Blog

  • 7 Makanan Berkalori Tinggi yang Sering Bikin Diet Gagal, Termasuk Kopi Kekinian

    7 Makanan Berkalori Tinggi yang Sering Bikin Diet Gagal, Termasuk Kopi Kekinian

    Jakarta –

    Hampir seluruh program diet fokus untuk membatasi asupan kalori harian. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan berkalori tinggi.

    Dikutip dari NHS, kalori adalah nilai yang menunjukkan seberapa banyak energi yang dapat diperoleh dari makanan dan minuman. Kalori diubah menjadi energi melalui proses metabolisme. Energi tersebut kemudian digunakan untuk mendukung kinerja dan fungsi berbagai organ tubuh, seperti bergerak, bernapas, berpikir, dan masih banyak lagi.

    Sisa kalori yang tidak diubah menjadi energi akan disimpan sebagai lemak di dalam tubuh. Inilah alasan mengapa mengonsumsi makanan berkalori tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.


    Orang-orang yang sedang diet mungkin sering tidak sadar mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Akibatnya, proses penurunan berat badan terhambat atau tidak optimal. Karena itu, penting untuk mengenali jenis makanan berkalori tinggi yang bisa mengganggu program diet.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut makanan berkalori tinggi yang perlu dibatasi saat sedang diet.

    1. Minuman Bersoda

    Minuman bersoda cenderung mengandung gula yang sangat tinggi. Gula, seperti halnya karbohidrat lain, memiliki kandungan kalori. Inilah alasan mengapa orang yang sering mengonsumsi minuman bersoda rentan mengalami kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, kandungan gula dalam minuman bersoda juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2.

    2. Gorengan

    Meski tidak mengandung gula, gorengan juga termasuk makanan berkalori tinggi. Kalori gorengan berasal dari minyak, lemak jenuh, dan garam yang digunakan saat memasak makanan tersebut.

    Ketika digoreng di dalam minyak, makanan akan kehilangan kandungan air dan menyerap lebih banyak lemak. Inilah yang menyebabkan makanan yang digoreng memiliki kalori tinggi.

    Kandungan kalori gorengan juga semakin meningkat ketika disantap bersama saus tomat atau mayones yang juga tinggi kalori.

    3. Olahan Daging

    Sama seperti gorengan, produk olahan daging juga cenderung mengandung garam dan lemak yang sangat tinggi. Inilah yang membuat produk olahan daging tergolong makanan berkalori tinggi.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasi produk olahan daging, seperti ham, dendeng, salami, dan frankfurt sebagai kelompok 1 karsinogenik, atau makanan yang dapat memicu kanker. Terlalu sering mengonsumsi olahan daging dikaitkan dengan risiko kanker perut dan usus besar.

    4. Keripik

    Jangan tertipu dengan bentuk keripik yang tipis dan kecil. Sebab, makanan ini memiliki kalori yang cukup tinggi.

    Kalori keripik umumnya berasal dari garam yang digunakan saat memproses mekanan tersebut. Selain itu, keripik cenderung diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak, sehingga semakin meningkatkan kandungan kalorinya.

    5. Roti Tawar

    Makanan yang kerap dijadikan menu sarapan ini tak hanya tinggi kalori, tapi juga mengandung karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana adalah jenis karbohidrat yang cepat dicerna oleh tubuh dan dapat mengakibatkan lonjakan gula darah yang signifikan. Kombinasi inilah yang membuat roti tawar dapat dengan mudah menyebabkan seseorang mengalami kenaikan berat badan.

    6. Es Krim

    ‘Cheat day’ dengan makan es krim? Sebaiknya pikirkan lagi. Pasalnya, es krim termasuk makanan berkalori tinggi yang bisa dengan mudah mengacaukan program diet.

    Kalori es krim berasal dari berbagai macam hal, seperti gula, karbohidrat, lemak, dan bahkan garam. Tak hanya itu, es krim juga mengandung sejumlah kolesterol yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

    7. Kopi Kekinian

    Kopi sejatinya adalah minuman yang rendah kalori. Tapi lain cerita jika kopi ditambahkan dengan susu, krim, atau pemanis tambahan lain.

    Dikutip dari Healthline, kopi latte (kopi yang ditambahkan susu) dapat mengandung hingga 72 kalori. Jumlah tersebut bisa meningkat jika latte ditambahkan dengan perasa, seperti sirup atau bubuk coklat.

    Selain itu, menambahkan gula, susu, dan pemanis dapat merusak khasiat kesehatan yang dimiliki oleh kopi. Jadi jika ingin mendapat manfaat dari minum kopi, hindari menambahkan bahan-bahan tersebut.

    (ath/kna)

    7 Makanan Berkalori Tinggi yang Sering Bikin Diet Gagal, Termasuk Kopi Kekinian

    Sumber : health.detik.com

  • Catat, Ini Jam Makan yang Baik untuk Diet Menurunkan Berat Badan

    Catat, Ini Jam Makan yang Baik untuk Diet Menurunkan Berat Badan

    Jakarta –

    Menurunkan berat badan kerap identik dengan membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, ada banyak faktor yang sebenarnya tak kalah penting untuk diperhatikan. Salah satunya memilih jam makan yang baik untuk diet.

    Selama beberapa tahun terakhir, para peneliti telah menganalisa berbagai aspek yang memengaruhi penurunan berat badan. Salah satu hasil penelitian tersebut menemukan jam makan tertentu dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap proses diet.

    Lantas, kapan dan bagaimana cara makan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut jam makan yang baik untuk diet saat sarapan, makan siang, dan makan malam.


    1. Sarapan

    Banyak orang beranggapan melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Namun sebaliknya, sarapan justru merupakan waktu makan yang amat krusial bagi seseorang yang sedang diet.

    Mengonsumsi menu sarapan yang tepat tidak hanya memberikan energi, tapi dapat menentukan kecenderungan makan selama seharian. Sejumlah studi menunjukkan pola makan tinggi protein dan serat saat sarapan dapat meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan mengurangi asupan kalori selama seharian.

    Lantas, kapan waktu sarapan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari Parade, para peneliti sepakat waktu sarapan terbaik adalah satu hingga dua jam setelah bangun tidur, atau 12 jam setelah waktu makan terakhir.

    Selain makan di waktu yang tepat, usahakan untuk mengonsumsi menu sarapan yang terdiri dari makanan kaya nutrisi.

    2. Makan Siang

    Jam makan siang seringkali diisi dengan makanan berat dalam porsi yang lebih banyak. Kebanyakan orang cenderung overeating atau makan secara berlebihan saat makan siang.

    Bagi orang yang sedang menurunkan berat badan, waktu makan siang terbaik adalah sekitar 4-5 jam setelah sarapan. Dikutip dari laman Northwestern Medicine, hal ini dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mencegah makan secara berlebihan.

    3. Makan Malam

    Pemilihan waktu makan malam dapat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pengelolaan berat badan. Pasalnya, makan setelah jam tertentu dapat menyebabkan penambahan berat badan dan lingkar pinggang.

    Para peneliti setuju bahwa waktu terbaik untuk makan malam adalah pada pukul 2-3 jam sebelum tidur. Usahakan untuk makan malam lebih awal, sekitar pukul 16.00 atau 17.00. Namun jika terpaksa makan lebih larut, atur porsinya agar tidak berlebihan.

    (ath/up)

    Catat, Ini Jam Makan yang Baik untuk Diet Menurunkan Berat Badan

    Sumber : health.detik.com

  • Catat, Ini Jam Makan yang Baik untuk Diet Menurunkan Berat Badan

    Catat, Ini Jam Makan yang Baik untuk Diet Menurunkan Berat Badan

    Jakarta –

    Menurunkan berat badan kerap identik dengan membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, ada banyak faktor yang sebenarnya tak kalah penting untuk diperhatikan. Salah satunya memilih jam makan yang baik untuk diet.

    Selama beberapa tahun terakhir, para peneliti telah menganalisa berbagai aspek yang memengaruhi penurunan berat badan. Salah satu hasil penelitian tersebut menemukan jam makan tertentu dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap proses diet.

    Lantas, kapan dan bagaimana cara makan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut jam makan yang baik untuk diet saat sarapan, makan siang, dan makan malam.


    1. Sarapan

    Banyak orang beranggapan melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Namun sebaliknya, sarapan justru merupakan waktu makan yang amat krusial bagi seseorang yang sedang diet.

    Mengonsumsi menu sarapan yang tepat tidak hanya memberikan energi, tapi dapat menentukan kecenderungan makan selama seharian. Sejumlah studi menunjukkan pola makan tinggi protein dan serat saat sarapan dapat meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, dan mengurangi asupan kalori selama seharian.

    Lantas, kapan waktu sarapan terbaik untuk menurunkan berat badan? Dikutip dari Parade, para peneliti sepakat waktu sarapan terbaik adalah satu hingga dua jam setelah bangun tidur, atau 12 jam setelah waktu makan terakhir.

    Selain makan di waktu yang tepat, usahakan untuk mengonsumsi menu sarapan yang terdiri dari makanan kaya nutrisi.

    2. Makan Siang

    Jam makan siang seringkali diisi dengan makanan berat dalam porsi yang lebih banyak. Kebanyakan orang cenderung overeating atau makan secara berlebihan saat makan siang.

    Bagi orang yang sedang menurunkan berat badan, waktu makan siang terbaik adalah sekitar 4-5 jam setelah sarapan. Dikutip dari laman Northwestern Medicine, hal ini dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mencegah makan secara berlebihan.

    3. Makan Malam

    Pemilihan waktu makan malam dapat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap pengelolaan berat badan. Pasalnya, makan setelah jam tertentu dapat menyebabkan penambahan berat badan dan lingkar pinggang.

    Para peneliti setuju bahwa waktu terbaik untuk makan malam adalah pada pukul 2-3 jam sebelum tidur. Usahakan untuk makan malam lebih awal, sekitar pukul 16.00 atau 17.00. Namun jika terpaksa makan lebih larut, atur porsinya agar tidak berlebihan.

    (ath/up)

    Catat, Ini Jam Makan yang Baik untuk Diet Menurunkan Berat Badan

    Sumber : health.detik.com

  • Cara Diet Kentang untuk Turunkan BB dengan Cepat, Tertarik Coba?

    Cara Diet Kentang untuk Turunkan BB dengan Cepat, Tertarik Coba?

    Jakarta –

    Tak sedikit orang yang melakukan diet ketat untuk memperoleh berat badan ideal dalam waktu singkat. Di sisi lain, mereka menginginkan diet dengan tetap konsumsi makanan sehat. Karena itu, diet kentang banyak dipilih.

    Diet kentang menawarkan metode penurunan berat badan dalam waktu cepat. Ini dilakukan dengan hanya mengkonsumsi kentang saat diet berlangsung selama beberapa hari.

    Dilansir Verywell Fit, orang yang telah menjalani diet kentang mengklaim berat badan mereka berhasil turun sekitar 0,45 kg per minggu. Sebab itu, tak sedikit yang tertarik dengan metode diet ini. Jadi, apakah kamu mau coba diet kentang? Simak cara melakukannya berikut.


    Cara Diet Kentang untuk Turunkan Berat Badan

    Sesuai namanya, diet kentang dilakukan dengan hanya memakan kentang selama beberapa hari. Tim Steele yang mempopulerkan kembali diet kentang pada 2016 lewat bukunya memiliki aturan bahwa diet ini berlangsung selama 3-5 hari.

    Dalam diet ini, kentang menjadi sumber karbohidrat dan kalori utama. Kentang juga berperan sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

    Makanan lain termasuk bumbu, saus, dan minyak apapun tidak diizinkan. Garam boleh digunakan tapi lebih baik dihindari. Dan hanya bisa minum air putih, teh, atau kopi hitam.

    Metode memasak kentangnya juga mesti diperhatikan. Tidak dianjurkan menggoreng kentang, hanya boleh direbus atau dipanggang. Tentunya produk kentang olahan seperti french fries atau keripik kentang tidak boleh.

    Konsumsi obat selama diet kentang diperbolehkan sesuai arahan dokter. Akan tetapi, suplemen makanan tidak diperkenankan. Olahraga berat juga tidak dianjurkan, sebaliknya bisa lakukan olahraga ringan atau berjalan kaki.

    Variasi diet yang mirip bernama Spud Fit Challenge juga dibuat oleh Andrew Taylor. Metode dietnya ini memperbolehkan makan ubi jalar. Untuk bumbu, rempah-rempah, dan kondimen bebas lemak juga diizinkan asalkan dalam jumlah sedikit.

    Diet kentang memiliki aturan yang sangat membatasi. Karenanya, diet ini tidak cocok untuk diterapkan dalam jangka panjang.

    Manfaat Diet Kentang

    Selain dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat, ada beberapa manfaat lain dari diet kentang, dikutip Healthline.

    1. Gizi Kentang Cukup Lengkap

    Walau hanya memakan kentang selama program diet, ternyata kandungan gizi kentang cukup lengkap. Kentang menjadi sumber vitamin dan mineral penting, seperti vitamin C, potasium, folat, dan zat besi.

    2. Kentang Tinggi Serat

    Kentang juga memiliki serat yang tinggi. Setiap 100 gram kentang rebus tanpa garam mengandung 1,8 gram serat. Serat dapat membuat kenyang lebih lama dan bisa menjaga kesehatan pencernaan.

    3. Mudah Diikuti

    Diet kentang cukup mudah dilakukan karena aturannya yang terbilang sederhana. Dengan begitu, orang dapat dengan mudah mengikutinya.

    4. Harga Kentang Terjangkau

    Bahan utama kentang yang digunakan juga sangat mudah didapatkan di Indonesia. Terlebih, harganya cukup terjangkau. Sebab itu, tak sedikit orang yang memilih kentang sebagai alternatif diet.

    Efek Samping Diet Kentang

    Mengandalkan hanya kentang sebagai asupan makanan selama diet disebutkan memiliki efek samping. Berikut efek samping yang mungkin terjadi selama atau setelah diet kentang:

    • Defisiensi protein
    • Hilangnya massa otot
    • Memperlambat metabolisme tubuh
    • Fungsi kekebalan tubuh yang terganggu
    • Sembelit atau kembung
    • Tidak bertenaga dan mudah lesu
    • Anemia
    • Bisa menimbulkan masalah mata dan tulang.

    Orang dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes mesti berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin mencoba diet kentang. Karena bisa menyebabkan kadar gula darah melonjak dengan cepat.

    Diet kentang juga tergolong diet ketat. Karena itu, tidak disarankan untuk dilakukan dalam jangka panjang karena dapat merusak nutrisi yang diperlukan tubuh.

    (azn/fds)

    Cara Diet Kentang untuk Turunkan BB dengan Cepat, Tertarik Coba?

    Sumber : health.detik.com

  • Harus Minum Berapa Cangkir Teh Hijau untuk Pangkas BB? Ini Saran Pakar Nutrisi

    Harus Minum Berapa Cangkir Teh Hijau untuk Pangkas BB? Ini Saran Pakar Nutrisi

    Jakarta –

    Menjaga pola makan dan rutin berolahraga adalah dua hal paling penting dalam proses menurunkan berat badan. Selain itu, mengonsumsi minuman tertentu juga dapat membantu mempercepat pembakaran lemak dan mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

    Salah satunya adalah teh hijau. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi teh hijau dapat membantu menurunkan berat badan dan mengecilkan lingkar pinggang.

    Pertanyaannya, harus minum berapa cangkir teh hijau dalam sehari untuk bisa menurunkan berat badan? Berikut penjelasan dari pakar nutrisi di Balance One Supplements, Trista Best RD.


    Sebelumnya, mari kita telaah dulu khasiat teh hijau dalam menurunkan berat badan. Dikutip dari Eat This, teh hijau adalah minuman penghancur lemak yang kaya akan kandungan antioksidan.

    Sebuah penelitian pada 2021 menyebutkan teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak. Meskipun ini bukan solusi yang instan, menjadikan minum teh hijau sebagai bagian dari rutinitas harian dapat melengkapi pola makan seimbang dan gaya hidup aktif untuk pengelolaan berat badan yang sehat.

    Selain itu, kandungan kafein yang ada pada teh hijau juga turut berperan dalam membantu menurunkan berat badan.

    “Salah satu faktor kuncinya adalah kandungan kafeinnya, stimulan alami yang dikenal untuk meningkatkan metabolisme sementara. Peningkatan laju metabolisme ini dapat memfasilitasi pembakaran lebih banyak kalori, sehingga berkontribusi pada upaya penurunan berat badan,” terang Best.

    Berapa Banyak Teh Hijau yang Harus Diminum untuk Turun BB?

    Lantas, harus minum berapa cangkir teh hijau dalam sehari untuk bisa mendapatkan khasiat tersebut?

    Sebuah penelitian pada 2013 menemukan orang yang mengonsumsi hingga empat cangkir teh hijau dalam sehari dapat mengalami penurunan berat badan, lingkar pinggang, dan tekanan darah yang cukup signifikan. Namun, Best menegaskan setiap orang memiliki jumlah optimal yang berbeda-beda.

    “Menentukan jumlah optimal teh hijau untuk menurunkan berat badan dapat bervariasi berdasarkan faktor individu dan toleransi terhadap kafein. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar tiga hingga lima cangkir teh hijau setiap hari dapat memberikan beberapa manfaat,” ujarnya.

    Best juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsi teh hijau secara berlebihan. Sebab, kandungan kafein pada teh hijau dapat menyebabkan sejumlah efek samping jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, seperti insomnia, gelisah, peningkatan detak jantung, dan masalah pencernaan.

    (ath/naf)

    Harus Minum Berapa Cangkir Teh Hijau untuk Pangkas BB? Ini Saran Pakar Nutrisi

    Sumber : health.detik.com

  • 11 Manfaat Minum Air Lemon di Pagi Hari, Pangkas BB sampai Cegah Penyakit

    11 Manfaat Minum Air Lemon di Pagi Hari, Pangkas BB sampai Cegah Penyakit

    Jakarta –

    Minuman air lemon cukup digemari orang. Rasanya yang menyegarkan menjadikan air lemon sebagai pilihan minuman, tak terkecuali pada pagi hari. Ternyata tak hanya menyegarkan, minum air lemon juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

    Air lemon mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Lantas, apa saja manfaat minum air lemon di pagi hari? Simak artikel berikut.

    Kandungan Air Lemon

    Mengutip Healthline, 1 gelas air lemon yang diperas dari 1 buah lemon mengandung:


    • 10,6 kalori
    • 21% dari kebutuhan vitamin C harian
    • 2% dari kebutuhan folat (vitamin B9) harian
    • 1% dari kebutuhan potasium harian
    • 1% dari kebutuhan vitamin B1 harian
    • 1% dari kebutuhan vitamin B5 harian
    • 0,5% dari kebutuhan vitamin B2 harian.

    Manfaat Minum Air Lemon

    Berikut manfaat minum air lemon di pagi hari.

    1. Menghidrasi Tubuh

    Kementerian Kesehatan menganjurkan orang dewasa mengonsumsi sekitar 8 gelas (sekitar 2 liter) air per hari. Memenuhi kebutuhan air harian sangat penting untuk menghindari dehidrasi.

    Jika tak suka minum air putih saja yang rasanya hambar, detikers bisa menambahkan perasan air lemon agar lebih rajin minum air.

    2. Sumber Asupan Vitamin C

    Buah citrus seperti lemon kaya akan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan membantu melawan radikal bebas dalam tubuh sehingga tubuh terhindari dari inflamasi dan berbagai penyakit.

    Selain itu, vitamin C juga berperan dalam metabolisme protein, memproduksi hormon, dan menyerap zat besi.

    Kekurangan vitamin C akan menyebabkan kelelahan, insomnia, kulit kering, dan meningkatkan risiko tubuh terkena infeksi.

    Minum air lemon di pagi hari bisa membantu menurunkan berat badan, lho. Sebab, hal ini meningkatkan rasa kenyang, sehingga mendorong kita untuk makan lebih sedikit.

    Air lemon mengandung kalori dan nutrisi bagi tubuh, sekaligus membuat kita mengurangi asupan kalori berlebih dari makanan.

    4. Melancarkan Pencernaan

    Air lemon mengandung asam sitrat yang membantu meningkatkan kinerja asam lambung. Asam lambung berperan membantu tubuh memecah dan mencerna makanan.

    Sebagai tambahan, minumlah air lemon yang masih mengandung serat lemon. Serat pada lemon meningkatkan kesehatan usus dan memperlambat pencernaan gula, sehingga menurunkan kadar gula dalam darah.

    5. Mengurangi Hipertensi

    Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, air lemon mengandung zat-zat yang berperan dalam menurunkan angka inflamasi dan stres, serta meningkatkan antioksidan yang mencegah oksidasi kolesterol jahat LDL dan pembentukan plak pada dinding arteri.

    Riset tahun 2014 yang dilakukan oleh Faculty of Health and Welfare Prefectural University of Hiroshima bersama Pokka Sapporo Food and Beverage menunjukkan bahwa konsumsi lemon tiap hari menunjukkan kaitan dengan penurunan tekanan darah.

    Tentunya air lemon saja tidak cukup untuk menurunkan tekanan darah. Demi hasil yang lebih baik, pengidap hipertensi juga perlu rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki.

    6. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Air lemon kaya akan vitamin C yang mampu mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Bukan hanya vitamin C, serat pada lemon juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung secara signifikan.

    7. Mencegah Batu Ginjal

    Batu ginjal adalah butiran kecil yang terbentuk akibat kristalisasi zat sisa di ginjal. Asam sitrat pada air lemon mampu menurunkan risiko batu ginjal karena meningkatkan volume dan pH urine, sehingga batu ginjal tidak bisa terbentuk.

    8. Mengurangi Risiko Anemia

    Anemia bisa terjadi salah satunya karena tubuh kekurangan zat besi. Usus mampu menyerap zat besi heme dengan mudah. Zat besi heme ini terdapat pada daging, ayam, dan ikan. Tetapi, zat besi non heme yang terdapat pada tumbuhan lebih sulit diserap oleh usus.

    Penyerapan zat besi non heme mampu ditingkatkan dengan asupan vitamin C dan asam sitrat dari air lemon.

    9. Menghilangkan Bau Mulut

    Menurut dokter gigi Gavin Laidlaw di situs resminya, air lemon bisa menjadi salah satu cara mengurangi bau mulut. Kandungan asam sitrat dalam lemon meningkatkan produksi saliva dan mengurangi bau mulut

    10. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

    Mengutip Healthshots, air lemon membantu menjaga kesehatan jaringan gusi agar gigi tidak mudah copot. Selain itu, air lemon membantu mencegah gingivitis (pembengkakan gusi).

    11. Mengurangi Stres

    Tak hanya menjaga kesehatan fisik, minum air lemon di pagi hari juga bisa menjaga kesehatan mental. Menurut jurnalis dan penulis Sandi Schwartz di situs Ecohappiness Project, vitamin C yang terkandung di air lemon menurunkan kadar hormon stres.

    Selain itu, vitamin C juga mampu mencegah kerusakan otak akibat hormon stres yang disebut kortisol.

    Saat stres, tubuh mengeluarkan lebih banyak radikal bebas. Vitamin C mengontrol kadar radikal bebas dan memperbaiki tubuh. Jadi, vitamin C pada air lemon membantu melindungi tubuh dari efek stres yang menumpuk.

    Itu dia berbagai manfaat kesehatan meminum air lemon di pagi hari. Perlu diingat, terlalu banyak mengonsumsi air lemon bisa mengikis enamel gigi. Untuk mengurangi risiko ini, sebaiknya minum air lemon melalui sedotan untuk mengurangi kontak dengan gigi. Lalu, berkumurlah dengan air setelahnya.

    (fds/fds)

    11 Manfaat Minum Air Lemon di Pagi Hari, Pangkas BB sampai Cegah Penyakit

    Sumber : health.detik.com

  • 8 Cara Agar Tidak Mudah Lapar Seharian, Cocok untuk yang Lagi Diet

    8 Cara Agar Tidak Mudah Lapar Seharian, Cocok untuk yang Lagi Diet

    Jakarta –

    Ketika perut terasa lapar, hal ini menandakan kalau tubuh membutuhkan energi dari berbagai makanan dan minuman. Meskipun rasa lapar merupakan hal wajar, namun cukup mengganggu jika terus-menerus terjadi, apalagi baru saja selesai makan.

    Kondisi tersebut membuat seseorang jadi lebih sering mengkonsumsi makanan berat dan camilan namun di waktu yang tidak tepat. Jika tidak dihentikan, hal itu bisa membuat berat badan bertambah. Duh!

    Tapi jangan khawatir, sebenarnya ada cara mudah untuk mengatasi perut yang mudah lapar. Lalu, bagaimana caranya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Agar Tidak Mudah Lapar Seharian

    Dilansir Medical News Today, sebenarnya ada sejumlah pil atau suplemen yang dapat menekan nafsu makan sehingga tidak mudah lapar. Akan tetapi, hal ini dapat memicu efek samping.

    Oleh sebab itu, sebaiknya mengatasi rasa lapar dengan memperbanyak makan-makanan sehat dan bergizi. Selain itu, ada sejumlah cara lain yang bisa diikuti, yakni:

    1. Mengkonsumsi Makanan Kaya Serat

    Cara yang pertama adalah dengan mengkonsumsi makanan kaya serat. Sebab, asupan serat tinggi dapat membantu tubuh terasa kenyang sekaligus mengatur nafsu makan.

    Hal ini dibuktikan lewat sebuah penelitian pada 2022 yang mengungkapkan bahwa serat dapat membantu menekan nafsu makan yang sangat efektif. Adapun makanan yang mengandung kaya serat seperti apel, alpukat, kacang almond, dan sayuran.

    2. Makanan Berprotein Tinggi

    Selain mengandung serat, disarankan juga mengkonsumsi makanan berprotein tinggi. Sebab, hal tersebut dapat meningkatkan rasa kenyang serta menurunkan kadar hormon lapar.

    Sejumlah makanan yang mengandung protein tinggi di antaranya daging tanpa lemak dan telur. Selain itu, protein nabati seperti buncis, kacang polong, alpukat dan minyak zaitun juga efektif mengurangi rasa lapar.

    3. Perbanyak Minum Air Putih

    Selain menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, minum air putih juga terbukti dapat menekan rasa lapar dan mengurangi berat badan bagi sebagian orang.

    Bahkan, minum segelas air putih sebelum makan dapat membantu seseorang merasa lebih kenyang, sehingga tidak merasa kelaparan lagi setelah makan.

    Sebuah penelitian pada 2018 lalu mengamati 15 orang yang selalu minum air putih sebelum makan. Hasilnya, ke-15 orang tersebut mengkonsumsi makanan dengan porsi yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak minum.

    4. Makan dengan Perlahan

    Saat lapar, banyak orang yang kerap mengambil porsi dalam jumlah banyak dan makan secara lahap. Padahal, cara tersebut justru tidak baik untuk dilakukan.

    Sebaiknya, konsumsi makanan secara perlahan dan mengambil porsi secukupnya saja. Sebuah studi menunjukkan bahwa makanan yang dikonsumsi secara perlahan akan lebih mengenyangkan daripada yang dimakan secara cepat.

    5. Tidur yang Cukup

    Tak hanya soal mengatur pola makan, menjaga kualitas tidur juga penting dalam membantu mengurangi rasa lapar. Soalnya, kurangnya waktu tidur dapat meningkatkan rasa lapar sekaligus nafsu makan pada seseorang.

    Bagi orang dewasa, dianjurkan memiliki waktu tidur setidaknya 7 jam setiap malam. Cara ini diklaim dapat mengurangi tingkat rasa lapar hingga seharian.

    6. Olahraga Sebelum Makan

    Selain menyehatkan badan, rutin olahraga juga dapat menekan nafsu makan yang efektif. Sebuah penelitian pada 2018 mengungkapkan bahwa olahraga dapat mempengaruhi nafsu makan seseorang.

    Meski begitu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengungkapkan hal ini. Soalnya, ada sejumlah faktor yang justru dapat meningkatkan nafsu makan setelah berolahraga.

    7. Hindari Stres

    Stres, marah, dan sedih ternyata dapat mempengaruhi orang untuk mengkonsumsi banyak makanan. Sebuah penelitian mengungkapkan kalau orang yang sedang stres cenderung ingin menikmati makanan tidak sehat dan dalam porsi besar.

    Maka dari itu, usahakan untuk menghindari stres sejak dini. Cobalah melakukan hal-hal yang positif seperti berolahraga dan mencari waktu luang untuk healing sejenak.

    8. Pilih Camilan Mengenyangkan

    Sebenarnya, sah-sah saja untuk memakan sejumlah camilan. Hal ini bisa dimaklumi karena tak semua orang dapat mengatur rasa lapar dan nafsu makan sepanjang hari.

    Tetapi, sebaiknya pilih camilan yang sehat dan mengenyangkan. Usahakan pilih camilan yang kaya protein ataupun serat karena dapat membantu meningkatkan rasa kenyang.

    Itu dia delapan cara agar tidak mudah lapar seharian. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)

    8 Cara Agar Tidak Mudah Lapar Seharian, Cocok untuk yang Lagi Diet

    Sumber : health.detik.com

  • Bantu Pangkas BB, Ini 5 Makanan Pengganti Nasi yang Cocok untuk Diet

    Bantu Pangkas BB, Ini 5 Makanan Pengganti Nasi yang Cocok untuk Diet

    Jakarta –

    Nasi putih adalah makanan pokok yang sudah sangat melekat dengan masyarakat Indonesia. Tapi bagi orang-orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan, nasi putih justru menjadi salah satu ‘musuh’ yang dijauhi.

    Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, nasi putih mengandung kalori yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menggagalkan diet. Dikutip dari laman resmi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), 100 gram nasi putih dapat mengandung hingga 130 kalori.

    Belum lagi, nasi putih mengandung karbohidrat sederhana yang dapat dengan mudah dicerna. Hal ini membuat tubuh menjadi cepat lapar, sehingga meningkatkan risiko overeating yang dapat membuat berat badan meningkat.


    Karenanya, para pejuang diet biasanya menghindari konsumsi nasi saat sedang program. Lantas, apa saja makanan pengganti nasi yang bisa membantu memenuhi kebutuhan karbohidrat dan energi saat sedang diet? Berikut daftarnya.

    1. Ubi

    Ubi adalah salah satu makanan pengganti nasi yang kerap direkomendasikan untuk orang yang sedang diet. Selain mengandung karbohidrat, ubi juga kaya akan serat yang penting untuk menurunkan berat badan.

    Serat dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Alhasil, nafsu makan menjadi lebih terkendali dan mencegah makan secara berlebihan. Hal inilah yang membantu proses penurunan berat badan.

    2. Singkong

    Sama seperti ubi, singkong juga kaya akan serat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Tak hanya itu, singkong juga mengandung berbagai nutrisi lain yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti melindungi kesehatan kardiovaskular dan mengurangi risiko sindrom metabolik.

    Namun, berhati-hatilah dalam mengolah singkong. Pasalnya, makanan ini mengandung zat glikosida sianogen yang dapat melepaskan sianida dan menyebabkan keracunan. Karenanya, bersihkan singkong dengan baik terlebih dahulu sebelum dimasak.

    3. Quinoa

    Quinoa mungkin merupakan makanan pengganti nasi yang sudah tidak asing bagi para pejuang diet. Quinoa merupakan makanan berbentuk biji-bijian mirip kacang. Quinoa juga sering disebut sebagai ‘superfood’ untuk menurunkan berat badan loh.

    Pasalnya, quinoa mengandun berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, mulai dari karbohidrat, lemak, hingga protein. Quinoa juga rendah gluten, sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang mengidap diabetes atau pradiabetes.

    4. Nasi Merah

    Nasi merah kerap menjadi makanan pengganti nasi untuk diet. Salah satu alasannya karena nasi merah memiliki struktur yang sama dengan nasi putih, sehingga dapat memuaskan keinginan terhadap makanan tersebut.

    Nasi merah juga dapat melancarkan sistem pencernaan dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Ditambah lagi, nasi merah termasuk makanan rendah kalori, sehingga sangat cocok dikonsumsi orang yang sedang diet.

    5. Jagung

    Jagung juga dapat menjadi makanan pengganti nasi yang lebih menyehatkan. Pasalnya, jagung mengandung berbagai macam nutrisi, seperti vitamin B1, B3, B5, B9, vitamin C, serat, magnesium, dan fosfor.

    Jagung juga memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah yang signifikan.

    (ath/naf)

    Bantu Pangkas BB, Ini 5 Makanan Pengganti Nasi yang Cocok untuk Diet

    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Diet Merapat! Ini 5 Camilan Sehat yang Nggak Bikin Perut Makin Buncit

    Pejuang Diet Merapat! Ini 5 Camilan Sehat yang Nggak Bikin Perut Makin Buncit

    Jakarta –

    Camilan kerap dipandang sebagai jenis makanan yang bisa membuat gemuk. Karenanya, orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan cenderung menjauhi makanan tersebut.

    Tapi, berusaha menurunkan berat badan bukan berarti harus mengorbankan camilan. Bahkan, mengonsumsi camilan yang tepat justru dapat mendukung proses penurunan berat badan. Camilan yang sehat dapat membantu tubuh untuk tetap kenyang dalam waktu yang lama, sehingga mencegah makan berlebihan dan berat badan ‘membengkak’.

    Lantas, apa saja camilan yang aman dikonsumsi saat diet dan tidak memicu kenaikan berat badan? Dikutip dari Health, berikut daftarnya.


    1. Pisang dan Selai Kacang

    Kombinasi pisang dan selai kacang merupakan camilan yang sangat cocok dikonsumsi saat sedang diet. Berbagai penelitian menunjukkan kacang dapat membantu mengendalikan trigliserida dan lemak dalam darah, sehingga mendukung penurunan berat badan.

    Di sisi lain, pisang merupakan sumber kalium yang sangat dibutuhkan oleh fungsi saraf dan otot. Tak hanya itu, kombinasi pisang dan selai kacang juga akan memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein tubuh, meningkatkan mood, dan memberikan energi untuk beraktivitas.

    2. Greek Yogurt dengan Raspberry

    Greek yogurt memiliki protein yang lebih tinggi dibandingkan yogurt biasa. Penelitian menunjukkan diet yang tinggi protein dapat membantu tubuh merasa kenyang untuk waktu yang lama.

    Dengan menambahkan raspberry, kebutuhan akan serat juga ikut terpenuhi. Untuk memperkaya rasa, Anda bisa juga menambahkan madu sebagai pemanis alami.

    3. Oatmeal dan Blueberry

    Oat adalah salah satu camilan sehat yang praktis untuk dibuat kapanpun. Oat kaya akan serat yang dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah, mengurangi lemak tubuh, dan menurunkan berat badan. Tambahkan beberapa blueberry untuk mendapatkan rasa manis alami, serat, vitamin C, dan antioksidan.

    4. Telur Rebus

    Meski sederhana, telur rebus termasuk camilan sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Telur rebus mengandung protein tinggi yang mengenyangkan. Kandungan protein tersebut juga membantu menekan nafsu makan dan mencegah makan berlebihan.

    Studi juga menunjukkan diet tinggi protein dapat membantu mempertahankan massa otot dan menurunkan berat badan.

    5. Apel dan Keju

    Apel merupakan sumber serat yang mengenyangkan, sehingga cocok menjadi camilan saat sedang diet untuk menurunkan berat badan.

    Sementara itu, keju kerap dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Bahkan dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2019, peneliti menemukan keju juga dapat melindungi dari risiko diabetes tipe 2. Tapi ingat, pilihlah jenis keju yang rendah lemak agar tidak malah mengacaukan proses penurunan berat badan.

    (ath/kna)

    Pejuang Diet Merapat! Ini 5 Camilan Sehat yang Nggak Bikin Perut Makin Buncit

    Sumber : health.detik.com

  • Pejuang Diet Merapat! Ini 5 Camilan Sehat yang Nggak Bikin Perut Makin Buncit

    Pejuang Diet Merapat! Ini 5 Camilan Sehat yang Nggak Bikin Perut Makin Buncit

    Jakarta –

    Camilan kerap dipandang sebagai jenis makanan yang bisa membuat gemuk. Karenanya, orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan cenderung menjauhi makanan tersebut.

    Tapi, berusaha menurunkan berat badan bukan berarti harus mengorbankan camilan. Bahkan, mengonsumsi camilan yang tepat justru dapat mendukung proses penurunan berat badan. Camilan yang sehat dapat membantu tubuh untuk tetap kenyang dalam waktu yang lama, sehingga mencegah makan berlebihan dan berat badan ‘membengkak’.

    Lantas, apa saja camilan yang aman dikonsumsi saat diet dan tidak memicu kenaikan berat badan? Dikutip dari Health, berikut daftarnya.


    1. Pisang dan Selai Kacang

    Kombinasi pisang dan selai kacang merupakan camilan yang sangat cocok dikonsumsi saat sedang diet. Berbagai penelitian menunjukkan kacang dapat membantu mengendalikan trigliserida dan lemak dalam darah, sehingga mendukung penurunan berat badan.

    Di sisi lain, pisang merupakan sumber kalium yang sangat dibutuhkan oleh fungsi saraf dan otot. Tak hanya itu, kombinasi pisang dan selai kacang juga akan memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein tubuh, meningkatkan mood, dan memberikan energi untuk beraktivitas.

    2. Greek Yogurt dengan Raspberry

    Greek yogurt memiliki protein yang lebih tinggi dibandingkan yogurt biasa. Penelitian menunjukkan diet yang tinggi protein dapat membantu tubuh merasa kenyang untuk waktu yang lama.

    Dengan menambahkan raspberry, kebutuhan akan serat juga ikut terpenuhi. Untuk memperkaya rasa, Anda bisa juga menambahkan madu sebagai pemanis alami.

    3. Oatmeal dan Blueberry

    Oat adalah salah satu camilan sehat yang praktis untuk dibuat kapanpun. Oat kaya akan serat yang dapat membantu menjaga kadar gula dalam darah, mengurangi lemak tubuh, dan menurunkan berat badan. Tambahkan beberapa blueberry untuk mendapatkan rasa manis alami, serat, vitamin C, dan antioksidan.

    4. Telur Rebus

    Meski sederhana, telur rebus termasuk camilan sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Telur rebus mengandung protein tinggi yang mengenyangkan. Kandungan protein tersebut juga membantu menekan nafsu makan dan mencegah makan berlebihan.

    Studi juga menunjukkan diet tinggi protein dapat membantu mempertahankan massa otot dan menurunkan berat badan.

    5. Apel dan Keju

    Apel merupakan sumber serat yang mengenyangkan, sehingga cocok menjadi camilan saat sedang diet untuk menurunkan berat badan.

    Sementara itu, keju kerap dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Bahkan dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2019, peneliti menemukan keju juga dapat melindungi dari risiko diabetes tipe 2. Tapi ingat, pilihlah jenis keju yang rendah lemak agar tidak malah mengacaukan proses penurunan berat badan.

    (ath/kna)

    Pejuang Diet Merapat! Ini 5 Camilan Sehat yang Nggak Bikin Perut Makin Buncit

    Sumber : health.detik.com