Category: Tips Properti

  • Beli Rumah Atau Sewa? Ahli Keuangan Bilang Begini



    Jakarta

    Rumah adalah salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Semua orang butuh rumah untuk tempat tinggal dan tempat berlindung. Untuk mendapatkan rumah, biasanya orang-orang membangun atau membeli yang sudah jadi.

    Namun, karena harga rumah memang cenderung naik dari tahun ke tahun, banyak orang yang mengurungkan niatnya untuk langsung membeli, dan memilih untuk menyewa atau mengontrak. Menentukan keputusan untuk membeli atau menyewa adalah keputusan penting dan sangat dipengaruhi oleh kondisi keuangan masing-masing orang.

    Untuk kamu yang masih bingung antara membeli atau menyewa, Perencana Keuangan, Andy Nugroho menjelaskan bahwa keputusan ini sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing orang.


    Semua keputusan antar membeli ataupun menyewa, semuanya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui skala prioritas dan kebutuhan kita terlebih dahulu.

    “Buat orang-orang yang memang sudah ingin menetap di tempat tersebut, misalnya di kota tersebut gitu ya. Ataupun memang budgetnya mencukupi, ya mending beli rumah. Bahkan kalau duitnya sudah sangat mencukupi, beli saja cash sekalian rumahnya. Nah, cuma buat orang-orang yang memang budgetnya belum cukup, dalam artian buat pembayaran DP dan pembayaran pertamanya juga belum cukup, atau untuk bayar cicilan per bulannya juga belum mampu, mending ngontrak saja,” ucap Andy kepada detikProperti, Selasa (23/4/2024)

    Andy juga menekankan bahwa menyewa rumah akan lebih ideal untuk orang yang memang sering berpindah-pindah kota. Seperti berpindah untuk urusan pekerjaan, atau yang lainnya. Hal ini dikarenakan menyewa rumah membuat kita lebih fleksibel, apalagi jika kita memang belum menentukan ingin menetap seterusnya di daerah mana.

    “Untuk orang-orang yang sering berpindah-pindah ke kota tempat kerjanya, itu buat saya mengontrak masih lebih masuk akal di situ. Jadi, kalau ditanya idealnya yang mana atau lebih baik yang mana, kembali lagi ke kebutuhan dan kemampuan masing-masing,” pungkas Andy.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pahami Dulu Perbedaan Sewa Rumah atau Apartemen Sebelum Menyesal!


    Jakarta

    Sekarang ini, apartemen menjadi hunian yang juga cukup banyak diminati oleh para generasi muda. Bagi orang yang yang belum memiliki cukup uang untuk membeli rumah, biasanya opsi menyewa menjadi pilihannya. Saat memutuskan untuk menyewa hunian pun kita masih harus dihadapkan dengan berbagai pertimbangan, salah satunya adalah untuk memilih harus menyewa rumah atau apartemen saja.

    Meskipun keduanya memang sistemnya sama sama sewa, tapi ada beberapa perbedaan yang bisa mempengaruhi pilihan kamu. Mulai dari fasilitas, harga, dan gaya hidup keduanya cenderung berbeda. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasannya dibawah ini.

    Konsep dan Gaya Hidup

    Dari segi konsepnya, rumah dan apartemen tentu sangat berbeda. Rumah cenderung berlokasi di lingkungan pemukiman yang padat penduduk. Hal ini membuat kita lebih terhubung dengan masyarakat sekitar. Biasanya, mengharuskan kita untuk banyak berinteraksi dengan tetangga dan mengikuti berbagai kegiatan sosial di lingkungan tersebut.


    Berbeda dengan rumah, apartemen adalah unit-unit dalam bangunan besar yang dapat dihuni oleh beberapa keluarga atau individu. Apartemen menawarkan privasi yang lebih tinggi dan lebih sedikit keterlibatan dengan tetangga, ibaratnya seperti tidak ada kultur yang mengikat. Jadi, buat kamu yang introvert, cocok banget untuk lebih pilih sewa apartemen daripada rumah

    “Terus kalau yang punya jiwa introvert, itu boleh banget pilih apartemen. Buat orang-orang introvert atau yang memang nggak ingin bersosialisasi lebih baik pilih apartemen saja karena memang secara kultur memungkinkan untuk itu. Tidak bersosialisasi dengan komunitas masyarakat sekitarnya gitu,” ucap Andy Nugroho via telepon seluler, Selasa, (23/4/2024).

    Fasilitas dan Akses

    Pertimbangan selanjutnya adalah dari segi fasilitas dan akses. Saat kita memutuskan untuk menyewa rumah, kita akan tinggal di pemukiman warga yang cenderung lebih jauh dari fasilitas umum jika dibandingkan dengan apartemen. Meskipun ada rumah sewa yang mewah, akses ke fasilitas umum tetap membutuhkan perjalanan lebih jauh, seperti ke minimarket, restoran, atau pusat perbelanjaan.

    Sementara apartemen dilengkapi dengan fasilitas yang banyak. Biasanya sudah mencakup minimarket, restoran, atau layanan lainnya di lantai dasar atau dalam kompleks. Oleh karena itu, dari segi fasilitas dan akses, apartemen menyediakan akses yang lebih mudah dan nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Bahkan misalnya kita mau kontraknya rumah mewah sekalipun, kalau kita butuh ke minimarket kan perlu jalan kaki lumayan jauh atau mungkin ngeluarin motor atau mobil. Jadi memang kalau yang di apartemen yang dijual adalah fasilitas dan akses yang mudah kemana-mana. Biasanya apartemen juga letaknya di daerah-daerah tengah kota ataupun keramaian,” ungkap Andy.

    Harga atau Biaya yang Dikeluarkan

    Dalam segi harga atau biayanya, biasanya menyewa rumah tapak cenderung lebih terjangkau daripada menyewa apartemen dengan fasilitas serupa. Bila kamu adalah orang yang sangat mempertimbangkan harga atau tidak memerlukan fasilitas tambahan yang banyak, menyewa rumah tapak akan lebih sesuai.

    Di sisi lain, apartemen seringkali lebih mahal karena fasilitas dan lokasinya yang strategis di pusat kota atau daerah yang ramai. Lokasi yang strategis dapat memberikan akses yang lebih mudah ke berbagai fasilitas dan aktivitas kota, seperti pusat perbelanjaan, tempat hiburan, atau kantor-kantor bisnis penting. Meskipun biaya sewa apartemen mungkin lebih tinggi, namun bagi sebagian orang, kenyamanan dan aksesibilitas yang ditawarkan sebanding dengan biaya tambahan tersebut.

    Selain itu, aspek penting lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa harga sewa dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti ukuran unit, fasilitas tambahan yang tersedia, dan kondisi pasar properti di daerah tersebut.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanyakan 7 Hal Ini ke Calon Tetangga Sebelum Putuskan Beli Rumah


    Jakarta

    Membeli rumah merupakan keputusan besar yang membutuhkan pertimbangan panjang. Mungkin kamu percaya agen rumah akan menawarkan rumah terbaik, tetapi ada baiknya mencari tahu lebih ke orang yang berpengalaman tinggal di kawasan rumah yang akan dibeli.

    Nah, sebelum membeli rumah kamu bisa kenalan duluan dengan calon tetangga. Hampiri tetangga sekitar dan tanyakan pengalaman mereka tinggal di kawasan itu sebelum memutuskan membeli rumah.

    Melansir dari Every Door Real Estate, Rabu (24/4/2024) berikut ini beberapa hal yang bisa kamu tanyakan ke calon tetangga sebagai bahan pertimbangan dalam membeli rumah.


    1. Pengalaman Tinggal

    Setelah menyapa tetangga, mungkin kamu akan mengawali dengan pertanyaan ‘Sudah berapa lama tinggal di sini?’ Pertanyaan ini bisa disambungkan dengan menanyakan pengalaman tetangga tinggal di tempatnya sekarang.

    Pembukaan santai ini membuat tetangga tidak sungkan menceritakan berbagai hal terkait kawasan tempat tinggalnya. Kamu akan mendapatkan insight soal plus minus hingga kehidupan bermukim di situ. Kalau tetangga lebih banyak bercerita tentang kelebihan area tempat tinggal, maka mungkin bisa menjadi indikasi baik untuk membeli rumah.

    2. Hal yang Ingin Diubah

    Selanjutnya, kamu bisa menanyakan hal apa saja yang ingin diubah oleh tetangga di lingkungan tempat tinggal. Pertanyaan ini akan memberi gambaran kekurangan-kekurangan perumahan. Lalu, mereka juga bisa mengungkapkan hal-hal mengganggu yang bisa mempengaruhi calon pembeli rumah.

    3. Keamanan Lingkungan

    Selain menelusuri tingkat kriminalitas atau rekam historis lingkungan perumahan, kamu juga bisa menanyakan seputar keamanan lingkungan rumah ke calon tetangga. Tanyakan apa saja yang perlu diperhatikan kalau menetap di perumahan tersebut.

    Cari tahu masalah yang belum lama terjadi, seperti kasus kemalingan, perampokan, tawuran, atau vandalisme. Lalu, ketahui bagaimana warga biasa merespons masalah keamanan.

    4. Kegiatan Bertetangga

    Ketika tinggal di perumahan, tentu pemilik rumah akan bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Maka, tanyakan apakah ada kegiatan atau acara yang rutin digelar para tetangga.

    Pertanyaan ini memberikan gambaran bagaimana dinamika bertetangga, sehingga kamu bisa memastikan kecocokan tinggal di komunitas perumahan tersebut.

    5. Transportasi Umum dan Kondisi Jalan

    Mungkin kamu sudah keliling perumahan beberapa kali untuk melihat ada apa saja yang ada di sekitar rumah serta kondisi akses jalan. Namun, perlu bertanya kepada penduduk setempat tentang keadaan lalu lintas ketika jam sibuk atau kondisi-kondisi lainnya. Kemudian, cari tahu juga berbagai transportasi umum yang tersedia di daerah itu.

    6. Kawasan Ramah Anak-anak

    Calon pembeli yang sudah berkeluarga maupun masih single bisa menanyakan seputar membesarkan anak di kawasan tersebut. Kamu bisa menanyakan sekolah terdekat beserta reputasinya, tempat les, tempat bermain, serta keamanan lingkungan untuk anak-anak.

    Sebab, ada baiknya mempertimbangkan rencana menetap untuk jangka waktu yang panjang. Faktor ini juga dapat mempengaruhi nilai properti ke depannya.

    7. Properti yang Hendak Dibeli

    Setelah menanyakan berbagai hal seputar lingkungan rumah, coba tanya terkait unit rumah yang hendak dibeli. Para tetangga mungkin akan lebih terbuka untuk membagikan informasi lebih tentang properti tersebut. Dengan ini kamu dapat menemukan keunggulan ataupun masalah pada rumah itu.

    Demikian hal yang perlu kamu tanyakan ke calon tetangga supaya mantap membeli rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bikin Tangga di Rumah Nggak Bisa Asal, Begini Pedomannya



    Jakarta

    Tangga merupakan salah satu bagian penting untuk rumah tingkat. Tak hanya digunakan sebagai alat untuk menghubungkan lantai 1 dan lantai 2, tangga juga bisa menambahkan nilai estetika di dalam rumah.

    Namun, desain tangga pada rumah juga perlu diperhatikan karena jika tidak tepat justru bisa berbahaya. Kesalahan yang kerap terjadi dalam pembuatan tangga adalah mengabaikan aspek-aspek penting dalam merancang tangga, terutama dalam perhitungan tinggi dan lebar anak tangga, serta ketidakkonsistenan tinggi tiap anak tangga.

    Menurut Co-CEO dan Co-Founder Gravel, Georgi Ferdwindra Putra ukuran anak tangga memegang peran penting dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna di dalam rumah.


    “Ideal tinggi anak tangga adalah 20-30 cm dengan lebar 15-20 cm. Setelah menentukan ukuran anak tangga, baru kita tentukan jumlah anak tangga, caranya adalah tinggi antar lantai dibagi tinggi anak tangga,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (24/4/2024).

    Ia mencontohkan, misalnya tinggi antar lantai 3 meter dengan tinggi anak tangga 20 cm, maka jumlah anak tangga yang akan dibangun adalah 300 cm dibagi 20 cm yang hasilnya 15 anak tangga.

    Dengan perhitungan yang ideal, bentuk tangga jadi ergonomis dan pengguna akan merasa lebih nyaman dan aman saat naik atau turun tangga. Selain itu, risiko tergelincir atau jatuh karena ukuran tangga yang tidak sesuai dapat dihindari.

    Selain perhitungan ukuran tangga, bahan bangunan yang digunakan juga perlu diperhatikan karena bisa mempengaruhi keselamatan pengguna. Misalnya, jika tangga menggunakan lantai yang licin, maka dapat meningkatkan risiko tergelincir.

    Tak hanya itu, terdapat beberapa faktor pendukung penting lainnya untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan dan estetika tangga, yaitu:
    ● Area yang tersedia untuk membangun tangga.
    ● Jumlah lalu lintas harian di tangga (penggunaan umum atau terbatas).
    ● Ketersediaan ruang samping untuk memberikan kenyamanan.
    ● Kegunaan bangunan (rumah tinggal, komersial, atau publik).
    ● Kestabilan dan keamanan struktur tangga.
    ● Kebutuhan aksesibilitas bagi orang dengan disabilitas (bila diperlukan).
    ● Gaya arsitektur dan desain interior yang diinginkan.
    ● Ergonomi dan kenyamanan pengguna selama penggunaan tangga.

    Tangga yang dirancang dengan baik bukan hanya menciptakan akses yang nyaman, tetapi juga menjadi elemen yang menarik secara visual dalam desain bangunan. Dengan begitu, pengguna atau penghuni dapat merasa aman dan nyaman dalam menggunakan tangga tersebut.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lokasi Tempat Sampah di Rumah yang Benar dan Salah


    Jakarta

    Setiap rumah pasti memiliki tempat sampah baik di dalam maupun di luar. Tanpa tempat sampah, debu, kotoran, sisa makanan, atau barang tidak terpakai akan berceceran dimana-mana.

    Praktisnya membuang sampah di tempatnya adalah hanya butuh 1 penampungan, dapat membuat rumah lebih rapih dan bersih. Biasanya tempat sampah di rumah bisa terdiri lebih dari satu tergantung kebutuhan sehingga penempatannya tidak sembarangan agar tidak mengganggu estetika dan efisiensi tempat.

    Mengutip dari Homes and Gardens, Kamis (25/4/2024), berikut beberapa tempat yang tepat dan sebaiknya dihindari meletakkan tempat sampah di rumah.


    Tempat yang Tepat Meletakkan Tempat Sampah

    1. Dapur

    Dapur adalah ruangan paling cepat kotor di rumah terutama setelah memasak. Berbagai jenis sampah dari kering dan basah bisa dihasilkan setiap hari. Maka dari itu, di dapur perlu ada tempat sampah sendiri agar sampah tidak bercecer.

    Lokasi yang disarankan agar tidak mengganggu estetika dapur adalah di samping wastafel atau tempat cucian piring. Ketika kamu mencuci piring atau peralatan dapur, tanpa berpindah tempat karena tempat sampah ada di dekat kaki.

    Selain itu, menurut feng shui, penempatan tempat sampah di dapur juga mengundang energi positif di dapur. Namun, jangan lupa memilih tempat sampah yang tertutup agar tidak mengundang tikus, kecoa, atau hewan pengerat lainnya.

    2. Kamar Mandi

    Tempat sampah boleh diletakkan di dalam kamar mandi untuk membuang tisu, pembalut, kemasan odol atau sabun, hingga kotoran yang jatuh dari baju.

    Namun, kamu perlu memperhatikan jenis bahan yang dipakai, usahakan dari plastic. Hindari menggunakan tempat sampah dari rotan, kayu, atau besi karena kamar mandi area yang lembap dan banyak cipratan air. Pilih juga tempat sampah yang tertutup agar air tidak masuk ke dalamnya.

    3. Luar Rumah

    Selain dua tempat sampah di dalam rumah, kamu perlu memiliki tempat sampah yang lebih besar di depan rumah. Tempat sampah ini yang biasanya isinya dibersihkan oleh petugas sampah untuk dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) terdekat. Pastikan tempat sampah tersebut tertutup agar isinya tidak dimakan atau diacak-acak oleh tikus dan kucing.

    Tempat yang Tidak Perlu Ada Tempat Sampah

    1. Ruang Tamu

    Kamu tidak perlu meletakkan tempat sampah di ruang tamu karena dapat menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu tamu. Jika ada sampah cukup letakkan di meja atau arahkan ke tempat sampah di dapur.

    Selain itu, hindari meletakkan tempat sampah di samping pintu masuk karena dalam feng shui dapat menghambat keberuntungan seseorang.

    2. Kamar Tidur

    Keberadaan tempat sampah di kamar tidur dapat mengganggu kualitas tidur seseorang karena sampah tempat hidup bakteri. Sedangkan kamu bisa lebih lama berada di kamar sehingga tidak baik untuk kesehatan.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek Aplikasi Ini Buat Dapat Informasi & Mudahkan Urusan Pertanahan



    Jakarta

    Mempunyai sebidang tanah berarti pemilik perlu mengurus berbagai hal terkait administrasi tanah, seperti sertifikat kepemilikan untuk melindungi haknya. Hal ini juga berkaitan dengan jual-beli tanah, sehingga pemilik kerap kali perlu mengurus berkas perihal pertanahan.

    Notaris, PPAT, dan Pejabat Lelang Kelas II, Ni Putu Nena BP Rachmadi dalam video Instagram @nena.ngobrolhukum merekomendasikan masyarakat yang memiliki urusan pertanahan agar mengunduh aplikasi Sentuh Tanahku. Aplikasi tersebut dibuat oleh Kementerian ATR/BPN untuk memudahkan masyarakat dalam pengurusan tanah.

    Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memperoleh berbagai informasi, termasuk persyaratan untuk mengurus berbagai sertifikat. Pengguna tidak perlu mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memperoleh informasi dari urusan pemecahan sertifikat hingga peningkatan hak tanah karena sudah tersedia dalam aplikasi ini.


    Selain itu, pengguna bisa melacak progres pengurusan berkas di BPN. Jika sudah menyerahkan berkas ke BPN, pengguna bisa mengetahui jangka waktu pengerjaan dan kapan akta atau sertifikat selesai.

    “Kita bisa tracking di sana (aplikasi), apakah sampai mana, berkas kita sudah ditandatangani. Kalau misalnya nanti udah sampai sudah di loket penyerahannya, kita udah bisa ambil gitu. Jadi kita nggak perlu bolak-balik ke BPN untuk ngecek,” ujar Nena kepada detikcom, Selasa (23/4/2024).

    Pengguna aplikasi yang ingin mengurus berkas-berkas yang tanpa akta, seperti pemecahan bisa melihat persyaratan di Sentuh Tanahku. Lalu, pengguna juga bisa mengetahui simulasi biaya pengurusan berkas tertentu.

    Menurut Nena, aplikasi ini bisa menjadi langkah awal mengecek sertifikat tanah. Pengguna dapat mengetahui apakah bidang tanahnya sudah tercatat serta melihat gambar plot tanah dalam peta.

    “Misalnya dicek di Kota Tangerang (dengan) SHM nomor sekian, kelihatan nggak di petanya itu, kelihatan nggak gambarnya. Jadi kan misalnya orang yang baru mau beli (tanah), misalnya mau cek cepet kelihatan nggak, ada nggak bidangnya itu bisa pakai aplikasi,” jelasnya.

    Untuk menggunakan aplikasi Sentuh Tanahku cukup mudah. Setelah mengunduh aplikasi, pengguna perlu membuat akun dengan mengisi nama lengkap, username, alamat email, dan password.

    Lalu, akan ada email masuk untuk mengaktivasi akun Sentuh Tanahku yang perlu dikonfirmasi oleh pengguna. Terakhir, pengguna sudah bisa login dan menggunakan fitur-fitur aplikasi untuk memudahkan pengurusan pertanahan.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bunga KPR Diramal Naik, Begini Cara Biar Tetap Bisa Bayar Cicilan



    Jakarta

    Beberapa waktu lalu, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 6,25% dari yang sebelumnya 6%. Hal ini juga bisa berdampak pada turunan suku bunga acuan, salah satunya Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

    Apabila suku bunga KPR naik, tentu tidak akan dalam waktu dekat. Sebab, perbankan juga perlu melakukan penyesuaian naiknya suku bunga acuan ke suku bunga KPR.

    Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan, perbankan memerlukan waktu sekitar 1-3 bulan untuk mentransmisikan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia ke suku bunga KPR. Ia menambahkan, kenaikan suku bunga KPR diperkirakan antara 0,25-1%.


    “Besaran kenaikan suku bunga KPR tidak selalu sama dengan kenaikan BI rate. Diperkirakan akan ada pada kisaran +0,25-1%,” ujarnya kepada detikProperti, Kamis (25/4/2024).

    Kenaikan suku bunga KPR tentu akan berdampak untuk para debitur, apalagi untuk sudah memasuki masa suku bunga floating atau mengambang. Lantas, apa yang harus dilakukan agar tetap bisa membayar cicilan KPR secara rutin?

    Arianto mengatakan, debitur harus menyediakan ruang keuangan yang cukup di saat ia memutuskan untuk mengambil KPR. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kebutuhan yang mendesak, misalnya tambahan angsuran karena kenaikan suku bunga.

    Nah, untuk memastikan agar bisa tetap membayar cicilan KPR saat suku bunga naik, kamu bisa mengalokasikan uang dari pendapatan yang didapat.

    “Misalnya membiasakan diri untuk menyisihkan sebagian THR, bonus, tantiem, untuk membayarkan lebih pada pinjaman jangka panjangnya, dalam hal ini KPR,” kata Arianto.

    Ia juga menyarankan untuk mencari tambahan penghasilan atau sumber pendapatan lain untuk tambahan alokasi cicilan KPR.

    “Nasehat yang termudah disampaikan tetapi sulit dilaksanakan adalah berupaya mencari tambahan penghasilan atau sumber pendapatan lain,” tuturnya.

    Sementara itu, menurut Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia memang bisa menaikkan suku bunga KPR. Ia menambahkan, kemungkinan pada bulan Mei atau Juni sudah mulai ada penyesuaian suku bunga KPR.

    “(Naiknya suku bunga acuan BI) Bisa menyebabkan suku bunga KPR naik, jawabannya bisa. Biasanya itu mungkin di Mei atau Juni sudah mulai ada penyesuaian suku bunga (KPR), khusus untuk yang suku bunga floating,” paparnya kepada detikProperti.

    Namun, untuk mengantisipasi naiknya cicilan KPR, Andy menyarankan untuk memperhatikan alokasi penghasilan tiap bulannya. Utamanya, pastikan penghasilan yang didapat untuk membayar cicilan.

    “Cicilan KPR ini kan bersifat penting dan wajib ya, kalau nggak dibayar akan kena sanksi bisa jadi, misalnya nunggak sampai beberapa bulan, itu nanti rumah kita KPR kita bisa disita oleh pihak bank,” paparnya.

    Jika penghasilan yang didapat tetap tetapi cicilan KPR naik, kamu bisa membuat skala prioritas. Kamu bisa mengurangi pengeluaran di pos-pos yang tidak terlalu mendesak, misalnya di pos yang bersifat kesenangan atau hiburan.

    “Untuk prioritas pengeluaran utama kita salah satunya KPR. Ketika pos pengeluaran untuk KPR semakin banyak, sementara penghasilan tetap berarti ada pos pengeluaran lain yang harus dikurangi. Nah yang harus dikurangi atau yang bisa dikurangi itu pos yang bersifat kesenangan,” kata Andy.

    “Jadi untuk me time, jalan-jalan, makan di luar, untuk kebutuhan lain yang bersifat kesenangan itu kita kurangi. Jajannya kita kurangi. Karena prioritasnya untuk membayar cicilan KPR tadi,” tambahnya.

    Namun, jika tidak ingin mengurangi pos pengeluaran yang ada, kata Andy, harus mencari penghasilan tambahan. Hal itu supaya cicilan KPR bisa tetap terbayar tanpa mengurangi pos pengeluaran yang ada.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Alami Cegah Hewan Peliharaan Rusak Tanaman di Taman Rumah


    Jakarta

    Hewan peliharaan seperti kucing, anjing, dan ayam sering memiliki kebiasaan menggali tanah sehingga merusak tanaman yang ada. Hal ini pasti membuat risih kamu yang punya taman di rumah.

    Pasalnya, harga tanaman hias saat ini sudah bukanlah hal yang sepele lagi, tidak hanya itu, merawat tanaman hias juga bukanlah pekerjaan yang mudah.

    Biasanya hewan peliharaan, terutama kucing, sering menggunakan tanaman sebagai tempat tidur siang yang empuk, dan terkadang juga sering menggigit dan mengunyah tanaman tersebut.


    Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kamu bisa coba ikuti cara cara di bawah ini.

    Cara Mencegah Hewan Peliharaan Rusak Tanaman Dengan Cara Alami

    Dikutip dari thespruce.com, kucing memiliki hidung yang sensitif terhadap bau seperti jeruk, pisang, mustar, pinus, mentol, kayu putih, capsaicin (yang biasa ditemukan dalam cabai), dan herba aromatik seperti mint, rosemary, thyme, dan lavender.

    Selain mencoba untuk menggunakan aromatik seperti yang sudah disebutkan di atas, ada juga beberapa cara lain untuk mencegah kucing merusak tanaman. Berikut contohnya.

    1. Tanam Bunga Berduri atau Bunga dengan Aroma Menyengat

    Selain dari tanaman yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu juga bisa mencoba untuk menanam beberapa bunga bangkai dan tanaman berduri seperti bunga mawar dan sebagainya. Tanaman yang berduri bisa membuat kucing menjauhi daerah tanaman tersebut berada.

    2. Buat Pagar Dahan Berduri

    Jika kamu memiliki beberapa dahan bunga berduri yang sudah kering, kamu bisa merakitnya untuk dijadikan pagar untuk tanamanmu. Akan tetapi, cara ini tentunya hanya efektif untuk sementara waktu saja sampai dahan tersebut rusak dan menjadi kompos.

    3. Pasang Alat Semprot

    Bila kamu mempunyai taman yang luas, mungkin alat penyemprot tanaman otomatis bisa menjadi solusinya, selain bisa menjauhkan kucing, alat ini juga bisa membantu kamu untuk menyiram tanamannya.

    Selain itu, ada juga sistem semprotan khusus untuk mengusir hewan seperti burung, kucing, dan lain-lain. Sistem ini menggunakan sensor gerakan, dan nantinya akan menyemprotkan air pada lokasi pergerakan berada.

    4. Pasang Pagar

    Cara selanjutnya yaitu membuat pagar di sekeliling tanaman, bisa dengan menggunakan lakban transparan, floral wire deterrent, dan bird netting.

    5. Semprotan Cabai

    Bukan digunakan secara langsung ya, melainkan kamu bisa menggunakan semprotan cabai pada tanaman kamu. Beberapa tanaman juga ada yang bisa memanfaatkan semprotan cabai.

    6. Alihkan Perhatian

    Bila kucing tetap keras kepala untuk menggunakan taman bungamu sebagai tempat bermain, sebaiknya kamu coba untuk membuat tempat untuk mengalihkan perhatiannya. Cobalah untuk membuat taman khusus kucing dengan mainan dan hal-hal yang disukai kucing, seperti kotak pasir.

    7. Gunakan Cairan Pengusir Kucing

    Ada beberapa produk semprotan khusus untuk mengusir kucing. Cairan ini dibuat dengan bahan yang tidak berbahaya terhadap kucing, jadi kamu tidak perlu khawatir akan membunuh kucing tersebut.

    Itu dia 7 cara cegah hewan peliharaan merusak taman rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    (zlf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Membersihkan Lubang WC Berkerak, Bisa Pakai 3 Bahan Saja!


    Jakarta

    Kebersihan kamar mandi atau toilet bisa dilihat dari kondisi WC. Sebagai tempat membuang kotoran, WC lebih cepat kotor dari area kamar mandi lainnya meski sudah sering disiram.

    Salah satu tanda WC di kamar mandi atau toilet sudah kotor adalah munculnya kerak di lubang air. Kerak ini tidak dapat hilang hanya dengan disiram air dari flush sebanyak apa pun karena sudah menempel.

    Menurut Simply Spotless, kerak di dalam lubang WC disebabkan oleh jamur, karat, dan kalsium. Ketika konsentrasi mineral dalam air terlalu tinggi dan terjadi penumpukan karena jarang disikat, kerak akan muncul di permukaan WC. Noda tersebut akan semakin jelas karena kelembaban WC yang mempermudah pertumbuhan bakteri dan jamur.


    Kerak pada WC memiliki beberapa warna tergantung penyebabnya. Jika berwarna hitam, oranye, atau hijau itu disebabkan oleh jamur atau lumut. Lalu, noda yang disebabkan karena karat biasanya berwarna merah muda, merah, atau coklat tua. Sementara itu, noda kalsium berwarna kekuningan.

    Warna kerak yang paling sering ditemukan adalah kuning. Apabila kamu menemui WC muncul kerak kuning, melansir dari Real Sample, Sabtu (25/4/2024) berikut cara menghilangkan kerak pada WC.

    1. Pakai Baking Soda dan Cuka

    Baking soda dan cuka adalah bahan yang ampuh menghilangkan noda membandel. Untuk menghilangkan kerak yang menempel di lubang WC, kamu bisa menyiramkan cuka ke permukaan WC yang berkerak. Lalu sikat dan bilas. Setelah 5 menit, tambahkan baking soda dan cuka hingga muncul busa. Diamkan selama 10 menit baru bisa digosok. Jika busa sudah sepenuhnya hilang, kamu bisa membilasnya.

    2. Pakai Pasta Boraks

    Cara menghilangkan kerak di WC menggunakan pasta boraks dan adalah mencampurkan 1/2 cangkir Boraks dan 1/4 cangkir cuka hingga kental. Pastikan kamu menggunakan sarung tangan saat mencampurkannya. Saat menyiramkan campuran boraks dan pasta gigi, permukaan atas WC harus kering. Biarkan pasta boraks selama 15-20 menit. Setelah gosok permukaannya, baru WC disiram dengan flush.

    Tips Mencegah WC Berkerak

    WC dipastikan tidak akan mudah berkerak apabila secara rutin dibersihkan. Minimal setiap dua minggu sekali, penggunanya harus menyikat dan memberikan cairan antibakteri yang bisa dibeli di warung terdekat. Jika tidak ingin memakai bahan kimia seperti cairan antibakteri tersebut, kamu bisa menggunakan soda kue dan cuka yang lebih aman.

    Itulah cara membersihkan toilet berkerak dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Aman Ganti Lampu yang Mati Tanpa Takut Tersetrum


    Jakarta

    Lampu di rumah memiliki jangka waktu pemakaian, sehingga saat masa penggunaannya habis cahayanya otomatis padam. Tanda-tanda lampu mati berbeda-beda, ada yang jadi sering berkedip, ada yang cahayanya semakin redup, atau langsung mati begitu saja.

    Saat lampu mati, kamu hanya perlu mengganti bohlamnya saja dengan yang baru, aliran listrik akan tetap berfungsi. Sayangnya, ada sebagian orang yang khawatir saat ingin mengganti lampu sendiri dapat tersengat listrik.

    Padahal mengganti lampu cukup aman dilakukan seorang diri tanpa bantuan ahli atau orang dari PLN. Bahkan saat ini sudah ada tongkat yang bisa digunakan untuk melepas bohlam lampu yang mati. Namun, tongkat ini terkadang tidak efektif di beberapa jenis lampu atau ketinggian tertentu.


    Sekarang kamu tidak perlu khawatir, mengutip dari Angi, Sabtu (27/4/2024) berikut cara melepas dan mengganti lampu yang mati atau rusak dengan aman.

    1. Pastikan Saklar Lampu Mati dan Putar Bohlam yang Mati

    Saat hendak mengambil bohlam lampu yang mati kamu perlu memakai sarung tangan agar tidak terkena sengatan listrik. Lalu pastikan saklar lampu tersebut dalam keadaan mati. Setelah itu pegang bagian bawah lampu dan geser hingga terlepas.

    2. Beli Lampu dengan Watt Sesuai

    Jika lampu sebelumnya kamu tidak ada masalah, maka lampu yang baru samakan besar wattnya. Watt yang terlalu kecil atau terlalu besar dari aliran listrik yang dipasang di rumah dapat menyebabkan kebakaran karena korsleting listrik.

    3. Matikan Saklar Listrik

    Pada saat memasang bohlam lampu yang baru pastikan saklar listrik lampu tersebut dalam keadaan mati dan kamu memakai sarung tangan.

    4. Coba Hidupkan Lampu

    Tekan saklar untuk menghidupkan lampu. Apabila lampu langsung menyala seperti biasa maka pemasangan berhasil. Namun apabila lampu tidak langsung menyala, kamu perlu memperbaiki posisinya atau mengecek aliran listrik di rumah apakah ada yang terputus.

    5. Setelah Terpasang Jangan Memegang Lampu

    Berhati-hati saat hendak memperbaiki posisi bohlam lampu yang baru terpasang, hindari langsung memegangnya. Lebih baik dekatkan punggung tangan di dekat bohlam lampu tanpa disentuh, jika hangat tunggu sampai dingin baru aman untuk dilepas.

    Itulah cara aman mengganti lampu tanpa takut kesetrum. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com