All posts by admin

Iringan Doa Ibu untuk Anies Baswedan Jelang Nyoblos Pemilu 2024


Jakarta

Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan mengaku dibekali iringan doa oleh sang ibu, Aliyah Rasyid, sebelum melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Dilansir CNBC Indonesia, Rabu (14/2/3024), Anies dan keluarga menyempatkan diri untuk sarapan dan berdoa bersama di kediamannya yang berlokasi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di ruang makan itulah, sang ibu mengirim doa untuk putranya sebelum menuju TPS.

“Ibu setiap pagi selalu mendoakan, termasuk pagi ini. Sebelum menggelar doa bersama, tadi juga didoakan khusus di kamar,” kata Anies, dikutip Antara.


Anies mengakui, doa ibunya memang senantiasa mengiringiya setiap pagi. Iringan doa tersebut biasanya dibekali tiap Anies pamit pada ibu sebelum beraktivitas.

“Setiap hari, sarapan saya selain makanan, saya bawa doa dari ibu, itu ritual setiap hari,” ujarnya.

Adapun bunyi doa lengkap yang dilantunkan Aliyah Rasyid sebelum keluarganya menuju TPS di antaranya sebagai berikut.

Bunyi Doa Sang Ibu untuk Anies Baswedan Jelang Pemilu 2024

Hari ini adalah hari pemilihan presiden dan lembaga-lembaga perwakilan, ya Allah Engkaulah satu satunya Yang Membolak-balikan hati, Engkau Yang Maha Memberi Kekuasaan dan Maha Mencabut Kekuasaan.

Ya Allah, kami teringat akan hadits yang mengatakan, Allah tidak akan dapat mencegah apa yang Kau beri dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Kau cegah.

Apabila Engkau takdirkan pemilu ini sebagai pembuka amanah dan kewenangan mengelola negara bagi Anies dan Muhaimin, jadikanlah mereka orang yang kuat dan teguh dalam mengemban amanah karena di pundak mereka terletak suara jutaan orang yang menitipkan harapan Indonesia yang lebih baik.

Jadikanlah Anies dan Muhaimin sebagai jalan bertambahnya rezeki dan barokah-Mu yang melimpah kepada bangsa.

Ya Allah, ya Rabbi, perjalanan ini bukan Anies yang meminta, namun perjalanan ini adalah takdir yang Kau berikan kepada Anies dan Muhaimin.

Berikanlah kepada Anies dan Muhaimin semua kekuatan untuk meniti perjalanan ini dengan baik, selamat dengan tuntas. Kami mohonkan pada-Mu, ya Allah, agar tetap memberikan perlindungan kepada Anies dan Muhaimin, kepada kami semua kepada seluruh bangsa.

Ya Allah, ya Rabb, jagalah proses pemilu ini dengan sebaik-baiknya, jutaan orang dalam pemilu ini mengawal hasil pemilu di bilik suara, di kampung-kampung dan di desa-desa hingga sampai tuntas nantinya, hanya Engkaulah Yang Maha Mengawasi dan Maha Menjaga.

Berikanlah kekuatan dan keteguhan kepada mereka yang turut menjaga suara, berikanlah ke mereka kesehatan raga kejernihan pikiran dan kewaspadaan batin, jadikanlah upaya mereka dalam pemilu ini setara dengan upaya berjuang di jalan-Mu, ya Allah, perjuangan fisabilillah.

(rah/lus)



Sumber : www.detik.com

7 Doa untuk Wanita saat Hamil agar Janin Sehat-Diberi Kekuatan


Jakarta

Doa adalah salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh umat Islam. Ada banyak doa yang bisa dipanjatkan, salah satunya doa untuk wanita saat hamil.

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya agar senantiasa berdoa. Hal ini termaktub dalam surah Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Doa dapat dibaca baik untuk diri sendiri atau orang lain. Contohnya seperti berdoa saat hamil.

Menjadi seorang ibu adalah momen istimewa dalam kehidupan seorang wanita. Proses kehamilan membawa harapan, kebahagiaan, dan tantangan tersendiri.

Sebab itulah, doa untuk wanita saat hamil penting dibaca agar selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Begini untuk wanita saat hamil.

Doa untuk Wanita saat Hamil

Mengutip buku Panduan Kehamilan dan Kelahiran Bagi Muslimah karya Nur Hayati dan buku Doa & Zikir Mustajab untuk Ibu Hamil dan Menyusui karya Ummu Azzam, berikut beberapa doa untuk wanita saat hamil:

1. Doa Memohon Perlindungan

اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bacaan latin: Iz qoolatim ra atu ‘imraana Rabbi innii nazartu laka maa fii batnii muharraran fataqabbal minnii innaka Antas Samii’ul ‘Aliim

Artinya: “(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu, terimalah (nadzar) itu dari padaku. Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”

2. Doa Mendapatkan Keturunan yang Baik

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Bacaan latin: Hunaaalika da’aa Zakariyyaa Rabbahuu qoola Rabbi hab lii mil ladunka zurriyyatan taiyibatan innaka samii’ud du’aaa’

Artinya: “Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata, ‘Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa’.”

3. Doa agar Rajin Ibadah

رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَاَتِيْ عَاقِرٌ ۗ قَالَ كَذٰلِكَ اللّٰهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاۤءُ

Bacaan latin: Rabbi annaa yakuunu lii ghulaamunw wa qad balaghaniyal kibaru wamraatii ‘aaqirun qoola kazaalikal laahu yaf’alu maa yashaaa’

Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

4. Doa Mendapatkan Anak Saleh

Doa Pertama

وَالَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا

Bacaan latin: Wallaziina yaquuluuna Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyaatinaa qurrata a’yuninw waj ‘alnaa lilmuttaqiina Imaamaa

Artinya: “Dan, orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

Doa Kedua

رَبِّ هَبۡ لِىۡ مِنَ الصّٰلِحِيۡنَ

Bacaan latin: Rabbi hab lii minas saalihiin

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”

5. Doa agar Janin Diberi Kekuatan

بسم الله الذي لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ رَبِّ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيم

Bacaan latin: Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwal haliimul kariimu rabbil ‘azhiim. Laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ‘arsyil ‘azhiim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan selain Doa, Yang maha Penyabar, Yang Mahamulia, Tuhan ‘Arsy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan semesta langit dan bumi, dan Tuhan ‘Arsy yang agung.”

6. Doa agar Janin Diberi Kesehatan

اللهُمَّ احْفَظْ وَلَدِي مَا دَامَ فِي بَطْنِي وَاشْفِهِ مَعِي أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Bacaan latin: Alloohummahfazh waladii maadaama fii bathnii. Wasyfihi ma’ii antasysyaafii laa syifaa`a illaa syifaa uka syifaa’an laa yughoodiru saqomaa.

Artinya: “Ya Allah, semoga Engkau lindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku. Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain.”

7. Doa agar Badan Ibu Hamil Sehat

اَللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِ

Bacaan latin: Allahumma aafinii fii badanii Allahumma ‘aafiinii fi sam’ii Allahumma ‘aafinii fii basharii.

Artinya: “Ya Allah, sehatkan badanku, sehatkan pendengaranku, dan sehatkan penglihatanku.”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa Kemenangan sambil Pantau Quick Count Pemilu 2024


Jakarta

Hasil hitung cepat atau quick count Pemilu 2024 akan ditayangkan pukul 15.00 WIB. Sembari menunggu, ada sejumlah bacaan doa kemenangan yang bisa dipanjatkan umat Islam.

Melansir situs KPI, Rabu (14/2/2024), ketentuan waktu penayangan quick count pemilu mengacu pada Pasal 449 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Pasal 19 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2022 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Umum.

Berdasarkan aturan tersebut, quick count baru boleh ditayangkan dua jam setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup pada pukul 13.00 WIB. Artinya, quick count disiarkan pukul 15.00 WIB.


“Jadi setelah dua jam TPS terakhir di wilayah Indonesia Barat ditutup, siaran quick count baru boleh disiarkan. Sebelum itu atau selama waktu pemungutan dan penghitungan suara, lembaga penyiaran dilarang menyiarkan hasil hitung cepat dari lembaga survei mana pun,” kata Anggota KPI Pusat, Aliyah, Selasa (13/2/2024).

Dalam Islam, ada sejumlah doa yang bisa dipanjatkan dalam rangka kemenangan. Umumnya pembacaan doa ini berkaitan dengan peperangan. Ada juga doa untuk memohon kemenangan hidup dunia dan akhirat. Berikut selengkapnya.

Bacaan Doa Mohon Kemenangan

Nabi Muhammad SAW memanjatkan doa mohon kemenangan dalam setiap peperangan. Menukil buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, berikut bacaan doanya,

رَبِّ احْكُمُ بِالْحَقِّ وَرَبُّنَا الرَّحْمَنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ

Robbihkum bilhaqq, wa robbunar rohmaanul musta’aanu ‘alaa maa tashifuun.

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.”

Doa kemenangan tersebut termaktub dalam surah Al Anbiya’ ayat 112. Adapun, ketika mendapat kemenangan bisa memanjatkan doa berikut ini.

Doa ketika Mendapat Kemenangan

أَحْمَدُ اللهُ العَظِيمَ وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعْمَةِ الَّتِي لَا تُحْصَى وَإِنَّ النَّصْرَ مِنْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلا بالله

Ahmadullaahal azhiima wa asykuruhu alaa niʼamihil latii laatuhshaa, wa innan nashra min indillaahi wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahi

Artinya: “Aku memuji pada Engkau ya Allah yang Maha Agung, serta aku bersyukur kepada-Nya atas kenikmatan-kenikmatannya yang tidak terhitung. Sesungguhnya kemenangan itu karena pertolongan Allah dan tiada daya melainkan dengan kekuatan-Mu, ya Allah.”

(kri/erd)



Sumber : www.detik.com

Doa ketika Merasa Dicurangi dan Dapat Perlakuan Zalim


Jakarta

Ada sejumlah doa yang bisa dipanjatkan ketika merasa dicurangi atau mendapat perlakuan zalim dari orang lain. Doa ini terdapat dalam Al-Qur’an yang dilafazkan para nabi dan kaumnya.

Salah satu nabi yang mengamalkan doa ini adalah Nabi Syu’aib AS. Kala itu, ia memohon keadilan kepada Allah SWT saat mendapat perlakuan curang dari kaumnya. Doa Nabi Syu’aib AS ini terdapat dalam surah Al A’raf ayat 89.

Berikut bacaan doanya.


Doa Nabi Syu’aib ketika Dicurangi

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفٰتِحِيْنَ

Rabbanaftaḥ bainanā wa baina qauminā bil-ḥaqqi wa anta khairul-fātiḥīn(a).

Artinya: “Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.”

Diceritakan dalam Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, Nabi Syu’aib AS mendapat ancaman dari kaumnya agar menghentikan dakwahnya atau ia akan diusir dari negerinya. Nabi Syu’aib AS menolak keinginan kaumya yang ingkar itu untuk kembali pada agama mereka.

Nabi Syu’aib AS berkata, “Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan besar kepada Allah jika kami kembali pada agamamu setelah Allah menyelamatkan kami darinya. Tidaklah patut kami kembali padanya, kecuali jika Allah Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal.” (QS Al A’raf: 89)

Setelah berkata demikian, Nabi Syu’aib AS memohon keadilan kepada Allah SWT dengan doa, “Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.” (QS Al A’raf: 89)

Doa Pasukan Nabi Daud saat Hadapi Lawan Tak Imbang

Selain Nabi Syu’aib, dalam Al-Qur’an juga terdapat doa pasukan Nabi Daud AS–yang saat itu tergabung dalam tentara Thalut–saat melawan pasukan Raja Jalut. Diceritakan dalam Tafsir Ibnu Katsir, kala itu tentara yang beriman berjumlah sedikit, sementara bala tentara Jalut sangat besar.

Mereka lantas memanjatkan doa mohon kesabaran dan keteguhan. Doa ini terdapat dalam surah Al Baqarah ayat 250. Berikut bacaan doanya.

رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Rabbanā afrig ‘alainā ṣabraw wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn(a).

Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.”

Doa Nabi Muhammad Mohon Kemenangan

Nabi Muhammad SAW juga memanjatkan doa untuk mohon keadilan kepada Allah SWT. Disebutkan dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, Rasulullah SAW memanjatkan doa ini untuk mohon kemenangan dalam setiap peperangan. Berikut bacaan doanya.

رَبِّ احْكُمُ بِالْحَقِّ وَرَبُّنَا الرَّحْمَنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ

Robbihkum bilhaqq, wa robbunar rohmaanul musta’aanu ‘alaa maa tashifuun.

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.”

Doa kemenangan tersebut terdapat dalam surah Al Anbiya ayat 112.

(kri/lus)



Sumber : www.detik.com

Pemimpin Akhir Zaman Akan Bicara Tanpa Ilmu, Ini Haditsnya


Jakarta

Rasulullah SAW menyebutkan sejumlah tanda kiamat dan beberapa di antaranya barangkali sudah terjadi. Salah satu tanda kiamat ini adalah diserahkannya urusan bukan pada ahlinya.

Hal tersebut mengacu pada sejumlah hadits yang termuat dalam kitab An Nihayah Fitan wa Ahwal Akhir az Zaman (Mukhtashar Nihayah al Bidayah) karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan. Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا وُسدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ


Artinya: “Apabila segala urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah datangnya kiamat.”

Dalam hadits lain dikatakan,

لا تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَسُودَ كُلَّ قَبيْلَةٍ رَدَالُهَا

Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi sebelum tiap-tiap kabilah dipimpin oleh orang-orang yang hina di antara mereka.”

Menurut sebuah hadits yang terdapat dalam Al-Masih Al-Muntazhar wa Nihayah Al-Alam karya Abdul Wahab Abdussalam Thawilah yang diterjemahkan oleh Subhanur, para pemimpin akhir zaman disebut berasal dari kalangan orang-orang bodoh yang berbicara tanpa ilmu. Diriwayatkan dari Abdullah bin Ash RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Allah SWT tidaklah mengangkat ilmu dengan mencabutnya dari diri manusia, tetapi ilmu diangkat dengan cara mewafatkan para ulama sehingga tidak ada seorang ulama pun, lalu manusia mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Jika mereka ditanya (tentang suatu urusan), mereka menjawab tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Hadits tentang orang bodoh yang menjadi pemimpin ini turut diriwayatkan Abu Umayyah Al-Jahmi RA. Ia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, “Di antara tanda-tanda kiamat–dalam riwayat lain ada tiga, salah satunya–(yaitu) ilmu diperoleh dari orang-orang lebih rendah (ilmunya).” (HR Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dan Al-Ausath)

Abdul Wahab Abdussalam Thawilah menjelaskan, maksud orang-orang yang lebih rendah ilmunya dalam hadits tersebut adalah para penuntut ilmu yang belum kapabel. Sehingga ketika ditanya tentang suatu masalah mereka menjawab tanpa berlandaskan ilmu bahkan ia tidak mengetahui apa yang ia bicarakan.

Hilangnya Amanah Para Pemimpin Akhir Zaman

Dalam Shahih Bukhari terdapat riwayat dari Abu Hurairah RA yang menyebut kiamat akan terjadi ketika amanah disia-siakan atau hilang. Hal tersebut terjadi ketika urusan diserahkan bukan pada ahlinya. Berikut bunyi haditsnya,

أَنْ أَعْرَابِيًّا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مَتَى السَّاعَةُ؟ فَقَالَ إِذَا ضُيِّعَتِ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أَوْ قَالَ مَا إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا تَوَسَّدَ الْأَمْرَ غَيْرُ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

Artinya: “Bahwasanya seorang Badui bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Kapankah terjadinya kiamat?’ Rasul menjawab, ‘Apabila amanat telah disia-siakan, maka tunggulah terjadinya kiamat.’ Badui itu bertanya juga, ‘Ya Rasul Allah, bagaimanakah disia-siakannya amanat itu?’ Rasul menjawab, ‘Apabila segala urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat’.”

Imam an-Nawawi menjelaskan dalam kitab Syarah-nya, hadits tersebut menjelaskan di antara tanda-tanda kiamat adalah orang-orang bodoh menjadi pemimpin umat Islam, baik dalam salat maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau mereka menjalankan ibadah dengan benar, mereka memperoleh pahala dan juga orang-orang yang mengikuti mereka. Tetapi jika mereka keliru, maka mereka saja yang menanggung dosa yang mereka lakukan,” jelas Imam an-Nawawi seperti disyarah oleh Musthafa Dib al-Bugha dkk dan diterjemahkan oleh Misbah.

Wallahu a’lam.

(kri/rah)



Sumber : www.detik.com

6 Dzikir Pembawa Rezeki dari Segala Penjuru yang Bisa Diamalkan


Jakarta

Terdapat beberapa macam dzikir pembawa rezeki yang bisa diamalkan setiap muslim. Dzikir ini bisa dipanjatkan setelah salat atau waktu-waktu mustajab lainnya.

Pada dasarnya, dzikir bisa diartikan sebagai pujian-pujian untuk Allah SWT maupun sebuah kegiatan untuk mengingat-Nya dengan menyebut asma-asma Allah SWT dengan tujuan mengingat dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Disebutkan dalam buku Zikir Pagi dan Petang Serta Shalat Wajib karya Muhammad Fadhlun Almahera, Rasulullah SAW menganjurkan untuk selalu berdzikir kepada Allah SWT karena dinilai sebagai ibadah dan sangat berpengaruh terhadap hati manusia.


Allah SWT memerintahkan dzikir sebagaimana dalam surah Ar-Ra’d ayat 28 yang berbunyi,

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ ٢٨

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

Salah satu manfaat berdzikir adalah dapat membawa rezeki bagi siapa saja yang mau mengamalkannya dan mendekatkan diri kepada-Nya. Ahmad Zacky El-Syafa dalam buku Amalan Sunah Pilihan Percepatan Rezeki menyebutkan ini karena Allah SWT peduli dan cinta kepada hamba-hamba-Nya yang saleh.

Allah SWT tidak akan membiarkan hamba-Nya yang selalu berdzikir dan mengingat-Nya dalam kesengsaraan menghadapi masalah rezeki yang tak kunjung datang.

Lantas apa saja dzikir pembawa rezeki yang bisa diamalkan? Berikut selengkapnya!

Dzikir Pembawa Rezeki

1. Istighfar

Dikutip dari buku Dahsyatnya Doa & Zikir karya Khoirul Amru Harahap dan Reza Pahlevi Dalimunthe selain dapat mengampuni dosa seseorang, dzikir istighfar juga mampu membawa rezeki bagi orang yang mengucapkannya. Berikut bacaannya:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهُ الْعَظِيمِ

Bacaan latin: astaghfirullah haladziim

Artinya: “Aku memohon maghfirah (ampunan) Allah Yang Mahaagung”

Istighfar sebagai dzikir pembawa rezeki didasarkan pada hadits Rasulullah SAW berikut ini.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَزِمَ الاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمْ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Bersabda “Barang siapa membiasakan beristighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitannya, dan kelapangan dari setiap kesusahannya, serta memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tak terduga.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

2. Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Dikutip dari buku Tak Henti Engkau Berlari Dikejar Rezeki Amalan-Amalan Dahsyat Sumber Kekayaan dan Kemakmuran karya Taufik, dzikir pembawa rezeki yang kedua adalah rangkaian dzikir atau wirid yang biasa dibaca setelah salat fardhu, yakni tasbih, tahmid, dan takbir.

Bacaan tasbih

سُبْحَانَ الله

Bacaan latin: Subhaana Allah

Artinya: “Maha Suci Allah.”

Bacaan tahmid

الْحَمْدُ للهِ

Bacaan latin: Alhamdulillah

Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

Bacaan takbir

اللَّهُ أَكْبَرُ

Bacaan latin: Allahu Akbar

Artinya: “Allah Maha Besar.”

Barang siapa yang membaca dzikir wirid ini secara istiqamah setiap setelah salat fardhu, maka Allah SWT akan melapangkan rezeki kepada hamba-Nya itu. Segala kebutuhan di dunia akan dimudahkan oleh-Nya, sehingga dalam kehidupan sehari-hari terasa ringan dan penuh berkah.

3. Dzikir Mohon Dipermudah dalam Mendapatkan Rezeki

Sayyid M. Dzikri H. dalam buku Dzikir, Wirid, Doa, dan Shalawat Sehari-Hari Sepanjang Tahun menyebutkan, dzikir pembawa rezeki yang ketiga adalah:

يَا حَيُّ يَا قَيُوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

Bacaan latin: Yaa hayyu yaa qayyuum birahmatika astaghiitsu.

Artinya: “Tuhan Yang Maha Hidup, Tuhan Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu, aku minta tolong.”

4. Dzikir Memohon Rezeki Didatangkan dari Segala Arah

يَا غَفَّارُ

Bacaan latin: Yaa ghaffaar.

Artinya: “Wahai Yang Maha Pengampun.”

5. Dzikir Meminta Datangnya Kekayaan

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Bacaan latin: Hasbunallaahu wa ni’mal wakiil.

Artinya: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami. Dan, Allah adalah sebaik-baik pelindung.”

6. Dzikir Pembuka Rezeki

يَا عَلِيُّ

Bacaan latin: Yaa ‘aliyyu.

Artinya: “Wahai Yang Maha Tinggi.”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

5 Doa agar Bertemu Bulan Ramadhan dan Artinya Sesuai Sunnah


Jakarta

Doa bertemu bulan Ramadhan bisa dibaca sebagai cara menyambut bulan suci bagi kaum muslimin. Dalam waktu kurang dari sebulan, umat Islam akan berjumpa dengan bulan Ramadhan.

Ramadhan identik dengan perintah puasa yang wajib dijalankan oleh kaum muslimin. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 183,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Mengutip buku Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk tulisan Gus Arifin, Ramadhan menjadi momentum mengasah jiwa untuk berpuasa dan melakukan amal kebajikan lainnya. Karenanya, Ramadhan harus disambut dengan suka cita.

Rasulullah SAW bersabda,

“Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kepada kamu sekalian untuk berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka Jahannam dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka siapa yang tidak berusaha untuk mendapatkan kebaikannya, maka luputlah semua kebaikannya.” (Muttafaq ‘Alaih).

Doa Bertemu Bulan Ramadhan: Arab, Latin dan Arti

Berikut sejumlah doa bertemu bulan Ramadhan yang dikutip dari buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah susunan Abdullah Zaedan dan buku Doa dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya M Quraish Shihab.

1. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Pertama

اللَّهُمَّ أَهْلُهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَ الْإِيْمَانِ وَ السَّلَامِ وَ الْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَ ارْضَى رَبِّي وَ رَبُّكَ اللَّهُ

Arab latin: Allahumma ahluh ‘alaynâ bil al-yumn wa al-îmân wa as-salâm wa al-islâm wa at-tawfiq limâ tuhibbu wa irdhâ Rabbi wa Rabbuk Allah.

Artinya: “Ya Allah hadirkanlah kepada kami bulan (Ramadhan) ini dengan keberkatan dan keimanan dan dengan damai dan Islam, serta bimbingan dan keberhasilan melakukan apa yang Engkau senangi. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.” (HR Tirmidzi)

2. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Kedua

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ إِنَّهُ قَدْ دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ وَجَعَلْتَهُ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ اللَّهُمَّ فَبَارِكْ لَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَصَلَوَاتِهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا

Arab latin: Bismillabir-rahmanir-rahim (i). Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa âli Muhammad. Allahumma innabu qad dakhala syahru ramadhan(a). Allahumma rabba syahri ramadhânal-ladzi anzalta fibil-qur’ân(a). Wa ja’altabu bayyinatin minal-buda wal-furqan (i). Allahumma fabárik lanâ fî syahra ramadhâna wa a’innâ ‘alâ shiyâmihi wa shalawatibi wa tagabbalbu minna

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, sungguh bulan Ramadhan telah tiba. Ya Allah, Tuhan Pemilik bulan Ramadhan, yang di dalamnya Engkau turunkan Alquran. Dan menjadikannya sebagai penjelas antara petunjuk dan pembeda. Ya Allah, berkatilah kami di bulan Ramadhan, bantulah kami dalam menunaikan puasanya dan salat serta terimalah amalan-amalan kami di dalamnya.”

3. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Ketiga

اللَّهم سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

Arab latin: Allaahumma sallimnii li-ramadhaana, wa sallim lii rama- dhaana, wa tasallamhu minnii mutaqabbalaa

Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku dengan selamat ke Ramadhan, sampaikan Ramadhan kepadaku, dan terimalah amalku di bulan Ramadhan.”

4. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Keempat

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Arab latin: Allaahumma ahlilhu ‘alainaa bil-yumni wal-iimaani was sa- laamati wal-islaami rabbii wa rabbukallaah

Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan tersebut kepada kami dengan berkah, iman, keselamatan, serta Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR Tirmidzi & Ahmad)

5. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Kelima

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَلَّ بِنَا فَأَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِأَمْنٍ وَأَمَانٍ وَصِحَّةٍ مِنَ السَّقَمِ وَبِالْفَرَاغِ مِنَ الشُّغْلِ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ حَتَّى يَنْقَضِيْ عَنَّا وَغَفَرْتَ لَنَا وَرَضِيْتَ عَنَّا

اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَصَّ فَسَلِّمْهُ لَنَا وَسَلِّمْنَا لَهُ فِي سُرُوْرٍ مِنْكَ وَعَافِيَةٍ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ وَبِقَبُوْلٍ مِنْكَ وَامْتِثَالِ أَمْرِكَ وَاجْتِنَابِ نَهْيِكَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْكَسَلَ وَالْفَتْرَةَ وَالسَّئَامَةَ وَارْزُقْنَا فِيْهِ الْخَيْرَ وَالْجَدَّ وَالِاجْتِهَادَ وَالْآجْرَ وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ كَمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى

Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma haadza syahru rama- dhaana qad halla binaa fa adkhilhu ‘alainaa bi-amnin wa amaanin wa sihhatin minas saqami wa bil-faraaghi minas syughli wa a’inna ‘alash shiyaami wal qiyaami wa qiraa-atil qur’aani hattaa yanqadhii ‘annaa wa ghafarta lanaa wa radhiita ‘anna

Allaahumma haadza syahru ramadhaana qad hashsha fa- sallimhu lanaa fii suruurin minka wa ‘aafiyatin. Allaahummar zuqnaa shiyaamahu wa qiyaamahu wa bi-qabuulin minka wam-titsaali amrika waj-tinaabi nahyika. Allaahummarfa’ ‘annal kasala wal fatrata was sa-aamata war zuqna fiihil khaira wal jadda wal ijtihaada wal ajra wal quwwata wan nasyaatha kamaa tuhibbu wa tardhaa

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan, sungguh ia (Ramadhan) telah tiba dalam kehidupan kami, maka masukkanlah ia (Ramadhan) dalam kehidupan kami dengan penuh ketenteraman, keamanan, dan kesehatan dari penyakit serta kesempatan yang jauh dari kesibukan. Bantulah kami untuk melakukan puasa dan ibadah di malam harinya, dan membaca Al-Qur’an hingga Ramadhan berlalu dari kehidupan kami, berilah kami ampunan dan keridhaan.

Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan, sungguh ia (Ramadhan) telah tiba waktunya, maka sampaikanlah ia bagi kehidupan kami dan sampaikanlah kami kepada Ramadhan dalam keadaan bahagia dan sehat sentosa. Ya Allah, berilah kami rezeki berupa kemampuan untuk berpuasa dan beribadah dan pengabulan puasa dari-Mu, melaksanakan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Ya Allah, hilangkanlah dari diri kami rasa malas untuk berpuasa, ketidakberdayaan, rasa bosan, berilah kami rezeki di bulan Ramadhan berupa kebaikan, kesungguhan, keseriusan, pahala, kekuatan, semangat sebagaimana yang Kau cintai dan Kau ridhai.”

Itulah beberapa doa bertemu bulan Ramadhan untuk menyambut bulan suci. Jangan lupa diamalkan, ya!

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Tawasul Yasin Lengkap dengan Arab, Latin dan Arti


Jakarta

Tawasul Yasin adalah bacaan doa yang dipanjatkan sebelum yasinan. Tawasul sendiri berasal dari kata al-wasilah yang artinya menyampaikan dan mendekatkan kepada sesuatu.

Mengutip buku Tiga Permata Agama: Kajian Ushul dan Furu Surat Al-Fatihah susunan Dian Erwanto, tawasul termasuk ke dalam amalan yang disyariatkan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Di Indonesia, tawasul disebut sebagai jembatan penghubung untuk bisa sampai ke junjungan Nabi SAW.

Tawasul dimaknai sebagai metode untuk berdoa dan membuka pintu-pintu yang mengarah kepada Allah SWT. Tawasul juga diartikan sebagai cara berdoa kepada Allah SWT dengan melibatkan orang yang dicintai-Nya, seperti nabi, wali, atau tokoh agama. Tentunya dibaca dengan tetap mengharapkan pertolongan hanya dari Allah SWT semata.


Bacaan Tawasul Yasin

Dijelaskan oleh M N Ibad melalui karyanya yang bertajuk Dzikir Agung Para Wali Allah, tawasul menjadikan wasilah memiliki kedudukan dan kemuliaan di sisi Allah SWT. Tawasul bisa dimulai dengan membaca surat Al Fatihah, ayat kursi, tahlil, istighfar, sholawat, dan semacamnya.

Berikut bacaan tawasul Yasin sebagaimana merujuk pada sumber yang sama.

1. Pembukaan Tawasul Yasin

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Arab latin: Bismillahirahmanirrahim. Ilaa hadhratin nabiyyi shalallahu ‘alaihi wasallama wa aalihi wa shahbihi syaiun lillaahi lahumul faatihah.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua.”

2. Tawasul Yasin kepada Para Nabi, Rasul dan Orang Saleh

ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدنَا الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَلْفَاتِحَة

Arab latin: Tsumma ilaa hadrati ikhwaa nihi minal anbiyaa-i wal mursalin wal awliya-i wasy-syuhadaa-i wash-sholihina wash-shohabati wattaa bi’ina wal ‘ulamaa-i wal mushonnifina wa jami’il malaa ikatil muqorrobin khushuson sayyidnaa assyaikhi i’bdilqodir aljailani radhiyallahu ‘anhu Al-Fatihah…

Artinya: “Selanjutnya, kami berdoa untuk seluruh sahabat dan keluarga Nabi, para wali, syuhada, orang-orang sholeh, sahabat-sahabat Nabi dan generasi sesudahnya, para ulama, pengarang-pengarang yang ikhlas, serta para malaikat yang selalu mendekat kepada Allah. Dan yang terutama, kami menghaturkan doa Al-Fatihah untuk penghulu kami, Sheikh Abdul Qodir Al Jailani. Al-Fatihah…”

3. Tawasul Yasin kepada Ahli Kubur

ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ إلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اَلْفَاتِحَة…. (Nama arwah yang dikirimi hadiah tahlil) اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا

Arab latin: Tsumma ilaa jamii’i ahlil kuburi minal muslimiina wal muslimati wal mu’minina wal mu’minati min masyariqil ardhi ilaa maghari biha barrihaa wa bahri ha khushuu shon abaa anaa wa ummahaa tinaa wa ajdaa danaa wa jaddaa tina wa masyaa yikhana wa masyaa yikha masyaa yikhinaa wa limanij tama’naa hahunaa bisababihi wa khushuson … (sebutkan nama orang yang dituju) Al-Fatihah

Artinya: “Selanjutnya, kepada semua ahli kubur dari kalangan kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan. Dan kepada kaum mukminin, baik laki-laki maupun perempuan, yang tersebar dari wilayah timur hingga barat, baik di darat maupun di laut. Khususnya, doa ini kami tujukan untuk bapak-bapak kami, para ibu kami, nenek-nenek kami baik yang laki-laki maupun perempuan, juga untuk para guru besar kami dan para guru besar mereka, guru-guru kami, para gurunya guru kami, serta kepada semua yang telah menyebabkan kami berkumpul di sini. Dan khususnya untuk arwah …(sebutkan nama si mayit)… Al-Fatihah.”

Itulah doa tawasul Yasin. Setelah membacanya, kaum muslimin bisa melanjutkannya dengan surat Yasin.

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa agar Dijauhkan dari Ain, Pandangan Mata yang Menyebabkan Penyakit


Jakarta

Rasulullah SAW mengajarkan doa yang bisa dibaca umat Islam agar dijauhkan dari ain. Ain adalah penyakit yang berasal dari pandangan mata orang yang hasad yakni merasa iri dan dengki.

Hadits Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ain adalah sebuah penyakit yang nyata. Melalui dalilnya pula, Rasulullah SAW mengajarkan doa agar senantiasa dilindungi Allah SWT dan dijauhkan dari ain.

Mengutip buku Ruqyah Online Solusi Ditengah Pandemi oleh Ahmad Ahid, Lc, MSI dijelaskan kata ain secara bahasa, berasal dari Bahasa Arab yang artinya penglihatan (mata) atau pandangan. Secara istilah, ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata seorang yang hasad (dengki, iri). Orang yang dengan matanya menyebabkan penyakit pada orang lain disebut dengan ain, dan orang yang sakit karena pandangan mata orang lain disebut dengan ma’in.


Hasad menjadi penyebab utama terjadinya penyakit pada diri orang lain. Bagi seorang yang memiliki penyakit hasad, ia tidak akan pernah merasakan bahagia sebelum orang lain menderita atau ia akan merasakan menderita saat orang lain merasakan kebahagiaan.

Ain memang berasal dari pandangan mata namun pandangan yang berasal dari jiwa seorang yang hasad. Sementara pandangan tanpa hasad tidak akan menyebabkan penyakit ain.

Doa agar Terhindar dari Ain

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, ada sebuah hadits yang berisi doa untuk dipanjatkan kepada Allah SWT agar terhindar dari penyakit ain, di mana dahulu Nabi SAW seringkali men-ta’widz (memohon perlindungan) bagi cucunya, Hasan dan Husain.

Berikut doa terhindar dari penyakit ain yang Nabi Muhammad SAW baca,

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Arab latin: U’iidzuka bikalimatillahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin

Artinya: “Aku memohon perlindungan kepada Allah untuk kamu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan dan binatang yang berbahaya serta dari ain yang mencela.” (HR Bukhari [3371], dari Ibnu Abbas)

Kata ‘u’iidzuka’ ditunjukkan bagi laki-laki, sementara perempuan menggunakan kata ‘u’iidzuki’.

Kemudian bisa juga membaca doa berikut agar terhindar dari penyakit ain,

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq.

Artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan ciptaan-Nya. (HR Muslim dan Ibnu Sinni).

Merangkum Majalah Kesehatan Muslim: Lebih Dekat Tentang Khitan karya dr. Raehanul Bahren dkk, disebutkan bahwa doa ini dapat dibaca kapanpun untuk menjaga diri maupun anak-anak dari penyakit ain.

Dalil tentang Penyakit Ain

Penyakit ain disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Ibnu Abbas,

العَيْنُ حَقٌّ، وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ القَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ

Artinya: “Ain adalah hak (benar). Seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya ain-lah yang bisa mendahuluinya.” (HR Muslim & Tirmidzi)

Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi menjelaskan, “Hadits ini mengandung makna perkara ain itu adalah benar adanya, dan penyakit ain mempunyai kekuatan yang membahayakan.”

Lebih lanjut dikemukakan, “Walau begitu, segala sesuatu itu semuanya berdasarkan takdir Allah SWT, sehingga tiada yang terjadi kecuali sesuai takdir-Nya. Karena itu, bahaya ain juga tidak akan terjadi kecuali dengan takdir-Nya.”

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Kebanyakan orang yang meninggal dari umatku setelah keputusan Allah dan takdirnya adalah disebabkan oleh ain.”

Abu Umamah bin Sahl menceritakan kondisi ayahnya yang sakit karena ain dari kekaguman seseorang terhadap dirinya, ia mengatakan,

“Suatu saat bapakku, Sahl bin Hunaif mandi di al-Kharrar. Ia membuka jubah yang ia pakai, dan ketika itu Amir bin Rabi’ah melihat Sahl yang putih dan indah kulitnya. Maka Amir berkata, “Aku tidak pernah melihat kulit yang indah seperti yang aku lihat hari ini, bahkan mengalahkan kulit seorang gadis.” Maka Sahl sakit seketika di tempat itu dan sakitnya bertambah parah.

Kemudian Amir mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan, “Sahl sakit dan tidak ikut pergi bersama engkau wahai Rasulullah.” Maka Rasulullah SAW mendatangi Sahl, lalu Sahl menceritakan apa yang dilakukan oleh Amir bin Rabiah, kemudian Rasulullah mengatakan, “Atas dasar apa seseorang membunuh saudaranya? Mengapa kamu tidak mendoakan keberkahan baginya?” Maka Amir bin Rabiah berwudhu kemudian bekas air wudhunya disiramkan ke Sahl, maka Sahl sembuh dan dapat pergi bersama Rasulullah.” (HR Ibnu Hibban)

Selain dapat mengenai makhluk hidup, ain juga dapat mengenai benda mati. Benda mati yang terkena ain juga dapat mengakibatkan rusak atau hancur secara tiba-tiba.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dan menjauhkan dari ain. Aamiin.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Tahlil Ziarah Kubur Singkat dan Susunan Bacaannya


Jakarta

Pada dasarnya, tahlil dibaca untuk orang yang telah meninggal dunia. Terdapat dua versi doa, yaitu tahlil ziarah kubur singkat dan panjang.

Tahlil terdiri atas kumpulan doa yang disusun para ulama. Doa ini mencakup ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW.

Mengutip buku Hidangan Ilahi tulisan M Quraish Shihab, penamaan tahlil karena inti dari kalimat yang dibaca dalam susunan doanya adalah lafaz tahlil, yaitu ‘Laa ilaaha illallaah’. Tahlil dibaca untuk mengantar sekaligus mendoakan jenazah.


Sementara itu, ziarah kubur merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia. Dijelaskan dalam buku A-Z Ziarah Kubur dalam Islam karya Firman Arifandi, ziarah kubur artinya mengunjungi dari kerabat, kawan, saudara, atau siapa pun.

Dalil mengenai ziarah kubur tercantum dalam sebuah hadits,

“Aku melarang kalian berziarah kubur, tetapi sekarang silahkan ziarah kubur.” Dalam riwayat lain: “Barang siapa yang hendak ziarah kubur silahkan, karena ziarah kubur dapat mengingatkan akan akhirat.” (HR Muslim)

Lantas, seperti apa bacaan tahlil ziarah kubur singkat?

Doa Tahlil Ziarah Kubur Singkat

Berikut bacaan doa tahlil ziarah kubur singkat seperti dinukil dari Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa Yasin, Tahlil, Doa Haji & Umrah tulisan Ibnu Watiniyah.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا تُحْصِي ثَنَاءَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ قَبْلَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَابِما أَبَدًا

Arab latin: Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin hamday yuwaafii ni-amahu wa yukaafi-u maziidah. Yaa rabaanaa lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanik. Subhaanaka laa tuhshii tsanaa-a ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika falakal hamdu qablar ridha wa lakal hamdu badar ridha wa lakal hamdu idzaa radhiita annaa daa-iman abadaa.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu.”

Susunan Doa dan Bacaan Tahlil

Merujuk pada sumber yang sama, berikut susunan doa dan bacaan tahlil yang dapat menjadi pedoman kaum muslimin.

1. Membaca surat Al Fatihah
2. Membaca surat Al Ikhlas sebanyak 3 kali
3. Membaca surat Al Falaq
4. Membaca surat An Nas
5. Kembali membaca surat Al Fatihah
6. Dilanjutkan dengan surat Al Baqarah ayat 1-5,

الۤمّۤ ۚ ١ ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ ٢ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ ٣ وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ ٤ اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ٥

Arab latin: Alif lām mīm. Żālikal-kitābu lā raiba fīh(i), hudal lil-muttaqīn(a). Al-lażīna yu’minūna bil-gaibi wa yuqīmūnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqūn(a). Wal-lażīna yu’minūna bimā unzila ilaika wa mā unzila min qablik(a), wabil-ākhirati hum yūqinūn(a). Ulā’ika ‘alā hudam mir rabbihim wa ulā’ika humul-mufliḥūn(a).

Artinya: “Alif Lām Mīm. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

7. Kemudian membaca surat Al Baqarah ayat 163 dengan bunyi sebagai berikut,

وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ ࣖ ١٦٣

Arab latin: Wa ilāhukum ilāhuw wāḥid(un), lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm(u).

Artinya: “Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

8. Dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi

9. Membaca surat Al-Baqarah ayat 284-286,

لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ٢٨٤ اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ٢٨٥ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ ٢٨٦

Arab latin: Lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa in tubdū mā fī anfusikum au tukhfūhu yuḥāsibkum bihillāh(u), fayagfiru limay yasyā’u wa yu’ażżibu may yasyā'(u), wallāhu ‘alā kulli syai’in qadīr(un). Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu’minūn(a), kullun āmana billāhi wa malā’ikatihī wa kutubihī wa rusulih(ī), lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih(ī), wa qālū sami’nā wa aṭa’nā, gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr(u). Lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu’ākhiżnā in nasīnā au akhṭa’nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa’fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).

Artinya: “Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.’ Mereka juga berkata, ‘Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.’ Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) ‘Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.’

10. Istighfar sebanyak 3 kali
11. Membaca hadits keutamaan tahlil,

اَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ اَنَّهُ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَيٌّ مَوْجُوْدٌ

Arab latin: Afdhaludz dzikri fa’lam annahu laa ilaaha illallaah, hayyun maujuud

Artinya: “Sebaik-baik dzikir-ketahuilah-adalah lafal ‘La ilāha illallāh’, tiada tuhan selain Allah, Dzat yang hidup dan ujud.”

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَيٌّ مَعْبُوْدٌ

Arab latin: Laa ilaaha illallaahu hayyun ma’buud.

Artinya: “Tiada tuhan selain Allah, dzat yang hidup dan disembah.”

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَىٌّ بَاقٍ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ

Arab latin: Laa ilaaha illallaahu hayyun baaqil ladzii laa yamuut.

Artinya, “Tiada tuhan selain Allah, dzat kekal yang takkan mati.”

12. Dilanjutkan dengan membaca tahlil sebanyak 100 kali,

لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ

Arab latin: Laa ilaaha illallaah

Artinya: “Tiada tuhan selain Allah.”

13. Membaca dua kalimat syahadat
14. Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 3 kali,

اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Arab latin: Allahumma shalli ‘ala sayyidinaa muhammad, Allahumma shalli ‘alaihi wa sallim.

Artinya, “Ya Allah, limpahkan sholawat untuk Sayyidina Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, limpahkan sholawat dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW).”

اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Arab latin: Allahumma shalli ‘ala sayyidinaa muhammad yaa rabbi shalli ‘alaihi wa sallim.

Artinya, “Ya Allah, limpahkan sholawat untuknya (Nabi Muhammad SAW). Tuhanku, limpahkan sholawat dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW).”

15. Membaca kalimat tasbih 10 kali,

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Arab latin: Subhaanallaahi wa bihamdihi subhaanallaahi wa bihamdihi.

Artinya: “Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya.”

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Arab latin: Subhaanallaahi wa bihamdihi, subhaanallaahil ‘adzhiimi wa bihamdihi.

Artinya: “Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah yang maha agung dan dengan memuji-Nya.”

16. Membaca sholawat nabi sebanyak 3 kali,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ اَجْمَعِيْنَ

Arab latin: Alahumma shalli ‘alaa habiibika sayyidinaa muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim ajma’iin.

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah rahmat dan kesejahteraan untuk kekasih-Mu, yaitu pemimpin kami, Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya semua.”

Itulah doa tahlil ziarah kubur singkat dan susunan bacaannya. Semoga bermanfaat.

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com