Category: Tips Properti

  • Menaruh Tanaman di Dapur Bisa Bikin Layu! Ini Alasannya



    Jakarta

    Menyimpan tanaman di dapur memang dapat menambah keindahan dan menciptakan suasana yang positif dan segar. Namun bukan berarti menempatkan tamanan di dapur tidak ada risiko.

    Menurut penelitian dari Universitas Chapman, seperti dikutip dari situs Backyard Boss, tanaman hijau memang dapat mengurangi stress serta meningkatkan fokus dan kreativitas. Sehingga, tanaman memang kerap ada di berbagai ruangan di rumah.

    Tanaman juga mampu menjernihkan udara karena kemampuannya menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen.


    Namun, menyimpan tanaman di dapur justru berisiko bagi tanaman itu sendiri. Saat memasak menimbulkan udara panas yang menyebar di seluruh ruangan dapur. Suhu tinggi dari udara panas ini bisa membuat tanaman stress dan sulit untuk tumbuh subur. Selain itu, panas berlebih juga bisa membuat daun tanaman kering bahkan terbakar.

    Selain udara, terdapat hal lain yang membahayakan tanaman yaitu minyak dan partikel bekas memasak dapat bertebaran melalui udara lalu hinggap pada daun tanaman menyebabkan pori-pori daun tersumbat. Hal ini dapat mencegah sinar matahari menyerap ke dalam daun tanaman akhirnya menghambat proses fotosintesis.

    Residu partikel minyak tersebut juga bisa menumpuk di tanah hingga memengaruhi kemampuan air untuk mengalir dengan baik pada tanaman. Hal inilah yang juga membuat tanaman menjadi tidak sehat.

    Oleh karena itu, untuk mencegah tanaman semakin tidak sehat, sebaiknya jauhi tanaman dari kompor atau oven. Letakkan tanaman di dekat jendela agar terkena sinar matahari. Saat memasak upayakan selalu membuka jendela dan pintu agar aliran udara lancar. Bersihkan daun dengan kain lap dan ganti tanah secara teratur untuk membersihkan penumpukkan residu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Gagal Rawat Tanaman? Mungkin Saatnya Beralih ke Tanaman Palsu


    Jakarta

    Banyak orang suka memajang atau memelihara tanaman di dalam rumah agar terasa asri dan sehat. Sayangnya, terkadang tanaman tidak terurus dengan baik, hingga akhirnya kering dan mati.

    Selain itu, ada saja kondisi yang bikin penghuni rumah nggak cocok pelihara tanaman. Misalnya penghuni punya riwayat alergi atau hewan peliharaan.

    Namun, penghuni rumah masih bisa memajang tanaman palsu, kok! Tanaman palsu dapat memberi kesan asri tanpa perlu repot-repot dirawat.


    Lantas, apa saja pertanda lebih baik pajang tanaman palsu ketimbang yang asli ya? Simak ulasannya berikut ini, dikutip dari Better Homes and Gardens.

    7 Pertanda Lebih Baik Pajang Tanaman Palsu di Rumah

    Inilah beberapa ciri-ciri hunian yang sebaiknya memajang tanaman palsu daripada yang asli.

    1. Tanaman Sulit Dipelihara

    Ada tanaman yang kurang cocok dipelihara indoor karena memerlukan intensitas cahaya dan kelembapan tertentu yang hanya ada di luar ruangan. Namun, kalau sangat menyukai tanaman itu, pemilik rumah bisa beralih ke versi palsunya, lho.

    2. Penghuni Jarang di Rumah

    Jika penghuni jarang berada di rumah, sebaiknya memilih tanaman palsu. Penghuni rumah tetap bisa mendapatkan suasana rumah yang asri dari tanaman palsu tanpa perlu repot-repot merawatnya.

    3. Ada Hewan Peliharaan

    Beberapa tanaman indoor populer ternyata beracun bagi hewan peliharaan, lho. Daripada hewan peliharaan keracunan atau mengalami iritasi kulit, ada baiknya memilih tanaman palsu saja.

    4. Penghuni Tidak Pandai Merawat Tanaman

    Jangan bersedih kalau mendapati tanaman sering mati di rumah, pemilik bisa coba beralih ke tanaman palsu. Gunakan tanaman palsu untuk memberi kehijauan pada rumah selagi masih belajar merawat tanaman.

    5. Penghuni Punya Riwayat Alergi

    Sejumlah tanaman indoor dapat memicu alergi pada penghuni rumah. Jika punya riwayat alergi terhadap tanaman tertentu tapi masih ingin memeliharanya, gunakan tanaman palsu saja. Namun jangan lupa untuk rajin membersihkannya dari debu ya.

    6. Penghuni Tidak Suka Kotor dan Serangga

    Tanaman bisa mengundang serangga masuk rumah, lalu media tanam seperti tanah bisa mengotori rumah. Kalau penghuni rumah nggak suka kotor-kotoran dan serangga, tanaman palsu bakal lebih cocok buat dipelihara.

    7. Masih Sewa Tempat Tinggal

    Bagi yang masih menyewa tempat tinggal, mungkin memiliki tanaman asli bakal lebih merepotkan. Sebab, memindahkan tanaman dari satu tempat ke tempat lainnya akan menambah beban bawaan. Selain itu, tanaman asli bisa mengotori rumah sewaan milik orang lain.

    Itulah beberapa pertanda sebaiknya penghuni memajang tanaman palsu daripada memelihara tanaman asli di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 7 Kesalahan Sepele Ini Saat Mencuci Pakaian



    Jakarta

    Mencuci tidak hanya sekadar memasukkan pakaian ke dalam mesin dan mengeluarkannya ketika sudah bersih. Mencuci butuh persiapan dan kehati-hatian, seperti takaran deterjen dan hal lainnya agar pakaian serta mesin cuci tidak rusak.

    Beberapa kesalahan ketika mencuci mungkin wajar dilakukan, tapi beberapa kesalahan ada yang bisa fatal dan merusak pakaian atau mesin cuci itu sendiri. Untuk itu, melansir dari situs Better Homes & Gardens, berikut deretan kesalahan mencuci yang harus dihindari.

    Menggunakan Terlalu Banyak Deterjen

    Menggunakan terlalu banyak deterjen bukan berarti pakaian jadi lebih bersih, justru sebaliknya. Menambahkan deterjen dalam jumlah banyak dapat menghasilkan busa tambahan sehingga pakaian tidak dapat terbilas secara menyeluruh. Akibatnya, pada pakaian masih ada residu lengket yang menarik lebih banyak kotoran, debu, dan bakteri. Oleh karena itu, gunakan deterjen secukupnya.


    Tidak Memilah Jenis Pakaian

    Tidak semua jenis pakaian dapat dicuci secara bersamaan, seperti pakaian warna terang harus dipisah dengan pakaian warna gelap. Bahan pada pakaian tertentu seperti jins, sweater, dan kemeja juga harus dipisah. Handuk, seprai, dan kain tebal juga harus dicuci terpisah.

    Tidak Mengosongkan Kantong

    Pastikan kantong-kantong pada baju atau celana dikosongkan sebelum dicuci. Tisu menjadi salah satu benda yang cukup sering ditemukan pada kantong. Maka, buang semua apa yang ada di kantong untuk menghindari kerusakan pakaian.

    Tidak Menutup Ritsleting

    Ritsleting pada celana dapat tersangkut pada pakaian lain di dalam mesin cuci. Hal ini sangat berisiko menimbulkan kerusakan baik bagi pakaian itu sendiri atau mesin cuci. Oleh karena itu, tutup ritsleting sebelum memasukkannya ke dalam mesin cuci. Pada bra, kencangkan kaitnya agar tidak tersangkut.

    Tidak Membuka Kancing Kemeja

    Kemeja harus dibuka seluruh kancingnya sebelum dicuci. Hal ini agar menghindari kemeja robek. Selain itu, kancing dibuka agar mencegah benang kancing mengendur saat dicuci.

    Tidak Membersihkan Noda Sebelum Mencuci

    Terkadang beberapa pakaian memiliki noda membandel yang tidak mudah hilang jika dicuci hanya dengan mesin cuci. Oleh karena itu, sebelum mencuci, periksa seluruh pakaian khususnya yang memiliki noda. Kemudian, hilangkan dulu nodanya bisa dengan air panas, tepuk-tepuk agar kain tidak rusak, baru setelah noda hilang bisa dicuci kembali di mesin cuci.

    Tidak Membuka Pintu Mesin Cuci

    Setelah selesai mencuci sebaiknya buka pintu mesin cuci agar tidak membuat udara di dalamnya terjebak sehingga jadi lembap. Biarkan terbuka sampai mesin cuci mengering dengan sendirinya. Hal ini agar mesin cuci bebas dari bakteri dan bau.

    Itulah beberapa kesalahan umum saat mencuci. Perhatikan dan jangan diulangi lagi, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Kotor gegara Coretan Krayon? Coba Bersihkan Pakai 6 Bahan Ini


    Jakarta

    Orang tua pasti pernah mendapati dinding rumahnya kotor akibat coretan krayon. Biasanya hal ini terjadi pada keluarga yang memiliki anak kecil usia 10 bulan hingga 4 tahun yang tengah aktif belajar warna, menggambar, dan mencoret-coret.

    Anak-anak tersebut pasti sudah diingatkan untuk mencoret di kertas gambar atau media yang mudah dihapus. Namun, anak-anak kerap penasaran dengan sekitarnya. Melihat dinding yang polos seperti kertas, mereka merasa bisa mencoret di sana.

    Apabila kalian mengalami hal seperti ini, tenang, biarkan anak-anak mencoret-coret sepuasnya. Sebab, krayon sebenarnya bisa dihilangkan, bahkan tanpa harus membeli cat baru untuk menutupi nodanya. Pastikan dahulu, krayon yang dibeli memang mudah dihapus. Biasanya di kemasannya terdapat label “washable” atau “erasable”.


    Dilansir The Spruce, berikut beberapa bahan yang bisa digunakan untuk menghapus krayon di dinding.

    Cara Menghilangkan Noda Krayon Di Dinding

    1. Spons Melamin atau Magic Spons

    Saat ini ada produk bernama spons melamin atau sering juga disebut dengan magic spons. Benda satu ini benar-benar seperti namanya bisa menghilangkan noda-noda membandel seperti sulap. Bahan yang dipakai oleh spons ini memiliki bahan abrasif mikroskopis yang membuatnya berfungsi seperti amplas yang sangat halus saat basah sehingga bisa menghapus noda krayon.

    Spons satu ini cocok untuk membersihkan noda krayon pada dinding dengan finishing glossy atau satin. Cat dengan finishing matte bisa gampang rusak oleh pembersih ini.

    Cara memakainya adalah dengan membasahi spons dengan air lalu gosokkan dengan lembut pada noda. Saat nodanya hilang, jangan gosok lagi dinding tersebut karena dapat merusak dinding.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah bisa menghilangkan noda krayon di dinding. Sebab, cara kerjanya di dalam cuka putih mengandung asam yang dapat mengurai lilin dan pigmen pada krayon. Saat membersihkannya, kamu juga tidak perlu menggosok terlalu keras.

    Cara memakainya dengan memasukkan cuka putih ke dalam air, lalu bersihkan noda krayon memakai sikat gigi bersih. Apabila tidak ada sikat gigi, bisa juga gunakan kain mikrofiber.

    3. Odol

    Bahan selanjutnya yang bisa untuk membersihkan noda krayon pada dinding adalah odol. Dalam odol terdapat bahan abrasif yang bisa membersihkan noda. Namun, perhatikan jenis odolnya. Pastikan memakai jenis odol putih biasa, tidak berwarna, tidak mengandung gel gar tidak mengotori dinding.

    Cara membersihkannya cukup dengan memakai sedikit odol ke jarimu, lalu gosokkan ke noda. Ambil sikat gigi lalu gosok noda tersebut hingga menghilang. Bersihkan sisa odol dengan kain lembab, lalu biarkan dinding mengering.

    4. Pengering Rambut

    Selain bahan yang abrasif, ternyata panas dari pengering rambut juga bisa membersihkan noda krayon pada dinding. Sebab, panas tersebut dapat melelehkan lilin pada krayon. Pastikan suhu pengering rambut yang digunakan rendah agar tidak merusak dinding. Setelah lilin mulai meleleh, bersihkan dengan tisu kertas. Lakukan ini dengan cepat agar nodanya tidak menetes dan melebar ke mana-mana.

    5. Soda Kue

    Selain cuka putih, soda kue juga ampuh membersihkan noda krayon pada dinding. Tambahkan beberapa sendok makan soda kue ke dalam mangkuk kecil, lalu tambahkan air secukupnya untuk membuat campuran kental dan konsistensinya seperti odol. Lalu, ambil lap basah untuk menggosok dinding yang terkena noda krayon secara lembut. Setelah krayon hilang, bersihkan area tersebut dengan lap basah dan biarkan mengering.

    6. Kaos dan Setrika

    Cara ini hampir mirip dengan pengering rambut. Panas dapat melelehkan lilin pada krayon. Namun, panas tersebut tidak boleh terkena langsung pada dinding, nanti cat dapat mengelupas. Oleh karena itu, harus memakai kaos atau kain yang tidak begitu tipis sebagai bantalan. Letakkan kain tersebut di atas noda krayon, gunakan serika dengan api sedang di atas noda untuk melelehkan dan mengangkatnya dari dinding ke kain.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Septic Tank Harus Dikuras? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Pemilik rumah perlu tahu kapan septic tank perlu dikuras. Bila tidak, septic tank yang penuh akan menimbulkan risiko berbahaya seperti meledak dan meluap.

    Septic tank berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan rumah, sebagai bagian dari sistem pembuangan rumah. Septic tank berfungsi untuk menampung limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.

    Di tempat septic tank pula terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Karena itu, septic tank berisiko meledak jika tidak rutin dikuras dan minim saluran udara berkualitas. Saluran udara menjamin gas metana bisa dikeluarkan dari septic tank, sementara pengurasan untuk menghindari sumbatan.


    Kapan Waktunya Kuras Septic Tank?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki mengatakan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan. Ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yaitu model konvensional dan biotank.

    1. Septic Tank Konvensional

    Septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah. Kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

    2. Septic Tank Biotank

    Berbeda dengan septic tank konvensional, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. Biotank adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air.

    Di dalam septic tank biotank ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

    Dapat disimpulkan, saat yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini 5 Posisi Pemasangan AC yang Harus Dihindari


    Jakarta

    AC saat ini menjadi salah satu perangkat modern yang banyak digunakan oleh masyarakat. Bukan hanya di rumah, AC juga banyak dipakai di gedung perkantoran, rumah sakit, restoran, hingga kamar mandi.

    Agar AC dapat berfungsi dengan baik, lokasi penempatannya harus tepat. Salah satunya adalah AC harus berada di ruangan yang tertutup sehingga proses pendinginannya cepat dan tidak banyak udara panas dari luar yang masuk.

    Terdapat beberapa lokasi menurut House Digest yang sebaiknya dihindari untuk meletakkan AC, berikut di antaranya.


    1. Dekat Tempat Sampah

    Pemasangan AC sebaiknya tidak dihadapkan langsung ke tempat sampah. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebarkan bau tak sedap dari tempat sampah.

    Bau dari tempat sampah biasanya berasal dari proses pembusukan. Apabila bau tersebut menyebar ke seluruh rumah dan bertahan cukup lama di dalam, tanpa adanya ventilasi dapat berefek pada kesehatan penghuninya.

    Efek jangka pandeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    2. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    Proses pendinginan ruangan akan lebih mudah jika di dalam ruangan tersebut tidak ada sumber panas. Selain itu, AC juga lebih mudah berfungsi apabila ruangan tersebut terisolasi atau tertutup. Ruangan yang di dalamnya terdapat cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka sebaiknya memaksimalkan ventilasi daripada memasang AC. Ventilasi tersebut juga bisa berbentuk kipas angin atau exhaust fan.

    Dekat dengan sumber panas membuat sistem pendingin AC bekerja dua kali lebih keras karena harus membuat ruangan dingin, sementara sumber panas tetap menyala. Maka dari itu, memakai AC di dapur ada posisi khusus penempatannya yakni tidak boleh anginnya mengarah langsung ke kompor.

    3. Tempat Terpanas di Rumah

    Beberapa bangunan pasti memiliki ruangan yang sering terasa pengap atau panas saat masuk ke sana. Hal ini biasanya dikarenakan ruangan tersebut tidak memiliki luas yang cukup, tidak memiliki ventilasi, atau terlalu banyak barang sehingga sirkulasi di dalamnya minim.

    AC dapat membantu mendinginkan ruangan tersebut, tetapi cara kerjanya akan lebih keras karena perbedaan suhu yang jauh. Hal seperti ini jangan dianggap sebagai kinerja yang bagus dari AC karena jika dibiarkan, AC akan cepat rusak.

    4. Lokasi yang Tersembunyi

    AC sebaiknya tidak ditutupi dengan apa pun agar mesin tersebut bisa mengeluarkan angin dan panas dengan leluasa. Menutup fisik AC atau menempatkan barang lain di depan AC justru membuat AC cepat rusak karena sirkulasi untuk mengeluarkan angin dan panas terhalang.

    Solusinya, bisa dengan menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    5. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    Saat hendak membeli perangkat elektronik, pastikan pemiliknya sudah tahu kemampuan daya listrik. Misalnya AC, perangkat satu ini memiliki daya yang besar untuk dapat berfungsi.

    Apabila setiap menyalakan AC listrik di rumah sering mati, berarti daya di rumah tidak kuat untuk mengoperasikan banyak perangkat elektronik di waktu bersamaan. Sebaiknya pakai perangkat elektronik secara bergantian sehingga tidak memicu korsleting atau kebakaran ke depannya.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk pemasangan AC.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Tercemar! Segini Jarak Ideal Septic Tank dengan Sumur Air



    Jakarta

    Adanya sumber air bersih dan pengelolaan limbah sangat penting untuk memiliki lingkungan rumah yang sehat. Hal itu dapat dicapai dengan menyediakan septic tank dan sumur air untuk memenuhi kebutuhan harian penghuni.

    Namun, letak sumur air dan septic tank di rumah tidak boleh sembarangan. Jika titik keduanya terlalu dekat satu sama lain, sumber air bersih berpotensi tercemar, sehingga menimbulkan penyakit.

    Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menjelaskan tingkat pencemaran air yang tinggi Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Masih ada rumah yang septic tanknya berjarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman padat. Ia menuturkan jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli).

    Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk infeksi saluran pencernaan. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah. Untuk itu, sumur air dan septic tank sebaiknya diberi jarak yang aman.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum adalah 10 meter. Sementara itu, upflow filter septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum. Demikian juga dengan taman sanita septic tank harus diberi jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Di samping itu, pemilik rumah perlu menjaga jarak sumur resapan air hujan dengan septic tank. Pasalnya, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga di kala kekeringan atau krisis air.

    Adapun jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya 5 meter. Lalu, jarak upflow filter septic tank dengan sumur resapan air hujan minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak paling dekatnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak ideal septic tank dari sumur air agar tidak terjadi pencemaran tinja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Membersihkan Noda Kopi di Meja Kayu, Bisa Pakai Cuka



    Jakarta

    Noda kopi terkadang ditemukan di meja kayu. Adanya noda kopi ini bisa saja sulit dihilangkan apabila tidak langsung dibersihkan.

    Walau demikian, noda kopi pada meja kayu ini masih bisa dibersihkan lho. Membersihkannya juga bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah, salah satunya cuka.

    Mengutip dari realhomes.com, berikut ini informasinya.


    Cara Menghilangkan Noda Membandel Kopi di Meja Kayu

    1. Cuka

    white vinegar on wood table topcuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cara ampuh yang pertama yaitu dengan menggunakan cuka. Penghuni rumah bisa menggunakan cuka putih atau cuka suling untuk membersihkan noda kopi.

    Air cuka sangat ampuh untuk membersihkan noda membandel kopi. Tidak hanya untuk membersihkan noda kopi dari mebel kayu saja, air cuka juga bisa membersihkan noda kopi di berbagai permukaan, seperti karpet, baju, lantai, dan lainnya.

    2. Campuran Pasta Gigi dan Baking Soda

    Cara yang kedua yaitu dengan membuat cairan pembersih buatan. Caranya adalah dengan mencampurkan pasta gigi (non-gel) dengan baking soda, setelah bahan tercampur merata, selanjutnya kamu cukup menggosok bagian meja yang terkena noda kopi dengan kain lap.

    Setelah noda kopi hilang dari permukaan meja, bersihkan residunya dengan kain lap. Setelah selesai, pastikan lapisi meja kayu tersebut dengan coating kayu agar lebih tahan lama.

    3. Mayones

    cara pakai mayonesmayones Foto: Getty Images/iStockphoto

    Ya, benar. Salah satu cara membersihkan noda kopi lainnya yaitu dengan menggunakan mayones asli.

    Sebelum menggunakan mayones untuk membersihkan noda kopi, pastikan kalau mayones tersebut adalah mayones asli. Cara menentukan keaslian mayones adalah dengan mengecek bahan dasarnya, bahan mayones asli seharusnya mengandung telur, minyak, lemon, dan cuka.

    Lemak dan asam pada mayones akan bekerja sama untuk mengeluarkan air sekaligus memberi tambahan nutrisi pada kayu.

    4. Minyak Sayur dan Garam

    Cara selanjutnya yaitu dengan menggunakan minyak sayur atau minyak zaitun yang dicampurkan dengan garam. Garam bisa menyerap kelembapan pada meja kayu, dan minyak zaitun akan memberi nutrisi pada kayu.

    Caranya yaitu dengan mencampurkan minyak zaitun dan garam dalam mangkuk hingga menjadi pasta. Lalu gosokkan ke area noda kopi dan biarkan selama 30 menit, lalu bersihkan dengan kain lap.

    5. Krim Cukur

    Busa atau krim cukur bisa digunakan untuk membersihkan noda kopi. Krim cukur mengandung bahan aktif seperti surfaktan dan bahan pembersih seperti yang terdapat pada sabun rumah tangga lainnya.

    Cara membersihkannya yaitu dengan menggosok noda kopi dengan krim cukur, lalu bilas dengan air. Bila noda kopi masih ada, ulangi proses tersebut hingga noda kopi benar-benar hilang.

    Itulah beberapa cara untuk membersihkan noda kopi yang membandel pada meja kayu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Air Keran Muncrat Saat Dibuka? Ini Penjelasan dan Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Pernahkah mengalami air keran tiba-tiba muncrat saat dibuka? Padahal, air biasanya keluar secara perlahan ketika menarik atau memutar kenop keran.

    Tekanan air yang keluar terlalu besar bisa menyebar dan membuat area sekitar basah. Belum lagi, kalau pakaian terkena cipratan air, pastinya sangat menjengkelkan ya.

    Aliran air bisa saja hanya muncrat sementara, lalu mengecil seketika atau pada bukaan kedua. Namun ada juga air keran yang muncrat terus menerus, bahkan alirannya melebar sehingga kamu perlu mengecilkan debit air.


    Lantas, kenapa air keran bisa muncrat ya? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Angie’s List.

    Penyebab Air Keran Muncrat

    Inilah beberapa penyebab air keran muncrat saat dibuka serta bagaimana cara memperbaikinya.

    1. Pipa Saluran Air Dimatikan

    Air keran bisa muncrat karena saluran air yang sudah lama tidak digunakan. Biasanya hal ini terjadi setelah pemilik rumah baru pulang dari berlibur atau jarang berada di rumah.

    Penghuni jarang menggunakan air, sehingga otomatis sudah lama tidak ada yang memberikan tekanan untuk air mengalir ke atas. Pada saat kembali digunakan, keran mengeluarkan suara pipa kosong, baru setelah itu air muncrat keluar.

    Jika mengalami hal ini, tidak perlu lakukan perbaikan pada saluran air. Sebab, air bisa kembali mengalir dengan lancar seperti semula setelah sering digunakan.

    2. Lubang Penyaring Keran Tersumbat

    Biasanya ada penutup berlubang pada lubang keran air, untuk menghasilkan aliran air yang lancar dan bebas percikan. Aliran air muncrat bisa jadi pertanda penyaring keran itu tersumbat, sehingga air keluar dengan deras dan keras.

    Jika benar tersumbat, coba lepas penyaring keran dan sikat bagian lubang dan dalamnya. Biasanya sumbatan itu terjadi karena ada lumut yang menumpuk.

    3. Kerusakan pada Cartridge Keran

    Jika cara buka keran dengan diangkat, jenis keran itu disebut cartridge. Katup keran cartridge yang rusak atau kotor bisa menghambat aliran air, alhasil menyebabkan keran air muncrat. Solusinya, katup keran cartridge rusak perlu diganti dengan yang baru.

    4. Pipa Air Retak

    Air keran muncrat juga bisa disebabkan pipa air yang retak. Kondisi ini membuat udara masuk ke dalam aliran air dan menimbulkan air muncrat.

    Adapun tanda-tanda kebocoran air pada pipa rusak di antaranya terdapat noda air di dinding seperti rembesan. Selain itu, tercium bau lapuk, keran air terasa longgar, dan keran air muncrat setiap dibuka.

    Untuk memperbaiki pipa air yang retak tergantung, perlu disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Jika retaknya parah, pipa air harus diganti dengan yang baru.

    Kalau pipa air masih bisa ditambal, gunakan dengan lem fiber, dempul epoksi, serta selongsong karet dan jepitan. Minta bantuan ahli agar perbaikan pipa retak cepat teratasi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! 6 Barang Baru Ini Harus Dicuci Dulu Sebelum Dipakai


    Jakarta

    Barang-barang yang baru dibeli sebaiknya harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai. Meskipun suka tergoda untuk langsung memakai barang baru, tetapi ternyata penting lho untuk mencucinya sebelum digunakan.

    Mengutip dari situs The Spruce, terdapat 6 barang yang harus dicuci sebelum digunakan.

    Peralatan Dapur dan Makan

    Peralatan dapur dan makan, seperti gelas, botol minum, piring, mangkuk, wadah penyimpanan, panci, wajan, dan lainnya harus dicuci sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Gunanya adalah untuk memastikan bahwa debu dan partikel sisa dari proses produksi atau pengemasan telah hilang dan tidak masuk ke dalam makanan.


    Seprai

    Seprai baru harus dicuci sebelum digunakan. Hal ini untuk memastikan sisa-sisa bahan kimia, kotoran, dan debu yang terbawa dari pabrik hilang sepenuhnya. Tentu saja juga senantiasa menjaga tempat tidur tetap bersih dan higienis.

    Alat Pembersih

    Mungkin benda ini sering terlewat. Alat pembersih seperti kain pel, kain mikrofiber, spons, hingga kemoceng yang baru dibeli juga penting dicuci. Alat pembersih menyimpan debu dan bakteri akibat proses pembuatannya karena memang dirancang untuk menangkap dan menahan debu atau partikel lain sehingga rentan kotor.

    Handuk

    Meski handuk baru kelihatannya bersih, ternyata tetap perlu dicuci. Hal ini untuk memastikan debu, partikel, dan bakteri hilang sepenuhnya.

    Pakaian

    Pakaian baru dibeli atau pakaian bekas dari orang lain wajib dicuci sebelum digunakan kembali oleh pemiliknya. Khususnya pakaian dalam dan pakaian olahraga. Sebab, pakaian menyimpan kuman karena proses pembuatan hingga penyaluran ke toko. Selain itu, kita juga tidak pernah tahu siapa saja yang sudah menjajal pakaian ini sebelum kita membelinya.

    Perlengkapan Bayi

    Bayi sangat sensitif terhadap apa saja. Itu sebabnya perlengkapan bayi seperti selimut, pakaian, dot, mainan, botol, dan sebagainya harus dicuci dengan bersih sebelum dipakai. Pastikan mencuci dengan sabun yang lembut dan aman serta gunakan air hangat untuk memastikan bakteri dan kuman hilang.

    Itulah beberapa benda-benda yang harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com