Author: admin

  • Kumpulan Doa Memperoleh Rahmat Allah SWT, Yuk Panjatkan!

    Kumpulan Doa Memperoleh Rahmat Allah SWT, Yuk Panjatkan!



    Jakarta –

    Doa memperoleh rahmat bisa dibaca oleh muslim agar mendapat rahmat dari Allah SWT. Mereka yang dirahmati Allah niscaya selamat di dunia maupun akhirat.

    Sebagai seorang hamba, sudah semestinya manusia memohon perlindungan dan rahmat dari Allah. Dalam surat Al Isra ayat 57, Allah SWT berfirman:

    اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ يَبْتَغُوْنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الْوَسِيْلَةَ اَيُّهُمْ اَقْرَبُ وَيَرْجُوْنَ رَحْمَتَهٗ وَيَخَافُوْنَ عَذَابَهٗۗ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوْرًا


    Arab latin: Ulā`ikallażīna yad’ụna yabtagụna ilā rabbihimul-wasīlata ayyuhum aqrabu wa yarjụna raḥmatahụ wa yakhāfụna ‘ażābah, inna ‘ażāba rabbika kāna maḥżụrā

    Artinya: “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti,”

    Rahmat artinya kebaikan dan kasih sayang Allah yang diberikan kepada hamba yang disayangi-Nya. Doa memperoleh rahmat dapat dipanjatkan kapan pun, bahkan usai mengerjakan ibadah salat sunnah maupun wajib.

    Kumpulan Doa Memperoleh Rahmat

    Berikut merupakan sejumlah doa memperoleh rahmat yang bisa dibaca sebagaimana dirangkum dari buku Kumpulan Doa Makbul oleh Dra Neni Nuraeni MAg dan buku Doa Yuk! karya Abu Ihsan.

    1. Doa Memperoleh Rahmat Pertama

    Doa Memperoleh RahmatDoa Memperoleh Rahmat (Foto: Dok. Buku Kumpulan Doa Makbul)

    Arab latin: Allahumma inni as-aluka mujibati rahmatika wa aza-ima maghfiratika was slamata min kulli itsmin wal ghanimata min kulli birrin wal fauza bil jannati wan najata minan nari

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu atas terpenuhinya rahmat-Mu, kepastian ampunan-Mu, selamat dari segala dosa, memperoleh segala kebaikan, serta keberuntungan mendapatkan surga, dan selamat dari api neraka,” (HR At-Tirmidzi).

    2. Doa Memperoleh Rahmat Kedua

    اللَّهمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كَبِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

    Arab latin: Allahumma inni zhalamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfirotan min ‘indika, warhamnii innaka antal ghaofuurur rohiim

    Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dengan aniaya yang besar. Tiada yang dapat mengampuni dosa-dosaku selain Engkau. Maka, ampunilah aku dengan keampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pemberi Rahmat,”

    3. Doa Memperoleh Rahmat Ketiga

    رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصّٰلِحِينَ

    Arab latin: Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakal latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin

    Artinya: “Ya Tuhanku, mudahkanlah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku, dan kepada kedua orang tuaku dan untuk beramal shalih yang engkau meridhainya. Masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-Mu yang soleh,”

    4. Doa Memperoleh Rahmat Keempat

    رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

    Arab latin: rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

    Artinya: “Ya Allah berikanlah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami,”

    Adab dalam Memperoleh Rahmat Allah SWT

    Setelah mengetahui doa memperoleh rahmat yang bisa dipanjatnya, ada baiknya seorang muslim juga memperhatikan adab-adabnya. Dinukil dari buku Adab dan Doa Harian oleh Latif Ustman, berikut pembahasannya:

    • Mengerjakan salat wajib dan salat sunnah
    • Selalu senantiasa berdoa dan berdzikir kepada Allah SWT
    • Merasa ringan dan senang hati dalam melaksanakan ibadah yang diperintahkan Allah SWT
    • Cinta firman-firman Allah dengan cara membaca Al-Qur’an setiap hari

    Yuk raih rahmat yang berlimpah dari Allah SWT dengan amalkan doa ini.

    (aeb/lus)

    Kumpulan Doa Memperoleh Rahmat Allah SWT, Yuk Panjatkan!

    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Adzan dan Artinya Sesuai Sunnah, Ini Keutamaannya

    Doa setelah Adzan dan Artinya Sesuai Sunnah, Ini Keutamaannya



    Jakarta –

    Doa setelah adzan adalah perihal yang penting untuk diketahui muslim. Hal ini lantaran adzan yang berkumandang setiap hari sebanyak lima kali sehari dan kita perlu untuk membaca doa setelahnya.

    Mengutip Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah oleh Abdullah Zaedan, riwayat mengenai doa setelah adzan ini disampaikan oleh Jabir bin Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapapun yang membaca doa setelah ia mendengar panggilan muadzin (adzan), maka niscaya ia akan memperoleh syafaat pada hari akhir kelak.” Doa setelah adzan yang disebutkan itu adalah sebagai berikut.

    Doa setelah Adzan dan Artinya Sesuai Sunnah

    اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذه الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاةِ القائمة آت مُحَمَّداً الْوَسَيْلَةَ والْفَضيلَةَ وابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُوْداً الَّذِي وَعَدتَهُ


    Arab latin: “Alloohumma robba hadzihid da’watittaamatit taammati was sholaatil qoo`imati aati muhammadal wasiilata wal fadhiilata wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa-‘adtahu”

    Artinya: “Ya Allah, Rabb yang memiliki panggilan ini, yaitu yang sempurna juga memiliki salat yang didirikan. Berikanlah Nabi Muhammad wasilah serta keutamaan, berikut juga kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah ia menuju tempat yang terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan.” (HR An Nasa’i)

    Keutamaan Doa setelah Adzan

    Selain memanjatkan doa setelah adzan, umat muslim juga harus mengetahui bahwa terdapat keutamaan jika berdoa setelah adzan dan sebelum iqamat. Melansir buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, keutamaannya adalah waktu tersebut dapat menjadi waktu paling mustajab untuk seseorang memanjatkan doa.

    Dalil mengenai keterangan ini adalah tertuang dari Anas Radhiyallahu anhu yang menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

    Artinya: “Doa yang dipanjatkan di antara adzan dan iqamat adalah tidak akan ditolak.” (HR An Nasa’i)

    Selain membaca doa setelah adzan, disebutkan oleh Rasulullah SAW bahwa terdapat amalan yang bisa dilakukan ketika seseorang mendengar lantunan adzan. Rasulullah SAW bersabda melalui sebuah hadits, “Barang siapa yang mendengar muadzin mengumandangkan adzan, hendaknya ia menjawab dengan mengucapkan:

    وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَاَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيْتُ بالله رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَسُولاً وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا

    Arab Latin: “Wa anaa asyhadu anlaa ilaaha illalloohu wahdahu laa muhammadan syariikalahu ‘abduhu wa anna wa rosuuluhu rodhiitubillaahirobbaawabimuhammadin sholalloohu ‘alaihi wasallama wa bil islaami diinaa”

    Artinya: “Dan aku bersaksi bahwa tiada Rabb kecuali Allah yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya, juga aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba sekaligus utusan-Nya, aku ridha Allah sebagai Rabbku dan Nabi Muhammad SAW sebagai rasul-Nya, dan menerima Islam sebagai agamaku.’ Maka dengan itu, Allah SWT telah mengampuni dosa-dosanya.” (HR An Nasa’i)

    (rah/rah)

    Doa setelah Adzan dan Artinya Sesuai Sunnah, Ini Keutamaannya

    Sumber : www.detik.com

  • Baca Doa Ini Agar Lisan Terjaga dari Perkataan Buruk

    Baca Doa Ini Agar Lisan Terjaga dari Perkataan Buruk



    Jakarta –

    Ada doa yang bisa dibaca untuk menjaga lisan dari perkataan buruk. Doa ini bertujuan untuk melindungi lisan agar tidak menyakiti orang lain.

    Manusia diberi anugerah lisan untuk berbicara mengenai apa saja yang dirasakan dari dalam lubuk hatinya. Di antara semua nikmat Allah yang besar manfaatnya bagi manusia adalah lisan dan dua belah bibir.

    Namun, lisan dapat menjadi hal yang membawa keburukan apabila manusia tidak dapat menjaga dan mengendalikannya. Sudah sepantasnya seorang muslim menjaga lisannya dari perkataan-perkataan buruk dan kotor.


    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam.” [Al-Bukhari no. 6018, 6136, 6475; Muslim no. 47; Abu Dawud no. 5154; At-Tirmidzi no. 2500. Lihat pula hadits senada dalam Shahih Al-Jami’ no. 6500, 6501]

    Bacaan Doa Agar Lisan Terjaga

    Berikut adalah doa yang bisa dibaca untuk menjaga lisan dari perkataan yang buruk.

    اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyii

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, qalbu, dan maniku.” [Sunan Abu Dawud no. 1551; Sunan At-Tirmidzi no. 3492].

    Mengutip laman NU, Kamis (30/3/2023) doa berikut ini juga bisa dibaca untuk menjaga lisan. Sebagaimana disebutkan oleh Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam komentar kitab Risâlah al-Mustarsyidîn, maka berikut doa yang dianjurkan agar Allah SWT menjaga lisan kita:

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صَمْتِي فِكْراً وَنُطْقِي ذِكْراً

    Arab Latin: Allâhumma-j’al shamtî fikran wa nuthqî dzikran

    Artinya: Wahai Allah, jadikanlah diamku berpikir, dan bicaraku berdzikir.

    Imam An-Nawawi menasihatkan, “Hendaklah seseorang tidak berbicara kecuali apabila perkataannya membawa kebaikan, dan kapan saja ia ragu apakah membawa kebaikan dalam perkataannya (atau malah keburukan), maka hendaklah ia tidak berbicara.” [Syarh Riyadh Ash-Shalihin, Ibnu ‘Utsaimin, 6/155].

    Asy-Syaikh Mahmud Al-Khazandar dalam Hadzihi Aklaquna menyarankan, “Perkataan yang baik dapat terjadi dengan pelatihan dan pembiasaan, demikian pula perkataan yang buruk. Lisan akan mengeluarkan kata-kata yang biasa ia ucapkan. Hanya dengan kesungguhan, lisan dapat terjaga. Sedikit saja kita lengah, maka lisan kita akan terpeleset.”

    Selain membaca doa tersebut, seorang muslim yang ingin senantiasa menjaga lisannya juga dapat melantunkan bacaan-bacaan dzikir seperti istighfar. Bahkan istighfar selalu diamalkan oleh baginda Rasulullah SAW setelah selesai sholat

    Dalam sebuah hadits shahih disebutkan, “Siapa yang memohon ampun (istighfar), niscaya Allah SWT akan memberikan jalan keluar kepadanya, jalan keluar dari segala kesusahannya, dan memberikan kesenangan dari segala kesempitan, serta memberinya rezeki dari arah yang tidak dia duga.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

    Bahaya Lisan dalam Islam

    Imam As-Syafi’i menyebutkan dalam sebuah nasihat, “Lisanmu jangan pernah kau pakai untuk menyebut kekurangan orang lain karena seluruh dirimu adalah aib, sedang tiap manusia punya lisan.”

    Dalam peribahasa Indonesia dikenal ‘mulutmu harimaumu’, maka dalam Islam lisan disebut lebih tajam dari sebilah pisau. Menggunakan lisan sangat membutuhkan kehati-hatian.

    Oleh karenanya, sebelum mengucapkan perkataan diperlukan akal dan pikiran terlebih dahulu supaya perkataannya dapat membawa manfaat dan tidak berujung kesia-siaan lagi membuat luka bagi orang yang mendengar.

    Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Ahzab ayat 70,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ

    Yā ayyuhal-lażīna āmanuttaqullāha wa qūlū qaulan sadīdā(n).

    Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.

    Anjuran Menjaga Lisan

    Abdullah Gymnastiar dalam bukunya Bahaya Lisan, menyebutkan betapa Rasulullah selalu mengingatkan umatnya agar senantiasa menjaga perkataan. Rasulullah SAW bersabda, “Jiwa seorang mukim bukanlah pencela, pengutuk, pembuat perbuatan keji, dan berlidah kotor.” (HR Tirmidzi).

    Bahkan kepada orang kafir sekalipun, Rasulullah SAW melarang mencelanya. Dikisahkan bahwa ketika beberapa orang kafir terbunuh dalam Perang Badar, Rasulullah SAW bersabda,

    “Janganlah kamu memaki mereka, dari apa yang kamu katakan, dan kamu menyakiti orang-orang yang hidup. Ketahuilah bahwa kekotoran lidah itu tercela.” (HR Nasa’i).

    Dalam riwayat yang lain, suatu ketika seorang Arab Badui bertemu Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda, “Engkau harus bertakwa kepada Allah! Jika seseorang mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui tentang dirimu, maka janganlah mempermalukannya dengan sesuatu yang engkau ketahui tentang dirinya. Dengan begitu, celakalah dirinya, dan engkau pun mendapat pahala. Dan janganlah engkau memaki sesuatu!” (HR Bukhari, Muslim)

    (dvs/dvs)

    Baca Doa Ini Agar Lisan Terjaga dari Perkataan Buruk

    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Keutamaan Sahur dan Berbuka dengan Kurma

    Hadits Keutamaan Sahur dan Berbuka dengan Kurma



    Jakarta –

    Ada beberapa sunnah yang bisa dikerjakan ketika menjalani ibadah puasa, seperti ketika sahur dan berbuka. Ternyata makan kurma menjadi anjuran Rasulullah SAW.

    Sahur sangat dianjurkan sebelum menjalani puasa. Selain untuk mengisi energi agar kuat berpuasa seharian, sahur juga menjadi waktu yang spesial karena terdapat keberkahan di dalamnya.

    Sebagian besar umat muslim akan sahur dengan mengonsumsi berbagai makanan dan minuman. Namun sebenarnya ada satu makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi ketika sahur. Bahkan Rasulullah SAW menyebut makanan ini adalah yang terbaik.


    Makanan Sahur Terbaik Ala Rasulullah SAW

    Mengutip buku 80 Hadits Pilihan Beserta Biografi Perawi dan Faedah Ilmiyah oleh DR. Muhammad Murtaza bin Aish disebutkan sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

    نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

    Artinya: “Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah Tamar (kurma kering).” (HR Abu Dawud)

    Ada beberapa makna yang terkandung dari hadits tersebut, berikut penjelasannya:

    1. Disunnahkan untuk sahur dengan kurma. Ini merupakan sunnah yang banyak dilalaikan oleh masyarakat, mereka mengira kurma hanya sunnah untuk berbuka saja.

    2. Kurma adalah buah yang diberkahi, dan memakannya ketika sahur merupakan keberkahan di atas keberkahan.

    3. Makan sahur akan membantu dalam melakukan kewajiban dan ketaatan. Maka seorang muslim harus selalu melakukannya. Makan sahur bisa dengan makanan sedikit atau banyak sebagaimana bisa dengan hanya makan kurma, bahkan bisa dengan hanya minum air putih saja, namun sahur dengan kurma lebih utama.

    Sunnah Buka Puasa dengan Kurma

    Disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma , sebab kurma itu mendatangkan berkah. Namun apabila tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu bersih.”

    Rasulullah SAW menyebutkan bahwa kurma adalah makanan yang membawa keberkahan. Hal ini senada dengan deretan ayat Al-Qur’an yang juga menjelaskan bahwa kurma merupakan buah yang istimewa.

    Disebutkan dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 25:

    وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

    Artinya: “Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”

    Kemudian juga disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Syuara ayat 148

    وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ

    Artinya: “Dan tanam tanaman serta pohon pohon kurma yang mayangnya lembut.”

    Keistimewaan buah kurma juga turut disebutkan dalam Al-Qur’an surat An Nahld ayat 67:

    وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

    Artinya: Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.

    Kurma Buah yang Kaya Manfaat

    Abdul Syukur al-Azizi dalam bukunya yang berjudul Hadits-Hadits Sains menjelaskan deretan manfaat buah kurma.

    Rasulullah SAW menganjurkan untuk berbuka puasa dan sahur dengan kurma. Hal ini ternyata mempunyai manfaat yang sangat besar untuk menambah stamina sekaligus baik bagi kesehatan.

    Sebagaimana dinyatakan dalam sebuah penelitian, secara kimiawi dan biologis, kurma yang dimakan setara dengan 85-87% dari beratnya. Dan, itu mengandung sekitar 20-24% air, 70-75% zat gula, 2-3% protein, 8,5% serat, dan kadar lemak yang rendah, yang tentu saja sangat baik bagi kesehatan.

    Di samping itu, kurma juga memiliki rasa yang manis dan enak sehingga disukai banyak kalangan.

    (dvs/lus)

    Hadits Keutamaan Sahur dan Berbuka dengan Kurma

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus dan Kisahnya Kala Berada di dalam Perut Paus

    Doa Nabi Yunus dan Kisahnya Kala Berada di dalam Perut Paus



    Jakarta –

    Dalam Al-Qur’an diabadikan doa-doa mustajab yang pernah para nabi dan rasul lafalkan. Di antaranya ada yang paling dikenal yakni doa Nabi Yunus AS saat dirinya berada dalam kegelapan perut ikan paus.

    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa & Dzikir 2, menyebut Yunus AS memanjatkan doa ini ketika beliau pergi dan keluar dari kaumnya yakni penduduk Ninawa, di wilayah Maushil, Irak.

    Sebelumnya, beliau telah berulang kali mengajak mereka kepada ketauhidan dan ajaran Allah SWT, tetapi mereka enggan menurutinya dan tetap memilih dalam kekufuran. Di saat beliau sudah tak tahan lagi dengan sikap kaumnya, Nabi Yunus meninggalkan mereka dengan amarah dan peringatan azab dari Allah SWT.


    Kemudian ia menumpang pada perahu yang dipenuhi orang dan barang-barang. Di saat perahu itu hampir tenggelam karena kelebihan muatan, para penumpang memutuskan untuk mengundi siapa yang harus dibuang di laut untuk meringankan beban kapal itu.

    Setelah beberapa kali terjadi undian, nama Yunus AS lah yang terpilih. Akhirnya ia menjatuhkan dirinya ke laut. Namun Allah SWT tak serta merta membiarkan hamba-Nya yang takwa itu tenggelam. Dia mengirim ikan besar (diduga paus) untuk menelan Nabi Yunus, tetapi tidak memakan dagingnya dan meremukkan tulangnya.

    Tertelanlah Nabi Yunus ke dalam perut ikan paus yang gelap gulita. Dalam kegelapan berlapis itu, beliau menyadari serta mengakui kesalahan yang telah diperbuat terhadap kaumnya.

    Lalu beliau segera bertaubat, dilanjut dengan bertasbih, bertahlil, beristighfar kepada-Nya seraya berdoa dengan bacaan yang diabadikan dalam Al-Qur’an pada Surat Al-Anbiya 87.

    Allah SWT pun mendengar doa hamba-Nya itu. Kemudian Dia mengampuninya dan mengijabah doa itu dengan menyelamatkan Yunus AS keluar dari perut ikan paus tersebut.

    Doa Nabi Yunus AS: Arab, Latin, dan Arti

    Doa Yunus AS ini diketahui termuat dalam Surat Al-Anbiya ayat 87:

    لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Latin: lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

    Keutamaan Doa Nabi Yunus AS

    Syaikh Al-Badr dalam bukunya turut menjelaskan bahwa doa ini mengandung makna mulia, petunjuk agung, serta mengharuskan penerimaan akan pengabulan. Ibnu Al-Qayyim turut mengungkap isi sebenarnya dari doa Nabi Yunus ini,

    “Adapun doa dzunnun (Yunus AS), di dalamnya terdapat kesempurnaan tauhid dan pensucian terhadap Rabb. Pengakuan hamba akan kedzalimannya dan dosanya merupakan obat paling baik dalam menawar kesusahan, kegundahan, dan kegelisahan.”

    Menukil pendapat Ibnu Katsir dalam buku Fiqih Doa & Dzikir 2 menerangkan makna doa yang demikian membuat doa ini afdhal untuk dibaca pada kala tertimpa musibah, “Terutama apabila mereka berdoa dengan doa ini saat ditimpa cobaan. Sungguh telah datang anjuran memanjatkan doa ini dari penghulu para nabi.”

    Ya, memang Rasulullah SAW telah menganjurkan umatnya untuk memohon dengan doa Yunus AS. Lantaran doa ini akan menjadi perantara dikabulkannya keinginan seseorang. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Saad bin Abi Waqqash:

    “Doa dzunnun (Yunus AS) ketika berdoa kepada Rabbnya dan dia di perut ikan adalah, ‘tidak ada sembahan yang haq selain Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zhalim, (QS Al-Anbiya: 87)’, tidaklah seorang muslim berdoa dengannya pada sesuatu pun melainkan dikabulkan untuknya.” (HR Ahmad & Tirmidzi)

    (lus/lus)

    Doa Nabi Yunus dan Kisahnya Kala Berada di dalam Perut Paus

    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Agar Tidak Menjadi Orang Tamak, Lengkap dengan Artinya

    Bacaan Doa Agar Tidak Menjadi Orang Tamak, Lengkap dengan Artinya



    Jakarta –

    Tamak adalah salah satu sifat dalam diri manusia yang muncul karena merasa tidak pernah puas. Sifat ini dapat menimbulkan penyakit hati dan pada umumnya penyebab utamanya adalah harta dan kekuasaan.

    Sebagai umat muslim, kita perlu mengamalkan doa agar terhindar dari sifat tamak sehingga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang dibenci oleh Allah.

    Doa Mohon Perlindungan dari Kefakiran, Kekurangan, dan Kehinaan

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ


    Arab Latin: Allahumma inni a’uudzubika minal faqi wal-qillati wadz dzillati wa a’uudzubika min an adzlima aw udzlam

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekurangan, kehinaan. Aku juga memohon perlindungan kepada-Mu dari menganiaya atau dianiaya.” (HR Nasa’i).

    Ust. Ahmad Zacky El-Syafa dalam bukunya Doa-Doa Terbaik Sepanjang Masa menjelaskan makna dari doa tersebut.

    As-Sanadi berkata, “Maksud berlindung dari kefakiran adalah berlindung dari sifat tamak yang senantiasa memperdaya hati manusia, yang selalu menyuruhnya untuk mengumpulkan harta benda sebanyak-banyaknya tanpa pernah merasa cukup, dan berlindung dari apa saja yang dapat membawa seseorang kepada perbuatan kufur nikmat atau melupakan Sang Pemberi nikmat.”

    Adapun Ath-Thayyibi menyatakan bahwa, “Maksud dari fakir di sini adalah fakir jiwa dan bukan fakir harta. Orang yang fakir jiwa tidak akan pernah qanaah atau merasa cukup dalam hidupnya, sehingga ia tidak pernah merasa puas dengan nikmat apapun yang diperolehnya.”

    Tamak adalah Sifat yang Buruk dan Tercela

    Rasulullah SAW selalu mengajarkan kepada umatnya tentang pentingnya memohon rasa cukup terhadap pemberian Allah SWT. Merasa cukup terhadap pemberian Allah disebut sebagai sifat qanaah. Sifat qanaah adalah ridho dan menerima setiap pemberian Allah.

    Adapun kebalikan dari sifat qanaah adalah tamak. Tamak ini adalah sifat yang buruk lagi tercela, dan merupakan salah satu sifat setan yang seharusnya tidak dimiliki oleh manusia. Mengutip buku 15 Cara Nyata Memperoleh Rezeki Berlimpah oleh Abdillah Firmanzah Hasan, Rasulullah SAW pernah bersabda kepada sahabatnya Hakim bin Hizaam:

    “Wahai Hakim! Sesungguhnya harta ini indah (dan) manis, maka barang siapa yang mengambilnya dengan jiwa yang baik, niscaya mendapat keberkahan, dan barang siapa yang mengambilnya dengan jiwa yang tamak, niscaya tidak mendapat keberkahan, dan ia seperti orang yang makan tetapi tidak pernah kenyang, dan tangan yang di atas (yang memberi) lebih baik dari tangan yang di bawah (yang meminta)”. (Hadits Riwayat Bukhari 7/176 dan Muslim 3/94)

    Dalam hal ini Rasulullah mencoba mengingatkan Hakim bin Hizaam bahwasannya seseorang yang jiwanya sudah dilingkupi oleh sifat tamak dan rakus, maka ia tidak akan pernah mendapatkan keberkahan karena tidak pernah bisa merasakan kecukupan.

    Di dalam riwayat yang lain, Rasulullah SAW pernah bersabda,

    وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ: أَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخِلُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا

    Artinya: “Waspadalah dengan sifat ‘syuh’ (tamak lagi pelit) karena sifat ‘syuh’ yang membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat itu memerintahkan mereka untuk bersifat bakhil (pelit), maka mereka pun bersifat bakhil. Sifat itu memerintahkan mereka untuk memutuskan hubungan kekerabatan, maka mereka pun memutuskan hubungan kekerabatan. Dan Sifat itu memerintahkan mereka berbuat dosa, maka mereka pun berbuat dosa.” (HR. Ahmad 2/195. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Arnauth).

    Kedua hadits tersebut mengingatkan umat muslim untuk senantiasa bersyukur dan merasa cukup akan apa yang dimilikinya. Islam mengajarkan penganutnya untuk mencari harta untuk menafkahi dirinya selama harta tersebut mencukupi untuk menunjang kegiatan sehari-hari dan jumlahnya tidak berlebih-lebihan.

    Itulah bacaan doa agar tidak menjadi orang yang tamak. Doa tersebut dapat diamalkan setiap hari. Semoga atas lindungan kita semua dapat terhindar dari sifat tamak dan rakus yang banyak membawa mudharat.

    (dvs/dvs)

    Bacaan Doa Agar Tidak Menjadi Orang Tamak, Lengkap dengan Artinya

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Qunut Subuh Lengkap Versi Panjang dan Pendek

    Doa Qunut Subuh Lengkap Versi Panjang dan Pendek



    Jakarta –

    Doa qunut merupakan salah satu amalan sunnah yang dikerjakan pada saat sholat Subuh. Imam Nawawi dalam Kitab al-Adzkar menjelaskan bahwa membaca doa qunut subuh hukumnya sunnah muakkad, dalil tersebut merujuk pada sebuah hadits dari Anas bin Malik, beliau mengatakan:

    “Rasulullah senantiasa membaca qunut ketika sholat Subuh sehingga beliau wafat,” (HR Ahmad).

    Dalam bahasa Arab, qunut memiliki banyak arti yaitu berdiri, tunduk, taat, diam, dan doa. Sementara itu, mengutip dari buku Kupas Tuntas Qunut Subuh oleh Galih Maulana, secara istilah para ulama mengartikan qunut sebagai nama untuk doa dalam sholat pada saat tertentu ketika berdiri.


    Selain dibaca ketika mengerjakan sholat fardhu, doa qunut juga bisa dibaca dalam salat sunnah. Qunut ini dilakukan pada pertengahan dari akhir bulan Ramadan tepatnya pada rakaat akhir dari sholat witir dan disebut sebagai qunut witir.

    Adapun, mengenai bacaan qunut subuh biasanya dilafalkan dengan suara pelan setelah ruku sembari mengangkat kedua tangan. Imam Nawawi menerangkan bahwa doa qunut Subuh dibaca setelah i’tidal sebelum beranjak untuk posisi sujud pertama di rakaat kedua tersebut.

    Keterangan ini sesuai dari sebuah riwayat, berikut bunyinya:

    أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ بَعْدَ الرَّكُوعِ

    Artinya: “Sungguh Nabi (Muhammad) SAW membaca doa qunut setelah (bangun dari) rukuk,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Bacaan Doa Qunut Subuh Versi Pendek dan Panjang

    1. Doa Qunut Subuh Versi Pendek

    Berikut ini merupakan doa qunut Subuh versi pendek yang dilengkapi dengan arab latin dan artinya sebagaimana dikutip dari buku Wajib Hafal Luar Kepala Bacaan Shalat, Doa, dan Surat-surat Pendek karya Ramadhani.

    للّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضٰى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

    Arab latin: Allahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaits

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan.

    Tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan.

    Karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi,”

    2. Doa Qunut Subuh Versi Panjang

    Di bawah ini merupakan doa qunut Subuh versi panjang yang dinukil dari buku Doa & Dzikir Lengkap Sunnah oleh Kustiana Mara.

    اَللهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَاأَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ، فَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ

    Arab latin: Allahhummahdinii fiiman hadait, wa’a finii fiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawal-laiit, wa baarik lii fiimaa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait. Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik, wa innahu laayadzilu man walait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaa rakta rabbanaa wata’aalait. Falakalhamdu ‘alaa maaqadhait, Astaghfiruka wa’atuubu ilaik, Wasallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa’alaa aalihi washahbihi wasallam

    Artinya: “Ya Allah tunjukkanlah padaku sebagaimana pada mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah padaku pengampunan sebagaimana pada mereka yang Engkau beri ampun.

    Dan peliharalah aku sebagaimana pada mereka yang Engkau pelihara. Dan berilah padaku keberkatan sebagaimana yang telah Engkau karuniakan pada mereka. Dan selamatkan aku dari mara bahaya yang telah Engkau tentukan.

    Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan yang kena hukum. Maka sesungguhnya tidaklah hina pada mereka orang yang Engkau pimpin, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi.

    Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Maka bagi Engkau segala puji atas yang Engkau hukumkan. Aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya,”

    (aeb/lus)

    Doa Qunut Subuh Lengkap Versi Panjang dan Pendek

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Kamilin Tarawih Lengkap dalam Arab, Latin, dan Artinya

    Doa Kamilin Tarawih Lengkap dalam Arab, Latin, dan Artinya



    Jakarta –

    Melaksanakan salat tarawih pada saat bulan Ramadan pasti menjadi amalan yang dilakukan banyak orang. Dalam pelaksanaannya, ada bacaan doa kamilin yang dilafalkan oleh jemaah setelah salat tarawih.

    Mengutip buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, ketika selesai melakukan rakaat salat tarawih kemudian mulai memasuki salat witir, ada jeda di antara keduanya. Jeda tersebut kemudian dipimpin oleh seorang bilal dengan membaca doa yang diikuti oleh para jemaah.

    Doa yang dibaca tersebut disebut dengan doa kamilin. Berikut adalan bacaan doa kamilin yang dikutip melalui buku Doa-doa Mustajabah karya Abu Qalbina.


    Bacaan Doa Kamilin Tarawih dalam Arab, Latin, dan Artinya

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإيْمَانِ كَامِلِيْن وَلِلفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنِ وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنِ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْن وَلَمِا عِنْدَكَ طَالِبِيْنِ وَلِعَفْوكَ رَاجِيْنِ وَبِالْهُدَي مُتَمَسِّكِين وَعَن اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنِ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْن وَفِي الآخِرَةِ رَاغِيين وبالقضَاءِ رَاضِينِ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنِ وَعَلي البَلَاءِ صَابِريْن وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنِ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ وَإِلَى الجَنَّةِ دَاخِلِيْن وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنِ وَعَلَى سَرِيْرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنِ وَمِنْ حُوْرٍ عِينٍ مُتَزَوِّحِينِ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاج مُتَلبِّسِيْن وَمِنْ طَعَامِ الجَنَّةِ آكِلِينِ وَمِنْ لَّبَن وَعَسَلٍ مُصَفًّى شاريين بأكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّين وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّالِحِيْن وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بالله عَلِيْمًا اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذا الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ المُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ المَقْبُوْلِيْن وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينِ

    Arab latin: “Allâhummaj’al bil îmâni kâmilîn wa lilfarâidhi muaddîn wa lishshalâti hâfidzîn wa lizzakâti fâ’ilîn wa limâ ‘indaka thâlibîn wa li’afwika râjîn wa bil hudâ mutamassikîn wa ‘anillaghwi muʼridhîn wa fid-dunyâ zâhidîn wa fîl âkhirati râghibîn wa bil gadhâ’i râdhîn wa lin-na’mâ’i syâkirîn wa ‘alâl balâ’i shâbirîn wa tahta liwâ’i Muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallama yawmal qiyâmati sâirin wa ilâlhawdhi wâridîn wa ilâl-jannati dâkhilîn wa minan-nâri nâjîn wa ‘alâ sarîr al-karâmati qâ’idîn wan hûrin “în mutazawwijîn wa min sundusin wastabraqin wa dîbâjin mutalabbisin wa min tha’âmil jannati âkilîn wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn bi akwâbin wa abârîqa wa kaʼsin min maʼîn ma’alladzî an’amta ‘alayhim minannabiyyîn wash-shiddîqîn wasy-syuhâdâ’ wash-shâlihîn wa hasuna ulâ’ika rafîqan dzâlikal fadhlu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîma. Allâhummaj’alnâ fî laylati hâdzasyahr syarîfatil mubârakati min al-syu’âdâ’il maqbûlîn wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în birahmatika ya ar-hamar-râhimîn.”

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang senantiasa menyempurnakan iman kami, melaksanakan perintah menjalankan kewajiban-Mu, menjalandakan sholat, menunaikan zakat, memohon serta mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh kepada petunjuk (yang Kau berikan), meninggalkan kemungkaran, hidup dengan sederhana di dunia, mengharap surga di akhirat, berpasrah pada takdir, bersyukur pada nikmat dan bersabar atas cobaan di bawah bendera syariat Muhammad SAW pada hari kiamat. Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, dan juga kami selamat dari api neraka. Kami duduk di atas kain sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari yang cantik dan jelita. Kami memakai pakaian yang terbuat dari permadani, sutra, dan perhiasan mewah lainnya. Kami makan dari masakan yang telah tersedia di surga. Kami meminum madu dan susu dengan menggunakan gelas mewah bersama para nabi, orang jujur, syuhada, orang sholeh, dan mereka akan menjadi teman setia di surga kelak. Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui atas segala yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ya Rabb, jadikan kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini sebagai orang-orang yang senantiasa bahagia dan engkau ampuni. Serta janganlah masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedih dan tertolak. Kami senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari yang penyayang.”

    Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilakukan selama bulan Ramadan. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang mendirikan salat tarawih dengan beriman dan ikhlas, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya yang telah lalu.

    مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    Artinya: “Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR Bukhari, Muslim, dan lainnya). Bukhari meriwayatkan dalam Kitab Iman dengan derajat shahih.

    (rah/rah)

    Doa Kamilin Tarawih Lengkap dalam Arab, Latin, dan Artinya

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Qurb, Dipanjatkan Rasulullah SAW ketika Mengalami Kesulitan

    Doa Qurb, Dipanjatkan Rasulullah SAW ketika Mengalami Kesulitan



    Jakarta –

    Doa Qurb merupakan doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika bersedih hati dan mengalami kesulitan dalam hidup. Kesulitan merupakan suatu hal yang kerap dihadapi manusia serta termasuk ke dalam ujian yang Allah SWT berikan.

    Mengutip dari buku Dahsyatnya Doa Para Nabi yang disusun oleh Syamsuddin Noor SAg, berikut merupakan bacaan doa qurb disertai arab latin dan artinya.

    لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ


    Arab latin: Laa ilaaha illallahul ‘adzhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbil arsyil ‘adzhiim, laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul arsyil kariim.

    Artinya: “Tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan Yang Maha Agung dan Mahasantun, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai Arsy yang agung, tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan menguasai Arsy yang agung,” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Di samping membaca doa qurb, dianjurkan juga membaca istighfar ketika mengalami kesulitan. Istighfar dapat menenangkan hati dan menjernihkan pikiran.

    Selain itu, doa qurb juga bisa dibaca oleh ibu hamil untuk menguatkan janin dalam kandungan, sebagaimana dijelaskan dalam buku Ya Allah, Berkahilah Anak Kami tulisan Ummu Azzam. Bahkan, doa tersebut juga dapat dipanjatkan agar diberi kemudahan dalam proses melahirkan.

    Doa yang Dibaca saat Menghadapi Masalah Hidup

    Tak hanya doa qurb, masih ada sejumlah doa yang bisa dilafalkan ketika seseorang mengalami masalah hidup dan kesulitan. Berikut bacaannya yang dikutip dari Al-Adzkar: Buku Induk Doa dan Zikir karya Imam Nawawi.

    1. Doa Sapu Jagat

    رَبّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَة وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَة وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab- atin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban naar

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka,” (Riwayat dari Anas bin Malik, HR Bukhari & Muslim).

    2. Doa Menghadapi Kesulitan

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الكَرِيمُ العَظِيمُ، سُبْحَانَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ الْعَظِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Laa ilaaha illallaahul kariimul ‘adzhiim, subhaanahu tabaarakallaahu rabbul ‘arsyil ‘adzhiim, Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung, Maha Suci Dia, maha Berkah Allah, Rabb Arasy yang Agung, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam,” (Riwayat dari Ali bin Abi Thalib, HR Nasa’i & Ibnu Sinni).

    3. Doa ketika Diterpa Permasalahan

    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

    Arab latin: Yaa hayu yaa qayyuumu birahmatika astaghiits

    Artinya: “Wahai Yang Hidup Abadi, wahai yang mengurus makhluk-Nya secara terus menerus, aku memohon pertolongan dengan rahmat-Mu,” (Riwayat dari Anas bin Malik, HR Tirmidzi).

    Itulah bacaan doa qurb beserta pembahasan terkait. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)

    Doa Qurb, Dipanjatkan Rasulullah SAW ketika Mengalami Kesulitan

    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Zikir ketika Puasa Lengkap dengan Artinya

    Bacaan Zikir ketika Puasa Lengkap dengan Artinya



    Jakarta –

    Ramadan merupakan momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amalan. Salah satunya dengan membaca zikir ketika puasa.

    Mengutip Kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, zikir ketika puasa dapat diucapkan ketika mendapat hinaan atau dipermalukan bodoh oleh seseorang. Jika hal itu terjadi, disunnahkan untuk mengucapkan:

    inni shoimun


    Artinya: “Aku sedang berpuasa” sebanyak dua kali atau lebih.

    Hal tersebut bersandar pada riwayat yang termuat dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

    Artinya: “Puasa adalah perisai, jika seorang di antara kalian berpuasa, maka hendaknya tidak berkata kotor dan berbuat bodoh, jika seseorang memusuhinya atau menghinanya hendaknya dia mengatakan: ‘Sungguh aku sedang berpuasa, sebanyak dua kali.’”

    Selain menyebutkan tentang zikir ketika puasa, Imam an-Nawawi juga memaparkan zikir atau doa berbuka puasa yang shahih. Berikut selengkapnya.

    Zikir ketika Berbuka Puasa

    Diriwayatkan dalam Kitab Sunan Abu Dawud dan An-Nasa-i, dari Ibnu Umar RA, dia berkata, “Jika Rasulullah SAW berbuka puasa beliau membaca,

    ذَهَبَ الظُّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى

    Arab latin: Dzahabadh dham-u wabtalatil ‘uruuqu tsabatal ajru in syaa al-laahu ta’aalaa

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat nadi, dan telah tetap pahala jika Allah menghendaki.”

    Selain itu, sebagaimana diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dari Muadz bin Zuhrah, ketika berbuka puasa, Rasulullah SAW membaca doa berikut,

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    Arab latin: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rezekika afthartu

    Artinya: “Ya Allah, untukmu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.”

    Muadz bin Zuhraj juga meriwayatkan doa buka puasa sebagaimana terdapat dalam Kitab Ibnu Sunni. Berikut doanya,

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصَمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

    Arab latin: Alhamdulillaahil ladzii a’aani fashamtu wa razaqanii faafthartu

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah menolongku sehingga aku dapat berpuasa dan telah memberikan rezeki kepadaku sehingga aku dapat berbuka.”

    Dalam kitab tersebut juga terdapat riwayat yang berasal dari Ibnu Abbas RA. Ia mengatakan, “Jika Rasulullah SAW berbuka puasa beliau membaca,

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْت السَّمِيعُ الْعَلِيم

    Arab latin: Allaahumma laka shumnaa wa’ala rezekika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Menurut sebuah riwayat, doa orang yang berpuasa termasuk doa yang mustajab. Hal tersebut diriwayatkan dalam Kitab at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Tiga orang yang doa mereka tidak tertolak, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, imam yang adil, dan doa orang yang teraniaya”. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.

    Kemudian, dalam Kitab Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, terdapat riwayat dari Abdullah bin Abi Malikah, dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, dia berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika dia berbuka terdapat doa yang tidak tertolak.”

    Ibnu Malikah mengatakan, “Aku mendengar Abdullah bin Amr ketika berbuka puasa mengucapkan,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَرَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka bi rahmatikan latii wasi’at kulla syain an taghfira lii

    Artinya: Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu menjadikan luasnya pengampunan-Mu kepadaku.”

    (kri/kri)

    Bacaan Zikir ketika Puasa Lengkap dengan Artinya

    Sumber : www.detik.com