Blog

  • Cara Jalan Kaki yang Bikin Pria Bandung Turun 18 Kg, Tak Perlu 10 Ribu Langkah

    Cara Jalan Kaki yang Bikin Pria Bandung Turun 18 Kg, Tak Perlu 10 Ribu Langkah


    Jakarta –

    Irvan Aditya (32), laki-laki di Bandung, Jawa Barat membuktikan bahwa olahraga ringan seperti jalan kaki efektif membantu mengurangi berat badan. Tidak harus 10.000 langkah per hari, Irvan melakukannya kurang dari angka itu. Menurut Irvan, yang terpenting adalah konsistensinya.

    “Rutin nge-usahain jalan di treadmill itu 30 menit sehari. Kalau weekend baru tuh nge-push sampai 1 jam, sisanya workout sama angkat beban. Rata-rata kalau 30 menit, speed 5 itu saya usahain 3.000 langkah meski kadang lebih,” kata Irvan saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (21/6/2025).

    “Kalau sampai sekarang sih (Juni), dihitung-hitung total sudah 18 kg (turun dari 89 kg),” sambungnya.


    Jalan kaki dipilih oleh Irvan karena dirinya merupakan seorang pekerja kantoran, sehingga dirinya tak memiliki banyak waktu untuk melakukan olahraga lain.

    Selain rutin olahraga, Irvan juga mengatur pola makannya. Dirinya memilih intermittent fasting atau puasa intermiten, yang berfokus pada menentukan kapan waktu makan dan kapan waktu puasa dalam sehari atau seminggu.

    “Saya kan ngantor juga dari jam 9 sampai 6. Metode IF-nya juga bertahap, mulai 12/12, lalu 16/8, kemudian 18/6, sampai terakhir sempet 20/4,” katanya.

    Terkait pilihan makanan, Irvan tidak terlalu mengambil pusing. Dirinya hanya mengurangi porsi makan, menambah asupan protein harian, serta mengurangi karbohidrat.

    “Mengurangi dari awalnya satu atau dua centong, dikurangi pelan-pelan, dikit demi sedikit sampai dua sendok makan. Perbanyak proteinnya, mulai tahu, tempe, daging ayam, daging sapi itu berkelanjutan terus menerus sampai sekarang,” kata Irvan.

    Irvan juga tidak lagi mengonsumsi makanan atau minuman manis, serta yang mengandung tepung. Selain itu, ia juga menjaga pola tidur, yang menurutnya turut berpengaruh terhadap hasil diet.

    “Paling yang bener-bener di-cut itu gula, minuman yang berpemanis. Kalau bisa tepung-tepungan juga kurangin,” kata Irvan.

    “Faktor yang nggak kalah pentingnya nih, tidur memang harus enam sampai delapan jam, jangan sampai begadang,” tutupnya.

    (dpy/kna)

    Cara Jalan Kaki yang Bikin Pria Bandung Turun 18 Kg, Tak Perlu 10 Ribu Langkah

    Sumber : health.detik.com

  • Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1

    Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1


    Jakarta –

    Ratusan orang melaporkan masalah dengan pankreas yang serius seusai menggunakan obat penurun berat badan yang awalnya ditujukan untuk menangani diabetes. Beberapa kasus pankreatitis akut ini dilaporkan terkait dengan penggunaan obat diet GLP-1.

    Pankreatitis akut adalah peradangan tiba-tiba pada pankreas, kelenjar yang terletak di belakang perut yang membantu pencernaan. Gejalanya termasuk sakit parah di perut, mual dan demam.

    Diberitakan The Guardian, sampai saat ini, Medicines and Healthcare products Regulatory Agency’s (MHRA) di Inggris telah menerima hampir 400 laporan pankreatitis akut dari pasien yang telah menggunakan Mounjaro, Wegovy, Ozempic dan liraglutide, dengan hampir setengahnya (181) melibatkan tirzepatide (Mounjaro).


    Meskipun tidak ada yang terbukti disebabkan langsung oleh obat GLP-1, yang juga digunakan untuk mengobati diabetes, ada kekhawatiran bahwa tidak cukup diketahui tentang hubungan tersebut, mendorong pejabat kesehatan untuk meluncurkan studi baru tentang efek samping yang berbahaya.

    “Obat-obatan GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy telah menjadi berita utama, tetapi seperti semua obat-obatan ada risiko efek samping yang serius,” tutur Profesor Matt Brown dari Genomik Inggris.

    MHRA meminta orang-orang yang menggunakan obat GLP-1 yang telah dirawat di rumah sakit karena pankreatitis akut untuk menyerahkan laporan ke skema Kartu Kuningnya. Ketika laporan diterima, MHRA akan menghubungi pasien untuk menanyakan apakah mereka bersedia mengambil bagian dalam penelitian.

    Pasien akan diminta untuk mengirimkan informasi lebih lanjut dan sampel air liur yang akan dinilai untuk mengeksplorasi apakah beberapa orang berisiko lebih tinggi terkena pankreatitis akut ketika mengonsumsi obat-obatan ini karena gen mereka.

    Obat GLP-1 dapat menurunkan kadar gula darah pada orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 dan juga dapat diresepkan untuk mendukung beberapa orang dengan penurunan berat badan.

    (kna/kna)

    Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1

    Sumber : health.detik.com

  • Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1

    Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1


    Jakarta –

    Ratusan orang melaporkan masalah dengan pankreas yang serius seusai menggunakan obat penurun berat badan yang awalnya ditujukan untuk menangani diabetes. Beberapa kasus pankreatitis akut ini dilaporkan terkait dengan penggunaan obat diet GLP-1.

    Pankreatitis akut adalah peradangan tiba-tiba pada pankreas, kelenjar yang terletak di belakang perut yang membantu pencernaan. Gejalanya termasuk sakit parah di perut, mual dan demam.

    Diberitakan The Guardian, sampai saat ini, Medicines and Healthcare products Regulatory Agency’s (MHRA) di Inggris telah menerima hampir 400 laporan pankreatitis akut dari pasien yang telah menggunakan Mounjaro, Wegovy, Ozempic dan liraglutide, dengan hampir setengahnya (181) melibatkan tirzepatide (Mounjaro).


    Meskipun tidak ada yang terbukti disebabkan langsung oleh obat GLP-1, yang juga digunakan untuk mengobati diabetes, ada kekhawatiran bahwa tidak cukup diketahui tentang hubungan tersebut, mendorong pejabat kesehatan untuk meluncurkan studi baru tentang efek samping yang berbahaya.

    “Obat-obatan GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy telah menjadi berita utama, tetapi seperti semua obat-obatan ada risiko efek samping yang serius,” tutur Profesor Matt Brown dari Genomik Inggris.

    MHRA meminta orang-orang yang menggunakan obat GLP-1 yang telah dirawat di rumah sakit karena pankreatitis akut untuk menyerahkan laporan ke skema Kartu Kuningnya. Ketika laporan diterima, MHRA akan menghubungi pasien untuk menanyakan apakah mereka bersedia mengambil bagian dalam penelitian.

    Pasien akan diminta untuk mengirimkan informasi lebih lanjut dan sampel air liur yang akan dinilai untuk mengeksplorasi apakah beberapa orang berisiko lebih tinggi terkena pankreatitis akut ketika mengonsumsi obat-obatan ini karena gen mereka.

    Obat GLP-1 dapat menurunkan kadar gula darah pada orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 dan juga dapat diresepkan untuk mendukung beberapa orang dengan penurunan berat badan.

    (kna/kna)

    Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1

    Sumber : health.detik.com

  • Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1

    Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1


    Jakarta –

    Ratusan orang melaporkan masalah dengan pankreas yang serius seusai menggunakan obat penurun berat badan yang awalnya ditujukan untuk menangani diabetes. Beberapa kasus pankreatitis akut ini dilaporkan terkait dengan penggunaan obat diet GLP-1.

    Pankreatitis akut adalah peradangan tiba-tiba pada pankreas, kelenjar yang terletak di belakang perut yang membantu pencernaan. Gejalanya termasuk sakit parah di perut, mual dan demam.

    Diberitakan The Guardian, sampai saat ini, Medicines and Healthcare products Regulatory Agency’s (MHRA) di Inggris telah menerima hampir 400 laporan pankreatitis akut dari pasien yang telah menggunakan Mounjaro, Wegovy, Ozempic dan liraglutide, dengan hampir setengahnya (181) melibatkan tirzepatide (Mounjaro).


    Meskipun tidak ada yang terbukti disebabkan langsung oleh obat GLP-1, yang juga digunakan untuk mengobati diabetes, ada kekhawatiran bahwa tidak cukup diketahui tentang hubungan tersebut, mendorong pejabat kesehatan untuk meluncurkan studi baru tentang efek samping yang berbahaya.

    “Obat-obatan GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy telah menjadi berita utama, tetapi seperti semua obat-obatan ada risiko efek samping yang serius,” tutur Profesor Matt Brown dari Genomik Inggris.

    MHRA meminta orang-orang yang menggunakan obat GLP-1 yang telah dirawat di rumah sakit karena pankreatitis akut untuk menyerahkan laporan ke skema Kartu Kuningnya. Ketika laporan diterima, MHRA akan menghubungi pasien untuk menanyakan apakah mereka bersedia mengambil bagian dalam penelitian.

    Pasien akan diminta untuk mengirimkan informasi lebih lanjut dan sampel air liur yang akan dinilai untuk mengeksplorasi apakah beberapa orang berisiko lebih tinggi terkena pankreatitis akut ketika mengonsumsi obat-obatan ini karena gen mereka.

    Obat GLP-1 dapat menurunkan kadar gula darah pada orang yang hidup dengan diabetes tipe 2 dan juga dapat diresepkan untuk mendukung beberapa orang dengan penurunan berat badan.

    (kna/kna)

    Ratusan Warga Inggris Alami Efek Samping Serius usai Pakai Obat Diet GLP-1

    Sumber : health.detik.com

  • Shindong ‘SUJU’ Buka-bukaan Sempat Pakai Obat Diet GLP-1, Tapi Nggak Ngefek

    Shindong ‘SUJU’ Buka-bukaan Sempat Pakai Obat Diet GLP-1, Tapi Nggak Ngefek

    Jakarta –

    Penurunan berat badan selalu menjadi topik yang sensitif di industri hiburan. Dari diet ekstrem hingga kelelahan di pusat kebugaran, berbagai tren ini cukup umum di antara para idol.

    Namun, baru-baru ini anggota grup K-pop Super Junior, Shindong, buka-bukaan tentang perjalanan penurunan berat badannya. Ia menceritakan detail yang mengejutkan tentang diet yang dia jalani.

    Dalam episode terbaru dari acara ‘Problem Child in House’, ia berbicara tentang dietnya untuk menurunkan berat badannya. Shindong mengatakan telah berhasil menurunkan berat badan dari 116 kg menjadi 79 kg.


    Shindong memilih untuk hanya mengonsumsi nasi merah dan memadukannya dengan sedikit ikan teri yang dibungkus daun selada.

    Mengaku Pakai Suntikan Penurun Berat Badan

    Kemudian, Shindong juga mengakui bahwa ia juga mencoba suntikan penurun berat badan yang populer, Wegovy, yang mengandung hormon Glucagon-Like Peptide 1 atau GLP-1, yang saat ini populer untuk program diet.

    Saat berbicara tentang prosesnya, ia berbagi bahwa meskipun ia mencobanya dengan penuh harapan, suntikan itu tetap tidak efektif meski dengan dosis tinggi dan tak ada hasil yang nyata setelah digunakan.

    “Saya menerima suntikan secara bertahap. Saya mencoba hingga tujuh tahap, tetapi tidak ada efek,” beber Shindong yang dikutip dari Times of India, Minggu (6/7/2025).

    “Dokter berkata ‘mungkin sulit untuk makan karena pencernaan Anda tidak baik kan?’ Tetapi saya mencerna (makanan) dengan sangat baik,” sambungnya.

    Sebaliknya, Shindong akhirnya mengalami sesuatu yang disebut ‘efek yo-yo’. Kondisi itu membuat bertambah berat badan lebih banyak daripada yang ia turunkan.

    Selama wawancara, Shindong berbagi cerita pada suatu waktu soal kebiasaan makannya. Ia menghabiskan hampir 14.490.000 KRW atau sekitar 172 juta rupiah untuk mengorder makanan lewat aplikasi.

    Ketika ditanya tentang bagaimana seseorang dapat mencapai jumlah ini sebagai satu orang yang memesan satu hidangan, Shindong berbagi filosofinya. Jika seseorang memesan hidangan makanan, harus ada sesuatu untuk melengkapinya, seperti daging babi goreng dan sup atau rebusan.

    (sao/kna)

    Shindong ‘SUJU’ Buka-bukaan Sempat Pakai Obat Diet GLP-1, Tapi Nggak Ngefek

    Sumber : health.detik.com

  • Menu Makan Para Miliarder, Bisa Ditiru Kalau Mau Ikutan Sehat

    Menu Makan Para Miliarder, Bisa Ditiru Kalau Mau Ikutan Sehat


    Jakarta –

    Para miliarder terkenal seperti Jeff Bezos hingga Mark Zuckerberg kerap menjadi sorotan publik. Pasalnya, banyak yang penasaran dengan apa saja yang mereka makan setiap hari.

    Ternyata, mereka tetap menjalani gaya hidup yang sehat. Dikutip dari berbagai sumber, berikut menu makanan yang dikonsumsi:

    Menu Makan Jeff Bezos

    Pemimpin Amazon Jeff Bezos ternyata memiliki gaya hidup yang sehat. Ia memiliki jadwal olahraga dan makan yang teratur setiap harinya.


    Bezos mulai bekerja pada pukul 10 pagi setelah sarapan bersama keluarganya. Ia menjalani pola makan tinggi protein dan lemak.

    Kabarnya, ia sangat menyukai gurita mediterania, kentang, bacon, dan yogurt bawang putih. Kehidupannya ini jauh lebih sehat dari sebelumnya.

    “Saya belum pernah membaca label nutrisi seumur hidup. Saya makan apapun yang rasanya enak bagi saya,” beber Bezos yang dikutip dari Body and Soul.

    Meski menjalankan gaya hidup sehat, Bezos sesekali memiliki jadwal ‘cheat day’. Terkadang, ia masih mengonsumsi makanan ringan dan makanan cepat saji.

    Bezos rutin olahraga setiap hari, yang disarankan menjalani aktivitas yang berdampak rendah. Tetapi, resistensinya tinggi, seperti mendayung dan angkat beban.

    Ia juga suka aktivitas luar ruangan seperti lari di bukit, kayak, dan paddleboarding.

    Menu Makan Mark Zuckerberg

    Mark Zuckerberg bukanlah orang yang sulit soal makanan. Ia akan mengonsumsi apapun selama makanan tersebut praktis.

    Pola makannya relatif fleksibel dan sederhana. Ia lebih memilih efisiensi dibanding mengikuti tren kesehatan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, ia menggeluti berbagai olahraga intens seperti mixed martial arts (MMA) dan jujitsu. Dengan kegiatan yang intensitas sangat tinggi itu, Zuckerberg bahkan bisa mengonsumsi 4 ribu kalori setiap hari mengonpensasi kalori yang terbakar.

    Padahal, umumnya manusia mengonsumsi 2 ribu kalori per hari. Makanan favoritnya adalah menu-menu yang tinggi protein, seperti daging tanpa lemak, telur, dan sesekali mengonsumsi makanan cepat saji.

    “Tidak sedang menurunkan berat badan, jadi saya butuh sekitar 4 ribu kalori per hari untuk mengimbangi semua aktivitas,” katanya dalam sebuah unggahan media sosial Thread.

    Menu Makan Elon Musk

    Dibandingkan Zuckerberg dan Bezos, kebiasaan makanan Elon Musk ternyata tidak sesehat itu. Dalam unggahannya di X, pemilik Tesla ini bahkan mengaku suka makan donat setiap hari.

    Elon juga mengaku sering melewatkan sarapan. Ia hanya mengonsumsi cokelat bar atau kopi, jika memang tersedia.

    Makan siang biasanya diselipkan di sela-sela rapat, hanya sekitar 5 menit dengan menu apapun yang disediakan. Ia juga sangat menyukai daging sapi, pizza, minuman bersoda, hingga wine.

    (sao/kna)

    Menu Makan Para Miliarder, Bisa Ditiru Kalau Mau Ikutan Sehat

    Sumber : health.detik.com

  • Menu Makan Para Miliarder, Bisa Ditiru Kalau Mau Ikutan Sehat

    Menu Makan Para Miliarder, Bisa Ditiru Kalau Mau Ikutan Sehat


    Jakarta –

    Para miliarder terkenal seperti Jeff Bezos hingga Mark Zuckerberg kerap menjadi sorotan publik. Pasalnya, banyak yang penasaran dengan apa saja yang mereka makan setiap hari.

    Ternyata, mereka tetap menjalani gaya hidup yang sehat. Dikutip dari berbagai sumber, berikut menu makanan yang dikonsumsi:

    Menu Makan Jeff Bezos

    Pemimpin Amazon Jeff Bezos ternyata memiliki gaya hidup yang sehat. Ia memiliki jadwal olahraga dan makan yang teratur setiap harinya.


    Bezos mulai bekerja pada pukul 10 pagi setelah sarapan bersama keluarganya. Ia menjalani pola makan tinggi protein dan lemak.

    Kabarnya, ia sangat menyukai gurita mediterania, kentang, bacon, dan yogurt bawang putih. Kehidupannya ini jauh lebih sehat dari sebelumnya.

    “Saya belum pernah membaca label nutrisi seumur hidup. Saya makan apapun yang rasanya enak bagi saya,” beber Bezos yang dikutip dari Body and Soul.

    Meski menjalankan gaya hidup sehat, Bezos sesekali memiliki jadwal ‘cheat day’. Terkadang, ia masih mengonsumsi makanan ringan dan makanan cepat saji.

    Bezos rutin olahraga setiap hari, yang disarankan menjalani aktivitas yang berdampak rendah. Tetapi, resistensinya tinggi, seperti mendayung dan angkat beban.

    Ia juga suka aktivitas luar ruangan seperti lari di bukit, kayak, dan paddleboarding.

    Menu Makan Mark Zuckerberg

    Mark Zuckerberg bukanlah orang yang sulit soal makanan. Ia akan mengonsumsi apapun selama makanan tersebut praktis.

    Pola makannya relatif fleksibel dan sederhana. Ia lebih memilih efisiensi dibanding mengikuti tren kesehatan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, ia menggeluti berbagai olahraga intens seperti mixed martial arts (MMA) dan jujitsu. Dengan kegiatan yang intensitas sangat tinggi itu, Zuckerberg bahkan bisa mengonsumsi 4 ribu kalori setiap hari mengonpensasi kalori yang terbakar.

    Padahal, umumnya manusia mengonsumsi 2 ribu kalori per hari. Makanan favoritnya adalah menu-menu yang tinggi protein, seperti daging tanpa lemak, telur, dan sesekali mengonsumsi makanan cepat saji.

    “Tidak sedang menurunkan berat badan, jadi saya butuh sekitar 4 ribu kalori per hari untuk mengimbangi semua aktivitas,” katanya dalam sebuah unggahan media sosial Thread.

    Menu Makan Elon Musk

    Dibandingkan Zuckerberg dan Bezos, kebiasaan makanan Elon Musk ternyata tidak sesehat itu. Dalam unggahannya di X, pemilik Tesla ini bahkan mengaku suka makan donat setiap hari.

    Elon juga mengaku sering melewatkan sarapan. Ia hanya mengonsumsi cokelat bar atau kopi, jika memang tersedia.

    Makan siang biasanya diselipkan di sela-sela rapat, hanya sekitar 5 menit dengan menu apapun yang disediakan. Ia juga sangat menyukai daging sapi, pizza, minuman bersoda, hingga wine.

    (sao/kna)

    Menu Makan Para Miliarder, Bisa Ditiru Kalau Mau Ikutan Sehat

    Sumber : health.detik.com

  • YouTuber Ini Pangkas BB 27 Kg dalam 6 Bulan, Sukses Diet Berkat ChatGPT

    YouTuber Ini Pangkas BB 27 Kg dalam 6 Bulan, Sukses Diet Berkat ChatGPT


    Jakarta –

    Seorang YouTuber pria dengan nama saluran ‘My Life by AI’ membagikan perjalanan dietnya. Menariknya, YouTuber ini membuat rencana diet dengan bantuan ChatGPT atau Artificial Intelligence (AI).

    Dikutip dari Times of India, dalam sebuah video yang diunggah pada 12 Juli 2025, ia mengungkapkan bagaimana meminta ChatGPT menjadi asisten pribadi untuk membantunya menurunkan berat badan 27 kilogram (sekitar 60 pon) dalam enam bulan.

    ‘Pelatih’ AI ini ia beri nama Arthur. YouTuber tersebut memberikan perintah kepada Arthur untuk membuatkan program diet, mulai dari apa yang harus dimakan, olahraga apa yang membantu, hingga evaluasi harian.


    Dengan menggunakan ChatGPT, YouTuber ini mulai menghindari camilan-camilan dengan makanan utuh yang sehat, seperti sarapan dengan telur orak-arik dan roti panggang.

    Makan siang dengan nasi dan kacang refried. Makan malam dengan ayam panggang, ubi jalar, paprika panggang, zucchini, diakhiri dengan greek yogurt.

    “Tujuannya bukan untuk menjadi sempurna. Tujuannya adalah untuk konsisten,” ujar YouTuber tersebut.

    Menurut sang YouTuber, Arthur dinilai sangat membantu dalam mempertahankan konsistensi dietnya. Baik itu mencatat hasil olahraga harian sampai rekomendasi makanan.

    Dengan bantuan AI, YouTuber tersebut mengaku mengalami perubahan positif seperti peningkatan energi, suasana hati, dan fokus. Arthur dapat memberinya ruang untuk lebih kreatif dan tangguh.

    “Membiarkan AI mengendalikan hidup saya, tidak membuat saya sempurna. Tapi AI membuat saya konsisten (dalam diet),” katanya.

    (dpy/naf)

    YouTuber Ini Pangkas BB 27 Kg dalam 6 Bulan, Sukses Diet Berkat ChatGPT

    Sumber : health.detik.com

  • Cerita Diet Pria Turun 57 Kg, Begini Triknya yang Bisa Ditiru

    Cerita Diet Pria Turun 57 Kg, Begini Triknya yang Bisa Ditiru


    Jakarta –

    Seorang pria asal Jerman yang tinggal di Shanghai, China bernama Thomas Derksen (36) menceritakan pengalamannya sukses menurunkan 57 kg berat badan menjadi 83 kg dalam 5 tahun. Ia mengaku berhasil menurunkan berat badannya tanpa obat dan tanpa diet ketat.

    Ia mengalami masalah berat badan sejak sekolah dasar. Ia sempat mencoba beberapa kali diet ketat dan berhasil turun, tapi akhirnya berat badannya justru naik lagi dan semakin parah. Bobot terberatnya pernah mencapai 140 kg.

    Semasa sekolah, ia sering diejek oleh teman-temannya dan Derksen menyebut itu pengalaman yang menyakitkan. Bahkan ketika sudah dewasa, dirinya masih sering menerima komentar dan saran yang tidak diminta untuk menurunkan berat badan.


    Sampai pada tahun 2020 di masa pandemi, isolasi mandiri membuatnya lebih banyak merenung soal berat badan dan kesehatan. Ini juga didorong komplikasi medis yang ia alami akibat berat badan berlebih.

    “Aku mulai menurunkan berat badan saat COVID melanda. Aku tahu harus menurunkan berat badan dan bahwa gaya hidupku tidak sehat. Aku punya masalah hati berlemak, nyeri dada, dan sendi yang sakit,” katas Derksen dikutip dari SCMP, Jumat (1/8/2025).

    Semenjak itu, Derksen jadi sering jalan-jalan, berolahraga, hingga pergi ke gym. Ia melakukan latihan kekuatan tiga kali seminggu dan kardio dua kali seminggu.

    Derksen juga selalu memilih jalan kaki jika pergi ke tempat yang jaraknya kurang dari 5 km. Menurutnya, jalan kaki adalah aktivitas fisik terbaik.

    Alih-alih diet ketat, Derksen justru makan 3-4 kali sehari tapi dengan porsi yang lebih kecil. Ia pernah mencoba intermittent fasting, tapi memutuskan berhenti karena menurutnya terlalu berat. Derksen bahkan bisa makan bebas seperti kentang dan hamburger sesekali.

    “Aku tidak pernah berkata pada diriku, ‘Kamu tidak boleh makan ini atau itu’. Sebaliknya, aku bilang, ‘Kamu boleh makan apa pun, tapi 80 persen waktunya harus makan sehat’. Pergeseran itu membuatku merasa jadi pelaku aktif, bukan pasif,” katanya.

    Dulu, ia menganggap makanan sebagai hiburan dan harus enak. Derksen kini lebih sering memasak sendiri dengan bahan sehat dan sederhana.

    Derksen tidak mempertimbangkan obat GLP-1 karena ia menyadari bahwa pola makannya selama ini bukan disebabkan oleh rasa lapar, melainkan oleh faktor emosional seperti stres atau kebosanan. Baginya, menekan nafsu makan saja tidak cukup untuk mengatasi akar permasalahan.

    (avk/kna)

    Cerita Diet Pria Turun 57 Kg, Begini Triknya yang Bisa Ditiru

    Sumber : health.detik.com

  • Pria Konsultasi Diet dengan ChatGPT, Bukannya Lebih Sehat Malah Keracunan

    Pria Konsultasi Diet dengan ChatGPT, Bukannya Lebih Sehat Malah Keracunan


    Jakarta –

    Seorang pria berusia 60 tahun dilarikan ke unit gawat darurat setelah mengikuti saran diet dari ChatGPT. Setelah tiga bulan konsisten mengubah pola makannya berdasarkan rekomendasi kecerdasan buatan, ia justru mengalami gejala masalah kejiwaan yang parah, termasuk halusinasi dan paranoia.

    Laporan kasus ini, yang dipublikasikan di jurnal Annals of Internal Medicine Clinical Cases, menyebutkan pria itu mengalami bromisme, yaitu sindrom keracunan akibat paparan berlebihan terhadap senyawa kimia bromida yang ia konsumsi.

    Semua berawal saat pria itu terinspirasi dari studi nutrisi di masa kuliahnya. Ia ingin menghilangkan klorida, senyawa penting yang ada di dalam garam (natrium klorida), dari pola makannya. Ia mengaku kesulitan menemukan literatur yang spesifik tentang pengurangan klorida.


    Pria itu kemudian memutuskan untuk berkonsultasi dengan ChatGPT yang memberikan saran fatal: klorida bisa ditukar dengan bromida. Tanpa ragu, ia mengganti semua natrium klorida dalam makanannya dengan natrium bromida yang ia beli secara daring.

    Untuk menguatkan temuan ini, dokter yang merawat pria tersebut mencoba bertanya kepada ChatGPT 3.5 tentang klorida yang bisa diganti, dan model AI itu memberikan respons yang menyertakan bromida.

    Diagnosis dokter

    Setelah tiga bulan mengonsumsi natrium bromida, pria itu datang ke UGD. Awalnya, hasil tes laboratorium menunjukkan kadar klorida yang tinggi, namun setelah diselidiki lebih lanjut, dokter mendiagnosisnya dengan ‘pseudohiperkloremia’, kondisi ketika senyawa bromida dalam jumlah besar mengganggu pengukuran klorida yang sebenarnya normal.

    Tanda-tanda keracunan bromida yang ia alami semakin jelas setelah dirawat. Ia menjadi paranoid terhadap air yang diberikan, mencoba melarikan diri, dan mulai mengalami halusinasi parah.

    Selain itu, muncul gejala fisik lain seperti jerawat di wajah, benjolan merah kecil di kulit, insomnia, kelelahan, dan masalah koordinasi otot.

    Baru setelah kondisinya membaik dengan cairan, elektrolit, dan antipsikotik, pria itu memberi tahu dokter tentang penggunaan ChatGPT. Setelah tiga minggu, ia diizinkan pulang dalam kondisi stabil.

    Kasus ini menjadi peringatan keras tentang bahaya mengandalkan kecerdasan buatan untuk saran medis atau kesehatan tanpa verifikasi dari tenaga profesional.

    (sao/kna)

    Pria Konsultasi Diet dengan ChatGPT, Bukannya Lebih Sehat Malah Keracunan

    Sumber : health.detik.com