Category: Tips Properti

  • Cara Urus Sertifikat Rumah yang Hilang, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya



    Jakarta

    Sertifikat rumah merupakan salah satu surat berharga. Oleh karena itu sertifikat rumah harus disimpan dengan baik. Pertanyaannya jika sertifikat rumah hilang atau hancur, bisakah sertifikat itu diurus kembali?

    Jawabannya bisa. Memang sertifikat baru dapat diterbitkan sebagai pengganti sertifikat yang hilang atas permohonan pemegang hak atas tanah yang namanya tertera dalam sertifikat. Namun ada proses penggantian sertifikat selama 40 hari kerja sesuai ketetapan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

    Lalu, bagaimana cara urus sertifikat rumah yang hilang?


    Untuk mengurusnya, hal tersebut dapat dilakukan di Kantor Pertanahan. Akan tetapi, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

    Dilansir dari website Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), berikut ini syarat-syaratnya:

    1. Menandatangani formulir permohonan dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas meterai
    2. Surat kuasa apabila dikuasakan
    3. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
    4. Fotokopi Sertipikat (jika ada)
    5. Surat Pernyataan di bawah sumpah oleh pemegang hak/yang menghilangkan
    6. Surat tanda lapor kehilangan dari Kepolisian setempat

    Adapun, biaya untuk menerbitkan sertifikat pengganti yang hilang sekitar Rp 350.000 per sertifikat. Rinciannya, Rp 200.000 untuk biaya sumpah, Rp 100.000 untuk biaya salinan Surat Ukur, dan Rp 50.000 untuk biaya pendaftaran.

    Bila berkas yang dibutuhkan sudah lengkap, bagaimana prosedur mengurus sertifikat rumah yang hilang? Buka halaman selanjutnya.

    Adapun, dikutip dari detikJatim yang melansir dari Hukum Online, menurut Irma Devita Purnamasari, SH, M.Kn. dalam buku “Hukum Pertanahan”, ada prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkan sertifikat rumah pengganti.

    Cara untuk Mendapatkan Sertifikat Rumah Pengganti:

    1. Surat laporan kehilangan sertifikat tersebut dari kepolisian setempat. Untuk mengajukan laporan hilang pemohon harus membawa:

    • Fotokopi sertifikat yang hilang (bila ada)
    • Surat keterangan Lurah setempat yang menerangkan bahwa memang benar ada tanah yang tertera dalam fotokopi sertifikat tanah tersebut dan berlokasi di kelurahan itu.

    2. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam surat kabar sebanyak 2×2 bulan

    3. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia sebanyak 2×2 bulan

    4. Fotokopi KTP pemohon yang dilegalisasi

    5. Bukti Kewarganegaraan RI yang dilegalisasi

    6. Bukti Pembayaran Lunas PBB tahun terakhir

    7. Aspek penatagunaan tanah jika terjadi perubahan penggunaan tanah

    Setelah melengkapi seluruh dokumen serta surat kehilangan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian, maka anda dapat segera memblokir sertifikat anda, agar menghindari terjadinya penyalahgunaan sertifikat awal anda oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

    Alur Selanjutnya Melalui Proses Pengajuan, antara lain:

    1. Mengisi berkas permohonan sertifikat pengganti dan melengkapi persyaratan
    2. Pengambilan sumpah pemilik sertifikat di hadapan Kepala Kantor Pertanahan. Setelah itu, BPN akan mengumumkan berita acara pengambilan sumpah ke media. Jika tidak terdapat sanggahan atau gugatan dari orang lain kurang lebih selama satu tahun, maka proses penggantian sertifikat akan dilanjutkan
    3. Jika dokumen telah lengkap, maka pihak BPN akan meninjau kembali lokasi dan melakukan pengukuran ulang untuk memastikan keadaan tanah masih sama dengan yang tertera dalam Buku Tanah dan fotokopi sertifikat pemohon
    4. Penerbitan Sertifikat Pengganti, yang biasanya dapat terbit dalam kurun waktu 3 bulan, setelah permohonan diterima secara lengkap.

    Demikian informasi soal mengurus sertifikat rumah yang hilang. Semoga bermanfaat ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! 5 Penyebab Daun Tanaman Menguning Meski Tersiram Air Hujan


    Jakarta

    Warna pada daun dapat menunjukkan kesehatan dan kesegaran pada tanaman. Warna hijau menandakan kondisi tanaman yang baik dan ternutrisi. Sebaliknya, daun yang menguning menandakan adanya masalah pada tanaman tersebut.

    Masalah tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, tergantung pada faktor lingkungan, iklim, dan perawatan dari pemiliknya. Bahkan tanaman yang letaknya di luar dan tersiram air hujan, bisa menyebabkan daun tanaman menguning.

    Dilansir Gardeners World, berikut beberapa penyebab daun tanaman menguning.


    1. Terlalu Banyak Disiram

    Ternyata tanaman yang tersiram air hujan tetap berpotensi daunnya menguning. Hal ini disebabkan penyiraman yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah seperti pembusukan pada akar, mengganggu penyerapan nutrisi, dan menarik hama mendekat.

    Untuk mengukur kapan tanaman perlu mendapat air adalah dengan mengecek kondisi tanah. Apabila tanah masih terasa lembap, sebaiknya tunggu satu hari lagi untuk menyiram.

    2. Kurang Air

    Selain terlalu banyak air, tanaman yang kekurangan air juga mudah warna daunnya berubah. Pemilik tanaman bisa menggunakan cara yang sama seperti tadi untuk mengecek kelembapan tanah. Apabila sejak awal mengetahui tanaman tersebut menyukai banyak air, letakkan tanaman tersebut dekat dengan sumber air.

    3. Akar Tanaman Tersumbat

    Daun yang menguning bisa juga disebabkan karena akar tanaman tidak bisa bertumbuh atau tersumbat. Biasanya terjadi pada tanaman yang diletakkan di dalam pot. Jika mengalami hal seperti ini, pindahkan tanaman di pot atau tanah yang lebih luas.

    4. Kurang Mendapat Cahaya

    Tanaman membutuhkan cahaya yang baik. Menempatkan tanaman di lokasi yang minim cahaya matahari masuk membuat proses fotosintesisnya terhambat. Seperti yang kita tahu dalam proses menghasilkan klorofil dan energi pada tumbuhan membutuhkan cahaya. Oleh karena itu, banyak daun tanaman arah tumbuhnya mengikuti lokasi di mana cahaya berada.

    5. Kekurangan Nutrisi

    Daun muda yang menguning biasanya disebabkan oleh kekurangan nitrogen, sementara daun yang menguning di bagian tepinya kemungkinan besar disebabkan oleh kekurangan kalium. Daun yang menguning di antara urat daun mengalami kekurangan zat besi

    Nitrogen dan kalium merupakan nutrisi utama yang terdapat dalam pupuk umum. Kekurangan nutrisi sebenarnya dapat diperbaiki dengan menambahkan sumber nutrisi atau memindahkan tanaman ke pupuk yang menyediakan nutrisi tersebut.

    Itulah beberapa faktor yang membuat daun tanaman menguning.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Membersihkan Dapur, Bisa Timbulkan Bau Tak Sedap!


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu bagian rumah yang paling sering digunakan. Seringnya penggunaan dapur di rumah tak ayal membuat ruangan tersebut cepat kotor.

    Penghuni rumah tentunya tidak betah jika bagian dapur kotor. Namun, membersihkan dapur tidak bisa asal-asalan, bukannya bersih nanti yang ada justru semakin kotor.

    Nah, berikut ini ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan dapur. Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Membersihkan Bagian Belakang Perabotan Dapur

    ilustrasi kulkasilustrasi kulkas Foto: Getty Images/asbe

    Banyak penghuni rumah yang lupa membersihkan bagian belakang perabotan dapur, seperti kulkas, oven, serta microwave. Tumpukan debu, sisa makanan, maupun minyak lama-lama bisa sulit dibersihkan apabila didiamkan terlalu lama sehingga menimbulkan bau tak sedap.

    Penghuni rumah bisa membersihkan debu terlebih dahulu lalu bersihkan minyak atau kotoran dengan kain dan semprotan pembersih. Jangan lupa, saat membersihkan kulkas periksa kumparan dan bersihkan debu yang menumpuk untuk mengurangi konsumsi energi.

    2. Terlalu Banyak Pakai Sabun Cuci Piring

    Bukan Sabun Cuci Piring, 4 Bahan Alami Ini Bikin Piring Bersih dan KinclongIlustrasi penggunaan sabun cuci piring. Foto: Getty Images/iStockphoto/robertprzybysz

    Menggunakan banyak sabun cuci piring dianggap bisa membuat peralatan makan semakin bersih. Namun, terlalu banyak menggunakan sabun cuci piring justru bisa meninggalkan residu tipis pada peralatan makan dan permukaan wastafel.

    Residu tersebut bisa membuat tampilan piring menjadi keruh. Cukup menggunakan beberapa tetes sabun cuci piring saja serta dibilas dengan air panas untuk membersihkan residu.

    3. Tidak Membersihkan Tempat Sampah

    In de zorgTempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Sama seperti bagian lainnya, tempat sampah perlu dibersihkan. Sebab jika tidak dibersihkan bisa menimbulkan bau tak sedap hingga menampung bakteri.

    Untuk mencegah hal tersebut, cuci bagian dalam tempat sampah seminggu sekali dengan air sabun hangat dan taburkan baking soda di bagian bawah tempat sampah untuk menyerap bau.

    “Kosongkan tempat sampah secara teratur dan bilas bagian dalam tempat sampah dengan sabun lembut dan air panas untuk menghilangkan sisa-sisa makanan. Gunakan semprotan desinfektan dan biarkan tempat sampah mengering sepenuhnya untuk mencegah penumpukan kelembapan,” ujar pendiri Fresh Tech Maid, Wells Ye, dikutip dari Homes & Gardens, Selasa (8/4/2025).

    4. Mengabaikan Saluran Pembuangan Wastafel

    Water flowing out of a kitchen stainless steel tap into the sink. Wasting water by leaving a chrome faucet tap runningwastafel. Foto: Getty Images/vovashevchuk

    Saluran pembuangan wastafel yang tidak dirawat bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri dan menimbulkan bau tak sedap. Sampah makanan, minyak, maupun buih sabun yang menumpuk bisa menimbulkan potensi penyumbatan saluran pembuangan wastafel.

    Untuk membersihkannya, penghuni rumah bisa menggunakan menuangkan setengah cup baking soda dan satu cup cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Biarkan selama 5-10 menit untuk memecah kotoran dan menghilangkan bau, lalu bilas dengan air mendidih untuk membuang residu.

    5. Tidak Mengganti Spons Cuci Piring

    Spons cuci piringSpons cuci piring Foto: Getty Images/iStockphoto/tadamichi

    Spons cuci piring merupakan salah satu benda yang paling banyak mengandung bakteri di rumah, apalagi jika digunakan dalam waktu yang terlalu lama. Sebaiknya penghuni rumah mengganti spons setiap 1-2 minggu atau jika sudah menimbulkan bau.

    Membersihkan dapur tidak hanya sekadar mengelap permukaan agar tampak bersih dan rapi saja tetapi juga menjaga setiap bagian yang ada. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut bisa menjaga dapur lebih bersih dan mencegah bau tak sedap menguar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bikin Rumah Ramah Kucing Agar Lebih Aman dan Nyaman


    Jakarta

    Pemilik rumah terkadang mempunyai peliharaan di dalam huniannya, salah satu yang paling umum adalah kucing. Nah, sebenarnya kucing mempunyai kebutuhan tersendiri untuk membuatnya merasa nyaman dan aman di dalam rumah.

    Kebanyakan rumah tidak dirancang sesuai dengan kebutuhan kucing. Untuk itu, ada baiknya pemilik membuat rumahnya lebih ramah bagi kucing.

    Lantas, bagaimana cara membuat rumah ramah kucing? Yuk, simak caranya berikut ini.


    Tips Bikin Rumah Ramah Kucing

    Inilah cara membuat rumah menjadi lebih nyaman bagi kucing dikutip dari international cat care.

    1. Tempat Tidur Kucing

    Kucing sering menghabiskan waktunya untuk tidur, sehingga akan lebih baik kalau ada tempat tidur buat mereka. Kucing lebih menyukai tempat yang hangat untuk tidur dan posisinya cukup tinggi.

    Sediakan berbagai pilihan tempat tidur di lokasi yang berbeda, terutama di tempat yang hangat, cerah, dan tenang. Tempat tidurnya tidak harus khusus kucing, karena banyak kucing yang merasa nyaman dengan tempat tidur, kursi, atau sofa milik pemiliknya.

    2. Tiang Garukan Kucing

    Kucing punya kebiasaan menggaruk atau mencakar untuk menjaga cakarnya dan menandai wilayahnya. Rumah yang ada kucing perlu punya tiang garuk atau permukaan garuk lain agar tidak menggaruk perabotan.

    Sediakan tiang garuk yang tinggi agar kucing puas menggaruk secara vertikal dengan rentangan panjang.

    3. Jendela Kecil

    Kucing lebih suka jendela berukuran kecil di ruangan yang lebih redup. Jendela besar bisa membingungkan kucing karena mereka melihat pemandangan luar beserta potensi bahaya.

    Jendela yang kecil memungkinkan kucing buat bersembunyi sambil menjaga wilayah kekuasaan mereka. Sementara itu, jendela berukuran besar membuat mereka berhadapan langsung dengan kucing liar.

    4. Tutupi Bukaan di Rumah

    Setiap rumah membutuhkan sirkulasi udara yang lancar. Meski ada kucing, jangan enggan membuka jendela atau pintu di rumah.

    Pastikan untuk memasang teralis atau penutup khusus pada bukaan di rumah agar bisa mendapat udara segar tanpa khawatir kucing kabur.

    5. Kotak Pasir Kucing

    Letakkan kotak pasir kucing di sudut tersembunyi. Pastikan kotak pasir itu jauh dari makanan dan air, jendela besar, dan area ramai di rumah.

    Selain itu, sebaiknya menyediakan satu kotak untuk setiap kucing di rumah. Lalu, tambahkan satu kotak lagi di tempat yang berbeda agar kucing merasa punya banyak opsi tempat buang air.

    Itulah beberapa tips untuk membuat rumah menjadi ramah kucing. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bingung Tata Letak Dapur? Ini Dua Tipe Populer yang Bisa Dicoba



    Jakarta

    Dapur menjadi salah satu ruangan penting di rumah. Bahkan dapur menjadi salah satu ruangan yang cukup banyak aktivitas yang terjadi.

    Nah untuk memaksimalkan ruang dalam rumah, mendesain tata letak dapur tidak bisa sembarangan. Sebab, tata letak dapur harus menyesuaikan kebutuhan dan ukuran lahan agar memberikan manfaat yang maksimal.

    Merujuk pada buku berjudul ‘Membuat Dapur Idaman’ karya Gilly Love yang diterbitkan pada tahun 2007, terdapat dua tipe tata letak dapur yang bisa diterapkan di rumah sesuai kebutuhan.


    Dapur Pulau (Kitchen Island)

    Inspirasi kitchen island.Inspirasi kitchen island. Foto: Douglas Friedman via Elle Decor

    Jika kamu menyediakan ruang yang cukup luas untuk dapur, maka bisa gunakan tata letak dapur pulau (kitchen island). Tata letak dapur ini terkesan tradisional karena mengingatkan kita pada dapur di rumah-rumah petani yang luas yang letaknya di bawah tangga. Selain itu, tata letak ini mirip dengan dapur yang biasa digunakan oleh pabrik-pabrik kue.

    Tata letak dapur pulau (kitchen island) memiliki konsep meja dapur yang luas. Biasa dipilih juga oleh para koki untuk memudahkan pekerjaan mereka karena memiliki ruang gerak yang leluasa. Tata letak ini juga bisa dilengkapi dengan sink mungil untuk mencuci sayuran atau bahkan kompor yang tentu saja membutuhkan cooker hood tambahan.

    Selain itu, tipe dapur pulau (kitchen island) juga bisa menjadi “perhatian” para anggota keluarga. Hal ini disebabkan karena siapapun yang memasak akan lebih terlihat di dapur dan menjadi tontonan semua orang. Jika memiliki rumah yang luas serta banyak anggota keluarga, maka tipe dapur ini menjadi asyik untuk bercengkrama seperti makan sembari mengobrol.

    Dapur L atau U

    ilustrasi dapur minimalis dengan batu alam/Nicole Lanteri Design via Homes & Gardensilustrasi dapur minimalis dengan batu alam/Nicole Lanteri Design via Homes & Gardens Foto: Nicole Lanteri Design via Homes & Gardens

    Tata letak dapur U atau L juga banyak dijumpai pada rumah-rumah. Pada tipe ini biasanya membutuhkan dua atau tiga dinding sebagai titik segitiga kerja dapur. Adapun, segitiga kerja dapur adalah posisi wastafel, kompor, dan kulkas. Tipe ini sebetulnya cocok untuk dapur sempit maupun dapur luas. Namun, perlu diingat, seluas apapun dapur, segitiga kerja ini tidak boleh melebihi jarak yang optimum.

    Jika kamu mau meletakkan meja makan di dapur, maka tata letak dapur U atau L ini cocok karena bagian tengah dapur masih ada ruang. Namun, peletakkan meja makan di dapur juga harus cermat agar tidak membuat dapur menjadi semakin sempit. Meja makan di dapur juga harus diatur posisinya agar tidak mengganggu area kerja dapur untuk memasak.

    Itulah dua tipe tata letak untuk mendesain dapur rumah kamu. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Hilangkan Bau Apek di Rumah Usai Ditinggal Mudik


    Jakarta

    Rumah yang ditinggalkan berhari-hari karena perjalanan jauh seperti mudik Lebaran biasanya berisiko muncul bau tak sedap saat pintu rumah kembali dibuka. Baunya seperti bau apek karena rumah lama tidak dibuka atau karena minimnya sirkulasi udara.

    Bau apek tidak bisa dianggap sepele. Bau ini dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni rumah karena bau tersebut berasal dari pertumbuhan jamur di tempat yang lembap. Jamur yang tengah aktif tersebut dapat melepaskan spora dan senyawa organik volatil (VOC) ke udara.

    Menghirup zat-zat ini dapat berpengaruh pada sistem pernapasan seperti muncul gejala seperti batuk, bersin, mengi, dan bahkan memperburuk asma atau alergi.


    Oleh karena itu, setelah pulang mudik, dilansir Cleanpedia, sehabis membuka pintu langsung lakukan hal-hal ini untuk menghilangkan bau apek dari rumah.

    1. Cari Sumber Bau

    Saat kamu mencium bau apek setelah membuka pintu. Coba telusuri seluruh bagian rumah untuk mengetahui sumber bau berasal. Biasanya jamu menyukai tempat lembap seperti kamar mandi, wastafel, area perpipaan, atau keran.

    Untuk lebih akurat, kamu juga bisa mendatangkan ahli yang lebih memahami teknik membersihkan jamur di rumah.

    2. Buka Semua Ventilasi

    Agar spora dari jamur tidak banyak terhirup, lekas buka jendela, pintu, dan ventilasi lainnya di rumah. Biarkan udara segar masuk.

    Buka juga semua gorden dan tirai, untuk membiarkan cahaya matahari masuk! Jangan lupa untuk membuka ruang tertutup seperti lemari, kabinet, dan lemari pakaian untuk menghindari pertumbuhan jamur.

    3. Nyalakan Kipas Angin dan Dehumidifier

    Untuk mempercepat udara segar masuk ke dalam rumah dan mendorong udara panas, coba menyalakan kipas. Sementara untuk mengurangi udara lembap di rumah bisa menggunakan alat dehumidifier.

    4. Bersihkan Rumah

    Rumah yang ditinggal selama beberapa hari pasti berdebu meskipun ruangan dalam keadaan tertutup. Tumpukan debu juga bisa menjadi sarang berkembangbiak jamur. Bersihkan rumah dengan menggunakan sapu, penyedot debu, atau dilap.

    5. Letakkan Lemon

    Aroma lemon dapat membuat rumah terasa lebih segar. Daripada membeli produk instan, coba buat aroma lemon alami dengan cara merebus kulit lemon di panci berisi air. Kemudian, tunggu hingga aroma tercium. Baru setelah itu letakkan jeruk tersebut di beberapa area di rumah.

    6. Soda Kue

    Ada cara instan lain untuk menghilangkan bau apek di rumah yakni dengan sepiring soda kue yang dapat menyerap bau. Untuk area tertutup yang lebih kecil seperti lemari, lemari memakai sepiring kecil soda kue juga sudah cukup. Tunggu salaam 24 jam sampai kelembapan terserap maksimal.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Sabun Cuci Piring Habis? Tenang, Coba Gunakan 4 Bahan Alami Ini!



    Jakarta

    Mencuci piring bisa dibilang salah satu aktivitas yang sering dilakukan di dapur. Saking seringnya mencuci piring, kadang tidak terasa sabun cuci piring ternyata sudah habis. Dalam keadaan darurat bisa gunakan beberapa bahan alami sebagai pengganti sabun cuci piring.

    Melansir dari situs The Spruce, Selasa (08/04/2025), berikut 4 bahan alami yang bisa digunakan untuk mencuci piring.

    Soda Kue

    Soda kue dikenal sebagai bahan yang memiliki sifat abrasif yang lembut. Hal ini menjadikan soda kue sebagai pembersih yang baik, bahkan bisa membantu mengendalikan bau.


    Cuka Putih Suling

    Kualitas asam dari cuka putih suling dapat menghilangkan sisa minyak pada piring. Caranya isi mangkuk dengan ½ cangkir cuka lalu bilas pada piring yang penuh noda.

    Air Jeruk Lemon

    Sama seperti cuka, air jeruk lemon mengandung asam ringan yang dapat menghilangkan sisa-sisa makanan di piring. Gunakan ½ cangkir air jeruk lemon sama seperti menggunakan cuka. Namun, pastikan untuk menyaring air jeruk lemon agar tidak ada ampas yang tersisa. Supaya saat mencuci piring kamu tidak menemukan ampas kering.

    Bubuk Minuman Jeruk

    Jika tidak ada air lemon atau jeruk lemon langsung, kamu bisa gunakan bubuk minuman jeruk sebagai penggantinya.

    Itu dia 4 bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mencuci piring. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagian-bagian Penting Kitchen Set dan Fungsinya di Dapur



    Jakarta

    Kitchen set lahir dari adanya kebutuhan fasilitas yang dapat mewadahi penyimpanan, pencucian, hingga pekerjaan yang ada di dapur. Fasilitas penyimpanan terwujud dalam lemari kabinet dan kulkas, fasilitas cuci terwadahi dalam kitchen sink, sedangkan fasilitas kerja terakomodasi melalui table top, kompor, dan microwave.

    Tingkat kesehatan, keamanan, dan kenyamanan pun bisa meningkat jika menggunakan kitchen set. Selain berfungsi membuat dapur lebih rapi, kitchen set juga dapat didesain semenarik mungkin sehingga dapur bisa terlihat lebih indah dan menawan.

    Melansir dari buku ’46 Inspirasi Desain Kitchen Set’ karya Yunus Aryanto yang terbit pada tahun 2008, kitchen set terdiri dari beberapa bagian yakni:


    Lemari Kabinet

    Lemari kabinet merupakan bagian dari kitchen set yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai peralatan dapur serta kebutuhan memasak lainnya. Berdasarkan letaknya, lemari kabinet terbagi menjadi dua, yaitu lemari kabinet atas dan lemari kabinet bawah.

    Table Top/Counter Top

    Table top atau counter top merupakan bagian dari kitchen set yang berfungsi sebagai meja kerja untuk melakukan pekerjaan persiapan memasak sebelu diolah dengan kompor. Table top harus memiliki bahan atau material yang kuat, bersifat antigores, tahan panas dan air, serta mudah dibersihkan.

    Adapun merujuk pada buku berjudul “Menata Dapur Minimalis” karya Anita Rahmatia dan Putri Dwimirnani, terdapat standar internasional ketinggian counter yang berada di antara 85 – 90 cm. Namun, menurut Gilly Love pada bukunya berjudul “Membuat Dapur Idaman”, ukuran 90 cm mungkin tidak cocok bagi orang jangkung atau pendek yang membuat mereka tidak nyaman bekerja di dapur. Maka,solusinya adalah menerapkan furnitur custom-built atau unit yang bagian dudukannya bisa diatur ketinggiannya.

    Sementara itu, jarak antara top counter dengan kabinet di atasnya pastikan berada pada kisaran 45 – 50 cm.

    Kitchen Sink

    Kitchen sink merupakan salah satu elemen penting pada kitchen set karena berfungsi sebagai tempat mencuci, baik itu bahan makanan ataupun peralatan memasak. Sink memiliki banyak jenis, misalnya sink mangkuk tunggal, sink ganda, sink permanen, maupun sink nonpermanen (yang dapat dilepas).

    Cookerhood

    Cookeerhood merupakan bagian kitchen set yang memiliki fungsi sebagai alat pengisap asap maupun uap dari hasil memasak. Fungsi cookerhood adalah menjadikan udara di ruang dapur lebih bersih dan segar.

    Kulkas

    Kitchen set ada yang memiliki ruang untuk kulkas yang berfungsi sebagai tempat menyimpan sekaligus mendinginkan makanan dan minuman sehingga lebih tahan lama dan tidak cepat busuk.

    Kompor

    Kompor termasuk elemen penting pada kitchen set yang memiliki fungsi sebagai alat memasak. Terdapat dua jenis kompor, yakni kompor portable dan kompor tanam. Selain itu, ada juga kompor induksi yang lagi tren karena tidak menggunakan api.

    Microwave

    Microwave termasuk alat pendukung kitchen set berupa alat elektronik yang digunakan untuk menghangatkan makanan. Penggunaan microwave juga harus diperhatikan karena butuh energi listrik yang besar. Walau demikian, microwave tidak harus selalu ada pada kitchen set.

    Sebagai salah satu fasilitas di dapur yang sering digunakan, pemilihan material pada kitchen set juga harus diperhatikan. Terlebih lagi jika itu dapur kotor atau dapur basah yang sangat rentan dengan kotoran, asap, dan minyak tentu memerlukan material dan finishing yang berbeda dengan dapur kering yang jarang terjadi kegiatan memasak.

    Masih merujuk pada buku yang sama, terdapat beberapa pilihan material dan finishing untuk bagian-bagian kitchen set, yaitu:

    Pilihan Material Dasar Lemari Kabinet

    • Kayu solid
    • Multipleks
    • Teakwood
    • Medium Density Fiberboard (MDF)
    • Particle board

    Pilihan Finishing Tempel Lemari Kabinet

    • Tacon
    • Formika
    • Veneer
    • Decosheet
    • High Pressure Laminate (HPL)
    • Akrilik
    • High gloss panel

    Pilihan Finishing Oles Lemari Kabinet

    • Politur
    • Melamik
    • Cat duko
    • Cat kayu

    Pilihan Material Alas Table Top

    • Keramik
    • Stainless steel
    • Kaca
    • Solid surface
    • Granit
    • Marmer

    Itu dia penjelasan mengenai kitchen set yang berguna untuk memaksimalkan dapur kamu. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Harga Rumah dekat Masjid Belum Tentu Lebih Murah!



    Jakarta

    Indonesia merupakan negara dengan mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Rumah ibadah umat Muslim yakni masjid dan musala jumlahnya ratusan ribu di sini. Lokasinya pun kebanyakan berada di tengah-tengah permukiman masyarakat.

    Namun, ada beberapa kekhawatiran yang muncul, jika rumah berada di dekat masjid atau musala disebut dapat mempengaruhi harga jual rumah tersebut. Bahkan ada yang menyebut jika ingin membeli rumah murah, kita bisa mencari rumah yang berada di dekat masjid atau musala. Apakah benar demikian?

    Menurut Pengamat Properti Anton Sitorus, tidak semua rumah yang berada di dekat masjid dan musala atau rumah ibadah lain bisa dijual dan dibeli murah. Sebab, pasar properti itu unik. Penentuan harga atau nilai properti tersebut akan berbeda-beda tergantung pada lokasi, waktu pembelian, kebutuhan pemilik rumah, hingga kondisi bangunannya.


    “Ciri khas properti itu, unik. Walaupun di lokasi yang sama, di jalan yang sama, di lokasi daerah yang sama. Itu bisa berbeda value-nya karena kita nggak bisa megeneralisasi, pukul rata semua begitu, nggak bisa,” kata Anton saat dihubungi detikProperti, Selasa (8/4/2025).

    Anton menyampaikan besar atau kecil nilai sebuah properti ditentukan oleh permintaan (demand) dan pasokan (supply).

    “Tergantung kondisi setempat. Jadi, kalau misalnya dia (rumah) memang berada di lokasi perumahan yang elit misalnya gitu ya, dia demand-nya tinggi di daerah itu, ya pasti harganya naik. Tiap lokasi bisa berbeda-beda. Makanya kalau properti itu, saya dibilang unik,” jelasnya.

    Ia memberikan contoh rumah yang posisinya hook bisa saja dijual dengan harga berbeda. Bisa saja rumah hook yang berada di ujung jalan yang buntu harganya lebih murah daripada rumah hook di jalan yang sama tetapi lokasinya dekat dengan jalan raya yang lebih mudah akses keluar masuknya.

    Begitu pula dengan rumah dekat masjid atau musala, ada yang merasa rumah dekat rumah ibadah tidak nyaman, dan ada yang justru mengincar posisi tersebut.

    “Semua itu harus kita lihat kasus per kasus, kondisinya seperti apa, dan juga bagaimana kebudayaan, faktor sosial, di daerah itu sangat berpengaruh. Kalau misalnya di satu daerah yang masyarakatnya religius, mungkin malah kalau rumahnya di samping masjid, malah tinggi nilainya,” tuturnya.

    Senada, CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengungkapkan nilai properti rumah di dekat masjid atau musala tergantung pada siapa pembelinya. Apabila kalau pembelinya seorang Muslim kemungkinan rumah tersebut dapat terjual dengan harga yang sesuai dengan pasar. Namun, apabila calon pembelinya bukan seorang Muslim, akan ada pertimbangan, terutama mengenai pengeras suara masjid yang akan sering digunakan untuk mengumandangkan adzan.

    “Pada dasarnya tergantung mayoritas penghuninya. Konsumen mayoritas non muslim, sering tidak mau berdekatan dengan masjid karena dianggap suara speaker mengganggu,” ujar Ali.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Harus Mencuci Gorden? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Penggunaan gorden atau tirai di rumah diperlukan untuk menyaring sinar matahari yang masuk serta menjaga privasi penghuni di dalamnya. Sama seperti barang-barang lainnya, gorden juga perlu dicuci karena mudah kotor.

    Pada gorden yang panjang hingga menyentuh lantai lebih rawan kotor karena bisa mengumpulkan debu dari waktu ke waktu. Beberapa material gorden juga rentan kotor.

    Lantas, seberapa sering perlu mencuci gorden?


    Dilansir dari The Spruce, mencuci gorden sangat tergantung dari jenis dan bahannya. Tak hanya itu, penempatan gorden juga bisa menentukan seberapa sering pencucian diperlukan. Contohnya, gorden yang ada di kamar tamu bisa dicuci setahun sekali.

    Idealnya, gorden dicuci setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika di rumah ada hewan peliharaan atau dekat pinggir jalan, sebaiknya gorden dicuci setiap tiga bulan sekali.

    “Khususnya gorden dapur, mungkin perlu dicuci lebih sering-sekitar setiap dua hingga tiga bulan-karena gorden menyerap minyak, partikel makanan, dan bau dari masakan. Seiring waktu, penumpukan itu dapat mengubah warna kain dan menyebabkan bau tak sedap di ruangan,” kata pendiri Maid Brigade, Robin Murphy, dikutip dari The Spruce, Rabu (9/4/2025).

    Gorden Jenis Apa yang Harus Dicuci?

    Gorden dengan bahan katun, linen, dan poliester bisa dicuci di rumah. Sementara untuk gorden tipis sebaiknya dicuci dengan siklus pencucian yang lembut dan dengan air dingin.

    Di sisi lain, untuk gorden bahan sutra, beludru, campuran wol, maupun yang berbahan tebal sebaiknya dicuci dengan menggunakan jasa profesional. Sebab, gorden dengan bahan tersebut bisa menyusut, kehilangan bentuk, atau rusak jika dicuci di rumah.

    Sekarang sudah tahu ‘kan detikers kalau gorden juga perlu dicuci. Jangan lupa untuk dicuci ya untuk gorden yang ada di rumah!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com