Category: Tips Properti

  • Cara Perbaiki Cat Dinding Kotor-Mengelupas gegara Banjir



    Jakarta

    Ketika rumah terendam banjir, tak hanya benda di dalamnya yang bisa rusak tetapi juga bangunannya. Salah satunya cat dinding menjadi kotor atau terkelupas karena terkena air banjir.

    CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengatakan ada beberapa faktor untuk menentukan kondisi cat dinding setelah banjir. Rendaman air banjir biasanya bisa membuat cat menjadi kotor, pudar, mengelupas, ataupun menggelembung.

    Lantas, bagaimana cara memperbaiki cat dinding yang terdampak banjir? Simak tipsnya berikut ini.


    “Kalau ngeliat banjir cuma 3 jam udah surut, cuma menyebabkan dinding itu kotor ada lumpur. Bisa disiram air dan disikat. Jika masih bagus, yaudah dampak dari banjir tidak terlalu berpengaruh ke dinding dan kondisi catnya,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Rabu (5/3/2025).

    Jika cat dinding mengelupas, menggelembung, ataupun pudar, Taufiq menyarankan untuk melakukan pengecatan ulang. Langkah pertama adalah membiarkan dinding kering dari bekas air banjir terlebih dahulu.

    Kamu bisa membiarkan dinding kering dengan sendirinya. Untuk mempercepat proses pengeringan, kamu dapat menggunakan kipas angin ataupun blower panas.

    Setelah kering, bersihkan cat lama menggunakan mengamplas atau mengerik menggunakan sendok besi. Jika dinding tidak rata atau ada retak setelah diamplas, segera perbaiki permukaan dinding agar mulus kembali.

    “Mesti diperbaiki dulu dindingnya. Kalau dicat gitu nggak akan menutupi kalau ada dinding yang retak, rontok plesteran, aciannya gompal-gompal itu diperbaiki,” katanya.

    Kemudian, pastikan permukaan dinding sudah bersih dari debu sebelum mulai mengecat. Langkah ini penting agar cat benar-benar menempel pada dinding, sehingga tidak mudah terkelupas.

    Sebagai langkah tambahan, Taufiq mengatakan dinding bisa dicat menggukan cat anti lembap atau anti jamur. Mengingat, dinding yang terkena banjir bisa lembap dan ditumbuhi jamur.

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Air AC yang Bocor Bisa Berbahaya? Ini Kemungkinan Risikonya


    Jakarta

    Air AC merupakan air yang keluar dari proses kondensasi dalam sistem pendingin udara (air conditioner). Biasanya, air AC dialirkan lewat saluran pembuangan ke luar unit AC.

    Ketika AC bekerja, udara panas dari ruangan akan melalui evaporator yang dingin dan membuat uap air di udara mengembun sehingga membentuk tetesan air. Namun jika terjadi kebocoran, airnya bisa menetes ke dalam ruangan sehingga berisiko menimbulkan berbagai masalah.

    Risiko Bahaya Tetesan Air dari AC

    Air yang menetes dari unit AC termasuk hal yang normal. Namun, hal itu juga bisa jadi tanda ada masalah yang perlu diperbaiki. Kebocoran bisa disebabkan berbagai faktor, contohnya saluran pembuangan tersumbat atau kerusakan sistem pendingin.


    Selain dapat merusak perabotan di sekitar, air AC yang bocor juga punya potensi menyebabkan bahaya kesehatan dan keselamatan.

    Dilansir laman Eco Home Solutions, berikut adalah beberapa kemungkinan risiko berbahaya dari air AC yang bocor:

    1. Berisiko Menyetrum Orang dan Menimbulkan Kebakaran

    Air AC yang bocor bisa saja mengenai benda-benda di sekitarnya. Jika mengenai komponen listrik, maka itu berisiko menimbulkan korsleting, kebakaran, atau menyetrum seseorang.

    2. Membuat Tumbuhnya Jamur

    Tetesan air dari kebocoran AC yang terus menerus juga mendorong tumbuhnya jamur. Jamur suka tempat yang lembap dan gelap. Di mana, unit AC yang bocor menawarkan tempat yang sempurna untuk hal ini.

    Seringnya jamur tumbuh di tempat yang gelap dan lembap seperti ruang sempit, di belakang peralatan, di pipa, atau ventilasi udara. Tapi, mereka juga tumbuh di dalam ruangan yang biasa kamu tempati jika karena air menetes di sekitar area tersebut.

    3. Menyebabkan Masalah Kesehatan

    Adanya jamur bisa menyebabkan masalah kesehatan, terlebih bagi penghuni rumah yang punya alergi, asma, maupun sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    4. Merusak Peralatan

    Kalau air AC menetes ke benda misalnya perangkat elektronik seperti televisi, komputer, atau stopkontak, di sekitarnya hal ini bisa menyebabkan benda-benda tersebut rusak hingga memicu kebakaran.

    Di sisi lain, furniture, dinding, dan lantai yang terkena tetesan air AC yang bocor juga berisiko rusak. Hal ini dikarenakan ada kelembapan yang terus-menerus.

    Pada akhirnya hal ini bisa menimbulkan noda yang menurunkan tampilan interior, memunculkan jamur, lumut, hingga bau tidak sedap.

    Penyebab AC Bocor

    Masih dari sumber yang sama, berikut adalah beberapa faktor umum yang menyebabkan AC bocor:

    • Kebocoran AC sekitar 85% berasal dari pembuangan yang tersumbat, panci pembuangan yang pecah, pompa yang rusak, atau kumparan yang membeku.
    • Saluran pembuangan tersumbat bisa karena kotoran, serpihan, atau alga, yang sering kali menyebabkan kebocoran.
    • Pompa kondensat bisa rusak, terutama kalau AC berada di bawah tanah.

    Setelah mengetahui risiko bahaya dari tetesan air AC akibat kebocoran, maka dari itu perawatan rutin dan tindakan cepat terhadap kebocoran AC perlu segera dilakukan.

    Dengan memperbaiki masalah AC sejak dini, kamu juga bisa menjaga rumah tetap aman dan nyaman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Tetangga Sering Bakar Sampah? Warga Jakarta Bisa Lapor ke Sini


    Jakarta

    Membakar sampah kerap jadi pilihan sebagian orang untuk mengatasi sampah yang menumpuk di rumah. Namun praktik pembakaran sampah sering kali bikin kesal warga karena asapnya yang menyebar dapat menyebabkan jemuran pakaian berbau, polusi, hingga gangguan pernapasan.

    Jika menemukan tetangga yang terus-menerus bakar sampah sembarangan, warga Jakarta dapat melaporkannya ke pemerintah daerah dan petugas. Sebab praktik ini telah dilarang melalui Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2014 dan pelakunya dapat dikenakan sanksi denda atau tindak pidana.

    Cari tahu cara melakukan pengaduan bakar sampah sembarangan di wilayah Jakarta pada uraian berikut.


    Cara Melaporkan Bakar Sampah via Aplikasi JAKI

    Tetangga yang sering bakar sampah sembarangan dapat diadukan melalui aplikasi JAKI – Jakarta Kini. Mengutip situs Jakarta Smart City, berikut langkah-langkahnya:

    • Unduh dan instal aplikasi JAKI – Jakarta Kini.
    • Buat akun menggunakan email dan password.
    • Login kembali ke aplikasi, lalu pilih fitur Laporan Warga di beranda.
    • Pilih Buat Laporan Foto atau Video > Buat Laporan.
    • Ambil foto atau video langsung melalui aplikasi. Bisa juga pilih foto dan video dari galeri ponsel.
    • Tulis alamat lengkap lokasi laporan > klik Selanjutnya. Sementara lapor video akan dialihkan untuk mengirimkan rekaman melalui email [email protected].
    • Tulis pengaduan secara detail. Bisa memulai dengan kalimat seperti, “Butuh segera ditindaklanjuti karena…”.
    • Pilih kategori laporan yang sesuai. Untuk pembakaran sampah sembarangan bisa pilih kategori: Gangguan Ketenteraman dan Ketertiban, Pencemaran Lingkungan, atau Sampah.
    • Tinjau seluruh laporan dan klik tombol Kirim.
    • Akan diperoleh ID laporan setelah mengirim pengaduan.
    • Cek status pengaduan di fitur Laporan Warga > Pantau Laporan yang Dibuat.

    Pengaduan yang dibuat melalui aplikasi JAKI akan otomatis berstatus privat dan hanya bisa dilihat oleh pengguna serta petugas. Ubah laporan menjadi publik di laman Tinjauan Laporan jika ingin pengguna JAKI lainnya melihat pengaduanmu.

    Cara Melaporkan Bakar Sampah via Kanal CRM

    Selain melalui JAKI, warga dapat melakukan pengaduan melalui sistem CRM (Cepat Respon Masyarakat). CRM menyediakan berbagai kanal resmi yang sudah terintegrasi. Berikut kanal yang bisa digunakan untuk melaporkan permasalahan di lingkungan Jakarta:

    • Instagram: @dkijakarta
    • Twitter: @DKIJakarta
    • Facebook: Pemprov DKI Jakarta
    • E-mail: [email protected]
    • Media sosial pribadi Gubernur atau Wakil Gubernur
    • SMS/WhatsApp: 08111272206
    • Gedung Balai Kota
    • Kantor Inspektorat
    • Kantor Wali Kota
    • Kantor Kecamatan
    • Kantor Kelurahan
    • Aspirasi Publik Melalui Media Massa
    • LAPOR! 1708.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Kecoak di Rumah Pertanda Apa? Ini Penyebab dan Cara Usirnya


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat kecoak berkeliaran di dalam rumah? Serangga satu ini memang kerap ditemukan masuk rumah.

    Bukan tanpa sebab, kehadiran kecoak menggambarkan kondisi rumah kamu. Tentunya, kecoak bakal masuk rumah yang cocok buat mereka bersarang.

    Peningkatan jumlah kecoak secara tiba-tiba dapat terjadi setelah hujan deras atau pipa pembuangan yang terbuka. Kecoa dapat hidup di celah-celah rumah tanpa makanan selama sebulan, sehingga mereka tetap bisa berkembang biak dan menimbulkan serangan secara mendadak.


    Lantas, kenapa ada banyak kecoak di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Ada Banyak Kecoak di Rumah

    Inilah beberapa alasan terdapat banyak kecoak di rumah kamu.

    1. Ada Makanan Kecoak

    Dilansir dari Cockroach Facts, indra penciuman kecoak sangat peka untuk mendeteksi makanan mereka. Kecoa akan memakan apa saja yang organik, termasuk kertas, lem, kotoran hewan peliharaan, dan sampah.

    Serangga ini juga bisa memakan bulu hewan peliharaan dan kotoran yang menempel di tempat sampah. Oleh karena itu, kamu perlu rajin membersihkan rumah secara menyeluruh untuk mencegah kecoak.

    2. Rumah Lembap

    Kecoak biasanya rentan dehidrasi dan membutuhkan air untuk bertahan hidup. Hal ini yang menyebabkan kecoak hidup di tempat lembap, sehingga sering ditemukan di bawah wastafel atau di kamar mandi.

    Beberapa tetes air dari pipa bocor, kran yang menetes, atau keset kamar mandi yang basah bisa menarik kecoak untuk berkembang biak di sana.

    3. Akses Pipa Pembuangan Terbuka

    Dilansir dari Cockroach Savvy, sistem pembuangan limbah biasanya menjadi sarang kecoak. Kamu dapat mencegah kecoak masuk rumah dengan menutup akses pembuangan, seperti menggunakan kasa.

    Cara Usir Kecoak

    Jika menemukan kecoak di rumah, kamu bisa mengusirnya menggunakan bahan-bahan di rumah. Berikut cara mengusir kecoak seperti yang dikutip dari Homes & Gardens.

    1. Gula dan Boraks

    Campurkan boraks dan gula dengan perbandingan 3:1. Lalu sebarkan di tempat-tempat yang ada kecoaknya. Boraks efektif karena dapat mengeringkan bagian eksoskeleton kecoak, mempengaruhi sistem pencernaan, dan membunuhnya.

    2. Minyak Daun Mint atau Peppermint Oil

    Semprotan minyak daun mint atau peppermint oil dapat menghalangi kecoa masuk rumah. Campurkan 15 tetes minyak peppermint dengan 295 ml air sebelum menyemprot ke bagian rumah yang ada kecoak.

    3. Sabun Cuci

    Campuran air dan sabun dapat menghambat pernapasan dan membunuh kecoa. Campurkan 4 sendok makan sabun dengan satu liter air dan semprotkan ke area yang terdapat kecoak.

    4. Kopi Bubuk

    Kopi bubuk juga dapat digunakan sebagai umpan untuk menangkap kecoa. Sebab, kecoa tertarik pada aroma kopi bubuk.

    Taruh kopi bubuk dalam wadah kecil, lalu taruh di atas wadah yang berisi air. Kemudian, tempatkan di dekat dinding atau lemari atau tempat kalian melihat kecoak.

    Wangi kopi akan mengantarkan kecoak ke jebakan di mana mereka tak bisa kabur. Lalu, kalian dapat membuangnya keesokan harinya.

    5. Perasan Lemon

    Campurkan 2-3 sendok makan perasan lemon dengan air pada sebuah ember. Setelah dicampur, pel area yang ada kecoanya dengan campuran tersebut. Lemon mengandung anti-patogen yang dapat membuat kecoa menjauh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 4 Hal yang Perlu Kamu Cek Setelah Rumah Kebanjiran


    Jakarta

    Banjir yang menggenangi rumah tentu membuat resah penghuninya. Tak cuma membasahi seisi rumah, banjir juga berpotensi merusak struktur bangunan.

    Rumah yang terendam terlalu lama atau terkena arus air yang kencang bisa berdampak pada tampilan maupun konstruksi bangunan. Oleh karna itu, kamu perlu memeriksa kondisi rumah setelah banjir surut.

    Lantas, apa saya yang perlu dicek setelah banjir? Simak penjelasannya berikut ini.


    4 Hal Ini Perlu Diperiksa Setelah Rumah Kebanjiran

    Inilah beberapa hal yang perlu kamu periksa di rumah setelah banjir surut.

    1. Cat Dinding

    CEO SobatBangun Taufiq pemilik rumah bisa mengecek kondisi cat dinding dengan melihat dan menilai langsung fisik dinding secara langsung. Jika dinding kotor terkena air kotor maupun lumpur, cukup dibersihkan dengan cara disiram dan disikat.

    “Kalau ngeliat banjir cuma 3 jam udah surut cuma menyebabkan dinding itu kotor, ada lumpur disiram air, disikat, (hasilnya) masih bagus, yaudah dampak dari banjir tidak terlalu berpengaruh ke dinding dan kondisi catnya,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Rabu (5/3/2025).

    Apabila cat dinding terlihat memudar atau mengelupas, kamu bisa melakukan pengecatan ulang. Namun, pastikan dinding sudah benar-benar kering dari bekas air banjir sebelum diamplas dan dicat ulang.

    2. Struktur Rumah

    Menurut Taufiq, rumah yang hanya terpapar air tidak akan merusak struktur bangunan. Namun, banjir dengan arus air yang kencang bisa menggeser struktur bangunan. Jika benar ada pergeseran, maka perlu berkonsultasi dan melakukan perbaikan dengan bantuan insinyur atau arsitek.

    “Apakah banjir atau aliran bikin gaya dinamis terhadap struktur, misalnya banjir ada aliran sungai, air bah bikin dinding bergerak itu perlu dicek,” ucapnya.

    3. Rangka Atap

    Selain itu, ia mengingatkan agar mengecek struktur atap kalau banjir sampai merendam atap. Sebab, rangka atap dari baja atau baja ringan berpotensi berkarat akibat paparan air yang terlalu lama.

    “Atapnya baja ringan waktu terendam bikin baja ringan lapisan permukaannya rangka baja itu menimbulkan karat. Kalau iya mesti ada treatment dicat,” ungkapnya.

    Taufiq menambahkan banjir yang menimbulkan gaya dinamis dapat menggerakkan struktur atap. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan kalau ada pergeseran. Kamu bisa meminta bantuan dari ahli seperti tukang, insinyur, atau arsitek

    4. Instalasi Listrik

    Bukan cuma struktur bangunan, Taufiq mengatakan struktur mekanik, listrik, dan instalasi miniature circuit breaker (MCB) juga perlu dilihat lagi. Komponen seperti terminal, saklar, dan kabel tidak boleh dalam keadaan basah ketika listrik dinyalakan.

    Kamu bisa membiarkannya kering sendiri atau keringkan secara manual saat listrik masih dimatikan. Jika ingin lebih aman kamu bisa meminta bantuan kepada teknisi listrik.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu periksa setelah rumah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui 4 Penyebab Tikus di Atap Rumah dan Cara Mengusirnya



    Jakarta

    Tikus yang berlalu-lalang di atas rumah seringkali mengganggu. Selain menimbulkan suara berisik, adanya tikus berisiko merusak kabel listrik dan dapat menyebarkan penyakit lewat urin dan kotorannya.

    Mungkin banyak yang tidak tahu mengapa tikus bisa sampai ke atap rumah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hewan ini berlindung di atap rumah. Simak informasinya berikut ini.

    Penyebab Tikus Ada di Atap

    Tikus akan datang ke atap saat menemukan akses, tempat berlindung, makanan, serta kebocoran pipa. Berikut penjelasannya.


    1. Ada Titik Masuk

    Penyebab pertama adanya tikus di atap rumah adalah karena ada titik masuk yang mudah diterobos tikus. Mengutip lama Attic Project, tikus adalah pemanjat hebat yang bisa masuk melalui celah-celah dinding atau lubang kecil di atap.

    2. Ada Tempat Berlindung

    Saat berhasil masuk, tikus yang menemukan tempat yang nyaman akan berlindung di sana. Mereka bisa bekembang biak dan membuat sarang.

    3. Ada Makanan

    Tikus datang ke rumah yang menyediakan akses mudah untuk mendapat makanan. Mereka suka mencari makanan yang tidak disimpan dengan aman, termasuk makanan di dapur atau sisa makanan yang tergeletak.

    4. Ada Kebocoran Pipa

    Seperti makhluk hidup lainnya, tikus juga membutuhkan air untuk bertahan hidup. Sehingga, mereka akan mencoba mencari tempat tinggal yang dekat dengan sumber air atau kelembapan. Mengutip Cleanipedia, kemungkinan ada kebocoran pipa air yang menarik tikus untuk terus menerus ke tempat tersebut. Saluran air yang utuh juga bisa digerogoti oleh tikus.

    Cara Mengusir Tikus Masuk Atap

    Mengutip laman Strong Guard, Pinnacle Pest Control, Eco Guard Pest Management, dan Ready Steady Defend, berikut beberapa cara mengusir tikus masuk atap:

    1. Gunakan Perangkap Jepret

    Untuk menangkap tikus, pasang perangkap di area tikus berlalu-lalang. Salah satunya adalah perangkat jepret.
    Meski tergolong kuno, perangkap ini masih cukup efektif.
    Keunggulan dari perangkap ini adalah bisa digunakan kembali. Jangan lupa jauhkan perangkap jepret dari anak-anak dan hewan peliharaan, karena batang logamnya akan menutup dengan kuat.

    2. Gunakan Perangkap Elektronik

    Perangkap ini bekerja dengan memikat tikus ke dalam bilik plastik dan memberi sengatan listrik bertegangan tinggi. Meski lebih mahal dari perangkap jepret, perangkat ini aman di sekitar anak-anak dan hewan peliharaan.

    3. Singkirkan Sumber Makanan dan Air

    Seperti yang sudah dijelaskan, tikus hanya akan bersarang di tempat yang menyediakan makanan dan air. Dengan menyingkirkan dua hal ini, tikus akan mencarinya di tempat lain.

    4. Menyewa Layanan Profesional

    Kamu juga bisa melibatkan layanan profesional untuk mengusir tikus. Dengan begitu, tikus bisa dibasmi dengan efektif. Perlu diketahui, tikus bisa berkembang biak dengan cepat dan menimbulkan risiko kesehatan.

    Cara Mencegah Tikus Masuk Rumah

    Untuk mencegah tikus masuk rumah, lakukan beberapa cara berikut ini.

    1. Tutup Celah yang Memungkinkan Tikus Masuk

    Pastikan tidak ada akses untuk tikus masuk ke atap rumah. Tambal lubang dengan sabut baja atau dempul, sehingga tikus akan kesulitan mengunyah material tersebut.

    2. Rapikan Bagian Luar Rumah

    Tikus suka bersembunyi di semak-semak yang tumbuh tinggi hingga cabang-cabang pohon. Karena itu, jaga taman dan halaman tetap terawat. Pangkas tanaman dan pohon yang tumbuh terlalu tinggi.

    3. Singkirkan Tempat yang Berpotensi Disukai Tikus

    Selalu bersihkan tumpukan kayu di semua tempat. Singkirkan juga segala area berantakan yang mungkin menjadi tempat berlindung tikus.

    4. Buang Sampah di Tempatnya

    Sampah bisa menjadi sumber makanan juga bagi tikus. Jadi pastikan tempat sampah selalu tertutup rapat. Selain itu, sampah lain seperti kayu dan kardus juga perlu disingkirkan jika memungkinkan.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Bersihkan Sofa Basah yang Terendam Banjir


    Jakarta

    Sofa memiliki bahan yang lembut, halus, dan mudah menyerap air. Perabotan satu ini harus tetap kering agar tekstur dan warnanya tetap terjaga dan tahan lama.

    Namun, pasti ada beberapa pengguna yang rumahnya kebanjiran sehingga meninggalkan noda pada permukaan sofa dan harus segera dibersihkan.

    Cara membersihkan sofa, tidak sama dengan pakaian yang bisa asal direndam dan disikat. Ukurannya jauh lebih besar dan bahan pelapis berbeda dari kain biasanya sehingga harus menggunakan cara khusus agar saat sudah bersih tetap bagus tampilannya tanpa kusut dan meninggalkan noda.


    Dilansir Ideal Home, menurut Margaret Larson dari Sustainable Furniture, sebaiknya sebelum membersihkan sofa, kamu melakukan patch test atau uji tempel terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada sofa.

    “Sebelum membersihkan sofa, pastikan kamu melakukan patch test dengan menggunakan produk kebersihan atau alat kebersihan pada bagian kecil di sofa. Pastikan area ini tersembunyi jadi apabila terdapat kerusakan tidak terlalu kelihatan. Perhatikan pada warna yang hilang atau tekstur aneh. Jika hal itu muncul jangan gunakan produk tersebut ke seluruh sofa,” ujarnya, dikutip dari Ideal Home, Senin (25/12/2023).

    Cara Membersihkan Sofa yang Kotor Terendam Banjir

    1. Keringkan dengan Vacuum Cleaner

    Sofa kurang disarankan untuk dijemur ketika basah. Sebab, sinar matahari langsung dapat memudarkan warna sofa, membuat kain kusut dan menciut, serta merusak bagian jok. Lebih baik, kamu gunakan vacuum cleaner yang khusus untuk menyedot air. Alat ini juga ampuh untuk menghilangkan noda.

    2. Cara Hilangkan Noda dan Bau

    Sofa yang terendam banjir bisa saja muncul bau tidak sedap karena kita tidak tahu air banjir tersebut berasal dari mana. Untuk membersihkannya, kamu bisa menggunakan sabun khusus yang aman untuk bahan permukaan sofa. Jika tidak ada ketentuan khusus, kamu bisa mencampurkan air dan sabun cuci piring untuk menghilangkan noda dan baunya.

    Tepuk-tepuk permukaan sofa, usap-usap secara lembut pada bagian yang agak membandel. Kemudian bilas dengan air bersih melalui spons yang bersih. Jika kamu memiliki vacuum cleaner khusus untuk menyedot air, kamu bisa memakai alat tersebut. Alat lainnya yang bisa digunakan adalah kain atau tisu bersih dan kering.

    Jika furnitur Anda tidak dapat dibersihkan dengan air, coba gunakan cuka pada kain untuk menepuk-nepuk noda. Namun, kamu harus cek terlebih dahulu apakah bahan sofa aman jika dibersihkan dengan cuka. Bau cuka akan hilang saat area tersebut kering.

    3. Rapikan Permukaan Sofa dengan Uap

    Sofa yang basah pasti membuat permukaan bahannya kusut dan tidak serata seperti tampilan awal. Pakai alat steam atau alat semacam vacuum cleaner yang bisa khusus untuk membuat uap yang fungsinya agar tidak membuat permukaannya kusut. Gunakan dengan pengaturan rendah dan terus gerakkan steamer agar tidak berbekas di sofa yang bisa merusak bahan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Pakai Perabotan Rumah dari Kulit Binatang dalam Ajaran Islam



    Jakarta

    Kulit binatang pada zaman dahulu merupakan salah satu bahan untuk membalut barang dan pakaian bagi manusia. Namun, seiring waktu, penggunaan kulit binatang semakin dibatasi karena teknologi semakin maju dan membunuh binatang untuk diambil kulitnya dianggap tindakan mengeksploitasi hewan.

    Meskipun saat ini sudah dibatasi, bukan berarti penggunaan kulit binatang pada barang-barang berhenti. Peminat barang dari kulit hewan masih banyak karena barang yang memakai bahan ini disebut lebih tahan lama dibandingkan dengan bahan sintetis atau buatan.

    Bagi kamu penikmat barang yang dibuat dari kulit binatang, terutama pada perabotan rumah, ketahui dahulu hukumnya dalam Islam. Sebab, ada anggapan sebenarnya memakai perabotan dari kulit binatang itu sebenarnya tidak diperbolehkan.


    Dalam Al-Quran, surat al-An’am ayat 145 disebutkan Allah SWT menganjurkan manusia untuk memanfaatkan segala hal dari hewan selain dari yang Dia haramkan.

    “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, darah yang mengalir, atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor, atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-An’am [6]: 145)

    Meskipun kita diperbolehkan memanfaatkan segala hal dari hewan, terdapat hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi dan dimanfaatkan secara keseluruhan yakni babi dan anjing. Terlepas dari itu, masih ada beberapa binatang yang haram untuk dikonsumsi seperti tikus dan ular.

    Ada pun mengenai hukum penggunaan kulit binatang sebagai perabotan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam keterangan tertulis seperti yang dikutip Kamis (6/3/2025) mengatakan kulit hewan yang dagingnya boleh dimakan dan telah disembelih secara syar’i seperti sapi dan kambing diperbolehkan dalam Islam.

    Ternyata hewan yang sudah menjadi bangkai masih diperbolehkan untuk dimanfaatkan asalkan telah disamak. Namun, hukumnya mubah atau boleh menurut MUI.

    Proses penyamakan menurut NU Online adalah kegiatan membersihkan kulit bangkai binatang selain babi dan anjing dari sesuatu yang dapat membuatnya busuk, seperti darah atau daging yang masih menempel padanya, dengan menggunakan benda-benda yang rasanya sepet atau kelat (hirrif) semisal daun bidara dan semisalnya.

    “Memanfaatkan kulit bangkai hewan yang telah disamak sebagaimana dimaksud dalam angka 3 untuk barang gunaan hukumnya mubah (boleh),” tulis MUI.

    Ketentuan ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas RA dalam Hadits Bukhari.

    “Nabi SAW menemukan kambing yang merupakan sedekah kepada Maimunah dalam keadaan mati. Nabi saw bersabda: mengapa kalian tidak mengambil manfaat dengan kulitnya? Para sahabat menjawab: Kambing itu telah jadi bangkai. Kemudian Rasul saw pun menjawab: Hanya haram memakannya.” (HR. Al Bukhari).

    Imam al-Mawardi dalam Kitab al-Hawi al-Kabiir, juz 1 halaman 87 juga sempat membahas jika kulit bangkai yang najis bisa menjadi suci setelah proses penyamakan.

    Perlu diingat ketentuan halal untuk dilakukan di atas, tidak berlaku untuk hewan babi dan anjing. MUI memutuskan kulit dari anjing dan babi baik bangkai dan daging segar haram untuk dimanfaatkan dan digunakan.

    “Kulit hewan dari anjing, babi, dan yang terlahir dari kedua atau salah satunya hukumnya tetap najis dan haram dimanfaatkan, baik untuk pangan maupun barang gunaan,” tambahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips agar Lemari Kayu Terhindar dari Serangan Rayap


    Jakarta

    Lemari kayu merupakan salah satu furnitur yang banyak digunakan di rumah karena keindahan dan ketahanannya. Namun, masalah utama yang sering dihadapi adalah serangan rayap. Hal ini dapat merusak kayu dan membuat lemari menjadi rapuh.

    Jika tidak ditangani dengan baik, rayap bisa menyebar dan merusak lemari. Untuk mencegahnya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar lemari kayu tetap awet dan bebas dari rayap.

    8 Tips agar Lemari Kayu Terhindar dari Serangan Rayap

    Rayap adalah serangga yang bisa menyebabkan kerusakan pada furniture kayu seperti lemari. Mengutip laman Hitech Termite, Might Mite Termite, WUDSG, dan Lajaunie’s Pest Control, berikut beberapa tips agar lemari kayu terhindar dari serangan rayap.


    1. Gunakan Cat Anti Rayap

    Untuk lemari kayu baru, jangan lupa untuk melapisinya dengan cat anti rayap. Cat ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan lapisan keras dan mengkilap yang akan mengusir rayap.

    Setelah mengaplikasikannya, biarkan kayu mengering sekitar 6-8 jam. Selesaikan dengan pelapisan atau laminasi.

    Untuk furnitur lama, cat dan poles setidaknya lima tahun sekali. Pilih pernis berbahan dasar minyak atau anti rayap. Pelapisan berkala bisa membantu mengusir rayap

    2. Hindari Kelembapan

    Area lembap di sekitar lemari kayu akan menarik rayap. Jadi, pastikan lemari kayu dalam keadaan kering. Hindari meletakkan lemari kayu di tempat yang gelap dan lembab.

    Selain itu, jangan pernah membersihkannya dengan air atau cairan lain. Lemari kayu harus dibersihkan dengan kain kering.

    3. Paparkan Lemari ke Sinar Matahari

    Sinar matahari berfungsi sebagai disinfektan alami. Rayap juga tidak menyukai cahaya dan panas. Kalau kamu menduga adanya serangan rayap, coba biarkan lemari terkena sinar matahari yang terik selama sekitar dua hari. Cara ini akan membantu mengusir rayap dan menghilangkan kelembaban.

    4. Cegah Lemari Kayu Bersentuhan dengan Tanah

    Tanah mengandung air yang meningkatkan kemungkinan adanya serangan rayap. Jadi, hindari meletakkan furnitur dengan tanah. Sebaliknya, letakkan di atas lantai beton atau keramik.

    5. Oleskan dengan Aloe Vera

    Gel aloe vera juga bisa menjadi penghalang bagi rayap. Jadi, kamu bisa mengoleskannya ke lemari untuk mencegah rayap datang. Tapi, penting untuk menggunakan gel aloe vera murni. Gel aloe vera yang bisa dibeli di toko sering mengandung bahan kimia dan pewangi yang justru bisa menarik rayap.

    6. Buat Perangkap Kardus

    Perangkap kardus dapat menjadi cara mudah untuk mengusir rayap di lemari kayu. Caranya, rendam kardus dalam air dan letakkan di area yang dihinggapi rayap. Setelah rayap terkumpul, buang atau bakar kardus.

    7. Oleskan dengan Cuka dan Minyak Zaitun

    Rayap tidak suka dengan cuka dan minyak zaitun. Jadi, mengoleskan kedua bahan ini ke lemari kayu bisa menjadi penghalang yang tidak ingin dilintasi rayap

    8. Gunakan Boraks

    Boraks merupakan insektisida yang tidak beracun dan ramah lingkungan. Kamu bisa melarutkan boraks dalam air dan mengaplikasikannya pada permukaan lemari untuk mencegah rayap secara efektif.

    Meski begitu, pastikan untuk menggunakan boraks pada konsentrasi yang tepat, sebab pengenceran yang berlebihan dapat mengurangi efektivitasnya.

    Untuk mencegah serangan rayap lebih awal lagi, tanyakan jenis kayu, polesan, laminasi dan lain sebagainya saat membeli lemari kayu. Pastikan lemari yang akan dibeli menggunakan bahan tahan rayap.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Merawat Bonsai dan Membentuknya Menjadi Indah


    Jakarta

    Bonsai adalah seni menanam pohon dalam ukuran mini. Tidak hanya sekadar tanaman hias, bonsai juga mencerminkan keindahan alam dalam versi yang lebih kecil, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta tanaman.

    Pohon mini ini membutuhkan perawatan khusus agar tetap sehat dan memiliki bentuk yang indah. Bonsai harus dirawat dengan teliti, mulai dari penyiraman, pemangkasan, pemupukan, hingga pengendalian hama.

    Merawat bonsai tidak hanya tentang menjaga kesehatannya, tetapi juga membentuknya agar sesuai dengan keinginan. Proses pembentukan ini melibatkan teknik pemangkasan, penggunaan kawat untuk mengarahkan pertumbuhan cabang, serta penyesuaian lingkungan tumbuhnya.


    Mengenal Tanaman Bonsai

    Disadur dari laman Martha Stewart, bonsai adalah jenis pohon yang dikerdilkan dan ditanam di dalam pot. Tujuannya adalah untuk membuat miniatur dari pohon asli yang besar dan sudah tua di alam bebas.

    Bonsai menjadi salah satu tanaman hias yang kerap digunakan untuk memperindah interior rumah. Istilah bonsai sendiri berasal dari Jepang yang merupakan seni tradisional pemeliharaan tanaman dalam sebuah pot dangkal, atau ‘ditanam dalam wadah’.

    Bonsai adalah bentuk seni kuno yang berasal dari Tiongkok hampir 1.000 tahun yang lalu. “Bonsai melibatkan penggunaan berkebun dalam wadah dan teknik hortikultura lainnya untuk menjaga tanaman dalam ukuran mini dengan cara memangkas dan membentuknya,” kata Kelly Funk, presiden perusahaan perkebunan mawar Amerika, Jackson & Perkins dalam laman tersebut.

    8 Cara Merawat Bonsai dan Membentuknya Menjadi Indah

    Pohon bonsai seharusnya ditanam dan dirawat di luar ruangan. Tapi, pada varietas tertentu mungkin lebih cocok ditanam di dalam ruangan.

    Merawat bonsai membutuhkan perhatian khusus agar tanaman ini tetap sehat dan tumbuh dengan baik. Mulai dari pemilihan ukuran yang sesuai, penyiraman, hingga pengendalian hama, setiap langkah memiliki peran penting dalam menjaga keindahan bonsai.

    Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan agar bonsai tetap terawat dengan baik, dirangkum dari laman Martha Stewart, Bonsai Empire, dan FTD.

    1. Tentukan Ukuran Bonsai yang Sesuai

    Sebelum mulai merawat bonsai, penting untuk memilih ukuran yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan perawatanmu. Bonsai memiliki berbagai ukuran, mulai dari sekitar 15 cm hingga lebih dari satu meter, tergantung pada jenis tanamannya.

    Semakin besar ukuran bonsai, semakin banyak pula kebutuhan air, tanah, dan cahaya mataharinya. Selain itu, pemilihan ukuran bonsai juga harus mempertimbangkan kapasitas pot, ruang tempat bonsai akan ditempatkan, serta waktu yang bisa kamu luangkan untuk merawatnya.

    2. Letakkan Bonsai di Lokasi yang Tepat

    Menempatkan bonsai di lokasi yang sesuai dengan jenisnya sangat penting untuk mendukung pertumbuhan yang optimal. Pohon bonsai seperti juniper, pinus, dan cemara lebih cocok diletakkan di luar ruangan, sedangkan spesies subtropis lebih sesuai untuk lingkungan dalam ruangan dengan suhu yang stabil.

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat meletakkan bonsai adalah menjauhkannya dari paparan angin dan panas secara langsung, memastikan bonsai mendapatkan sinar matahari yang cukup, serta menjaga kelembaban agar tanah tetap dalam kondisi optimal.

    3. Penyiraman dengan Waktu dan Jumlah yang Tepat

    Menyiram bonsai sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar akarnya dapat menyerap air dengan baik. Hindari menyiram bonsai secara berlebihan karena dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan pembusukan akar.

    Sebaliknya, jangan biarkan bonsai mengalami kekeringan karena bisa menyebabkan tanaman mati. Salah satu cara untuk mengecek kelembaban tanah adalah dengan menusukkan tusuk gigi ke dalam media tanam. Jika masih terasa lembab, penyiraman bisa ditunda.

    4. Pastikan Penjemuran Sudah Tepat dan Rutin

    Bonsai memerlukan sinar matahari, tetapi terlalu banyak paparan sinar matahari justru bisa merusaknya. Oleh karena itu, keseimbangan antara penyiraman, penjemuran, dan pemangkasan sangat penting untuk menjaga kualitas bonsai.

    Bonsai memerlukan sinar matahari untuk tumbuh dengan baik, tetapi intensitasnya harus diperhatikan. Jika terkena sinar matahari terlalu lama, bonsai bisa mengalami kerusakan.

    Sebaiknya, mulai berikan sinar matahari setelah sekitar dua minggu sejak ditanam. Pada tahap awal, cukup jemur selama 1-3 jam per hari, kemudian durasinya bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman.

    Selain itu, lakukan penyiangan jika ada gulma yang tumbuh di media tanam. Menambahkan lumut di permukaan tanah juga bisa membantu menjaga kelembaban.

    5. Lakukan Pemupukan Agar Nutrisi Cukup

    Agar bonsai tetap sehat, pemupukan perlu dilakukan secara rutin dengan takaran yang tepat, idealnya sebulan sekali. Pupuk yang dapat digunakan antara lain NPK atau urea, disesuaikan dengan kebutuhan jenis bonsai yang dirawat.

    Selain pupuk untuk tanah, pupuk daun juga perlu diberikan sekitar tiga kali dalam sebulan untuk mendukung pertumbuhan yang lebih optimal.

    6. Mengganti Pot Secara Berkala

    Karena bonsai ditanam dalam pot yang dangkal, penggantian pot perlu dilakukan secara berkala untuk mendorong pertumbuhan akar baru. Saat mengganti pot, pilih ukuran yang sedikit lebih besar agar akar memiliki ruang untuk berkembang.

    Pastikan pot memiliki lubang drainase di bagian bawahnya untuk mencegah kelebihan air yang dapat menyebabkan akar bonsai membusuk.

    7. Pengendalian Hama dan Penyakit

    Hama seperti ulat dan wereng coklat bisa menyerang bonsai dan menyebar ke seluruh tanaman, menyebabkan kerusakan serius. Untuk mencegahnya, penyemprotan insektisida dapat dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan.

    8. Memangkas Bonsai Agar Terlihat Indah

    Pemangkasan adalah langkah penting dalam merawat bonsai karena itulah cara utama untuk membentuknya agar terlihat unik dan indah. Sebelum mulai memangkas, tentukan terlebih dahulu bentuk atau gaya bonsai yang ingin kamu ciptakan.

    Agar bonsai tetap terlihat rapi dan menarik, pemangkasan harus dilakukan secara rutin. Pemangkasan batang, cabang, dan daun bonsai harus dilakukan sesuai kebutuhan.

    Jika pertumbuhannya cepat, pemangkasan dapat dilakukan sebulan sekali, sedangkan jika pertumbuhan lambat, cukup setiap dua hingga tiga bulan sekali. Saat memangkas dan membentuk bonsai, bisa gunakan beberapa tips berikut dari Kelly Funk dalam laman Martha Stewart:

    • Gunakan gunting khusus bonsai atau gunting pemangkas yang tajam dan bersih, agar hasil pemangkasan lebih rapi dan tanaman tetap sehat.
    • Fokuslah pada pembentukan struktur utama pohon, seperti batang dan cabang utama. Jika ada bagian yang terlalu rimbun, potong daun dan ranting yang berlebihan.
    • Periksa bonsai secara rutin dan pangkas pertumbuhan baru yang bisa mengganggu bentuk yang sudah dirancang.

    Itulah tadi cara perawatan tanaman bonsai yang tepat. Dengan begitu, bonsai akan tumbuh dengan indah, dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Merawat bonsai memang memerlukan kesabaran dan ketelitian, jadi selamat mencoba!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com