Blog

  • 5 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur yang Bantu Turunkan Berat Badan

    5 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur yang Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta –

    Saat berusaha menurunkan berat badan, mengatur pola makan sehat dan rutin berolahraga memang penting. Namun, ada juga kebiasaan sederhana sebelum tidur yang ternyata bisa membantu.

    Tidur yang berkualitas bukan hanya berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga dapat mendukung proses penurunan berat badan. Beberapa rutinitas malam hari bahkan bisa menjadi kunci keberhasilan diet. Apa saja kebiasaan tersebut?

    5 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur yang Bantu Turunkan Berat Badan

    Menghindari asupan makanan, banyak bergerak, relaksasi, hingga minum teh tanpa kafein bisa membantu menurunkan berat badan.


    1. Menghindari Asupan Makanan Larut Malam

    Makan malam atau camilan yang dikonsumsi dekat dengan waktu tidur bisa menghambat upaya penurunan berat badan. Dikutip dari laman WebMd, banyak orang memilih makanan berkalori tinggi sebelum tidur yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan.

    Selain itu, asupan makanan atau camilan di larut malam bisa membuat lebih sulit tidur. Jadi, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan. beberapa jam sebelum tidur hingga bangun keesokan harinya.

    2. Olahraga Ringan

    Dikutip dari laman Eating Well, penelitian menunjukkan bahwa orang yang berolahraga secara teratur akan tidur lebih lama dan mendapat tidur yang nyenyak dibandingkan dengan mereka yang kurang aktif. Tapi, hindari berolahraga terlalu larut malam. Berhenti setidaknya satu jam sebelum tidur.

    Selain itu, jangan memilih olahraga yang berat. Beberapa olahraga yang bisa dilakukan di antaranya push up, pull up, squat, dan plank.

    3. Mematikan Lampu

    Tidur di kamar yang gelap bisa membantu tidur lebih nyenyak. Perlu diketahui, mendapatkan waktu tidur yang cukup bisa membantu menurunkan berat badan.

    Matikan lampu dan tutupi jendela untuk menghalangi cahaya. Simpan ponsel dan laptop 30 menit sebelum tidur.

    4. Relaksasi

    Stres bisa memengaruhi berat badan dengan meningkatkan hormon kortisol, yang mendorong tubuh menyimpan lemak, terutama di sekitar perut. Dikutip dari laman Times of India, tidur dalam keadaan stres atau cemas bisa mengganggu tidur dan menyebabkan keinginan ngemil larut malam.

    Coba lakukan relaksasi dengan melatih pernapasan dalam, meditasi, atau peregangan ringan. Selain itu, mendengarkan musik yang menenangkan atau membaca buku juga bisa membantu. Ketika pikiran tenang, tidur bisa lebih nyenyak.

    5. Minum Teh Non-Kafein

    Minum teh non-kafein sebelum tidur bisa meningkatkan kualitas tidur dan menunjang pembakaran lemak dalam tubuh. Salah satu teh non kafein yang bisa dikonsumsi adalah teh rooibos, yang terbuat dari daun semak Aspalathus linearis yang ditemukan di Afrika Selatan.

    Teh ini mengandung flavonoid bernama Aspalathin. Menurut penelitian, senyawa ini bisa mengurangi hormon stres yang memicu rasa lapar dan penyimpanan lemak dalam tubuh. Sehingga, teh rooibos bisa membantu menurunkan berat badan.

    (elk/suc)

    5 Kebiasaan Baik Sebelum Tidur yang Bantu Turunkan Berat Badan

    Sumber : health.detik.com

  • Beda Aturan RI Vs Taiwan, Sisi Lain Gaduh Residu Pestisida dalam Mi Instan

    Beda Aturan RI Vs Taiwan, Sisi Lain Gaduh Residu Pestisida dalam Mi Instan


    Jakarta –

    Baru-baru ini, produk mi instan asal Indonesia kembali jadi sorotan internasional. Food and Drug Administration (FDA) Taiwan menemukan adanya kandungan etilen oksida (EtO) dalam varian Indomie Mi Instan Rasa Soto Banjar Limau Kuit. Akibat temuan ini, produk tersebut dinyatakan tidak memenuhi standar keamanan pangan di Taiwan dan dilarang beredar.

    Lalu, apa sebenarnya etilen oksida? Seberapa berbahaya bila terkandung dalam makanan, dan kenapa kasus ini viral?

    Apa Itu Etilen Oksida?

    Etilen oksida (EtO) adalah senyawa kimia berbentuk gas yang sangat reaktif. EtO adalah gas beracun yang tidak berwarna, memiliki bau seperti eter, reaktif dan mudah terbakar, serta memiliki rumus kimia C2H4O. Di dunia industri, EtO digunakan untuk mensterilkan alat medis, membasmi mikroorganisme, hingga menjadi bahan baku kimia lain.


    Pada berbagai studi, EtO ditemukan sebagai senyawa genotoksik dan mutagenik. EtO mampu menembus bahan berpori dan membunuh bakteri, jamur, maupun virus tanpa perlu suhu tinggi. Itulah sebabnya gas ini banyak dipilih untuk sterilisasi produk yang sensitif terhadap panas.

    Indomie rasa soto banjar limau kuitIndomie rasa soto banjar limau kuit. Foto: Aida Adha Siregar/detikHealth

    Fungsi Penggunaan Etilen Oksida pada Makanan

    Dalam industri pangan, etilen oksida digunakan sebagai agen fumigasi. Tujuannya adalah membunuh mikroorganisme yang bisa menurunkan mutu produk, terutama pada rempah-rempah, herba, dan bumbu kering.

    Jika bumbu hanya dipanaskan, risiko kerusakan aroma dan cita rasa sangat tinggi. Oleh karena itu, beberapa produsen memilih sterilisasi dengan EtO agar bumbu tetap wangi dan tidak berubah warna.

    Namun, permasalahannya, EtO bisa meninggalkan residu berbahaya jika proses aerasi (penghilangan gas sisa) tidak dilakukan sempurna. EtO akan bereaksi dengan ion klorida yang terkandung dalam pangan membentuk 2-kloroetanol (2-CE).

    Bagaimana EtO Bisa Ada di Mi Instan?

    Berdasarkan laporan FDA Taiwan, residu EtO sebesar 0,1 mg/kg ditemukan pada bumbu penyedap mi instan, bukan pada mie-nya. Artinya, kemungkinan besar proses sterilisasi menggunakan EtO dilakukan pada rempah atau bumbu untuk mencegah kontaminasi bakteri.

    Dalam kondisi ideal, sisa EtO akan hilang setelah bumbu didiamkan beberapa waktu atau saat dimasak. Tetapi bila EtO yang ditemukan adalah analitnya yaitu 2-kloroetanol (2-CE) maka menghilangkan kadar 2-CE harus dilakukan pada suhu 430-496 derajat celcius. Hal ini terdapat pada Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 229 Tahun 2022.

    Bahaya EtO bagi Kesehatan

    Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), etilen oksida dikategorikan sebagai karsinogen bagi manusia (kelompok 1). Paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko:

    • Kanker (leukemia, limfoma, dan kanker payudara)
    • Kerusakan DNA dan mutasi genetik
    • Gangguan sistem saraf

    Selain itu, EtO juga bisa berubah menjadi senyawa lain ketika terpapar pada makanan bernama 2-chloroethanol (2-CE), yang sama-sama bersifat toksik. Karena sifatnya ini, banyak negara menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap EtO dalam makanan.

    Perbedaan Standar Taiwan vs Indonesia

    Setiap negara punya regulasi yang berbeda. Taiwan melarang total residu EtO pada produk pangan, sedangkan Indonesia (BPOM) memisahkan syarat antara EtO dan 2-CE. Batas maksimal residu EtO dan 2-CE diatur yaitu 0,01 mg/kg dan 85 ppm (85 mg/kg).

    Inilah sebabnya, produk yang dianggap aman di Indonesia bisa saja ditolak di luar negeri. Perbedaan regulasi sering menimbulkan kontroversi ketika produk ekspor diuji dengan standar yang lebih ketat.

    Kenapa Kasus Ini Jadi Viral?

    Mi instan adalah makanan favorit masyarakat Indonesia, bahkan populer di seluruh dunia. Ketika ada isu keamanan pangan, wajar publik jadi heboh.

    Selain itu, kasus ini juga menyoroti:

    • Kredibilitas produk lokal di pasar global
    • Kesenjangan standar keamanan antarnegara
    • Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap mi instan

    Tidak heran, kabar tentang EtO pada mi instan asal Indonesia langsung viral karena menyangkut produk yang sehari-hari dikonsumsi banyak orang.

    Di Indonesia sendiri, isu ini menimbulkan kecemasan masyarakat terhadap keamanan mi instan yang beredar di pasaran. Banyak konsumen khawatir, apakah produk yang mereka beli di toko juga mengandung EtO, meski BPOM sudah menyatakan produk yang beredar di dalam negeri aman.

    Apa yang Bisa Dilakukan Konsumen?

    Sebagai konsumen, ada beberapa langkah bijak yang bisa dilakukan:

    • Pantau informasi resmi dari BPOM terkait keamanan pangan.
    • Batasi konsumsi mi instan, bukan hanya karena isu EtO, tapi juga karena tinggi garam, lemak, dan kalori.
    • Lengkapi pola makan dengan sayur, buah, dan protein segar supaya kebutuhan gizi tetap seimbang.

    Kesimpulan

    Kasus Indomie Soto Banjar Limau Kuit yang ditolak di Taiwan membuka mata kita bahwa perbedaan standar keamanan pangan antarnegara bisa menimbulkan polemik. Hal ini dikarenakan Codex Allimentarius Commission (CAC) sebagai organisasi internasional di bawah WHO/FAO belum mengatur batas maksimal residu EtO. Etilen oksida memang bermanfaat untuk sterilisasi, tapi keberadaannya dalam makanan berisiko bagi kesehatan bila dikonsumsi terus-menerus.

    Isu ini harus menjadi pengingat pentingnya transparansi industri pangan, pengawasan ketat dari regulator, serta kesadaran konsumen untuk lebih selektif dalam memilih makanan.

    Catatan redaksi:

    Dalam keterangan resminya, BPOM RI menyampaikan penjelasan produsen bahwa produk mi instan yang bermasalah di Taiwan bukan merupakan ekspor resmi. Diduga, ekspor dilakukan oleh trader dan tanpa sepengetahuan produsen.

    Berdasarkan penelusuran data registrasi, BPOM RI juga menegaskan produk tersebut memiliki izin edar sehingga dapat diedarkan di Indonesia. BPOM juga memastikan produk tersebut tetap dapat dikonsumsi.

    (mal/up)

    Beda Aturan RI Vs Taiwan, Sisi Lain Gaduh Residu Pestisida dalam Mi Instan

    Sumber : health.detik.com

  • 7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Telur Rebus Tiap Hari

    7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Telur Rebus Tiap Hari


    Jakarta –

    Telur rebus banyak menjadi pilihan sarapan bagi masyarakat Indonesia, dikarenakan cepat, murah, dan bergizi. Namun, banyak orang masih ragu apakah makan telur setiap hari baik untuk kesehatan? Atau malah sebaliknya, punya dampak merugikan?

    Untuk menjawabnya, mari kupas manfaat telur rebus satu persatu.

    1. Fungsi Kognitif Otak Membaik

    Telur adalah salah satu sumber kolin terbaik. Zat gizi ini penting untuk pembentukan asetilkolin, neurotransmitter yang berperan dalam konsentrasi dan memori. Menurut studi dalam jurnal Behavioural Neurology, asupan kolin yang cukup dapat menurunkan risiko gangguan kognitif pada orang dewasa.


    Selain itu, sebuah studi kohort menemukan bahwa konsumsi telur lebih dari satu butir per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko Demensia Alzheimer sebesar 47 persen, dengan kolin menjadi salah satu faktor utama dalam hubungan tersebut.

    Dengan ini, konsumsi telur tiap hari tidak hanya memberikan efek kesehatan langsung, tapi juga memberikan efek kesehatan jangka panjang yaitu terhindar dari risiko Demensia Alzheimer. Demensia Alzheimer adalah penurunan daya ingat, perubahan dalam cara berpikir, berbicara, atau beraktivitas dan jenis demensia paling umum yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

    2. Kolesterol Baik (HDL) Meningkat

    Selama ini, kolesterol dalam telur sering disalahpahami sebagai penyebab utama tingginya kadar kolesterol dalam darah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi rutin telur tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah pada orang sehat. Sebaliknya, malah mengalami peningkatan kadar High Density Lipoprotein (HDL) atau orang awam mengenalnya sebagai kolesterol baik, yang dapat melindungi pembuluh darah.

    Dikutip dari Jurnal Agriculture 2025, hal ini dikarenakan kandungan omega-3, lemak tak jenuh dan lecithin yang ada di dalam telur sangat baik dalam memperbaiki keseimbangan kolesterol dan menurunkan trigliserida dalam darah.

    3. Terlindungi dari Kerusakan Retina Mata

    Telur yang direbus mempertahankan bentuk kuning telur dan cenderung lebih aman dalam menghindari kerusakan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Studi pada jurnal National Institutes of Health menunjukkan kedua antioksidan yang penting dalam menjaga kesehatan retina dari radikal bebas. Senyawa ini mampu menyaring cahaya biru yang berbahaya serta mencegah kerusakan oksidatif pada retina.

    Menariknya, meski kandungan lutein telur lebih sedikit dibanding sayuran hijau, bioavailabilitasnya jauh lebih tinggi karena larut dalam lemak yang terkandung dalam kuning telur. Itu berarti tubuh lebih mudah menyerapnya, sehingga konsumsi telur rebus bisa efektif melindungi kesehatan mata.

    4. Rambut dan Kulit Makin Sehat

    Telur kaya akan asam amino sulfur, terutama metionin dan sistein. Zat ini berperan penting dalam pembentukan keratin yang menjaga kekuatan rambut dan kuku. Selain itu, sulfur juga diperlukan untuk metabolisme protein di seluruh tubuh.

    Selain itu, menurut Jurnal Antioxidant 2023, sulfur mendukung produksi glutation, antioksidan alami yang berfungsi sebagai “perisai” sel tubuh dari kerusakan. Jadi, makan telur rebus setiap hari tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga mendukung kesehatan kulit, rambut, dan daya tahan tubuh.

    5. Massa Otot Meningkat

    Dikutip dari Everyday Health protein telur dikenal sebagai “protein sempurna” karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Studi membuktikan bahwa konsumsi telur utuh setelah olahraga mampu merangsang sintesis protein otot lebih efektif dibanding hanya putih telur saja.

    Hal ini menjadikan telur rebus sebagai pilihan ideal untuk atlet maupun orang yang sedang menjalani program latihan kekuatan. Dengan kandungan protein tinggi namun rendah kalori, telur rebus membantu memperbaiki jaringan otot sekaligus mempertahankan massa otot.

    6. Berat Badan Turun

    Telur kaya protein dan relatif rendah kalori, sehingga bisa membantu membuat rasa kenyang lebih lama. Menurut penelitian International Journal of Environmental Research and Public Health, makan telur untuk sarapan membuat sekelompok orang dewasa yang kelebihan berat badan merasa lebih puas makan (kenyang) dan bisa mengurangi asupan kalori saat makan siang

    Hal ini membuat telur rebus cocok dijadikan menu diet sehat, terutama bila dipadukan dengan sayur dan sumber karbohidrat kompleks.

    7. Produksi Sel Darah Meningkat

    Hasil penelitian Jurnal Wacana Kesehatan 2020 menunjukkan bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Telur mengandung vitamin B12, folat, zat besi, dan protein yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan nutrisi ini dapat memicu anemia dan menurunkan kapasitas tubuh mengangkut oksigen.

    Kesimpulan

    Makan telur rebus setiap hari dapat memberi banyak manfaat, mulai dari meningkatkan fungsi otak, melindungi mata, hingga mendukung kesehatan jantung dan otot. Meski demikian, bagi penderita diabetes atau kolesterol tinggi, jumlah konsumsi sebaiknya disesuaikan dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

    (mal/up)

    7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Telur Rebus Tiap Hari

    Sumber : health.detik.com

  • 7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Telur Rebus Tiap Hari

    7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Telur Rebus Tiap Hari


    Jakarta –

    Telur rebus banyak menjadi pilihan sarapan bagi masyarakat Indonesia, dikarenakan cepat, murah, dan bergizi. Namun, banyak orang masih ragu apakah makan telur setiap hari baik untuk kesehatan? Atau malah sebaliknya, punya dampak merugikan?

    Untuk menjawabnya, mari kupas manfaat telur rebus satu persatu.

    1. Fungsi Kognitif Otak Membaik

    Telur adalah salah satu sumber kolin terbaik. Zat gizi ini penting untuk pembentukan asetilkolin, neurotransmitter yang berperan dalam konsentrasi dan memori. Menurut studi dalam jurnal Behavioural Neurology, asupan kolin yang cukup dapat menurunkan risiko gangguan kognitif pada orang dewasa.


    Selain itu, sebuah studi kohort menemukan bahwa konsumsi telur lebih dari satu butir per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko Demensia Alzheimer sebesar 47 persen, dengan kolin menjadi salah satu faktor utama dalam hubungan tersebut.

    Dengan ini, konsumsi telur tiap hari tidak hanya memberikan efek kesehatan langsung, tapi juga memberikan efek kesehatan jangka panjang yaitu terhindar dari risiko Demensia Alzheimer. Demensia Alzheimer adalah penurunan daya ingat, perubahan dalam cara berpikir, berbicara, atau beraktivitas dan jenis demensia paling umum yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

    2. Kolesterol Baik (HDL) Meningkat

    Selama ini, kolesterol dalam telur sering disalahpahami sebagai penyebab utama tingginya kadar kolesterol dalam darah. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi rutin telur tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah pada orang sehat. Sebaliknya, malah mengalami peningkatan kadar High Density Lipoprotein (HDL) atau orang awam mengenalnya sebagai kolesterol baik, yang dapat melindungi pembuluh darah.

    Dikutip dari Jurnal Agriculture 2025, hal ini dikarenakan kandungan omega-3, lemak tak jenuh dan lecithin yang ada di dalam telur sangat baik dalam memperbaiki keseimbangan kolesterol dan menurunkan trigliserida dalam darah.

    3. Terlindungi dari Kerusakan Retina Mata

    Telur yang direbus mempertahankan bentuk kuning telur dan cenderung lebih aman dalam menghindari kerusakan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Studi pada jurnal National Institutes of Health menunjukkan kedua antioksidan yang penting dalam menjaga kesehatan retina dari radikal bebas. Senyawa ini mampu menyaring cahaya biru yang berbahaya serta mencegah kerusakan oksidatif pada retina.

    Menariknya, meski kandungan lutein telur lebih sedikit dibanding sayuran hijau, bioavailabilitasnya jauh lebih tinggi karena larut dalam lemak yang terkandung dalam kuning telur. Itu berarti tubuh lebih mudah menyerapnya, sehingga konsumsi telur rebus bisa efektif melindungi kesehatan mata.

    4. Rambut dan Kulit Makin Sehat

    Telur kaya akan asam amino sulfur, terutama metionin dan sistein. Zat ini berperan penting dalam pembentukan keratin yang menjaga kekuatan rambut dan kuku. Selain itu, sulfur juga diperlukan untuk metabolisme protein di seluruh tubuh.

    Selain itu, menurut Jurnal Antioxidant 2023, sulfur mendukung produksi glutation, antioksidan alami yang berfungsi sebagai “perisai” sel tubuh dari kerusakan. Jadi, makan telur rebus setiap hari tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga mendukung kesehatan kulit, rambut, dan daya tahan tubuh.

    5. Massa Otot Meningkat

    Dikutip dari Everyday Health protein telur dikenal sebagai “protein sempurna” karena mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Studi membuktikan bahwa konsumsi telur utuh setelah olahraga mampu merangsang sintesis protein otot lebih efektif dibanding hanya putih telur saja.

    Hal ini menjadikan telur rebus sebagai pilihan ideal untuk atlet maupun orang yang sedang menjalani program latihan kekuatan. Dengan kandungan protein tinggi namun rendah kalori, telur rebus membantu memperbaiki jaringan otot sekaligus mempertahankan massa otot.

    6. Berat Badan Turun

    Telur kaya protein dan relatif rendah kalori, sehingga bisa membantu membuat rasa kenyang lebih lama. Menurut penelitian International Journal of Environmental Research and Public Health, makan telur untuk sarapan membuat sekelompok orang dewasa yang kelebihan berat badan merasa lebih puas makan (kenyang) dan bisa mengurangi asupan kalori saat makan siang

    Hal ini membuat telur rebus cocok dijadikan menu diet sehat, terutama bila dipadukan dengan sayur dan sumber karbohidrat kompleks.

    7. Produksi Sel Darah Meningkat

    Hasil penelitian Jurnal Wacana Kesehatan 2020 menunjukkan bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah. Telur mengandung vitamin B12, folat, zat besi, dan protein yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan nutrisi ini dapat memicu anemia dan menurunkan kapasitas tubuh mengangkut oksigen.

    Kesimpulan

    Makan telur rebus setiap hari dapat memberi banyak manfaat, mulai dari meningkatkan fungsi otak, melindungi mata, hingga mendukung kesehatan jantung dan otot. Meski demikian, bagi penderita diabetes atau kolesterol tinggi, jumlah konsumsi sebaiknya disesuaikan dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

    (mal/up)

    7 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Makan Telur Rebus Tiap Hari

    Sumber : health.detik.com

  • Sayuran Lebih Sehat Dimasak atau Dimakan Mentah? Cek Faktanya di Sini

    Sayuran Lebih Sehat Dimasak atau Dimakan Mentah? Cek Faktanya di Sini


    Jakarta –

    Banyak orang percaya sayuran paling sehat adalah yang dimakan mentah karena kandungan vitamin, mineral dan enzimnya dianggap lebih banyak. Perdebatan tentang apakah sayur lebih bermanfaat dimakan mentah atau matang terus membuat penasaran dan seperti tidak ada habisnya.

    Melansir berbagai sumber, artikel ini akan membahas lebih dalam kandungan nutrisi sayur yang dimasak dan mentah untuk memberikan wawasan yang luas dalam menentukan pilihan yang related dengan kebutuhan tubuh.

    Nutrisi di dalam Sayuran

    Sayuran mengandung berbagai nutrisi esensial:


    • Antioksidan, yaitu senyawa yang melindungi dan memperbaiki sel dari radikal bebas yang dihasilkan dari proses oksidasi di dalam tubuh.
    • Vitamin, termasuk vitamin A, vitamin C dan beberapa vitamin B.
    • Mineral, termasuk kalium, zat besi, kalsium dan magnesium.
    • Serat, karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna tetapi penting untuk kelancaran pencernaan.

    Kenapa cara memasak berpengaruh?

    Beberapa sayuran yang dimasak dapat kehilangan nutrisi, sedangkan yang lain ada yang meningkatkan kandungan nutrisi. Hal ini jadi sedikit rumit tergantung dari jenis sayurannya.

    Memasak mengubah struktur sel tumbuhan, melunakkan dinding sel dan mempengaruhi ketersediaan nutrien. Pemanasan dapat menghilangkan antinutrien (seperti lektin, fitat, oksalat) dan toksin alami, tetapi juga dapat mengurangi vitamin larut air seperti vitamin C dan beberapa vitamin B.

    Sayur lebih baik dimakan mentah

    Beberapa sayuran kaya vitamin C, folat, dan enzim yang sensitif panas sehingga nutrisi itu lebih utuh saat mentah. Contoh sayuran:

    • Selada
    • Kubis
    • Mentimun
    • Paprika
    • Tomat segar
    • Brokoli muda (sprout)
    • Lobak.

    Dikutip dari Jurnal Heliyon, metode memasak tertentu, terutama merebus lama, mengakibatkan kehilangan ascorbic acid (vitamin C) yang signifikan, sehingga jika tujuan utama adalah mendapat vitamin C, konsumsi sayuran dengan cara memasak menggunakan metode lain atau konsumsi mentah lebih menguntungkan.

    Serat yang ada di dalam sayuran mentah lebih utuh, yang dapat meningkatkan rasa kenyang bertahan lama dan mengandung kalori yang lebih rendah. Sehingga sangat baik untuk diet penurun berat badan.

    Selain itu, sayuran mentah kaya akan nutrisi penting, antioksidan, dan enzim yang mendukung berbagai fungsi tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

    Sayur lebih baik dimasak lebih dulu

    Beberapa nutrien yang terkandung dalam sayuran malah meningkat setelah dimasak:

    • Tomat: kandungan likopen (antioksidan kuat) menjadi lebih banyak dan lebih mudah diserap setelah dipanaskan karena pemecahan dinding sel, sehingga tomat yang dimasak seringkali lebih bernutrisi daripada tomat mentah pada likopen yang terkandung.
    • Wortel, labu, ubi: beta-karoten lebih mudah diekstrak dan diserap oleh tubuh setelah dimasak.
    • Bayam, sawi, kale: memasak singkat mengurangi antinutrien (oksalat) sehingga meningkatkan penyerapan kalsium dan zat besi dari makanan tersebut.

    Secara umum, metode memasak yang singkat (steam/kukus, tumis cepat) sering menyeimbangkan antara mempertahankan dan meningkatkan kandungan nutrien.

    Sayur yang telah dimasak juga menjadi lebih mudah dicerna dan mengurangi kerja saluran cerna menjadi lebih ringan. Hal ini disebabkan oleh terurainya dinding sel dari sayuran setelah dimasak.

    Memasak sayuran dapat meningkatkan keamanan makanan dari kontaminasi agen infeksi. Memasak sayuran juga mungkin memberikan daya tarik visual yang lebih cerah dan menarik.

    Ada Sayur yang Wajib dimasak

    Beberapa sayuran jika dikonsumsi mentah, berisiko menyebabkan keracunan atau gangguan pencernaan:

    • Kacang merah: mengandung lectin/phytohaemagglutinin yang bisa menyebabkan mual, muntah dan diare. Rebus hingga matang dapat menghancurkan toksin ini.
    • Singkong dan daun singkong: mengandung glikosida sianogenik yang bisa melepaskan sianida. Rebus hingga matang dapat menurunkan kadar racun ini.
    • Kentang: mengandung solanin, zat berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan sistem saraf.
    • Pare dan terong mentah dalam jumlah banyak: bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut karena adanya kandungan alkaloid.

    Oleh karena itu, penting untuk tidak sembarangan mengkonsumsi sayuran mentah hanya karena dianggap lebih “sehat”.

    Kesimpulan

    Jadi, apakah sayur lebih sehat dimakan mentah atau dimasak? Sampai saat ini belum ada studi ilmiah yang membandingkan hal tersebut. Tergantung jenisnya, ada sayuran yang lebih baik mentah, ada pula yang lebih bermanfaat setelah dimasak, dan beberapa yang harus dimasak demi keamanan.

    Sayur kaya vitamin C dan enzim seperti paprika, selada, mentimun, dan brokoli muda lebih baik dimakan mentah agar nutrisinya tetap dipertahankan, lebih renyah dan praktis.

    Sayur kaya karotenoid seperti wortel, labu, dan tomat justru lebih bermanfaat setelah dimasak karena nutrisinya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh, serta mendapatkan keamanan makanan dari kontaminasi.

    Beberapa sayuran seperti singkong, kacang merah, dan kentang harus dimasak karena bisa beracun bila dimakan mentah.

    Baik dimasak atau mentah, sayuran tetap memberikan efek kesehatan yang berharga. Dengan variasi yang tepat, menggabungkan sayur mentah dan matang dalam menu sehari-hari adalah cara terbaik untuk mendapatkan manfaat maksimal dan mengarah pada gaya hidup yang lebih sehat.

    (mal/up)

    Sayuran Lebih Sehat Dimasak atau Dimakan Mentah? Cek Faktanya di Sini

    Sumber : health.detik.com

  • Atasi Susah BAB, Lebih Manjur Makan Pepaya atau Pisang? Cek Nutrisinya Yuk

    Atasi Susah BAB, Lebih Manjur Makan Pepaya atau Pisang? Cek Nutrisinya Yuk


    Jakarta –

    Sulit buang air besar (BAB) sering kali bikin tidak nyaman. Masalah pencernaan ini bisa dialami siapa saja, dari anak-anak hingga dewasa. Banyak orang mengandalkan buah-buahan untuk membantu melancarkan pencernaan, dan yang paling sering diandalkan adalah pepaya dan pisang. Sama-sama manis, mudah ditemukan, dan murah.

    Tapi,sebenarnya mana yang lebih efektif untuk melancarkan BAB?


    Kandungan Nutrisi Pepaya

    Dalam 100 gram pepaya matang, terdapat sekitar 46 kalori, 1,6 gram serat, serta kandungan air yang tinggi, mencapai hampir 87 persen. Buah ini juga mengandung vitamin C tinggi, sekitar 78 mg atau setara 86 persen dari kebutuhan harian.

    Tidak hanya itu, pepaya juga menyimpan vitamin A, folat, kalium, serta antioksidan berupa karotenoid seperti likopen dan beta-karoten. Kandungan ini dapat melindungi tubuh dari radikal bebas.

    Kandungan istimewa pepaya adalah papain. Enzim alami ini berfungsi memecah protein dan mendukung proses pencernaan.

    Kandungan Nutrisi Pisang

    Sementara pisang matang lebih padat energi, sekitar 92-108 kalori per 100 gram, dengan serat 1,9 gram, dan karbohidrat 24 gram.

    Pisang juga dikenal sebagai sumber kalium yaitu sekitar 221 mg, mineral yang penting untuk menjaga fungsi otot, termasuk otot usus yang mendorong pergerakan feses. Selain itu, pisang mengandung vitamin B6, vitamin C, serta magnesium.

    Pektin merupakan serat utama yang ada dalam pisang. Pektin sejenis serat larut yang membantu melembutkan feses sekaligus menstabilkan kadar gula darah.

    Nutrisi Apa yang Bikin BAB Lancar?

    Berikut ini beberapa kandungan pepaya maupun pisang yang membantu mengatasi susah BAB:

    Serat pangan

    Serat pangan ada dua jenis. pertama yaitu serat larut yang tugasnya menyerap air dan bikin tekstur feses menjadi lembut, sehingga mudah dikeluarkan. Kedua yaitu serat tidak larut yang dapat menambah massa feses dan merangsang gerakan usus agar lebih aktif.

    Air

    Air memiliki peranan penting dalam membantu menjaga kelembapan feses agar BAB terasa lebih lancer. Tanpa cukup cairan, serat justru malah membuat feses lebih keras.

    Kalium

    Kalium dapat membantu menjaga kontraksi otot, termasuk otot pada dinding usus, sehingga gerakan perstaltik berjalan normal. Selain itu, peranan kalium dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh agar fungsi pencernaan optimal juga penting.

    Enzim Papain

    Enzim alami ini yang membantu memecah protein di dalam saluran cerna. Papain membuat proses pencernaan berjalan lebih efisien dan mengurangi beban pada usus.

    Jadi, Mana yang Lebih Efektif?

    Kalau bicara soal efek cepat melancarkan BAB, pepaya lebih unggul dikarenakan kombinasi kandungan air dan serat yang tinggi, serta enzim papain membuat pepaya bisa membantu mengatasi konstipasi hanya dalam beberapa hari konsumsi rutin.

    Terbukti dari Jurnal Neuro Endocrinology Letters bahwasanya konsumsi pepaya dapat menurunkan skor konstipasi (sembelit).

    Pisang tetap bermanfaat, terutama dalam menjaga ritme BAB sehari-hari berkat serat larut (pektin) dan kalium. Studi yang terbit pada jurnal Food Hidrocolloids tahun 2021 menyebutkan bahwa pektin yang terkandung dalam pisang dapat membantu mengatasi konstipasi ringan.

    Namun, jika tujuannya untuk melancarkan BAB yang sudah mengganggu, pisang biasanya kurang cukup.

    Kesimpulan

    Baik pepaya maupun pisang sama-sama mendukung kesehatan pencernaan. Pepaya lebih efektif untuk solusi cepat dalam melancarkan BAB, sementara pisang lebih cocok sebagai pendukung jangka panjang untuk menjaga keteraturan BAB.

    Keduanya bisa saling melengkapi. Mengombinasikan pepaya dan pisang dalam pola makan sehari-hari memberi manfaat gizi yang lengkap yaitu energi dari pisang, vitamin dan antioksidan dari pepaya, plus serat dari keduanya.

    Jadi, tidak perlu bingung memilih salah satu. Kalau lagi susah BAB, pepaya bisa jadi “senjata utama”. Tapi untuk menjaga BAB tetap teratur dan usus tetap sehat setiap hari, pisang tetap punya tempat di meja makan.

    Kombinasi keduanya malah bikin manfaatnya lebih komplet: ada energi, ada serat, ada vitamin, dan efek pencernaan yang lebih lancar.

    (up/up)

    Atasi Susah BAB, Lebih Manjur Makan Pepaya atau Pisang? Cek Nutrisinya Yuk

    Sumber : health.detik.com

  • 5 Jenis Teh yang Ternyata Ampuh Luruhkan Lemak di Perut, Apa Saja?

    5 Jenis Teh yang Ternyata Ampuh Luruhkan Lemak di Perut, Apa Saja?


    Jakarta –

    Kebanyakan orang mungkin berhasil menurunkan berat badannya dengan berbagai cara, seperti diet atau mengonsumsi makanan khusus. Tetapi, masih banyak yang mengeluhkan sulitnya menghilangkan lemak perut atau visceral fat.

    Hal ini karena sebagian besar lemak perut berbeda dengan lemak di bagian tubuh lainnya. Sebagian lemak visceral terletak lebih dalam daripada lemak tubuh lainnya dan mengelilingi organ perut.

    Tentunya, ini dapat berbahaya dan meningkatkan risiko penyakit jantung atau diabetes. Untungnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu meluruhkan lemak-lemak di perut, salah satunya dengan mengonsumsi teh.


    Teh secara alami mengandung berbagai antioksidan yang dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan, termasuk membantu menghilangkan lemak di sekitar perut. Dikutip dari Eat This Not That, berikut lima teh yang dapat dikonsumsi untuk meluruhkan lemak di perut:

    1. Teh Hijau

    Teh hijau sangat erat kaitannya dengan diet dan manfaatnya untuk menurunkan berat badan. Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2002, peserta yang minum teh hijau memiliki risiko 44 persen lebih rendah terkena obesitas.

    Sementara penelitian pada 2008 menemukan bahwa peserta obesitas yang rutin mengonsumsi teh hijau bisa menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan yang tidak.

    Pada penelitian lainnya, mereka menyebutkan bahwa penurunan berat badan bisa terjadi karena kandungan polifenol dan sub kelompoknya, yang disebut sebagai katekin. Ini ditemukan dalam teh hijau yang disebut sebagai ECGC dan terkait dengan percepatan metabolisme.

    2. Teh Hitam

    Salah satu yang termasuk dalam teh hitam adalah earl grey. Teh ini disebut bisa menurunkan berat badan dan mengurangi lemak di perut.

    Dalam laporan tahun 2016, polifenol pada teh hitam memiliki sifat anti-obesitas dan mampu mengurangi berat badan. Sementara itu, studi tahun 2014 mengungkapkan minum tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan dapat menurunkan banyak berat badan, termasuk lingkar pinggang.

    3. Teh Putih

    Teh putih juga disebut dapat mempercepat metabolisme dan meningkatkan oksidasi lemak. Minuman ini disebut mampu menurunkan berat badan dan mengelolanya dengan baik.

    Berdasarkan laporan pada tahun 2003, teh putih juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan khususnya lemak perut atau visceral.

    4. Teh Oolong

    Teh oolong ini berasal dari daun yang sama dengan teh hijau dan teh hitam. Bedanya, teh oolong teroksidasi sebagian, yang berbeda dengan teh hijau tidak teroksidasi atau teh hitam yang teroksidasi penuh.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa teh oolong mengandung polifenol untuk metabolisme cepat dan mengurangi lemak perut.

    5. Teh Pu-erh

    Teh Pu-erh terbuat dari daun dan batang tanaman Camellia sinensis, merupakan tanaman yang sama untuk membuat teh hijau, oolong, dan teh hitam. Meski sumber tanamannya sama, hasil teh yang diproduksi akan berbeda bila menggunakan proses yang berbeda.

    Teh ini disebut ampuh menurunkan berat badan atau mengurangi lemak dalam beberapa penelitian. Pada sebuah studi tahun 2014 yang dipublikasikan di Phytotherapy Research, menemukan bahwa pria dengan sindrom metabolik yang minum teh pu-erh mengalami sedikit penurunan lemak tubuh dan indeks massa tubuh (IMT).

    Selain itu, studi dari Nutrition Research menemukan bahwa ekstrak teh pu-erh dapat membantu menurunkan berat badan, IMT, dan lemak visceral pada orang dewasa di Jepang.

    (sao/naf)

    5 Jenis Teh yang Ternyata Ampuh Luruhkan Lemak di Perut, Apa Saja?

    Sumber : health.detik.com

  • 5 Jenis Teh yang Ternyata Ampuh Luruhkan Lemak di Perut, Apa Saja?

    5 Jenis Teh yang Ternyata Ampuh Luruhkan Lemak di Perut, Apa Saja?


    Jakarta –

    Kebanyakan orang mungkin berhasil menurunkan berat badannya dengan berbagai cara, seperti diet atau mengonsumsi makanan khusus. Tetapi, masih banyak yang mengeluhkan sulitnya menghilangkan lemak perut atau visceral fat.

    Hal ini karena sebagian besar lemak perut berbeda dengan lemak di bagian tubuh lainnya. Sebagian lemak visceral terletak lebih dalam daripada lemak tubuh lainnya dan mengelilingi organ perut.

    Tentunya, ini dapat berbahaya dan meningkatkan risiko penyakit jantung atau diabetes. Untungnya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu meluruhkan lemak-lemak di perut, salah satunya dengan mengonsumsi teh.


    Teh secara alami mengandung berbagai antioksidan yang dikaitkan dengan beragam manfaat kesehatan, termasuk membantu menghilangkan lemak di sekitar perut. Dikutip dari Eat This Not That, berikut lima teh yang dapat dikonsumsi untuk meluruhkan lemak di perut:

    1. Teh Hijau

    Teh hijau sangat erat kaitannya dengan diet dan manfaatnya untuk menurunkan berat badan. Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2002, peserta yang minum teh hijau memiliki risiko 44 persen lebih rendah terkena obesitas.

    Sementara penelitian pada 2008 menemukan bahwa peserta obesitas yang rutin mengonsumsi teh hijau bisa menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan yang tidak.

    Pada penelitian lainnya, mereka menyebutkan bahwa penurunan berat badan bisa terjadi karena kandungan polifenol dan sub kelompoknya, yang disebut sebagai katekin. Ini ditemukan dalam teh hijau yang disebut sebagai ECGC dan terkait dengan percepatan metabolisme.

    2. Teh Hitam

    Salah satu yang termasuk dalam teh hitam adalah earl grey. Teh ini disebut bisa menurunkan berat badan dan mengurangi lemak di perut.

    Dalam laporan tahun 2016, polifenol pada teh hitam memiliki sifat anti-obesitas dan mampu mengurangi berat badan. Sementara itu, studi tahun 2014 mengungkapkan minum tiga cangkir teh hitam setiap hari selama tiga bulan dapat menurunkan banyak berat badan, termasuk lingkar pinggang.

    3. Teh Putih

    Teh putih juga disebut dapat mempercepat metabolisme dan meningkatkan oksidasi lemak. Minuman ini disebut mampu menurunkan berat badan dan mengelolanya dengan baik.

    Berdasarkan laporan pada tahun 2003, teh putih juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan khususnya lemak perut atau visceral.

    4. Teh Oolong

    Teh oolong ini berasal dari daun yang sama dengan teh hijau dan teh hitam. Bedanya, teh oolong teroksidasi sebagian, yang berbeda dengan teh hijau tidak teroksidasi atau teh hitam yang teroksidasi penuh.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa teh oolong mengandung polifenol untuk metabolisme cepat dan mengurangi lemak perut.

    5. Teh Pu-erh

    Teh Pu-erh terbuat dari daun dan batang tanaman Camellia sinensis, merupakan tanaman yang sama untuk membuat teh hijau, oolong, dan teh hitam. Meski sumber tanamannya sama, hasil teh yang diproduksi akan berbeda bila menggunakan proses yang berbeda.

    Teh ini disebut ampuh menurunkan berat badan atau mengurangi lemak dalam beberapa penelitian. Pada sebuah studi tahun 2014 yang dipublikasikan di Phytotherapy Research, menemukan bahwa pria dengan sindrom metabolik yang minum teh pu-erh mengalami sedikit penurunan lemak tubuh dan indeks massa tubuh (IMT).

    Selain itu, studi dari Nutrition Research menemukan bahwa ekstrak teh pu-erh dapat membantu menurunkan berat badan, IMT, dan lemak visceral pada orang dewasa di Jepang.

    (sao/naf)

    5 Jenis Teh yang Ternyata Ampuh Luruhkan Lemak di Perut, Apa Saja?

    Sumber : health.detik.com

  • 9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus untuk Kaum Mager

    9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus untuk Kaum Mager

    Jakarta –

    Menurunkan berat badan seringkali identik dengan olahraga rutin yang melelahkan. Tapi, ada cara diet selain olahraga yang bisa membantu menurunkan berat badan dengan efektif.

    Dengan sedikit perubahan pola makan dan kebiasaan sehari, hari, seseorang bisa berupaya untuk menurunkan berat badan. Bagaimana caranya?

    9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus Buat Kaum Mager

    Beberapa cara diet tanpa olahraga yaitu mengurangi porsi makan, konsumsi lebih banyak serat, hingga mengonsumsi probiotik


    1. Kurangi Porsi Makan

    Tidak perlu sepenuhnya menghindari makanan yang disukai, baik itu karbohidrat atau lemak. Cukup kurangi porsi makan dan seimbangkan makanan tidak sehat dengan makanan sehat yang mengandung lebih sedikit kalori dan lebih banyak serat.

    2. Konsumsi Lebih Banyak Serat

    Serat bisa ditemukan dalam buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Mengonsumsi serat bisa membantu menurunkan berat badan dengan memperlambat pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan meningkatkan kesehatan usus.

    Serat bisa didapat dengan mengonsumsi buah setiap hari, memasukan biji-bijian utuh ke dalam pola makan, seperti beras merah, sera mengonsumsi banyak sayuran. Sebuah studi menunjukkan, meningkatkan asupan serat bisa membantu orang mempertahankan diet.

    3. Kunyah Makanan dengan Perlahan

    Otak membutuhkan waktu untuk memproses bahwa tubuh sudah cukup makan. Penelitian menunjukkan mengunyah makanan dengan seksama dan lebih lambat berkaitan dengan faktor-faktor yang mungkin berkaitan dengan penurunan berat badan, seperti meningkatkan rasa kenyang dan penurunan asupan makanan.

    Seberapa cepat seseorang menghabiskan makanan juga bisa memengaruhi berat badan. Sebuah tinjauan di tahun 2021 menunjukkan, orang yang tidak makan dengan cepat memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang jauh lebih rendah dibandingkan orang yang makan cepat.

    Untuk membiasakan diri untuk makan lebih lambat, menghitung berapa kali kunyahan setiap suapan bisa membantu.

    4. Konsumsi Banyak Protein

    Protein bisa berkontribusi pada penurunan berat badan dan manajemen kalori dalam beberapa cara, seperti, meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar. Jadi, pertimbangkan untuk meningkatkan kandungan protein dalam makanan.

    5. Minum Air Putih secara Teratur

    Minum air putih bisa membantu menurunkan berat badan, terutama jika diminum sebelum makan. Sebuah studi di tahun 2018 menemukan, minum air putih sebelum makan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, tanpa memengaruhi rasa kenyang secara signifikan.

    6. Makan Tanpa Gangguan

    Fokus pada makanan yang dimakan bisa membantu mengurangi asupan kalori, sehingga mendukung penurunan berat badan. Sebuah tinjauan pada tahun 2022 menemukan, makan sambil menonton TV atau mengobrol bisa membuat seseorang cenderung makan lebih banyak. Hal ini karena perhatian yang teralihkan bisa memengaruhi sensasi saat makan.

    7. Hindari Konsumsi Minuman Manis

    Sering mengonsumsi minuman manis, seperti soda atau jus kemasan bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan, menaikkan indeks massa tubuh (BMI), dan memicu masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

    Kalori dari minuman manis sangat mudah menumpuk, sebab tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan padat. Sebuah tinjauan pada tahun 2022 menunjukkan, mengganti minuman manis dengan minuman rendah kalori atau tanpa kalori bisa membantu menurunkan berat badan, BMI, dan persentase lemak tubuh.

    8. Seimbangkan Karbohidrat

    Dikutip dari laman Prevention, keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak merupakan kunci untuk membuat tubuh merasa kenyang. Sehingga, hal ini dapat mengurangi keinginan untuk ngemil dan makan berlebihan.

    Menurut The Dietary Guidelines for Americans, karbohidrat membentuk 45%-65% dari total kalori harian. Artinya jika seseorang mengonsumsi 2.000 kalori sehari, 900-1.300 kalorinya harus berasal dari karbohidrat.

    9. Konsumsi Probiotik

    Probiotik adalah bakteri baik yang berperan penting dalam pencernaan. Bakteri ini bermanfaat bagi usus dan kesehatan umum seseorang,

    Penelitian menunjukkan bahwa probiotik bisa membantu mencegah atau mengelola obesitas, sebagai bagian dari pola makan seimbang. Probiotik secara alami ada dalam berbagai makanan fermentasi, seperti:

    • Yoghurt
    • Kimchi
    • Kefir
    • Kombucha

    (elk/suc)

    9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus untuk Kaum Mager

    Sumber : health.detik.com

  • 9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus untuk Kaum Mager

    9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus untuk Kaum Mager

    Jakarta –

    Menurunkan berat badan seringkali identik dengan olahraga rutin yang melelahkan. Tapi, ada cara diet selain olahraga yang bisa membantu menurunkan berat badan dengan efektif.

    Dengan sedikit perubahan pola makan dan kebiasaan sehari, hari, seseorang bisa berupaya untuk menurunkan berat badan. Bagaimana caranya?

    9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus Buat Kaum Mager

    Beberapa cara diet tanpa olahraga yaitu mengurangi porsi makan, konsumsi lebih banyak serat, hingga mengonsumsi probiotik


    1. Kurangi Porsi Makan

    Tidak perlu sepenuhnya menghindari makanan yang disukai, baik itu karbohidrat atau lemak. Cukup kurangi porsi makan dan seimbangkan makanan tidak sehat dengan makanan sehat yang mengandung lebih sedikit kalori dan lebih banyak serat.

    2. Konsumsi Lebih Banyak Serat

    Serat bisa ditemukan dalam buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Mengonsumsi serat bisa membantu menurunkan berat badan dengan memperlambat pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan meningkatkan kesehatan usus.

    Serat bisa didapat dengan mengonsumsi buah setiap hari, memasukan biji-bijian utuh ke dalam pola makan, seperti beras merah, sera mengonsumsi banyak sayuran. Sebuah studi menunjukkan, meningkatkan asupan serat bisa membantu orang mempertahankan diet.

    3. Kunyah Makanan dengan Perlahan

    Otak membutuhkan waktu untuk memproses bahwa tubuh sudah cukup makan. Penelitian menunjukkan mengunyah makanan dengan seksama dan lebih lambat berkaitan dengan faktor-faktor yang mungkin berkaitan dengan penurunan berat badan, seperti meningkatkan rasa kenyang dan penurunan asupan makanan.

    Seberapa cepat seseorang menghabiskan makanan juga bisa memengaruhi berat badan. Sebuah tinjauan di tahun 2021 menunjukkan, orang yang tidak makan dengan cepat memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang jauh lebih rendah dibandingkan orang yang makan cepat.

    Untuk membiasakan diri untuk makan lebih lambat, menghitung berapa kali kunyahan setiap suapan bisa membantu.

    4. Konsumsi Banyak Protein

    Protein bisa berkontribusi pada penurunan berat badan dan manajemen kalori dalam beberapa cara, seperti, meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar. Jadi, pertimbangkan untuk meningkatkan kandungan protein dalam makanan.

    5. Minum Air Putih secara Teratur

    Minum air putih bisa membantu menurunkan berat badan, terutama jika diminum sebelum makan. Sebuah studi di tahun 2018 menemukan, minum air putih sebelum makan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, tanpa memengaruhi rasa kenyang secara signifikan.

    6. Makan Tanpa Gangguan

    Fokus pada makanan yang dimakan bisa membantu mengurangi asupan kalori, sehingga mendukung penurunan berat badan. Sebuah tinjauan pada tahun 2022 menemukan, makan sambil menonton TV atau mengobrol bisa membuat seseorang cenderung makan lebih banyak. Hal ini karena perhatian yang teralihkan bisa memengaruhi sensasi saat makan.

    7. Hindari Konsumsi Minuman Manis

    Sering mengonsumsi minuman manis, seperti soda atau jus kemasan bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan, menaikkan indeks massa tubuh (BMI), dan memicu masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

    Kalori dari minuman manis sangat mudah menumpuk, sebab tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan padat. Sebuah tinjauan pada tahun 2022 menunjukkan, mengganti minuman manis dengan minuman rendah kalori atau tanpa kalori bisa membantu menurunkan berat badan, BMI, dan persentase lemak tubuh.

    8. Seimbangkan Karbohidrat

    Dikutip dari laman Prevention, keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan lemak merupakan kunci untuk membuat tubuh merasa kenyang. Sehingga, hal ini dapat mengurangi keinginan untuk ngemil dan makan berlebihan.

    Menurut The Dietary Guidelines for Americans, karbohidrat membentuk 45%-65% dari total kalori harian. Artinya jika seseorang mengonsumsi 2.000 kalori sehari, 900-1.300 kalorinya harus berasal dari karbohidrat.

    9. Konsumsi Probiotik

    Probiotik adalah bakteri baik yang berperan penting dalam pencernaan. Bakteri ini bermanfaat bagi usus dan kesehatan umum seseorang,

    Penelitian menunjukkan bahwa probiotik bisa membantu mencegah atau mengelola obesitas, sebagai bagian dari pola makan seimbang. Probiotik secara alami ada dalam berbagai makanan fermentasi, seperti:

    • Yoghurt
    • Kimchi
    • Kefir
    • Kombucha

    (elk/suc)

    9 Cara Diet Tanpa Olahraga, Tips Kurus untuk Kaum Mager

    Sumber : health.detik.com