All posts by admin

Doa Hamdan Syakirin, Bacaan Wirid Ungkapan Rasa Syukur Yuk Amalkan!


Jakarta

Doa merupakan ritual ibadah utama yang dijalankan oleh setiap umat muslim. Sayangnya, banyak orang lebih fokus menyampaikan hajat ketika berdoa hingga lupa memuji dan mengucap syukur pada Allah SWT.

Salah satu jenis doa ungkapan rasa syukur yang biasa diamalkan ulama adalah doa hamdan syakirin. Seperti apa arti dan keutamaan doa ini? Berikut pembahasannya.

Bacaan dan Arti Doa Hamdan Syakirin

Pelafalan doa hamdan syakirin umumnya diawali dengan mengucap kalimat hamdalah terlebih dulu yang berbunyi:


اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ.

Latin: Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Selanjutnya, barulah ucapan hamdalah diteruskan dengan bacaan doa hamdan syakirin berikut ini:

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ
يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Latin: Alhamdulillah hamdan syakirin, hamdan na’imin, hamdan yuwafi niamahu wa yukafiu wa yukafiu mazidah. Ya Rabbana lakal hamdu kama yanbaghi lijalali wajhika wa ‘azhimi sulthanik.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, pemelihara alam semesta. Segala puji atas karunia dan kenikmatan yang Engkau berikan kepada kami. Wahai Tuhanku, bagi-mu segala puji sebagaimana selayaknya, bagi kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”

Keutamaan Membaca Doa Hamdan Syakirin

Mengutip dari laman busana muslim, setidaknya ada tiga keutamaan yang bisa didapatkan dari bacaan doa hamdan syakirin. Pertama, doa yang berisi pujian dan syukur pada Allah SWT ini dapat mendatangkan pahala berlipat ganda.

Selanjutnya, dzikir hamdan syakirin bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan dengan Sang Pencipta. Dengan melafalkan doa hamdan syakirin secara tulus dari lubuk hati, kita mengakui bahwa segala sesuatu yang didapatkan merupakan anugerah dari Allah SWT.

Terakhir, membaca doa hamdan syakirin juga dapat mengubah perspektif kita terhadap hidup. Pasalnya, doa hamdan syakirin bisa membantu kita untuk fokus pada hal-hal positif dan mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan.

Doa Lainnya untuk Mengungkapkan Rasa Syukur

Selain doa hamdan syakirin, ada sejumlah doa lainnya yang bisa dipanjatkan untuk menyampaikan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Mengutip dari detikhikmah, buku Doa Mengundang Rezeki karya Islah Susmian dan buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, berikut 5 contoh doanya:

1. Doa Syukur Nikmat Nabi Sulaiman AS

رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

Latin: Robbi auzi’nii an asykura ni’matakal-lati an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shalihan tardhahu wa adkhilni birahmatika fii ‘ibaadikassh shaalihin.”

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau Anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS An-Naml: 19).

2. Doa Syukur Mendapatkan Nikmat

اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ
لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشَّكْرُ

Latin: Allahumma ma ashbaha bi min ni’matin faminka wah-daka la syarika laka, falakal hamdu walaksy-syukru.

Artinya: “Ya Allah, nikmat yang kuterima ketika pagi tiba adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan syukur.” (HR Abu Daud).

3. Doa Syukur Nikmat Pagi dan Petang Nabi Daud AS

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا عَلٰى كَثِيْرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Latin: Alhamdul lillaahil ladzii fadhdholanaa ‘alaa katsirin min ‘ibaadihil mu’minin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman.” (QS An-Naml: 15).

4. Doa Ungkapan Syukur Rasulullah SAW

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي لَكَ شَاكِرًا لَكَ دَاكِرًا لَكَ رَاهِبًا لَكَ مِطْوَاعًا إِلَيْكَ مُحْيِنًا أَوْ مُنِيبًا

Latin: Allahummaj’alni laka syaakiran, laka dzaakiran, laka raahiban, laka mithwaa’an, ilaika mukhbitan au muniiban.

Artinya: “Ya Allah jadikanlah aku orang yang bersyukur kepada-Mu, orang yang mengingat-Mu, patuh kepada-Mu, tunduk kepada-Mu, dan kembali kepada-Mu.” (HR Abu Daud).

5. Doa Mensyukuri Nikmat dari Allah SWT

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتِ فِي الْأَمْرِ والعَزِيمَة عَلى الرَّهْدِ وَأَسْأَلُكَ مُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ
قلبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا

Latin: Allahumma inni as’aluka tsabaata fil amri wal ‘aziimati ‘alar rusydi wa as-aluka syukra ni’matika wa husna ‘ibaadatika wa as’aluka qolban saliiman wa lisaanan shaadiqan.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kemantapan dalam setiap urusan, dan aku memohon kepada-Mu biat yang kuat untuk mendapatkan petunjukmu, dan aku memohon kepada-Mu untuk mampu mensyukuri nikmat-Mi dan kebaikan melakukan ibadah, dan aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang mampu berkata jujur.” (HR Nasa’i).

Itu tadi arti dan keutamaan doa hamdan syakirin beserta contoh doa ungkapan syukur lainnya. Setelah menyimak doa di atas, jangan lupa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari ya.

(row/row)



Sumber : www.detik.com

5 Doa agar Dimudahkan Saat Ujian, Yuk Amalkan agar Nilainya Bagus



Jakarta

Ujian menjadi momen yang mengkhawatirkan bagi para pelajar, karena rasa khawatir itu membuat mereka lupa untuk mempersipakannya. Berikut ini doa dimudahkan ujian supaya hati merasa tenang, dan bisa belajar dengan fokus.

Ketika pikiran dan hati sulit untuk rileks dan mengacaukan fokus, kita bisa meminta tolong kepada Allah SWT, supaya dimudahkan memahami pelajaran, dan mengingat materi untuk ujian besok.

Berikut ini doa dimudahkan ujian yang mengutip dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya karya Ustadz H.Amrin Ali Al-Kasyaf, dan buku Doa Dzikir Muslimah karya Abu Ayyub El-Faruqi:


Doa agar Dimudahkan saat Ujian

1. Doa Dimudahkan Ujian Versi 1

اللَّهُمَّ الْطُفْ بِنَا فِي تَيْسِيْرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

Arab-latin: Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.

Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohan kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

2. Doa Dimudahkan Ujian Versi 2

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا, وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحُزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلً

Arab-latin: Allahumma lâ sahla illâ mâ ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzā syi’ta sahlan.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadi- kan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.” (Shahih Ibnu Hibban no. 2427)

3. Doa ketika Menghadapi Soal Atau Tes yang Sulit

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحُزْنَ إِذَا شِئْتَ سهلاً.

Arab-latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahuu sahlan wa anta taj’alul huzna idzaa syi’ta sahlan.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan selain telah Engkau jadikan mudah, dan Engkau, jika Engkau kehendaki, dapat menjadikan kesedihan itu menjadi kemudahan.”

4. Doa agar Diberi Pikiran Terang

بِسْمِ اللهِ النُّورِ بِسْمِ اللهِ نُورِ النُّورِ بِسْمِ اللَّهِ نُوْرٌ عَلَى نُورٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي هُوَ مُدَبِّرُ الْأُمُورِ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي خَلَقَ النُّورَ مِنَ النُّورِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ النُّورَ مِنَ النُّورِ وَأَنزَلَ النُّورَ عَلَى الطُّورِ فِي كِتَابٍ مَسْطُورٍ فِي رِقٌ مَنْشُورٍ بِقَدَرٍ مَقْدُوْرٍ عَلَى نَبِيِّ مَحْبُوْرٍ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هُوَ بِالْعِرِّ مَذْكُورِ وَبِالْفَخْرِ مَشْهُورٍ وَعَلَى السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ مَشْكُورٍ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ الطَّاهِرِينَ.

Arab-latin: Bismillaahin nuur, bismillaahi nuurin nuur, bismillaahi nuurun ‘alaa nuur, bismillaahil ladzii huwa mudabbirul umuur, bismillaahil ladzii khalaqan nuura minan nuur. alhamdu lillaahil ladzii khalaqan nuura minan nuur, wa anzalan nuura ‘alath thuur, fii kitaabin masthuur, fii riqqin mansyuur, biqadarin maqduur, ‘alaa nabiyyin mahbuur. alhamdu lillaahil ladzii huwa bil ‘izzi madzkuur, wa bil fakhri masyhuur, wa ‘alas sarraa-1 wadh dharraa-i masykuur, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa aalihith thaahiriin.

Artinya: “Dengan nama Allah, Sang Cahaya; dengan nama Allah, Cahaya dari segala cahaya; dengan nama Allah, Cahaya di atas cahaya; dengan nama Allah Yang Mengatur segala urusan; dengan nama Allah Yang Menciptakan cahaya dari cahaya. Segala puji bagi Allah Yang Menciptakan cahaya dari cahaya, yang menurunkan cahaya ke bukit dalam kitab yang ditulis, dengan ukuran yang tertentu, kepada nabi yang terpilih. Segala puji bagi Allah yang dikenal kebesaran- Nya, yang masyhur keagungan-Nya, yang disyukuri dalam suka dan duka. Semoga Allah menyampaikan shalawat kepada junjungan kita Muhammad dan keluarganya yang suci.” (Kitab Mafatihul Jinan).

4. Doa Meminta Diberi Kemudahan Saat Ujian

Surah Al-Kahfi ayat 10:

اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

Arab-latin: Idz awalfityatu ilalkahfi faqooluu rabbanaa aatinaa minladunka rahmatan wahayyi lanaa min amrina rasyadaa.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.”

5. Doa Memohon Pertolongan Dimudahkan Mengerjakan Ujian

Surah Thaha ayat 25-28:

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِيوَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَا نِييَفْقَهُوا قَوْلِي

Arab-latin: Rabbisyah li sadri wa yassir li amri wahlul ‘uqdatam mil lisani yafqahu qauli

Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.”

Demikianlah daftar doa dimudahkan ujian. Harus diingat usaha perlu dua hal, doa dan tindakan, supaya Allah SWT menurunkan pertolongannya.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Rabbana Atina Fiddunya Hasanah Adalah Doa Sapu Jagat, Ini Artinya


Jakarta

Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar merupakan salah satu doa yang umum dipanjatkan oleh umat muslim. Doa ini dikenal dengan nama “doa sapu jagat” karena doanya yang singkat tapi mencakup segala kebaikan di dunia dan akhirat.

Doa ini dipanjatkan agar selalu diberikan perlindungan, kebahagiaan, hingga keberkahan oleh Allah SWT. Ingin tahu bacaan doa sapu jagat dalam bahasa Arab beserta artinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Doa Sapu Jagat Sering Dipanjatkan oleh Rasulullah SAW

Doa sapu jagat termasuk doa yang sering dipanjatkan dan disenangi oleh Rasulullah SAW. Mengutip buku 165 Kebiasaan Nabi SAW oleh Zulfidar Akaha, alasannya karena Nabi Muhammad SAW tidak ingin menyulitkan umatnya dan beliau juga menyukai doa yang ringkas tetapi padat.


عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi Muhammad SAW, adalah ‘Allaahumma aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar’.” (HR Muttafaq Alaih).

Umumnya, doa sapu jagat dibaca setelah melaksanakan sholat fardhu. Doa ini biasa dibaca sebagai penutup setelah seseorang berdoa dan memohon segala ampunan kepada Allah SWT.

Bacaan Doa Sapu Jagat Lengkap dengan Artinya

Bacaan doa sapu jagat sangat sederhana, yaitu “rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar”. Kalau kamu sering mendengar seseorang membaca doa tersebut, itu artinya ia sedang membaca doa sapu jagat.

Penasaran, apa arti dari doa sapu jagat? Mengutip situs NU Online, berikut artinya:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”

Keutamaan Membaca Doa Sapu Jagat

Ada sejumlah keutamaan dari membaca doa sapu jagat. Dijelaskan dalam buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat oleh M. Ghofur Khalil, doa sapu jagat disebut sebagai sebaik-baiknya doa bagi kaum muslimin.

Menurut Ibnu Katsir, doa sapu jagat merupakan bentuk permohonan agar mendapat segala kebaikan serta terhindar dari keburukan di dunia dan akhirat.

Segala kebaikan di dunia dapat berupa kesehatan, kehidupan yang tentram, rezeki yang lancar, memperoleh ilmu yang bermanfaat, dan lain sebagainya.

Sementara kebaikan di akhirat dapat berupa dimasukkan ke dalam surganya Allah SWT, dibebaskan dari siksa kubur, diberikan kemudahan dalam hisab, dan lain sebagainya.

Dalam buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa oleh Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa, berikut sejumlah keutamaan membaca doa sapu jagat:

  • Dijauhkan dari segala keburukan baik di dunia maupun akhirat
  • Selamat dari bencana besar di Padang Mahsyar, diringankan hisabnya, serta dipermudah menyeberang shirath al-mustaqim
  • Mendapat ketentraman, keselamatan dan harta yang cukup
  • Mendapat kemudahan di dunia dalam menjalankan segala perintah Allah SWT
  • Mendapat surga dan ampunan dari Allah SWT

Itu dia arti dari bacaan rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar yang merupakan doa sapu jagat. Selalu diamalkan, ya!

(ilf/inf)



Sumber : www.detik.com

Doa Kelancaran Berbicara yang Dibaca Nabi Musa saat Hadapi Firaun


Jakarta

Doa kelancaran berbicara adalah bacaan yang dipanjatkan Nabi Musa AS kala menghadapi Firaun. Amalan ini dapat dibaca oleh muslim yang sedang merasa gugup saat berbicara.

Biasanya, rasa tegang muncul ketika seseorang ingin tampil di depan umum. Kondisi ini biasa disebut demam panggung.

Sebagai seorang muslim, memiliki rasa percaya diri menjadi hal yang penting. Mengutip buku Konservasi Sumber Daya Manusia dalam Ekosistem Pendidikan Islam, semakin tinggi keimanan seseorang maka semakin tinggi pula kepercayaan dirinya.


Selain berusaha, muslim bisa membaca doa kelancaran berbicara untuk memohon kepada Allah SWT agar diberi kepercayaan diri. Berikut bacaan doanya yang termaktub dalam Al-Qur’an.

Doa Kelancaran Berbicara Nabi Musa AS

Menukil buku Adab dan Doa Harian karya Latif Ustman, doa kelancaran berbicara ini dibaca Nabi Musa AS ketika menghadapi Firaun. Doa tercantum dalam surah Thaha ayat 25-28,

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Arab latin: Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii.

Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

Dikatakan, Nabi Musa AS saat itu diminta untuk menyampaikan dakwah kepada Raja Firaun. Perintah Allah SWT itu membuat sang nabi gugup, sebab dirinya tidak bisa berbicara dengan fasih dan sulit berbicara.

Lisan Nabi Musa AS memiliki kekurangan, sehingga orang lain sulit memahami apa yang dia katakan. Akhirnya, ia berdoa kepada Allah SWT agar saudaranya yaitu Nabi Harun AS menggantikan dirinya mendakwahi Firaun.

Atas kuasa Allah SWT, Nabi Musa AS secara tiba-tiba diberi kemudahan dalam melaksanakan dakwah kepada Firaun. Lisannya yang semula kaku tiba-tiba bisa berbicara dengan fasih, baik dan benar.

Waktu Mengamalkan Doa Kelancaran Berbicara

Menurut buku Retorika Dakwah dalam Perspektif Al-Qur’an oleh Suisyanto, doa kelancaran berbicara dapat diamalkan muslim sebelum melangsungkan ceramah atau pidato. Bacaan bisa dipanjatkan ketika muslim hendak berbicara di depan khalayak banyak.

Dengan membaca doa kelancaran berbicara diharapkan muslim mengucap kata-kata baik dan dihindarkan dari ucapan yang tidak bermanfaat. Doa ini dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri seseorang karena merasa ada Allah SWT yang membantunya.

Mengacu pada sumber yang sama, ada sejumlah adab dalam berbicara menurut Islam yang harus diperhatikan kaum muslimin, terutama ketika berbicara di depan orang banyak.

  1. Menjaga pandangan mata, terutama dengan lawan jenis
  2. Isi pembicaraan harus tentang hal-hal baik dan bermanfaat
  3. Pilihlah kata-kata yang baik agar tidak menyinggung orang lain
  4. Bersikap sopan dan santun
  5. Berbicara dengan jelas

Itulah doa kelancaran berbicara yang dipanjatkan Nabi Musa AS. Jangan lupa diamalkan, ya!

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

Arti Doa Rabbanaa Hablanaa Min Azwaajinaa untuk Keturunan yang Baik


Jakarta

Doa-doa yang sering dibacakan setelah sholat biasanya memohon ampunan kepada Allah dan kedua orang tua, serta keselamatan dunia akhirat. Adapun doa lainnya yang dipanjatkan adalah mendapatkan keturunan yang baik.

Salah satu doa untuk keturunan adalah rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa dzuriyyaatinaa qurrata a’yun. Apa arti dari doa ini?

Bacaan Rabbana Hablana Min Azwajina beserta Latin dan Artinya

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun, waj’alna lil muttaqina imama.


“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqon: 74)

Menurut Tafsir Ibnu Hatim yang dikutip dalam buku Doa-doa dalam Al-Qur’an, Tafsir dan Maknanya oleh Syaikh Bakar Abdul Hafizh Al Khulaifat, diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, dalam firman Allah “Dan orang-orang yang berkata “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa, bahwasanya dia berkata “Maksud mereka adalah agar istri dan anak-anak mereka senantiasa melakukan ketaatan hingga hati-hati mereka bahagia dengan hal itu di dunia maupun di akhirat.

Sementara itu, diriwayatkan Ikrimah mengenai ayat ini, dia berkata bahwa maksud orang-orang yang membacakan doa ini bukanlah agar anak-anak mereka berparas indah, tapi agar mereka menjadi orang-orang yang taat kepada Allah SWT.

Doa untuk Mendapat Keturunan yang Baik Lainnya

Selain rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa dzuriyyaatinaa qurrata a’yun, ada banyak doa lainnya yang dapat dibacakan untuk kebaikan anak-anak. Berikut di antaranya:

1. Doa Memohon Keturunan yang Sholih

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Arab latin: Rabbi hab lii minash-shaaliḫiin

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”

Doa permohonan mendapat keturunan yang sholih terdapat dalam surat As shaffat ayat 100. Menurut laman Nu online, ayat ini mengusahka nabi Ibrahim yang dalam perantauan memohon kepada Allah SWT agar dikaruniai anak yang shaleh dan taat. Anak tersebut juga diharapkan dapat menolongya dalam menyampaikan dakwah, mendampinginya dalam perjalanan, dan menjadi kawan dalam kesepian.

2. Doa Agar Anak Melaksanakan Sholat

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

Arab latin: Rabbij’alnii muqiimash-shalaati wa min dzurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du’aa

Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Doa yang dipanjatkan pula oleh nabi Ibrahim ini ada dalam surat Ibrahim ayat 40. Nabi Ibrahim berdoa agar keturunannya selalumengerjakan sholat, karena sholat adalah pembeda antara mukmin dan kafir, serta merupakan pokok ibadah yang diperintahkan Allah SWT.

3. Doa Memohon Keturunan yang Baik

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Arab latin: Hunaalika da’aa zakariyyaa rabbah, qaala rabbi hab lii mil ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka samii’ud-du’aa.

Artinya: Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Doa yang terdapat dalam surat Ali Imran ayat 38 ini dipanjakan oleh Nabi Zakaria di mihrab Maryam. Nabi Zakaria memanjatkan doa kepada Allah SWT di kala istrinya mandul dan sudah tua. Allah pun mengabulkan doanya dengan kelahiran Nabi Yahya.

4. Doa Mendapat Anak-Cucu yang Taat

رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا
مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Arab latin: Rabbanaa waj’alnaa muslimaini laka wa min dzurriyyatinaa ummatam muslimatal laka wa arinaa manaasikanaa wa tub ‘alainaa, innaka antat-tawwaabur-raḫiim

Artinya Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Mengutip buku Tafsir Maudhu’i Sosial, Menjadi Pribadi yang Lebih Baik oleh Amiril Ahmad, doa memohon mendapat anak cucu yang taat in dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat membangun Ka’bah. Umat Islam bisa membacanya dalam surat Al Baqarah ayat 128.

5. Doa Agar Anak Memiliki Pemahaman Agama yang Baik

اَللَّهُمَّ فَقِّهُّ فِي الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ

Arab latin: Allaahumma faqqihhu fiddiin wa ‘allimhut ta’wiil.

Artinya: Ya Allah, berikanlah kepahaman baginya dalam urusan agama, dan ajarkanlah dia takwil (HR. Bukhori).

Menurut Ust Adi Hidayat dalam channel Youtube Audio Dakwah yang dikutip detikEdu, Rasulullah membaca doa ini sambil mengelus kepada Ibnu Abbas RA yang masih merangkak (bayii). Ibnu Abbas RA menjadi peserta termuda yang menghadiri majelis ilmu yang dihadiri Rasulullah SWT kala itu.

Itulah bacaan dari doa rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa dzuriyyaatinaa qurrata a’yun beserta latin dan artinya. Semoga kita bisa mengamalkan doa ini dengan baik.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Doa Masuk dan Keluar Kota Makkah: Arab, Latin dan Artinya


Jakarta

Menjejakkan kaki di Tanah Suci Makkah adalah impian bagi setiap umat Islam. Di sana, mereka berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji atau umrah.

Sebelum memasuki Makkah, ada doa khusus yang bisa dibaca sebagai bentuk penghormatan dan permohonan kepada Allah SWT. Doa ini berisi harapan agar perjalanan ibadah berjalan lancar, penuh berkah, dan diterima oleh Allah SWT.

Begitu pula saat hendak meninggalkan Makkah, doa dipanjatkan untuk mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci. Doa ini juga berisi permohonan agar amal ibadah diterima dan mendapat pahala yang berlipat ganda.


Doa Memasuki Makkah

Terdapat doa khusus yang bisa kita baca saat memasuki kota suci umat Islam ini. Dikutip dari buku Special Guide Book Traveling di Tanah Suci oleh H. Brilly El-Rasheed, berikut ini adalah doa memasuki Makkah:

اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ، فَحَرِمْ لَحْمِي وَدَمِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَ آمِنِيْ مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أَوْلِيَا بِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ، يَارَبَّ الْعَالَمِينَ

Arab Latin: Allahumma hadza haramuka wa amnuka, faharrim lahmi wadami wabasyari’alanna-ri wa amini min’adzabika yauma tab’atsu ibadaka, waj’ali min auliya bika wa ahli tha’atika ya rabbal ‘alamin.

Artinya: “Ya Allah, ini adalah tanah suci-Mu dan negeri yang aman-Mu. Lindungilah daging, darah, dan kulitku dari api neraka, serta jauhkanlah aku dari azab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu. Masukkanlah aku ke dalam golongan kekasih-Mu dan orang-orang yang rajin serta taat kepada-Mu, wahai Rabb seluruh alam.”

Doa Meninggalkan Makkah

Selain ketika memasuki kota suci Makkah, ada juga doa yang bisa muslim amalkan ketika akan meninggalkan kota ini. Berikut ini adalah doa meninggalkan Makkah:

بسم الله اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ اللهِ ، والحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلا قوَّةَ إِلا بِاللهِ العَلِي العَظِيمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . اللَّهُمَّ إِيْمَانَا بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ، وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتَّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . {إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ} يَا مُعِيْدُ أَعِدْنِي، يَا سَمِيْعُ أَسْمِعْنِي، يَا جَبَّارُ اجْبُرْنِي يَا سَتَارُ اسْتَرْنِي، يَا رَحْمَنُ ارْحَمْنِي، يَا رَدَّادُ ارْدُدْنِي إِلَى بَيْتِكَ هَذَا، وَارْزُقْنِيَ العَوْدَةَ ثُمَّ الْعَوْدَ كَرَّاتٍ بَعْدَ مَرَّاتٍ، تَائِبُونَ عَابِدُونَ سَائِحُوْنَ لِرَبَّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ . اللَّهُمَّ احْفَظْني عَنْ عَيْنِي وَعَنْ يَسَارِيْ، وَمِنْ قُدَّامِيْ وَمِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي، وَمِنْ فَوْقِي وَمِنْ تَحْتِي حَتَّى تَوَصَلَنِي إِلَى أَهْلِي وَبَلَدِي . اللَّهُمَّ هَوَنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَأَطْوِ لَنَا بَعْدَ الْأَرْضِ اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Arab Latin: Bismillaahi allaahuakbar, subhaanallaah wal-hamdulillaah, walaa ilaaha illallaahu wallaahuakbar walaa haula walaa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-‘azhiim. Wasshalaatu was-salaamu ‘alaa Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allaahumma iimaanaa bika watashdiiqan bikitaabika wawafaa’an bi ‘ahdika wattabaa’an lisunnati nabiyyika muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallam. Innalladzii faradha ‘alaikal qur’aana laraadduka ilaa ma’aad. Yaa Mu’iidu a’idnii, yaa samii’u asmi’nii yaa jabbarujburnii, yaa sataarustarnii, yaa rahmaanurhamnii, yaa raddaadurdudnii ilaa baitika haadzaa, warzuqniyal-‘audata tsummal-‘auda karraatin ba’da marraatin taa’ibuuna ‘aabiduuna saa’ihuuna lirabbanaa haamiduuna shodaqallaahu wa’dahu, wanashora ‘abdahu wahazamal-ahzaaba wahdahu. Allaahuumahfazhnii ‘an ‘aiinii wa ‘an yasaarii wa min quddaamii wa min waraa’i zhahrii wa min fauqii wa min tahtii hatta tawasholanii ilaa ahlii wa baladii. Allaahumma hawan ‘alainas-safara wa athwi lanaa ba’dal-ardhi. Allaahumma ashbahnaa fii safarinaa wakhlufnaa fii ahlinaa yaa arhamar-raahimiin, wa yaa rabbal-‘aalamiin.

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah dan segala puji hanya untuk Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Shalawat dan salam bagi junjungan kita, Rasulullah. Ya Allah, aku datang kemari karena iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad. Sesungguhnya Tuhan yang menurunkan al-Qur’an kepadamu akan memulangkanmu ke tempat kembali. Wahai Tuhan Yang Kuasa Mengembalikan, kembalikanlah aku ke tempatku. Wahai Tuhan Yang Maha Mendengar, dengarlah permohonanku. Wahai Tuhan Yang Maha Memperbaiki, perbaikilah aku. Wahai Tuhan Yang Maha Pelindung, tutupilah aibku. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, sayangilah aku. Wahai Tuhan Yang Maha Kuasa Mengembalikan, kembalikanlah aku ke Ka’bah ini dan berilah aku rizki untuk mengulanginya berkali-kali, dalam keadaan bertaubat dan beribadah, menuju kepada-Mu sambil memuji. Allah Maha menepati janji-Nya, membantu hamba-hamba-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya. Ya Allah, lindungilah aku dari kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah sampai Engkau mengembalikanku kepada keluarga dan tanah airku. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami, lipatkan bumi untuk kami. Ya Allah, sertailah kami dalam perjalanan, dan jagalah keluarga yang kami tinggalkan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, wahai Tuhan Yang Memelihara seluruh alam.”

Keistimewaan Kota Makkah

Kota Makkah memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Dirangkum dari buku berjudul Makkah: Kota Suci yang Dirindukan Umat Oleh Rizem Aizid, berikut ini adalah keistimewaan Makkah:

  • Kota yang tidak akan dimasuki Dajjal
  • Amal baik dan buruk akan dilipatgandakan di Makkah
  • Tempat pertama dibangunnya rumah Allah, yaitu Masjidil Haram
  • Salat di Masjidil Haram lebih utama 100 ribu kali dibandingkan di masjid lainnya
  • Tempat yang paling utama untuk dikunjungi karena Makkah adalah kota suci umat Islam
  • Menjadi satu-satunya kota yang dijadikan sumpah oleh Allah, dalam surah At-Tin ayat 1-3: Artinya: “Demi (buah) tin dan (buah) zaitun, demi gunung Sinai, dan demi negeri (Makkah) yang aman ini”
  • Kota yang menjadi saksi awal peristiwa Isra’ Mi’raj
  • Tempat terbaik di bumi dalam hal spiritualitas, bahkan bangsa jin (iblis) pun tidak bisa memasuki Makkah
  • Kota yang didoakan oleh Nabi Ibrahim yang tertulis dalam Surat Ibrahim ayat 35-37 https://www.detik.com/hikmah/quran-online/at-tin
  • Kota yang dilarang untuk berperang
  • Kota yang dilindungi oleh Allah SWT dari kerusakan dan kepunahan populasinya. “Sesungguhnya tanah ini telah diharamkan oleh Allah SWT, sehingga tidak boleh ditebang tumbuhannya, tidak boleh diburu hewan buruannya, dan tidak boleh diambil (dipungut) satu pun barang yang hilang di sana, kecuali oleh orang yang mencari pemiliknya.” (HR al-Bukhari)

detikers juga bisa membaca doa-doa di Tanah Suci lainnya melalui Kumpulan Doa dan Zikir Ibadah Haji dari detikHikmah.

(hnh/rah)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Tawasul Tahlil Singkat: Arab, Latin, dan Artinya


Jakarta

Tawasul tahlil merupakan bacaan yang dibaca pada awal tahlilan. Tawasul biasanya menjadi perantara Surat Al-Fatihah di awal dan dirangkaikan dengan bacaan-bacaan tahlil lain.

Ketika tahlilan, tawasul biasanya dibaca sebagai perantara Surat Al-Fatihah di awal. Barulah dirangkaikan dengan bacaan-bacaan tahlil lain sesudahnya. Temukan bacaan tawasul tahlil yang dapat dibaca saat tahlilan pada uraian di bawah.

Pengertian Tawassul

Mengutip buku Dzikir Agung Para Wali Allah oleh M. N. Ibad, tawasul adalah perantara atau penghubung ketika memohon sesuatu atau mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bisa dibilang, tawasul merupakan cara memohon kepada-Nya dengan cara lebih sopan.


Umumnya, muslim bertawasul kepada Rasulullah SAW dan keluarganya, para wali-Nya, orang-orang sholeh, dan kaum muslimin. Tawasul menggunakan perantara orang-orang yang dekat kepada Allah SWT karena tiap-tiap manusia penuh dosa dan kesalahan yang mampu mencegah terkabulnya doa.

Bertawasul bukan berarti meminta kepada orang yang ditawasuli. Namun tawasul dilakukan dengan tetap mengharapkan rahmat dan pertolongan Allah SWT semata.

Bacaan Tawasul Tahlil Singkat: Arab, Latin, dan Artinya

Merujuk catatan detikHikmah, Majmu’ Syarif oleh Ibnu Wathiniyah, dan laman NU Online, berikut bacaan tawasul tahlil singkat beserta tulisan Arab, latin, serta artinya.

1. Bacaan Tawasul Tahlil Versi Kesatu

إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالِٰهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِينَ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Latin: Ilaa hadhratin nabiyyil mushthafaa rasuulillaahi shallallahu ‘alaihi wa sallam wa aalihi wa ashhaabihii wa azwaajihii wa aulaadihi wa dzurriyyaatihi ajma-‘iin, syai-ul lillaahi lahum Al-Fatihah.

Artinya: “Ditujukan kepada yang terhormat Nabi yang terpilih Rasulullah SAW, keluarganya, sahabat-sahabatnya, istri-istrinya, putra putrinya, dan seluruh keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini ditujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua, Al-Fatihah.”

2. Bacaan Tawasul Tahlil Versi Kedua

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Latin: Ilaa hadhratin nabiyyi shalallahu ‘alaihi wasallama wa aalihi wa ikhwanihi wa minal anbiya-i wal mursalin wal auliyaa-i wasy syuhada-i wash shalihin wash shabati wat tabi’in wal ‘ulamaa-i wal mushonnifinal mukhlashiin wa jami’il malaa-ikatil muqarrabin. Tsumma ilaa jamii’il ahlil kubur minal muslimiina wal muslimati wal mu’minina wal mu’minati min masyariqil ardhi ilaa magharibiha barrihaa wa bahriha khushuushon ila aaabaa-inaa wa ummahaatinaa wa ajdaadinaa wa jaddaatina wa masyaayikhana wa masyaayikhi masyaayikhinaa wa asatidzatina wa asatidzati asatidzatina wa liman ahsana ilaina wa limanij tama’naa hahunaa bisababihi, syaiul lillahi lahum Al-Fatihah.

Artinya: “Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan saudaranya dari kalangan pada nabi dan rasul, para wali, para syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi’in, ulama al-amilin, ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, kemudian semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur atau arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua, Al-Fatihah.”

3. Bacaan Tawasul Tahlil Versi Ketiga

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبهِ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدنَا الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ إلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصً إلَى … . شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Latin: Ilaa hadhratin nabiyyi shalallahu ‘alaihi wasallama wa aalihi wa shahbihi, syaiul lillaahi lahum Al-Fatihah.

Tsumma ilaa hadrati ikhwaa nihi minal anbiyaa-i wal mursalin wal awliya-i wasy-syuhadaa-i wash shalihina wash shahabati wattaabi’ina wal ‘ulamaa-i wal mushonnifina wa jami’il malaaikatil muqorrobin, khushuson sayyidnaa syaikhi a’bdil qodir aljailani radhiyallahu ‘anhu, syaiul lillaahi lahum Al-Fatihah.

Tsumma ilaa jamii’i ahlil kuburi minal muslimiina wal muslimati wal mu’minina wal mu’minati min masyariqil ardhi ilaa magharibiha barrihaa wa bahriha khushuushon abaaanaa wa ummahaatinaa wa ajdaadanaa wa jaddaatina wa masyaayikhana wa masyaayikha masyaayikhinaa wa limanij tama’naa hahunaa bisababihi wa khushuson ila … (sebutkan nama arwah orang yang akan dikirimi), syaiul lillaahi lahum Al-Fatihah.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua, Al-Fatihah.”

“Kemudian untuk seluruh saudaranya dari kalangan pada nabi dan rasul, para wali, para syuhada, orang-orang sholeh, sahabat-sahabat nabi dan generasi sesudahnya, para ulama, pengarang-pengarang yang ikhlas, serta para malaikat yang selalu mendekat kepada Allah. Dan terutama kami menghaturkan kepada Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Bacaan Al-Fatihah ini ditujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua, Al-Fatihah.”

“Kemudian untuk semua ahli kubur dari kalangan kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan. Dan kepada kaum mukminin, baik laki-laki maupun perempuan, yang tersebar dari wilayah timur hingga barat, baik di darat maupun di laut. Khususnya, untuk bapak-bapak kami, para ibu kami, nenek-nenek kami baik yang laki-laki maupun perempuan, juga untuk para guru besar kami dan para guru besar mereka, guru-guru kami, para gurunya guru kami, serta kepada semua yang telah menyebabkan kami berkumpul di sini. Dan khususnya untuk …(sebutkan nama arwah yang akan dikirimi). Bacaan Al-Fatihah ini ditujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua, Al-Fatihah.”

Demikian bacaan tawasul tahlil singkat lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya yang dapat dibaca di awal tahlilan sebagai perantara Surat Al-Fatihah.

(azn/inf)



Sumber : www.detik.com

Lafaz yang Diucapkan Ketika Ada Seseorang yang Meninggal Dunia


Jakarta

Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya bila mendengar atau melihat orang meninggal maka sampaikanlah yang baik-baik. Di bawah ini panduan membacakan lafaz yang diucapkan ketika ada seseorang yang meninggal dunia.

Dilansir dalam buku Nasihat Untuk Yang Akan Mati karya Ali Hasan Abdul Hamid ucapan-ucapan kebaikan kepada mayit bisa disampaikan juga untuk kerabat atau keluarganya. Biasanya disebut sebagai tazkiyah.

Tazkiyah artinya ungkapan turut berduka cita yang ditunjukan untuk para keluarganya, supaya mereka berlaku sabar dan mendoakan mayit. Maka dari itu tazkiyah haruslah ungkapan yang bisa menyenangkan keluarga si mayit, sehingga mereka menjadi lebih ridha akan ketetapan Allah SWT.


Berikut ini adalah lafaz yang dapat diucapkan ketika melihat atau mendengar kabar tentang seseorang yang meninggal dunia.

Doa Ketika Ada yang Meninggal

Mengutip buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi disebutkan sebuah hadits.

Kami telah meriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim, dari Ummu Salamah ra., dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika kalian mendatangi orang yang sakit, atau takziah pada kematian, maka doakan- lah untuk mereka dengan doa yang baik, karena para malaikat meng- aminkan apa yang kalian ucapkan.” Dia berkata: “Ketika kematian Abu Salamah, aku mendatangi Rasulullah saw. dan berkata kepadanya: ‘Wahai Rasulullah, sungguh Abu Salamah telah meninggal,’ kemudian beliau bersabda: ‘Bacalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

Arab-latin: Allaahummaghfir lii wa lahuu wa ‘aqibnii minhu ‘uqba hasanata.

Artinya: “Ya Allah ampunilah aku, dan dia dan anugerahkanlah akhir yang baik kepadaku dan kepadanya.”

Maka Allah menggantikan orang yang lebih baik darinya, yakni Muhammad SAW.”

Demikian, redaksi hadis yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim, sedangkan dalam riwayat at-Tirmidzi.

Doa Tazkiyah untuk Keluarga Mayit

Kami riwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Ummu Salmah ra., dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: ‘Tidaklah seorang hamba muslim yang tertimpa musibah, kemudian membaca:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أَجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا

Arab-latin: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Allaahumma’jurnii fii mushi- ibatii wakhlif lii khairan minhaa.

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah, dan sungguh kepada-Nya dikem- balikan, ya Allah berilah pahala kepadaku atas musibah yang menim- paku, dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya.”

Selain itu, mengutip buku 100 Doa Harian Untuk Anak karya Kak Nurul Ihsan terdapat lafaz doa saat mendengar kematian kerabat.

اِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا الْمُنْقَلِبُونَ . اللَّهُمَّ اكْتُبُهُ عِنْدَكَ فِي الْمُحْسِنِينَ ، وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي علِيِّينَ ، وَا خَلْفٌ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِينَ .

Arab-latin: Innaa lillaahi wa innaa ilayhi rooji’uuna wa inna ilaa robbinaa lamunqolibuun. Alloohummaktubhu ‘indaka fil muhsiniina waj’al kitaabahuu fii ‘illiyyiina wakhluf fii ahlihii fil ghoobiriin.

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya dan kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami, Ya Allah! Tulislah dia (yang meninggal dunia) termasuk golongannya orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tingkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi.”

Ada juga doa ketika melihat jenazah saat berpapasan dengan rombongan pengangkut jenazah di jalan. Maka langsung ucapkan doa ini.

سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِهَذَ الْمَيْتِ وَارْحَمْهُ وَإِنسَ فِي القَبْرِ وَحْدَتَهُ وَغَرَبَتَهُ وَنَوْرْ قَبْرَهُ .

Arab-latin: Subhaanal hayyil ladzii laa yamuutu. Alloohummaghfir lihaadzal mayyiti warhamhu wa anis fil qobri wahdatahu wa ghurbatahu wa nawwir qobroh.

Artinya: “Mahasuci Allah Zat Yang Hidup yang tidak akan mati. Ya Allah, ampunilah mayat ini dan sayangilah ia, dan temanilah ia di dalam kesendirian dan keasingannya di dalam kubur, dan terangilah kuburannya.”

Demikianlah lafaz yang diucapkan ketika ada seseorang yang meninggal dunia, mendoakan mayit dan keluarga yang ditinggalkan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

3 Musuh Allah pada Hari Kiamat yang Disebutkan dalam Hadits


Jakarta

Sebuah riwayat menyebutkan ada tiga golongan orang yang menjadi musuh Allah SWT pada hari kiamat kelak. Lantas, siapa tiga golongan yang dimaksud tersebut?

Allah SWT memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah SWT mencintai dan menyayangi seluruh manusia, namun perbuatan buruk dan keji mereka yang membuat-Nya membenci dan akan menjadikan mereka musuh-Nya pada hari kiamat nanti.

Dalam buku 1100 Hadits Terpilih karya Muhammad Faiz al-Math terdapat sebuah hadits qudsi yang menyebutkan tiga golongan orang yang menjadi musuh Allah SWT pada hari kiamat kelak.


Rasulullah SAW bersabda,

ثَلَاثَةُ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ كُنْتُ خَصْمَهُ خَصَمْتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ وَرَجُلٌ اِسْتَأْجَرَ أَجِيرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُوفِهِ أَجْرَهُ. رواه ابن ماجه

Artinya: “Ada tiga golongan orang yang kelak pada hari kiamat akan menjadi musuh-Ku. Barang siapa menjadi musuh-Ku maka Aku memusuhinya. Pertama, seorang yang berjanji setia kepadaku lalu dia ingkar (berkhianat). Kedua, seorang yang menjual orang yang merdeka (bukan budak) lalu memakan uang harga penjualnya. Ketiga, seorang yang mengkaryakan (memperkerjakan) seorang buruh tapi setelah menyelesaikan pekerjaannya orang tersebut tidak memberinya upah.” (HR Ibnu Majah)

3 Musuh Allah SWT di Hari Kiamat

Dari hadits di atas, disebutkan ada tiga orang yang akan diperlakukan sebagai musuh oleh Allah SWT. Mengutip buku 160 Materi Dakwah Pilihan karya H. Ahmad Yani, berikut ulasan lengkapnya.

1. Orang yang Ingkar Janji

Awalnya, setiap manusia telah berjanji untuk mengakui Allah SWT sebagai Tuhannya saat masih berada di rahim. Apalagi dia mengaku beriman sudah seharusnya tunduk, maka bila tidak dia ingkar janji dan Allah SWT tidak menyukainya.

Hal ini pula yang menjadi salah satu sifat orang munafik. Rasulullah SAW bersabda,

عَايَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثَ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا تُتُمِنَ خان رواه البخاري و مسلم

Artinya: “Tanda orang munafik ada tiga: apabila berkata dusta, bila berjanji ingkar, bila dipercaya khianat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Allah SWT juga melarang manusia mengingkari janji yang telah dibuat. Sebagaimana dijelaskan dalam surah An-Nahl ayat 91 yang berbunyi,

وَاَوْفُوْا بِعَهْدِ اللّٰهِ اِذَا عَاهَدْتُّمْ وَلَا تَنْقُضُوا الْاَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللّٰهَ عَلَيْكُمْ كَفِيْلًا ۗاِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ ٩١

Artinya: “Tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji. Janganlah kamu melanggar sumpah(-mu) setelah meneguhkannya, sedangkan kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

2. Orang yang Melakukan Perdagangan Manusia

Setiap orang punya hak untuk hidup merdeka. Oleh karena itu, tidak dibenarkan bila ada orang yang menjual manusia lalu memakan uangnya.

Mengutip buku Ketahanan Keluarga Dalam Perspektif Islam Pandangan Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia tulisan Amany Lubis dkk, menjelaskan bahwa hukum dasar muamalah perdagangan adalah mubah kecuali yang diharamkan dengan nash atau disebabkan gharâr (penipuan).

Hukum perdagangan manusia ini tentunya haram sebab manusia tidak dapat diperjual-belikan layaknya hewan sebab sejatinya Allah SWT telah memberikan manusia kehormatan yang membedakannya dengan makhluk lainnya.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra ayat 70,

۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ࣖ ٧٠

Artinya: “Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”

3. Orang yang Tidak Memberi Upah Pekerja

Ketika mempekerjakan seseorang, maka sudah menjadi kewajiban sebagai untuk membayarkan upah yang telah dijanjikan. Allah SWT membenci orang yang tidak membayar upah pekerja secara layak, karena semestinya upah itu harus segera diberikan. Rasulullah SAW bersabda,

أَعْطُوا الأخير أَجْرَهُ قَبْلَ أَن يحف غرفه رواه أبو رود

Artinya: “Berikanlah kepada buruh upahnya sebelum kering keringatnya.” (HR Abu Ya’la)

Bahkan bila memberi upah tidak sesuai yang telah dijanjikan, maka hal ini termasuk kezaliman dan dosanya besar. Rasulullah SAW bersabda,

ظلم الأخير أَجْرُهُ مِنَ الْكَبَائِرِ رواه

Artinya: “Menzalimi upah terhadap buruh termasuk dosa besar.”(HR Ahmad)

Wallahu a’lam.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Tata Cara Kirim Doa untuk Ibu yang Sudah Meninggal


Jakarta

Setiap orang harus selalu berbakti kepada orang tua meski telah meninggal dunia. Salah satu caranya adalah dengan mendoakan mereka. Hal ini termasuk amal jariyah orang tua karena memiliki anak yang sholeh.

Di bawah ini adalah tata cara kirim doa untuk ibu yang sudah meninggal dalam berbagai versi. Doa ini juga bisa digunakan jika kedua orang tua Anda sudah meninggal. Selain itu, ketahui juga dalil mendoakan orang yang sudah wafat.

Tata Cara Kirim Doa untuk Ibu yang Sudah Meninggal

Dikutip dari NU Online, ada beberapa doa untuk ibu yang sudah meninggal yang bisa diamalkan. Doa ini juga bisa dibacakan untuk ayah yang sudah meninggal dunia.


1. Doa untuk Orang Tua Paling Umum

Yang pertama adalah membaca doa untuk orang tua yang sudah biasa diajarkan sejak kecil. Doa ini bisa dibaca untuk orang tua yang masih hidup maupun sudah meninggal.

رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

Bacaan latin: Rabbigh firlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa

Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil.”

2. Doa untuk Orang Tua dan Guru

Yang kedua adalah doa untuk orang tua, kakek, nenek, dan guru yang masih hidup maupun sudah meninggal.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

Bacaan latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu’allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

3. Doa Ampunan untuk Orang yang Telah Meninggal

Selanjutnya, bacalah doa untuk memohon ampun bagi orang yang telah meninggal. Doa ini bisa dibaca untuk siapa pun, tidak hanya untuk orang tua.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.

Bacaan latin: Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

4. Doa Penutup

Setelah membaca doa-doa di atas, Anda dapat menutup doa dengan membaca doa sapu jagat, sholawat nabi dan membaca Al-Fatihah.

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ …

Bacaan latin: Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn. Al-Fatihah.

Artinya: “Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. (Lanjut membaca surat Al-Fatihah).”

Doa Khususon Ila Ruhi untuk Ibu dan Ayah yang Wafat

Selain doa-doa di atas, ada juga doa khususon ila ruhi sebagai doa untuk ibu yang sudah meninggal atau ayah yang sudah meninggal.

Doa ini sebenarnya sama dengan doa ampunan untuk orang-orang yang telah meninggal, namun bagian depannya ditambah menyebut nama orang yang meninggal.

1. Doa untuk Ibu yang Sudah Meninggal

Bacaan latin: Khushuushon ilaa ruuhi ummi (sebut nama almarhumah) binti (sebut nama ayah). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa lahal fatihah.

Artinya: “Terkhusus untuk ruh ibuku (sebut nama almarhumah) putri dari (sebut nama ayah). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya. (Lanjut baca Al-Fatihah).”

2. Doa untuk Ayah yang Sudah Meninggal

Bacaan latin: Khushuushon ilaa ruuhi abii (sebut nama almarhum) bin (sebut nama ayah almarhum). Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.

Artinya: “Terkhusus untuk ruh ayahku (sebut nama almarhum) putra dari (sebut nama ayah almarhum). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, untuknya. (Lanjut baca Al-Fatihah).”

Dalil Mendoakan Orang Tua yang Meninggal

Berikut ini sejumlah dalil mengapa anak harus tetap mendoakan orang tua yang telah meninggal dunia.

1. Wujud Berbakti kepada Orang Tua

Rasulullah memerintahkan untuk mendoakan kedua orang tua yang meninggal. Abu Usaid pernah meriwayatkan sebuah hadits yang artinya:

“Suatu ketika saya sedang duduk-duduk bersama Rasulullah saw. Tiba-tiba ada seorang laki-laki dari sahabat Anshar berkunjung. Ia bertanya kepada Rasul, ‘Ya Rasul, apakah saya bisa berbaik budi kepada kedua orang tua saya yang sudah meninggal?’ Rasul lalu menjawab, ‘Iya, ada empat hal, yaitu (1) mendoakan mereka, (2) memohonkan ampunan untuk keduanya, (3) menunaikan janji mereka dan memuliakan teman mereka, dan (4) menjalin silaturahmi dengan orang-orang yang tidak akan menjadi saudaramu kecuali melalui perantara ayah-ibumu. Itulah budi baik yang harus kamu lakukan setelah mereka meninggal’.” (Musnad Ahmad: 16059)

2. Kiriman Doa Melebihi Dunia Seisinya

Ada juga riwayat Nabi yang mengatakan doa untuk almarhum lebih berharga dibandingkan dunia dan seisinya.

“Diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Tidak ada mayit yang berada dalam kuburnya kecuali ia seperti orang tenggelam yang meminta pertolongan-kal ghariqil mughawwats dengan diharakati fathah pada huruf wawunya yang bertasdid, yaitu orang yang meminta pertolongan-ia menunggu setetes doa yang yang dikirimkan anaknya, saudara, atau temannya. Karenanya ketika ia mendapatkan doa, maka hal itu lebih ia sukai dibanding dunia dengan seluruh isinya,'” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, halaman 281).

3. Tercantum dalam Al-Qur’an

Perintah mendoakan orang yang sudah meninggal diperkuat dengan firman Allah dalam surat Al Hasyr ayat 10:

وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ࣖ – ١٠

Artinya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.”

Demikian tadi kita ketahui tata cara kirim doa untuk ibu yang sudah meninggal, yang juga bisa dibacakan untuk ayah yang sudah meninggal dunia, lengkap dengan dalilnya.

(row/row)



Sumber : www.detik.com