Author: Gak Ganti Gambar

  • Cara Diet Kentang untuk Turunkan BB dengan Cepat, Tertarik Coba?

    Jakarta

    Tak sedikit orang yang melakukan diet ketat untuk memperoleh berat badan ideal dalam waktu singkat. Di sisi lain, mereka menginginkan diet dengan tetap konsumsi makanan sehat. Karena itu, diet kentang banyak dipilih.

    Diet kentang menawarkan metode penurunan berat badan dalam waktu cepat. Ini dilakukan dengan hanya mengkonsumsi kentang saat diet berlangsung selama beberapa hari.

    Dilansir Verywell Fit, orang yang telah menjalani diet kentang mengklaim berat badan mereka berhasil turun sekitar 0,45 kg per minggu. Sebab itu, tak sedikit yang tertarik dengan metode diet ini. Jadi, apakah kamu mau coba diet kentang? Simak cara melakukannya berikut.


    Cara Diet Kentang untuk Turunkan Berat Badan

    Sesuai namanya, diet kentang dilakukan dengan hanya memakan kentang selama beberapa hari. Tim Steele yang mempopulerkan kembali diet kentang pada 2016 lewat bukunya memiliki aturan bahwa diet ini berlangsung selama 3-5 hari.

    Dalam diet ini, kentang menjadi sumber karbohidrat dan kalori utama. Kentang juga berperan sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

    Makanan lain termasuk bumbu, saus, dan minyak apapun tidak diizinkan. Garam boleh digunakan tapi lebih baik dihindari. Dan hanya bisa minum air putih, teh, atau kopi hitam.

    Metode memasak kentangnya juga mesti diperhatikan. Tidak dianjurkan menggoreng kentang, hanya boleh direbus atau dipanggang. Tentunya produk kentang olahan seperti french fries atau keripik kentang tidak boleh.

    Konsumsi obat selama diet kentang diperbolehkan sesuai arahan dokter. Akan tetapi, suplemen makanan tidak diperkenankan. Olahraga berat juga tidak dianjurkan, sebaliknya bisa lakukan olahraga ringan atau berjalan kaki.

    Variasi diet yang mirip bernama Spud Fit Challenge juga dibuat oleh Andrew Taylor. Metode dietnya ini memperbolehkan makan ubi jalar. Untuk bumbu, rempah-rempah, dan kondimen bebas lemak juga diizinkan asalkan dalam jumlah sedikit.

    Diet kentang memiliki aturan yang sangat membatasi. Karenanya, diet ini tidak cocok untuk diterapkan dalam jangka panjang.

    Manfaat Diet Kentang

    Selain dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat, ada beberapa manfaat lain dari diet kentang, dikutip Healthline.

    1. Gizi Kentang Cukup Lengkap

    Walau hanya memakan kentang selama program diet, ternyata kandungan gizi kentang cukup lengkap. Kentang menjadi sumber vitamin dan mineral penting, seperti vitamin C, potasium, folat, dan zat besi.

    2. Kentang Tinggi Serat

    Kentang juga memiliki serat yang tinggi. Setiap 100 gram kentang rebus tanpa garam mengandung 1,8 gram serat. Serat dapat membuat kenyang lebih lama dan bisa menjaga kesehatan pencernaan.

    3. Mudah Diikuti

    Diet kentang cukup mudah dilakukan karena aturannya yang terbilang sederhana. Dengan begitu, orang dapat dengan mudah mengikutinya.

    4. Harga Kentang Terjangkau

    Bahan utama kentang yang digunakan juga sangat mudah didapatkan di Indonesia. Terlebih, harganya cukup terjangkau. Sebab itu, tak sedikit orang yang memilih kentang sebagai alternatif diet.

    Efek Samping Diet Kentang

    Mengandalkan hanya kentang sebagai asupan makanan selama diet disebutkan memiliki efek samping. Berikut efek samping yang mungkin terjadi selama atau setelah diet kentang:

    • Defisiensi protein
    • Hilangnya massa otot
    • Memperlambat metabolisme tubuh
    • Fungsi kekebalan tubuh yang terganggu
    • Sembelit atau kembung
    • Tidak bertenaga dan mudah lesu
    • Anemia
    • Bisa menimbulkan masalah mata dan tulang.

    Orang dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes mesti berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mencoba diet kentang. Karena bisa menyebabkan kadar gula darah melonjak dengan cepat.

    Diet kentang juga tergolong diet ketat. Karena itu, tidak disarankan untuk dilakukan dalam jangka panjang karena dapat merusak nutrisi yang diperlukan tubuh.

    (azn/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Harus Minum Berapa Cangkir Teh Hijau untuk Pangkas BB? Ini Saran Pakar Nutrisi

    Jakarta

    Menjaga pola makan dan rutin berolahraga adalah dua hal paling penting dalam proses menurunkan berat badan. Selain itu, mengonsumsi minuman tertentu juga dapat membantu mempercepat pembakaran lemak dan mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

    Salah satunya adalah teh hijau. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi teh hijau dapat membantu menurunkan berat badan dan mengecilkan lingkar pinggang.

    Pertanyaannya, harus minum berapa cangkir teh hijau dalam sehari untuk bisa menurunkan berat badan? Berikut penjelasan dari pakar nutrisi di Balance One Supplements, Trista Best RD.


    Sebelumnya, mari kita telaah dulu khasiat teh hijau dalam menurunkan berat badan. Dikutip dari Eat This, teh hijau adalah minuman penghancur lemak yang kaya akan kandungan antioksidan.

    Sebuah penelitian pada 2021 menyebutkan teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak. Meskipun ini bukan solusi yang instan, menjadikan minum teh hijau sebagai bagian dari rutinitas harian dapat melengkapi pola makan seimbang dan gaya hidup aktif untuk pengelolaan berat badan yang sehat.

    Selain itu, kandungan kafein yang ada pada teh hijau juga turut berperan dalam membantu menurunkan berat badan.

    “Salah satu faktor kuncinya adalah kandungan kafeinnya, stimulan alami yang dikenal untuk meningkatkan metabolisme sementara. Peningkatan laju metabolisme ini dapat memfasilitasi pembakaran lebih banyak kalori, sehingga berkontribusi pada upaya penurunan berat badan,” terang Best.

    Berapa Banyak Teh Hijau yang Harus Diminum untuk Turun BB?

    Lantas, harus minum berapa cangkir teh hijau dalam sehari untuk bisa mendapatkan khasiat tersebut?

    Sebuah penelitian pada 2013 menemukan orang yang mengonsumsi hingga empat cangkir teh hijau dalam sehari dapat mengalami penurunan berat badan, lingkar pinggang, dan tekanan darah yang cukup signifikan. Namun, Best menegaskan setiap orang memiliki jumlah optimal yang berbeda-beda.

    “Menentukan jumlah optimal teh hijau untuk menurunkan berat badan dapat bervariasi berdasarkan faktor individu dan toleransi terhadap kafein. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar tiga hingga lima cangkir teh hijau setiap hari dapat memberikan beberapa manfaat,” ujarnya.

    Best juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsi teh hijau secara berlebihan. Sebab, kandungan kafein pada teh hijau dapat menyebabkan sejumlah efek samping jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, seperti insomnia, gelisah, peningkatan detak jantung, dan masalah pencernaan.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • 11 Manfaat Minum Air Lemon di Pagi Hari, Pangkas BB sampai Cegah Penyakit

    Jakarta

    Minuman air lemon cukup digemari orang. Rasanya yang menyegarkan menjadikan air lemon sebagai pilihan minuman, tak terkecuali pada pagi hari. Ternyata tak hanya menyegarkan, minum air lemon juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

    Air lemon mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Lantas, apa saja manfaat minum air lemon di pagi hari? Simak artikel berikut.

    Kandungan Air Lemon

    Mengutip Healthline, 1 gelas air lemon yang diperas dari 1 buah lemon mengandung:


    • 10,6 kalori
    • 21% dari kebutuhan vitamin C harian
    • 2% dari kebutuhan folat (vitamin B9) harian
    • 1% dari kebutuhan potasium harian
    • 1% dari kebutuhan vitamin B1 harian
    • 1% dari kebutuhan vitamin B5 harian
    • 0,5% dari kebutuhan vitamin B2 harian.

    Manfaat Minum Air Lemon

    Berikut manfaat minum air lemon di pagi hari.

    1. Menghidrasi Tubuh

    Kementerian Kesehatan menganjurkan orang dewasa mengonsumsi sekitar 8 gelas (sekitar 2 liter) air per hari. Memenuhi kebutuhan air harian sangat penting untuk menghindari dehidrasi.

    Jika tak suka minum air putih saja yang rasanya hambar, detikers bisa menambahkan perasan air lemon agar lebih rajin minum air.

    2. Sumber Asupan Vitamin C

    Buah citrus seperti lemon kaya akan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan membantu melawan radikal bebas dalam tubuh sehingga tubuh terhindari dari inflamasi dan berbagai penyakit.

    Selain itu, vitamin C juga berperan dalam metabolisme protein, memproduksi hormon, dan menyerap zat besi.

    Kekurangan vitamin C akan menyebabkan kelelahan, insomnia, kulit kering, dan meningkatkan risiko tubuh terkena infeksi.

    Minum air lemon di pagi hari bisa membantu menurunkan berat badan, lho. Sebab, hal ini meningkatkan rasa kenyang, sehingga mendorong kita untuk makan lebih sedikit.

    Air lemon mengandung kalori dan nutrisi bagi tubuh, sekaligus membuat kita mengurangi asupan kalori berlebih dari makanan.

    4. Melancarkan Pencernaan

    Air lemon mengandung asam sitrat yang membantu meningkatkan kinerja asam lambung. Asam lambung berperan membantu tubuh memecah dan mencerna makanan.

    Sebagai tambahan, minumlah air lemon yang masih mengandung serat lemon. Serat pada lemon meningkatkan kesehatan usus dan memperlambat pencernaan gula, sehingga menurunkan kadar gula dalam darah.

    5. Mengurangi Hipertensi

    Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, air lemon mengandung zat-zat yang berperan dalam menurunkan angka inflamasi dan stres, serta meningkatkan antioksidan yang mencegah oksidasi kolesterol jahat LDL dan pembentukan plak pada dinding arteri.

    Riset tahun 2014 yang dilakukan oleh Faculty of Health and Welfare Prefectural University of Hiroshima bersama Pokka Sapporo Food and Beverage menunjukkan bahwa konsumsi lemon tiap hari menunjukkan kaitan dengan penurunan tekanan darah.

    Tentunya air lemon saja tidak cukup untuk menurunkan tekanan darah. Demi hasil yang lebih baik, pengidap hipertensi juga perlu rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki.

    6. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Air lemon kaya akan vitamin C yang mampu mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Bukan hanya vitamin C, serat pada lemon juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung secara signifikan.

    7. Mencegah Batu Ginjal

    Batu ginjal adalah butiran kecil yang terbentuk akibat kristalisasi zat sisa di ginjal. Asam sitrat pada air lemon mampu menurunkan risiko batu ginjal karena meningkatkan volume dan pH urine, sehingga batu ginjal tidak bisa terbentuk.

    8. Mengurangi Risiko Anemia

    Anemia bisa terjadi salah satunya karena tubuh kekurangan zat besi. Usus mampu menyerap zat besi heme dengan mudah. Zat besi heme ini terdapat pada daging, ayam, dan ikan. Tetapi, zat besi non heme yang terdapat pada tumbuhan lebih sulit diserap oleh usus.

    Penyerapan zat besi non heme mampu ditingkatkan dengan asupan vitamin C dan asam sitrat dari air lemon.

    9. Menghilangkan Bau Mulut

    Menurut dokter gigi Gavin Laidlaw di situs resminya, air lemon bisa menjadi salah satu cara mengurangi bau mulut. Kandungan asam sitrat dalam lemon meningkatkan produksi saliva dan mengurangi bau mulut

    10. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

    Mengutip Healthshots, air lemon membantu menjaga kesehatan jaringan gusi agar gigi tidak mudah copot. Selain itu, air lemon membantu mencegah gingivitis (pembengkakan gusi).

    11. Mengurangi Stres

    Tak hanya menjaga kesehatan fisik, minum air lemon di pagi hari juga bisa menjaga kesehatan mental. Menurut jurnalis dan penulis Sandi Schwartz di situs Ecohappiness Project, vitamin C yang terkandung di air lemon menurunkan kadar hormon stres.

    Selain itu, vitamin C juga mampu mencegah kerusakan otak akibat hormon stres yang disebut kortisol.

    Saat stres, tubuh mengeluarkan lebih banyak radikal bebas. Vitamin C mengontrol kadar radikal bebas dan memperbaiki tubuh. Jadi, vitamin C pada air lemon membantu melindungi tubuh dari efek stres yang menumpuk.

    Itu dia berbagai manfaat kesehatan meminum air lemon di pagi hari. Perlu diingat, terlalu banyak mengonsumsi air lemon bisa mengikis enamel gigi. Untuk mengurangi risiko ini, sebaiknya minum air lemon melalui sedotan untuk mengurangi kontak dengan gigi. Lalu, berkumurlah dengan air setelahnya.

    (fds/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • 8 Cara Agar Tidak Mudah Lapar Seharian, Cocok untuk yang Lagi Diet

    Jakarta

    Ketika perut terasa lapar, hal ini menandakan kalau tubuh membutuhkan energi dari berbagai makanan dan minuman. Meskipun rasa lapar merupakan hal wajar, namun cukup mengganggu jika terus-menerus terjadi, apalagi baru saja selesai makan.

    Kondisi tersebut membuat seseorang jadi lebih sering mengkonsumsi makanan berat dan camilan namun di waktu yang tidak tepat. Jika tidak dihentikan, hal itu bisa membuat berat badan bertambah. Duh!

    Tapi jangan khawatir, sebenarnya ada cara mudah untuk mengatasi perut yang mudah lapar. Lalu, bagaimana caranya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Agar Tidak Mudah Lapar Seharian

    Dilansir Medical News Today, sebenarnya ada sejumlah pil atau suplemen yang dapat menekan nafsu makan sehingga tidak mudah lapar. Akan tetapi, hal ini dapat memicu efek samping.

    Oleh sebab itu, sebaiknya mengatasi rasa lapar dengan memperbanyak makan-makanan sehat dan bergizi. Selain itu, ada sejumlah cara lain yang bisa diikuti, yakni:

    1. Mengkonsumsi Makanan Kaya Serat

    Cara yang pertama adalah dengan mengkonsumsi makanan kaya serat. Sebab, asupan serat tinggi dapat membantu tubuh terasa kenyang sekaligus mengatur nafsu makan.

    Hal ini dibuktikan lewat sebuah penelitian pada 2022 yang mengungkapkan bahwa serat dapat membantu menekan nafsu makan yang sangat efektif. Adapun makanan yang mengandung kaya serat seperti apel, alpukat, kacang almond, dan sayuran.

    2. Makanan Berprotein Tinggi

    Selain mengandung serat, disarankan juga mengkonsumsi makanan berprotein tinggi. Sebab, hal tersebut dapat meningkatkan rasa kenyang serta menurunkan kadar hormon lapar.

    Sejumlah makanan yang mengandung protein tinggi di antaranya daging tanpa lemak dan telur. Selain itu, protein nabati seperti buncis, kacang polong, alpukat dan minyak zaitun juga efektif mengurangi rasa lapar.

    3. Perbanyak Minum Air Putih

    Selain menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, minum air putih juga terbukti dapat menekan rasa lapar dan mengurangi berat badan bagi sebagian orang.

    Bahkan, minum segelas air putih sebelum makan dapat membantu seseorang merasa lebih kenyang, sehingga tidak merasa kelaparan lagi setelah makan.

    Sebuah penelitian pada 2018 lalu mengamati 15 orang yang selalu minum air putih sebelum makan. Hasilnya, ke-15 orang tersebut mengkonsumsi makanan dengan porsi yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak minum.

    4. Makan dengan Perlahan

    Saat lapar, banyak orang yang kerap mengambil porsi dalam jumlah banyak dan makan secara lahap. Padahal, cara tersebut justru tidak baik untuk dilakukan.

    Sebaiknya, konsumsi makanan secara perlahan dan mengambil porsi secukupnya saja. Sebuah studi menunjukkan bahwa makanan yang dikonsumsi secara perlahan akan lebih mengenyangkan daripada yang dimakan secara cepat.

    5. Tidur yang Cukup

    Tak hanya soal mengatur pola makan, menjaga kualitas tidur juga penting dalam membantu mengurangi rasa lapar. Soalnya, kurangnya waktu tidur dapat meningkatkan rasa lapar sekaligus nafsu makan pada seseorang.

    Bagi orang dewasa, dianjurkan memiliki waktu tidur setidaknya 7 jam setiap malam. Cara ini diklaim dapat mengurangi tingkat rasa lapar hingga seharian.

    6. Olahraga Sebelum Makan

    Selain menyehatkan badan, rutin olahraga juga dapat menekan nafsu makan yang efektif. Sebuah penelitian pada 2018 mengungkapkan bahwa olahraga dapat mempengaruhi nafsu makan seseorang.

    Meski begitu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengungkapkan hal ini. Soalnya, ada sejumlah faktor yang justru dapat meningkatkan nafsu makan setelah berolahraga.

    7. Hindari Stres

    Stres, marah, dan sedih ternyata dapat mempengaruhi orang untuk mengkonsumsi banyak makanan. Sebuah penelitian mengungkapkan kalau orang yang sedang stres cenderung ingin menikmati makanan tidak sehat dan dalam porsi besar.

    Maka dari itu, usahakan untuk menghindari stres sejak dini. Cobalah melakukan hal-hal yang positif seperti berolahraga dan mencari waktu luang untuk healing sejenak.

    8. Pilih Camilan Mengenyangkan

    Sebenarnya, sah-sah saja untuk memakan sejumlah camilan. Hal ini bisa dimaklumi karena tak semua orang dapat mengatur rasa lapar dan nafsu makan sepanjang hari.

    Tetapi, sebaiknya pilih camilan yang sehat dan mengenyangkan. Usahakan pilih camilan yang kaya protein ataupun serat karena dapat membantu meningkatkan rasa kenyang.

    Itu dia delapan cara agar tidak mudah lapar seharian. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Bantu Pangkas BB, Ini 5 Makanan Pengganti Nasi yang Cocok untuk Diet

    Jakarta

    Nasi putih adalah makanan pokok yang sudah sangat melekat dengan masyarakat Indonesia. Tapi bagi orang-orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan, nasi putih justru menjadi salah satu ‘musuh’ yang dijauhi.

    Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, nasi putih mengandung kalori yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menggagalkan diet. Dikutip dari laman resmi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 100 gram nasi putih dapat mengandung hingga 130 kalori.

    Belum lagi, nasi putih mengandung karbohidrat sederhana yang dapat dengan mudah dicerna. Hal ini membuat tubuh menjadi cepat lapar, sehingga meningkatkan risiko overeating yang dapat membuat berat badan meningkat.


    Karenanya, para pejuang diet biasanya menghindari konsumsi nasi saat sedang program. Lantas, apa saja makanan pengganti nasi yang bisa membantu memenuhi kebutuhan karbohidrat dan energi saat sedang diet? Berikut daftarnya.

    1. Ubi

    Ubi adalah salah satu makanan pengganti nasi yang kerap direkomendasikan untuk orang yang sedang diet. Selain mengandung karbohidrat, ubi juga kaya akan serat yang penting untuk menurunkan berat badan.

    Serat dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Alhasil, nafsu makan menjadi lebih terkendali dan mencegah makan secara berlebihan. Hal inilah yang membantu proses penurunan berat badan.

    2. Singkong

    Sama seperti ubi, singkong juga kaya akan serat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Tak hanya itu, singkong juga mengandung berbagai nutrisi lain yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti melindungi kesehatan kardiovaskular dan mengurangi risiko sindrom metabolik.

    Namun, berhati-hatilah dalam mengolah singkong. Pasalnya, makanan ini mengandung zat glikosida sianogen yang dapat melepaskan sianida dan menyebabkan keracunan. Karenanya, bersihkan singkong dengan baik terlebih dahulu sebelum dimasak.

    3. Quinoa

    Quinoa mungkin merupakan makanan pengganti nasi yang sudah tidak asing bagi para pejuang diet. Quinoa merupakan makanan berbentuk biji-bijian mirip kacang. Quinoa juga sering disebut sebagai ‘superfood’ untuk menurunkan berat badan loh.

    Pasalnya, quinoa mengandun berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, mulai dari karbohidrat, lemak, hingga protein. Quinoa juga rendah gluten, sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang mengidap diabetes atau pradiabetes.

    4. Nasi Merah

    Nasi merah kerap menjadi makanan pengganti nasi untuk diet. Salah satu alasannya karena nasi merah memiliki struktur yang sama dengan nasi putih, sehingga dapat memuaskan keinginan terhadap makanan tersebut.

    Nasi merah juga dapat melancarkan sistem pencernaan dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Ditambah lagi, nasi merah termasuk makanan rendah kalori, sehingga sangat cocok dikonsumsi orang yang sedang diet.

    5. Jagung

    Jagung juga dapat menjadi makanan pengganti nasi yang lebih menyehatkan. Pasalnya, jagung mengandung berbagai macam nutrisi, seperti vitamin B1, B3, B5, B9, vitamin C, serat, magnesium, dan fosfor.

    Jagung juga memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah yang signifikan.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Diet Merapat! Ini 5 Camilan Sehat yang Nggak Bikin Perut Makin Buncit

    Jakarta

    Camilan kerap dipandang sebagai jenis makanan yang bisa membuat gemuk. Karenanya, orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan cenderung menjauhi makanan tersebut.

    Tapi, berusaha menurunkan berat badan bukan berarti harus mengorbankan camilan. Bahkan, mengonsumsi camilan yang tepat justru dapat mendukung proses penurunan berat badan. Camilan yang sehat dapat membantu tubuh untuk tetap kenyang dalam waktu yang lama, sehingga mencegah makan berlebihan dan berat badan ‘membengkak’.

    Lantas, apa saja camilan yang aman dikonsumsi saat diet dan tidak memicu kenaikan berat badan? Dikutip dari Health, berikut daftarnya.


    1. Pisang dan Selai Kacang

    Kombinasi pisang dan selai kacang merupakan camilan yang sangat cocok dikonsumsi saat sedang diet. Berbagai penelitian menunjukkan kacang dapat membantu mengendalikan trigliserida dan lemak dalam darah, sehingga mendukung penurunan berat badan.

    Di sisi lain, pisang merupakan sumber kalium yang sangat dibutuhkan oleh fungsi saraf dan otot. Tak hanya itu, kombinasi pisang dan selai kacang juga akan memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein tubuh, meningkatkan mood, dan memberikan energi untuk beraktivitas.

    2. Greek Yogurt dengan Raspberry

    Greek yogurt memiliki protein yang lebih tinggi dibandingkan yogurt biasa. Penelitian menunjukkan diet yang tinggi protein dapat membantu tubuh merasa kenyang untuk waktu yang lama.

    Dengan menambahkan raspberry, kebutuhan akan serat juga ikut terpenuhi. Untuk memperkaya rasa, Anda bisa juga menambahkan madu sebagai pemanis alami.

    3. Oatmeal dan Blueberry

    Oat adalah salah satu camilan sehat yang praktis untuk dibuat kapanpun. Oat kaya akan serat yang dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah, mengurangi lemak tubuh, dan menurunkan berat badan. Tambahkan beberapa blueberry untuk mendapatkan rasa manis alami, serat, vitamin C, dan antioksidan.

    4. Telur Rebus

    Meski sederhana, telur rebus termasuk camilan sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Telur rebus mengandung protein tinggi yang mengenyangkan. Kandungan protein tersebut juga membantu menekan nafsu makan dan mencegah makan berlebihan.

    Studi juga menunjukkan diet tinggi protein dapat membantu mempertahankan massa otot dan menurunkan berat badan.

    5. Apel dan Keju

    Apel merupakan sumber serat yang mengenyangkan, sehingga cocok menjadi camilan saat sedang diet untuk menurunkan berat badan.

    Sementara itu, keju kerap dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Bahkan dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2019, peneliti menemukan keju juga dapat melindungi dari risiko diabetes tipe 2. Tapi ingat, pilihlah jenis keju yang rendah lemak agar tidak malah mengacaukan proses penurunan berat badan.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Diet Merapat! Ini 5 Camilan Sehat yang Nggak Bikin Perut Makin Buncit

    Jakarta

    Camilan kerap dipandang sebagai jenis makanan yang bisa membuat gemuk. Karenanya, orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan cenderung menjauhi makanan tersebut.

    Tapi, berusaha menurunkan berat badan bukan berarti harus mengorbankan camilan. Bahkan, mengonsumsi camilan yang tepat justru dapat mendukung proses penurunan berat badan. Camilan yang sehat dapat membantu tubuh untuk tetap kenyang dalam waktu yang lama, sehingga mencegah makan berlebihan dan berat badan ‘membengkak’.

    Lantas, apa saja camilan yang aman dikonsumsi saat diet dan tidak memicu kenaikan berat badan? Dikutip dari Health, berikut daftarnya.


    1. Pisang dan Selai Kacang

    Kombinasi pisang dan selai kacang merupakan camilan yang sangat cocok dikonsumsi saat sedang diet. Berbagai penelitian menunjukkan kacang dapat membantu mengendalikan trigliserida dan lemak dalam darah, sehingga mendukung penurunan berat badan.

    Di sisi lain, pisang merupakan sumber kalium yang sangat dibutuhkan oleh fungsi saraf dan otot. Tak hanya itu, kombinasi pisang dan selai kacang juga akan memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein tubuh, meningkatkan mood, dan memberikan energi untuk beraktivitas.

    2. Greek Yogurt dengan Raspberry

    Greek yogurt memiliki protein yang lebih tinggi dibandingkan yogurt biasa. Penelitian menunjukkan diet yang tinggi protein dapat membantu tubuh merasa kenyang untuk waktu yang lama.

    Dengan menambahkan raspberry, kebutuhan akan serat juga ikut terpenuhi. Untuk memperkaya rasa, Anda bisa juga menambahkan madu sebagai pemanis alami.

    3. Oatmeal dan Blueberry

    Oat adalah salah satu camilan sehat yang praktis untuk dibuat kapanpun. Oat kaya akan serat yang dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah, mengurangi lemak tubuh, dan menurunkan berat badan. Tambahkan beberapa blueberry untuk mendapatkan rasa manis alami, serat, vitamin C, dan antioksidan.

    4. Telur Rebus

    Meski sederhana, telur rebus termasuk camilan sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Telur rebus mengandung protein tinggi yang mengenyangkan. Kandungan protein tersebut juga membantu menekan nafsu makan dan mencegah makan berlebihan.

    Studi juga menunjukkan diet tinggi protein dapat membantu mempertahankan massa otot dan menurunkan berat badan.

    5. Apel dan Keju

    Apel merupakan sumber serat yang mengenyangkan, sehingga cocok menjadi camilan saat sedang diet untuk menurunkan berat badan.

    Sementara itu, keju kerap dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Bahkan dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2019, peneliti menemukan keju juga dapat melindungi dari risiko diabetes tipe 2. Tapi ingat, pilihlah jenis keju yang rendah lemak agar tidak malah mengacaukan proses penurunan berat badan.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Minuman Ini Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Mau Coba yang Mana?


    Jakarta

    Salah satu kebiasaan yang bisa menjadi kunci utama menurunkan berat badan adalah menerapkan hidup sehat, salah satunya dengan memilih asupan yang tepat. Para ahli pun mengungkapkan beberapa minuman pagi favorit mereka yang dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat.

    Beberapa minuman ini disebut mampu menurunkan berat badan tanpa menyiksa dan tetap aman bagi tubuh. Satu lagi, minuman-minuman ini juga mudah banget dibuat di rumah lho.

    Meski begitu, cara ini tetap harus dilengkapi dengan olahraga rutin dan mengurangi asupan kalori yang berlebihan. Dikutip dari laman Eat This, berikut 5 minuman yang bisa menurunkan berat badan dengan cepat.


    1. Teh hijau

    Penelitian menunjukkan teh hijau dapat mempercepat metabolisme, yang sangat penting jika ingin menurunkan berat badan. Hal ini diungkapkan oleh ahli gizi Lisa Young, Ph.D.

    Selain itu, teh hijau juga mengandung katekin yang merupakan antioksidan yang terbukti efektif membakar lemak.

    “Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau, yang pada dasarnya merupakan katekin pekat, telah terbukti menurunkan berat badan dan menurunkan persentase lemak tubuh,” tambah Young.

    2. Kopi

    Saat meminum kopi hitam atau hanya menggunakan sedikit tambahan perasa, itu tidak akan menambah kalori pada kopi. Itulah yang membuat kopi menjadi minuman favorit yang bisa membantu menurunkan berat badan dengan cepat.

    “Penelitian menemukan bahwa kopi berkafein dapat mengurangi asupan kalori dan meningkatkan metabolisme,” jelas The Nutrition Twins.

    “Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum kopi berkafein, artinya mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan mereka yang minum lebih sedikit kafein atau mereka yang tidak minum kafein,” sambungnya.

    Selain itu, kafein meningkatkan metabolisme dan melancarkan buang air besar, sehingga membantu timbangan bergerak sesuai keinginan.

    3. Air hangat dengan perasan lemon

    Air hangat dengan lemon juga ternyata menjadi minuman detoks yang luar biasa. Young menjelaskan lemon memiliki segudang manfaat, karena kandungan antioksidan dan serat pektin yang ada di dalamnya.

    “Serat pektin dalam lemon merupakan serat larut yang paling banyak ditemukan pada buah-buahan dan sayur-sayuran. Alasan minuman ini bagus untuk menurunkan berat badan adalah karena menghidrasi, bebas kalori, dan dapat membantu menghilangkan racun dalam tubuh,” tutur Young.

    NEXT: Teh jahe

    4. Teh jahe

    Bagi yang suka minum jahe, minuman satu ini bisa banget dicoba. Young mengatakan minum teh jahe di pagi hari bisa menurunkan berat badan dengan cepat.

    Menurutnya, minuman hangat dan menenangkan ini bisa membantu meredakan sakit perut dan tidak mengandung kalori apapun.

    “Sebuah penelitian yang dilakukan tentang efek teh jahe dan manfaatnya bagi tubuh menemukan bahwa asupan jahe dapat menurunkan berat badan dan rasio pinggang-pinggul,” tambahnya.

    5. Kombinasi mentimun dan air mint

    Segelas air mentimun dan mint yang menyegarkan ternyata bisa membantu menurunkan berat badan. Selain itu, minuman ini tetap membuat tubuh terhidrasi dengan baik.

    “Mengkonsumsi air dengan daun mint dan mentimun memiliki banyak manfaat yang menyehatkan, dua di antaranya mendukung penurunan berat badan dan meningkatkan pencernaan,” pungkas Young.

    (sao/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Minuman Ini Bisa Hambat Penurunan Berat Badan, Hindari Saat Diet

    Jakarta

    Selain untuk menjaga kesehatan, salah satu tujuan diet adalah menurunkan berat badan. Saat berdiet, orang umumnya memperhatikan apa yang dimakan dan menghindari makanan yang menghambat penurunan berat badan.

    Tetapi tak hanya makanan, minuman pun juga harus diperhatikan. Sebab, beberapa jenis minuman mengandung gula dan kalori yang bisa menghambat penurunan berat badan, sehingga diet menjadi kurang berhasil.

    Apa saja minuman yang harus dibatasi demi diet yang sukses? Simak artikel berikut.


    Minuman yang Menghambat Penurunan Berat Badan

    Berikut beberapa minuman yang perlu dihindari saat berdiet.

    1. Soda

    Mengutip WebMD, minuman bersoda memiliki kandungan gula dan kalori yang tinggi, tetapi tidak memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh.

    Pencinta soda masih bisa mengonsumsi soda tanpa gula atau diet soda, tetapi dalam porsi yang terbatas.

    2. Kopi Susu

    Minuman kopi susu yang sering ditemukan di toko kopi kekinian sebaiknya dihindari karena kandungan kalorinya yang tinggi. Misalnya, menurut FatSecret, 1 gelas kopi latte mengandung 135 kalori. Sementara 1 gelas kopi moccha mengandung 394 kalori.

    Pencinta minuman jenis ini masih bisa meminumnya asal mengurangi kalori yang terdapat di dalamnya. Pesanlah kopi dengan takaran gula yang lebih sedikit atau tanpa gula. Jika bisa, pesanlah kopi yang memakai susu skim (susu murni yang lemak susunya telah dibuang) alih-alih susu biasa. Terakhir, hindari whipped cream untuk mengurangi asupan kalori.

    3. Minuman Beralkohol

    Mengutip Eat This Not That, minuman beralkohol seperti cocktail dan bir kerap dicampur dengan perasan buah, soda, atau sirup yang meningkatkan kandungan gula secara signifikan.

    Alkohol juga memiliki efek buruk pada metabolisme tubuh. Mengutip Healthline, alkohol umumnya mengandung kalori kosong tanpa tambahan nutrisi bagi tubuh.

    Selain itu, alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan digunakan sebagai sumber energi utama. Jadi, glukosa dari karbohidrat dan lipid dari lemak yang harusnya dibakar menjadi energi justru akan menumpuk pada tubuh.

    4. Minuman Berenergi

    Minuman berenergi kerap mengandung tambahan gula dan kafein yang menghambat penurunan berat badan. Jika seseorang memiliki pola makan sehat dan tidur dengan cukup dan teratur, seharusnya ia tidak lagi membutuhkan tambahan energi dari minuman berenergi.

    5. Jus Buah

    Meski terkesan sehat, jus buah yang sudah diproses sering mendapat tambahan gula sehingga bisa mengurangi kesuksesan diet.

    Selain itu, jus buah memiliki lebih sedikit serat dibandingkan buah utuh. Untuk merasa kenyang lebih lama, sebaiknya konsumsi buah utuh dibandingkan minum jus buah.

    6. Smoothie

    Sama seperti jus buah, smoothie juga sering dianggap minuman sehat. Tetapi, smoothie tanpa kandungan protein tidak membuat orang merasa kenyang cukup lama.

    Sebaiknya tambahkan sumber protein pada smoothie, misalnya Greek yogurt atau bubuk protein. Protein membuat kita merasa kenyang lebih lama dan menambah LBM (Lean Body Mass). Ini berarti, persentase lemak total berkurang, sehingga berat badan berkurang tetapi massa otot meningkat.

    7. Es Teh

    Kebanyakan es teh yang telah diproses atau dibeli di restoran dan rumah makan mengandung tambahan gula. 1 gelas es teh mengandung 90 kalori dan 22 miligram gula. Sehingga, minuman ini sebaiknya dihindari bagi yang berdiet.

    Sebagai alternatif, seduhlah teh sendiri di rumah sehingga kadar gula bisa dikontrol.

    Itu dia 7 minuman yang bisa menghambat penurunan berat badan. Bukan berarti detikers yang sedang berdiet tidak boleh mengonsumsi minuman ini sama sekali, ya. Minuman ini masih boleh dikonsumsi asalkan kalori dan gulanya dikurangi dan diminum dalam porsi yang terbatas.

    (fds/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Saran Dokter Gizi agar Body Nggak ‘Lebaran’ di Momen Lebaran


    Jakarta

    Lebaran identik dengan beragam hidangan lezat. Meskipun mengandung gula, lemak, dan garam tinggi, ahli gizi menegaskan bahwa tetap menikmati makanan enak saat hari raya tidak akan merusak diet bagi yang menjalankannya.

    “Sebenarnya, tidak ada satu yang membuat diet menjadi lebih baik atau yang merusak. Jadi gini, mindset-nya diet itukan bukan berarti nggak makan, diet itukan artinya justru pengaturan pola makan,” ungkap spesialis gizi klinik, dr Diana F Suganda, SpGK, M.Kes saat dihubungi detikcom.

    Saat Lebaran, wajar untuk menikmati makanan khas seperti ketupat, opor, kue kering, dan hidangan lainnya. Namun, penting untuk tetap mindful. Artinya, perlu sepenuhnya menyadari makanan yang akan dikonsumsi oleh tubuh.


    “Tetep mindful itu bukan berarti ‘cheating’, kalau cheating kayanya mindsetnya oh bisa bebas nih makan apa aja dan seberapa banyak, banyak-banyak terserah, mungkin makannya apa aja minumnya apa aja, nah nggak bisa,” jelas dr Diana.

    “Nah tetep mindful artinya apa, oke kita tahu sebenarnya seberapa banyak sih yang diperlukan oleh tubuh,” imbuhnya.

    “Tadi kalau misalnya makanan tinggi santan segala macem ya mindful aja, makan sesuai dengan porsi yang tadi tapi ngerasa cukup, ya udah kalau udah siang tadi makan santan dengan ketupat dan sebagainya, ya kalau bisa malem ya bening-bening,” pungkasnya.

    Penting untuk tetap menjaga pola makan dan hindari konsumsi makanan lebaran secara berlebihan. Selain itu juga harus mindful atau memiliki kesadaran penuh terhadap makanan yang akan dikonsumsi oleh tubuh.

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com