All posts by admin

Doa Istighosah Lengkap saat Minta Pertolongan Allah SWT


Jakarta

Doa istighosah adalah doa istimewa untuk memohon pertolongan, ampunan, dan rahmat Allah SWT. Sebab itulah, doa istighosah dapat dibaca oleh umat Islam jika dalam keadaan yang sulit seperti terkena bencana.

Merujuk buku Surat Yaasiin Tahlil dan Istighosah oleh Zainuri Ihsan dan Mochtar Hidayat, istighosah disebutkan dalam hadits nabi. Rasulullah SAW bersabda, “Matahari akan mendekat ke kepala manusia di hari kiamat, sehingga keringat sebagian orang ke luar hingga mencapai separuh telinganya, ketika mereka berada pada kondisi seperti itu mereka beristighosah (meminta pertolongan) kepada Nabi Adam, kemudian kepada Nabi Musa kemudian kepada Nabi Muhammad.” (HR Bukhari)

Istighosah dibagi menjadi tiga macam, yaitu istighosah yang diperintahkan, yaitu istighosah kepada Allah SWT; istighosah yang diperbolehkan, yaitu istighosah kepada seseorang yang mempunyai sifat hayyun (hidup), hadir (ada di hadapan), dan qadir (mampu); istighosah yang dilarang, yaitu istighosah selain kepada Allah SWT yang tidak memiliki sifat hayyun, hadir, dan qadir.


Lantas, bagaimana doa istighosah? Berikut doa istighosah lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan artinya.

Doa Istighosah Lengkap dalam Arab, Latin, dan Artinya

Seperti yang dinukil dari buku Surah Yasin Tajwid Warna & Tahlil Plus dan Ayat-ayat Rezeki terbitan Shahih dan NU Online, berikut bacaan doa istighosah lengkap sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon pertolongan-Nya.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ

Bacaan latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَٰلَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿٣﴾ مَٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ ﴿٥﴾ اِهْدِنَا الصِّرَٰطَ الْمُسْتَقِيْمَ ﴿٦﴾ صِرَٰطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّيْنَ ﴿٧﴾

Bacaan latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Ar rahmaanir rahiim. Maaliki yaumiddin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaalliin.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah. Dan hanya kepada Engkaulah pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat, semoga engkau kabulkan permohonan kami,”

أَسْتَغْفِرُ ٱللّٰهَ الْعَظِيْمَ

Bacaan latin: Astaghfirullahal’adzhiim. (3x)

Artinya: “Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Bacaan latin: Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘alayyil ‘adziim. (3x)

Artinya: “Tiada daya untuk menjauhi maksiat kecuali dengan pemeliharaan Allah dan tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah,”

أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Bacaan latin: Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad (3x)

Artinya: “Ya Allah. Limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya,”

لَا إلهَ إلَّا أنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Bacaan latin: Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu mina dzoolimiin (40x)

Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sungguh aku termasuk orang-orang yang telah berbuat zalim,”

يَا اَللّٰهُ يَا قَدِيْمُ

Bacaan latin: Yaa Allah yaa qodiim. (33x)

Artinya: “Wahai Allah, wahai Dzat yang ada tanpa permulaan,”

يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ

Bacaan latin: Yaa samii’u yaa bashiir (33x)

Artinya: “Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat,”

يَا مُبْدِعُ يَا خَالِقُ

Bacaan latin: Yaa mubdi’u yaa kooliqu (33x)

Artinya: “Wahai Dzat yang mewujudkan sesuatu dari tidak ada, wahai Dzat Yang Maha Pencipta,”

يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ ياَ اللّٰهُ

Bacaan latin: Yaa haafidzu ya nashiiru yaa wakiilu Yaa Allah (33x)

Artinya: “Wahai Dzat yang memelihara dari keburukan dan kebinasaan, wahai Dzat Yang Maha Menolong, wahai Dzat yang menjamin rizki para hamba dan mengetahui kesulitan-kesulitan hamba, ya Allah,”

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

Bacaan latin: Yaa hayyu yaa qoyyuumu birohmatika astaghiitsu (33x)

Artinya: “Wahai Dzat Yang Hidup, yang terus menerus mengurus makhluknya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan-Mu,”

يَا لَطِيْفُ

Bacaan latin: Yaa lathiif (41x)

Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,”

أسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ إنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

Bacaan latin: Astaghfirullaahal ‘adziim innahu kaana ghoffaaroo (33x)

Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, sungguh Allah Dzat Yang Maha Pengampun,”

أللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيْلَتِي أدْرِكْنِي يَا اَللّٰهُ يَا اَللّٰهُ يَا اَللّٰهُ

Bacaan latin: Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin qod dhooqot hiilatii adriknii, Ya Allah Ya Allah Ya Allah

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kemuliaan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sungguh telah habis daya dan upayaku maka tolonglah kami, Ya Allah Ya Allah Ya Allah,”

أللّهُمَّ صَلِّي صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Bacaan latin: Allahumma sholi sholaatan kaamilatan wasallim salaaman taamman ‘alaa sayyidina muhammadinil ladzii tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tuqdhoo bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-roghoo-ibu wa husnul khowaatimi wa yustasqol ghomaamu bi wajhihil kariimi wa ‘alaa aalihii wa shohbihii fii kulli lamhatin wa nafasin bi ‘adadi kulli ma’luumin laka.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau,”

يَا بَدِيْعُ

Bacaan latin: Yaa badii’u (41x)

Artinya: “Wahai Dzat yang menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya,”

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Bacaan latin: Hasbunallahu wani’mal wakiil (33x)

Artinya: “Cukup bagi kami Allah, dan Dia sebaik-baik penolong.”

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa Setelah Baca Yasin saat Ziarah Kubur



Jakarta

Terdapat doa yang dibaca saat melakukan ziarah kubur. Doa ini bisa dipanjatkan usai membaca surah Yasin.

Berdoa ketika ziarah kubur merupakan kebiasaan Rasulullah SAW semasa hidup. Beliau juga menganjurkan umat Islam untuk melakukan ziarah kubur, keutamaannya yakni agar mengingat pada kematian serta memberikan doa kepada ahli kubur.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:


مَا مِنْ رَجُلٍ يَزُورُ قَبْرَ أَخِيهِ وَيَجْلِسُ عِنْدَهُ، إِلَّا اسْتَأْنَسَ بِهِ وَرَدَّ عَلَيْهِ حَتَّى يَقُومَ

Artinya: “Tak seorang pun yang berziarah ke makam saudaranya dan duduk di dekatnya, kecuali saudaranya itu terhibur (dengan kedatangannya) dan menjawab (salamnya) hingga ia meninggalkan tempatnya.”

Dalam hadits lain yang diceritakan dari Buraidah bin al-Hashib RA, disebutkan,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Sesungguhnya dahulu aku telah melarang kalian berziarah kubur, maka kini ziarahilah kuburan (karena yang demikian dapat mengingatkan kalian kepada akhirat) (dan dengan menziarahi kubur adalah menambah kebaikan). (Barangsiapa yang berkehendak untuk menziarahinya, maka ziarahilah, dan jangan kalian mengucapkan kata kata yang bathil.)” (HR. Muslim, Abu Dawud, Baihaqi, an-Nasa’i, dan Ahmad).

Doa Setelah Membaca Yasin saat Ziarah Kubur

Ada beberapa amalan yang bisa dikerjakan ketika ziarah kubur, termasuk salah satunya membaca surah Yasin.

Para ulama dalam buku Doa & Dzikir untuk Ibu Hamil karya K. Akbar Saman juga menyatakan bahwa surah Yasin merupakan salah satu doa yang dapat dibaca saat ziarah kubur.

Di dalam kitab Rouh al-Bayan dijelaskan bahwa, “Orang yang memasuki area pemakaman, kemudian ia membaca surah Yasin, maka Allah akan meringankan siksa kuburnya.”

Setelah membaca surah Yasin, lanjutkan dengan rangkaian surah pendek dengan rangkaian membaca surah Al-Qadr sebanyak 7 kali, Al Fatihah 3 kali, Al Falaq 3 kali, An Nas 3 kali, Al Ikhlas 3 kali, dan Ayat Kursi 3 kali.

Selanjutnya membacakan doa untuk ahli kubur. Mengutip kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi, berikut doa yang dapat dibaca:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Arab latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka,” (HR Muslim)

Keutamaan Ziarah Kubur

Mengutip buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu : Amalan-amalan Dahsyat Untuk Orangtua yang sudah Meninggal karya Muhammad Abdul Hadi dijelaskan beberapa keutamaan ziarah kubur.

Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya Nashaihul Ibad menuturkan empat macam motivasi orang yang melakukan ziarah kubur. Pertama, ziarah kubur dengan tujuan untuk mengingat mati dan akhirat. Kedua, ziarah kubur dengan tujuan untuk mendoakan orang yang ada di dalam kuburan. Ketiga, ziarah kubur dengan motivasi untuk tabarruk atau mendapatkan keberkahan dan yang terakhir, ziarah kubur dengan motivasi memenuhi hak ahli kubur orang yang diziarahi seperti ziarah ke makam kedua orang tua.

1. Diampuni dosanya

Sebagaimana yang terdapat dalam kitab al-Mu’jam al-Kabir lit Tabhrani juz 19:

حدثنا محمد بن أحمد أبو النعمان بن شبل البصري, حدثنا أبى, حدثنا عم أبى محمد بن النعمان عن يحي بن العلاء البجلي عن عبد الكريم أبى أمية عن مجاهد عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “من زار قبر أبويه أو احدهما فى كل جمعة غفر له وكتب برا

Artinya: “Rasulullah bersabda: Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan ia tercatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya” (HR Abu Hurairah).

2. Mendoakan mayat

Pada hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Rasulullah SAW bersabda,

ما الْمَيّتُ في القَبْرِ إلاّ كالْغَرِيْق الْمُتَغَوِّثِ يَنتَظِرُ دَعْوَةً تَلحَقُه مِن أبٍ أوْ أُمٍّ أوْ أخٍ أوْ صَدِيقٍ فإذا لَحِقَتْه كانَتْ أحَبَّ إليه مِن الدُّنيا ومَا فيها وإنَّ اللهَ عزّ وجلّ لَيُدخِلُ على أهْلِ القُبُورِ مِن دُعاءِ أهْلِ الأَرْضِ أمْثَالَ الجِبالِ وإنَّ هَديَّةَ الأَحْيَاءِ إلى الأَمْوَاتِ الاِسْتِغفارُ لهم

Artinya: “Seorang mayat dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang memohon pertolongan. Ia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya, maka itu lebih disukainya daripada dunia dan seisinya. Dan sesungguhnya, Allah menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah memohon istighfar kepada Allah SWT untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka” (HR. Ad-Dailami).

3. Agar mengingat kematian

Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa ziarah kubur dapat mengingatkan manusia dengan kematian dan adanya kehidupan akhirat.

Diriwayatkan oleh sahabat Buraidah RA, Rasulullah SAW bersabda,

قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ، فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَةَ

Artinya: “Aku pernah melarang kalian berziarah kubur. Sekarang telah diizinkan untuk Muhammad menziarahi makam ibunya. Maka berziarahlah karena berziarah kubur itu dapat mengingatkan dengan akhirat” (HR. Tirmidzi).

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Bulan Syaban untuk Meminta Umur Sampai pada Ramadhan


Jakarta

Bulan Syaban adalah salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah karena berdekatan dengan bulan suci Ramadhan. Rasulullah SAW bahkan pernah mengajarkan doa bulan Syaban menjelang Ramadhan sebagai amalan untuk menyambutnya.

Kemuliaan tentang bulan Syaban ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya. Rasulullah SAW bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ


Artinya: “Bulan Syaban–bulan antara Rajab dan Ramadhan–adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR Nasa’i)

Di samping itu, sejumlah hadits menjelaskan, bulan Syaban adalah waktu yang mulia untuk berpuasa sunnah menjelang Ramadhan. Keterangan ini didasarkan dari Anas ibn Malik saat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang puasa yang paling utama. Rasulullah SAW kemudian menjawab, “Puasa Syaban sebagai penghormatan untuk menyambut puasa Ramadhan.” (HR Tirmidzi)

Untuk itu, alangkah baiknya bila muslim dapat menyambut bulan Syaban dengan membaca doa seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dari riwayat Anas bin Malik RA, berikut bacaan doanya.

Doa Bulan Syaban Menjelang Ramadhan

أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

Bacaan latin: Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana wa balighna ramadhana

Artinya: “Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadhan.”

Bacaan doa di bulan Syaban diambil dari dalam hadist termaktub dalam Kitab Mishkat Al Masabih oleh al-Imam al-Baghawi terjemahan Yunus Ali Al-Muhdhor. Berikut haditsnya,

عَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ» قَالَ: وَكَانَ يَقُولُ: «لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ لَيْلَةٌ أَغَرُّ وَيَوْمُ الْجُمُعَةِ يَوْمٌ أَزْهَرُ»

Artinya: Anas mengatakan saat Rajab datang Rasulullah SAW berkata, “Ya Allah SWT berkahilan kami di Rajab dan Syaban serta bawalah kami hingga Ramadhan.” Dia juga mengutip Rasulullah SAW saat mengatakan, “Kamis malam adalah saat yang sangat terang dan Jumat adalah hari yang bersinar.”

Sheikh Ibnu Rajab berpendapat riwayat ini menganjurkan muslim untuk memohon panjang umur dengan niat untuk menambah kebaikan dan beramal saleh di masa mendatang.

Dikutip dari buku Ringkasan Shahih Muslim susunan Zaki Al-din ‘abd Al-azhim Al-mundziri, selain memanjatkan doa, bulan Syaban juga dapat diisi dengan mengqadha puasa Ramadhan sebelumnya yang ditinggalkan karena uzur tertentu. Istri Rasulullah SAW, Aisyah RA, bahkan diketahui pernah mengganti puasa pada bulan Syaban.

Berikut bunyi haditsnya dari riwayat Abu Salamah RA dalam Kitab Puasa,

سَمِعْتُ عَائِشَةَ رضي اللهُ عَنْهَا تَقُولُ : كَانَ يَكُونُ عَلَى الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا اسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ ، الشَّغُلُ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: Saya mendengar Aisyah berkata, “Puasa wajib yang saya tinggalkan pada bulan Ramadhan pernah tidak bisa saya ganti, kecuali pada bulan Syaban karena sibuk melayani Rasulullah SAW.” (HR Muslim)

Hari-hari terakhir Sya’ban 1445 H bertepatan dengan 10-11 Maret 2024 (29-30 Sya’ban) sebagaimana dikutip dari Kalender Hijriah Indonesia 2024 susunan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag. Hal ini dapat dijadikan acuan sebagai batas waktu untuk melunasi utang puasa Ramadhan.

(rah/lus)



Sumber : www.detik.com

4 Doa Penyembuh Segala Penyakit dari Rasulullah SAW


Jakarta

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit semasa hidupnya. Ketika sakit, umat Islam tentu memohon agar disembuhkan. Ada sejumlah doa penyembuh segala penyakit yang dapat dipanjatkan.

Berdoa menjadi salah satu ikhtiar memohon kesembuhan selain mendatangi ahli medis. Mengutip buku Bimbingan Orang Sakit oleh Saiful Hadi El-Sutha, apabila kaum muslimin dapat menyikapi sakit yang ia derita dengan sabar sekaligus berserah diri kepada Allah SWT niscaya sakitnya akan menjadi berkah. Setidaknya ada beberapa hadits yang menjelaskan terkait sakit sebagai penggugur dosa.

Bahkan dalam sebuah hadits, dikatakan sakit dapat menjadi penggugur dosa. Diriwayatkan oleh Al Hakim, Nabi Muhammad SAW bersabda,


“Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menguji hamba-Nya dengan penyakit hingga penyakitnya itu akan menghapus segala dosa darinya.” (HR Al Hakim)

4 Doa Penyembuh Segala Penyakit

Berikut doa penyembuh segala penyakit yang dapat dibaca seperti dikutip dari buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun tulisan Adi Tri Eka dan buku 5 Shalat Pembangun Jiwa oleh Nasrudin Abd Rohim.

1. Doa Penyembuh Segala Penyakit Versi Pertama

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِوَالْفَقْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Arab latin: Allaahumma ‘aafinii badanii, allaahumma ‘aafinii fii sama ‘ii, allahumma ‘aafinii fii basharii. Allaahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqri. Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri la ilaaha illaa anta

Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah badanku. Ya Allah, sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah, sembuhkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan selain engkau.” (HR Abu Daud)

2. Doa Penyembuh Segala Penyakit Versi Kedua

Dari Utsman bin Abil ‘Ash bahwa ia mengadu kepada Rasulullah perihal penyakit yang ia rasakan pada tubuhnya. Rasulullah SAW pun memerintahkannya membaca doa berikut.

(3x) بِسْمِ اللَّهِ

(7x) أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Arab latin: Bismillah (3x), a’uudzu bi’izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)

Artinya: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku takuti.”

3. Doa Penyembuh Segala Penyakit Versi Ketiga

Doa penyembuh segala penyakit selanjutnya dibaca Nabi SAW ketika meruqyah salah seorang sahabatnya.

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

Arab latin: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

Artinya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau,”

4. Doa Penyembuh Segala Penyakit Veris Keempat

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ ولا إل أحد منان ناس

Arab latin: Yaa hayyun, yaa qayyuumun, birahmatika istaghiitsu, ashlih lii sya’nii kullahuu, wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin, wa laa ilaa ahadin minan naas.

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Kekal, hanya dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh kondisiku, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dari-Mu). Dan jangan Engkau biarkan aku bergantung kepada siapapun dari manusia.” (Ath Thabrani, Al-Mu’jamu ash-Shaghir lith Thabrani, Juz 2 [Mesir: Muwaqi’u Jaamil Hadits])

Itulah sejumlah doa penyembuh segala penyakit yang dapat dibaca. Jangan lupa diamalkan, ya!

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa Sholat Tahajud yang Mustajab agar Dikabulkan Allah SWT


Jakarta

Sholat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dikerjakan. Sebab, sholat tahajud yang pengerjaannya perlu didahului dengan tidur memiliki banyak keberkahan dan pahala berlimpah, terutama diakhiri dengan bacaan doa sholat tahajud.

Pasalnya, sholat tahajud dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Waktu tersebut bertepatan dengan waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ


Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepadaKu akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepadaKu akan kuberikan, orang yang meminta ampunan dariKu akan Kuampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

Lalu, apa doa yang harus dibaca setelah sholat tahajud?

Doa setelah Sholat Tahajud Lengkap dan Artinya

Dikutip dari buku Doa-doa Mustajab oleh Abu Qalbina, setelah seluruh rangkaian sholat tahajud selesai dan mengucap salam, muslim bisa membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW berdasarkan riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim sebagaimana berikut.

اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa’dukal haqq. Wa liqâ’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ’atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Keutamaan Sholat Tahajud

Sholat tahajud dikerjakan pada sepertiga malam hari yang didahului dengan tidur. Jumlah rakaatnya tidak dibatasi, namun setiap dua rakaat ditutup dengan salam.

Mengutip dari laman Kemenag, ada sejumlah keutamaan bagi umat Islam yang melaksanakan sholat tahajud. Di antaranya sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 79:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Artinya: “Pada sebagian malam lakukanlah sholat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Doa Sholat Dhuha untuk Kelancaran Rezeki dan Penghapus Dosa


Jakarta

Doa sholat Dhuha bisa dibaca usai mengerjakan sholat sunnah di pagi hari. Umat Islam bisa memanjatkan doa sholat Dhuha untuk meminta kelancaran rezeki dari Allah SWT.

Berdoa merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT. Dia senang kepada hamba-Nya yang suka memohon dan meminta, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al A’raf ayat 56,

“Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”


Allah SWT juga berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 186,

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ١٨٦

Artinya: “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Berdoa bisa dilakukan kapan saja, termasuk setelah sholat Dhuha. Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang biasa dikerjakan pagi hari. Sholat ini ditunaikan minimal dua rakaat dan maksimal 12 rakaat.

Beberapa hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan sholat Dhuha disebutkan dalam buku Keberkahan Sholat Dhuha: Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki oleh Ustadz Arif Rahman. Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat sholatnya setelah sholat Subuh karena melakukan itikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat sholat Dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)

“Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Siapa pun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

Perlu diingat, sholat Dhuha hanya bisa dikerjakan saat matahari sedang naik hingga masuk waktu zhuhur. Sholat Dhuha termasuk ibadah yang dianjurkan.

Doa Sholat Dhuha

Setelah mengerjakan sholat Dhuha, umat Islam bisa memanjatkan doa kepada Allah SWT sebagaimana yang Rasulullah SAW contohkan. Menukil buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap karya Moh Rifai, berikut bacaan sholat Dhuha yang bisa dipanjatkan.

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innadduha’a duha’uka wal baha’a baha’uka wal jamala jamaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma ingkaana rizqii fissamaa’i fa anzilhu, wa ingkana fil ardi fa akhrijhu,wa ingkana mu’assiran fayassirhu, wa ingkana haraman fatahhirhu wa ingkana ba’idan faqaribhu bi haqqi duha’ika wa baha’ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika, atini maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Keutamaan Sholat Dhuha

Setiap amal ibadah yang diwajibkan oleh Islam pasti memiliki keutamaan dan hikmahnya, termasuk sholat Dhuha. Beberapa keutamaan sholat Dhuha disebutkan dalam buku Berkah Shalat Dhuha oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani, sebagai berikut.

1. Sebagai Amalan Sunah Cadangan di Hari Hisab

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda,

إنَّ أوَّلَ ما يُحاسَبُ به العَبْدُ يَوْمَ القِيامةِ مِن عَمَلِه صَلاتُه، فإن صلَحَتْ فقدْ أَفلَحَ وأَنجَحَ، وإن فَسَدَتْ فقدْ خابَ وخَسِرَ، فإن انْتَقَصَ مِن فَريضتِه شيءٌ قالَ الرَّبُّ تَعالى: انْظُروا هلْ لعَبْدي مِن تَطَوُّعٍ، فُيُكَمَّلُ بها ما انْتَقَصَ مِن الفَريضةِ، ثُمَّ يكونُ سائِرُ عَمَلِه على ذلك

Artinya: “Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Apabila benar (sholatnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan apabila rusak (sholatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, ‘Perhatikanlah, jikalau hamba-Ku mempunyai sholat sunnah maka sempurnakanlah dengan sholat sunnahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada sholat wajibnya. Jika selesai urusan sholat, barulah amalan lainnya’.” (HR An-Nasa’i, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

2. Seperti Sedekah

Abu Dzar RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى

Artinya: “Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat.” (HR Muslim)

3. Dibangunkan Istana di Surga

Keutamaan sholat Dhuha lainnya disampaikan melalui hadis dari Anas bin Malik RA, yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَن صلَّى الضّحى ثِنْتَيْ عشرة ركعة بَنى الله له قَصرا من ذَهب في الجنَّة

Artinya: “Barang siapa sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

4. Dosa-dosa Diampuni

مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ

Artinya: “Barang siapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

5. Kebutuhan Hidupnya Tercukupi

Abu Darda RA menyampaikan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan sebuah hadis Qudsi, Allah SWT berfirman,

يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه

Artinya: “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi)

Wallahu a’lam.

(hnh/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa setelah Sholat Subuh agar Dimudahkan Rezeki


Jakarta

Usai mengerjakan sholat Subuh, sebaiknya ditutup dengan bacaan doa setelah sholat Subuh. Pasalnya, waktu Subuh merupakan waktu terbaik untuk meminta ampunan kepada Allah SWT dan juga meminta agar dilancarkan rezekinya.

Keutamaan waktu Subuh untuk berdoa dan berzikir dijelaskan dalam sejumlah ayat dalam Al-Qur’an. Salah satunya dalam surah Ar-Rum 17,

فَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ حِينَ تُمۡسُونَ وَحِينَ تُصۡبِحُونَ


Fa sub-ḥānallāhi ḥīna tumsụna wa ḥīna tuṣbiḥụn

Artinya: “Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu petang dan pagi.”

Berdasarkan buku Konsep Muamalah dalam Islam karya Hadi Nur Taufiq, waktu petang yang dimaksud adalah waktu Magrib dan Isya, sedangkan waktu pagi adalah waktu Subuh. Allah SWT berfirman dalam surah Qaf ayat 39,

فَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ قَبۡلَ طُلُوعِ ٱلشَّمۡسِ وَقَبۡلَ ٱلۡغُرُوبِ

Faṣbir ‘alā mā yaqụlụna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulụ’isy-syamsi wa qablal-gurụb

Artinya: Maka bersabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya (yaitu salat Subuh, Zuhur, dan Asar).

Lalu, apa saja doa yang harus dibaca setelah selesai sholat Subuh?

Bacaan Doa setelah Sholat Subuh

Dikutip dari buku Shalat Subuh dan Shalat Dhuha oleh Muhammad Khalid, Nabi Muhammad SAW selalu memanjatkan doa berikut setelah sholat Subuh. Ummu Salamah RA meriwayatkan doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW sebagai berikut,

اللهم إلى اسئلك رزقا طيبا وعلما نافعا وعملاً متقبلاً

Allaahumma inni as-aluka rizqan thayyiban wa’lman naa fi’aan wa’amalan mutaqabbalaa.

Artinya: “Ya Allah, hamba mohon rezeki yang halal, ilmu yang bermanfaat, dan usaha yang sukses.” (HR Thabrani)

Setelah membaca doa tersebut, dapat dilanjut dengan membaca doa qunut yang dibaca pada saat sholat Subuh. Doa qunut dibaca pada rakaat kedua pada waktu i’tidal, berdiri tegak dari rukuk setelah membaca rabbana lakalhamdu.

اللهم اهد بن فيمن هديت، وعافني فيمن عافيت, وتولى فيمن توليت, وبارك لي فيما اعطيت, وقتى برحمتك شر ما قضيت، فاعلك تقضى ولا يقضى عليك, وانه لا يذل من واليت، ولا يعز من عاديت, تباركت ربناوتعاليت, فلك الحمد على ماقضيت, استغفرك وأنو ب اليك, وصلى الله على سيد نامحمد ن النبي الأمي وعلى اله وصحبه وسلم

Allaahummah dinii fi mam hadait, wa aalimii fi man asfait, wn tawalanii filman tawallait, wa baarik li fimaa a’thait. Waqinil bi rahmatika syarramaa qadhaiit. Fa innaka taq dhii wa laa yuqdhaa ‘alaik. Wainnahu laa yadzillu man waalait. Wa laa ya’izzu man ‘aadalt. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Falakal-hamdu ‘alaa qadhait astaghfiruka wa atuubu ilaik Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas Nabi Muhammad beserta keluarganya dan sahabatnya.”

Demikian bacaan doa setelah sholat Subuh yang bisa kamu amalkan setiap hari. Semoga bermanfaat!

(rah/rah)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa Ziarah Kubur Allahumma Bihaqqi Muhammad


Jakarta

Ziarah kubur dilakukan dengan mengunjungi makam keluarga, kerabat, ataupun ulama yang berjasa bagi perkembangan Islam. Sembari berziarah, ada beberapa doa yang bisa diamalkan, salah satunya doa allahumma bihaqqi muhammad.

Dikutip dari buku Adab Berziarah Kubur untuk Wanita karya Mutmainah Afra Rabbani, ziarah kubur memiliki fungsi dan tujuan pokok, di antaranya untuk mengingat kematian dan untuk mendoakan ahli kubur.

Ziarah kubur termasuk hal yang disyariatkan dalam Islam. Hal ini bersandar pada hadits yang berasal dari Burairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,


“Dahulu aku pernah melarang ziarah kubur, maka telah diizinkan bagi Muhammad berziarah kubur ibundanya. Maka berziarahlah kubur, sebab hal itu mengingatkan akhirat.” (HR Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan al-Hakim)

Saat ziarah, ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan. Berikut di antaranya.

Doa Ziarah Kubur

Dijelaskan dalam buku Doa & Zikir Sepanjang Tahun karya Hamdan Hamedan, peziarah dapat membaca doa berikut saat mendatangi kuburan,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ للاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ.

Assalaamu ‘alaikum ahlad diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa Allaahu la-laahiquuna as-alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.

Artinya: “Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan mukmin dan muslim dan kami insya Allah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.” (HR Muslim)

Bisa juga membaca versi panjang sebagai berikut,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا حَضْرَةَ الْمَرْحُوْمِ … وَيَا أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ وَأَنتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعُ نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ اللَّهُمَّ رَبَّ الْأَرْوَاحِ الْفَانِيَةِ وَالْأَجْسَامِ الْبَالِيَةِ وَالْعِظَامِ النَّخِرَةِ الَّتِي خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِكَ مُؤْمِنَةٌ أَدْخِلْ عَلَيْهَا رُوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنَّا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيُّ لَا يَمُوْتُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Assalamu ‘alaikum yaa hadratal marhum… wa yaa ahlad diyaari minal mu’miniina wal mu’minaati wal muslimiina wal muslimaati wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquuna wa antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un. Nasalullaahal ‘afiyata lanaa wa lakum. Allaahumma rabbal arwaahil faaniyati wal ajsaamil baaliyati wal ‘izhaamin nakhiratil-latii kharajat minad dunyaa wa hiya bika mu’minatun adkhil ‘alaihaa ruuhan minka wa salaaman minnaa laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikallah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu biyadikal khair, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: “Semoga keselamatan bagimu, keharibaan almarhum, dan keharibaan seluruh penghuni rumah-rumah (kuburan-kuburan) dari golongan orang laki-laki dan perempuan yang beriman dan golongan laki-laki dan perempuan yang beragama Islam. Sesungguhnya kami jika Allah berkehendak akan bertemu kalian. Kalian mendahului kami, dan kami akan menyusul kalian, kami memohon kesehatan kepada Allah untuk kami dan kalian. Wahai Pemilik roh-roh yang hancur, dan jasad-jasad yang remuk, serta tulang-belulang yang tergerogoti yang keluar meninggalkan dunia dalam keadaan beriman kepada-Mu. Berikanlah mereka ketenangan dan berikanlah kami keselamatan. Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan dan puji-pujian milik-Nya, Dia Maha Menghidupkan dan Mematikan, segala kebaikan berada dalam kekuasaan-Nya, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Dilanjutkan membaca amalan yang diajarkan Ali bin Abi Thalib RA, yaitu membaca surah Al Qadr 7 kali, dilanjutkan Al Fatihah, Al Falaq, An Nas, Al Ikhlas, dan Ayat Kursi masing-masing sebanyak 3 kali. Selanjutnya bisa membaca tahlil.

Baca Allahumma Bihaqqi Muhammad agar Terhindar Azab Kubur

Dijelaskan dalam buku Ziarah Wali Sanga karya Rofi’ie Ariniro, selanjutnya bisa membaca doa dengan lafaz allahumma bihaqqi muhammad berikut untuk menghindarkan penghuni kubur dari azab. Berikut bacaannya,

اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْئَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِمُحَمَّدٍ اَنْ لاَ تُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتِ

Allahuma inni as-aluka bihaqqi Muhammadin wa ali Muhammad an la tu’adzdziba hadzal mayyit.

Artinya:”Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini.”

Dilanjutkan dengan membaca doa berikut.

اَللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ،وَصِلْوَحْدَتَهُ،وَاَنِسْوَحْشَتَهُ،وَاَمِنْرَوْعَتَهُ،وَاَسْكِنْ اِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ يَسْـتَغْنِي بِهَاعَنْرَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ،وَاَلْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاَّهُ

Allaahumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw’atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghnii bihaa ‘an rahmatin min siwaaka, wa alhiqhu biman kaama yatawallaahu.

Artinya: “Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai.”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

4 Hadits tentang Nisfu Syaban dan Kualitasnya Menurut Ulama


Jakarta

Malam Nisfu Syaban menjadi waktu yang dinantikan umat Islam karena keutamaan yang terkandung di dalamnya. Keutamaan ini dijelaskan dalam sejumlah hadits tentang Nisfu Syaban.

Ada banyak hadits Nisfu Syaban yang tersebar di kalangan umat Islam. Salah satu yang populer adalah Allah SWT akan mengampuni seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban. Ada juga hadits yang berisi amalan-amalan pada malam Nisfu Syaban.

Berikut empat di antaranya yang paling populer di kalangan umat Islam.


1. Hadits dari Muadz bin Jabal RA

عَنْ مُعَاذٍ بِنْ جَبَلٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ يَطَّلِعُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ, فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya: Dari Mu’adz bin Jabal, dari Nabi SAW beliau berkata, “Allah Tabaraka wa Ta’ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dan Ibnu Hibban mengatakan ini shahih, adapun Imam Thabrani mengatakan perawinya dapat dipercaya.

2. Hadits dari Aisyah RA

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ

Artinya: Dari Aisyah RA ia berkata, “Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi Al-Gharqad.” Maka beliau bersabda, “Apakah engkau khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menyia-nyiakanmu?” Kemudian aku berkata, “Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian istri-istrimu.”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di malam Nisfu Syaban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba bani Kilab (maksudnya pengampunan sangat banyak).”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban mengatakan hadits ini shahih.

3. Hadits dari Abu Musa Al-Asy’ari RA

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو منافق.

Artinya: Dari Abu Musa Al-Asy’ari RA dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT melihat kepada hamba-Nya di malam Nisfu Syaban maka Allah SWT mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang yang munafik.” (HR Ibnu Majah)

4. Hadits dari Ali RA

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ : إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَ صُوْمُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ : أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ : أَلَا مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ ! أَلَا كَذَا … أَلا كَذَا … حَتَّى يَطْلُعَ الفَجْرُ

Artinya: Dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila tiba malam Nisfu Syaban, salatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Allah menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari lalu berfiman, ‘Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? Niscaya Aku akan mengampuninya, adalah yang meminta rezeki kepada-Ku? Niscaya akan memberinya rezeki, adalah yang demikian (maksudnya mengabulkan hajat hamba-Nya) … Adakah yang demikian.. sampai terbit fajar’.” (HR Ibnu Majah dan Baihaqi)

Pendapat Para Ulama tentang Malam Nisfu Syaban

Buya Yahya dalam Hujjah Ilmiah: Amalan di Bulan Syaban memaparkan sejumlah pendapat ulama tentang keutamaan malam Nisfu Syaban dan amalan-amalan yang bisa dikerjakan untuk menghidupkannya. Para ulama ini menyatakan keutamaan malam Nisfu Syaban dari pendapat ulama-ulama salaf.

Ibnu Rajab Al-Hanbali mengatakan dalam kitabnya Lathoiful Ma’arif, pada malam Nisfu Syaban, para tabi’in di Syam seperti Kholid bin Ma’dan, Makhul, Luqman bin Amir dan lainnya, bersungguh-sungguh dalam beribadah. Kata Ibnu Rajab, merekalah umat Islam yang paham keutamaan dan keagungan malam tersebut.

Ulama Syam, kata Ibnu Rajab, berbeda pendapat dalam menghidupkan malam Nisfu Syaban. Pendapat pertama menyebut sunnah melakukannya secara berjamaah di masjid dengan mengenakan pakaian paling bagus dan menggunakan celak. Mereka melakukan salat pada malam tersebut. Terkait ini, Ishaq Ibnu Ruhawih menyetujuinya dan berkata, “Ini bukanlah sebuah bid’ah.”

Imam Syafi’i juga pernah berkata bahwa malam Nisfu Syaban termasuk malam dikabulkannya doa, bersamaan empat malam lainnya yakni malam Jumat, malam dua hari raya, dan awal Rajab.

Keutamaan malam Nisfu Syaban turut dijelaskan Imam Ibnu Haj dalam kitabnya Al-Madkhol. Ia menjelaskan, meskipun bulan malam Lailatul Qadar, akan tetapi malam Nisfu Syaban memiliki keutamaan yang agung dan kebaikan yang banyak.

“Ulama salaf mengagungkannya serta bersungguh-sungguh dalam menyambut kedatangannya,” kata Imam Ibnu Haj dalam kitabnya seperti diterjemahkan Buya Yahya.

Ulama lain yang pendapatnya kerap dipertentangkan, seperti Ibnu Taimiyah, pun mengatakan mendirikan salat pada malam Nisfu Syaban adalah perkara yang baik.

“Apabila ada orang salat di malam Nisfu Syaban sendirian atau berjamaah sebagaimana yang dilakukan sebagian kaum muslimin itu merupakan hal yang baik,” kata Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa-nya, seperti diterjemahkan Buya Yahya.

Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin yang diterjemahkan Purwanto turut menyebut kaum Muslim dianjurkan salat sunnah 100 rakaat dengan membaca Al Fatihah dan 10 kali Al Ikhlas pada setiap rakaatnya.

Di sisi lain, ada ulama yang berpendapat bahwa riwayat tentang salat malam Nisfu Syaban adalah batil dan maudhu. Salah satunya dikatakan Hammud bin Abdullah Al-Mathr. Ia menjelaskan hal ini dalam tulisannya menjawab bid’ah-bid’ah dalam ibadah.

Buya Yahya sendiri menganjurkan cara menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan memperbanyak amal-amal yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti salat sunnah hajat, salat sunnah tasbih, salat sunnah witir, atau dengan bersholawat, berdzikir, dan membaca Al-Qur’an, serta amalan lain yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

(kri/lus)



Sumber : www.detik.com

Pengganti Doa Qunut Subuh, Lebih Pendek dan Mudah Dihafal


Jakarta

Bacaan pengganti doa qunut bisa dilafalkan sebagai pengganti. Apabila seorang muslim tidak hafal doa qunut, maka bacaan ini bisa menjadi alternatif.

Pada dasarnya, doa qunut Subuh adalah bacaan setelah i’tidal pada rakaat terakhir salat Subuh. Mengenai hukumnya terdapat perbedaan di kalangan para ulama.

Menurut buku Fiqih Shalat Terlengkap oleh Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad mengatakan bahwa doa qunut tidak disunnahkan. Sementara itu, Imam Malik dan Syafi’i berpendapat doa qunut Subuh sunnah hukumnya untuk dibaca.


Sementara itu, dalil terkait doa qunut Subuh tercantum dalam hadits dari Anas bin Malik. Ia berkata,

“Rasulullah senantiasa membaca qunut ketika salat Subuh hingga beliau wafat,” (HR Ahmad)

Apabila seorang muslim tidak membaca doa qunut, maka salat Subuhnya tetap sah dan tidak batal. Hanya saja disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi setelahnya sebagaimana merujuk pada pandangan mazhab Syafi’i.

Jika tidak hafal, ada pengganti doa qunut yang bisa dilafalkan. Seperti apa bacaannya?

Pengganti Doa Qunut Subuh

Mengutip buku Fiqhul Islam wa Adillatuhu susunan Prof Wahbah Az-Zuhaili, ulama mazhab Syafi’i mengizinkan umat Islam untuk membaca doa qunut dengan bacaan lain. Syaratnya, zikir tersebut berisi doa dan pujian, ini juga bisa dibaca apabila tidak hafal doa qunut.

Redaksi yang dimaksud ialah membaca doa allaahummaghfir lii yaa Ghafur atau membaca warhamnii ya rahiim, atau walthuf bi yaa lathiif. Meski demikian, yang lebih utama mengacu pada pendapat mazhab Syafi’i ialah membaca allahummah dinii sampai akhir.

Berbeda dengan pendapat mazhab Hanafiyah yang menuturkan bahwa pengganti doa qunut Subuh ialah membaca yaa Rabbi atau Allahummaghfir lii sebanyak tiga kali atau doa dalam surah Al Baqarah ayat 201 dengan bunyi berikut,

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Arab latin: Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Bacaan Doa Qunut Subuh

1. Doa Qunut Subuh Versi Pendek

Merujuk pada Kitab Al-Adzkar, berikut bacaan doa qunut Subuh versi pendek yang bisa diamalkan.

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ .

Arab latin: Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalits.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi,”

2. Doa Qunut Subuh Versi Panjang

Doa qunut Subuh versi panjang ialah sebagai berikut seperti dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari karya KH M Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha.

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيْمَنُ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي بِرَحْمَتِكَ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمّي وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ سَلَّم

Arab latin: Allaahummahdinii fiiman hadaita, wa ‘aafinii fiman ‘aafaita, wa tawallanii fii man tawallaita, wa baarik lii fiimaa a’thaita, wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaita fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaika, wa innahu laa yadzillu man waalaita, wa laa ya’izzu man ‘adaita, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita, fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhaita, astahgfiruka wa atuubu ilaika, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa alihi wa shahbihi wasallama.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan, seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan kepada apa saja yang telah Engkau berikan kepadaku. Peliharalah aku dengan kasih sayang-Mu dari segala keburukan apa-apa yang telah Engkau putuskan (tetapkan), karena sesungguhnya Engkau-lah yang memberikan ketentuan dan tidak ada yang bisa memberikan ketentuan (keputusan) atas diri-Mu. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau berikan kekuasaan, dan tidaklah akan mulia orang yang telah Engkau musuhi, Maha Berkah lah Engkau dan Maha Luhur lah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang telah Engkau tetapkan. Aku mohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan keselamatan (sholawat) atas diri junjungan kami. Nabi Muhammad, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya,”

Itulah pengganti doa qunut Subuh dan informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com