Author: admin

  • Doa Buka Puasa Ramadan Arab dan Artinya yang Shahih

    Doa Buka Puasa Ramadan Arab dan Artinya yang Shahih



    Jakarta –

    Salah satu sunnah dalam berbuka puasa adalah membaca doa. Umat Islam bisa membaca doa buka puasa Ramadan Arab dan artinya yang shahih sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

    Puasa adalah kewajiban atas setiap muslim yang mukalaf atau yang dikenai beban syariat. Perintah puasa termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 183. Allah SWT berfirman,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

    Menurut sebuah riwayat, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menyegerakan waktu berbuka puasa. Dari Sahl bin Said, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَلُوا الْفِطْرَ

    Artinya: “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Para ulama menyebut, waktu berbuka puasa termasuk waktu yang mustajab. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل والمظلوم

    Artinya: “Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berdoa, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzalimi.” (HR Tirmidzi)

    Doa Buka Puasa Ramadan Arab dan Artinya

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR Abu Dawud)

    Bacaan doa berbuka puasa yang shahih tersebut temaktub dalam Kitab Sunan Abu Dawud yang turut dinukil Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar. Ulama Syafi’iyah ini turut meriwayatkan doa buka puasa dalam Kitab Ibnu Sunni, dari Ibnu Abbas RA, “Jika Rasulullah SAW berbuka puasa beliau membaca:

    Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rezekika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Selain doa tersebut, terdapat doa buka puasa dengan lafaz berikut,

    اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin

    Artinya:” Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

    Menurut penelusuran detikHikmah, doa berbuka puasa tersebut tidak termuat dalam kitab hadits shahih. Namun, ada sejumlah hadits yang menyebut doa yang mirip dengan lafaz itu tapi dengan redaksi yang lebih pendek.

    Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu membaca doa berbuka puasa. Sejumlah ulama mengatakan, doa berbuka puasa dibaca setelah berbuka atau pertama kali membatalkan puasa dengan air, kurma, atau semacamnya.

    Pendapat tersebut bersandar pada kata yang tertera dalam doa buka puasa sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud, yang artinya, “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.”

    Sementara itu, pendapat lain menyebut, umat Islam bisa membaca doa buka puasa sebelum berbuka, sedangkan pendapat lain tidak menetapkan waktu dalam membacanya.

    Disebutkan dalam buku Mempercepat Datangnya Rezeki dengan Ibadah Ringan karya Mukhlis Aliyudin dan Enjang, membaca doa berbuka puasa tersebut sebaiknya diiringi oleh doa sebelum bersantap menu berbuka. Lalu, ketika berbuka, bisa membaca doa-doa lainnya untuk keselamatan, kesuksesan, dan kelapangan rezeki di dunia dan akhirat.

    Terkait waktu berbuka sendiri, jumhur ulama sepakat bahwa puasa dilakukan hingga terbenamnya matahari atau memasuki waktu salat Maghrib. Untuk jadwal buka puasa sendiri, detikers bisa lihat melalui LINK INI, ya!

    Kultum Prof. Nasaruddin Umar, MA Bulan Ramadan, Bulan Penyelamat:

    [Gambas:Video 20detik]

    (kri/erd)

    Doa Buka Puasa Ramadan Arab dan Artinya yang Shahih

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Makan Sahur Puasa Ramadan agar Penuh Berkah

    Doa Makan Sahur Puasa Ramadan agar Penuh Berkah



    Jakarta –

    Umat Islam bisa membaca doa makan sahur, baik sebelum menyantap makanan maupun setelahnya. Menurut sebuah riwayat, waktu sahur merupakan waktu mustajab untuk berdoa.

    Anjuran untuk makan sahur bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Anas RA sebagaimana termaktub dalam Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً


    Artinya: “Makan sahurlah kamu semua, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Menurut riwayat lain, orang makan sahur akan mendapat sholawat dari malaikat. Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda,

    السُّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

    Artinya: “Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bersholawat kepada orang yang makan sahur.” (HR Ahmad)

    Abu Maryam Kautsar Amru menjelaskan dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadan, maksud sholawat para malaikat kepada orang yang makan sahur pada hadits di atas adalah doa para malaikat untuk memohonkan keberkahan dan doa memohonkan ampunan bagi orang yang sahur.

    Makan sahur juga menjadi pembeda antara umat Islam dan umat terdahulu. Sebagaimana Amr bin ‘Ash meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

    Artinya: “Sesungguhnya perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim)

    Dalam Kitab Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi yang disyarah oleh Musthafa Dib al-Bugha dkk disebutkan, dianjurkan mengakhirkan makan sahur selama tidak dikhawatirkan terbitnya fajar shadiq dan menyegerakan berbuka. Sebab, Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan, “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” Imam Ahmad menambahkan, “Dan mengakhirkan sahur.”

    Menurut Imam an-Nawawi, mengakhirkan sahur itu lebih menguatkan tubuh untuk beribadah.

    Doa Makan Sahur

    Umat Islam bisa membaca doa makan sahur dengan bacaan doa sebelum makan sebagaimana hadits yang diriwayatkan dalam Kitab Ibnu Sunni dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash RA dari Nabi SAW. Berikut bacaan doa makan sahur,

    للَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، بِسْمِ اللَّهِ

    Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar, bismillah.

    Artinya: “Ya Allah, anugerahkan keberkahan kepada kami pada apa yang Engkau berikan, dan jauhkanlah kami dari siksaan api neraka, dengan menyebut nama Allah.”

    Doa tersebut juga termuat dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi.

    Sesudah makan sahur, umat Islam bisa memperbanyak bacaan istighfar. Dalam Kitab Manaqib Imam Asy-Syafi’i karya Imam Fakhruddin Ar-Razi dikatakan, seseorang yang beristighfar di waktu sahur memiliki keutamaan yang besar. Hal ini dinyatakan dalam firman Allah SWT yang berbunyi,

    وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ ١٨

    Artinya: “Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS Az Zariyat: 18)

    Allah SWT juga berfirman,

    اَلصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ ١٧

    Artinya: “(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS Ali Imran: 17)

    Imam Fakhruddin Ar-Razi menjelaskan, ayat tersebut adalah pujian bagi orang-orang yang beriman yang memiliki sifat-sifat tersebut dan menjadikan beristighfar pada waktu sahur sebagai penutup dari sifat-sifat tersebut.

    Berikut bacaan istighfar yang bisa dipanjatkan,

    أَسْتَغْفِرُ الله

    Astaghfirullah

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

    Dalam versi yang lebih panjang bisa membaca bacaan berikut,

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أَتُوبُ إِلَيْه

    Astaghfirullahal’adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

    Keutamaan Baca Doa ketika Sahur

    Keutamaan berdoa pada waktu sahur disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

    Artinya: “Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman: “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (kri/lus)

    Doa Makan Sahur Puasa Ramadan agar Penuh Berkah

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk Masjid Arab dan Artinya Sesuai Sunnah

    Doa Masuk Masjid Arab dan Artinya Sesuai Sunnah



    Jakarta –

    Sebagai umat Islam ketika hendak melakukan sesuatu kita juga dianjurkan untuk berdoa terlebih dahulu, begitu pula saat hendak masuk masjid. Berikut bacaan doa masuk masjid lengkap dengan artinya.

    Masjid merupakan tempat suci yang berfungsi untuk melakukan berbagai kegiatan spiritual dan ibadah seperti salat, iktikaf, zikir, dan sebagainya.

    Thoriq Aziz Jayana dalam buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati menukil sebuah riwayat mengenai kisah Rasulullah SAW saat hendak memasuki masjid. Ketika masuk masjid, kita harus berakhlak dan menggunakan adab-adab yang baik, sebagaimana sabda dari Rasulullah SAW,


    “Apabila kamu hendak masuk masjid, jika kamu melihat kotoran atau najis pada kedua sandalmu, bersihkanlah terlebih dahulu” (HR Abu Dawud)

    Bukan hanya itu saja, dalam hadits lain juga disebutkan,

    “Rasulullah SAW memerintahkan untuk membangun masjid di kampung-kampung, membersihkan dan diharumkannya. (HR Ahmad)

    Menurut sejumlah riwayat, Rasulullah SAW juga membaca doa ketika masuk masjid. Berikut bacaan selengkapnya.

    Doa Masuk Masjid

    Mengutip Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, berikut bacaan doa masuk masjid sesuai sunnah,

    أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ؛ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    A’uudzu billaahil ‘adzhiimi wa biwajhihil kariimi wa sulthaanihil qadiimi minasy syaithaanir rajiim, alhamdulillah, Allahumma shalli wa sallim ‘ala muhaammadin wa ‘ala aali muhammadin, Allahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatik.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, kepada Zat-Nya Yang Maha Mulia dan kepada kekuasaan-Nya Yang Maha Dahulu dari setan yang terkutuk. Segala puji bagi Allah. Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.”

    Setelah membaca doa masuk masjid kemudian membaca basmalah dan melangkahkan kaki kanan pada saat masuk.

    Imam an-Nawawi juga menukil riwayat dalam Kitab Ibnu Sunni dari Anas RA, dia berkata bahwa jika Rasulullah SAW memasuki masjid, beliau membaca: Bismillah, Allaahumma shalli ‘ala Muhammad

    dan ketika keluar masjid Rasulullah SAW membaca: Bismillaahi allaahumma shalli ‘ala Muhammad.

    Selain kedua lafaz tersebut, Rasulullah SAW juga membaca doa dengan lafaz yang lebih singkat sebagaimana diriwayatkan dalam Kitab Ibnu Sunni dari Abdullah bin Hasan, dari ibunya, dari neneknya.

    Dikatakan, ketika memasuki masjid Rasulullah SAW bertahmid kemudian membaca doa masuk masjid sebagai berikut,

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَافْتَحْ لِي أَبْوابَ رَحْمَتِكَ

    Allaahummagh fir lii waftahlii abwaaba rahmatik

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.”

    Doa Perjalanan Menuju Masjid

    Dalam buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati karya Thoriq Aziz Jayana juga terdapat doa ketika keluar rumah menuju masjid. Berikut bacaannya,

    بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

    Bismillahi tawakaltu ‘alallahi laa hawla wa laa quwwata illa billahi

    Artinya: “Dengan nama Allah SWT aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali Allah SWT.”

    Ketika berada dalam perjalanan menuju masjid, kita dapat membaca doa,

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا، وَفِى لِسَانِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا، وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِي نُورًا وَمِنْ أَمَامِي نُورًا، وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا، وَمِنْ تَحْتِي نُورًا، اللهم أعطنى نُورً

    Allahummaj’al fiy qolbiy, wa fiy lisaaniy nuuran, waj’al-niy fiy sam’iy nuuran, waj’alniy fiy bashoriy nuuran waj’alniy min khalfiy nuuran wa min amaamiy nuuran, waj’alniy min fauqiy nuuran, wa min tahtiy nuuran, Allahumma a’thiniy nuuran

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah dalam hatiku cahaya, dan dalam lisanku cahaya. Jadikanlah dalam pendengaranku cahaya, dan jadikanlah dalam penglihatanku cahaya. Jadikanlah cahaya dari belakangku, dan dari depanku cahaya. Ya Allah berilah aku cahaya.”

    Adab saat Pergi ke Masjid

    Masih di dalam buku yang sama dijelaskan mengenai adab saat pergi ke masjid, di antaranya:

    • Hadirkan dalam hati tentang rasa bahwa sedang menghadiri seruan Allah SWT dan senantiasa penuh harapan dengan panggilan itu. Hadirkan rasa hubb (cinta) yang tiada tara, bahwa Allah SWT satu-satunya yang berhak mendapatkan cinta.
    • Berjalanlah ke masjid tanpa tergesa-gesa.
    • Pastikan berangkat ke masjid sudah dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar.
    • Pakailah pakaian yang sopan, bersih dan suci, karena kita akan bertamu ke rumah Allah SWT.
    • Jangan bertelanjang baik keseluruhan tubuh maupun sebagian tubuh.
    • Disunnahkan untuk memakai wangi-wangian (minyak wangi). Namun bagi wanita, disunahkan tidak memakai wangi-wangian dan jangan berdandan yang mencolok.
    • Sepanjang perjalanan perbanyaklah berzikir dan bersholawat.
    • Saat sampai masjid, masuklah dengan keadaan tenang, dan dahulukan kaki kanan.

    Selain itu, disunnahkan membaca doa masuk masjid sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.

    (kri/kri)

    Doa Masuk Masjid Arab dan Artinya Sesuai Sunnah

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sholat Tahajud: Arab, Latin dan Artinya

    Doa Sholat Tahajud: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta –

    Sholat tahajud menjadi salah satu amalan sholat malam yang dianjurkan Rasulullah SAW. Usai mendirikan sholat tahajud, sempatkan diri untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

    Sholat tahajud merupakan amalan yang dapat ditunaikan sebagai ungkapan rasa syukur, mempertebal keimanan ataupun sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Anjuran sholat tahajud bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra Ayat 79


    وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

    Artinya: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

    Doa Sholat Tahajud

    Dalam Kitab Super Lengkap Panduan Belajar Shalat, Doa & Zikir oleh Ustaz A Solihin As Suhaili, dijelaskan doa yang bisa dibaca usai sholat tahajud. Doa ini rutin dibaca Rasulullah SAW.

    اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ

    اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Arab latin: Allahumma lakal hamdu Anta qayyimus sawamati wal ardhi wa man fihinn. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fihin. Wa lakal hamdu anta nurussamawati wal ardhi wa man fahihin wa lakal hamdu antal haqq wa wa’dukal haq, wa liqauka haqq, wa qauluka haq, wal jannatu haqq, wan naru haqq, wannabiyyuna haqq, Muhammadun shallalahu ‘alahi wa sallama haqq, wassa’atu haqq.

    Allahuma laka aslamtu wa bika amantu wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khashamtu wa ilaikan hakamtu, faghfirli, ma qaddamtu, wama akkhartu, wama asrartu, wama a’lantu, wama anta a’lamu bihi minni, antal muqaddimu wa antal muakhiru, la ilaha illa anta, wala hawla wala quwwata illa billah.

    Artinya: “Ya Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji Bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.

    Bagi-Mu segala puji Engkau (Allah) benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar, Muhammad adalah benar, hari kiamat adalah benar.

    Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, Kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu), aku menjatuhkan hukum.

    Ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Engkau.”

    Pada dasarnya sholat malam, termasuk sholat tahajud boleh dikerjakan pada awal malam yaitu setelah salat isya, atau pertengahan atau akhir malam sesuai dengan kesanggupan dan kondisi setiap muslim. Akan tetapi yang lebih utama adalah dilakukan pada
    sepertiga akhir malam.

    Manfaatkan momen ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Niatkan secara ikhlas semata-mata hanya mengharapkan ridho Allah SWT.

    (dvs/lus)

    Doa Sholat Tahajud: Arab, Latin dan Artinya

    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Qunut Witir 15 Malam Terakhir Ramadan

    Bacaan Doa Qunut Witir 15 Malam Terakhir Ramadan



    Jakarta –

    Salat Witir bulan Ramadan umumnya dikerjakan usai salat Tarawih. Ulama Syafi’iyah menganjurkan untuk membaca doa qunut Witir saat memasuki pertengahan akhir Ramadan.

    Mengutip buku Dialog Lintas Mazhab: Fiqh Ibadah dan Muamalah karya Asmaji Muchtar, mazhab Syafi’i berpendapat bahwa salat Witir hukumnya sunnah muakkad dengan jumlah rakaat paling sedikit satu rakaat dan paling banyak sebelas rakaat.

    Jika dilakukan lebih dari sebelas rakaat dengan sengaja tahu, salat tambahan tersebut tidak sah. Adapun jika melakukannya karena tidak tahu atau lupa, salatnya tidak batal dan menjadi salat sunah mutlak.


    Waktu salat Witir dimulai setelah salat Isya sampai terbit fajar. Disunahkan untuk membaca doa qunut dalam rakaat terakhir di setengah dari bulan Ramadan.

    Bacaan Doa Qunut Witir

    Imam an-Nawawi dalam Kitab Al Adzkar mengatakan melakukan qunut pada pertengahan akhir dari bulan Ramadan, tepatnya dalam rakaat terakhir salat Witir. Ulama Syafi’iyah lainnya ada yang berpendapat melakukan qunut pada semua salat Witir pada bulan Ramadan.

    Bacaan doa qunut Witir pada 15 malam terakhir Ramadan termaktub dalam hadits yang diriwayatkan dalam Kitab Sunan Abu Dawud, At-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibnu Majah, al-Baihaqi, dan kitab lainnya dengan sanad yang shahih dari al-Hasan bin Ali RA. Berikut bacaannya:

    للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ
    مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Arab latin: Allaahumah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlait, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzil-lu mau waalaits, tabarakta rabbanaa wa ta’aaits

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang Kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha tinggi.”

    Dijelaskan dalam buku Meneladani Solat Sunat yang Diajarkan Rasulullah karya Syihabudin Ahmad, doa qunut ketika salat witir dibaca pada rakaat yang terakhir setelah membaca surah dan sebelum rukuk.

    Hal tersebut bersandar pada sebuah riwayat dari Ubay bin Ka’ab, dia berkata,

    “Bahwasanya Rasulullah SAW mengerjakan Witir lalu membaca qunut sebelum rukuk.” (HR Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Iqaamatush Sholaah was Sunnah Fiiha)

    Dijelaskan pula bahwa menurut Syaikh Sayyid Sabiq dalam Kitab Fiqih Sunnah bahwa pandangan ini bersandarkan pada riwayat dari Abu Dawud bahwa Umar bin Khattab RA mengumpulkan orang ramai untuk melaksanakan salat Tarawih dengan berimamkan kepada Ubay bin Ka’ab RA.

    Selama dua puluh hari Ubay bin Ka’ab menjadi imam kepada mereka dan tidak pernah mengerjakan qunut melainkan pada pertengahan akhir pada bulan Ramadan.

    (kri/kri)

    Bacaan Doa Qunut Witir 15 Malam Terakhir Ramadan

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Para Nabi ketika Dilanda Kesusahan dan Kesedihan

    Doa Para Nabi ketika Dilanda Kesusahan dan Kesedihan



    Jakarta –

    Para nabi senantiasa memanjatkan doa ketika dilanda kesusahan dan kesedihan. Doa para nabi tersebut juga dikabulkan oleh Allah SWT.

    Beberapa nabi yang memanjatkan doa lantas dikabulkan tersebut adalah Nabi Adam AS ketika bertobat, Nabi Yaqub AS ketika dilanda kesedihan karena kehilangan putranya, dan Nabi Ayyub AS ketika mendapat cobaan berupa penyakit kulit belasan tahun.

    Selain itu, Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir juga memanjatkan doa kepada Allah SWT ketika dilanda kesedihan, kegelisahan, dan kesusahan. Berikut doa para nabi selengkapnya.


    1. Doa Nabi Adam AS

    رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

    Rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn

    Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Al A’raf: 23)

    Menurut Imam Ibnu Katsir dalam Qashash al-Anbiyaa, doa Nabi Adam AS tersebut merupakan suatu bentuk pengakuan dan upaya untuk kembali kepada-Nya, merendahkan diri di hadapan-Nya, dan sangat butuh kepada-Nya.

    Nabi Adam AS membaca doa tersebut karena sedih dan merasa bersalah usai mendekati buah larangan Allah SWT ketika di surga. Doa tersebut juga dikenal sebagai doa tobat Nabi Adam AS.

    2. Doa Nabi Yaqub AS

    اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

    asykụ baṡṡī wa ḥuznī ilallāhi wa a’lamu minallāhi mā lā ta’lamụn

    Artinya: “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Yusuf: 86)

    Melansir detikHikmah, Nabi Yaqub AS terkenal atas kesabaran dan kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Ia pernah mendapatkan musibah berupa kehilangan putranya, Yusuf AS. Dalam kesedihannya itu, Nabi Yaqub AS lantas berdoa kepada Allah SWT.

    Doa Nabi Yaqub AS saat dilanda kesedihan tersebut termaktub dalam surah Yusuf ayat 86. Surah tersebut juga memuat kisah Nabi Yaqub AS kehilangan Nabi Yusuf AS.

    3. Doa Nabi Ayyub AS

    أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

    Annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

    Artinya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (QS Al Anbiya: 83)

    Nabi Ayyub AS mendapat cobaan dari Allah SWT berupa penyakit kulit yang menyebabkan orang-orang menjauhinya. Menurut buku Mukjizat Doa-Doa yang Terbukti Dikabulkan Allah karya Yoli Hemdi, Nabi Ayyub as tidak langsung meminta kesembuhan pada Allah, melainkan ia meminta untuk diperlihatkan bentuk Maha Penyayangnya Allah SWT.

    Doa Nabi Ayyub yang penuh sopan santun tersebut dikabulkan oleh Allah SWT. Hal ini dikisahkan dalam surah Al Anbiya ayat 84,

    فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

    Artinya: “Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami,”

    4. Doa Nabi Muhammad SAW

    Dalam Kitab Jami’ al-Tirmidzi terdapat hadits dari Abu Hurairah RA bahwa ketika Nabi SAW risau dalam sebuah persoalan, beliau menengadah ke langit dan berdoa dengan sungguh-sungguh, beliau SAW mengucap

    يَاحَيُّ يَا قَيُّومُ

    Ya Hayy ya Qayyum

    Artinya: “Wahai Sang Mahahidup dan Sang Mahamandiri.”

    Masih dalam kitab yang sama, Anas bin Malik RA juga meriwayatkan bahwa apabila Nabi SAW sedang risau, beliau mengucapkan,

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

    Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits

    Artinya: “Wahai Sang Mahahidup, wahai Sang Mahamandiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.”

    Selain doa tersebut, Nabi Muhammad SAW juga memanjatkan doa qurb ketika dilanda kesusahan dan kesedihan. Berikut bacaan doanya,

    لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Laa ilaaha illallahul ‘adzhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbil arsyil ‘adzhiim, laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul arsyil kariim.

    Artinya: “Tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan Yang Maha Agung dan Mahasantun, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai Arsy yang agung, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan menguasai Arsy yang agung.” (HR Bukhari dan Muslim)

    detikers jangan lupa ucap rasa syukur hari ini di Alhamdulillah Challenge. Hadiah menanti untuk kamu dapatkan.

    (kri/erd)

    Doa Para Nabi ketika Dilanda Kesusahan dan Kesedihan

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Perjalanan Jauh Naik Mobil agar Selamat sampai Tujuan

    Doa Perjalanan Jauh Naik Mobil agar Selamat sampai Tujuan



    Jakarta –

    Lebaran 2023 akan tiba kurang dari tiga pekan lagi. Bagi umat Islam yang hendak mudik, bisa membaca doa perjalanan jauh agar selamat sampai tujuan.

    Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menukil sebuah riwayat dari Abdullah bin Sarjis RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW meminta perlindungan kepada Allah SWT dari beratnya perjalanan hingga buruknya pandangan ketika menempuh perjalanan jauh.

    “Jika Rasulullah SAW melakukan perjalanan beliau meminta perlindungan dari beratnya perjalanan, buruknya tempat kembali dan kebengkokan setelah lurus, doanya orang-orang yang dizalimi, serta buruknya pandangan ada pandangan dan harta.” (HR Muslim dalam Shahih-nya)


    Dalil berdoa ketika melakukan perjalanan jauh juga bersandar pada firman Allah SWT,

    وَالَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الْفُلْكِ وَالْاَنْعَامِ مَا تَرْكَبُوْنَۙ لِتَسْتَوٗا عَلٰى ظُهُوْرِهٖ ثُمَّ تَذْكُرُوْا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ اِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُوْلُوْا سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَۙ

    Artinya: “(Dialah) yang menciptakan semua makhluk berpasang-pasangan dan menjadikan kapal laut untukmu serta hewan ternak untuk kamu tunggangi. Agar kamu dapat duduk di atas punggungnya. Kemudian jika kamu sudah duduk (di atas punggung)-nya, kamu akan mengingat nikmat Tuhanmu dan mengucapkan, “Maha Suci Zat yang telah menundukkan (semua) ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.” (QS Az-Zukhruf: 12-13)

    Doa Perjalanan Jauh Arab, Latin, dan Artinya

    Ketika perjalanan jauh naik kendaraan Rasulullah SAW membaca takbir sebanyak tiga kali, kemudian membaca doa berikut:

    سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Subhaanalladzii sakhkhara lana hadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

    Artinya: “Mahasuci Engkau, sungguh aku benar-benar telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat memberikan mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

    Kemudian membaca:

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ في سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اللَّهُمَّ هَوَ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَأَطُو عَنَا يُعْدَهُ

    Arab latin: Allaahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzal birra wattak-waa, wa minal amali maa tardlaa, allaahuma hawwin ‘alainaa safaranaa haazaa wa athwi ‘anna bu’dahu

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami, perjalanan yang dalam kebaikan dan ketakwaan, dan termasuk amal yang engkau ridhai, ya Allah permudahlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah atas kami yang jauh.”

    Lalu membaca:

    اللَّهُمَّ أَنتَ الصَّاحِبُ في السَّفَرِ وَالخَلِيفَةُ في أأَهْلِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْتَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ المَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

    Arab latin: Allaahumma anta shaahibu fis safari wal khalifatu fii ahlii, allaahumma innii a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabbatil mandhari wa suual munqalabi fil maali wal ahli

    Artinya: “Ya Allah, Engkau menyertai dan pengganti keluarga dalam perjalanan, ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan ini dan buruknya pemandangan serta jeleknya tempat kembali pada keluarga dan hamba yang aku tinggalkan.”

    Doa tersebut diriwayatkan dalam Kitab Sahih Muslim pada Kitab al-Manasik, dari Abdullah bin Umar RA.

    Dalam riwayat lain yang termuat dalam Kitab Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i dengan sanad yang sahih, dari Ali bin Rabi’ah, sahabat Ali bin Abi Thalib membaca basmalah ketika naik kendaraan. Lalu, ketika telah duduk, dia membaca:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Alhamdulillaahilladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang menundukkan semua ini kepada kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    Kemudian dia membaca takbir sebanyak tiga kali, dan membaca:

    سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا أَنْتَ

    Arab latin: Subhaanala innii dhalamtu nafsii fagfirlii fa innahuu laa yaghfirudh dhunuuba illaa anta

    Artinya: “Mahasuci Engkau, sungguh aku benar-benar telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat memberikan mengampuni dosa-dosaku kecuali engkau.”

    Doa Perjalanan Jauh Mustajab

    Dalam Kitab Mausu’ah Al-Huquq Al-Islamiyah karya Syaikh Sa’ad Yusuf Mahmud Abu Aziz dikatakan, doa yang dipanjatkan ketika melakukan perjalanan jauh termasuk doa mustajab.

    Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa salah satu yang menyebabkan terkabulnya doa seseorang ialah melakukan perjalanan jauh.

    Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW beliau bersabda, “Tiga doa yang pasti akan dikabulkan: doa orang teraniaya, doa orang yang selalu bepergian, dan orang tua kepada anaknya.” (HR Abu Dawud dan lainnya)

    Dijelaskan lebih lanjut, perjalanan panjang membuat semakin dekat kepada dikabulkannya doa karena merupakan tempat tercapainya kesedihan jiwa dan keterasingan dari Tanah Air, serta menanggung kesulitan. Kesedihan inilah yang merupakan salah satu penyebab dikabulkannya doa.

    (kri/kri)

    Doa Perjalanan Jauh Naik Mobil agar Selamat sampai Tujuan

    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Mengalami Kesusahan, Pernah Dipanjatkan Nabi Yaqub dan Nabi Muhammad

    Doa ketika Mengalami Kesusahan, Pernah Dipanjatkan Nabi Yaqub dan Nabi Muhammad



    Jakarta –

    Setiap manusia pasti pernah mengalami kesusahan dalam hidupnya, tapi bukan berarti langsung pasrah. Ada doa yang bisa dipanjatkan untuk memohon kekuatan dan kesabaran, sebagaimana yang dilakukan Nabi Yaqub serta dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

    Allah SWT memberikan cobaan kepada hamba-Nya sebagai bentuk kasih sayang. Siapa yang sabar dalam menghadapi cobaan ini maka akan mendapatkan pahala berlipat.

    Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 155, Allah SWT berfirman,


    وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

    Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

    Doa ketika Mengalami Kesusahan

    Doa Nabi Yaqub

    Nabi Yaqub AS terkenal atas kesabaran dan kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Ia pernah memanjatkan doa untuk memohon kesabaran dan pertolongan ketika mendapat musibah.

    Doa Nabi Yaqub AS tersebut dipanjatkan tatkala ia kehilangan putranya, Yusuf AS. Disebutkan dalam buku Doa Harian yang Dianjurkan Para Nabi dan Orang Saleh susunan Tim Lentera Hati, saat itu beliau sangat bersedih. Sebagaimana firman-Nya:

    وَتَوَلّٰى عَنْهُمْ وَقَالَ يٰٓاَسَفٰى عَلٰى يُوْسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنٰهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيْمٌ ٨٤

    Artinya: “Dia (Ya’qub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, “Alangkah kasihan Yusuf,” dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. Dia adalah orang yang sungguh-sungguh menahan (amarah dan kepedihan).” (QS Yusuf: 84)

    Dalam ayat selanjutnya Allah SWT menceritakan jawaban Nabi Yaqub AS kepada anak-anaknya dengan penuh kesabaran. Perkataan ini yang kemudian disebut sebagai doa Nabi Yaqub AS.

    Bacaan Doa Nabi Yaqub AS

    اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ٨٦

    asykụ baṡṡī wa ḥuznī ilallāhi wa a’lamu minallāhi mā lā ta’lamụn

    Artinya: “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Yusuf: 86)

    Disebutkan dalam sebuah riwayat, tatkala Sayyidina Abu Bakar tengah salat Subuh dan membaca ayat ini, seketika itu ia pun menangis dan jemaahnya juga ikut menangis. Hal ini juga terjadi pada masa Sayyidina Umar setelah dinobatkan sebagai khalifah menggantikan Abu Bakar Ash Shiddiq.

    Namun, riwayat tersebut banyak diperdebatkan oleh para ulama.

    Doa Nabi Muhammad SAW

    Doa Qurb merupakan doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika bersedih hati dan mengalami kesulitan dalam hidup. Kesulitan merupakan suatu hal yang kerap dihadapi manusia serta termasuk ke dalam ujian yang Allah SWT berikan.

    Mengutip dari buku Dahsyatnya Doa Para Nabi yang disusun oleh Syamsuddin Noor SAg, berikut merupakan bacaan doa qurb disertai arab latin dan artinya.

    لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Arab latin: Laa ilaaha illallahul ‘adzhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbil arsyil ‘adzhiim, laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul arsyil kariim.

    Artinya: “Tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan Yang Maha Agung dan Mahasantun, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai Arsy yang agung, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan menguasai Arsy yang agung,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Doa Memohon Perlindungan

    Mengutip buku Kisah Teladan dan Inspiratif 25 Nabi & Rasul, ada juga doa yang bisa dibaca untuk meminta perlindungan Allah SWT:

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ وَأَنْتَ المُسْتَعَانُ وَعَلَيْكَ البَلَاغُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

    Allaahumma innaa nas’aluka min khairi maa sa’alaka minhu nabiyyuka muhammadun wa na’uudzu bika min syarri maas ta’aadza minhu nabiyyuka muhammadun wa antal musta’aanu wa ‘alaikal balaaghu, wa laa haula wa laa quwwata illaabillahi.

    Artinya: “Ya Allah, kami memohon di antara kebaikan apa yang diminta Nabi-Mu Muhammad, dan kami berlindung dari keburukan yang Nabi-Mu Muhammad meminta perlindungan kepadanya. Engkau tempat meminta pertolongan dan Engkaulah tempat mengadu, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali karena pertolongan-Mu.”

    Semoga Allah SWT senantiasa memberi kemudahan dalam setiap langkah hamba-Nya yang beriman.

    (dvs/lus)

    Doa ketika Mengalami Kesusahan, Pernah Dipanjatkan Nabi Yaqub dan Nabi Muhammad

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memotong Ayam Menurut Islam dan Tata Cara Menyembelihnya

    Doa Memotong Ayam Menurut Islam dan Tata Cara Menyembelihnya



    Jakarta –

    Doa memotong ayam penting dibaca oleh umat Islam yang ingin menyembelihnya untuk menjaga kehalalan hewan tersebut. Jika proses penyembelihan ayam tidak sesuai dengan syariat Islam, maka daging ayam haram hukumnya.

    Sementara itu, orang yang menyembelih ayam harus beragama Islam dan sudah baligh, tidak sedang dipengaruhi alkohol, dan tidak memiliki gangguan mental. Adapun doa memotong ayam menurut Islam dan tata cara menyembelihnya yang baik dan benar yaitu sebagai berikut.

    Doa Memotong Ayam Menurut Islam

    Hukum islam mewajibkan umatnya untuk melantunkan doa memotong ayam sebelum hewan tersebut disembelih dan diolah. Perlu diperhatikan bahwa ayam yang sebelumnya sudah mati atau telah menjadi bangkai haram hukumnya untuk dikonsumsi.

    Berikut doa memotong ayam sesuai dengan syariat Islam dalam tulisan Arab dan latin beserta artinya.


    1. Membaca Basmalah

    Pertama-tama, awali doa memotong ayam dengan membaca basmalah:

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Bismillahir rahmanir rahim

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,”

    2. Membaca Doa Menyembelih

    Kedua, baca doa memotong ayam seperti berikut ini:

    بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ

    Bismillaahi wallahu akbar Allahumma inna hadza minka wa laka

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah, sesungguhnya (sembelihan) ini dari-Mu dan untuk-Mu.”

    Cara Menyembelih Ayam

    Dikutip dari laman resmi UHAMKA, berikut tata cara menyembelih ayam menurut syariat islam.

    1. Siapkan alat penyembelihan yang sudah tajam dan bersih, berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Rafi’ bin Khadij. Ia berkata:

    يَا رَسُوْلُ اللهِ اِنَّا لاَقُوْا العَدُوَ غَدًا وَلَيْسَ مَعَنَا مُدًى قاَلَ ماَ اَنْهَرَ الدَمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ فَكُلْ لَيْسَ السِنَ وَالظُفْرَ وَسَأُحَدِثُكَ أَماَ السِنُ فَعَظْمٌ وَاَمَا الظُفْرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ [رواه أحمد والبيهقي]

    Artinya: “Ya Rasulullah sesungguhnya kami besok akan berhadapan dengan musuh dan kami tidak mempunyai pisau (untuk sembelih). Maka Nabi saw bersabda: Apa saja yang bisa mengalirkan darah dan disebutkan atasnya nama Allah, makanlah (sembelihan tersebut) apabila yang dipakai untuk penyembelihan itu bukan dengan gigi dan kuku. Dan saya akan menerangkan itu kepadamu. Adapun gigi itu adalah tulang dan adapun kuku itu adalah pisau menurut kaum Habasyah.” [HR. Ahmad dan al-Baihaqi]

    2. Dilanjutkan dengan menyebutkan nama Allah atau membaca basmalah, berdasarkan firman Allah SWT dalam surat al-An’am (6):121.

    وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ [الأنعام (6): 121]

    Artinya: “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-arang yang musyrik.”

    3. Ikat kaki hewan, kemudian dibaringkan di atas lambung sebelah kiri, dan hadapkan leher hewan yang akan disembelih ke arah kiblat.

    4. Memotong tenggorokan dan dua urat leher dalam satu gerakan.

    5. Setelah hewan benar-benar mati, baru boleh dibersihkan terlebih dahulu, dan dikuliti.

    Syarat Menyembelih Ayam

    Adapun syarat menyembelih ayam sebelum melantunkan doa memotong ayam sebagai berikut.

    • Penyembelih beragama Islam.
    • Pastikan ayam yang disebelih dalam keadaan hidup dan sehat.
    • Alat penyembelih harus tajam dan juga bersih.
    • Penyembelihan dilakukan dengan ikhlas dan atas rasa syukur dari Allah SWT.

    Itulah doa memotong ayam, cara menyembelih, dan syaratnya dalam hukum Islam. Semoga artikel ini bisa membantu detikers yang sedang belajar kaidah Islam dalam penyembelihan ayam.

    (fds/fds)

    Doa Memotong Ayam Menurut Islam dan Tata Cara Menyembelihnya

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Jeda Salat Tarawih ‘Allahumma Innaka Afuwwun’ Lengkap

    Doa Jeda Salat Tarawih ‘Allahumma Innaka Afuwwun’ Lengkap



    Jakarta –

    Salat Tarawih dikerjakan antara salat Isya sampai sebelum masuk salat Subuh pada bulan Ramadan. Salat ini umumnya dikerjakan dalam 8 atau 20 rakaat dengan diselingi doa jeda salat Tarawih setiap mencapai 4 rakaat.

    Mengutip buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati karya Thoriq Aziz Jayana, salat Tarawih bisa dikerjakan dengan 8 rakaat (4 salam), 10 rakaat (5 salam) atau 20 rakaat (10 salam) ditambah salat Witir 3 rakaat.

    Imam an-Nawawi berpendapat, salat sunnah, baik siang maupun malam, lebih afdhal jika dikerjakan setiap 2 rakaat salam.


    Ahmad Sarwat dalam buku Seri Fiqih Kehidupan 3: Shalat menjelaskan, para ulama sepakat bahwa di sela-sela rakaat Tarawih disyariatkan duduk untuk istirahat. Hal tersebut disesuaikan dengan nama “Trawih” yang pensyariatannya untuk duduk istirahat.

    Para ulama juga menjelaskan bahwa duduk istirahat itu dilakukan pada tiap empat rakaat, meskipun salat Tarawih dilakukan dengan dua rakaat salam.

    Mengenai hal tersebut hikmah dari duduk istirahat ini karena biasanya imam memperlama bacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam posisi berdiri. Supaya tidak terlalu lelah, setiap selesai empat rakaat disunnahkan untuk duduk istirahat.

    Doa Jeda Salat Tarawih

    Dalam duduk istirahat tersebut bisa diisi dengan memanjatkan doa. Doa jeda salat Tarawih berisi bacaan syahadat, istighfar, doa mohon ampun, dan doa memohon ridha dan surga Allah SWT. Berikut bacaan selengkapnya.

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

    Asyhadu an laa ilaaha illallaahu

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.”

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ

    Astaghfirullah

    Artinya: “Aku memohon ampunan Allah.”

    اَلَّهُمَّ إِنِّيْ أََسْأَلُكَ ا لْجنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

    Allaahumma innii as-alukal jannah, wa a’uudzu bika minan-naar

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.”

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

    Allahumma Innaka ‘afuwwun tuhibbul afwa fa’fuanni

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku.”

    Disebutkan dalam sebuah hadits, doa jeda salat Tarawih dengan lafaz ‘Allahumma innaka afuwwun’ tersebut turut dibaca saat malam Lailatul Qadar. Dari Aisyah RA, ia berkata,

    يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

    Artinya: “Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau (Rasulullah SAW) menjawab, “Ucapkanlah, Allahuma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku).’” (HR At-Tirmidzi)

    Doa setelah Salat Tarawih

    Selain membaca doa jeda salat Tarawih, dianjurkan pula membaca doa setelah salat Tarawih. Mengutip buku Panduan Lengkap Shalat Wajib dan Sunnah serta Doa Sehari-hari karya Muhammad Fakhri berikut bacaannya:

    اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَ النَّارِ. اللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا وَ وَالِدَيْنَ وَ عَنْ جَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

    Allaahumma inna nas-aluka ridlaaka waljannata wana’uudzu bika min sakhatika wannaari.

    Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu anna wa waalidainaa wa’an jamii’il mislimiina walmuslimaati birahmatika yaa ar-hamar raahimiin

    Artinya: “Ya Allah kami memohon kehadirat-Mu untuk mendapatkan keridaan-Mu dan surga-Mu. Dan kami berlindung dari kemurkaan-Mu dan dari siksa neraka.

    Ya Allah sesungguhnya, Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau suka mengampuni sebab itu ampunilah kami dan ampunilah kedua orang tua kami serta kaum muslimin dan muslimat dengan kasih sayang-Mu wahai Tuhan yang Maha Penyayang.”

    Setelah itu membaca:

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي كَرِيمُ

    Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anna yaa kariim (dibaca tiga kali dan diikuti oleh para jamaah)

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku yang Maha Mulia.”

    Dilanjutkan dengan:

    للَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِينَ، وَ لِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَ لِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَ لِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ، وَ لِمَا عِنْدَكَ طالِبيْنَ، وَ لِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَ لِلْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ، وَ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ، وَ فِي الدُّنْيَا زَاهِدِينَ، وَ فِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَ بِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَ لِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ، وَ عَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ، وَ تَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَ إِلَى الْحَوْضِ وَارِدِينَ، وَ إِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ، وَ مِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَ عَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ، وَ مِنْ حُوْرِ الْعَيْنِ مُتَزَوجِيْنَ، وَ مِنْ سُنْدُسٍ وَ اسْتِبْرَاقٍ وَدِيْبَاجِ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَ مِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَ مِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ بِأَكْوَابٍ وَ أَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّنَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيقًا. اللّهُمَّ اجْعَلْنَا في هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّرِيفِ الْمُبَارَكَةِ مِن السُّعَدَاءِ الْمَقْبُولِينَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُودِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

    Allahummaj’alnaa bil-iimaani kaamiliin, wa lil-faraa’idhi mu’addiin, wa lish-shalaati haafizhiin, wa liz-zakaati faa’iliin, wa limaa ‘indaka thaalibiin, wa li’afwika raajiin, wa lil-hudaa mutamassikin, wa ‘anil-laghwi mu’ridhiin, wa fid-dunyaa zaahidiin, wa fil-aakhirati raaghibiin, wa bil-qadhaa’I raadhiin, wa lin-na’maa’I syaakiriin, wa ‘alal-balaa’I shaabiriin, wa tahta liwaa’I muhammadin yaumal-qiyaamati saa’iriin, wa ilal-haudhi waaridiin, wa ilal-jannati daakhiliin, wa minan-naari naajiin, wa ‘alaa sariiril-karaamati qaa’idin, wa min huuril-‘aini mutazawwijiin, wa min sundusiw wastibraaqiw wa diibaajim mutalabbisiin, wa min tha’aamil-jannati aakiliin, wa mil-labaniw wa ‘asalim mushaffaa syaaribiina ni akwaabiw wa abaariqaa wa ka’sim mim-ma’iinim ma’al-ladziina an’amta’alaihim minan-nabiyyina wash-shiddiiqiina wasy-syuhadaa’i wash-shaalihiina wa hasuna ulaa’ika rafiiqaa.

    Allaahummaj’alnaa fii haadzihil-lailatisy-syariifil-mubaarakati minas-su’adaa’il-maqbuuliina wa laa taj’alnaa minal-asyqiyaa’il-marduudiin, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadiw wa aalihii wa shahbihii aima’iin, birahmatika yaa arhamar-raahimiin.

    Artinya: “Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang menjalankan kewajiban, yang terus melaksanakan salat, yang menunaikan zakat, yang selalu bergantung pada-Mu, yang mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk-Mu, yang menjauhi tipu daya, yang zuhud terhadap dunia, yang mencintai akhirat, yang rida atas ketetapan-Mu, yang selalu bersyukur atas nikmat-Mu, yang tetap bersabar terhadap cobaan, yang menjalani hidup di bawah bimbingan Nabi Muhammad SAW, hingga hari kimat. Yang berkesempatan mendatangi telaga (kausar), yang masuk surga, yang selamat dari neraka, yang menduduki kemuliaan, yang mendampingi bidadari, yang berpakaian sutra serta menikmati hidangan surga, yang minum air susu dan madu dengan gelas dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari golongan para Nabi, orang-orang yang membenarkan-Mu, para syuhada, orang-orang saleh, dan orang-orang yang penuh kasih sayang.

    Ya Allah jadikanlah kami pada malam yang mulia dan berkah ini termasuk orang-orang beruntung yang diterima permohonannya, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang merugi yang tertolak amalnya. Semoga, salawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada pemimpin kami, Nabi Muhammad SAW, keluarga, serta para sahabatnya dengan rahmat-Mu. Wahai Zat yang Maha Pengasih dari para pengasih.”

    (kri/kri)

    Doa Jeda Salat Tarawih ‘Allahumma Innaka Afuwwun’ Lengkap

    Sumber : www.detik.com