitu dekat dengan hamba-Nya pada sepertiga malam terakhir.

    Dari Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

    Artinya: “Tuhan kami, Maha Berkah dan Maha Tinggilah Dia, yang turun setiap malam ke langit yang terdekat di saat sepertiga malam yang terakhir (dan) berfirman: ‘Adakah seseorang yang menyeru kepada-Ku sehingga Aku dapat mengabulkan doanya, yang memohon kepada-Ku sehingga Aku bisa memberinya, yang mohon ampunan kepada-Ku hingga aku bisa memaafkannya?’” (HR Bukhari dan Muslim)

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Pagi Hari Islam yang Selalu Dibaca Rasulullah



    Jakarta

    Ketika ingin memulai hari, seorang muslim disunnahkan untuk membaca doa pagi hari Islam. Sebab, hal itu merupakan kebiasaan dari Rasulullah SAW.

    Imam Nawawi dalam Kitab al-Adzkar menyebutkan sejumlah riwayat tentang berdoa di pagi hari yang menjadi salah satu kebiasaan Rasulullah SAW.

    Riwayat ini terdapat dalam Sunan Abu Dawud dan Sunan Ibnu Majah, dengan sanad-sanad jayyid dari Abu Iyasy dia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda,


    مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَانَ لَهُ عِدْلَ رَقَبَةٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَكُتِبَ لَهُ عَشْرُ حَسنَاتٍ وَحُطَّ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ وَكَانَ فِي حِرْزِ مِنْ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ قَالَهَا إِذَا أَمْسَى كَانَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ

    Artinya: “Barang siapa ketika pagi hari mengucapkan, ‘Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya kekuasaan dan hanya bagi-Nya segala puji. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,’ maka dia berhak mendapatkan pahala sebesar memerdekakan hamba sahaya dari keturunan Ismail, dituliskan sepuluh kebaikan baginya, dihapuskan sepuluh keburukan darinya, diangkat sepuluh derajat baginya, dan dia senantiasa terjaga dari setan hingga petang. Apabila dia mengucapkannya menjelang petang, maka dia berhak mendapatkan pahala yang sama hingga menjelang pagi” (Hadits ini dianggap shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud)

    Dalam Sunan Abu Dawud juga terdapat hadits yang menjelaskan mengenai doa yang dibaca Rasulullah SAW. Hadits ini diriwayatkan dengan sanad yang tidak dianggap dhaif, dari Abu Malik al-Asy’ari, dia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda,

    “Apabila salah seorang di antara kalian ketika menjelang pagi mengucapkan, ‘Kami telah berada di pagi hari dan kekuasaan ini hanyalah milik Allah SWT, Tuhan semesta Alam. Ya Allah aku memohon kebaikan hari ini kepada-Mu, kemenangan, pertolongan, cahaya, keberkahan, dan petunjuknya. Aku juga berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan sesudahnya. ‘Kemudian ketika sore hari hendaklah dia mengucapkan hal yang sama.”

    Bacaan Doa Pagi Hari

    Bacaan doa pagi hari sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW dalam hadits di atas yakni:

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya kekuasaan dan hanya bagi-Nya segala puji. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Imam an-Nawawi dalam Kitab Induk Doa-nya juga menuliskan doa pagi hari yang dibaca Rasulullah SAW, dengan lafaz berikut:

    اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيَمِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ، لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشكر

    Arab latin: Allaahumma maa ashbaha bii, min ni’matin fa minka wahdaka laa syariikalak, lakal hamdu wa lakasy-syukru

    Artinya: “Ya Allah, aku tidak menjumpai pagi hari kecuali karena nikmat-Mu, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu, bagimu segala puji dan syukur.”

    Dikatakan, membaca doa tersebut pada pagi hari akan terhitung sebagai syukur kepada Allah SWT pada hari itu, dan siapa yang membacanya di waktu sore, maka terhitung syukur sampai pada malam harinya.

    Imam an-Nawawi juga meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud mengenai doa memohon kesehatan dan agar terhindar dari kefakiran. Doa ini diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, bahwa dia bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah sesungguhnya aku mendengarmu berdoa di setiap pagi-pagi sekali,

    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الكُفْرِ وَالْفَقْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.

    Arab latin: Allahumma afini fi badani allahumma afini fi sam’i allahumma afini fi bashari Allahumma inni a’udzu bika minal kufri wal faqri. Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qabri. La ilaha illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, sehatkanlah tubuhku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah pandangan mataku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tiada tuhan selain Engkau.”

    Doa Pagi Hari agar Sejahtera Dunia Akhirat

    Rasulullah SAW juga memanjatkan doa untuk memohon kesejahteraan di dunia dan di akhirat setiap pagi dan sore. Beliau tidak pernah meninggalkan doa tersebut.

    Berikut bacaan doanya:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ في الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِي. اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيَّ وَعَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْق وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَن أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

    Arab latin: Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyah fid dunya wal aakhirah, allaa- humma innii as-alukal ‘afwa wal’aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii, allaahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii, allaahummah fadhnii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaali wa min fauqii wa a’udzu bi ‘adhamatika an ughtala min tahtii

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat, ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu maaf, dan kesejahteraan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, semoga Engkau menutupi keburukanku, dan amankanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, semoga Engkau jaga aku dari arah sampingku, dari arah belakangku, depanku, dan dari arah atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari tertiup keburukan dari bawahku (gempa bumi).”

    Doa untuk memohon kesejahteraan yang dibaca Rasulullah SAW setiap pagi dan sore tersebut termuat dalam Kitab Sunan Abu Dawud, Sunan an-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah dari Ibnu Umar RA.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Zikir Penenang Hati dan Pikiran, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Ada zikir yang bisa diamalkan untuk mendapatkan ketenangan hati dan pikiran. Zikir ini bisa dibaca setiap hari setelah sholat fardhu.

    Dikutip dari buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah karya H.M. Amrin Ra’uf, dijelaskan bahwa berdoa memiliki efek positif pada kesejahteraan psikologis manusia. Ketika seseorang merasa gelisah, hatinya akan menjadi lebih tenang setelah melakukan ibadah salat dan berdoa kepada Allah SWT.

    Berdoa dan berzikir dalam keadaan cemas serta bimbang memiliki keutamaan yang dapat membuat hati menjadi tenang. Untuk memperbaiki kondisi hati dan pikiran, seseorang muslim dapat membaca dan mengamalkan zikir penenang hati dan pikiran.


    5 Zikir Penenang Hati dan Pikiran

    Mengutip dari Buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati oleh Darul Insan, berikut adalah doa dan zikir yang dapat dibaca untuk menenangkan hati dan pikiran. Lafal zikir ini bisa dibaca secara berulang hingga merasa tenang.

    1. Zikir Agar Hati Tenang serta Dimudahkan Urusan

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab Latin: “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin.”

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    2. Zikir agar Hati Tenang dari Segala Keburukan

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Arab Latin: “Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.”

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    3. Zikir untuk Kelapangan Hati

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab Latin: “Robbisrohlii sodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’”

    Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    4. Zikir agar Hati Ditetapkan dalam Hidayah

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Arab Latin: “Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.”

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”

    5. Zikir untuk Kesedihan yang Mendalam

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Arab Latin: “Laa ilaaha illallahul ‘adziim al haliim laa ilaaha illallah rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samaawati wa rabbul ardli wa rabbul arsyil kariim”

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia.”

    Dikutip dari Buku Ikhlas Beramal Hidup Berkualitas tulisan Ibnu Muhajir, dijelaskana bahwa selain berzikir secara langsung, kita bisa menenangkan hati dan pikiran dengan salat. Hal ini lantaran dalam salat, terdapat zikir yang juga seperti dijelaskan di atas yaitu mengingat Allah SWT.

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Ar Rad ayat 23:

    جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ

    Artinya: “(Yaitu) surga-surga ‘Adn. Mereka memasukinya bersama orang saleh dari leluhur, pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan mereka, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu.”

    Dalam hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu dari rumah-rumah Allah (masjid) yang di situ mereka membaca Kitabullah (Al-Qur’an) dan saling mengajarkannya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka kepada siapa saja yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Zikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Membaca doa seusai mengerjakan sholat fardhu termasuk anjuran Rasulullah SAW. Meski berdoa dan berzikir dapat dilakukan kapan saja, waktu setelah salat fardhu disebut sebagai salah satu yang mustajab, sehingga doa bisa lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

    Dalam sebuah hadits riwayat At-Tirmidzi, dikatakan bahwa:

    “Rasulullah SAW ketika ditanya perihal doa yang paling didengar, yaitu doa yang paling dekat dengan dijabah menjawab adala doa di tengah malam dan setelah sholat lima waktu,” (HR Tirmidzi)


    Menukil buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah karya H M Amrin Ra’uf, doa dan zikir seusai sholat fardhu memiliki sejumlah keutamaan, antara lain ialah:

    • Rezeki akan dimurahkan oleh Allah SWT
    • Segala urusan dipermudah
    • Menjadi orang yang berwibawa
    • Ditenangkan hatinya

    Lantas, bagaimana bacaan doa setelah sholat fardhu?

    Bacaan Zikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu

    Menukil dari buku Amalan Sesudah Shalat oleh Ibnu Muhammad Salim, berikut bacaan zikir dan doa yang dapat diamalkan sesudah mengerjakan sholat fardhu.

    1. Beristighfar

    Hendaknya sebelum berdoa, bacalah istighfar sebanyak 3 kali.

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Arab latin: Astaghfirullah hal’adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qoyyuumu wa atuubu ilaiih

    2. Dilanjutkan dengan membaca :

    لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: Laa ilaha illallah wakhdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul khamdu yukhyiiy wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’innqodiir

    3. Memohon perlindungan dari siksa neraka, dengan membaca doa berikut 3 kali:

    اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

    Arab latin: Allahumma ajirni minan-naar

    4. Memuji Allah dengan kalimat berikut,

    للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

    Arab latin: Allahumma angtassalam, wamingkassalam, wa ilayka ya’uudussalam fakhayyina rabbanaa bissalaam wa-adkhilnaljannata darossalaam tabarokta rabbanaa wata’alayta yaa dzaljalaali wal ikraam

    5. Membaca surat Al Fatihah dan Ayat Kursi

    Membaca Surat Al Fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi (Al-Baqarah : 255)

    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

    Arab latin: Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.”

    6. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil

    سُبْحَانَ اللهِ

    Arab latin: Subhanallah (33 kali)

    الْحَمْدُلِلهِ

    Arab latin: Alhamdulillah (33 kali)

    اللهُ اَكْبَرُ

    Arab latin: Allahu akbar (33 kali)

    لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ

    Arab latin: Lailaha illallah (33 kali)

    7. Bacaan doa setelah sholat

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

    Arab latin: Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafii ni’amahu wayukaafii maziidahu. Ya rabbanaa lakal hamdu kamaa yan baghhi lijalaali wajhika wa’azhiimi sulthaanika

    اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

    Arab latin: Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa muhammad

    اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَـقَـبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَا مَنَا وَرُكُوْ عَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَخَشُّوْ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَ نَا يَا اَلله يَا رَبَّ الْعَا لَمِيْنَ

    Arab latin: Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaataana washiyaamanaa warukuu’anaa wasujuudanaa waqu’uudanaa watadlarru’anaa, watakhasysyu’anaa wata’abbudanaa, watammim taqshiiranaa yaa allah yaa rabbal’aalamiin

    رَبَّنَا ضَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْ حَمْنَا لَنَكُوْ نَنَّ مِنَ الْخَا سِرِ يْنَ

    Arab latin: Rabbana dzhalamnaa anfusanaa wa inlamtaghfir lana watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriinn

    رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِ يْنَ مِنْ قَبْلِنَا

    Arab latin: Rabbanaa walaa tahmil’alainaa ishran kama hamaltahul’alal ladziina min qablinaa

    رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَا قَتَا لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَ نَا فَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَا فِرِيْنَ

    Arab latin: Rabbanaa walaa tuhammilnaa maalaa thaaqata lanaa bihii wa’fu’annaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin

    رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْ بَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُ نْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

    Arab latin: Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idzhadaitanaa w’ahablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab

    رَبَّنَا غْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ أَلْأَ حْيَآءِمِنْهُمْ وَاْلأَ مْوَاتِ, اِنَّكَ عَلَى قُلِّ ثَيْءٍقَدِيْرِ

    Arab latin: Rabbanaghfir lanaa waliwaalidinaa walijami’il muslimiin walmuslimaati wal mu’miniina walmu’minati. Al ahyaa-i-minhum wal amwaati, innaka alaa kuli syai’n qadiir

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa adzaaban-naar

    اللهم اغفر لنا ذنوبناوكفرعنا سيئاتنا وتوفنا مَعَ الْأَ بْرَارِ

    Arab latin: Allahummaghfirlanaa dzunuubanaa wakaffir annaa sayyiaatinaa watawaffanaa maalabraari

    سُبْحَانَ رَبِّكِ رَبِّ الْعِزَةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْ سَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Arab latin: Subhaana rabbika rabbil i’zzati ammaa yashifuuna wasalaamun ‘alal mursalhna wal-hamdu lillaahi rabbil’aalamiina

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

    Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dengan puji yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah Tuhan Kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran DzatMu dan Keagungan kekuasaanMu. “Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarganya.

    Ya Allah terima sholat kami, puasa kami, ruku kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusyu’ kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama sholat ya Allah. Tuhan seru sekalian alam.

    Ya Allah, Kami telah aniaya terhadap diri kami sendiri, karena itu ya Allah jika tidak dengan limpahan ampunan-Mu dan rahmat-Mu niscaya kami akan jadi orang yang sesat. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan atas diri kami beban yang berat sebagaimana yang pernah Engkau bebankan kepada orang yang terdahulu dari kami. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan atas diri kami apa yang di luar kesanggupan kami. Ampunilah dan limpahkanlah rahmat ampunan terhadap diri kami ya Allah. Ya Allah Tuhan kami, berilah kami pertolongan untuk melawan orang yang tidak suka kepada agamaMu.

    Ya Allah Tuhan kami, janganlah engkau sesatkan hati kami sesudah mendapat petunjuk, berilah kami karunia. Engkaulah yang maha Pemurah.

    Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa dosa orang tua kami, dan bagi semua orang Islam laki-laki dan perempuan, orang orang mukmin laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya Engkau dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

    Maha suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para Rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam,”

    Demikian zikir dan doa setelah sholat fardhu yang bisa diamalkan. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com