Category: Tips Properti

  • 6 Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Beton, Anti Ribet dan Ekonomis


    Jakarta

    Banyaknya lumut di kolam beton seringkali jadi masalah yang mengganggu estetika, karena membuat kolam terlihat kotor.

    Meskipun seperti hal sepele, tapi keberadaanya juga mungkin membahayakan keseimbangan ekosistem air di dalamnya. Namun jangan khawatir, karena ada berbagai cara menghilangkan lumut di kolam beton yang mudah dilakukan.

    Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Beton

    Berikut adalah hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan lumut di beton:


    1. Pakai Soda Kue (Baking Soda)

    Dikutip dari situs Concrete Renovations, baking soda adalah bahan yang bisa berfungsi dengan baik untuk membersihkan lumut.

    Caranya pun cukup sederhana, taburkan saja soda kue pada permukaan kolam yang terkena lumut. Jika sudah, kamu bisa membersihkan sisa-sisanya setelah 24 jam.

    2. Pakai Air Panas atau Mendidih

    Penggunaan air panas bisa menghilangkan lumut kolam beton. Ini termasuk metode yang hemat biaya. Berikut langkah-langkahnya:

    • Tuangkan air mendidih ke area yang ada lumutnya.
    • Setelah disiramkan, gosok area tersebut dengan sikat kaku.
    • Jika sudah, gunakan selang untuk membersihkan sisa-sisa lumut.

    3. Pakai Campuran Cuka dan Air

    Noda lumut yang membandel di permukaan beton, bisa diatasi dengan campuran setengah cuka dan air. Cuka putih dan air dicampur dalam botol semprot.

    Dengan begitu, cairan ini hanya perlu disebarkan dengan cepat dan mudah ke seluruh permukaan beton yang berlumut.

    4. Menggunakan Mesin Cuci Bertekanan (Pressure Washer)

    Pressure washer adalah alat semprotan air bertekanan tinggi. Untuk menghilangkan lumut di beton, air dari alat ini hanya perlu disemprotkan ke area yang terkena lumut atau kotoran untuk membuatnya menjadi bersih.

    5. Menggunakan Larutan Bleach (Pemutih)

    Pemutih juga bisa digunakan di kolam renang untuk menghilangkan lumut, membunuh bakteri atau virus. Namun, pemilihannya perlu diperhatikan.

    • Campurkan pemutih dengan hati-hati satu bagian air dan satu bagian larutan pemutih yang diencerkan. Ini dilakukan sambil mengenakan sarung tangan pelindung ya.
    • Setelah itu, semprotkan campuran ini ke area beton yang berlumut.
    • Tunggu hingga beberapa menit
    • Sikat dan siram area tersebut.

    Jika memungkinkan, pakailah pemutih taman yang dirancang untuk melawan lumut tapi tetap aman bagi lingkungan.

    6. Menggunakan Produk Pembasmi Lumut

    Di pasaran, kamu bisa menemukan berbagai produk pembunuh lumut komersial yang diformulasikan khusus untuk permukaan beton. Memakai produk ini merupakan cara pembersihan melalui teknik kimia.

    Mengutip Good Grow, jika kamu memilih menggunakannya, perhatikan hal hal berikut:

    Pilih produk penghilang lumut yang sesuai dengan jenis permukaan beton.
    Gunakan produk sesuai petunjuk produsen (ada yang siap pakai ada juga yang memerlukan pengenceran).
    Pilihlah opsi yang ramah lingkungan.
    Setelah pengaplikasian, berikan waktu beberapa jam agar produk bekerja sebelum menghilangkan lumut.

    Jika menggunakan bahan-bahan kimia, ingatlah untuk selalu melindungi diri dengan sarung tangan, kacamata pelindung, dan mendapat ventilasi yang baik.

    Penyebab Kolam Berlumut

    Lumut memang bisa tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan teduh. Di mana, area beton di sekitar rumah juga termasuk tempat yang sempurna bagi lumut untuk tumbuh subur.

    Lumut di kolam disebut juga dengan alga. Mengutip Splash Supply Company, berikut adalah penyebab kolam berlumut secara umum:

    • Akibat perubahan musim.
    • Terlalu sedikit bakteri menguntungkan dalam kolam.
    • Nutrisi berlebih seperti pemberian pupuk, makanan ikan yang membusuk. Ini berlaku jika kolam
    • ikan.
    • Airnya hangat dan dangkal.
    • Kurangnya ekosistem yang mapan di kolam baru.

    Sebagai informasi, kolam beton memang cukup tahan lama dan menawarkan kemungkinan desain yang tak terbatas. Kalau detikers tertarik membangun atau memiliki kolam beton, kamu perlu memahami cara merawatnya termasuk terkait pertumbuhan lumut.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Gantung yang Bisa Tumbuh di Tempat Minim Cahaya


    Jakarta

    Memiliki tanaman di dalam rumah bisa membuat tampak asri dan segar. Jika tidak ada tempat untuk menaruh tanaman di dalam rumah, kamu bisa menggantungnya lho!

    Nah, ada beberapa tanaman gantung yang bisa bertahan hidup tanpa harus terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini sangat cocok untuk ditaruh di dalam ruangan atau saat musim hujan agar kamu tidak repot-repot memindahkan tanaman ke dalam maupun luar ruangan.

    Berikut ini ada beberapa tanaman gantung yang bisa bertahan hidup tanpa harus terkena cahaya matahari langsung.


    1. Boston Fern

    Fern hanging on the living room wall. Copy space. Fern concept. Plants concept.Boston Fern. Foto: Getty Images/iStockphoto/GideoniJunior

    Dilansir Better Homes & Gardens, tanaman yang satu ini bisa hidup di dalam ruangan tanpa sinar matahari langsung. Boston fern menyukai udara lembap, jadi kamu bisa menyemprotnya dengan air secukupnya setiap hari agar daunnya tidak kering.

    2. English Ivy

    Ivy stems branches hanging down from an old stone wall, Glasgow Scotland England UKEnglish Ivy Foto: Getty Images/ZICC

    Tanaman ini bisa tumbuh di dalam maupun luar ruangan. Jika ditaruh di dalam ruangan, tanaman ini juga bisa bertahan di tempat yang minim cahaya.

    3. Heartleaf Philodendron

    Tropical 'Philodendron Hederaceum Micans' houseplant with heart shaped leaves with velvet texture in gray flower pot on coffee tablePhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

    Philodendron merupakan tanaman yang mudah dirawat. Apalagi jenis Philodendron yang memiliki bentuk daun berbentuk hati ini tidak perlu banyak sinar matahari untuk tumbuh subur, jadi kamu tidak perlu khawatir jika di rumah memiliki cahaya yang minim.

    4. String of Hearts

    Ceropegia woodii also called String of Hearts or Chain of Hearts, modern house plant in a flowerpot against white wall, verticalCeropegia woodii atau String of Hearts Foto: Getty Images/iStockphoto/Lana_M

    Tanaman berbentuk hati ini sangat cocok untuk dijadikan tanaman gantung. String of heart bisa tumbuh sangat panjang, jadi kamu bisa menaruhnya di tempat yang tinggi agar tampak lebih cantik.

    Dilansir The Spruce, tanaman ini bisa tumbuh di tempat yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung.

    5. Pothos

    Neoplants Neo P1Pothos Foto: Dok. Neoplants

    Tanaman ini merupakan salah satu tanaman indoor yang paling populer. Hal itu karena perawatannya yang mudah dan tidak harus diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung. Tanaman pothos akan tampak lebih cantik jika digantung karena batangnya akan menjalar ke bawah.

    Itulah beberapa tanaman gantung yang bisa hidup di tempat minim cahaya. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 6 Penyebab Timbulnya Bau Tidak Sedap pada Mesin Cuci


    Jakarta

    Saat mencuci baju dan merasakan bau yang tidak sedap, bisa jadi masalahnya berada pada mesin cuci. Mesin cuci yang bau merupakan masalah yang sangat umum dijumpai.

    Penyebab umum bau biasanya terdapat pada jamur atau sisa-sisa kotoran yang mungkin menempel pada pakaian, serta penumpukan detergen.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa penyebab mesin cuci berbau tidak sedap sehingga mempengaruhi pakaian yang kamu cuci.


    Air yang Terperangkap

    Mendengar suara air berdesir setiap kali memutar tabung mesin cuci, hal ini wajar jika mesin cuci memiliki sedikit air di bawah tabungnya. Secara teknis, larutan air sengaja disegel untuk menjaga keseimbangan saat tabung berputar.

    Masalahnya adalah ketika mendapatkan air terperangkap di dalam drum. Air yang tergenang menyebabkan kadar air meningkat, dan biasanya jamur muncul yang menimbulkan bau apek.

    Filter Kotor

    Kebanyakan orang tidak membersihkan filter mesin cuci sesering yang seharusnya. Namun, filter tersebut mengumpulkan berbagai hal, mulai dari kotoran hingga bulu halus dan benda asing seperti koin dan jepit rambut.

    Kotoran yang menumpuk lama-kelamaan dan berubah menjadi lumpur yang menjijikan. Selain bau, filter yang terlalu kotor juga dapat mempengaruhi efisiensi mesin yang mengakibatkan pakaian tidak dicuci dengan baik.

    Saluran Tersumbat

    Kotoran dan debu dapat terkumpul di bagian saluran pembuangan mesin cuci. Bakteri akan berkembang biak dan mengeluarkan bau seperti limbah yang dikenal sebagai gas hidrogen sulfida.

    Selain baunya yang menyengat, tanda-tanda saluran air tersumbat cukup terlihat seperti genangan air di dalam tabung, drainase lambat, dan suara gemericik keras. Bisa jadi selang pembuangan tertekuk sehingga perlu diganti atau pipanya perlu dibersihkan.

    Mesin Cuci Kotor

    Tugas mesin cuci adalah membersihkan pakaian, sehingga akan terdapat kotoran bakteri yang menempel di dinding mesin cuci. Mesin cuci akan berbau tidak sedap jika tidak dibersihkan secara berkala.

    Ada yang Tersangkut

    Cincin karet di sekitar pintu mesin cuci bukaan depan adalah tempat rahasia untuk menyembunyikan pakaian kecil. Hal ini akan menyebabkan air cenderung menggenang di segel pintu.

    Jika dibiarkan, baunya akan menjadi sangat menyengat karena tidak ada yang lebih disukai kuman penyebab bau selain lingkungan yang lembap. Kotoran yang menyumbat lubang drainase juga menjadi risiko bau lainnya.

    Detergen yang Terlalu Banyak

    Detergen cucian yang beraroma harum bisa menjadi penyebab di balik mesin cuci kamu berbau busuk. Semakin banyak detergen yang digunakan, semakin banyak busa yang dihasilkan sehingga semakin sulit dibersihkan.

    Sisa sabun kemudian mengendap di bagian-bagian mesin cuci, memberikan jamur dan bakteri lain sumber makanan yang baik saat ia membusuk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Menentukan Ukuran Talang Air yang Pas


    Jakarta

    Talang air dan pipa pembuangan air dengan ukuran yang tepat dapat membantu melindungi rumah dari kerusakan akibat air. Talang air dan pipa pembuangan air tersebut menyalurkan air hujan dari atap, dinding, dan fondasi.

    Simak panduan ini yang akan membantu kamu dalam proses menentukan ukuran talang air dan pipa pembuangan air yang tepat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemiringan, luas atap, dan curah hujan.

    Cara Kerja Talang dan Pipa Pembuangan Air

    Melansir This Old House, talang air dan pipa pembuangan air bekerja sama guna mengumpulkan dan mengalihkan air hujan dari rumah, sementara pipa pembuangan air mengalirkan air secara vertikal dari talang air ke tanah.


    Terdapat beberapa jenis talang air, dengan talang air perumahan yang paling umum adalah berbentuk K berukuran 5 inci atau 12,7 cm dan talang air setengah lingkaran dengan ukuran 6 inci atau 15,2 cm.

    Namun, rumah dengan atap yang besar atau curam, atau yang berada di daerah dengan curah hujan tinggi, mungkin memerlukan talang air yang lebih lebar, pipa pembuangan tambahan, dan solusi drainase talang air lainnya guna mencegah meluapnya air.

    Faktor Pengaruh Ukuran Talang

    Area Drainase Atap

    Area drainase atap merupakan total luas permukaan atap yang perlu ditangani oleh bagian talang tertentu. Untuk atap pelana sederhana, perhitungan ini menyangkut dua lereng. Untuk desain atap yang lebih rumit, seperti atap dengan beberapa persimpangan, kamu harus menambahkan luas setiap permukaan di zona drainase.

    Menghitung Luas Drainase Atap

    Untuk menghitung luas drainase atap, kamu dapat mengukur panjang dan lebar pada setiap permukaan atap yang mengalir ke talang tertentu, dan kalikan dimensi ini guna mendapatkan luas persegi.

    Untuk atap yang lebih rumit, jumlah semua luas permukaan yang mengalir ke setiap bagian talang, perhitungan ini menentukan total volume air yang harus ditangani talang kamu.

    Menentukan Faktor Kemiringan

    Faktor kemiringan atap disesuaikan dengan peningkatan pengumpulan air pada atap yang lebih curam. Untuk mengukur kemiringan atap, gunakanlah level 60 cm dan pita pengukur, lalu pegang salah satu ujung level pada atap, ratakan, kemudian ukur celah antara atap dan bagian bawah level pada titik tengahnya.

    Pengukuran ini, pada jarak 12 inci (30,4 cm), akan memberikan kamu kemiringan misalnya, celah 5 inci (12,7 cm) menunjukkan kemiringan 5 inci sampai 12 inci.

    Menilai Intensitas Curah Hujan Maksimum di Wilayah Kamu

    Layanan perkiraan cuaca nasional menyediakan data tentang intensitas curah hujan maksimum untuk setiap wilayah. Angka ini menunjukkan curah hujan tertinggi yang mungkin terjadi dalam periode lima menit, ukur dalam inci selama sejam.

    Jika kamu berada di daerah dengan intensitas curah hujan tinggi, maka kamu membutuhkan talang air yang lebih besar lagi untuk mencegah luapan air selama badai besar. Konsultasikan pada pihak layanan perkiraan cuaca atau tenaga ahli pemasangan talang air guna menentukan intensitas curah hujan maksimum di daerah kamu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Perbaiki Kitchen Set Berjamur Gegara Lembap, Mudah!


    Jakarta

    Dapur masa kini banyak yang dilengkapi dengan kitchen set yang berguna sebagai tempat penyimpanan barang di dapur. Bentuknya seperti lemari atau rak dan kitchen island. Lokasinya berada di atas kompor atau di bawahnya.

    Ada yang perlu kamu tahu saat ingin memasang kitchen set, yakni tempat penyimpanan ini berpotensi berjamur. Penyebabnya adalah permukaannya yang mudah lembap sehingga jamur mudah berkembang di sana. Salah satu bahan kitchen set yang biasanya rentan berjamur adalah kayu.

    Penyebab Kitchen Set Berjamur

    Melansir dari laman JMT Kitchens and Bedrooms, kitchen set yang berjamur biasanya disebabkan karena faktor luar seperti tidak adanya ventilasi untuk mengurangi kelembapan di dapur, adanya kebocoran pipa yang menyebabkan sekitar kitchen set lembap dan basah, dan terpapar uap saat memasak.


    Meningkatnya kelembapan di sekitar kitchen memicu pertumbuhan jamur. Tandanya dengan timbulnya noda berwarna, saat dilihat dari dekat terdapat serabut halus di permukaannya. Lama kelamaan warna tersebut menghitam dan makin jelas.

    Apabila didiamkan, jamur ini dapat membuat kualitas kayu menurun, bahayanya jika kitchen set sampai rusak atau ambruk pada saat kamu tengah memasak di dapur.

    Namun, tidak perlu khawatir, tidak semua kitchen set berbahan kayu seperti ini. Biasanya juga dari pihak penjual, permukaannya sudah dilapisi dengan cat khusus anti jamur dan rayap.

    Namun, apabila kamu sudah menemukan tanda pertumbuhan jamur, kamu bisa mengatasinya dengan cara berikut.

    Cara Mengatasi Jamur di Kitchen Set

    1. Bersihkan jamur menggunakan larutan pembersih jamur dan sikat scrub.

    2. Pastikan area yang dibersihkan kering. Kamu bisa menggunakan kipas angin atau dehumidifier.

    3. Perbaiki kebocoran dan tambah ventilasi untuk mencegah pertumbuhan jamur kembali.

    4. Gunakan cat tahan jamur. Cat dinding dan langit-langit dapur dengan cat tahan jamur untuk mencegah pertumbuhan jamur di masa depan.

    Bahan Kitchen yang Aman dari Jamur

    Kitchen set memiliki beragam warna, bentuk, dan material yang digunakan. Kamu bisa memiliki material lain yang lebih aman dari jamur dan rayap seperti HPL, Multiplek, Decosheet, Medium Density Fiberboard (MDF), Poly Vinyl Chloride (PVC), dan Blockboard.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Panduan Jarak Aman Nonton TV dari Sofa Berdasarkan Ukuran Inci


    Jakarta

    Seiring perkembangan teknologi, ukuran TV kini sudah semakin lebar. Jika dahulu TV masih berukuran 32 hingga 40 inch, kini ada TV yang ukurannya hingga 65 inch.

    Punya TV yang ukurannya lebar tentu memberikan sensasi tersendiri saat menonton. Sebab, gambar di TV akan terasa lebih jelas dan seolah dekat dengan kita.

    Namun, menonton TV yang punya layar besar juga membuat mata cepat lelah. Apalagi jika kamu menonton TV dalam jarak terlalu dekat, pasti kamu tidak akan betah berlama-lama.


    Maka dari itu, sebaiknya atur jarak aman saat menonton TV dari sofa kesayangan. Cara ini dapat memberikan sensasi menonton yang nyaman dan aman karena mata tidak mudah lelah.

    Lantas, berapa jarak nonton TV yang aman dari sofa? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Panduan Jarak Aman Nonton TV dari Sofa

    Muncul stigma di masyarakat jika menonton TV terlalu dekat bisa menyebabkan sakit mata. Sebenarnya, jarak antara TV dan mata manusia yang terlalu dekat tidak menyebabkan gangguan penglihatan, hanya saja berisiko memicu masalah lain seperti sindrom mata lelah.

    Oleh karena itu, sebaiknya menonton TV dengan jarak yang pas agar mata tidak cepat lelah. Mengutip catatan detikProperti, berikut panduan jarak menonton TV ke sofa berdasarkan ukuran inci TV.

    • 24 inci = 1,2 meter
    • 32 inci = 1,2 meter
    • 40 inci = 1,2 meter
    • 42 inci = 1,2 meter
    • 46 inci = 1,4 meter
    • 47 inci = 1,4 meter
    • 50 inci = 1,5 meter
    • 55 inci = 1,7 meter
    • 65 inci = 2 meter
    • 75 inci = 2,3 meter
    • 85 inci = 2,6 meter
    • 98 inci = 3 meter
    • 100 inci = 3 meter.

    Penyebab Mata Lelah saat Menonton TV

    Head of Product AV Business Samsung Electronics Indonesia Ubay Bayanudin mengatakan, saat menonton TV ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kondisi mata. Ia mencontohkan saat menonton TV dalam keadaan gelap, sebaiknya buat layar TV jadi lebih redup.

    Begitupun sebaliknya, jika kamu menonton TV dalam keadaan terang, maka sebaiknya atur kecerahan TV juga lebih terang. Cara ini untuk menghindari kelelahan pada mata.

    Lalu, Ubay menjelaskan antara TV 4K dan 8K punya perbedaan jarak ideal menonton. Semakin tinggi kepadatan pixel TV, maka bisa menonton lebih dekat.

    “TV 8K punya kepadatan pixelnya lebih tinggi dari 4K jadi bisa menonton lebih dekat,” kata Ubay mengutip detikInet.

    Dilansir Will Vision, menonton TV terlalu lama bisa menyebabkan mata tegang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gejala seperti nyeri mata, penglihatan kabur, dan sakit kepala.

    Selain menonton TV terlalu lama, kamu juga bisa mengalami mata lelah jika menonton TV dari sudut yang sembarangan, misalnya dari samping kiri atau kanan. Jika mata sudah tegang, sebaiknya istirahat sejenak dan jauhkan dari perangkat elektronik lainnya, seperti HP, tablet, ataupun komputer.

    Demikian penjelasan mengenai jarak aman menonton TV ke sofa. Semoga dapat bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanda Perabotan Kayu Digerogoti Rayap dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Memakai furniture atau material bangunan dari kayu, risikonya adalah rayap. Hewan kecil ini, terkadang tanpa disadari sudah menggigit kayu di rumah hingga menimbulkan lubang-lubang kecil.

    Keberadaan hewan ini apabila dibiarkan lama kelamaan akan membuat kayu keropos yang bisa membuat furniture atau material dari kayu ini patah lalu menimpa penghuni rumah. Maka dari itu, keberadaan rayap ini tidak diinginkan.

    Namun, tidak semua kayu dapat menjadi sasaran rayap karena saat ini furniture dan material kayu sudah dilindungi dengan cat khusus yang tahan dari lembap, jamur, hingga rayap.


    Untuk mengetahui apakah ada rayap di rumah, dilansir Business Insider India, berikut beberapa tandanya.

    Tanda Ada Rayap di Perabotan Kayu

    1. Banyak Lubang di Permukaan Kayu

    Bekas gigitan rayap pada kayu terlihat pada permukaan yakni berbentuk lubang-lubang kecil. Biasanya lubang tersebut lebih dari satu. Untuk mengetahui lokasinya, di sekitar lubang ada kotoran seperti pasir berserakan yang jumlahnya cukup banyak. Itu bukan sisa dari kayu yang digigit, melainkan kotoran dari rayap tersebut.

    2. Area Kayu yang Lembap

    Rayap menyukai tempat yang lembap. Hal ini berlaku pula pada kayu yang lembap karena mereka lebih mudah untuk bergerak di dalam kayu. Ciri-ciri kayu yang lembap adalah muncul noda warna yang tidak biasa, seperti hitam, hijau, putih, dan warna lainnya yang sebelumnya tidak ada di sana. Warna tersebut merupakan jamur yang sudah berkembang.

    3. Terdengar Suara Ketukan di Kayu

    Meskipun tubuhnya kecil, rayap saat menggerogoti pintu kayu menimbulkan suara lho karena mereka bergerombol. Suara yang timbul seperti pintu kayu diketuk. Namun suara ini kecil dan perlu didengar dari dekat.

    4. Muncul Butir Serpihan di Dekat Kayu

    Seperti yang disebut sebelumnya, untuk mengetahui ada rayap, kamu bisa menemukan serpihan seperti pasir di dekat kayu yang mereka incar. Serpihan ini adalah kotoran atau serbuk kayu dari proses penghancuran kayu yang mereka makan yang kerap disebut frass. Kotoran ini tidak lengket dan bisa dibersihkan dengan disapu atau dilap dengan kain.

    5. Ditemukan Gumpalan Panjang di Sekitar Pintu

    Rayap sering membuat jalur yang sering disebut sebagai mud tubes. Warnanya coklat muda seperti kacang mentah, teksturnya seperti pasir yang menggumpal, menempel di sekitar pintu, lantai, atau dinding rumah.

    Mud tubes ini ada yang panjang dan ada pula yang kecil-kecil seperti kacang. Fungsinya sebagai jalur rayap mengangkut makanan ke dalam sarang dan mempermudah akses pergerakan mereka. Cara membersihkannya cukup mudah yakni dengan dihancurkan, tetapi akan meninggalkan bekas berwarna coklat pada permukaan.

    6. Pintu Jadi Susah Digerakkan

    Apabila pintu digerogoti rayap saat dibuka atau ditutup akan jadi lebih sulit dan terasa kopong. Hal ini dikarenakan bingkai kusen pintu yang ukurannya sudah tidak lagi sesuai seperti di awal.

    Cara Mengatasi Rayap di Pintu Rumah

    Setelah mengetahui tanda kehadiran rayap, kamu perlu membasminya agar kayu di rumah dapat bertahan lama. Melansir dari Southern Perimeter, berikut cara mengatasinya.

    1. Pakai Kamper atau Kapur Barus

    Kamper atau kapur barus bisa untuk mencegah rayap datang. Kamper atau kapur baru adalah zat berbentuk padat yang memiliki aroma yang kuat, kamu bisa membelinya di market terdekat.

    Cara menggunakannya pun mudah cukup dengan meletakkan di dekat kayu atau di area yang pernah ditemukan rayap. Zat kimia naftalena yang terkandung dalam kapur barus juga dapat mematikan bagi rayap.

    2. Cairan Garam dan Sabun

    Cara kedua bisa dengan campuran garam dan sabun. Dua bahan ini dapat mengganggu sistem pencernaan dan pernapasan rayap. Aroma wangi sabun yang mengganggu dan kandungan bahan kimia di dalamnya bersifat racun sehingga saat terkena campuran garam dan sabun, rayap mati perlahan.

    Cara membuatnya dengan melarutkan garam 1 sendok makan dengan 2 sendok makan sabun cair. Lalu masukkan ke dalam botol spray. Setelah itu semprotkan ke pintu kayu yang menjadi sarang rayap. Lakukan secara rutin hingga rayap benar-benar hilang.

    3. Asam Borat ke Sarang Rayap

    Asam borat adalah bahan kimia yang ampuh membasmi rayap tanah di sekitar rumah. Di dalamnya terdapat zat kimia yang beracun. Apabila terkena rayap dapat mengganggu sistem pencernaannya. Caranya, cukup masukkan cairan asam borat ke botol. Lalu semprotkan ke permukaan pintu kayu yang digerogoti rayap.

    Itulah tanda adanya rayap pada perabotan kayu di rumah dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Air Keran Terus Menetes dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Jika kamu mengalami masalah dengan air keran yang terus menetes, bahkan setelah menutupnya, tentu akan sangat mengganggu. Tidak hanya itu, masalah ini juga bisa bikin tagihan air membengkak.

    Untungnya, memperbaiki keran yang bocor atau mengalir terus tidak selalu sulit dan dapat dilakukan sendiri dengan beberapa alat sederhana. Simak panduan ini yang akan membahas langkah-langkah praktis untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan keran kamu ke kondisi normal.

    Penyebab Air Keran Mengalir Terus

    Melansir Mc Roberts Heating, terdapat beberapa kemungkinan penyebab keran bocor, dan mengidentifikasi penyebabnya dapat membantu kamu merencanakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


    Kamu mungkin dapat memperbaiki sendiri beberapa masalah, tetapi yang lain memerlukan layanan profesional. Tukang ledeng bisa menemukan cara baru untuk mengetahui keran bocor dan cara memperbaikinya.

    Kartrid Keran Rusak

    replacing defective ceramic disc cartridge covered with limescale in shower mixer using wrenchkartrid keran/tap cartridge Foto: Getty Images/iStockphoto/asadykov

    Kartrid keran berfungsi untuk mengatur aliran dan suhu air yang keluar, menjadikannya salah satu komponen terpenting. Meskipun kartrid sangat tahan lama, benda itu bisa aus seiring waktu atau kerusakan akibat penumpukan sedimen.

    Sedimen adalah material padat yang mengendap di dasar cairan, biasanya terdiri dari pasir, lanau, dan tanah liat. Sedimen ini dapat menyebabkan erosi, pelapukan, dan pengendapan partikel yang dibawa oleh air, angin, atau es seiring berjalannya waktu.

    Jika kamu mengetahui ukuran kartrid yang diperlukan, kamu mungkin bisa menggantinya sendiri, tetapi kamu akan memerlukan beberapa alat khusus dan pemahaman tentang cara kerja keran. Jika kamu ragu, disarankan untuk menghubungi profesional.

    Masalah Pipa

    Bocornya keran dapat dipicu oleh gangguan pada pipa, seperti retakan, korosi, atau kerusakan akibat akar pohon. Pipa yang rusak dapat menyebabkan fluktuasi tekanan air, yang pada gilirannya menyebabkan keran menetes.

    Namun, kerusakan pipa merupakan masalah serius, dan kurang kemungkinan bahwa itu sendiri akan menyebabkan keran menetes. Jika pipa kamu rusak, kamu mungkin akan mengalami masalah lain, seperti bau tak sedap, perubahan warna air, dan kebocoran yang lebih luas.

    Tekanan Air Tinggi

    Tekanan air yang terlalu tinggi dapat memengaruhi aliran air di pipa kamu. Jika tekanannya berlebihan, air tidak dapat mengalir dengan efektif.

    Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan, dan jika air tidak menemukan jalan keluar, ia akan mulai menetes dari keran kamu. Seorang tukang ledeng dapat menguji tekanan air kamu dan memberikan solusi untuk menurunkannya jika diperlukan.

    Cara Memperbaiki Keran yang Bocor

    Mengutip dari Selleys, jika kamu mempertimbangkan untuk memperbaiki keran bocor sendiri, berikut adalah beberapa langkah sederhana dan alat yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

    Peralatan yang Diperlukan

    Kamu akan memerlukan kunci pas yang dapat disesuaikan, obeng kepala datar dan kepala silang, kunci L, dan komponen baru seperti kartrid keran atau cincin O, serta kain (opsional).

    Matikan Pasokan Air Utama

    Langkah pertama yang paling penting dalam proses ini adalah mematikan pasokan air ke rumah kamu, untuk mencegah terjadinya banjir di dapur atau kamar mandi secara tidak sengaja.

    Setelah air dimatikan, lakukan pemeriksaan dengan menyalakan keran. Jika tidak ada air yang mengalir, berarti kamu sudah siap untuk memulai.

    Lepas Pegangannya

    Setelah mematikan pasokan air, langkah selanjutnya adalah melepas gagang. Cara melepasnya akan tergantung pada jenis perlengkapan yang kamu miliki.

    Beberapa gagang keran memiliki tutup yang menyembunyikan sekrup di bawahnya dan dapat dibuka dengan obeng pipih.

    Sementara gagang yang menggunakan sekrup grub memerlukan kunci L untuk melonggarkan sekrup sebelum bisa ditarik, dan ada juga gagang dengan tuas yang dapat dibuka untuk mengakses sekrup lainnya.

    Serta gagang yang dapat dilepas tanpa sekrup yang mungkin memerlukan obeng pipih untuk mencungkilnya jika kamu mengalami kesulitan.

    Lepas Kartrid Keran

    Setelah pegangan dilepaskan, kamu akan menemukan kartrid atau batang keran. Sementara beberapa kartrid dapat dilepas dengan tangan, yang lainnya mungkin memerlukan kunci pas untuk membukanya.

    Sebelum mengeluarkan kartrid, disarankan untuk meletakkan kain di bawahnya karena kemungkinan akan ada sedikit air yang bocor.

    Periksa Bagian Penyebab Kebocoran

    Setelah semua komponen dilepas, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi penyebab kebocoran. Periksa setiap bagian dengan teliti untuk mencari tanda-tanda kerusakan atau korosi, serta perhatikan apakah ada komponen yang rusak. Jika semua dalam kondisi baik, kemungkinan penyebab kebocoran adalah tekanan air yang terlalu tinggi.

    Perbaiki Masalahnya

    Jika kamu menemukan komponen yang rusak, berkarat, atau pecah, sebaiknya ganti dengan yang baru. Untuk ring atau o-ring, penting untuk memastikan bahwa keduanya memiliki ukuran yang tepat untuk mencegah kebocoran.

    Jika kebocoran disebabkan oleh tekanan air yang tinggi, cari regulator tekanan air dan lakukan penyesuaian secara perlahan.

    Pasang Kembali Keran

    Setelah kamu mengganti komponen yang diperlukan, pasang kembali keran dengan cara memasukkan kartrid dan kemudian mengaitkan pegangannya.

    Hidupkan Pasokan Air Utama dan Periksa Adanya Kebocoran

    Setelah keran terpasang dengan sempurna, langkah terakhir adalah menyalakan kembali pasokan air dan memeriksa apakah ada kebocoran. Jika diperlukan, sesuaikan kembali pengatur tekanan air hingga mencapai tingkat yang optimal.

    Itulah penyebab air keran terus menetes dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Laci Oblak? Begini Cara Memperbaikinya



    Jakarta

    Jika laci dapur kamu sering macet atau bahkan tidak bisa ditutup dengan baik, jangan khawatir. Dalam panduan ini, akan menjelaskan mengenai langkah-langkah sederhana dan praktis untuk memperbaiki laci dapur yang rusak.

    Dengan sedikit alat dan bahan, kamu dapat mengembalikan fungsi laci kamu tanpa harus memanggil tukang.

    Poin Utama

    Melansir Window Hardware Direct, identifikasi masalah umum seperti ketidakselarasan dan kerusakan, kumpulkan peralatan serta suku cadang pengganti yang diperlukan sebelum memulai, lepaskan laci dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan.


    Perbaiki atau ganti bagian yang rusak agar laci berfungsi kembali, dan lakukan perawatan rutin untuk menjaga laci tetap dalam kondisi baik.

    Pahami Masalah Laci

    Terkait dengan laci dapur, ada beberapa masalah yang dapat muncul dan mengganggu fungsinya. Mengenali masalah ini sejak awal dapat membantu kamu menghemat waktu dan tenaga.

    Identifikasi Ketidaksejajaran Laci

    Masalah umum lain adalah ketidaksejajaran, yang dapat menyebabkan laci macet atau tidak tertutup dengan benar. Gejalanya termasuk laci tidak menutup sepenuhnya, laci terlalu mudah bergeser keluar, dan celah antara laci dan lemari.

    Pahami Rel yang Rusak

    Rel atau rel sangat penting untuk memastikan laci beroperasi dengan lancar. Jika mengalami kerusakan, kamu mungkin akan mendengar suara aneh saat membuka atau menutup laci, laci menjadi macet, atau melihat tanda-tanda keausan atau lengkungan pada rel.

    Temukan Pegangan yang Longgar

    Meskipun sering diabaikan, pegangan dapat berdampak besar pada kegunaan laci, sehingga penting untuk memeriksa pegangan yang goyang atau longgar, retak atau patah, serta kesulitan saat memegang pegangan saat membuka laci, dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap masalah ini dapat membantu menjaga laci dapur kamu serta mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.

    Dengan memahami masalah umum pada laci ini, kamu dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaikinya dan menjaga dapur kamu tetap teratur dan berfungsi.

    Alat yang Diperlukan

    Ketika memperbaiki laci dapur yang rusak, sangat penting untuk memiliki peralatan dan bahan yang tepat, sehingga mengumpulkan semua yang diperlukan sebelumnya akan membuat proses perbaikan menjadi lebih lancar. Peralatan yang diperlukan antara lain obeng, tang, palu, tingkat, dan pita pengukur.

    Peralatan Keselamatan

    Pastikan untuk menggunakan kacamata pengaman untuk melindungi mata kamu, sarung tangan kerja untuk menjaga tangan tetap aman, dan masker debu jika kamu sedang mengamplas atau bekerja dengan material lama.

    Selalu utamakan keselamatan saat mengerjakan perbaikan rumah karena mengambil tindakan pencegahan dapat mencegah kecelakaan dan cedera.

    Melepas Laci dengan Aman

    Ketika akan melepas laci dapur, keselamatan dan kehati-hatian menjadi prioritas utama, ikuti cara berikut untuk memastikan proses pelepasan berjalan dengan lancar.

    Teknik Melepas Laci yang Tepat

    Mulailah dengan mengeluarkan semua barang dari dalam laci untuk memudahkan penanganan, periksa adanya penghenti atau klip yang mungkin menahan laci di tempatnya, dan tarik laci dengan pegangan yang kuat serta lurus ke luar, hindari memutar atau menyentak agar tidak merusak laci.

    Mengelola Komponen Laci yang Detail

    Berhati-hatilah dengan bagian yang mudah pecah, seperti kenop atau gagang dekoratif, dan jika laci memiliki fitur soft-close, tangani dengan hati-hati agar mekanisme tersebut tidak rusak. juga awasi rel dan lintasan untuk memastikan mereka tidak bengkok atau rusak selama pelepasan.

    Perbaiki Laci yang Tidak Sejajar

    Ketidaksejajaran dapat membuat laci macet atau tidak menutup dengan baik, jadi untuk memperbaiki masalah ini, periksa keselarasan laci dengan lemari, sesuaikan sekrup pada slide atau rel untuk menyelaraskan laci kembali, dan uji laci untuk memastikan ia dapat dibuka dan ditutup dengan lancar.

    Mengganti Rel yang Rusak

    Jika rel atau rel rusak, kamu mungkin perlu menggantinya dengan cara lepas laci dari lemari, keluarkan rel atau rel lama dengan hati-hati, pasang trek baru seperti pemandu pemasangan permukaan WRs 1-1/2″ x 3″, dan pastikan semuanya terpasang dengan aman dan selaras.

    Amankan Pegangan dan Kenop yang Longgar

    Pegangan yang longgar dapat menyulitkan pembukaan laci, jadi untuk mengatasinya, kencangkan sekrup pada pegangan atau kenop, ganti sekrup yang terlepas dengan yang baru.

    Pertimbangkan untuk menggunakan sedikit lem untuk keamanan tambahan, dan lakukan perawatan rutin untuk mencegah banyak masalah pada laci dengan selalu memeriksa bagian yang longgar dan segera memperbaikinya agar tidak menimbulkan masalah lebih besar di kemudian hari.

    Pasang Kembali Laci pada Kabinet

    Untuk memasang kembali laci, geser laci dengan hati-hati ke dalam kabinet dan pastikan laci sejajar dengan relnya, karena kesesuaian yang tepat sangat penting untuk pengoperasian yang lancar.

    Langkah-langkah yang harus diikuti adalah sejajarkan laci dengan relnya, dorong laci perlahan hingga terkunci pada tempatnya, dan periksa apakah laci dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.

    Pastikan Pengoperasian Lancar

    Setelah memasang kembali laci, uji fungsinya dengan membuka dan menutupnya beberapa kali.

    Jika laci macet atau terasa kasar, kamu mungkin perlu menyesuaikan kesejajaran atau menambahkan sedikit pelumas pada relnya, dengan hal-hal yang perlu diperiksa meliputi mendengarkan suara-suara yang tidak biasa, merasakan adanya hambatan saat membuka atau menutup, serta mencari celah antara laci dan lemari.

    Penyesuaian Akhir

    Setelah semuanya tampak baik, lakukan pemeriksaan akhir dengan memastikan semua sekrup dan pegangan kencang, laci rata dan tidak miring, serta uji pegangan untuk memastikan keamanannya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jendela Lama Tak Terpakai Jangan Dibuang, Bisa Pintu Lemari



    Jakarta

    Membuat pintu lemari baru dari jendela lama adalah proyek yang menarik dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan yang sudah ada, kamu tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memberikan kehidupan baru pada material yang mungkin sudah tidak terpakai.

    Alat dan Bahan

    Melansir This Old House, untuk menyelesaikan proyek ini, kamu perlu mengumpulkan alat-alat seperti bor atau obeng, pahat, pisau serbaguna, obeng, memarut, kuas, jigsaw atau gergaji, (jika diperlukan untuk memotong), amplas dengan berbagai grit.

    Serta pita pengukur, dan pensil, serta bahan-bahan seperti jendela tua, pengisi kayu, primer, cat sesuai warna pilihan kamu, engsel baru, disarankan engsel melingkar, sekrup, kenop atau tarikan, dan pengisi epoksi sebelum memulai.


    Pilih dan Persiapkan Penutup Jendela

    Sebelum memulai renovasi, penting untuk memilih penutup jendela yang sesuai dan mempersiapkannya dengan baik, karena langkah awal ini akan menjadi fondasi untuk proyek kamu.

    Ketika memilih penutup untuk pintu lemari, penting untuk mempertimbangkan ukuran, bahan, dan gaya yang cocok dengan interior rumah kamu. Pilihlah penutup yang terbuat dari kayu yang tahan lama, seperti mahoni atau cedar, agar dapat bertahan terhadap penggunaan sehari-hari dan konstruksi.

    Tempat penjualan barang bekas, pasar loak, dan platform daring adalah sumber yang baik untuk menemukan penutup antik. Disarankan untuk memilih penutup yang sedikit lebih besar dari ukuran lemari kamu, sehingga kamu dapat memotong dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan.

    Perbaiki dan Bersihkan Jendela Lama

    Setelah memilih penutup jendela, bersihkan dengan teliti untuk menghilangkan kotoran, debu, dan cat yang mengelupas.

    Periksa penutup tersebut untuk mendeteksi kerusakan dan lakukan perbaikan yang diperlukan. Isi retakan atau lubang dengan dempul kayu, lalu amplas permukaannya hingga halus.

    Lepas Perangkat Lama

    Lepaskan semua perlengkapan yang terpasang pada penutup jendela, termasuk engsel, kait, dan elemen dekoratif lama yang tidak akan digunakan dalam pintu lemari baru kamu.

    Gunakan obeng atau bor untuk mencabut benda-benda ini dengan hati-hati agar tidak merusak kayu.

    Pengisian dan Pengamplasan

    Setelah melepas perangkat keras, langkah selanjutnya adalah memperbaiki ketidaksempurnaan pada daun jendela. Isi lubang engsel lama dan lubang sekrup lainnya dengan pengisi epoksi.

    Setelah pengisi benar-benar kering, gunakan kikir untuk meratakan permukaan epoksi. Kemudian, amplas seluruh permukaan daun jendela agar menjadi halus sebagai persiapan untuk pengecatan.

    Mulailah dengan amplas kasar dan lanjutkan dengan amplas yang lebih halus untuk mendapatkan hasil akhir yang mengkilap.

    Mengubah Jendela Berpalang Menjadi Pintu Lemari Baru

    Setelah penutup jendela kamu siap, kamu dapat mulai mengubahnya menjadi pintu lemari dengan mengukur, memotong, memasang engsel, dan merakit pintu tersebut.

    Ukur dan Potong

    Ukur bukaan lemari dengan teliti dan tandai pada daun jendela. Jika diperlukan, gunakan gergaji ukir untuk memotong daun jendela hingga ukuran yang tepat. Pastikan untuk mempertimbangkan tumpang tindih atau bagian yang ingin kamu buat di sekitar tepi bukaan lemari.

    Jika kamu membuat pintu bifold menggunakan dua daun jendela, kamu mungkin perlu menghapus rabbet atau strip penghalang cahaya di mana dua daun jendela bertemu agar tepinya menjadi halus.

    Membuat Mortis Engsel

    Untuk memastikan pintu berfungsi dengan baik, kamu perlu membuat lubang baru untuk engselnya. Ukur dan tandai posisi engsel, biasanya sekitar tiga inci dari bagian atas dan bawah penutup.

    Buat garis tepi engsel menggunakan pisau serbaguna, lalu gunakan pahat untuk memotong kayu dengan hati-hati hingga mencapai kedalaman plat engsel. Langkah ini akan membantu pintu lemari kamu berfungsi dan tergantung dengan benar.

    Merakit Pintu Lemari

    Setelah lubang engsel dibuat, saatnya untuk merakit pintu lemari kamu. Jika kamu menggunakan beberapa daun jendela untuk membuat satu set pintu bifold, sambungkan daun-daun tersebut dengan engsel pintu.

    Pastikan untuk menyelaraskan daun jendela dengan hati-hati agar dapat dibuka dan ditutup dengan lancar. Periksa kesejajarannya dengan meletakkan pintu yang telah dirakit pada rangka lemari.

    Mengecat dan Menyelesaikan Pintu Lemari Baru

    Lapisan cat baru dapat mengubah penampilan pintu lemari kamu dan memberikan perlindungan tambahan terhadap kerusakan yang umum terjadi.

    Persiapkan Penutup Jendela

    Mulailah dengan mengaplikasikan lapisan cat dasar pada kedua sisi penutup jendela. Langkah ini akan membantu cat menempel dengan lebih baik.

    Setelah cat dasar benar-benar kering, amplas permukaannya dengan lembut untuk menghilangkan serat atau ketidaksempurnaan yang terlihat.

    Terapkan Lapisan Akhir

    Terapkan dua lapis cat lateks, biarkan setiap lapisan mengering, dan amplas dengan lembut di antara aplikasi untuk mendapatkan hasil akhir yang halus.

    Gunakan kuas cat berkualitas tinggi atau pertimbangkan untuk menggunakan cat semprot agar hasil cat lebih merata, terutama jika jendela kamu memiliki detail yang rumit.

    Pasang Engsel

    Pasang engsel ke dalam lubang yang telah kamu buat sebelumnya. Bor lubang untuk sekrup agar kayu tidak pecah, kemudian kencangkan engsel pada penutup.

    Jika kamu menginginkan bukaan penuh 180 derajat, yang umum digunakan pada kebanyakan lemari, kamu perlu memasang engsel melingkar.

    Memasang Pintu

    Tahan penutup di tempatnya pada rangka kabinet, dan mintalah bantuan jika diperlukan. Tandai posisi engsel pada rangka, kemudian buat lubang pasak yang sesuai di kabinet.

    Pastikan pintu sejajar dengan baik dan pasang engsel di tempatnya. Uji fungsi pintu dan lakukan penyesuaian jika pintu tidak menutup sepenuhnya atau tidak beroperasi dengan lancar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com