Category: Tips Properti

  • Ini Dia 5 Jenis Atap Carport buat Lindungi Kendaraan di Rumah


    Jakarta

    Atap carport merupakan bagian bangunan yang melindungi kendaraan yang parkir di luar rumah. Atap ini menjaga kendaraan agar tetap awet dan aman dari paparan cuaca panas maupun hujan.

    Nah, ada banyak pilihan atap carport yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kamu. Jangan sampai salah pilih ya!

    Berikut ini beberapa jenis atap carport, melansir dari QHome Mart, Minggu (23/6/2024).


    1. Atap carport Galvalum

    Atap carport/QhomeAtap carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

    Galvalum adalah bahan yang favorit untuk carport di jaman sekarang. Salah satu alasan kenapa menggunakan bahan atap ini adalah selain harganya yang ekonomis, atap ini cukup fleksibel dan memiliki tingkat ketahanan yang lama.

    Atap ini termasuk bahan yang tahan karat sehingga kamu tak perlu khawatir carport jadi karatan dan keropos. Meski begitu, kamu perlu mempertimbangkan jika galvalum tak dapat memantulkan panas. Jadi, ketika terik matahari, kamu mungkin akan cukup kepanasan meskipun berada dibawah atap.

    2. Carport UPVC

    Atap carport/QhomeAtap carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

    UPVC juga bisa kamu pertimbangkan karena sangat kuat sampai bisa bertahan sampai kurang lebih 10 tahun. Bahkan ketika tertimpa bahan yang keras, materialnya dapat cukup bertahan.

    Selain itu, ketika hujan tiba, atap carport terbaik satu ini tidak bersuara alias cukup senyap. Tidak seperti bahan metal lainya, atap ini tidak menimbulkan suara bising ketika hujan.

    3. Carport Polikarbonat

    Atap carport/QhomeAtap carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

    Bahan Polikarbonat memiliki ketahanan yang cukup baik dan praktis digunakan. Bentuk atap yang flat (datar) membuatnya lebih mudah digunakan sebagai atap.

    Atap jenis dulu sangat populer sebagai atap carport karena memiliki ketahanan terbaik.

    Namun, kini banyak produsen menurunkan grade (kualitas) karena banyak permintaan yang menginginkan harganya yang lebih murah. Penurunan grade ini berakibat pada umur pemakaian yang kian pendek, ini sebabnya polikarbonat mulai ditinggalkan.

    4. Carport Dak Beton

    Atap carport/QhomeAtap carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

    Lalu, atap dak beton yang memakai beton sebagai bahan utama ini memiliki ketahanan yang lama

    Bahkan kamu bisa memanfaatkan area atas carport untuk hal lain. Misalnya ruang bersantai, ruang menanam tanaman hias dan semacamnya. Beton sangat kuat, meskipun anda pijak di atasnya tidak akan runtuh.

    Jika bagian bawah ingin lebih rapi, anda bisa menggunakan bahan gypsum sebagai finishing dibawahnya. Nanti, akan lebih baik dan menarik

    5. Carport Atap Bitumen

    Atap carport/QhomeAtap carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

    Atap bitumen atau aspal sangat cocok sebagai atap carport karena kekuatan yang baik. Jenis atap bitumen sangat cocok untuk struktur kayu ringan serta melindungi carport selama bertahun-tahun dengan perawatan minimal.

    Bitumen tersedia dalam berbagai warna, sehingga kamu bisa memilih warna sesuai preferensi kamu. Atap bitumen juga cukup mudah dipasang, sehingga kamu pun bisa memasang sendiri dan menghemat biaya tukang.

    Demikian 5 jenis atap yang cocok untuk carport. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 4 Perbedaan Plesteran dan Acian yang Melapisi Dinding Rumah


    Jakarta

    Dinding merupakan salah satu bagian utama dari sebuah rumah. Saat membangun dinding, umumnya akan dilapisi dengan plesteran dan acian.

    Meski sama-sama melapisi tembok, keduanya memiliki perbedaan dari penggunaan hingga tampilan. Nah, biar kamu nggak bingung dan tertukar antara kedua tahap tersebut, simak perbedaan plesteran dan acian yang dikutip dari SEIV Paint, Minggu (23/6/2024).

    Sebelum membahas perbedaan, ada baiknya kamu mengenal lebih lanjut tentang plesteran dan acian.


    Apa itu Plesteran?

    Plesteran adalah campuran bahan yang digunakan untuk memberi lapisan pada dinding baik itu dari batu bata, batu atau kalau pada zaman sekarang ada yang dikenal dengan istilah bata ringan.

    Apa itu Acian?

    Sedangkan acian merupakan bahan yang digunakan untuk memberi lapisan pada plesteran agar lebih halus. Jadi ada plesteran yang diberi acian dan ada pula plesteran tanpa acian. Campuran bahan untuk plesteran itu adalah semen, pasir dan air sedangkan campuran untuk acian adalah semen dan air.

    Berikut perbedaan antara plesteran dan acian pada bangunan rumah.

    Perbedaan Plesteran dan Acian

    1. Komposisi

    Bahan untuk membuat campuran plesteran biasanya terdiri dari pasir, semen dan air. Bahan lainnya seperti kapur atau serta juga dapat ditambahkan tergantung pada kebutuhan dan jenis plesteran yang digunakan.

    Bahan untuk membuat campuran acian terdiri dari semen dan air. Namun demikian, dalam proporsi yang berbeda dibandingkan dengan plesteran. Acian cenderung memiliki lebih banyak air untuk meningkatkan kekuatan dari acian tersebut.

    2. Ketebalan

    Lapisan plesteran biasanya lebih tebal, berkisar antara 20 hingga 25 milimeter (mm) atau bahkan bisa lebih tebal tergantung kebutuhan pada konstruksi bangunan rumah.

    Sementara, lapisan acian biasanya lebih tipis, berkisar antara 5 hingga 15 milimeter (mm), tergantung pada jenis acian dan permukaan dinding yang ingin dilapisi acian.

    3. Kegunaan

    Plesteran bertujuan untuk menutupi konstruksi bangunan (bata, batako dan lain-lain) dengan menciptakan permukaan yang rata dan rapi dan dapat dilakukan penghalusan untuk tahapan selanjutnya yaitu pengecatan.

    Semetara itu, acian dilakukan untuk melindungi konstruksi bangunan yang membuat dinding menjadi halus dan rata, merupakan tahap akhir pembuatan konstruksi bangunan rumah.

    4. Tampilan Akhir

    Plesteran biasanya memiliki tampilan akhir yang bertekstur, tergantung keinginan pemilik bangunan. Teksturnya bisa punya tampilan kasar, berkerut bahkan halus.

    Sebaliknya, acian biasanya memiliki tampilan akhir yang halus dan rata pada konstruksi bangunan rumah.

    Jadi itu tadi perbedaan mengenai plesteran dan acian. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Tanaman yang Disukai Hama dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Berkebun di rumah adalah salah satu aktivitas yang sangat bermanfaat, baik itu bagi kesehatan tubuh bahkan hingga kesehatan lingkungan. Namun, terkadang berkebun juga bisa membawakan masalah baru di rumah kamu, salah satunya yaitu datangnya serangga dan hewan liar ke lingkungan rumah.

    Tahukah kamu, datangnya serangga atau atau hewan liar ini, bukan hanya semata karena kamu memiliki kebun saja. Nyatanya, serangga atau hewan liar yang datang ke lingkungan rumah kamu itu datang karena adanya beberapa tanaman tertentu yang mereka sukai.

    Penasaran tanaman apa saja itu? Yuk simak ulasannya di bawah ini.


    Tanaman yang Bikin Menarik Perhatian Hama

    Dikutip dari realsimple.com, Sabtu (22/6/2024), salah satu alasan utama datangnya serangga dan hewan liar ke lingkungan rumah adalah karena adanya beberapa tanaman tertentu yang menarik perhatian mereka. Berikut diantaranya.

    1. Bunga Tulip

    Salah satu jenis bunga yang paling disukai oleh semua orang di dunia ini memang terlihat sangat indah dan penuh warna. Namun, perlu kamu ketahui bahwa tanaman bunga tulip yang sudah dewasa bisa menarik perhatian banyak hama seperti kutu daun, pengorok daun, dan tungau laba-laba.

    2. Bunga Mawar

    Bunga yang selalu disebut sebagai bunga paling romantis ini sering menarik perhatian banyak hama, seperti kutu daun, pengorok daun, tungau laba-laba, Kumbang Jepang, siput dan wereng.

    3. Tomat

    Tomat salah satu tanaman yang sering dijadikan andalan pada kebun rumah di Indonesia. Alasannya karena tomat adalah salah satu buah yang paling sering digunakan sebagai bahan baku masakan di Indonesia.

    Namun sayangnya, tanaman tomat ini bisa menarik perhatian beberapa serangga hama, seperti ulat-ulatan, kutu kebul, kutu daun, dan kutu busuk (walang sangit), bahkan hingga Tupai.

    4. Anggur

    Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menjadikan tanaman anggur sebagai tanaman hias merambat di halaman rumah. Namun perlu kamu ketahui bahwa tanaman anggur seringkali dijadikan sebagai polinator burung dan lebah.

    Selain itu, tanaman anggur juga sering dijadikan tempat bersarang lalat lentera tutul (wereng).

    5. Bambu

    Tanaman bambu biasanya sering dijadikan tanaman hias yang ditanam sebagai hiasan pagar atau dinding di Indonesia. Walaupun tanaman bambu memang bisa membuat lingkungan kamu menjadi terasa rimbun dan cantik, namun tanaman bambu yang ditanam terlalu rapat bisa dijadikan tempat bersarang nyamuk.

    6. Semak Beri-Berian

    Semak beri memang sudah terkenal sebagai tempat favorit para ulat bulu. Selain itu, tanaman ini juga bisa menarik perhatian hama lainnya seperti kutu daun, kutu putih, tungau laba-laba, dan pengorok daun.

    7. Tanaman Air

    Tanaman yang tumbuh di genangan air seperti bunga teratai tentunya bisa memancing nyamuk. Karena biasanya nyamuk bertelur di genangan air.

    8. Bunga Matahari

    Bunga penghasil biji-bijian ‘kuaci’ ini seringkali menjadi target burung liar dan tupai. Selain itu tanaman bunga matahari juga bisa menarik perhatian ngengat dan kumbang penggerek.

    9. Bunga Nasturtiums

    Bunga tropaeolum atau yang umumnya dikenal sebagai nasturtium ini sering disebut sebagai “tanaman perangkap”.

    Hal ini dikarenakan tanaman bunga nasturtium ini sangat disukai oleh kumbang kutu, tungau laba-laba, kutu daun, dan hama tanaman umum lainnya.

    10. English Ivy

    Tanaman yang satu ini sangat digemari oleh pecinta tanaman hias di Indonesia, karena tanaman ini bisa tumbuh dengan banyak daun yang rimbun. Namun, karena kerimbunannya itu juga tanaman ini jadi memiliki kekurangan, yaitu sering dijadikan sarang nyamuk di bawahnya.

    Tidak hanya itu, english ivy juga bisa menarik perhatian kutu putih, tungau laba-laba, dan hama tanaman umum lainnya.

    11. Brokoli

    Sayuran hijau yang satu ini adalah makanan favorit dari kutu daun. Selain itu brokoli juga rentan untuk diserang ulat grayak, kumbang kutu, dan lalat putih.

    12. Stroberi

    Buah beri yang satu ini memang sudah terkenal mudah untuk diserang hama. Beberapa hama yang sering dijumpai pada tanaman stroberi yaitu pengorok daun, lalat putih, kutu daun, dan hama umum lainnya.

    Nah, bagi kamu yang tetap ingin menanam 12 tanaman tersebut, kamu tidak perlu khawatir. Kamu bisa coba untuk mengikuti beberapa cara di bawah ini untuk mencegah lingkungan rumah mau diserang hama.

    Cara Mencegah Hama Masuk ke Lingkungan Rumah

    1. Pasang Penghalang

    Untuk mencegah serangan hewan berukuran besar, seperti burung, tupai, dan sebagainya, kamu bisa cukup dengan memberikan pagar atau jaring di sekeliling tanaman kamu. Atau kamu juga bisa membungkus buah-buahan yang ada agar tidak menarik perhatian hewan tersebut.

    2. Merawat Tanaman dengan Baik

    Tanaman yang sehat dapat bertahan dari serangan hama. Oleh karena itu, kamu harus memastikan tanaman kamu mendapatkan sumber air, pupuk, dan sinar matahari yang baik.

    3. Tanam Tanaman Perangkap atau Tanaman yang Bisa Mengusir Hama

    Tanaman perangkap adalah tanaman lain yang lebih menarik bagi hama tertentu. Sebagai contoh, tanaman nasturtium yang ditanam di dekat tomat akan memancing hama, sehingga tanaman tomat kamu tidak diserang.

    4. Pelihara Predator Alami Hama

    Membiarkan serangga bermanfaat seperti kumbang koksi, belalang sembah, dan sejenisnya hidup di lingkungan rumah kamu adalah salah satu cara alami yang bisa membantu tanaman kamu tetap terjaga dari hama.

    Itu dia 12 tanaman yang disukai hama, dan cara untuk mencegah tanaman tersebut diserang hama bila kamu ingin menanamnya. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Talang Air Bisa Bocor? Begini Cara Cegah dan Perbaikinya


    Jakarta

    Talang air adalah saluran yang mengalirkan air hujan dari atap menjauh dari fondasi rumah. Elemen ini penting untuk mencegah kerusakan struktural akibat air yang merembes ke tembok rumah.

    Namun, terkadang talang air bisa bocor karena beberapa hal, termasuk penggunaan yang sudah lama. Nah, kalau talang air sampai bocor, kamu harus segera memperbaikinya supaya nggak menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada talang air maupun bangunan rumah.

    Lalu, apa sih yang menyebabkan talang air bocor? Bagaimana cara memperbaiki dan mencegahnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Kenapa Talang Air Bisa Bocor?

    1. Lubang di Talang

    Kemungkinan talang air bocor karena ada lubang kecil. Lubang ini bisa muncul akibat pemasangan atau kerusakan fisik, seperti akibat tumbuhan atau es yang jatuh.

    2. Sambungan Talang yang Bocor

    Selain itu, talang air juga bisa bocor karena sambungan antar potongan talang tidak tuntas disegel dengan baik, sehingga air rembes.

    3. Penutup Ujung Talang yang Bocor

    Lalu, mungkin penutup ujung talang yang kendur atau tidak dipasang dengan baik dapat menyebabkan air merembes keluar.

    Cara Perbaiki Talang Air Bocor

    Melansir The Spruce, Minggu (23/6/2024) berikut adalah cara untuk memperbaiki talang air yang bocor.

    1. Periksa dan Bersihkan Talang

    Pertama-tama, pastikan bahwa talang tidak memiliki air yang menggenang dan tidak mengalami pelengkungan. Bersihkan talang dari daun dan kotoran yang mungkin menyumbatnya.

    2. Perbaiki Lubang di Talang

    Untuk lubang di talang, kamu bisa memasang selembar flashing logam dengan sealant atau lem khusus talang air. Ini akan menutupi lubang dengan efektif.

    3. Perbaiki Sambungan Talang yang Bocor

    Untuk sambungan talang yang bocor, oleskan sealant talang berbahan karet butil di sekitar sambungan yang bocor.

    4. Perbaiki Penutup Ujung Talang yang Bocor

    Untuk penutup ujung talang yang bocor, pastikan penutup ujung yang baru terpasang dengan baik dan gunakan sealant talang untuk menjamin ketahanan air.

    Tips Mencegah Talang Air Bocor

    Selain memperbaiki kebocoran, pencegahan juga penting. Berikut beberapa tips untuk mencegah talang bocor.

    1. Bersihkan Talang Secara Berkala

    Selalu pastikan untuk membersihkan talang setidaknya dua kali setahun agar tidak ada penumpukan daun dan kotoran yang dapat menyumbat talang.

    2. Pasang Pelindung Pipa Pembuangan

    Kamu bisa memasang pelindung di ujung pipa pembuangan untuk mencegah daun menyumbatnya.

    3. Pasang Pelindung Talang

    Pasang pelindung di atas talang untuk mencegah daun dan kotoran menumpuk di dalam talang.

    4. Periksa Secara Berkala

    Setiap kali kamu membersihkan talang, selesaikan dengan menyiramnya. Kemudian, periksa talang dari bawah untuk melihat apakah ada kebocoran.

    Demikian cara memperbaiki talang air yang bocor. Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab kebocoran dan langkah-langkah perbaikan yang tepat, kamu bisa dengan mudah memperbaiki talang air di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Alasan buat Bikin Plafon Tinggi, Rumah Jadi Makin Luas-Cuan


    Jakarta

    Langit-langit atau plafon tinggi (high ceiling) sering kali dianggap sebagai nilai plus pada sebuah rumah. Plafon tinggi membuat ruangan terlihat lebih luas, sehingga bisa menjadi daya tarik buat pemilik rumah.

    Rumah dengan plafon tinggi tidak dibuat tanpa tujuan, lho. Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan kalau tinggal di rumah dengan plafon tinggi.

    Nah, kalau kamu masih bingung atau galau untuk menentukan tinggi plafon rumah, berikut ini alasan-alasan bagus untuk bikin plafon tinggi.


    Apa itu Rumah dengan Plafon Tinggi?

    Sesuai sebutannya, rumah dengan high ceiling merupakan rumah yang memiliki langit-langit atau plafon yang tinggi. Pada umumnya, rumah memiliki langit-langit setinggi 2,4 hingga 2,7 meter. Nah, dikutip dari situs Paradise Serpong City, Minggu (23/6/2024), rumah dengan high ceiling memiliki tinggi langit-langit minimal 3 meter atau bahkan lebih.

    Alasan untuk Bikin Rumah dengan Plafon Tinggi

    Lalu, kenapa memiliki plafon tinggi menguntungkan? Berikut alasan untuk punya plafon tinggi.

    1. Sirkulasi Udara Lancar

    Pastinya keuntungan utama dari rumah dengan plafon tinggi adalah sirkulasi udara menjadi lebih lancar. Secara alami, udara panas cenderung bergerak ke area yang lebih tinggi, sedangkan udara dingin turun ke area yang lebih rendah.

    Rumah dengan high ceiling membuat ruang bagi udara panas untuk naik jadi lebih luas. Alhasil, udara panas akan berada di bagian atas rumah dan tidak mengganggu area tempat kita beraktivitas di bagian bawah.

    Konsep high ceiling ini akan sangat membantu terutama jika kamu tinggal di kawasan dengan udara yang panas. Dengan mengusung konsep high ceiling, kamu bahkan tidak perlu memasang AC atau kipas angin lagi untuk memberikan kesejukan di rumah.

    2. Pencahayaan Alami Ruangan Lebih Maksimal

    High ceiling juga bisa membantu kita dalam memaksimalkan pencahayaan alami di dalam rumah. Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir penggunaan lampu selama siang hari. Alhasil, tagihan listrik bisa ditekan.

    Selain itu, cahaya alami yang masuk ke dalam rumah juga bisa membantu meningkatkan mood dan produktivitas. Dengan kata lain, rumah dengan high ceiling tidak hanya membantumu dalam menghemat uang, tetapi juga meningkatkan kebahagiaan.

    3. Terlihat Lebih Mewah dan Lapang

    Tentunya rumah dengan plafon tinggi tampak lebih mewah dan lapang. Ruang ekstra dari langit-langit yang tinggi memberikan ilusi ruangan yang lebih besar, meskipun luas tanahnya sama dengan rumah berlangit-langit rendah. Ini adalah fitur yang sangat disukai banyak orang dan sering menjadi poin utama dalam memilih rumah.

    4. Rumah Memiliki Nilai Investasi Tinggi

    Rumah merupakan salah satu instrumen investasi. Konon, plafon tinggi bisa meningkatkan nilai investasi pada rumah. Menurut beberapa studi, rumah dengan langit-langit yang lebih tinggi cenderung lebih cepat laku di pasaran dan memiliki harga jual yang lebih tinggi.

    “Langit-langit yang lebih tinggi merupakan fitur yang lebih khusus sehingga pembeli cenderung membayar lebih mahal. Hal ini terutama berlaku untuk rumah satu lantai,” kata David G. Mitchell, seorang Agen Real Estat terkemuka di Maryland dan Delaware serta pendiri BeachLifeOceanCity.com, dilansir dari Homes & Gardens, Minggu (23/6/2024).

    High ceiling pada rumah memberikan kesan yang lebih luas sehingga bisa menambah nilai investasinya. Ini adalah poin penting yang perlu dipertimbangkan, terutama jika kamu berencana untuk menjual rumah tersebut di masa mendatang.

    5. Desain Interior Dinamis

    Rumah dengan plafon tinggi memungkinkan kamu untuk bebas berkreasi karena memiliki banyak ruang. Kamu bahkan bisa menambahkan mezzanine atau lantai tambahan tanpa membuat rumah terlihat sesak. Dengan tambahan tersebut, kamu akan mendapatkan ruang tambahan yang bisa digunakan sebagai area kerja, perpustakaan, atau bahkan sebagai ruang tamu cadangan.

    Demikianlah keuntungan yang bisa kamu dapatkan pada rumah dengan plafon tinggi. Semoga informasinya bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 7 Kesalahan Ini Saat Renovasi Rumah biar Nggak Stress-Rugi


    Jakarta

    Renovasi rumah merupakan langkah untuk memperbaiki ataupun meremajakan penampilan rumah. Kalau kamu bosan dengan tampilan rumah yang begitu-begitu saja, renovasi rumah menjadi solusi yang bisa dipertimbangkan.

    Namun, ada banyak aspek dari renovasi rumah yang perlu kamu perhatikan, mulai dari anggaran hingga nilai jual rumah. Nah, jangan sampai kamu malah melakukan kesalahan yang bikin stress, bahkan merugikanmu.

    Lalu, apa saja kesalahan yang perlu dihindari? Yuk, simak tipsnya berikut ini yang dikutip dari HowStuffWorks, Senin (24/6/2024).


    7 Kesalahan Renovasi Rumah

    1. Anggaran yang Tidak Jelas

    Salah satu kesalahan saat merenovasi rumah adalah ketidakjelasan dalam anggaran. Jika kamu tidak tahu dengan pasti berapa biaya yang harus dikeluarkan, jangan sekali-kali berani mencoba untuk merenovasi rumah.

    Kelalaian dalam membuat anggaran bisa sangat berbahaya bagi kondisi keuanganmu. Membuat rincian anggaran dengan jelas sangat penting dilakukan sebelum memulai proyek renovasi rumah.

    Dengan rincian anggaran yang jelas, kamu bisa tahu untuk apa saja uangmu dikeluarkan. Selain itu, rincian anggaran yang jelas juga bisa menjadi pedoman dalam memilih pinjaman atau sumber pendanaan yang tepat.

    2. Tidak Mengantisipasi Masalah Tak Terduga

    Masalah tak terduga selalu mungkin muncul dalam proyek renovasi rumah. Mempersiapkan cadangan dana untuk masalah tak terduga dapat membantumu dalam menghindari kejutan finansial yang tidak diinginkan.

    3. Melakukan Pekerjaan Sendiri Tanpa Pengetahuan yang Cukup

    Perbanyak riset saat ingin melakukan pekerjaan sendiri dalam rangka menghemat biaya. Pastikan kamu benar-benar bisa melakukan pekerjaan tersebut sendiri.

    Melakukan pekerjaan tanpa pengetahuan dan kemampuan yang cukup dapat menyebabkan hasil yang buruk dan tidak sesuai rencana. Alhasil, kamu haru mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaikinya. Maunya untung, malah jadi buntung!

    4. Memilih Kontraktor yang Salah

    Pilihlah jasa kontraktor yang berpengalaman. Kontraktor berpengalaman tak jarang menawarkan beberapa referensi dan opsi sehingga biaya renovasi yang harus kamu keluarkan bisa lebih terjangkau.

    Pastikan kontraktor yang kamu pilih terikat dan memiliki asuransi. Selain itu, perhatikan reputasi, pengalaman, dan jenis jaminan yang mereka tawarkan.

    Memilih kontraktor yang tidak memiliki jaminan dan asuransi akan berisiko besar jika ada masalah selama proyek berlangsung atau jika kontraktor tidak memenuhi kewajibannya.

    5. Tidak Memastikan Tanggal Proyek Renovasi Selesai

    Memastikan tanggal proyek renovasi selesai adalah hal yang krusial. Hal ini perlu dipastikan agar kamu dapat memperkirakan biaya jasa kontraktor dengan tepat.

    Dengan memastikan tanggal proyek renovasi selesai, penundaan yang tidak perlu dapat dihindari. Tidak semua kontraktor bisa menjamin tanggal proyek renovasi selesai, maka kamu bisa mendiskusikannya agar penundaan yang tidak perlu dapat dihindari.

    6. Kurang Komunikasi

    Komunikasi yang buruk antara pemilik rumah, arsitek, dan kontraktor dapat menyebabkan kesalahpahaman dan biaya tambahan. Pastikan untuk selalu bertanya dan menjelaskan hal-hal yang belum jelas.

    7. Tidak Mempertimbangkan Nilai Jual Kembali

    Sebelum memulai proyek, pertimbangkan bagaimana perubahan yang sudah direncanakan akan memengaruhi nilai jual kembali rumahmu. Ini penting untuk memastikan bahwa rumahmu tetap bisa memberikan hasil investasi yang diinginkan.

    Dengan menghindari 7 kesalahan ini dan melakukan perencanaan yang baik, kamu dapat menjalankan proyek renovasi rumah dengan lebih lancar, menghemat waktu, uang, dan stres. Ingatlah selalu untuk melakukan riset dan berkomunikasi dengan baik dengan kontraktor agar proyek renovasi bisa berjalan sesuai rencana.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Lakukan 4 Langkah Ini buat Mengatasi Cat Dinding Mengelupas


    Jakarta

    Warna cat tembok sangat mempengaruhi tampilan dan suasana rumah. Namun, terkadang cat dinding mengelupas seiring berjalannya waktu, sehingga merusak estetika rumah.

    Sangat disayangkan kalau cat dinding mengelupas, sebab rumah bisa terkesan kotor dan tidak terawat. Adapun hal ini biasanya terjadi akibat faktor cuaca, kualitas cat yang kurang baik, ataupun proses pengecatan yang kurang tepat.

    Lantas, apa yang menyebabkan cat dinding mengelupas? Yuk, simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).


    Penyebab Cat Dinding Mengelupas

    Seorang tukang cat profesional, Andre Kazimierski mengatakan alasan yang paling umum cat dinding mengelupas karena cat tidak menempel dengan benar pada dinding sejak awal.

    “Ini terjadi saat Anda mengecat permukaan yang kotor atau basah atau bahkan dengan mengecat permukaan saat suhunya terlalu panas atau dingin,” tutur Kazimierski, dikutip dari Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).

    Selain itu, kelembapan udara juga bisa menjadi penyebab cat mengelupas. Ruangan yang mengalami kondensasi pada dinding atau kelembaban akan merusak cat secara perlahan.

    “Anda dapat menghindarinya dengan menggunakan langkah-langkah persiapan yang tepat dan memilih hasil akhir dan kualitas cat yang tepat untuk area tersebut, misalnya menggunakan cat pencegah jamur di area lembap seperti dapur dan kamar mandi,” ujarnya.

    Cara Mengatasi Cat Dinding Mengelupas

    Kalau cat dinding mengelupas, sebaiknya Anda langsung memperbaikinya. Sebab, bisa menyebabkan permukaan dinding rusak dan bisa membuat dinding menjadi lembab serta susah untuk dicat. Hal ini diungkapkan oleh Pendiri Hometown Painting Oklahoma, Matthew Stone.

    Berikut ini cara memperbaiki cat dinding mengelupas

    1. Bersihkan Dinding dari Cat Mengelupas

    Langkah pertama adalah bersihkan dinding dari cat yang mengelupas supaya mendapatkan permukaan dinding yang halus. Untuk membersihkan cat mengelupas dari dinding bisa digunakan alat pengikis.

    2. Amplas Bagian Dinding yang Masih Kasar

    Untuk mendapatkan permukaan yang halus, dinding bisa diamplas. Atau, Anda juga bisa membersihkannya dengan air hangat dan sabun lalu biarkan sampai kering sebelum mengecat ulang.

    3. Gunakan Primer Berkualitas

    Setelah dinding dibersihkan, gunakan cat dasar atau primer berkualitas sebelum melakukan pengecatan. Hal ini akan membantu untuk menghalangi pewarnaan pada dinding jika pengelupasan disebabkan oleh jamur atau kelembaban dan akan mendapatkan permukaan dinding yang lebih halus. Setelahnya baru lakukan pengecatan dinding.

    4. Cat Ulang Dinding yang Catnya Mengelupas

    Langkah terakhir adalah mengecat ulang dinding dengan menggunakan warna dan brand yang sudah ada pada dinding. Hal itu dilakukan agar warna yang ada di dinding tetap sama.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi cat dinding yang terkelupas. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbaiki 6 Hal Sebelum Jual Rumah Supaya Cuan dan Cepat Laku


    Jakarta

    Saat menjual rumah, tentu kamu ingin menawarkan hunian dengan kondisi terbaik agar menarik calon pembeli. Kondisi rumah yang minim masalah bisa membantu bikin rumah cepat terjual.

    Calon pembeli biasanya akan melakukan penilaian saat survei rumah. Kalau sampai menemukan kerusakan atau tampilan rumah yang mengganggu, maka mereka akan ragu-ragu untuk membeli.

    Apalagi kalau kerusakan itu dapat mengancam keselamatan atau kesehatan penghuni rumah. Selain itu, kerusakan di sekitar rumah juga bisa mengurangi nilai properti, lho!


    Oleh karena itu, sebaiknya memperbaiki beberapa hal di sekitar rumah sebelum mulai penjualan.

    Lalu, apa saja ya yang sebaiknya diperbaiki sebelum menjual rumah? Yuk, simak penjelasan berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).

    Perbaiki 6 Hal Ini Sebelum Menjual Rumah

    1. Kerusakan Akibat Air

    Tanda-tanda kerusakan akibat air, termasuk jamur mesti segera diatasi supaya tampilan bersih dan tidak memberi kesan ada masalah pada rumah.

    “Pemilik rumah harus benar-benar memperbaiki sisa-sisa kerusakan air di rumah mereka-meskipun itu hanya noda kosmetik pada cat dari kebocoran sebelumnya yang telah diperbaiki,” kata agen dari Coldwell Banker Warburg Kate Wollman-Mahan, dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (24/6/2024).

    2. Pipa Rusak

    Urusan air dan perpipaan adalah komponen penting dari sebuah rumah. Pastikan segala saluran mulai dari toilet hingga wastafel dan tangki septik berfungsi dengan baik karena sangat diperhatikan oleh calon pembeli.

    Segera perbaiki kalau ada kebocoran untuk mencegah lebih banyak kerusakan dan tagihan air yang mahal. Kamu bisa menggunakan jasa tukang ledeng untuk memperbaiki pipa air di rumah.

    3. Masalah Struktural

    Lalu, kamu juga perlu memperbaiki kerusakan yang berhubungan dengan struktur bangunan. Misalkan dinding yang miring, atap yang turun, retak pada dinding, hingga masalah plafon.

    Sebab, masalah struktural dan fondasi rumah bisa bikin rumah susah dijual karena menandakan ada kerusakan serius lainnya.

    4. Masalah Fondasi

    Masalah fondasi tergolong vital karena fondasi yang kuat penting untuk rumah yang aman dan kokoh. Tanah bisa saja bergerak, sehingga mengubah fondasi bangunan.

    Sebaiknya melakukan pengecekan sebelum menjual rumah, salah satunya dengan mengidentifikasi keretakan pada dinding rumah. Lalu, konsultasi dengan ahli dan segera lakukan perbaikan.

    5. Kerusakan Atap

    Kondisi atap yang buruk dapat menimbulkan masalah besar pada keseluruhan rumah. Atap yang rusak bisa berakibat kebocoran, sehingga udara menjadi lembap, struktur bangunan rusak, dan tumbuh jamur.

    Pastikan kamu sudah mengecek dan memperbaiki atap yang rusak sebelum menjual rumah. Untuk mengetahui atap rusak, carilah genteng yang hilang, aus, atau rusak.

    6. Pencahayaan Lampu

    Supaya rumah lebih menarik di mata calon pembeli, beri penerangan lampu yang optimal saat survei rumah. Nah, jangan sampai ada lampu yang rusak.

    Selain penampilan rumah bakal kurang menarik, lampu yang tidak menyala atau berkedip menandakan ada kerusakan di rumah.

    Demikian 6 hal yang mesti kamu perbaiki sebelum menjual rumah supaya cepat laku dengan harga yang menguntungkan.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Biaya Provisi? Ini Pengertian dan Hitungannya


    Jakarta

    Sebelum memutuskan untuk membeli rumah menggunakan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kamu harus mengetahui biaya-biaya yang harus dibayarkan. Biasanya ada banyak biaya dikeluarkan di awal KPR, salah satunya adalah biaya provisi.

    Biaya provisi ini merupakan salah satu biaya yang harus dibayarkan debitur ketika kedit atau pinjamannya telah disetujui, seperti saat pengajuan KPR. Lantas, apa itu biaya provisi, berapa besaranya, dan bagaimana cara menghitungnya?

    Pengertian Biaya Provisi

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), provisi diartikan sebagai biaya, atau upah atau imbalan. Banyak yang sering salah menyebut biaya provisi sebagai propisi, tapi istilah yang benar adalah provisi.


    Seperti mengutip dari BFI Finance, biaya provisi ini harus dibayarkan saat pengajuan kredit atau KPR telah disetujui. Artinya, biaya provisi adalah sejumlah biaya yang harus debitur bayarkan kepada pihak bank sebagai biaya penanganan atas pencairan pinjaman yang telah disetujui.

    Biaya provisi ini dilakukan satu kali sebagai salah satu biaya awal KPR. Umumnya, biaya ini dipotong langsung dari total kredit, tapi ada juga beberapa bank yang meminta biaya provisi ini dibayarkan secara terpisah. Biaya provisi ini memiliki besaran yang berbeda-beda, biasanya berkisar antara 0,5%-3,5% tergantung dari pihak bank atau pemberi kredit.

    Cara Menghitung Biaya Provisi

    Untuk menghitung biaya provisi ini sebenarnya cukup mudah. Caranya kamu hanya perlu mengalikan jumlah total pinjaman dengan presentase biaya provisi yang berlaku.

    Contohnya begini:

    Nilai kredit: Rp 350.000.000

    Biaya provisi: 1.5%

    Perhitungan biaya provisi: Rp350.000.000 x 1.5% = Rp5.250.000

    Total pinjaman Rp350.000.000 – Rp5.250.000 = Rp344.750.000

    Dari contoh di atas berarti, biaya provisi yang harus dibayarkan adalah Rp 5.250.000, sedangkan untuk pinjaman yang diperoleh setelah dikenakan biaya provisi adalah Rp344.750.000.

    Itulah pengertian biaya provisi dan cara menghitungnya. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Maksimalkan Area Outdoor Rumah Kamu


    Jakarta

    Memiliki area outdoor atau luar ruangan di rumah bisa menjadi keuntungan. Sebab, area tersebut bisa digunakan menjadi berbagai kebutuhan, misalnya taman belakang, tempat berkumpul, atau yang lainnya.

    Area-area tersebut bisa saja berupa balkon, teras, halaman belakang, dan lainnya. Meskipun area outdoor tidak terlalu luas, kamu masih bisa lho untuk menggunakannya jadi ruangan tertentu.

    Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menentukan fungsi area outdoor. Hal ini agar area tersebut bisa digunakan dengan baik dan tidak menjadi area yang jarang digunakan.


    Dilansir dari Real Simple, Senin (24/6/2024), berikut ini tipsnya.

    1. Tentukan Fungsi Ruangan

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan fungsi area outdoor, apakah ingin digunakan sebagai area masak dan tempat makan, taman belakang, atau tempat berkumpul. Sebab, kamu tidak bisa menggunakan area belakang untuk banyak hal, apalagi kalau area tersebut tidak terlalu luas.

    2. Jadi Tempat Berkumpul

    Kursi taman yang cocok di outdoor.Kursi taman yang cocok di outdoor. Foto: Nathalie Krag via Homes and Gardens

    Apabila kamu memutuskan untuk menggunakan area outdoor menjadi tempat berkumpul, begini tipsnya. Kamu bisa menambahkan sofa atau tempat untuk duduk-duduk santai. Agar tempatnya semakin nyaman kamu bisa menambahkan karpet hingga bantal.

    3. Jadi Area Makan

    Inspirasi lampu gantung di area outdoor.Ilustrasi tempat makan di area outdoor. Foto: Morgane Sézalory via Homes and Gardens

    Nah, kalau kamu mau menggunakan area outdoor sebagai tempat makan juga bisa lho. Kamu bisa menambahkan kursi dan meja makan minimalis serta panggangan untuk barbeku di sana.

    4. Jadi Taman atau Kebun

    Kamu juga bisa menggunakan area outdoor di rumah jadi taman belakang. Kamu bisa menanam berbagai tanaman yang cocok dengan wilayah kamu.

    Photo of young woman taking care of her plants on a rooftop gardenPhoto of young woman taking care of her plants on a rooftop garden Foto: Getty Images/AleksandarNakic

    Kalau area outdoor kamu sempit, misalnya seperti balkon, jangan khawatir karena kamu juga tetap bisa membuat taman kecil. Kamu bisa menempatkan tanaman gantung agar tidak terlalu sempit dan balkon masih bisa digunakan untuk fungsi lainnya.

    Itulah beberapa tips untuk memaksimalkan area outdoor pada sebuah hunian, mau itu di rumah tapak maupun hunian vertikal. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com